ISSN : 2541-4704
53
Pemanfaatan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Materi Pesawat Sederhana
Warsono
SD Negeri 01 Sepanjang Tawangmangu
Abstract: This classroom action research aims to: Know the improvement of student achievement after the application of audio visual with learning media of class V SDN 01 Sepanjang Semester II Year Lesson 2016/2017. Especially on simple plane materials. This research was conducted by classroom action research method conducted in class V SDN 01 Sepanjang the academic year 2016/2017 with the number of students as many as 19 students. Actions taken by applying the application of the use of class V audio visual in science lesson with simple plane material. This study was conducted in two cycles. Based on the results obtained during the implementation of classroom action research, it can be explained that: improving student achievement from pre-test / pre-action test, student achievement is still low because under KKM with grade average 65,26. The percentage of students who complete the KKM is only 36.85% and the unfinished 63.15%. In the first cycle after applied the application of audio visual media utilization of the average class has increased to 72.89 already reached KKM, but there are still students who have not finished. Learning mastery is still 73.68%, while the unfinished student is 26.32%, then proceed to cycle II. In the second cycle of the average class mencapi value of 80.00 already include good keriteria. And mastery of student learning although not yet reached percentage mask 100% still there is one student not complete with percentage 5,26%, but mastery reach 94,74% exceeds minimum passing criterion that is 75%. So it can be concluded that the alternative hypothesis is acceptable, it can be concluded that: learning achievement IPA simple plane materials can be improved with the application of audio visual media utilization in grade V students 2nd semester SDN 01 Sepanjang
Keywords: audio visual media, student achievement of science
Abstrak: Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk: Mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya audio visual dengan media pembelajaran kelas V SDN 01 Sepanjang Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017. Terutama pada materi pesawat sederhana. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas V SDN 01 Sepanjang tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa sebanyak 19 siswa. Tindakan yang dilakukan dengan menerapkan diterapkannya penggunaan audio visual kelas V dalam pembelajaran IPA dengan materi pesawat sederhana. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Berdasarkan hasil yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian tindakan kelas, dapat di jelaskan bahwa: peningkatan prestasi belajar siswa dari prasiklus/tes sebelum tindakan, prestasi siswa masih rendah karena di bawah KKM dengan rata-rata kelas 65,26. Prosentasesiswa yang tuntas KKM hanya 36,85% dan yang tidak tuntas 63,15%. Pada siklus I setelah diterapkan diterapkannya pemanfaatan media audio visual rata-rata kelas mengalami peningkatan menjadi 72,89 sudah mencapai KKM, namun masih ada siswa yg belum tuntas. Ketuntasan belajar masih 73,68 %, sedangkan siswa yang belum tuntas 26,32%, maka dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II rata-rata kelas mencapi nilai 80,00 sudah termasuk keriteria baik. Dan ketuntasan belajar siswa meskipun belum mencapai persentase ketuntasan 100 % masih terdapat 1 siswa tidak tuntas dengan prosentase 5,26%, namun ketuntasan mencapai 94,74% melebihi kriteria ketuntasan minimum yaitu 75 %. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif dapat diterima, maka dapat disimpulkan bahwa: prestasi belajar IPA materi pesawat sederhana dapat ditingkatkan dengan diterapkannya pemanfaatan media audio visual pada siswa kelas V semester 2 SDN 01 Sepanjang
Kata kunci: media audio visual, prestasi belajar siswa IPA 1. PENDAHULUAN
Kondisi media pembelajaran di SD Negeri 01 Sepanjang sebenarnya hampir memadahi guna terlaksananya proses pembelajaran, namun kebanyakan guru-gurunya belum mengetahui secara pasti penerapan media pembelajaran tersebut. Akibatnya guru masih masing terpancang pada penggunaan metode ceramah, sehingga model pembelajaran seperti itu,aktifitas siswa masih pasif, dan hanya beberapa siswa yang
mampu menangkap informasi dalam proses pembelajaran. Melihat kondisi seperti ini, peneliti mencoba untuk melakukan penelitian tindakan kelas pada siswa kelas V. Penelitian tindakan kelas dirancang lebih menekankan pada prestasi belajar siswa, karena prestasi belajar siswa masih tergolong rendah. Salah satu metode untuk menuntaskan pembelajaran seperti tersebut diatas, peneliti menggunakan media audio visual. Penerapan media audio visual memungkinkan siswa lebih aktif dalam
ISSN : 2541-4704
54
mencari sumber-sumber belajar sehingga pada akhirnya siswa bisa lebih memahami materi pelajaran.
