• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

KATA SAMBUTAN

P

asca tahun 2015, seluruh negara anggota UNESCO menyepakati tujuan pendidikan global, yaitu “memastikan pendidikan yang inklusif, adil dan bermutu, serta mempromosikan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua”. Tujuan tersebut untuk menyelesaikan agenda Pendidikan Untuk Semua (PUS) dan Millenium Development Goals (MDGs), serta menjawab sebagai tantangan nasional. Kesepakatan yang dibuat ini lebih dikenal dengan “Agenda Pendidikan 2030”

Agenda Pendidikan 2030 disusun berdasarkan prinsip bahwa pendidikan merupakan komoditi masyarakat, hak azasi manusia, dan dasar penjaminan hak-hak lainnya. Secara lebih tegas, Agenda pendidikan 2030 memuat komitmen untuk mendukung kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua, pada seluruh lingkungan dan tingkat pendidikan. Hal ini termasuk penjaminan kepastian bagi semua remaja dan orang dewasa, terutama anak perempuan untuk memperoleh tingkat keterampilan keaksaraan, serta memberikan mereka berbagai kesempatan pembelajaran, pendidikan dan pelatihan.

Sejalan dengan Agenda Pendidikan 2030, layanan pendidikan masyarakat memegang peran strategis dan penting. Hal ini disebabkan karena secara nasional masih terdapat sebesar 3,,70% atau 5.984.075 penduduk usia 15-59 tahun buta aksara, dua pertiga di antaranya adalah perempuan (PDSP, Kemdikbud,2015)

Agar dapat menjangkau seluruh sasaran tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat berupaya memperluas sekaligus meningkatkan mutu pendidikan masyarakat melalui keragaman layanan program, seperti pendidikan keaksaraan, pendidikan kesetaraan orang dewasa, dan pendidikan berkelanjutan yang terintegrasi dengan pendidikan kecakapan hidup, peningkatan minat dan budaya baca, pemberdayaan perempuan, pendidikan keluarga, pengarusutamaan gender bidang pendidikan, dan penataan kelembagaan.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat

(4)

Saya menyambut baik diterbitkannya panduan penyelenggaraan pendidikan keaksaraan, bahan ajar, dan perangkat belajar lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan layanan pendidikan orang dewasa dengan meningkatkan kualitas layanan pendidikan masyarakat.

Jakarta, Oktober 2015 Direktur Jenderal

Ir. Harris Iskandar, Ph.D. NIP. 196204291986011001

A

genda pendidikan tahun 2030, komitmen dunia untuk mendukung kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua, pada seluruh lingkungan dan tingkat pendidikan. Termasuk penjamin kepastian bagi semua remaja dan orang dewasa, terutama anak perempuan untuk memperoleh tingkat keterampilan keaksaraan fungsional yang relevan dan diakui serta memberikan mereka berbagai kesempatan pendidikan dan pelatihan bagi orang dewasa.

Sejalan dengan itu, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan,

memperluas berbagai layanan pendidikan keaksaraan dan kesetara bagi para remaja, orang dewasa, dan komunitas masyarakat dikemas dalam berbagai program antara lain pendidikan keaksaraan, peningkatan budaya baca masyarakat, pendidikan kesetaraan orang dewasa, pendidikan kecakapan hidup perempuan,dan pendidikan berkelanjutan.

Dalam rangka pengembangan dan penjaminan mutu pendidikan keaksaraan dan

kesetaraan maka perlu di rumuskan norma, standar, prosedur, kriteria (NSPK) dalam bentuk panduan, petunjuk teknis, bahan ajar, dan perangkat lainnya sebagai acuan di lapangan.

Kami memberikan penghargaan kepada semua pihak yang telah menyusun dokumen tersebut, untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan keaksaraan dan kesetaraan yang lebih berkualitas. Semoga panduan, petunjuk teknis, dan perangkat pembelajaran tersebut yang telah disusun dengan kesungguhan, dan keikhlasan dapat bermanfaat untuk kita semua, semoga Allah SWT memberikan rakhmat dan hidayahNya kepada kita semua, Amin.

Jakarta, Oktober 2015 Direktur

Dr. Erman Syamsuddin NIP. 195703041993031015

KATA PENGANTAR

Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan

Jakarta, Oktober 2015 Direktur

Dr. Erman Syamsuddin NIP. 195703041993031015

(5)

Kata Sambutan ... iii

Kata Pengantar ... v

Daftar Isi ... vi

Alur Penyelenggaraan dan Pembelajaran Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri . viii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Dasar Hukum ... 2

C. Tujuan, Manfaat, dan Dampak ... 2

D. Sasaran Pengguna ... 3

E. Pengertian ... 3

BAB II PERSIAPAN DAN PENGORGANISASIAN PROGRAM PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI ... 5

A. Tujuan Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri ... 5

B. Lembaga Penyelenggara ... 5

C. Rekruitmen Pendidik, Narasumber Teknis dan Tenaga Kependidikan ... 6

D. Orientasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan ... 7

E. Rekruitmen dan Penilaian Awal Peserta Didik ... 7

F. Penyusunan Program Kerja ... 8

G. Penyiapan Sarana dan Prasana ... 9

H. Pembiayaan ... 9

BAB III PERENCANAAN, PELAKSANAAN, DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI ... 10

A. Kompetensi Lulusan ... 10

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar ... 10

C. Materi Belajar ... 12

D. Prinsip Pembelajaran ... 13

E. Perencanaan Pembelajaran ... 15

DAFTAR ISI

F. Pendekatan, Strategi, dan Metode Pembelajaran ... 26

G. Pemanfaatan dan Pengembangan Media dan Sumber Belajar . 29 H. Pengkondisian dan Memotivasi Belajar Peserta Didik ... 30

I. Peningkatan Budaya Baca ... 32

J. Penilaian Selama Proses Pembelajaran ... 33

K. Tindak Lanjut Pembelajaran ... 34

L. Penilaian Akhir Pembelajaran ... 34

BAB IV MONITORING, EVALUASI, DAN PENGAWASAN PROGRAM PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI ... 37

A. Monitoring ... 37

B. Evaluasi ... 37

C. Pengawasan ... 38

D. Tindak Lanjut Program ... 38

E. Kriteria Keberhasilan ... 39

BAB V PENUTUP ... 40

Pustaka Acuan ... 41

Lampiran-Lampiran: Lampiran 1: Contoh Kalender Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri .. 42

Lampiran 2: Contoh Format Administrasi Kelompok Belajar Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri ... 43

Lampiran 3: Contoh Instrumen Monitoring, Evaluasi dan Pengawasan Program Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri ... 50

Lampiran 4: Contoh Instrumen Penilaian Sikap Peserta Didik ... 54

(6)

ALUR ISI PANDUAN PENYELENGGARAAN PROGRAM DAN PEMBELAJARAN

PENDIDIKAN KEAKSARAAN USAHA MANDIRI

PENDAHULUAN

BAB I

A. Latar Belakang

Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengungkapkan bahwa telah terjadi penurunan jumlah penduduk buta aksara di Indonesia sebagai hasil dan dampak dari penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan dasar. Tahun 2010 masih terdapat sekitar 5,02% jumlah penduduk buta aksara, dan pada tahun 2014 jumlahnya menurun menjadi 3,70% atau 5.984.075 orang dari keseluruhan penduduk Indonesia.

Mengingat bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana yang harus dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan, maka usaha penuntasan permasalahan buta aksara di Indonesia tidak cukup sampai pada tahap penumbuhan/melek aksara, tetapi harus dilanjutkan sampai kepada tahap pemeliharaan dan pengembangan kompetensi keaksaraannya, supaya mereka tidak menjadi buta aksara kembali.

Oleh karena itu, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berinisiatif untuk menyelenggarakan program pasca pendidikan keaksaraan dasar melalui layanan pendidikan keaksaraan lanjutan yang dikemas dalam program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) dan Multi Keaksaraan yang bertujuan untuk memelihara dan mengembangkan kompetensi keaksaraan.

