• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manfaat Gerakan Shalat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Manfaat Gerakan Shalat"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

Kajian Shalat Khusyu’

Shalat Center Yogyakarta

Shalat Center Yogyakarta

Rabu 19 Juni 2019

(2)

Apabila kalian melaksanakan shalat maka janganlah

Apabila kalian melaksanakan shalat maka janganlah

terburu-

terburu-buru

buru

dan datangilah shalat tersebut dengan tenang dan penuh

dan datangilah shalat tersebut dengan tenang dan penuh

hormat

hormat

. (HR. Bukhari)

. (HR. Bukhari)





















(3)
(4)

Sesungguhnya Rasulullah saw. Memulai shalatnya dengan bertakbir dan

memulai bacaannya dengan “segala puji milik Allah Tuhan semesta

alam”.

Ketika ruku’, Rasulullah saw tidak mengangkat kepalanya dan

tidak menundukkannya, namun ditengah-tengah itu. Ketika beliau

bangun dari ruku’, beliau tidak beralih ke sujud sebelum seluruh

badannya kembali lurus berdiri. Dan ketika bangun dari sujud, beliau

tidak beralih ke sujud sebelum duduk dengan tegak dan lurus sempurna

.

Dan setiap dua rekaat beliau membaca tahiyat, dan membentangkan kaki

kirinya sebagai tempat duduk iftirasy, dan dengan menegakkan kaki

kanannya. Rasulullah saw melarang duduk seperti setan (dalam riwayat

lain: melarang meletakkan kedua pantatnya diatas kedua mata kaki) dan

melarang seseorang duduk dalam shalatnya seperti duduknya binatang

buas (meletakkan dua pantat di tanah dan meletakkan dua tangan di

(5)
(6)

berdiri

“Hendaklah orang sakit shalat sambil berdiri. Bila dia

mendapatkan kesulitan, maka dia shalat sambil duduk, dan

bila dia mendapatkan kesulitan, maka dia sambil tidur

dengan isyarat kepalanya, dan bila dia mendapatkan









(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)







“Sesungguhnya Rasulullah bila

mengangkat kepalanya dari ruku’,

kemudian beliau meluruskan tubuhnya

hingga tegak dan semua tulang-tulang

punggungnya menempati tempatnya

masing-masing.”

(14)

“Apabila bertakbir, beliau mengangkat kedua

tangannya hingga keduanya sejajar dengan kedua

telinganya.” (HR. Muslim, al-Bayhaqi dan Ibn

Hibban).

(15)

Takbir

Beliau mengangkat ke dua tangannya sambil

meluruskan jari-jarinya, tidak meregangkan dan

tidak pula menggenggam. (HR Bukhari dan Nasa’i)

Beliau mengangkat hingga sejajar dengan ke dua

daun telinganya (HR Bukhari dan Abu Daud)

(Sifat Shalat Nabi hal 73)

(16)
(17)
(18)
(19)

ى ٰرْسُيْلا ِهّفَك ِرْهَظ ىَلَع ىٰنْمُيْلا ُهَدَي ُعَضَي َناَك

َهَبا َح ْصَا َكِلَذِب َرَمَاَو ِدِعاّسلاَو ِغْسّرلاَو

Beliau meletakkan tangan kanannya di atas punggung telapak

tangannya, pergelangan tangannya, dan lengan tangannya (Abu

Daud, Nasa’i, dan Ibnu Khuzaimah)

ِرْدّصلا ىَلَع َٰمُهُعَضَي َناَك

Beliau meletakkan kedua tangannya di atas dadanya (HR Abu

Daud)

ِةَلّصلا ىِف ِراَصِت ْخِلا ِنَع ىَهْنَي َناَك

Beliau melarang untuk meletakkan tangan di atas lambung di

dalam shalat (HR Muslim)

(20)
(21)







Tidak sah shalat seseorang hingga dia

meluruskan punggungnya dalam ruku’

dan sujud.

(Hadits ini dari riwayat Uqbah bin Amru

Abu Ma’ud al-Badri ra. Diriwayatkan

oleh Abu Dawud, an-Nasa’I, at-Tirmidzi

dan Abu Uwanah)

Ruku’

َمّلَسَو ِهْيَلَع ُا ىّلَص َناَك

ى ٰرْسُيْلا ىَلَع ىٰنْمُيْلا ُهَدَي ُعَضَي

(22)

اَمِهْيَلَع ُُضِباَق ُهّنَاَك

Seakan-akan beliau memegang erat-erat ke

dua lutunya itu

(HR Bukhari dan Abu Daud)

ِهِعِباَصَاا َنْيَب ُجّرَفُي َناَك

Beliau merenggangkan jari-jarinya (HR Al Hakim)

ْدُدْماَو ،َكْايَتَبْكُر ىَلَع َكْيَتَحاَر لَع ْجاَف َتْعَكَر اَذِاَف

َكِع ْوُكُرِل ْنّكَمَو َكَرْهَظ

(23)

Pencurian paling buruk yang dilakukan oleh seseorang

Pencurian paling buruk yang dilakukan oleh seseorang

ialah pencurian yang dilakukan terhadap shalatnya.”

ialah pencurian yang dilakukan terhadap shalatnya.”

Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimanakah

Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimanakah

seseorang bisa dikatakan mencuri shalatnya?”

seseorang bisa dikatakan mencuri shalatnya?”

Nabi

Nabi

Muhammad menjawab: “Bila dia

Muhammad menjawab: “Bila dia

tidak

tidak

menyempurnakan

menyempurnakan

, baik ruku’ maupun sujudnya.” (HR.

, baik ruku’ maupun sujudnya.” (HR.

Ahmad dan Hakim)

Ahmad dan Hakim)

ُعَنْقَي َلَو ُهَسْاَر ّبُصَيَل َناَك

Beliau tidak menundukkan kepala dan tidak pula mengangkatnya,

tapi pertengahan antara menunduk dan mengangkat (HR Muslim

(24)
(25)
(26)
(27)
(28)

Apabila mengangkat kepalanya dari ruku’, beliau berdiri

Apabila mengangkat kepalanya dari ruku’, beliau berdiri

tegak sehingga orang-orang menduga bahwa beliau lupa,

tegak sehingga orang-orang menduga bahwa beliau lupa,

dan apabila mengangkat kepalanya dari sujud,

dan apabila mengangkat kepalanya dari sujud,

beliau diam

beliau diam

sehingga orang-orang menduga bahwa beliau lupa”.

sehingga orang-orang menduga bahwa beliau lupa”.

(HR. Bukhari dan Muslim)

(HR. Bukhari dan Muslim)

(29)



s



Œ







Nabi SAW bila melakukan shalat, beliau

merenggangkan antara kedua tangannya,

sehingga kelihatan ketiaknya yang putih. (HR.

Bukhari, Muslim, an-Nasa’I, ath-Thahawi,

al-Baihaqi, Ahmad)

(30)



Œ



Bila salah seorang di antara kalian sujud maka

hendaklah dia memulai dengan meletakkan kedua

lututnya sebelum kedua tangannya, dan janganlah dia

menderum seperti menderumnya unta. (Hadits Abu

Hurairah diriwayatkan oleh ath-Thahawi, al-Baihaqi dan

Abu Bakar bin Abi Syaibah)



Œ



(31)

ُباَح ْصأ ىَكَتْشا َلاَق َةَرْيَرُه يِبأ ْنَع

َةّقَشَم َمّلَسَو ِهْيَلَع ُا ىّلَص ّيِبّنلا

اوُنْيِعَتْسا َلاَقَف ا ْوُجَرَفْنا اَذإ ْمِهْيَلَعِدْوُجّسلا

ِبَكّرلاِب

Dari Abu Hurairah dia berkata, para sahabat Nabi SAW

mengadu kepada beliau tentang sulitnya sujud mereka jika

harus

menjauhkan kedua tangan dari kedua rusuk

menjauhkan kedua tangan dari kedua rusuk

dan

menjauhkan perut dari kedua paha

menjauhkan perut dari kedua paha

, maka beliau bersabda:

“gunakanlah lutut-lutut kalian”

(32)

Dari Ibnu Abbas ra : “Aku diperintahkan (Oleh Nabi SAW)

untuk sujud di atas 7 tulang, yaitu Dahi – sambil tangannya

menunjuk hidungnya -, kedua tangan, kedua kaki dan ujung

kedua kaki, dan kami dilarang menyibakkan kain dan rambut.

(HR. Bukkhari – Muslim)

(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)

Iftirasy





Sesungguhnya (Rasulullah) melakukan

duduk di antara dua sujud dengan

tuma’ninah, sehingga setiap tulangnya

kembali ke tempatnya masing-masing.