Ketuntasan belajar akan tercapai bahkan akan meningkat sehingga pemahaman terhadap materi juga meningkat. Penggunaan media audio visual sangat penting dalam rangka peningkatan prestasi belajar, khususnya pada mata pelajaran IPA siswa kelas V. Nilai KKM kelas V semester 2 yaitu 70 Pencapaian ketuntasan belajar mata pelajaran IPA merupakan indikator keberhasilan sekolah dalam mengantarkan siswa memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Media audio visual memiliki keunggulan antara lain siswa berperan aktif, banyak kreatif yang muncul, siswa belajar untuk berfikir sistematik. Dengan melihat permasalahan tersebut diatas, maka perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang penelitian tindakan kelas bertujuan untuk peningkatan ketuntasan belajar di kelas.
Identifikasi masalah pembelajaran IPA di kelas V masih menggunakan metode konvensional, pemilihan pendekatan/strategi pembelajaran belum sesuai tujuan pembelajaran, kurangnya kreasi guru dalam pembelajaran, belum terlibatnya siswa di saat proses pembelajaran secara aktif.
Pembatasan masalah yaitu pada Pemanfaatan media audio visual untuk meningkatkan prestasi belajar IPA materi pesawat sederhana pada Siswa Kelas V semester 2 SD Negeri 01 Sepanjang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2016/2017
Berdasarkan latar belakang masalah di atas rumusan masalah dalam penelitian sebagai berikut : “Apakah dengan Pemanfaatan media audio visual dapat meningkatkan prestasi belajar IPA materi pesawat sederhana pada Siswa Kelas V semester 2 SD Negeri 01 Sepanjang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2016/2017?”.
Tujuan dalam penelitian ini adalah ” Melalui Pemanfaatan media audio visual untuk meningkatkan prestasi belajar IPA materi pesawat sederhana pada Siswa Kelas V semester 2 SD Negeri 01 Sepanjang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2016/2017”.
Manfaat penelitian ini antara lain untuk mengetahui dan memperoleh teori baru penerapan media audio visual dapat meningkatkan prestasi belajar IPA bagi peserta didik di SDN 01 Sepanjang. Manfaat bagi peserta didik dapat meningkatkan prestasi belajar matematika. Manfaat bagi peneliti memperoleh bukti bahwa, melalui
pemanfaatan media audio visual dapat meningkatkan prestasi belajar IPA materi pesawat sederhana. Sedangkan sebagai bagi teman sejawat sebagai masukan melaksanakan penelitian di kelas dan sebagai pertimbangan dalam pemilihan metode dalam proses belajar mengajar.
2. LANDASAN TEORI
Media Dengar (Media Audio) adalah alat media yang isi pesannya hanya diterima melalui indera pendengaran saja. Pada penggalan ini berturut-turut dibahas Media Dengar yaitu Radio Rekaman Suara (Audio Cassete Tape Recorder) media pembelajaran, adalah suara-suara ataupun bunyi yang berkaitan dengan materi pembelajaran direkam dengan menggunakan alat perekam suara, kemudian hasil perekaman tersebut diperdengarkan kembali kepada peserta didik dengan menggunakan sebuah alat pemutarnya.