Panduan ini, disusun secara khusus untuk memberikan informasi dan penjelasan yang lebih detail dan menyeluruh berkenaan dengan tata kelola penyelenggaraan program dan pembelajaran KUM, dengan harapan dapat memfasilitasi terciptanya program KUM yang mampu meningkatkan dan memelihara kompetensi keaksaraan, serta berkontribusi terhadap tumbuhnya sikap, pengetahuan dan keterampilan berusaha pada peserta didiknya, sehingga lulusan program KUM dapat secara mandiri meningkatkan kualitas dan derajat kehidupannya .

i • Ko m pet en si L ul usan , Ko m pet en si I nti, d an Ko m peten si Da sa r KU M • Si la bus Pe ndi di ka n Ke ak sa ra an Usa ha Ma ndi ri Ka ra kteri sti k Li ng ku n ga n A la m , So si al da n Bud ay a Pe rs ia pan d an Pe ngor gani sa si an Pr og ra m Pe ndidi kan K eak sa ra an Us ah a Mandi ri Re kr ui tm en Pe nd id ik da n Te na ga Ke pe ndi di ka n P eren ca n aa n da n P ela ks an aa n Pem b el aj ar an Pe ndi di ka n Ke ak sa raan Us ah a Man d ir i P enila ia n Ha sil Bela ja r da n Ti ndak L anj u t Pe m b el aj ar an Pe ndi di ka n Ke ak sa ra an U sah a Mandi ri P en ila ian P ro ses P em belaj aran KUM P en ila ian A kh ir P em belaj ar an KU M R em ed ia l/P eng ay aa n Pe m be la jar an KU M Mo ni to ri ng, E va lu as i, d an Peng aw as an M utu pe nye le ngga raa n pr og ram pe ndi dika n ke ak sa ra an u sah a ma nd iri te rj ag a se su ai at ur an d an a kun ta be l. • Me nin gk at da n ter pe liha ran ya kom pete ns i ke aksa raa n pada pe ser ta d idi k KUM • Tum buhn ya s ikap , pe ng et ah ua n, da n kete ram pila n ber w ira usa ha pada peserta d idi k K U M Pe serta did ik si ap m engik uti pe nilaia n akh ir KUM Pe serta did ik m em perole h S UKM A L anj ut an d an si ap m engik uti P rogra m Pake t A O rie nt as i Pe ndi di k da n Te na ga Ke pe ndi di ka n Re kr ui tm en d an Pe ni la ia n Awa l Pe se rt a Di di k Pe ny us un an Pr ogr am K er ja KUM P en yiap an S aran a P ras ar an a Pe nd uk un g Pr og ra m K U M Pe ny us un an Si la bus d an Re nc an a P elak san aan P emb el aj ara n KUM P rin sip P em belaj ar an P en di dik an KU M Pe nd ek at an , St ra te gi , da n Met ode Pe m be la jaran KU M Me di a da n Su m be r B el ajar KU M Pe ni ng ka ta n Bu da ya Ba ca Pe ser ta Di di k K U M Pe ng ko ndi si an d an Pem ber ia n M ot iv as i Be la jar P ese rta D id ik Pe ny ele ng-ga ra Pr ogr am Pe nd id ik an K eak sara an U sah a M an diri Lul us an Pr ogr am Pe ndi di ka n K eak sar aan Dasa r

(7)

B. Dasar Hukum

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 sebagai pengganti Peraturan

Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar

Pendidikan Dasar.

4. Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara (GNP-PWB/PBA).

5. Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2006 tentang Acuan Pelaksanaan Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara (GNP-PWB/PBA).

7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 Tahun 2013 Tentang Pendirian Satuan Pendidikan Nonformal.

8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 42 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan Lanjutan.

C. Tujuan, Manfaat, dan Dampak 1. Tujuan

a. Memberikan pemahaman kepada para penyelenggara supaya mempunyai kemampuan untuk mengelola program pendidikan keaksaraan usaha mandiri.

b. Memberikan pengetahuan kepada para pendidik supaya terampil mengelola pembelajaran keaksaraan usaha mandiri.

2. Manfaat

a. Terdapatnya acuan bagi para penyelenggara dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, memonitoring, mengevaluasi, mengawasi dan menindaklanjuti program pendidikan keaksaraan usaha mandiri.

b. Terdapatnya acuan bagi para pendidik untuk mempersiapkan, melaksanakan, menilai, dan menindaklanjuti pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri.

3. Dampak

a. Terciptanya program yang berkualitas sehingga mampu berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup lulusan pendidikan keaksaraan usaha mandiri.

b. Terciptanya program pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang berkontribusi terhadap pelaksanaan program Wajar Dikdas 9 tahun. c. Terciptanya pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang

efektif, interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan dapat memotivasi peserta didik untuk membentuk sikap, mengembangkan pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan membaca, menulis, berhitung, serta berusaha secara mandiri.

D. Sasaran Pengguna

1. Penyelenggara program pendidikan keaksaraan usaha mandiri 2. Pendidik pendidikan keaksaraan usaha mandiri.

3. Pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah yang berkompeten dalam penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri. E. Pengertian

1. Pendidikan Keaksaraan Lanjutan adalah layanan pendidikan keaksaraan yang menyelenggarakan pembelajaran bagi peserta didik yang telah selesai melaksanakan pendidikan keaksaraan dasar dalam rangka memelihara dan mengembangkan kompetensi keaksaraan.

2. Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri adalah program pendidikan keaksaraan lanjutan yang disertai dengan pembelajaran kemampuan berusaha bagi peserta didik yang telah selesai melaksanakan pendidikan keaksaraan dasar.

3. Pengelolaan adalah pengaturan kewenangan dalam penyelenggaraan pendidikan keaksaraan lanjutan yang terkait dengan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pelaporan pertanggungjawaban agar tercapai efi siensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan keaksaraan lanjutan.

4. Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan/atau sumber belajar pada satuan pendidikan.

5. Kompetensi adalah seperangkat sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh peserta didik setelah mempelajari suatu muatan pembelajaran, menamatkan program, atau menyelesaikan program.

6. Kompetensi Lulusan adalah kualifi kasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

(8)

BAB II

PERSIAPAN DAN PENGORGANISASIAN

PROGRAM PENDIDIKAN

KEAKSARAAN USAHA MANDIRI

A. Tujuan Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri 1. Tujuan Umum

Memelihara dan mengembangkan kompetensi keaksaraan yang disertai dengan kemampuan berusaha secara mandiri bagi warga masyarakat pasca penyandang buta aksara.

2. Tujuan Khusus

a. Memelihara dan mengembangkan kompetensi keaksaraan peserta didik yang telah mengikuti dan/atau mencapai kompetensi pendidikan keaksaraan dasar.

b. Meningkatkan kemampuan usaha mandiri untuk mengembangkan dan mewujudkan berbagai potensi yang dimiliki peserta didik.

c. Meningkatkan keberdayaan peserta didik melalui peningkatan sikap, pengetahuan, dan keterampilan berusaha secara mandiri.

B. Lembaga Penyelenggara

Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri dapat diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Kelompok Belajar (Kejar), Majelis Taklim, dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Dapat juga diselenggarakan oleh satuan pendidikan nonformal sejenis, seperti: Bimbingan Belajar (Bimbel), Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan lain-lain. Pada kondisi tertentu dapat juga diselenggarakan oleh satuan pendidikan formal, seperti; Sekolah, Madrasah dan Perguruan Tinggi.

Adapun persyaratan dan kriteria penyelenggara program pendidikan keaksaraan usaha mandiri, sebagai berikut:

1. Memiliki izin operasional/surat keterangan/surat rekomendasi dari pejabat berwenang dan mendapat persetujuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota/Provinsi;

2. Memiliki data calon peserta didik pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang ditandai kepemilikan SUKMA;

7. Kompetensi Inti adalah tingkat kemampuan untuk mencapai kompetensi lulusan.

8. Kompetensi Dasar adalah kemampuan untuk mencapai kompetensi inti yang harus diperoleh peserta didik melalui pembelajaran.

9. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu sekurang-kurangnya mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok, indikator, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

10. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.

11. Penilaian Pendidikan adalah mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik program pendidikan.

12. Penilaian Pembelajaran adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur capaian pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.

13. Surat Keterangan Melek Aksara Lanjutan (SUKMA-L) adalah sertifi kat yang diberikan kepada peserta didik yang telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pendidikan keaksaraan usaha mandiri.

(9)

3. Menyelenggarakan program pendidikan keaksaraan dasar pada tahun sebelumnya;

4. Memiliki kesanggupan menyelenggarakan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang dinyatakan dengan surat keterangan;

5. Memiliki data calon pendidik dan narasumber teknis program pendidikan keaksaraan usaha mandiri;

6. Memiliki sarana dan prasarana pendukung program; 7. Memiliki nomor rekening atas nama lembaga; 8. Memiliki NPWP atas nama lembaga;

9. Diprioritaskan memiliki sertifi kat akreditasi, dan;

10. Diprioritaskan memiliki sertifi kat evaluasi kinerja lembaga.

C. Rekruitmen Pendidik, Narasumber Teknis dan Tenaga Kependidikan Satuan pendidikan penyelenggara pendidikan keaksaraan usaha mandiri dipimpin oleh seorang ketua pengelola, sebagai penanggung jawab pengelolaan pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang berkewajiban untuk merekrut unsur yang kompeten dalam pengelolaan Program, meliputi:

1. Pendidik; bertugas dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran keaksaraan usaha mandiri, memiliki kriteria:

a. Diprioritaskan pendidikan minimal SMA/sederajat; b. Berdomisili di sekitar lokasi pembelajaran;

c. Berpengalaman dalam mendidik/melatih orang dewasa;

2. Narasumber Teknis; berasal dari warga masyarakat sekitar dan atau pengurus lembaga yang memiliki keterampilan teknis tentang jenis usaha/ produk yang menjadi materi belajar/praktik usaha pada pembelajaran keaksaraan usaha mandiri.

