• Tidak ada hasil yang ditemukan

FORDA - Jurnal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "FORDA - Jurnal"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Jenis kayu yang ditelitiTable 1. Wood species studied
Gambar kayu dan struktur anatomi Crataeva sp.
Gambar kayu dan struktur anatomi Crataeva
Gambar 4. Struktur mikroskopis kayu Crataeva membranifolia Figure 4. Microscopic structures ofpada (a) penampang melintang (b) radial dan (c) tangensial  Crataeva membranifolia  in (a) transversal (b) radial and (c) tangential section
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Hasil uji beda Tukey (p 0,05) terhadap posisi contoh uji menunjukkan bahwa rata-rata kehilangan berat pada kayu bagian dalam yaitu 9,67% termasuk kelompok kayu agak-tahan (kelas

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kayu sawit berumur lebih dari 50 tahun memiliki karakteristik dasar yang baik, setara dengan kayu kelapa dan kayu komersil lainnya

Penelitian penggunaan kopolimer dilakukan dengan cara vakum-tekan pada bagian lunak kayu.. kelapa menggunakan kopolimer tanin resorsinol formaldehida

(ki hampelas) kayu teras putih krem agak merah muda berbeda dengan kayu gubalnya, polos, arah serat lurus dan agak berpadu, pori hampir seluruhnya soliter, tilosis umum, parenkim

Ciri umum dari kayu sengon ini adalah warna kayu teras hampir putih atau coklat muda, dimana warna kayu gubal umumnya tidak berbeda dengan kayu teras, teksturnya agak

tua, gubal agak putih, coklat kuning pucat atau merah pucat, batas antara kayu. gubal dan teras itu sering

(Codification according IAWA List, 1989) Ciri umum (General characteristics) Warna: kayu teras kuning kecoklatan, Corak: bergaris vertikal selang-seling pada bidang

Kayu sengon memiliki ciri umum: teras berwarna hampir putih atau coklat muda pucat (seperti daging) dengan bagian gubal yang tidak berbeda dengan kayu teras.. Teksturnya