Media Audio Menurut Sadiman ( 2005:49 ) adalah media untuk menyampaikan pesan yang akan disampaikan dalam bentuk lambang – lambang auditif, baik verbal ( ke dalam kata – kata atau bahasa lisan ) maupun non verbal. Sedangkan menurut Sudjana dan Rivai ( 2003 :129 ) Media Audio untuk pengajaran adalah bahan yang mengandung pesan dalam bentuk auditif ( pita suara atau piringan suara), yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar. Media audio mempunyai sifat yang khas, yaitu: hanya mengandalkan suara (indera pendengaran), personal, cenderung satu arah, mampu menggugah imajinasi
Kaitannya dengan audio sebagai media pembelajaran , dapat disimpulkan bahwa Media. Audio Pembelajaran yaitu sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau rangkaian pesan materi pembelajaran melalui suara - suara ataupun bunyi yang direkam menggunakan alat perekam suara , kemudian diperdengarkan kembali kepada peserta didik dengan menggunakan sebuah alat pemutarnya.
Prestasi Belajar tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena belajar merupakan suatu proses, sedangkan prestasi belajar adalah hasil dari proses pembelajaran tersebut. Bagi seorang anak belajar merupakan suatu kewajiban. Berhasil atau tidaknya seorang anak dalam pendidikan tergantung pada proses belajar yang dialami oleh anak tersebut.
Kata prestasi berasal dari bahasa Belanda “Prestasic” yang berarti hasil usaha.
ISSN : 2541-4704
55
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia Prestasi Belajar didefinisikan sebagai hasil penilaian yang diperoleh dari kegiatan persekolahan yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui pengukuran dan penilaian.
Menurut Wikipedia Prestasi berasal dari bahasa Belanda yang artinya hasil dari usaha. Prestasi diperoleh dari usaha yang telah dikerjakan. Dari pengertian Prestasi tersebut, maka pengertian Prestasi diri adalah hasil atas usaha yang dilakukan seseorang. Prestasi dapat dicapai dengan mengandalkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual, serta ketahanan diri dalam menghadapai situasi segala aspek kehidupan. Karakter orang yang berPrestasi adalah mencintai pekerjaan, memiliki inisiatif dan kreatif, pantang menyerah, serta menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh. Karakter-karakter tersebut menunjukan bahwa untuk meraih Prestasi tertentu,
Prestasi merupakan kecakapan atau hasil kongkrit yang dapat dicapai pada saat atau periode tertentu. Berdasarkan pendapat tersebut, Prestasi dalam penelitian ini adalah hasil yang telah dicapai siswa dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan kajian teori dan kerangka berfikir maka hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan adalah sebagai berikut : “ pemanfaatan audio visual untuk meningkatkan prestasi belajar IPA materi pesawat sederhana pada siswa kelas V semester 2 Sekolah Dasar Negeri 01 Sepanjang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar tahun pelajaran 2016/2017”
3. METODE PENELITIAN
Pelaksanaan penelitian ini adalah di SD Negeri 01 Sepanjang. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari sampai dengan bulan Maret tahun 2017 yang berawal dari surat ijin penelitian dari Kepala Sekolah Dasar Negeri 01 Sepanjang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar.
Subjek dalam penelitian ini diambil dari seluruh siswa kelas V Semester II SD Negeri 01 Sepanjang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 19 siswa. Sedangkan objek penelitian ini adalah pemanfaatan media audio visual untuk meningkatkan prestasi belajar IPA materi pesawat sederhana.
Data yang akan dikumpulkan pada penelitian ini berupa data tentang prestasi belajar IPA yaitu hasil ulangan dan tes dalam
materi pesawat sederhana pada mata pelajaran matematika. Tes digunakan untuk mengukur ketrampilan, bakat pengetahuan secara tepat dan cepat dengan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Yaitu mengukur prestasi belajar IPA yang dilakukan sebelum dan sesudah tindakan dilaksanakan. Tes yang digunakan adalah uraian.