3. Tenaga Kependidikan; minimal terdiri atas ketua dan sekretaris, serta disarankan melibatkan penilik dan/atau unsur dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk melaksanakan kegiatan evaluasi dan pengawasan. Tenaga kependidikan yang direkrut diprioritaskan memiliki kriteria sebagai berikut:

a. Pendidikan minimal SMA/sederajat;

b. Berdomisili di sekitar penyelenggaraan program;

c. Berpengalaman dalam menyelenggarakan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri;

d. Pernah mengikuti pelatihan/orientasi yang berkaitan dengan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri.

Dari hasil rekruitmen pendidik, narasumber teknis, dan tenaga kependidikan, penyelenggara menetapkan struktur pengelola program pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang ditandai penerbitan SK (Surat Keputusan) dari ketua/ pimpinan lembaga penyelenggara, disertai dengan penjelasan tentang tugas dan wewenang masing-masing unsur, serta keterangan tentang masa berlaku SK dan masa kerja pengelola program pendidikan keaksaraan usaha mandiri.

D. Orientasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Pemerintah pusat dan/atau pemerintah daerah, serta penyelenggara pendidikan keaksaraan usaha mandiri berkewajiban untuk melaksanakan orientasi pendidik yang ditandai dengan pemberian sertifi kat dan bertujuan untuk menumbuhkan atau meningkatkan kompetensi pendidik, terutama berkenaan dengan:

1. Standar kompetensi lulusan, kompetensi inti, kompetensi dasar, dan silabus pendidikan keaksaraan usaha mandiri;

2. Pembelajaran orang dewasa;

3. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pendidikan keaksaraan usaha mandiri;

4. Pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran keaksaraan usaha mandiri; 5. Pengembangan media dan sumber belajar keaksaraan usaha mandiri; 6. Penilaian pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri;

7. Remedial dan pengayaan pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri. Selain itu, orientasi juga sebaiknya diberikan kepada tenaga kependidikan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri, tertutama berkenaan dengan:

1. Pengembangan kalender pendidikan KUM;

2. Identifi kasi, rekruitmen dan penilaian awal peserta didik KUM 3. Monitoring, evaluasi dan pengawasan program KUM.

4. Pengadministrasian dan pelaporan program KUM; E. Rekruitmen dan Penilaian Awal Peserta Didik

Pendidik dan tenaga kependidikan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri

berkewajiban untuk melaksanakan:

1. Rekruitmen peserta didik; penduduk buta aksara berusia 15 tahun ke atas, diprioritaskan berumur 15-59 tahun dengan kriteria:

a. Lulus pendidikan keaksaraan dasar, ditandai dengan kepemilikan SUKMA;

b. Memiliki kesiapan untuk berpartisipasi dalam pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri.

(10)

2. Penilaian awal; bertujuan untuk:

a. Memperoleh informasi tentang kesesuaian kompetensi keaksaraan dasar peserta didik dengan nilai yang terdapat pada SUKMA;

b. Memetakan kompetensi keaksaraan yang berguna untuk penentuan prioritas penguatan kompetensi keaksaraan peserta didik, baik secara individu maupun kelompok belajar. Adapun soal yang dapat dipergunakan untuk melakukan penilaian awal dapat mengacu pada ruang lingkup materi pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri.

c. Mengetahui pengalaman dan pengetahuan calon peserta didik dalam kegiatan berusaha.

Dari hasil rekruitmen dan penilaian awal peserta didik, penyelenggara wajib menyerahkan data calon peserta didik kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat untuk disampaikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi dan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan untuk menjadi data base nasional.

F. Penyusunan Program Kerja

Penyelenggara bekerjasama dengan pendidik dan tenaga kependidikan dalam menyusun program kerja pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang terdiri atas: 1. Penyusunan kalender pendidikan; minimal memuat penjelasan tentang rincian

waktu, kegiatan pembelajaran, minggu efektif belajar, waktu belajar efektif dan hari libur (contoh terlampir). Penyusunan kalender pendidikan dapat mengacu pada waktu pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang dapat diselenggarakan selama kurang lebih 3 (tiga) bulan dengan alokasi waktu belajar minimal 86 jam @60 menit;

2. Penyusunan jadwal belajar; disepakati bersama peserta didik dengan mempertimbangkan kesiapan belajar dan waktu luang peserta didik;

3. Penyepakatan kontrak belajar dan aturan belajar; berisi kesepakatan dan komitmen untuk terlibat aktif, dan aturan-aturan yang harus ditaati selama proses pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri;

4. Penentuan jumlah rombongan belajar; ditetapkan sesuai dengan situasi dan kondisi dengan memperhatikan rasio untuk jumlah pendidik dan jumlah peserta didik pendidikan keaksaraan usaha mandiri adalah 1:10;

5. Penyepakan jenis usaha yang akan dijadikan sebagai materi pembelajaran keaksaraan usaha mandiri dengan mempertimbangkan:

a. Keinginan peserta didik;

b. Ketersediaan narasumber teknis yang kompeten;

c. Kemudahan memperoleh bahan baku dan peralatan usaha; d. Kepraktisan membuat/mengolah produk usaha;

e. Kemudahan memasarkan produk usaha. G. Penyiapan Sarana Prasarana

Penyelenggara program pendidikan keaksaraan usaha mandiri dapat memanfaatkan sarana yang tersedia di lingkungan sekitar untuk menunjang proses pembelajaran. Sarana tersebut antara lain:

1. Perabot belajar; papan tulis, spidol/kapur, tempat duduk, meja belajar, lemari/ rak;

2. Peralatan pembelajaran; buku tulis, ATK, buku laporan hasil belajar, buku induk peserta didik, kalender pendidikan, jadwal belajar, silabus, RPP, buku tamu, dll (terlampir)

3. Media pembelajaran; bahan ajar, modul pembelajaran, poster, media ajar cetak/audio visual;

4. Sumber belajar; media cetak, kejadian/fakta, pengalaman belajar, dll.

Program pendidikan keaksaraan usaha mandiri dapat dilaksanakan di gedung-gedung sekolah, balai desa, tempat ibadah, rumah penduduk atau fasilitas lain yang layak dengan mempertimbangkan kriteria:

1. Berdekatan dengan tempat tinggal peserta didik;

2. Cukup untuk minimal satu rombongan belajar (10 orang); 3. Rapi dan bersih;

4. Cukup cahaya dan sirkulasi udara;

5. Memberikan keleluasaan gerak, komunikasi pandangan dan pendengaran; 6. Dilengkapi papan nama kelompok/rombongan belajar.

H. Pembiayaan

Penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri dapat dibiayai oleh swadaya masyarakat, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan sumber dana lain yang sah dan tidak mengikat. Biaya tersebut dapat dialokasikan untuk biaya operasional, honorarium pendidik dan tenaga kependidikan serta alat dan bahan belajar/praktik.

(11)

A. Kompetensi Lulusan

Lulusan program pendidikan keaksaraan usaha mandiri, diharapkan:

1. Memiliki perilaku dan etika yang mencerminkan sikap orang beriman dan bertanggung jawab menjalankan peran dan fungsi dalam kemandirian berkarya di masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup.

2. Menguasai pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural tentang pengembangan peran dan fungsi dalam kehidupan di masyarakat dengan memperkuat cara berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dan berhitung untuk meningkatkan kualitas hidup.

3. Mampu menggunakan bahasa Indonesia dan keterampilan berhitung secara efektif dalam melakukan pengembangan peran dan fungsi untuk kemandirian berkarya di masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup.

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

Dimensi Kompetensi Inti Kompetensi Dasar

Sikap Menghayati dan mengamalkan ajaran agama dan kepercayaan yang dianutnya sehingga dapat berperilaku dan memiliki etika sebagai warga masyarakat yang baik.

• Meningkatkan rasa syukur dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas potensi diri yang dimiliki.

• Menunjukkan sikap jujur sebagai dasar dalam membangun hubungan sosial.

• Menunjukkan komitmen untuk membangun kebersamaan dalam mengembangkan peran dan fungsi dalam kehidupan di masyarakat.

Pengetahuan Menguasai pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural tentang cara meningkatkan peran dan fungsi dalam kehidupan di masyarakat dengan memanfaatkan peluang sumber daya yang ada melalui aktivitas membaca, menulis, berbicara, dan berhitung dalam bahasa Indonesia.

• Menggali informasi dari teks penjelasan tentang jiwa kewirausahaan untuk kemandirian minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana.

• Menggali informasi dari teks penjelasan tentang pemetaan peluang dan perintisan usaha minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana.

• Menggali informasi dari teks khusus dalam bentuk formulir dan kuitansi sederhana yang berkaitan dengan kegiatan usaha.

• Mengenal operasi bilangan tentang produk barang atau jasa, dan uang atau usaha lainnya.

BAB III

PERENCANAAN, PELAKSANAAN, DAN

PENILAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN

KEAKSARAAN USAHA MANDIRI

Dimensi Kompetensi Inti Kompetensi Dasar

• Mengenal operasi bilangan tentang produk barang atau jasa, dan uang atau usaha lainnya.

• Menggali informasi dari teks tabel atau diagram sederhana yang berkaitan dengan ragam pencatatan keuangan melalui aktivitas berhitung pada kegiatan usaha.

• Mengidentifi kasi bangun datar dan bangun ruang sederhana dari berbagai benda/produk barang dan jasa sehari-hari yang berkaitan dengan kegiatan penyimpanan dan pengemasan produk.

• Menggali informasi dari teks petunjuk atau arahan yang berkaitan dengan kegiatan usaha minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana.

• Menggali informasi dari teks narasi yang berkaitan dengan kemitraan usaha dalam kegiatan usaha minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana. • Menggali informasi dari teks laporan yang

berkaitan dengan kegiatan pemasaran suatu produk usaha minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana

Keterampilan Mampu mengolah, menalar, dan menyaji pengetahuan yang diperoleh dalam praktik untuk kemandirian berkarya dalam menjalankan peran dan fungsi di masyarakat melalui aktivitas membaca, menulis, berbicara, dan berhitung dalam bahasa Indonesia.

• Mengolah informasi dari teks penjelasan tentang jiwa kewirausahaan untuk kemandirian dalam bahasa Indonesia minimal 5 (lima) kalimat sederhana secara lisan dan tertulis.

• Mengolah teks penjelasan tentang pemetaan peluang dan perintisan usaha yang dikembangkan dalam bahasa Indonesia minimal 5 (lima) kalimat sederhana secara tertulis.

• Mengolah teks khusus dalam bentuk formulir dan kuitansi sederhana yang berkaitan dengan kegiatan usaha baik di bidang produk/jasa sesuai dengan potensi setempat.

• Mempraktikkan kegiatan usaha produk/jasa dengan memanfaatkan peluang dan sumber daya yang ada di sekitarnya.

• Menggunakan sifat operasi hitung dalam menyederhanakan atau menentukan hasil penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan.

• Menggunakan uang dalam kegiatan usaha produk/ jasa maupun kehidupan sehari-hari.

• Memperkirakan suatu produk/jasa (lama produksi, berat, dimensi/ukuran) untuk menentukan biaya produksi dan biaya lain yang berkaitan dengan kegiatan usaha sesuai dengan potensi wilayahnya. • Menerapkan pecahan sederhana ke bentuk

pecahan desimal dan persen pada perhitungan produk barang, jasa, dan uang pada kegiatan usaha sesuai dengan potensi wilayahnya.

(12)

Dimensi Kompetensi Inti Kompetensi Dasar

• Menggunakan satuan pengukuran luas, panjang, waktu, volume, berat, dan suhu yang berkaitan dengan kegiatan pembuatan, penyimpanan, dan pengemasan produk.

• Menggunakan hasil pengolahan dan penafsiran data dalam bentuk teks tabel,diagram, dan grafi k sederhana untuk memprediksi dan merencanakan jumlah produksi, penjualan, dan pembelian pada kegiatan usaha untuk menentukan laba rugi. • Mengolah informasi dari teks narasi yang

berkaitan dengan kemitraan usaha dalam kegiatan kewirausahaan di bidang produk/jasa.

• Mempraktikkan kerjasama dengan mitra usaha di wilayahnya.

• Mempraktikkan pengemasan produk usaha secara kreatif dan menarik.

• Mengolah informasi teks laporan yang berkaitan dengan kegiatan pemasaran dari suatu produk usaha/jasa.

• Mempraktikkan beberapa strategi penjualan.

C. Materi Belajar

Materi belajar yang harus dibelajarkan kepada peserta didik program pendidikan keaksaraan usaha mandiri meliputi:

1. Membaca dan menulis

a. Teks penjelasan; bacaan yang menceritakan proses yang ditandai dengan kata “mengapa” dan “bagaimana” dengan struktur kalimat berisi tentang pengenalan, penjelasan dan penutupan.

b. Teks khusus; kata atau kalimat yang dipergunakan untuk mengisi dokumen tertentu, cirinya bersifat resmi atau formal.

c. Teks petunjuk atau arahan; bacaan yang berisi petunjuk pengerjaan sesuatu secara berurutan, cirinya berbentuk kalimat perintah dan kata penghubung seperti pertama, berikutnya, lalu, setelah itu, terakhir, dll. d. Teks narasi; bacaan yang berisi cerita mengenai suatu peristiwa atau

kejadian serta bagaimana peristiwa itu berlangsung berdasarkan urutan waktu yang didalamnya terdapat kalimat majemuk yang menggunakan kata dan, tetapi, walaupun, meskipun, dll.

e. Teks laporan; bacaan yang berisi laporan hasil pengamatan tentang suatu kejadian secara umum, objektif, dan tidak mengandung prasangka. f. Teks tabel/diagram; data berupa kata, kalimat atau bilangan yang tersusun

dengan garis pembatas sebagai kolom-kolom berupa prediksi dan rencana jumlah produksi, penjualan, dan pembelian pada kegiatan usaha untuk menentukan laba rugi.

2. Berhitung

a. Bangun datar dan bangun ruang sederhana dari berbagai benda/produk barang dan jasa sehari-hari yang berkaitan dengan kegiatan penyimpanan dan pengemasan produk.

b. Penghitungan pecahan sederhana; operasi hitung dalam menyederhanakan atau menentukan hasil penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian bilangan, serta menerapkan pecahan sederhana ke bentuk pecahan desimal dan persen pada perhitungan produk barang, jasa, dan uang pada kegiatan usaha.

c. Penghitungan lama produksi, berat, dimensi/ukuran untuk menentukan biaya produksi dan biaya lain yang berkaitan dengan kegiatan usaha sesuai dengan potensi wilayahnya.

d. Penghitungan uang dalam kegiatan usaha produk/jasa dalam kehidupan sehari-hari.

e. Pengukuran luas, panjang, waktu, volume, berat, dan suhu yang berkaitan dengan kegiatan pembuatan, penyimpanan, dan pengemasan produk. Penyampaian materi-materi tersebut dalam pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri dilakukan dengan praktik materi;

1. Penumbuhan jiwa wirausaha

2. Pemetaan peluang dan perintisan usaha; 3. Pembuatan produk usaha;

4. Penyimpanan produk usaha; 5. Pengemasan produk usaha; 6. Kemitraan usaha, dan; 7. Pemasaran produk usaha.

Penyampaian materi belajar menulis, membaca, berhitung berkenaan dengan kegiatan kewirausahaan diintegrasikan dengan penumbuhan sikap;

1. Melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut; 2. Kepedulian terhadap sesama;

3. Terbuka dalam membangun hubungan sosial; 4. Bertanggung jawab dalam melakukan usaha mandiri; 5. Disiplin dalam menjalankan usaha mandiri;

6. Bekerja keras dalam melakukan usaha mandiri. D. Prinsip Pembelajaran

1. Kegiatan pembelajaran praktis-tematik digunakan sebagai sarana berlatih bagi peserta didik untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan

(13)

berhitung untuk mengomunikasikan teks lisan dan tulis dengan menggunakan aksara dan angka dalam bahasa Indonesia.

2. Proses pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri harus dikelola secara interaktif, partisipatif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan dapat memotivasi peserta didik dalam membentuk sikap, mengembangkan pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan beraksara dan berusaha; 3. Proses pembelajaran KUM harus dilaksanakan dengan menggunakan strategi

pembelajaran andragogis, fungsional, belajar sambil melakukan, tematik, dan mempergunakan metode belajar yang sesuai dengan karakteristik dengan memanfaatkan bahan ajar yang temanya sudah disesuaikan dengan kebutuhan belajar peserta didik dan potensi usaha setempat.

4. Pembelajaran kompetensi sikap wirausaha dilakukan secara terintegrasi dengan pembelajaran kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan. Penanaman sikap dan perilaku wirausaha, dilakukan melalui pembiasaan selama proses pembelajaran, serta dalam kehidupan sehari-hari, baik di keluarga maupun di masyarakat.

5. Proses pembelajaran menggunakan berbagai media pembelajaran guna memfasilitasi peningkatan kemampuan beraksara dan kewirausahaan peserta didik.

6. Kontekstual; materi pembelajaran harus sesuai dengan situasi sehari-hari di lingkungan keluarga dan masyarakat.

7. Konteks lokal; bahan belajar harus digali dari konteks lokal serta bermanfaat bagi kehidupan peserta didik.

8. Desain lokal; unsur-unsur pokok berkaitan penyajian pembelajaran pendidikan keaksaraan seperti tujuan, kelompok sasaran, bahan belajar, sarana belajar, kegiatan belajar, waktu dan tempat, dan unsur-unsur penting lainnya harus dirancang sesuai dengan situasi, kondisi, dan potensi lokal tempat peserta didik berdomisili.

9. Kooperatif dan kolaboratif; mengelola peserta didik belajar dalam kelompok kecil untuk bekerja sama dengan kemampuan bervariasi dan mengutamakan penghargaan pada kerja kelompok daripada perorangan, serta menekankan pembelajaran kegiatan pemecahan masalah.

10. Tematik; tema belajar yang dapat dikembangkan harus relevan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik, supaya hasil belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna, meningkatkan keterampilan berfi kir sesuai dengan persoalan dan konteks yang dihadapi peserta didik.

11. Fungsionalisasi hasil belajar; pembelajaran seyogyanya dimulai dari hal-hal yang telah diketahui dan dapat dilakukan oleh peserta didik, sehingga pengalaman, kemampuan, minat, dan kebutuhan belajar mereka hendaknya menjadi dasar dalam menjalin hubungan yang harmonis dan dinamis antara pendidik dengan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.

12. Fleksibel; bisa memodifi kasi dan/atau mengubah rencana pembelajaran, waktu pembelajaran yang disesuaikan dengan dinamika, karena kemungkinan terdapat peserta didik yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah maupun keheterogenan lainnya.

E. Perencanaan Pembelajaran

1. Mengembangkan Silabus Pembelajaran

Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan telah menyusun silabus pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang bersifat umum, Silabus tersebut masih dimungkinkan untuk dikembangkan oleh pendidik dengan mempertimbangkan kesesuaian karakteristik dan kebutuhan belajar peserta didik, serta karakteristik lingkungan tempat peserta didik. Namun, sebelum mengembangkan silabus, pendidik pertama kali harus melakukan analisis konteks dengan cara:

a. Menganalisis hasil penilaian awal yang memperlihatkan tingkat kompetensi keaksaraan awal peserta didik;

b. Mencermati setiap kompetensi inti dan kompetensi dasar untuk mencermati tingkat kesukaran, sehingga menghasilkan urutan kompetensi dasar sesuai dengan tingkat kesulitan materi.

Setelah melakukan analisis konteks, pendidik akan memperoleh kompetensi dasar yang sebaiknya dibelajarkan terlebih dahulu kepada peserta didik, selanjutnya kembangkan silabus berdasarkan konteks lokal dengan mempergunakan format berikut.

Kompetensi Inti Sikap : _______________________________ Kompetensi Inti Pengetahuan : _______________________________ Kompetensi Inti Keterampilan : _______________________________

Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar

(14)

Cara pengisian format silabus pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri, sebagai berikut:

a. Kompetensi dasar dituliskan dengan mengacu pada kompetensi dasar yang telah ditetapkan dan memperlihatkan keterkaitan antara kompetensi dasar pada ranah pengetahuan dan ranah keterampilan;

b. Materi pokok ditetapkan dan disesuaikan dengan jenis usaha yang telah disepakati dengan peserta didik;

c. Indikator dirumuskan dalam bentuk kata kerja operasional yang relevan dengan ranah pada kompetensi dasar. Satu kompetensi dasar dirumuskan minimal dalam dua indikator;

d. Kegiatan pembelajaran berisi penjelasan tentang:

1) Keterpaduan kompetensi inti pengetahuan dengan kompetensi inti keterampilan pada setiap kompetensi dasar;

2) Integrasi kompetensi inti sikap pada setiap kompetensi dasar dalam setiap kegiatan pembelajaran;

3) Metode pembelajaran yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai dengan mempertimbangkan:

• Kesesuaian dengan tujuan belajar; • Kesesuaian dengan materi belajar;

• Ketersediaan media, alat, bahan, dan sumber belajar; • Kemampuan dan karakter belajar peserta didik; • Ketersediaan waktu;

• Variasi belajar;

• Pola interaksi antara pendidik dengan peserta didik, dan diantara sesama peserta didik.

e. Penilaian; minimal berisi penjelasan tentang teknik penilaian dan instrumen untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik;

f. Alokasi waktu yang dipergunakan untuk mencapai setiap kompetensi dasar; g. Sumber dan media belajar yang dipergunakan untuk mempermudah

penyampaian dan pemahaman terhadap materi belajar.

Contoh Silabus Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri

KI-1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama dan kepercayaan yang dianutnya sehingga dapat berperilaku dan memiliki etika sebagai warga masyarakat yang baik.

KI-2 : Menguasai pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural tentang cara meningkatkan peran dan fungsi dalam kehidupan di masyarakat dengan memanfaatkan peluang sumber daya yang ada melalui aktivitas membaca, menulis, berbicara, dan berhitung dalam bahasa Indonesia

KI-3: Mampu mengolah, menalar, dan menyaji pengetahuan yang diperoleh dalam praktik untuk kemandirian berkarya dalam menjalankan peran dan fungsi di masyarakat melalui aktivitas membaca, menulis, berbicara, dan berhitung dalam bahasa Indonesia.

Kompetensi Dasar

Materi

Pembelajaran Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian

Alokasi Waktu Sumber Belajar 2.1. Menggali informasi dari teks penjelasan tentang jiwa kewirausa-haan untuk kemandi-rian minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana 3.1 Mengolah informasi dari teks penjelasan tentang jiwa kewirausa-haan untuk kemandi-rian dalam bahasa Indonesia minimal 5 (lima) kalimat sederhana secara lisan dan tertulis Teks penjelasan tentang jiwa kewirausa-haan (motivasi melakukan usaha, membuat produk, dsb) 2.1.1 Membaca lancar teks penjelasan tentang jiwa kewirausa-haan minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana 2.1.2 Menjawab pertanyaan tentang isi teks 3.1.1Menulis 5 (lima) kalimat sederhana berkaitan dengan jiwa kewirausa-haan dengan jelas dan rapi 3.1.2 Memba-ca kan kembali isi tulisan dengan lancar Tutor melakukan penguatan ten tang pentingnya membaca dan menulis, dan berhitung untuk kegiatan usaha

Peserta didik mem baca kali mat seder hana yang diberikan tutor dengan atau tanpa ban tu an gambar ber ka it an dengan kegiatan usaha untuk penguatan

Peserta didik dengan bimbingan tutor membaca minimal 7 (tujuh) kalimat sederhana berkaitan dengan jiwa kewirausahaan serta menjawab pertanyaan tentang isi bacaan

Peserta didik menulis-kan 5 (lima) kalimat sederhana tentang jiwa kewirausahaan dengan tulisan yang jelas dan rapi

Peserta didik memba-ca kan hasil tulisan dengan nyaring

Tutor memberikan mo-tivasi tentang man fa at kegiatan kewira usa-haan untuk perbaikan kualitas hidup Sikap Keterbukaan dalam meneri-ma informeneri-masi/ wawasan menge nai jiwa kewirausa haan

Kerja keras da-lam melaksa na-kan tugas ber-kaitan dengan kegiatan mem baca dan me nulis (tidak putus asa untuk mencoba terus menerus) Pengetahuan Kemampuan memahami isi teks dengan menjawab pertanyaan Keterampilan Kemampuan membaca lancar teks minimal 7 (tujuh) kalimat sederhana Kemampuan menuliskan 5 (lima) kalimat sederhana tentang jiwa kewirausa haan dengan jelas dan rapi 8 JP • Buku referensi • Media cetak • Modul KUM

(15)

2. Mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) a. Prinsip Penyusunan RPP

1) RPP harus secara utuh memuat penjelasan setiap kompetensi dasar sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

2) 1 (satu) RPP dapat dilaksanakan untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. 3) Memperhatikan perbedaan dan karakteristik belajar peserta didik. Di dalam RPP pendidik harus menjelaskan penggunaan metode belajar yang bervariasi untuk mengantisipasi terdapatnya perbedaan tingkat kemampuan keaksaraan pada peserta didik.

4) Berpusat pada peserta didik. Pendidik harus menciptakan suasana belajar yang mendorong peserta didik untuk lebih aktif selama proses pembelajaran untuk menyumbangkan informasi, pengalaman, ide, sikap, pendapat, kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya, untuk secara bersama-sama saling meningkatkan pemahaman seluruh peserta didik.

5) Mengembangkan kemandirian belajar. Di dalam RPP, pendidik harus menjelaskan tentang penciptaan kondisi belajar yang membimbing peserta didik agar lebih aktif belajar mandiri dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan baru, menggunakan pengalaman nyata, kerjasama dan partispasi aktif dari semua peserta didik dalam kelompok belajar. 6) Berbasis konteks lokal. Pendidik harus menjadikan lingkungan

sekitar sebagai tema yang dikaitkan dengan kegiatan usaha. Hal ini akan memudahkan peserta didik untuk mengenal materi yang akan dipelajari dan menjadi pintu masuk untuk melaksanakan pembelajaran membaca, menulis, berhitung, dan berkomunikasi.

7) Memiliki keterkaitan antar kompetensi pengetahuan dengan kompetensi keterampilan yang dipadukan dengan kompetensi sikap dalam setiap kegiatan pembelajaran.

8) Memberikan umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran. Di dalam RPP, pendidik harus menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk menguatkan penguasaan materi belajar dan kegiatan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Kegiatan umpan balik dapat ditentukan berdasarkan hasil penilaian selama proses pembelajaran. 9) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Jika di

kelompok belajar sudah terdapat media audio visual yang bisa dimanfaatkan sebagai media atau sumber belajar, maka pendidik

harus mencantumkan dalam RPP tentang optimalisasi media tersebut untuk membantu dan mempermudah penyampaian materi, serta untuk menciptakan variasi belajar selama proses pembelajaran.

b. Format RPP

Nama Lembaga : ______________________________ Nama Rombongan Belajar : ______________________________ Desa/Kelurahan/Subdistrik : ______________________________ Kecamatan/distrik : ______________________________ Kab/kota/provinsi : ______________________________ Tema Belajar : ______________________________ Sub Tema : ______________________________ Kompetensi inti : ______________________________ Kompetensi Dasar : ______________________________ Indikator : ______________________________ Materi : ______________________________ Tujuan Pembelajaran : ______________________________ Metode Belajar : ______________________________ Media dan Sumber belajar : ______________________________ Alokasi Waktu : ______________________________ Kegiatan pembelajaran Pendahuluan : ______________________________ Inti : ______________________________ Penutup : ______________________________ Penilaian : ______________________________ Tindak Lanjut : ______________________________ Cara pengisian format RPP pendidikan keaksaraan usaha mandiri, sebagai berikut:

1) Menuliskan identitas lengkap, dari mulai nama lembaga, kelompok belajar, desa/kelurahan/subdistrik, kecamatan/distrik, kabupaten/kota dan provinsi.

(16)

2) Menjelaskan tema dan sub tema belajar.

3) Menuliskan kompetensi inti untuk menggambarkan kualifi kasi kemampuan minimal peserta didik yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

4) Menuliskan kompetensi dasar untuk menginformasikan seperangkat kemampuan dalam mendukung pencapaian kompetensi inti yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan dan sebagai acuan dalam perumusan indikator.

5) Menjelaskan indikator pencapaian kompetensi dengan cara; • Memuat perilaku yang terukur dan/atau dapat di observasi; • Menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu; • Merumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional; • Menjelaskan cakupan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 6) Menuliskan materi belajar sesuai dengan yang ditetapkan pada silabus

pembelajaran.

7) Menginformasikan tujuan pembelajaran yang berisi penjelasan mengenai hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik. 8) Menjelaskan metode belajar dengan mempertimbangkan:

• Kesesuaian dengan kompetensi dasar; • Kesesuaian dengan materi belajar;

• Ketersediaan media, alat, bahan ajar, dan sumber belajar; • Kemampuan dan karakteristik belajar peserta didik; • Ketersediaan waktu;

• Variasi belajar;

• Pola interaksi antara pendidik dengan peserta didik, dan diantara sesama peserta didik.

9) Menginformasikan media dan sumber belajar yang akan dipergunakan untuk memfasilitasi dan mempermudah pencapaian materi belajar. 10) Menuliskan rencana penggunaan alokasi waktu yang sesuai dengan

keperluan untuk pencapaian kompetensi dasar dengan proporsi pembagian waktu yang ideal.

11) Menjelaskan kegiatan pembelajaran yang diuraikan dalam bentuk penjelasan prosedur sebagai berikut:

• Pendahuluan; berisi penjelasan tentang kegiatan:

Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan.

Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Mengaitkan kompetensi yang sudah dipelajari dan yang akan dipelajari.

Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan.

Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan. • Inti; berisi proses pembelajaran yang interaktif, inspiratif,

menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta didik. Selain itu, pada kegiatan inti, pendidik harus memperhatikan perkembangan sikap peserta didik pada kompetensi dasar dari kompetensi inti sikap, antara lain; melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, kepedulian terhadap sesama, terbuka dalam membangun hubungan sosial, bertanggung jawab dalam melakukan usaha mandiri, disiplin dalam menjalankan usaha mandiri, dan bekerja keras dalam melakukan usaha mandiri.

• Penutup; berisi penjelasan tentang; a) aktivitas membuat rangkuman atau simpulan pelajaran, b) melakukan refl eksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan, c) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, dan d) menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

12) Penilaian; mengungkapkan prosedur dan instrumen penilaian yang terdiri dari penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam membaca, menulis, berhitung dan berkomunikasi dengan mempergunakan bahasa Indonesia.

13) Tindak lanjut: menjelaskan bentuk tindak lanjut pembelajaran yang sebaiknya dilaksanakan, baik dalam bentuk remedial maupun pengayaan pembelajaran. Remedial merupakan kegiatan untuk mengatasi kesulitan belajar, tujuannya membantu peserta didik yang mengalami kesulitan atau belum tuntas menguasai kompetensi yang telah ditentukan. Pengayaan merupakan kegiatan yang diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas belajar untuk menambah pengetahuan atau wawasan peserta didik.

(17)

Contoh RPP Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri

Nama Lembaga : PKBM Harapan Indah

Nama Rombongan Belajar : Jl. Dipati Ukur No. 9 Rt. 13/07 Desa/Kelurahan/Subdistrik : Senang Hati

Kecamatan/distrik : Riang Gembira

Kab/kota/provinsi : Bandung/Jawa Barat

Tema Belajar : Kewirausahaan

Sub Tema : Jiwa Wirausaha

A. Kompetensi inti:

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama dan kepercayaan yang dianutnya

sehingga dapat berperilaku dan memiliki etika sebagai warga masyarakat yang baik.

2. Menguasai pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural tentang cara

meningkatkan peran dan fungsi dalam kehidupan di masyarakat dengan memanfaatkan peluang sumber daya yang ada melalui aktivitas membaca, menulis, berbicara, dan berhitung dalam bahasa Indonesia.

3. Mampu mengolah, menalar, dan menyaji pengetahuan yang diperoleh dalam

praktik untuk kemandirian berkarya dalam menjalankan peran dan fungsi di masyarakat melalui aktivitas membaca, menulis, berbicara, dan berhitung dalam bahasa Indonesia.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

1.3. Menunjukkan komitmen untuk membangun kebersamaan dalam mengembangkan

peran dan fungsi dalam kehidupan di masyarakat.

Indikator:

1.3.1. Bersikap disiplin dalam menjalankan aktivitas sehari-hari yang berhubungan dengan usaha mandiri.

1.3.2. Bekerja keras dalam melakukan usaha mandiri.

2.1. Menggali informasi dari teks penjelasan tentang jiwa kewirausahaan untuk

kemandirian minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana

Indikator:

2.1.1. Membaca lancar teks penjelasan tentang jiwa kewirausahaan minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana.

2.1.2 Menjawab pertanyaan tentang isi teks penjelasan.

3.1. Mengolah informasi dari teks penjelasan tentang jiwa kewirausahaan untuk kemandirian dalam bahasa Indonesia minimal 5 (lima) kalimat sederhana secara lisan dan tertulis.

Indikator:

3.1.1 Menulis 5 (lima) kalimat sederhana berkaitan dengan jiwa kewirausahaan dengan jelas dan rapi.

3.1.2 Membacakan kembali isi tulisan dengan lancar.

Materi : Teks penjelasan tentang jiwa kewirausahaan

Alokasi Waktu : 8 jam pelajaran @60’ Metode Belajar : Penugasan dan Tanya jawab

Media dan Sumber Belajar : Gambar yang berkaitan dengan jiwa kewirausahaan

Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti pembelajaran peserta didik dapat:

1. Bersikap disiplin dalam menjalankan aktivitas

sehari-hari yang berhubungan dengan usaha mandiri.

2. Bekerja keras dalam melakukan usaha mandiri. 3. Membaca lancar teks penjelasan tentang jiwa

kewira-usahaan minimal dalam 7 (tujuh) kalimat sederhana

4. Menjawab pertanyaan tentang isi teks.

5. Menulis 5 (lima) kalimat sederhana berkaitan

dengan jiwa kewirausahaan dengan jelas dan rapi.

6. Membacakan kembali isi tulisan dengan lancar

Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I (4 JP)

Pendahuluan

• Pendidik mengajak peserta didik untuk berdoa bersama.

• Pendidik mengondisikan pembelajaran dengan menanyakan kabar peserta didik. • Pendidik menginformasikan kompetensi yang akan dibelajarkan dan manfaatnya

dalam kehidupan sehari-hari.

• Pendidik menginformasikan penilaian yang akan dilakukan dalam pembelajaran.

Inti:

• Pendidik menayangkan gambar yang berkaitan dengan kegiatan kewirausahaan. • Pendidik membacakan kisah sukses seorang pengusaha lokal yang telah sukses. • Pendidik dan peserta didik bertanya jawab tentang isi gambar dan cerita dengan

penekanan pada jiwa kewirausahaan (kerja keras, disiplin, jujur).

• Pendidik melakukan penguatan tentang pentingnya membaca dan menulis dalam kegiatan usaha.

• Peserta didik membaca kalimat sederhana yang diberikan pendidik dengan atau tanpa bantuan gambar berkaitan dengan jiwa kewirausahaan.

• Peserta didik menjawab pertanyaan tentang isi bacaan (minimal tujuh kalimat sederhana) secara lisan.

Penutup:

• Peserta didik dan pendidik menyimpulkan hasil pembelajaran.

• Peserta didik diminta untuk mengungkapkan hasil pembelajaran (apa yang sudah bisa dan belum).

• Pendidik dan peserta didik berdoa bersama.

Pertemuan II (4 JP) Pendahuluan

• Pendidik mengajak peserta didik untuk berdoa bersama.

• Pendidik mengondisikan pembelajaran dengan menanyakan kabar peserta didik. • Pendidik menginformasikan kompetensi yang akan dibelajarkan dan manfaatnya

dalam kehidupan sehari-hari.

(18)

Inti:

• Pendidik menayangkan gambar yang berkaitan dengan kegiatan kewirausahaan. • Pendidik membacakan kisah sukses seorang pengusaha lokal yang telah sukses. • Pendidik dan peserta didik bertanya jawab tentang isi gambar dan cerita dengan

penekanan pada jiwa kewirausahaan (kerja keras, disiplin, jujur).

• Pendidik menayangkan kembali teks jiwa kewirausahaan yang sebagian katanya dihilangkan.

• Peserta didik dipersilahkan untuk mengisi kata yang hilang pada teks bacaan tersebut. • Peserta didik membacakan hasil tulisannya masing-masing.

Penutup:

• Peserta didik dan pendidik menyimpulkan hasil pembelajaran.

• Peserta didik diminta untuk mengungkapkan hasil pembelajaran (apa yang sudah bisa dan belum).

• Pendidik dan peserta didik berdoa bersama.

Penilaian:

Sikap, melalui observasi tentang:

• Keterbukaan dalam menerima informasi/wawasan mengenai jiwa kewirausahaan. • Kerja keras dalam melaksanakan tugas berkaitan dengan kegiatan membaca dan

menulis.

Pengetahuan, melalui tes lisan tentang:

• Kemampuan memahami isi teks dengan menjawab pertanyaan

Keterampilan, melalui tes unjuk kerja tentang:

• Kemampuan membaca lancar teks minimal 7 (tujuh) kalimat sederhana.

• Kemampuan menuliskan 5 (lima) kalimat sederhana tentang jiwa kewirausahaan dengan jelas dan rapi.

Tindak Lanjut:

• Menuliskan dalam 5 (lima) kalimat sederhana tentang pengusaha yang dikagumi. Bandung, 19 Agustus 2015

Mengetahui, Pendidik,

Pengelola Program KUM

Ttd dan stempel Ttd

(Yusuf Ramdani) (Neneng Anggraini)

Contoh Instrumen Observasi/Pengamatan Sikap Peserta Didik

Rombongan Belajar : ... Tema Belajar : ... Waktu Pengamatan : ...

Sikap yang diintegrasikan dan dikembangkan adalah sikap religius, kepedulian, terbuka, disiplin, bertanggung jawab dan bekerja keras dalam melakukan usaha mandiri

Keterangan:

1. K (kurang) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas

2. C (cukup) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten

3. B (baik) jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten

4. SB (sangat baik) jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten.

Instrumen:

Bubuhkan tanda  pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

No. Nama

Keterbukaan Dalam Menerima

Informasi Bekerja Keras

K C B SB K C B SB 1. 2. 3. 4. 5.

Contoh Instrumen Pengetahuan: Bacalah!

Jiwa Wirausaha Hidup perlu usaha. Dalam usaha perlu kerja keras.

Perlu juga sikap disiplin. Jujur juga sangat penting.

Memang tidak mudah. Tetapi kita harus mencoba. Tidak lupa disertai berdoa. Pertanyaan:

1. Sebutkan hal-hal yang harus dimiliki seorang pengusaha!

(19)

Pedoman penskoran soal no.1:

1. Menjawab 3 nilai (kerja keras, disiplin, jujur) skor 3

2. Menjawab 2 nilai skor 2

3. Menjawab 1 nilai skor 1

4. Tidak menjawab skor 0

Pedoman penskoran saol no.2:

1. Menjawab dalam satu kalimat disertai alasan skor 2 2. Menjawab dalam satu kalimat tanpa alasan skor 1

3. Tidak menjawab skor 0

Contoh Instrumen Keterampilan:

Lengkapi kalimat berikut ini!

Jiwa Wirausaha Hidup ……… usaha. Dalam ……... perlu kerja keras.

Perlu juga sikap ………. ……… juga sangat penting.

Memang ……. mudah. Tetapi kita harus ………. Tidak lupa disertai ………. Pedoman penskoran soal no.1:

1. Menjawab 7 kata skor 7

2. Menjawab 6 kata skor 6

3. Menjawab 5 kata skor 5

4. Menjawab 4 kata skor 4

5. Menjawab 3 kata skor 3

6. Menjawab 2 kata skor 2

7. Menjawab 1 kata skor 1

8. Tidak bisa menjawab skor 0

F. Pendekatan, Strategi, dan Metode Pembelajaran

Dalam pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri, tujuan utama yang ingin dicapai adalah memelihara dan meningkatkan kompetensi keaksaraan, tidak menjadikan kegiatan praktik berusaha sebagai materi pokok pembelajaran. Materi kewirausahaan digunakan sebagai sarana berlatih bagi peserta didik untuk peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, serta berkomunikasi dalam bahasa Indonesia.

1. Pendekatan dan Strategi Belajar

Pendekatan dan strategi yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri, antara lain:

a. Pembelajaran berbasis teks; dipergunakan terutama untuk kegiatan membaca dan menulis melalui teks penjelasan, teks khusus, teks tabel dan diagram, teks petunjuk dan arahan, teks narasi, teks laporan. Pendekatan ini dikelola melalui empat strategi belajar; 1) membangun konteks, 2) pemodelan, 3) menyusun teks secara bersama, dan 4) menyusun teks secara mandiri;

b. Pembelajaran berbasis proyek; dipergunakan untuk membelajarkan materi berhitung yang berkenaan dengan penggunaan pecahan sederhana, bilangan, dan uang serta penggunaan hasil pengukuran bangun datar, dan ruang sederhana dalam kegiatan usaha. Pembelajarannya dapat diaktualisasikan melalui strategi praktik membuat produk usaha, menghitung bahan dan alat usaha, serta mempresentasikan produk usaha; c. Pembelajaran berbasis masalah, dikelola melalui strategi:

1) Menghimpun masalah berkenaan dengan kegiatan usaha; 2) Menyajikan masalah;

3) Membangkitkan ketertarikan peserta didik pada masalah; 4) Memberi kesempatan untuk memahami masalah;

5) Mendiskusikan gagasan strategi pemecahan masalah;

6) Memandu peserta didik untuk merefl eksikan pemecahan masalah, dan; 7) Mengaitkan hasil belajar dengan pelajaran membaca, menulis dan berhitung. 2. Metode Belajar

Metode belajar yang dapat dipergunakan untuk mendukung penerapan pendekatan dan strategi pembelajaran KUM, antara lain:

a. Singkatan; terdiri atas huruf-huruf awal nama atau istilah yang harus diingat warga belajar. Contoh jika peserta didik hendak mempermudah mengingat nama ”Garam, Gula, Garpu dan Sendok” dapat menyingkatnya dengan ”GGGS”. Pembuatan singkatan sebaiknya dilakukan sedemikian rupa sehingga menarik dan memiliki kesan tersendiri;

b. Sistem kata pasak; jenis teknik memori yang menggunakan komponen-komponen yang sebelumnya, lebih dikenal sebagai pasak (paku) pengait memori baru. Kata komponen pasak ini dibentuk berpasangan, seperti merah-darah, panas-api, kata-kata berguna untuk mengingat kata istilah yang memiliki sifat berlawanan seperti, panas-dingin, langit dan bumi, neraka-surga, dll;

(20)

c. Metode drill; melakukan hal yang sama berulang-ulang secara sungguh-sungguh dengan tujuan untuk memperkuat suatu kemampuan supaya menjadi permanen.

d. Metode global; sering disebut kalimat kunci adalah bentuk, lafal dan arti dari kalimat, kemudian kalimat diuraikan menjadi kata per kata, suku kata dan huruf.

e. Metode asosiasi; huruf dan angka yang diperkenalkan melalui metode ini dikaitkan dengan sesuatu yang telah dikenal oleh warga belajar.

f. Ceramah; menyampaikan materi, konsep, pengalaman atau informasi lain yang berkaitan dengan penanaman sikap, wawasan dan pemberian bekal pengetahuan;

g. Diskusi; upaya secara bersama-sama memahami suatu konsep belajar menggalang kerjasama dan saling menghargai serta bertukar gagasan atau pengalaman;

h. Penugasan; memberikan pengalaman awal, memupuk rasa percaya diri untuk belajar berani melakukan sesuatu dalam situasi sesungguhnya yang berguna untuk menggali alternatif pemecahan masalah;

i. Observasi; mengamati secara langsung kepada obyek guna mendapatkan kebenaran informasi teoritis praktis;

j. Presentasi; melatih kemampuan mengungkap ide, gagasan dan mengekspresikan diri.

k. Bermain peran; memberikan pengalaman untuk menerapkan konsep kewira-usahaan, termasuk memberikan masukan mengenai pengamatan sikap dan perilaku kinerja peserta didik dalam kondisi dan situasi seperti sesungguhnya. 3. Teknik Pembelajaran

Berikut ini merupakan beberapa contoh teknik yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri:

a. Belajar menulis melalui teks khusus; banyak teks khusus yang bisa dipergunakan sebagai sumber belajar, seperti: KTP, formulir pendaftaran, kuitansi, rekening, dll;

b. Menulis pengalaman; peserta didik biasanya sudah mempunyai pengalaman dalam kegiatan berusaha atau membuat suatu produk usaha. Pengalaman tersebut bisa dijadikan sebagai stimulus bagi peserta didik untuk menuliskan pengalaman baik atau buruk ketika teribat dalam kegiatan berusaha;

c. Memperbaiki tulisan sendiri; mengajarkan peserta didik tentang cara menemukan dan memperbaiki kesalahan tulisan sendiri.

d. Meningkatkan keterampilan berhitung; peserta didik diajak untuk menghitung dan mengukur benda atau barang yang biasa dipergunakan dalam kegiatan berusaha/membuat produk usaha.

G. Pemanfaatan dan Pengembangan Media dan Sumber Belajar

Media belajar yang bisa dipergunakan dalam pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri, antara lain:

1. Poster terbuka, yaitu poster yang hanya berisi gambar tanpa dilengkapi kata atau kalimat, berfungsi untuk menjadi media diskusi dan memancing ide/ gagasan dari peserta didik;

2. Poster tertutup, yaitu poster yang berisi gambar dilengkapi kata atau kalimat, berfungsi untuk menjadi media diskusi dan memancing ide/gagasan dari peserta didik;

3. Poster seri, yaitu poster yang terdiri dari atas serangkaian gambar yang memiliki keterkaitan cerita;

4. Poster lipat, yaitu poster yang terdiri atas satu atau dua lipatan, masing-masing lipatan menggambarkan tentang keadaan yang berlawanan atau mempunyai kesan negatif dan positif;

Penggunaan media belajar yang dipilih atau dikembangkan harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

1. Kesesuaian dengan kompetensi dasar, metode, potensi alam, jenis usaha, dan kondisi sosial peserta didik;

2. Kemudahan untuk dipahami peserta didik;

3. Kemenarikan, disenangi dan membangkitkan minat belajar peserta didik; 4. Kemudahan, mudah membuatnya dan murah ongkosnya;

5. Keikutsertaan, melibatkan secata aktif peserta didik untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan pembelajaran.

Adapun beberapa bentuk/jenis sumber belajar yang dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri, antara lain: 1. Formulir dan kuitansi fungsional;

2. Artikel di surat kabar/majalah; 3. Media elektronik;

4. Lingkungan alam sekitar;

5. Benda; segala benda yang memungkinkan orang belajar; 6. Orang; memiliki keahlian tertentu;

7. Buku yang dapat dibaca peserta didik; 8. Peristiwa dan fakta yang terjadi.

(21)

d. Pendidik wajib menggunakan kata-kata santun, lugas, dan mudah dimengerti oleh peserta didik;

e. Pendidik harus menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar peserta didik;

f. Pendidik menciptakan ketertiban, kedisiplinan, dan kenyamanan selama pembelajaran;

g. Pendidik memberikan penguatan dan umpan balik terhadap hasil belajar peserta didik selama pembelajaran berlangsung;

h. Pendidik mendorong dan menghargai peserta didik untuk bertanya dan mengemukakan pendapat;

i. Pendidik berpakaian sopan, bersih, dan rapi;

j. Pendidik selalu menjadi teladan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, terutama dalam mengimplementasikan sikap wirausaha;

k. Pendidik memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu yang dijadwalkan dengan mengacu pada RPP.

2. Memotivasi peserta didik

Motivasi belajar merupakan hal yang sangat penting bagi pemerolehan kompetensi keaksaraan peserta didik. Dalam hal ini, tentu saja menjadi tugas dan kewajiban pendidik untuk senantiasa dapat memelihara dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Berikut beberapa teknik motivasi belajar yang dapat dilaksanakan selama proses pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri: a. Memberikan hadiah kepada peserta didik yang menunjukkan kemajuan

belajar. Misalnya memberikan hadiah “murah tapi bermakna” sebulan sekali kepada peserta didik yang nilai belajarnya paling tinggi dari hasil pelaksanaan penilaian formatif, namun harus hati-hati karena berpotensi menciptakan kompetisi;

b. Menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, tidak mendikte dan cenderung mendukung peserta didik untuk berusaha dan belajar sesuai minatnya untuk menumbuhkan motivasi untuk belajar;

c. Tidak berorientasi pada nilai, tetapi lebih menekankan pada fungsionalisasi hasil belajar dalam aktivitas kehidupan sehari-hari peserta didik;

d. Hindari kompetisi antar pribadi, kurangi peluang dan kecenderungan untuk membanding-bandingkan antara peserta didik satu dengan yang lain; e. Gunakan kata-kata yang positif dalam memberikan komentar. Peserta

didik akan lebih termotivasi terhadap kata-kata positif dibanding ungkapan negatif;

9. Pendidik dapat melakukan pengembangan sumber belajar dengan cara: 10. Mengembangkan bahan belajar mandiri dengan cara:

a. Memilih dan mengumpulkan bahan yang tersedia di lapangan dan relevan dengan materi belajar;

b. Mengadaptasikan bahan tersebut ke dalam bentuk bahan belajar mandiri dengan mengikuti strategi pembelajaran yang telah disusun dalam RPP. 11. Mengembangkan bahan belajar konvensional, caranya;

a. Mengubah berita/informasi di surat kabar/majalah yang relevan dengan materi belajar;

b. Menyederhanakan dan memodifi kasi bahan ajar yang telah tersedia supaya lebih adaptif dengan karakter peserta didik.

H. Pengkondisian dan Memotivasi Belajar Peserta Didik 1. Pengkondisian peserta didik

Pengkondisian peserta didik dalam pembelajaran pendidikan keaksaraan usaha mandiri harus disesuaikan dengan tujuan dan metode yang akan dilakukan pada setiap pembelajaran, sehingga tidak terpaku pada rombongan belajar teori atau praktik. Pada saat pembelajaran teori, rombongan belajar dapat dibentuk menjadi kelompok besar (10 orang peserta didik). Sedangkan untuk menggalang kerjasama atau penugasan, peserta didik dapat dikelompokkan dalam jumlah yang lebih kecil (2-3 orang peserta didik).

Keanggotaan kelompok kecil sebaiknya ditukar secara berkala agar peserta didik memiliki kesempatan untuk beradaptasi dan saling mengenal secara lebih dalam mengenai potensi sesama rekannya. Demikian pula ketua kelompok diatur secara bergantian agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan untuk memimpin dan dipimpin. Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pendidik ketika mengelola pembelajaran dalam rombongan belajar pendidikan keaksaraan usaha mandiri, antara lain:

a. Pada setiap akan dimulai atau penggantian tema belajar, pendidik menjelaskan kepada peserta didik tentang materi yang akan dipelajari, tujuan belajar, proses belajar yang akan dilaksanakan dan hasil belajar yang diharapkan dengan mengacu pada silabus;

b. Pendidik menyesuaikan pengaturan tempat duduk peserta didik sesuaidengan tujuan dan proses pembelajaran;

c. Volume dan intonasi suara pendidik dalam pembelajaran harus dapat di dengar dengan baik oleh peserta didik;

Referensi

Dokumen terkait

mayoritas masih berupa daerah pedesaan sehingga masyarakatnya masih identik dengan minim pendidikan dan pengetahuan, kegiatan dalam Kebijakan KUM memiliki manfaat dan dampak yang

Salah satu program kegiatan di PKBM yang memberikan macam-macam ketrampilan yang ke- mudian dapat menjadikan warga belajarnya produktif adalah program Keaksaraan

Pelaksanaan kegiatan keaksaraan (keaksaraan dasar, keaksaraan usaha mandiri, dan TBM Rintisan) dilaksanakan pada tahun anggaran 2012. Agar pelaksanaan kegiatan berjalan

mayoritas masih berupa daerah pedesaan sehingga masyarakatnya masih identik dengan minim pendidikan dan pengetahuan, kegiatan dalam Kebijakan KUM memiliki manfaat dan dampak yang

mencakup kompetensi pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa.. Penilaian adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis dan.. berkesinambungan untuk

Sikap Spiritual dan Sosial Pengetahuan Keterampilan 8 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan. Sikap Spiritual dan Sosial

memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik sesuai dengan minat, bakat

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah:1) meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan/skill, para santri di Ponpes dengan memberikan pelatihan produk berbasis