(42)

ىَنْمُيْلا ُهَل ْجِر ُبِصْنَي َناَك

Beliau mendirikan kaki kanannya

(HR Al Bukhari dan Al Baihaqi)

َةَلْبِقْلا اَهِعِباَصَاِب ُلِبقَتْسَي

Beliau menghadapkan jari-jemari kakinya

ke arah kiblat (HR An Nasa’i)

ِرْوُدُصَو ِهْيَبِقَع ىَلَع ُبِصَتْنَي ِعقُي ،اَناَي ْحَا َناَك

ِهْيَمَدَق

(43)
(44)
(45)

ِهِنْيِمَي ُمّلَسُي َمّلَسَو ِهْيَلَع ُا ىّلَص َناَك

هتاكربو ا ةمحرو مكيلع ملسلا

ِهِراَسَاي ْنَعَو ،ِنَمْيَلا ِهّد َخ ُضاََب ىَرُي ىّت َح

ا ةمحرو مكيلع ملسلا

ِرَسْيَلا ِهّد َخ ُضاََب ىَرُي ىّت َح

Rasulullah mengucapkan salam ke sebelah kanannya

Ass. Wr. Wb., sehingga tampaklah putih pipinya

sebelah kanan. Dan ke sebelah kiri Ass. Wr., sehingga

tampaklah putih pipinya sebelah kiri

(HR Abu Daud, An Nasa’i dan Tirmidzi)

(46)
(47)
(48)
(49)

MANFAAT :

a.Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot tangan.

b.Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh.

c.Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar.

d.Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini

menghindarkan dari berbagai gangguan

persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

Posisi

Qiyam

POSTUR : Berdiri tegak, mengangkat

kedua tangan sejajar telinga, lalu

(50)

MANFAAT :

a.Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrate) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf.

a.Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah.

a.Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah.

POSTUR : Ruku’ yang sempurna ditandai tulang

belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air

di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi

kepala lurus dengan tulang belakang.

(51)

MANFAAT :

a.I’tidal adalah perubahan postur setelah

ruku’ dan sebelum sujud.

b.Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud

merupakan latihan pencernaan yang baik.

c.Organ-organ pencernaan di dalam perut

mengalami pemijitan dan pelonggaran

secara bergantian. Efeknya, pencernaan

menjadi lebih lancar.

Posisi

I’tidal

POSTUR : Bangun dari ruku’, tubuh

(52)

MANFAAT :

Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi

jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang.

POSTUR : Menungging dengan meletakkan kedua

tangan, lutut, ujung kaki dan dahi pada lantai

(Karena itu, lakukan sujud dengan

tuma’ninah, jangan tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak.)

Postur ini juga menghindarkan

gangguan wasir.

Khusus bagi wanita, baik ruku’

maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan

Posisi

(53)

POSTUR : Duduk ada dua macam, yaitu iftirasy (tahiyyat awal)

dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi kaki.

MANFAAT :

a) Saat iftirasy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus

Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan

penderitanya tak mampu berjalan.

b) Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostate) dan saluran vas deferens.

c) Jika dilakukan dengan benar, postur ini mencegah impotensi.

d) Variasi posisi telapak kaki pada iftirasy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. e) Gerak dan tekanan harmonis inilah yang

menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

(54)

POSTUR : Memutar kepala (menghadapkan wajah) ke kanan

dan ke kiri secara maksimal.

MANFAAT :

a) Relaksasi otot sekitar leher dan

kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

b) Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher.

c) Tak kalah penting. Gerakan ini

(55)

Referensi

Dokumen terkait

Nabi Saw bersabda, "Ketika kau berdiri untuk shalat, ucapkan takbir lalu bacalah (surah) dari Al Quran kemudian rukuklah hingga kau merasa tenang (thuma'ninah). Kemudian

Dan apabila Imam salam sebelum menyempurnakan shalatnya dan ada sebagaian makmum yang tertinggal sebagian shalat dan berdiri untuk menyelesaikan bagian shalat yang tertinggal,

Demikianlah yang dapat terkumpul dari tatacara shalat nabi ملسو يلع ها ي لص sejak takbir hingga salam sebagaimana yang falid/shahih dari Nabi ملسو يلع

Shalat adalah gabungan dari amalan kita yang zahir mulai dari takbir hingga salam merupakan amalan yang besar, tetapi dapat menjadi kecil manakala shalat yang kita lakukan

Dari `Aisyah, bahwa Rasulullah bertakbir dalam shalat 'Iedul Fithri dan Adha; pada raka 'at pertama tujuh takbir dan raka'at kedua lima kali2. Takhrij

Dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu, dia berkata bahwa telah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW melakukan shalat bersama-sama dengan orang

Apabila seorang makmum mendapatkan sebagian shalat bersama imam lantas ia berdiri menyempurnakannya setelah imam salam, siapa pun yang ingin shalat bersamanya

Berdiri rokaat ke dua membaca takbir 5 kali, lanjut imam membaca surah al- Fatihah dan satu surah pendek secara jelas jahr yang dapat didengar oleh makmum... Tata cara Shalat