Keberhasilan tindakan pemanfaatan media audio visual untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi awan dan cuaca desimal pada siswa kelas V semester 2 SD Negeri 01 Sepanjang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Tahun pelajaran 2016/2017, peneliti perlu merumuskan indikator pencapaian yaitu siswa kelas V SD Negeri 01 Sepanjang mempunyai minat dan motivasi pencapaian pada mata pelajaran IPA. Hasil belajar sekurang-kurangnya 75% siswa dapat mencapai nilai 70 atau lebih dari KKM.
Untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) meliputi beberapa tahap penelitian. Menurut Wardani, dkk. (2006:1.14) penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja sebagai seorang guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Sesuai dengan jenis penelitian yang akan dilakukan adalah suatu bentuk proses pengkajian berdaur siklus yang terdiri dari empat tahap dasar yang saling berkaitan dan berkesinambungan, yaitu 1) perencanaan (planing), 2) pelaksanaan (acting), 3) pengamatan (observing), 4) refeleksi (refelcting). Prosedur penelitian terjadi dalam 2 siklus. Proses tindakan siklus II merupakan kelanjutan dari siklus I. hal-hal yang kurang sesuai pada siklus I diperbaiki pada siklus II
4. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
Deskripsi kondisi awal
Berdasarkan kenyataan yang terjadi pada Siswa Kelas V Semester II Sekolah Dasar Negeri 01 Sepanjang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Tahun pelajaran 2016/2017 , Penyebaran Frekuensi prestasi Belajar IPA Pra Siklus Siswa Kelas V Semester II SD Negeri 01 Sepanjang Kecamatan TawangmanguKabupaten Karanganyar Tahun pelajaran 2016/2017
Katagori Rentang Nilai Frekuensi Prosentase Sangat Baik 90 – 100 0 0,00 Baik 80 – 89 2 10,53 Cukup 70 – 79 5 26,32 Kurang > 69 12 63,15
ISSN : 2541-4704
56
Jumlah 19 100.00
Berdasarkan pengamatan pra siklus siswa yang tuntas diatas KKM hanya 7 siswa dengan prosentase 36,85 %, sedangkan sisanya 12 siswa belum tuntas masih dibawah KKM dengan rentang prosentase 63,15 %.
Siklus I
Dengan mendasarkan pada data yang diperoleh pada kondisi awal kegiatan selanjutnya akan dibuat rencana penelitian tindakan kelas dengan menerapkan pemanfaatan media audio visual. Pada pelaksanaan tindakan siklus I ,guru sebagai peneliti dan pelaksana pembelajaran, terlebih dahulu menyusun perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, hasil pengamatan dan refleksi.
Penyebaran Frekuensi prestasi Belajar IPA Siklus I Siswa Kelas V Semester II SD Negeri 01 Sepanjang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Tahun pelajaran 2016/2017
Katagori Rentang Nilai Frekuensi Prosentase Sangat Baik 90 – 100 1 5,26 Baik 80 – 89 5 26,32 Cukup 70 – 79 8 42,10 Kurang > 69 5 26,32 Jumlah 19 100.00
Berdasarkan pengamatan siklus I siswa yang tuntas diatas KKM mengalami peningkatan menjadi 15 siswa dengan prosentase 73,68 %, sedangkan 4 siswa belum tuntas masih dibawah KKM dengan rentang prosentase 26,32 %.
Siklus II
Penyebaran Frekuensi prestasi Belajar IPA Siklus II Siswa Kelas V Semester II SD Negeri 01 Sepanjang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Tahun pelajaran 2016/2017
Katagori Rentang Nilai
Frekuen s i Prosentas e Sangat Baik 90 – 100 6 31,58 Baik 80 – 89 4 21,05 Cukup 70 – 79 8 42,11 Kurang > 69 1 5,26 Jumlah 19 100
Berdasarkan pengamatan siklus II siswa yang tuntas diatas KKM mengalami peningkatan menjadi 18 siswa dengan prosentase 94,74 %, sedangkan 1 siswa masih dibawah KKM dengan rentang prosentase 5,26 %.
Berdasarkan penyebaran Frekuensi Prestasi Belajar IPA pada Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II Siswa Kelas V Semester 2 SD Negeri 01 Sepanjang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2016/2017 sebagai berikut :
Katagori Rentang Nilai Pra
Siklus Siklus I Siklus II Sangat Baik 90 – 100 0 1 6 Baik 80 – 89 2 5 4 Cukup 70 – 79 5 8 8 Kurang > 69 12 5 1 Jumlah 19 19 19 Rata-rata 65,26 72,89 80,00 Prosentase ketuntasan 36,85% 73,68% 94,74%
Prosentase Tidak Tuntas 63,15% 26,32% 5,26%
Berdasarkan pengamatan dari pra siklus, siklus I dan siklus II adalah pada pra siklus tidak ada siswa yang memperolah hasil belajar IPA pada katagori sangat baik (SB), pada siklus I terdapat 1(satu) dan pada siklus II terdapat 6 (enam) siswa. Pada pra siklus terdapat 2(dua) siswa yang memperoleh hasil belajar pada katagori baik (B), pada siklus I terdapat 5 (lima) siswa dan pada siklus II terdapat 4 (empat) siswa. Pada pra siklus terdapat 5 (lima) siswa yang memperoleh hasil belajar pada katagori cukup (C), pada siklus I terdapat 8 (delapan) siswa dan pada siklus II terdapat 8 (delapan) siswa. Pada pra siklus terdapat 12(dua belas) siswa yang memperoleh hasil belajar pada katagori kurang (K), pada siklus I terdapat 5 (lima) siswa dan pada siklus II terdapat 1 (satu) siswa yang memperoleh hasil belajar pada katagori kurang (K). Pada pra siklus jumlah siswa yang tuntas sebanyak 5 (lima) siswa, pada siklus I menjadi 14 (empat belas) siswa dan pada siklus II menjadi 17(tujuh belas) siswa. Ketuntasan klasikal rata-rata pada pra siklus sebesar 65,26, pada siklus I menjadi 72,89 dan pada siklus II menjadi 80,00.
Dari hasil penelitian tindakan kelas dinyatakan bahwa pemanfaatan audio visual dapat meningkatkan prestasi belajar IPA materi pesawat sederhana pada siswa kelas
ISSN : 2541-4704
57
V semester 2 Sekolah Dasar Negeri 01 Sepanjang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini telah memenuhi indikator keberhasilan.
5. Simpulan dan Saran
Kesimpulan dari hasil penelitian adalah bahwa peningkatan prestasi belajar dapat dilakukan melalui pemanfaatan audio visual dalam belajar IPA materi pesawat sederhana pada Siswa Kelas V Semester 2 SD Negeri 01 Sepanjang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. Hal ini ditandai hasil perolehan nilai rata-rata siswa dalam pembelajaran IPA yang selalu mengalami peningkatan dari sebelum tindakan (pra siklus) dan setelah tindakan dalam tiap siklusnya. Hasil tersebut adalah, nilai rata-rata IPA sebelum tindakan adalah 65,26. Setelah tindakan siklus I nilai rata-rata matematika adalah 72,89. Dan nilai rata-rata Matematika siklus II adalah 80,00.
Berkaitan dengan simpulan di atas, maka peneliti dapat mengajukan saran-saran, guru hendaknya lebih inovatif dalam menerapkan media, metode dan strategi yang tepat untuk digunakan dalam menyampaikan materi pembelajaran. Sedangkan siswa dapat mencari sumber belajar yang bervariasi agar memiliki pengetahuan yang luas. Sekolah diharapkan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti work shop, diklat, seminar sehingga kemampuan guru dapat meningkat dan keprofesionalan guru juga meningkat.
Daftar pustaka
[1] Sadiman, A.S. 2005. Media Pendidikan. Jakarta: CV Rajawali. [2] Nana Sudjana dan Ahmad Rivai .
(2003). Teknologi Pengajaran. Bandung : CV. Sinar Baru
[3] Wardani, I.G.A.K, dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka