1.
1. PEKERJAAN PERSIAPANPEKERJAAN PERSIAPAN 2.1.
2.1. Mobilisasi dan DemobilisasiMobilisasi dan Demobilisasi 1.
1. Mobilisasi dan demobilisasi adalah mendatangkan dan mengembalikan peralatan/Mobilisasi dan demobilisasi adalah mendatangkan dan mengembalikan peralatan/ tenaga yang meliputi peralalatan kecil maupun besar, dan tenaga yang akan digunakan tenaga yang meliputi peralalatan kecil maupun besar, dan tenaga yang akan digunakan oleh Kontraktor untuk pelaksanaan pekerjaan.
oleh Kontraktor untuk pelaksanaan pekerjaan. 2.
2. Mobilisasi dan demobilisasi peralatan/tenaga dilaksanakan selama masa pekerjaan.Mobilisasi dan demobilisasi peralatan/tenaga dilaksanakan selama masa pekerjaan. Segala biaya yang timbul dalam pelaksanaannya menjadi tanggung jawab kontraktor Segala biaya yang timbul dalam pelaksanaannya menjadi tanggung jawab kontraktor dan harus diperhitungkan dalam penawaran harga.
dan harus diperhitungkan dalam penawaran harga. 2.2.
2.2. Pengaturan Lalu LintasPengaturan Lalu Lintas 1.
1. Lalu Lintas ProyekLalu Lintas Proyek a.
a. Dalam melaksanakan pekerjaannya Kontraktor diharuskan mematuhi danDalam melaksanakan pekerjaannya Kontraktor diharuskan mematuhi dan mentaati ketentuan dan peraturan lalu lintas umum yang berlaku, sejauh mentaati ketentuan dan peraturan lalu lintas umum yang berlaku, sejauh pekerjaannya mempengaruhi kelancaran lalu lintas umum. Dalam hal ini pekerjaannya mempengaruhi kelancaran lalu lintas umum. Dalam hal ini Kontraktor diharuskan mendapatkan pengarahan dan pedoman dari instansi Kontraktor diharuskan mendapatkan pengarahan dan pedoman dari instansi setempat yang berwenang yaitu polisi lalu lintas dan Dinas Lalu Lintas Angkutan setempat yang berwenang yaitu polisi lalu lintas dan Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya.
Jalan Raya. b.
b. Penggunaan jalan harus diatur sedemikian rupa agar gangguan lalu lintas danPenggunaan jalan harus diatur sedemikian rupa agar gangguan lalu lintas dan kerusakan yang timbul sebagai akibatnya dijaga sekecil mungkin. Perbaikan kerusakan yang timbul sebagai akibatnya dijaga sekecil mungkin. Perbaikan kerusakan terhadap jalan, gorong-gorong yang diakibatkan oleh lalu lintas proyek kerusakan terhadap jalan, gorong-gorong yang diakibatkan oleh lalu lintas proyek dibebankan pada Kontraktor dan harus disetujui Direksi.
dibebankan pada Kontraktor dan harus disetujui Direksi. 2.
2. Pengalihan Arus Lalu Lintas Umum maupun Lalu Lintas di Area Proyek danPengalihan Arus Lalu Lintas Umum maupun Lalu Lintas di Area Proyek dan Pembuatan Jalan Darurat
Pembuatan Jalan Darurat
Kontraktor diharuskan membuat rencana khusus untuk setiap sub proyek Kontraktor diharuskan membuat rencana khusus untuk setiap sub proyek sehubungan dengan pengaturan arus lalu lintas dalam menunjang kelangsungan sehubungan dengan pengaturan arus lalu lintas dalam menunjang kelangsungan pekerjaan.
pekerjaan.
Pelaksanaan pekerjaan yang menuntut dialihkannya arus lalu lintas umum untuk Pelaksanaan pekerjaan yang menuntut dialihkannya arus lalu lintas umum untuk sementara waktu harus mendapat
sementara waktu harus mendapat persetujuan Direksi.persetujuan Direksi. 3.
3. Pengaturan Pengangkutan Alat-alat Berat dan Bahan Pengaturan Pengangkutan Alat-alat Berat dan Bahan KonstruksiKonstruksi a.
a. Pengangkutan alat-alat berat ke dan dari lokasi proyek harus diatur sedemikianPengangkutan alat-alat berat ke dan dari lokasi proyek harus diatur sedemikian rupa agar beban total dari kendaraan yang mengangkut alat-alat berat tersebut rupa agar beban total dari kendaraan yang mengangkut alat-alat berat tersebut tidak melampaui kapasitas jalan/jembatan yang dilalui. Untuk itu alat-alat berat tidak melampaui kapasitas jalan/jembatan yang dilalui. Untuk itu alat-alat berat yang dimaksud harus diuraikan menjadi beberapa bagian untuk kemudian yang dimaksud harus diuraikan menjadi beberapa bagian untuk kemudian diangkut beberapa kali. Ketentuan yang sama juga berlaku untuk pengangkutan diangkut beberapa kali. Ketentuan yang sama juga berlaku untuk pengangkutan bahan-bahan konstruksi.
bahan-bahan konstruksi. b.
pengawalan dari instansi yang
pengawalan dari instansi yang berwenang.berwenang. 4.
4. Rambu-rambu SementaraRambu-rambu Sementara
Kontraktor diharuskan menyediakan, membuat, memasang dan menempatkan Kontraktor diharuskan menyediakan, membuat, memasang dan menempatkan rambu-rambu lalu lintas sementara pada lokasi dan posisi penting termasuk rambu-rambu lalu lintas sementara pada lokasi dan posisi penting termasuk rintangan-rintangan di sekitar lokasi proyek. Penempatannya harus dengan rintangan-rintangan di sekitar lokasi proyek. Penempatannya harus dengan persetujuan pengelola setempat.
persetujuan pengelola setempat. Apabila
Apabila pekerjaan pekerjaan telah telah dinyatakan dinyatakan selesai selesai oleh oleh Direksi, Direksi, Kontraktor Kontraktor diharuskandiharuskan menyingkirkan semua rambu-rambu dan rintangan-rintangan sementara yang tidak menyingkirkan semua rambu-rambu dan rintangan-rintangan sementara yang tidak diperlukan lagi yang selama
diperlukan lagi yang selama pelaksanaan dipergunakan untuk pengaturan lalu lintas dipelaksanaan dipergunakan untuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek.
sekitar lokasi proyek. 2.3.
2.3. Pengaturan Pemindahan Jaringan Pipa dan KabelPengaturan Pemindahan Jaringan Pipa dan Kabel 1.
1. Yang Yang termasuk termasuk dalam dalam istilah istilah pipa pipa dan dan kabel kabel infrastrinfrastruktur uktur eksisting eksisting adalah adalah pipapipa distribusi air bersih PDAM, pipa gas, kabel listrik, kabel telepon dan fiber optik distribusi air bersih PDAM, pipa gas, kabel listrik, kabel telepon dan fiber optik lainnya yang pemasangan jaringannya tertanam dan terletak di bawah permukaan lainnya yang pemasangan jaringannya tertanam dan terletak di bawah permukaan tanah.
tanah. 2.
2. Semua pipa dan kabel yang termasuk dalam kategori (a) di atas dan yang masihSemua pipa dan kabel yang termasuk dalam kategori (a) di atas dan yang masih berfungsi atau sudah tidak berfungsi lagi serta jalurnya melintasi dan menghalangi berfungsi atau sudah tidak berfungsi lagi serta jalurnya melintasi dan menghalangi aliran air dalam saluran harus diamankan atau
aliran air dalam saluran harus diamankan atau dialihkan sesuai petunjuk Direksi.dialihkan sesuai petunjuk Direksi. 3.
3. Biaya penggantian dan perbaikan atas kerusakan terhadap pipa dan kabel yang masihBiaya penggantian dan perbaikan atas kerusakan terhadap pipa dan kabel yang masih berfungsi sebagai akibat dari kelalaian Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaannya berfungsi sebagai akibat dari kelalaian Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaannya adalah menjadi
adalah menjadi beban Kontraktor sepenuhnya.beban Kontraktor sepenuhnya. 4.
4. Apabila Apabila dalam dalam rangka rangka pekerjaan pekerjaan penggalian penggalian saluran saluran baru baru atau atau penggalianpenggalian memperdalam dasar saluran lama ditemui lintasan pipa dan kabel yang masih memperdalam dasar saluran lama ditemui lintasan pipa dan kabel yang masih berfungsi, maka Direksi dan Kontraktor menghubungi instansi yang mengelola berfungsi, maka Direksi dan Kontraktor menghubungi instansi yang mengelola jaringan tersebut untuk menentukan biaya pemindahan jalur pipa atau kabel yang jaringan tersebut untuk menentukan biaya pemindahan jalur pipa atau kabel yang dimaksud untuk dialihkan di bawah dasar saluran rencana.
dimaksud untuk dialihkan di bawah dasar saluran rencana. 5.
5. Direksi berhak menunjuk seorang ahli yang akan memberi pengarahan danDireksi berhak menunjuk seorang ahli yang akan memberi pengarahan dan mengawasi semua pekerjaan instalasi dalam rangka pemindahan dan pengalihan jalur mengawasi semua pekerjaan instalasi dalam rangka pemindahan dan pengalihan jalur atau lintasan pipa dan kabel.
atau lintasan pipa dan kabel. 2.4.
2.4. Photo DokumentasiPhoto Dokumentasi 1.
1. Photo ProyekPhoto Proyek a.
a. Kontraktor diwajibkan membuat photo proyek sesuai dengan kemajuanKontraktor diwajibkan membuat photo proyek sesuai dengan kemajuan pekerjaan pada titik yang sama dan arah yang sama, disusun di dalam album, pekerjaan pada titik yang sama dan arah yang sama, disusun di dalam album, dibuat 3 (tiga) rangkap dan diserahkan kepada Pemberi Tugas/Konsultan dibuat 3 (tiga) rangkap dan diserahkan kepada Pemberi Tugas/Konsultan
Pengawas. Pengawas. b.
b. Photo Proyek dibuat berwarna, dicetak yang jelas dan bersih, ukuran post Photo Proyek dibuat berwarna, dicetak yang jelas dan bersih, ukuran post card.card. 2.
2. Gambar KerjaGambar Kerja (Shop Drawing) (Shop Drawing) a.
a. Untuk bagianUntuk bagian – – bagian pekerjaan dimana gambar pelaksanaanbagian pekerjaan dimana gambar pelaksanaan (construction drawing)(construction drawing) belum cukup memberikan petunjuk untuk mencapai keadaan terlaksana, maka belum cukup memberikan petunjuk untuk mencapai keadaan terlaksana, maka Kontraktor wajib untuk membuat gambar kerja
Kontraktor wajib untuk membuat gambar kerja (shop drawing)(shop drawing) yang yang memperlihatkan secara terperinci cara pelaksanaan pekerjaan yang
memperlihatkan secara terperinci cara pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud.dimaksud. b.
b. Gambar kerja tersebut harus mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas/Gambar kerja tersebut harus mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas/ Konsultan Pengawas.
Konsultan Pengawas. c.
c. Persetujuan tersebut tidak melepaskan Kontraktor dari tanggung jawab atasPersetujuan tersebut tidak melepaskan Kontraktor dari tanggung jawab atas kesalahan yang
kesalahan yang dilakukan Kontraktor.dilakukan Kontraktor. 3.
3. Gambar Hasil Pelaksanaan RevisiGambar Hasil Pelaksanaan Revisi (As Built Drawing) (As Built Drawing) a.
a. Hasil pekerjaan yang belum terdapat dalam Gambar kerja karena penyimpanganHasil pekerjaan yang belum terdapat dalam Gambar kerja karena penyimpangan atau perubahan atas perintah Pemberi Tugas/Pemberi Tugas/Konsultan atau perubahan atas perintah Pemberi Tugas/Pemberi Tugas/Konsultan Pengawas ataupun tidak, Kontraktor harus membuat gambar
Pengawas ataupun tidak, Kontraktor harus membuat gambar – – gambar yang sesuaigambar yang sesuai dengan apa yang dilaksanakan, yang penting memperlihatkan perbedaan antara dengan apa yang dilaksanakan, yang penting memperlihatkan perbedaan antara gambar kerja dan pekerjaan yang dilaksanakan.
gambar kerja dan pekerjaan yang dilaksanakan. b.
b. Gambar tersebut harus diserahkan dalam rangkap 3 (tiga) dan semua biayaGambar tersebut harus diserahkan dalam rangkap 3 (tiga) dan semua biaya pembuatan sepenuhnya ditanggung oleh
pembuatan sepenuhnya ditanggung oleh KontraktorKontraktor.. 2.5.
2.5. Jalan Kerja Jalan Kerja
Untuk menuju ke lokasi pekerjaan, mengangkut bahan material yang akan dipakai, dan Untuk menuju ke lokasi pekerjaan, mengangkut bahan material yang akan dipakai, dan transportasi pembuangan bahan material tidak terpakai keluar lokasi pekerjaan, dan transportasi pembuangan bahan material tidak terpakai keluar lokasi pekerjaan, dan keperluan lainnya. Kontraktor diwajibkan menyiapkan atau membuat jalan kerja yang keperluan lainnya. Kontraktor diwajibkan menyiapkan atau membuat jalan kerja yang layak guna kegiatan tersebut di atas untuk menunjang dan memperlancar pelaksanaan layak guna kegiatan tersebut di atas untuk menunjang dan memperlancar pelaksanaan pekerjaan. Lokasi jalan kerja harus sesuai
pekerjaan. Lokasi jalan kerja harus sesuai dengan persetujuan Direksi.dengan persetujuan Direksi. 2.6.
2.6. Pembuatan Direksi KeetPembuatan Direksi Keet 1.
1. Direksi Keet ini dibuat untuk jangka waktu penggunaan minimal sama dengan lamaDireksi Keet ini dibuat untuk jangka waktu penggunaan minimal sama dengan lama pelaksanaan pekerjaan, terbuat atas konstruksi semi permanen dan seluruhnya akan pelaksanaan pekerjaan, terbuat atas konstruksi semi permanen dan seluruhnya akan menjadi milik Pemberi Kerja setelah pelaksanaan proyek berakhir, kemudian menjadi milik Pemberi Kerja setelah pelaksanaan proyek berakhir, kemudian Kontraktor wajib memelihara kebersihan halaman/ bangunan dan melakukan Kontraktor wajib memelihara kebersihan halaman/ bangunan dan melakukan perbaikan
perbaikan – – perbaikan direksi keet selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung, sesuaiperbaikan direksi keet selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung, sesuai dengan petunjuk Pemberi Tugas.
2.7.
2.7. Bengkel dan Gudang KontraktorBengkel dan Gudang Kontraktor
Di lapangan, Kontraktor harus memiliki bengkel dengan perlengkapan secukupnya dan Di lapangan, Kontraktor harus memiliki bengkel dengan perlengkapan secukupnya dan tenaga listrik yang dapat digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan, serta gudang untuk tenaga listrik yang dapat digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan, serta gudang untuk menyimpan material dan suku cadang peralatan.
menyimpan material dan suku cadang peralatan. 2.8.
2.8. Kebutuhan Listrik dan Air KerjaKebutuhan Listrik dan Air Kerja
Kontraktor harus menyediakan generator sebagai daya listrik secukupnya, guna Kontraktor harus menyediakan generator sebagai daya listrik secukupnya, guna kebutuhan penerangan proyek dan keperluan pelaksanaan
kebutuhan penerangan proyek dan keperluan pelaksanaan pekerjaan.pekerjaan.
Kontraktor harus menyediakan sendiri sumber air tawar yang bersih dan tidak Kontraktor harus menyediakan sendiri sumber air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak, garam, alkali dan bahan-bahan organis atau bahan lain yang dapat mengandung minyak, garam, alkali dan bahan-bahan organis atau bahan lain yang dapat merusak pelaksanaan pekerjaan.
merusak pelaksanaan pekerjaan. 2.9.
2.9. PengukuranPengukuran 2.9.1.
2.9.1. Jaringan Titik Tetap Jaringan Titik Tetap 1.
1. Jaringan patok titik tetap diambil Jaringan patok titik tetap diambil berdasarkan referensi titik tetap (patok beton) yangberdasarkan referensi titik tetap (patok beton) yang telah ditetapkan oleh Direksi.
telah ditetapkan oleh Direksi. 2.
2. Semua elevasi yang ditunjukkan dan tercantum dalam gambar adalah elevasi yangSemua elevasi yang ditunjukkan dan tercantum dalam gambar adalah elevasi yang dikaitkan dengan ketinggian patok titik tetap seperti yang
dikaitkan dengan ketinggian patok titik tetap seperti yang dijelaskan pada butir di atas.dijelaskan pada butir di atas. 3.
3. Patok titik tetap yang dipergunakan sebagai referensi dalam proyek ini tercantumPatok titik tetap yang dipergunakan sebagai referensi dalam proyek ini tercantum dalam gambar-gambar rencana atau akan ditunjukkan oleh Direksi di lapangan.
dalam gambar-gambar rencana atau akan ditunjukkan oleh Direksi di lapangan. 2.9.2.
2.9.2. Pekerjaan Pengukuran dan Survey LapanganPekerjaan Pengukuran dan Survey Lapangan 1.
1. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor harus menggerakkan personil tekniknyaSebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor harus menggerakkan personil tekniknya untuk melakukan survey dan membuat laporan mengenai kondisi fisik lapangan untuk melakukan survey dan membuat laporan mengenai kondisi fisik lapangan khususnya lokasi rencana konstruksi apakah terdapat ketidaksesuaian. Kontraktor khususnya lokasi rencana konstruksi apakah terdapat ketidaksesuaian. Kontraktor bersama-sama dengan Direksi harus secara
bersama-sama dengan Direksi harus secara bersama-sama mengambil peil permukaanbersama-sama mengambil peil permukaan areal kerja dan menyetujui semua kekhususan terhadap mana
areal kerja dan menyetujui semua kekhususan terhadap mana semua situasi pekerjaan.semua situasi pekerjaan. 2.
2. Kontraktor harus menyediakan dan merawat stasion survey yang diperlukan untukKontraktor harus menyediakan dan merawat stasion survey yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan dan harus membongkarnya setelah pekerjaan selesai.
pelaksanaan pekerjaan dan harus membongkarnya setelah pekerjaan selesai. 3.
3. Kontraktor harus memberitahu Direksi sekurang-kurangnya 24 Kontraktor harus memberitahu Direksi sekurang-kurangnya 24 jam dimuka,bila akanjam dimuka,bila akan mengadakan levelling pada semua bagian daripada pekerjaan.
mengadakan levelling pada semua bagian daripada pekerjaan. 4.
4. Kontraktor harus menyediakan atas biaya Kontraktor, semua bantuan yangKontraktor harus menyediakan atas biaya Kontraktor, semua bantuan yang diperlukan Direksi dalam pengadaan pengecekan levelling
diperlukan Direksi dalam pengadaan pengecekan levelling tersebut.tersebut. 5.
5. Pekerjaan dapat dihentikan beberapa saat oleh Direksi bila dipandang perlu untukPekerjaan dapat dihentikan beberapa saat oleh Direksi bila dipandang perlu untuk mengadakan penelitian kelurusan maupun level dari
mengadakan penelitian kelurusan maupun level dari bagian-bagian pekerjaan.bagian-bagian pekerjaan. 6.
6. Kontraktor harus membuat peil/ titik-titik tandaKontraktor harus membuat peil/ titik-titik tanda (bench mark)(bench mark) permanen di tiap-tiap permanen di tiap-tiap bagian pekerjaan dan peil ukuran ini harus diberi pelindung dan dirawat selama bagian pekerjaan dan peil ukuran ini harus diberi pelindung dan dirawat selama berlangsungnya pekerjaan agar tidak berubah.
7.
7. Kontraktor harus menyediakan alat-alat ukur selama pekerjaan berlangsung berikutKontraktor harus menyediakan alat-alat ukur selama pekerjaan berlangsung berikut ahli ukur yang berpengalaman sehingga apabila dianggap perlu setiap saat siap ahli ukur yang berpengalaman sehingga apabila dianggap perlu setiap saat siap mengadakan pengukuran ulang.
mengadakan pengukuran ulang. 8.
8. Pengukuran titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat optik danPengukuran titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat optik dan sudah ditera
sudah ditera kebenarannya/dkebenarannya/dikalibrasi.ikalibrasi. 9.
9. Apabila terdapat perbed Apabila terdapat perbedaan antara elevasi yang tercantum dalam gambar dengan hasilaan antara elevasi yang tercantum dalam gambar dengan hasil pengukuran ulang, maka Direksi akan memutuskan hal itu kemudian.
pengukuran ulang, maka Direksi akan memutuskan hal itu kemudian. 2.9.3.
2.9.3. Pematokan dan Pekerjaan BouwplankPematokan dan Pekerjaan Bouwplank 1.
1. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai, Kontraktor harus melaksanakan pematokanSebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai, Kontraktor harus melaksanakan pematokan dan pemasangan bouwplank sesuai
dan pemasangan bouwplank sesuai petunjuk Direksi.petunjuk Direksi. 2.
2. Bouwplank harus dibuat tegak lurus sumbu saluran dan harus dibuat melebihi lebarBouwplank harus dibuat tegak lurus sumbu saluran dan harus dibuat melebihi lebar dasar pondasi saluran.
dasar pondasi saluran. 3.
3. Patok dan bouwplank harus dibuat kokoh, tidak mudah rusak dan tidak bergerakPatok dan bouwplank harus dibuat kokoh, tidak mudah rusak dan tidak bergerak serta harus dijaga agar tidak rusak/hilang selama pelaksanaan pekerjaan dengan jarak serta harus dijaga agar tidak rusak/hilang selama pelaksanaan pekerjaan dengan jarak antar patok 25 meter.
antar patok 25 meter. 4.
4. Elevasi yang tercantum dalam bouwplank dan patok akan menjadi dasar pelaksanaanElevasi yang tercantum dalam bouwplank dan patok akan menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan baik dalam penentuan lebar saluran, tinggi saluran maupun tebal pekerjaan baik dalam penentuan lebar saluran, tinggi saluran maupun tebal pasangan/konstr
pasangan/konstruksi uksi lainnya.lainnya.
3.
3. PEKERJAAN TANAHPEKERJAAN TANAH 3.1.
3.1. Pekerjaan Pengeringan AirPekerjaan Pengeringan Air 1.
1. Pekerjaan pengeringan yang dimaksud disini adalah membuang genangan air padaPekerjaan pengeringan yang dimaksud disini adalah membuang genangan air pada lokasi pekerjaan yang akan dipasang pondasi
lokasi pekerjaan yang akan dipasang pondasi pasangan batu kali/beton bertulang.pasangan batu kali/beton bertulang. 2.
2. Pengeringan dilakukan dengan memakai pompa air dengan diameter 3” Pengeringan dilakukan dengan memakai pompa air dengan diameter 3” s/d 4” sesuais/d 4” sesuai kebutuhan lapangan.
kebutuhan lapangan. 3.
3. Buangan Air hasil pengeringan harus dicarikan tempat buangan yang tidakBuangan Air hasil pengeringan harus dicarikan tempat buangan yang tidak mengganggu lingkungan sekitarnya.
mengganggu lingkungan sekitarnya. 4.
4. Pekerjaan Pengeringan dilakukan selama pemasangan pondasi batu kali/betonPekerjaan Pengeringan dilakukan selama pemasangan pondasi batu kali/beton bertulang dan plesteran.
bertulang dan plesteran. 3.2.
3.2. Pekerjaan Galian TanahPekerjaan Galian Tanah 3.2.1
3.2.1 UmumUmum 1.
1. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian, pembuangan tanah atau material lain bilaPekerjaan ini harus mencakup penggalian, pembuangan tanah atau material lain bila ada dari tempat kerja atau sekitarnya yang perlu, untuk penyelesaian yang ada dari tempat kerja atau sekitarnya yang perlu, untuk penyelesaian yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini.
memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini. 2.
pembuangan material yang tidak terpakai atau humus, dan untuk pembentukan pembuangan material yang tidak terpakai atau humus, dan untuk pembentukan secara umum garis, ketinggian penampang yang ditunjukkan dalam gambar atau yang secara umum garis, ketinggian penampang yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi.
diperintahkan oleh Direksi.
3.2.2
3.2.2 Toleransi Dimensi Toleransi Dimensi 1.
1. Kelandaian akhir, arah dan formasi sesudah galian tidak boleh bervariasi dari yangKelandaian akhir, arah dan formasi sesudah galian tidak boleh bervariasi dari yang ditentukan.
ditentukan. 2.
2. Permukaan galian yang sudah selesai yang terbuka terhadap aliran air permukaanPermukaan galian yang sudah selesai yang terbuka terhadap aliran air permukaan harus cukup rata dan harus memiliki cukup kemiringan untuk pembuatan saluran harus cukup rata dan harus memiliki cukup kemiringan untuk pembuatan saluran dan menjamin drainase yang bebas dari
dan menjamin drainase yang bebas dari permukaan ini tanpa terjadi genangan.permukaan ini tanpa terjadi genangan. 3.2.3
3.2.3 Perbaikan dari Pekerjaan Galian yang tidak MemuaskanPerbaikan dari Pekerjaan Galian yang tidak Memuaskan
Pekerjaan galian yang tidak memenuhi toleransi yang diberikan, harus diperbaiki oleh Pekerjaan galian yang tidak memenuhi toleransi yang diberikan, harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut :
Kontraktor sebagai berikut : 1.
1. Material yang berlebihan harus dibuang dengan menggali lebih lanjutMaterial yang berlebihan harus dibuang dengan menggali lebih lanjut 2.
2. Daerah dimana digali lebih atau daerah retak atau lepas, harus diurug kembali denganDaerah dimana digali lebih atau daerah retak atau lepas, harus diurug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan oleh Direksi. timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan oleh Direksi. 3.2.4
3.2.4 Prosedur PenggalianProsedur Penggalian 1.
1. Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukanPenggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai termasuk tanah, padas, batu seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai termasuk tanah, padas, batu bata, batu beton dan lain-lain. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan seminimal bata, batu beton dan lain-lain. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan seminimal mungkin gangguan terhadap material di bawah dan di luar
mungkin gangguan terhadap material di bawah dan di luar batas galian.batas galian. 2.
2. Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan Kontraktor harus menyediakanSeluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan Kontraktor harus menyediakan seluruh material yang diperlukan, perlengkapan dan buruh untuk pengeringan, seluruh material yang diperlukan, perlengkapan dan buruh untuk pengeringan, panggalian saluran air dan pembangunan saluran sementara, tembok ujung dan panggalian saluran air dan pembangunan saluran sementara, tembok ujung dan cofferdam. Pompa agar siap di tempat kerja setiap saat untuk menjamin tak ada cofferdam. Pompa agar siap di tempat kerja setiap saat untuk menjamin tak ada gangguan dalam prosedur pengeringan dengan pompa.
gangguan dalam prosedur pengeringan dengan pompa. 3.2.5
3.2.5 Jaminan Keselamatan Pekerjaan Jaminan Keselamatan Pekerjaan GalianGalian 1.
1. Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatanKontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian.
pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian. 2.
2. Selama masa pekerjaan galian, Kontraktor harus menjaga setiap saat suatu lerengSelama masa pekerjaan galian, Kontraktor harus menjaga setiap saat suatu lereng yang stabil yang mampu menahan pekerjaan sekitarnya. Bila diperlukan, Kontraktor yang stabil yang mampu menahan pekerjaan sekitarnya. Bila diperlukan, Kontraktor harus menahan atau menyangga struktur di sekitarnya yang jika tidak dilakukan dapat harus menahan atau menyangga struktur di sekitarnya yang jika tidak dilakukan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh
3.
3. Pada setiap saat dimana kedalaman galian melebihi ketinggian di atas kepala,Pada setiap saat dimana kedalaman galian melebihi ketinggian di atas kepala, Kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang Kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan
tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan.keamanan. 3.2.6
3.2.6 Penggunaan dan Pembuangan Material GalianPenggunaan dan Pembuangan Material Galian 1.
1. Seluruh material yang dapat dipakai yang digali dalam batas-batas dan cakupanSeluruh material yang dapat dipakai yang digali dalam batas-batas dan cakupan proyek dimana memungkinkan harus digunakan secara efektif untuk formasi proyek dimana memungkinkan harus digunakan secara efektif untuk formasi timbunan atau urugan kembali maupun
timbunan atau urugan kembali maupun lime treatment.lime treatment. 2.
2. Material galian yang mengandung tanah organis tinggi, sejumlah besar akar atauMaterial galian yang mengandung tanah organis tinggi, sejumlah besar akar atau benda tetumbuhan yang lain dan tanah yang komprensif yang menurut Direksi akan benda tetumbuhan yang lain dan tanah yang komprensif yang menurut Direksi akan menyulitkan pemadatan dari material atau yang mengakibatkan kerusakan atau menyulitkan pemadatan dari material atau yang mengakibatkan kerusakan atau menurunan yang tidak dikehendaki, harus diklasifikasikan tidak memenuhi untuk menurunan yang tidak dikehendaki, harus diklasifikasikan tidak memenuhi untuk digunakan sebagai timbunan dalam pekerjaan
digunakan sebagai timbunan dalam pekerjaan permanen.permanen. 3.
3. Setiap material galian yang berlebih untuk kebutuhan timbunan, atau setiap materialSetiap material galian yang berlebih untuk kebutuhan timbunan, atau setiap material yang tidak disetujui oleh Direksi Teknik sebagai bahan timbunan harus dibuang dan yang tidak disetujui oleh Direksi Teknik sebagai bahan timbunan harus dibuang dan diratakan dalam lapis yang tipis oleh Kontraktor di luar tempat kerja sesuai petunjuk diratakan dalam lapis yang tipis oleh Kontraktor di luar tempat kerja sesuai petunjuk Direksi. Kontraktor harus bertanggungjawab untuk seluruh pengaturan dan biaya Direksi. Kontraktor harus bertanggungjawab untuk seluruh pengaturan dan biaya untuk pembuangan material yang berlebih atau tidak memenuhi syarat, termasuk untuk pembuangan material yang berlebih atau tidak memenuhi syarat, termasuk pengangkutan dan perolehan ijin dari pemilik tanah di mana
pengangkutan dan perolehan ijin dari pemilik tanah di mana pembuangan dilakukan.pembuangan dilakukan. 4.
4. Material galian yang sementara waktu diijinkan untuk ditempatkan dalam saluran airMaterial galian yang sementara waktu diijinkan untuk ditempatkan dalam saluran air harus dibuang seluruhnya setelah pekerjaan selesai sedemikian rupa sehingga tidak harus dibuang seluruhnya setelah pekerjaan selesai sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu saluran air.
mengganggu saluran air. 5.
5. Seluruh tempat bekas penempatan tanah bekas galian, harus ditinggalkan dalamSeluruh tempat bekas penempatan tanah bekas galian, harus ditinggalkan dalam keadaan rapih dengan tepi dan lereng yang
keadaan rapih dengan tepi dan lereng yang stabil.stabil. 3.3.
3.3. Pekerjaan Galian DrainasePekerjaan Galian Drainase 1.
1. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian, pembuangan tanah atau material lainPekerjaan ini harus mencakup penggalian, pembuangan tanah atau material lain (Lumpur) yang ada dan terdapat didalam area saluran.
(Lumpur) yang ada dan terdapat didalam area saluran. 2.
2. Pekerjaan ini umumnya diperlukan untuk membersihkan dan memelihara kembaliPekerjaan ini umumnya diperlukan untuk membersihkan dan memelihara kembali saluran yang akan ditingkatkan.
saluran yang akan ditingkatkan. 3.
3. Elevasi galian Drainase yang digali tidak boleh berbeda dari yang Elevasi galian Drainase yang digali tidak boleh berbeda dari yang direncanakan sesuaidirencanakan sesuai dengan gambar spek yang ada.
dengan gambar spek yang ada. 4.
4. Volume galian Drainase yang digali tidak boleh kuran Volume galian Drainase yang digali tidak boleh kurang dari yang direncanakan sesuaig dari yang direncanakan sesuai dengan gambar yang ada.
dengan gambar yang ada. 5.
5. Pekerjaan galian drainase yang tidak memenuhi toleransi yang diberikan, harusPekerjaan galian drainase yang tidak memenuhi toleransi yang diberikan, harus diperbaiki oleh Kontraktor dengan cara menggali lagi sampai elevasi dan volume diperbaiki oleh Kontraktor dengan cara menggali lagi sampai elevasi dan volume galian yang digali terpenuhi
6.
6. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi, sebelum memulai pekerjaan, gambarKontraktor harus menyerahkan kepada Direksi, sebelum memulai pekerjaan, gambar perincian potongan melintang atau memanjang yang menunjukkan kondisi awal perincian potongan melintang atau memanjang yang menunjukkan kondisi awal daripada saluran sebelum operasi penggalian dan pengerukan dilakukan untuk setiap daripada saluran sebelum operasi penggalian dan pengerukan dilakukan untuk setiap seksi pekerjaan galian.
seksi pekerjaan galian. 7.
7. Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukanPenggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai.
seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai. 3.4.
3.4. Pengangkutan Tanah Sisa Galian Keluar ProyekPengangkutan Tanah Sisa Galian Keluar Proyek 1.
1. Seluruh material yang telah digali dalam batas volume yang telah ditentukan, danSeluruh material yang telah digali dalam batas volume yang telah ditentukan, dan apabila tidak bisa dibuang secara langsung, maka untuk sementara dapat diletakan di apabila tidak bisa dibuang secara langsung, maka untuk sementara dapat diletakan di daerah sekitar saluran.
daerah sekitar saluran. 2.
2. Penempatan hasil Galian tersebut jangan Penempatan hasil Galian tersebut jangan sampai menggangu sekitarnya.sampai menggangu sekitarnya. 3.
3. Walaupun Walaupun ditempatkan sementara, ditempatkan sementara, tanah tanah hasil hasil galian galian tidak tidak dibenarkan dibenarkan berada berada padapada tempat tersebut sampai 1 (satu hari)
tempat tersebut sampai 1 (satu hari) 4.
4. Seluruh hasil material bekas galian drainase harus dibuang dan tempat bekasSeluruh hasil material bekas galian drainase harus dibuang dan tempat bekas penempatan sementara hasil galian, ditinggalkan dalam keadaan rapih dan bersih. penempatan sementara hasil galian, ditinggalkan dalam keadaan rapih dan bersih. 5.
5. Alat Alat transportasi yang transportasi yang digunakan untuk digunakan untuk mengangkut tanah mengangkut tanah sisa galian sisa galian adalah Dumpadalah Dump Truk
Truk dengan dengan kapasitas kapasitas muat muat 4 4 mm33 atau bila kondisi jalan/area yang tidak atau bila kondisi jalan/area yang tidak
memungkinkan bisa menggunakan kendaraan kecil dengan
memungkinkan bisa menggunakan kendaraan kecil dengan seijin pengawas lapanganseijin pengawas lapangan 6.
6. Kontraktor harus melaporkan kepada Direksi setiap kali akan mengadakanKontraktor harus melaporkan kepada Direksi setiap kali akan mengadakan pengangkutan material sisa galian keluar proyek, serta harus mencatat berapa m3 pengangkutan material sisa galian keluar proyek, serta harus mencatat berapa m3 volume dari mate
volume dari material yang telah dianrial yang telah diangkut setiap ada pekergkut setiap ada pekerjaan pengangkutanjaan pengangkutan..
4.
4. PEKERJAAN BETONPEKERJAAN BETON 4.1.
4.1. UmumUmum 1.
1. Semua beton yang dikehendaki untuk digunakan bagi semua bangunan, saluranSemua beton yang dikehendaki untuk digunakan bagi semua bangunan, saluran drainase, bangunan gorong-gorong, jembatan, rumah stasiun pompa, pintu air yang drainase, bangunan gorong-gorong, jembatan, rumah stasiun pompa, pintu air yang akan dikerjakan dengan spesifikasi ini dan untuk semua maksud yang berhubungan akan dikerjakan dengan spesifikasi ini dan untuk semua maksud yang berhubungan dan sebagaimana diminta oleh Direksi harus diperinci dari bahan-bahan yang dan sebagaimana diminta oleh Direksi harus diperinci dari bahan-bahan yang diperinci disini dan harus dicampur dengan perbandingan yang sesuai dengan diperinci disini dan harus dicampur dengan perbandingan yang sesuai dengan ketentuan-ketentu
ketentuan-ketentuan yang disebut an yang disebut di sini.di sini. 2.
2. Setiap syarat dan ketentuan yang tidak termaktub di sini harus sesuai dengan StandarSetiap syarat dan ketentuan yang tidak termaktub di sini harus sesuai dengan Standar Indonesia untuk beton N.I.2 P.B.I. 1971.
4.2.
4.2. BahanBahan 1.
1. Semua portland harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yangSemua portland harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam semen
ditetapkan dalam semen portland.portland. 2.
2. Semua besi beton harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yangSemua besi beton harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan tentang besi beton.
ditetapkan tentang besi beton. 3.
3. Semua pasir dan agregat kasar yang digunakan dalam beton, spesi/mortel dan spesiSemua pasir dan agregat kasar yang digunakan dalam beton, spesi/mortel dan spesi injeksi dalam spe
injeksi dalam spesifikasi ini harus sifikasi ini harus disediakan oleh Kdisediakan oleh Kontraktor ontraktor sesuai dengan syarat-sesuai dengan syarat-syarat yang sudah diterangkan
syarat yang sudah diterangkan 4.
4. Air Air yang yang dipakai dipakai harus harus sesuai sesuai dengan dengan syarat-syarat syarat-syarat dan dan ketentuan-ketentuketentuan-ketentuan an didi depan.
depan. 4.3.
4.3. Kelas dan Mutu BetonKelas dan Mutu Beton
Kelas dan mutu dari beton harus sesuai dengan Standar Beton Indonesia N.I2-P.B.I. Kelas dan mutu dari beton harus sesuai dengan Standar Beton Indonesia N.I2-P.B.I. 1971, menurut tabel di bawah ini :
1971, menurut tabel di bawah ini : Tabel 1 Stand
Tabel 1 Standar Mutu Dar Mutu Dan Kelas Beton an Kelas Beton IndonesiaIndonesia
Mutu Mutu σσbk bk (Kg/cm (Kg/cm22)) σ’ σ’bmbm (Kg/cm (Kg/cm22)) Kategori Kategori Dari Bangunan Dari Bangunan Pengawasan Pengawasan Kualitas Agregat Kualitas Agregat Pengawasan Pengawasan Kualitas Tekan Kualitas Tekan BO BO - - -- NonNon Struktural Struktural Kualitas Kualitas dengan mata dengan mata Tidak ada Tidak ada Pengujian Pengujian B
B - - - - StrukturalStruktural PemeriksaanPemeriksaan dengan teliti dengan teliti Tidak ada Tidak ada Pengujian Pengujian B1
B1 - - - - StrukturalStruktural Pengujian terinciPengujian terinci dengan analisa ayakan dengan analisa ayakan
Tidak ada Tidak ada Pengujian Pengujian K-125
K-125 125 125 200 200 StrukturalStruktural dengan analisa ayakandengan analisa ayakanPengujian terinciPengujian terinci Tidak ada Tidak adaPengujianPengujian K-175
K-175 175 175 250 250 StrukturalStruktural dengan analisa ayakandengan analisa ayakanPengujian terinciPengujian terinci Tidak ada Tidak adaPengujianPengujian K-225
K-225 225 225 300 300 StrukturalStruktural Pengujian terinciPengujian terinci dengan analisa ayakan dengan analisa ayakan
Tidak ada Tidak ada Pengujian Pengujian K-300
K-300 300 300 300 300 StrukturalStruktural dengan analisa ayakandengan analisa ayakanPengujian terinciPengujian terinci Tidak ada Tidak adaPengujianPengujian K-350
K-350 350 350 350 350 StrukturalStruktural dengan analisa ayakandengan analisa ayakanPengujian terinciPengujian terinci Tidak ada Tidak adaPengujianPengujian
σσbkbk = = kekuatan tkekuatan tekan beton ekan beton karakteristik karakteristik ialah kekuatialah kekuatan tekan, an tekan, dimana ddimana dari sejumlaari sejumlahh
besar hasil-hasil pemeriksaan benda uji, kemungkinan adanya kekuatan tekan besar hasil-hasil pemeriksaan benda uji, kemungkinan adanya kekuatan tekan yang kurang dari itu terbatas sampai 5% saja.
yang kurang dari itu terbatas sampai 5% saja.
σσ bb = = kekuatan kekuatan tekan tekan beton beton yang yang didapat didapat dari dari masing-masing-masing benda uji (kg/cm²). σmasing benda uji (kg/cm²). σ
bm = kekuatan tekan beton rata-rata (kg/cm²) bm = kekuatan tekan beton rata-rata (kg/cm²) Menurut rumus : Menurut rumus : 1 1 1 1 N N bm bm N N
Njumlah
jumlah seluruh seluruh benda benda uji yanuji yang g diperiksa, diperiksa, yang harus yang harus diambil diambil minimum minimum 2020 buah.
buah. S
S = = deviasi deviasi standar standar (kg/cm²).(kg/cm²).
"" 1 1 N N s s N N
JikaJika tidak tidak ditentukan ditentukan lain, lain, yang yang diartikan diartikan dengan dengan kekuatan kekuatan tekan tekan beton beton senantiasa senantiasa ialahialah kekuatan tekan yang diperoleh dari pemeriksaan benda uji kubus yang berisi 15 (± 0,06) kekuatan tekan yang diperoleh dari pemeriksaan benda uji kubus yang berisi 15 (± 0,06) cm pada umur 28 hari.
cm pada umur 28 hari.
Tabel 2 Tabel
Tabel 2 Tabel Penggunaan Penggunaan Mutu BetonMutu Beton
No.
No. Uraian Uraian Pekerjaan Pekerjaan Mutu Mutu BetonBeton 1
1 Lantai Lantai Kerja Kerja BOBO 2
2 Tanggul Tanggul Banjir Banjir K K 225225 3
3 Conblock/Paving Conblock/Paving Blok Blok K K 350350 4
4 Saluran Saluran Drainase Drainase K K 225225 5
5 Saluran Saluran Drainase Drainase Beton Beton Precast Precast K K 300300 6
6 Penutup Penutup Beton Beton Precast Precast K K 350350 7
7 Gorong-Gorong Gorong-Gorong Precast Precast K K 350350 8
8 Jembatan Jembatan K K 300300
9
9 Bak Bak Kontrol Kontrol K K 225225 10
10 Bangunan Bangunan Station Station Pompa Pompa K K 300300 11
11 Rumah Rumah Genset Genset K K 225 225 & & K K 300300 12
12 Saringan Saringan Sampah Sampah K K 225225 13
13 Pintu Pintu Air Air K K 225225
4.4.
4.4. Pencampuran dan Pengecoran Beton.Pencampuran dan Pengecoran Beton. 4.4.1.
4.4.1. Komposisi/Campuran BetonKomposisi/Campuran Beton 1.
1. Beton harus Beton harus dibentuk dari dibentuk dari semen portsemen portland, pasir, kerikland, pasir, kerikil/ il/ batu pecah, air batu pecah, air sepertiseperti yang ditentukan sebelumnya, semuanya dicampur dalam perbandingan yang serasi yang ditentukan sebelumnya, semuanya dicampur dalam perbandingan yang serasi dan diolah sebaik-baiknya sampai pada kekentalan yang tepat/baik.
dan diolah sebaik-baiknya sampai pada kekentalan yang tepat/baik. 2.
2. Untuk beton mutu “Bo” dapat dipakai setiap campuran yang lazim dipakai untukUntuk beton mutu “Bo” dapat dipakai setiap campuran yang lazim dipakai untuk pekerjaan-pekerjaan non-strukturil, dengan syarat bahwa perbandingan jumlah pasir pekerjaan-pekerjaan non-strukturil, dengan syarat bahwa perbandingan jumlah pasir dan kerikil (atau batu pecah) terhadap jumlah semen, tidak
dan kerikil (atau batu pecah) terhadap jumlah semen, tidak boleh melampaui 8 : 1.boleh melampaui 8 : 1. 3.
3. Untuk beton mutu K 225, campuran nominal dari semen Portland, pasir danUntuk beton mutu K 225, campuran nominal dari semen Portland, pasir dan kerikil/batu pecahan harus digunakan dengan perbandingan volume 1 : 2 : 3 atau kerikil/batu pecahan harus digunakan dengan perbandingan volume 1 : 2 : 3 atau banyaknya semen untuk tiap m
banyaknya semen untuk tiap m33 beton minimum harus sampai 325 kg. beton minimum harus sampai 325 kg.
4.
pekerjaan (sesuai kelas mutu) harus dipakai dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan (sesuai kelas mutu) harus dipakai dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan, demikian juga pemeriksaan terhadap agregat dan beton yang dihasilkan. pekerjaan, demikian juga pemeriksaan terhadap agregat dan beton yang dihasilkan. 5.
5. Perbandingan campuran dan faktor air semen yang tepat akan ditetapkan atas dasarPerbandingan campuran dan faktor air semen yang tepat akan ditetapkan atas dasar beton yang dihasilkan, juga mempunyai kepadatan yang tepat, kekedapan, awet dan beton yang dihasilkan, juga mempunyai kepadatan yang tepat, kekedapan, awet dan kekuatan yang dikehendaki, dengan tidak memakai semen terlalu banyak.
kekuatan yang dikehendaki, dengan tidak memakai semen terlalu banyak. 6.
6. Faktor air semen dari beton (tidak terhitung air yang dihisap oleh agregat) tidakFaktor air semen dari beton (tidak terhitung air yang dihisap oleh agregat) tidak boleh melampaui 0,55 (dari beratnya) untuk kelas III dan jangan melampaui 0,60 boleh melampaui 0,55 (dari beratnya) untuk kelas III dan jangan melampaui 0,60 (dari beratnya) untuk kelas lain-lainnya. Pengujian dari beton akan dilakukan oleh (dari beratnya) untuk kelas lain-lainnya. Pengujian dari beton akan dilakukan oleh Direksi dan perbandingan-perbandingan campuran harus diubah jika perlu untuk Direksi dan perbandingan-perbandingan campuran harus diubah jika perlu untuk tujuan atau penghematan yang dikehendaki, kegairahan bekerja, kepadatan, tujuan atau penghematan yang dikehendaki, kegairahan bekerja, kepadatan, kekedapan, awet atau kekuatan dan Kontraktor tidak berhak atas penambahan kekedapan, awet atau kekuatan dan Kontraktor tidak berhak atas penambahan kompensasi disebabkan perubahan yang demikian.
kompensasi disebabkan perubahan yang demikian. 4.4.2.
4.4.2. Perlengkapan MengadukPerlengkapan Mengaduk
Kontraktor harus menyediakan peralatan dan perlengkapan yang mempunyai ketelitian Kontraktor harus menyediakan peralatan dan perlengkapan yang mempunyai ketelitian yang cukup untuk menetapkan dan mengawasi jumlah dari masing-masing bahan yang cukup untuk menetapkan dan mengawasi jumlah dari masing-masing bahan pembentukan beton. Perlengkapan-perlengkapan tersebut dan cara pengerjaannya selalu pembentukan beton. Perlengkapan-perlengkapan tersebut dan cara pengerjaannya selalu harus mendapatkan persetujuan Direksi.
harus mendapatkan persetujuan Direksi. 4.4.3.
4.4.3. MengadukMengaduk 1.
1. Bahan-bahan pembentukan beton harus dicampur dan diaduk dalam Bahan-bahan pembentukan beton harus dicampur dan diaduk dalam mesin pengadukmesin pengaduk beton yaitu “Batch Mixer” atau “Portable Continuous Mixer” selama sedikitnya 1 ½ beton yaitu “Batch Mixer” atau “Portable Continuous Mixer” selama sedikitnya 1 ½ menit sesudah semua bahan (kecuali untuk air dalam jumlah yang penuh) ada dalam menit sesudah semua bahan (kecuali untuk air dalam jumlah yang penuh) ada dalam mixer. Waktu pengadukan ditambah, bila mesin pengaduk berkapasitas lebih besar mixer. Waktu pengadukan ditambah, bila mesin pengaduk berkapasitas lebih besar dari 1,5 m3,
dari 1,5 m3, Direksi berwenang untuk menambah waktu pengadukan jika pemasukanDireksi berwenang untuk menambah waktu pengadukan jika pemasukan bahan dan cara pengadukan gagal untuk mendapatkan hasil adukan dengan susunan bahan dan cara pengadukan gagal untuk mendapatkan hasil adukan dengan susunan kekentalan dan warna yang merata/seragam.
kekentalan dan warna yang merata/seragam. 2.
2. Beton harus seragam dalam komposisi dan konsistensi dari Beton harus seragam dalam komposisi dan konsistensi dari adukan ke adukan, kecualiadukan ke adukan, kecuali bila dimintakan adanya perubahan dalam komposisi atau konsistensi. Air harus bila dimintakan adanya perubahan dalam komposisi atau konsistensi. Air harus dituangkan lebih dahulu dan
dituangkan lebih dahulu dan selama pekerjaan mencampur.selama pekerjaan mencampur.
3.
3. Pengadukan yang berlebih-lebihan (lamanya) yang membutuhkan penambahan airPengadukan yang berlebih-lebihan (lamanya) yang membutuhkan penambahan air untuk mendapatkan konsistensi beton yang dikehendaki tidak
untuk mendapatkan konsistensi beton yang dikehendaki tidak diperkenankan.diperkenankan. 4.
4. Pencampuran dengan tangan diperkenankan apabila pada lokasi-lokasi tertentuPencampuran dengan tangan diperkenankan apabila pada lokasi-lokasi tertentu sebuah Portable Mixer tak mungkin dipergunakan menurut pandangan Direksi. sebuah Portable Mixer tak mungkin dipergunakan menurut pandangan Direksi. Untuk mempermudah pencampuran ini Kontraktor akan membuat beton masif Untuk mempermudah pencampuran ini Kontraktor akan membuat beton masif dengan ketebalan tidak kurang dari 5 cm, licin, rata dengan luas 2 cm2, diliputi dengan ketebalan tidak kurang dari 5 cm, licin, rata dengan luas 2 cm2, diliputi
dengan parapet setinggi 10 cm. dengan parapet setinggi 10 cm. 5.
5. Penutup saluran dari beton harus dicor pada tempat lain yang berdekatan denganPenutup saluran dari beton harus dicor pada tempat lain yang berdekatan dengan lokasi, tidak boleh dicor langsung pada saluran.
lokasi, tidak boleh dicor langsung pada saluran. 4.4.4.
4.4.4. SuhuSuhu
Suhu beton sewaktu dicor/dituang, tidak boleh lebih dari 32° Celcius dan tidak kurang Suhu beton sewaktu dicor/dituang, tidak boleh lebih dari 32° Celcius dan tidak kurang dari 4,5° C.
dari 4,5° C. Bila suhu dari beton yang ditaruh berada antara 27° C Bila suhu dari beton yang ditaruh berada antara 27° C dan 32° C, beton harusdan 32° C, beton harus diaduk ditempat pekerjaan untuk kemudian langsung dicor. Bila beton melebihi 32° C, diaduk ditempat pekerjaan untuk kemudian langsung dicor. Bila beton melebihi 32° C, sebagai yang ditetapkan
sebagai yang ditetapkan oleh Direksi, Kontraktor harus mengambil langkah-langkah yangoleh Direksi, Kontraktor harus mengambil langkah-langkah yang efektif, misalnya mendinginkan agregat dengan mencampur air
efektif, misalnya mendinginkan agregat dengan mencampur air dan mengecor pada waktudan mengecor pada waktu malam hari bila perlu, mempertahankan suhu beton, untuk dicor pada suhu dibawah 32° malam hari bila perlu, mempertahankan suhu beton, untuk dicor pada suhu dibawah 32° C.
C. 4.4.5.
4.4.5. Cetakan BetonCetakan Beton 1.
1. Cetakan haruslah sesuai dengan berbagai bentuk, bidang-bidang, batas-batas danCetakan haruslah sesuai dengan berbagai bentuk, bidang-bidang, batas-batas dan ukuran dari hasil beton yang diinginkan sebagaimana pada gambar-gambar yang ukuran dari hasil beton yang diinginkan sebagaimana pada gambar-gambar yang diusulkan oleh Kontraktor dan yang sudah disetujui oleh Direksi.
diusulkan oleh Kontraktor dan yang sudah disetujui oleh Direksi. 2.
2. Cetakan untuk mencetak beton dan membuatnya menurut model yang dikehendakiCetakan untuk mencetak beton dan membuatnya menurut model yang dikehendaki harus digunakan bila perlu. Cetakan dapat dibuat
harus digunakan bila perlu. Cetakan dapat dibuat dari lembaran Plywood, papan yangdari lembaran Plywood, papan yang diserut/ diketam rata dan halus,
diserut/ diketam rata dan halus, dalam keadaan baik sebagaimana dikehendaki untukdalam keadaan baik sebagaimana dikehendaki untuk menghasilkan permukaan yang sempurna seperti terperinci disini.
menghasilkan permukaan yang sempurna seperti terperinci disini. 3.
3. Permukaan yang rata dari beton adalah yang dikehendaki dimanapun juga baikPermukaan yang rata dari beton adalah yang dikehendaki dimanapun juga baik saluran drinase ataupun tutup beton. Cetakan untuk permukaan yang demikian dapat saluran drinase ataupun tutup beton. Cetakan untuk permukaan yang demikian dapat dibuat dari kayu dan harus didalam segala hal benar-benar berbentuk dan berukuran dibuat dari kayu dan harus didalam segala hal benar-benar berbentuk dan berukuran yang dikehendaki dan harus berkekuatan dan berkakuan yang tetap pada tempat dan yang dikehendaki dan harus berkekuatan dan berkakuan yang tetap pada tempat dan bentuknya selama pembebanan dan berlangsungnya pekerjaan vibrasi pemadatan bentuknya selama pembebanan dan berlangsungnya pekerjaan vibrasi pemadatan beton. Semua percetakan kayu harus
beton. Semua percetakan kayu harus diketam rata/digosok dengan kertas pasir untukdiketam rata/digosok dengan kertas pasir untuk menghilangkan tanda-tand
menghilangkan tanda-tanda bekas dari cea bekas dari cetakan sejauh hal ini dapat dikerjakan. Usahatakan sejauh hal ini dapat dikerjakan. Usaha yang sesuai dan
yang sesuai dan efektif harus dikerahkan dalam pekerjaan cetakan untuk menguatkanefektif harus dikerahkan dalam pekerjaan cetakan untuk menguatkan pinggiran batas dan ujung lainnya dalam arah yang tepat untuk menghindari pinggiran batas dan ujung lainnya dalam arah yang tepat untuk menghindari terbentuknya
pelengkungan-terbentuknya pelengkungan-pelengkungan sisi-sisi pinggiran tersebut atau pelengkungan sisi-sisi pinggiran tersebut atau kerusakan- kerusakan-kerusakan permukaan beton yang telah diselesaikan.
kerusakan permukaan beton yang telah diselesaikan. 4.
4. Semua cetakan yang dibangun harus teguh. Alat-alat dan usaha-usaha yang sesuaiSemua cetakan yang dibangun harus teguh. Alat-alat dan usaha-usaha yang sesuai dan cocok untuk membuka cetakan-cetakan tanpa merusak permukaan dari beton dan cocok untuk membuka cetakan-cetakan tanpa merusak permukaan dari beton yang selesai harus tersedia. Sebelum beton dicor, permukaan dari cetakan-cetakan yang selesai harus tersedia. Sebelum beton dicor, permukaan dari cetakan-cetakan harus diminyaki dengan minyak yang biasa diperdagangkan yang mencegah secara harus diminyaki dengan minyak yang biasa diperdagangkan yang mencegah secara efektif lekatnya beton, semua material untuk melepaskan lekatan harus dipakai hanya efektif lekatnya beton, semua material untuk melepaskan lekatan harus dipakai hanya
setelah disetujui oleh Direksi. Penggunaan minyak cetakan harus berhati-hati untuk setelah disetujui oleh Direksi. Penggunaan minyak cetakan harus berhati-hati untuk kontak dengan besi beton yang mengakibatkan kurangnya daya lekat.
kontak dengan besi beton yang mengakibatkan kurangnya daya lekat. 5.
5. Semua cetakan Semua cetakan harus betul-betharus betul-betul teliti dan ul teliti dan kuat kedudukankuat kedudukannya sehingga tidnya sehingga tidak ak adaada perubahan
perubahan atau atau gerakan gerakan lain lain selama selama penuangan penuangan beton. beton. Penyangga Penyangga cetakancetakan (perancah) harus bersandar pada pondasi yang baik sehingga tidak akan ada (perancah) harus bersandar pada pondasi yang baik sehingga tidak akan ada kemungkinan penurunan cetakan selama pelaksanaan.
kemungkinan penurunan cetakan selama pelaksanaan. 6.
6. Pada pekerjaan saluran longsor harus dalam daerah yang kering maka harus dibatasiPada pekerjaan saluran longsor harus dalam daerah yang kering maka harus dibatasi dengan cofferdam di udik dan di hilir, serta disediakan pompa untuk memompa air dengan cofferdam di udik dan di hilir, serta disediakan pompa untuk memompa air rembesan dari cofferdam. Air yang setiap hari mengalir harus dialihkan lewat talang rembesan dari cofferdam. Air yang setiap hari mengalir harus dialihkan lewat talang di atas saluran yang akan dibangun.
di atas saluran yang akan dibangun. 4.4.6.
4.4.6. PengecoranPengecoran 1.
1. Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan, baja tulangan beton,Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan, baja tulangan beton, penyokongan dan pengikatan dan penyiapan-penyiapan permukaan yang penyokongan dan pengikatan dan penyiapan-penyiapan permukaan yang berhubungan dengan pengecoran yang telah disetujui
berhubungan dengan pengecoran yang telah disetujui oleh Direksi.oleh Direksi. 2.
2. Segera sebelum pengecoran beton, semua permukaan pada tempat pengecoranSegera sebelum pengecoran beton, semua permukaan pada tempat pengecoran (cetakan, lantai kerja) harus bersih dari air yang menggenang, reruntuhan atau bahan (cetakan, lantai kerja) harus bersih dari air yang menggenang, reruntuhan atau bahan lepas.
lepas. 3.
3. Cara-cara dan alat-alat yang digunakan untuk pengangkutan beton harus sedemikianCara-cara dan alat-alat yang digunakan untuk pengangkutan beton harus sedemikian sehingga beton dengan komposisi dan kekentalan yang diinginkan dapat dibawa ke sehingga beton dengan komposisi dan kekentalan yang diinginkan dapat dibawa ke tempat pekerjaan tanpa adanya pemisahan dan kehilangan bahan yang menyebabkan tempat pekerjaan tanpa adanya pemisahan dan kehilangan bahan yang menyebabkan perubahan nilai slump.
perubahan nilai slump. 4.
4. Beton dicor hanya pada waktu Direksi atau wakilnya yang ditunjuk serta pengawasBeton dicor hanya pada waktu Direksi atau wakilnya yang ditunjuk serta pengawas Kontraktor yang setaraf ada ditempat kerja.
Kontraktor yang setaraf ada ditempat kerja. 5.
5. Pencampuran/pPencampuran/penumbukan kembali beton enumbukan kembali beton tidak diperkenankan.tidak diperkenankan. 6.
6. Beton yang sudah mengeras dalam hal mana pengecoran yang tepat tidak mungkinBeton yang sudah mengeras dalam hal mana pengecoran yang tepat tidak mungkin dijamin harus dibuang dan tidak dibayar untuk pekerjaan terbuang semacam itu. dijamin harus dibuang dan tidak dibayar untuk pekerjaan terbuang semacam itu. Transportasi dari pengadukan sampai pengecoran beton jangan terlalu jauh sehingga Transportasi dari pengadukan sampai pengecoran beton jangan terlalu jauh sehingga
memungkinkan pemisahan bahan dan pengerasan beton. memungkinkan pemisahan bahan dan pengerasan beton. 7.
7. Kecuali ada penyetopan/pemotongan oleh hubungan/joints, semua penuanganKecuali ada penyetopan/pemotongan oleh hubungan/joints, semua penuangan beton harus selalu kira-kira berlapis-lapis horizontal dan umumnya tebalnya tidak beton harus selalu kira-kira berlapis-lapis horizontal dan umumnya tebalnya tidak lebih dari 50 cm. Direksi mempunyai hak untuk mengurangi tebal tersebut apabila lebih dari 50 cm. Direksi mempunyai hak untuk mengurangi tebal tersebut apabila pengecoran dengan tebal lapisan-lapisan 50 cm tidak dapat memenuhi pengecoran dengan tebal lapisan-lapisan 50 cm tidak dapat memenuhi spesifikasi-spesifikasi ini.
spesifikasi ini. 8.
8. Pengecoran beton tidak diperkenankan selama hujan deras atau lama sedemikianPengecoran beton tidak diperkenankan selama hujan deras atau lama sedemikian sehingga spesi/mortar terpisah dari agregat kasar. Selama hujan air semen atau spesi sehingga spesi/mortar terpisah dari agregat kasar. Selama hujan air semen atau spesi
tidak boleh dihamparkan pada construction joints dan air semen atau spesi yang tidak boleh dihamparkan pada construction joints dan air semen atau spesi yang hanyut dan terhampar harus dibuang dan diganti sebelum pekerjaan dilanjutkan. hanyut dan terhampar harus dibuang dan diganti sebelum pekerjaan dilanjutkan. Suatu pengecoran tersebut tidak boleh terputus sebelum bagian tersebut selesai. Suatu pengecoran tersebut tidak boleh terputus sebelum bagian tersebut selesai. 9.
9. Ember-ember/bocket beton yang dipakai harus sanggup menuang dengan tepatEmber-ember/bocket beton yang dipakai harus sanggup menuang dengan tepat pada slump yang rendah dan memenuhi syarat-syarat campuran pada mana pada slump yang rendah dan memenuhi syarat-syarat campuran pada mana mekanisme pembuangan harus dibuat dengan kapasitas sedikitnya 0,35 m
mekanisme pembuangan harus dibuat dengan kapasitas sedikitnya 0,35 m33 sekali sekali
tuang. Ember beton harus mudah untuk diangkat/diletakkan dengan alat-alat lainnya tuang. Ember beton harus mudah untuk diangkat/diletakkan dengan alat-alat lainnya dimana diperlukan terutama bagi lokasi-lokasi
dimana diperlukan terutama bagi lokasi-lokasi yang terbatas.yang terbatas. 10.
10. Setiap lapisan beton harus dipadatkan sampai kepadatan maksimum yang mungkin,Setiap lapisan beton harus dipadatkan sampai kepadatan maksimum yang mungkin, sehingga ia bebas dari
sehingga ia bebas dari kantong-kantong kerikil, dan menutup rapat-rapat pada semuakantong-kantong kerikil, dan menutup rapat-rapat pada semua permukaan-per
permukaan-permukaan dari cetakan mukaan dari cetakan dan material yang dan material yang dilekatkan. Dalam pemadatandilekatkan. Dalam pemadatan setiap lapisan dari beton, kepala, alat penggetar (vibrator) harus dapat menembus setiap lapisan dari beton, kepala, alat penggetar (vibrator) harus dapat menembus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak dibawah. Semua beton harus dipadatkan dengan alat penggetar type immersion dibawah. Semua beton harus dipadatkan dengan alat penggetar type immersion beroperasi dengan kecepatan paling sedikit 7000 putaran per menit ketika beroperasi dengan kecepatan paling sedikit 7000 putaran per menit ketika dibenamkan dalam beton.
dibenamkan dalam beton. 4.4.7.
4.4.7. Sambungan KonstruksiSambungan Konstruksi 1.
1. Sambungan konstruksi harus dicor seperti terlihat pada gambar. Bila sambunganSambungan konstruksi harus dicor seperti terlihat pada gambar. Bila sambungan tersebut tidak terlihat, maka kontraktor harus mempersiapkan suatu jadwal tersebut tidak terlihat, maka kontraktor harus mempersiapkan suatu jadwal pembetonan untuk setiap struktur yang disetujui Pemberi Tugas Teknik/Konsultan pembetonan untuk setiap struktur yang disetujui Pemberi Tugas Teknik/Konsultan Pengawas. Sambungan konstruksi tidak boleh diletakan pada pertemuan dari bagian Pengawas. Sambungan konstruksi tidak boleh diletakan pada pertemuan dari bagian konstruksi, kecuali sebaiknya ditetapkan.
konstruksi, kecuali sebaiknya ditetapkan. 2.
2. Sambungan konstruksi melalui tembok sayap harus dihindari. Semua sambunganSambungan konstruksi melalui tembok sayap harus dihindari. Semua sambungan konstruksi harus tegak lurus terhadap garis-garis
konstruksi harus tegak lurus terhadap garis-garis utama tegangan dan pada utama tegangan dan pada umumnyaumumnya harus diletakkan ada titik dengan gaya
harus diletakkan ada titik dengan gaya geser minimum.geser minimum. 3.
3. Bila sambungan vertikal diperlukan, maka baja tulangan harus diperpanjangBila sambungan vertikal diperlukan, maka baja tulangan harus diperpanjang melampaui sambungan tersebut sehingga membuat struktur tetap
melampaui sambungan tersebut sehingga membuat struktur tetap monolit.monolit. 4.
4. Alur Alur sambungan sambungan paling paling sedikit sedikit 4 4 cm cm harus harus disediakan disediakan pada pada semua semua sambungansambungan konstruksi untuk dinding, plat dan antar telapak dengan dinding. Untuk pelat yang konstruksi untuk dinding, plat dan antar telapak dengan dinding. Untuk pelat yang berada di atas sambungan harus diletakan sedemikian rupa sehingga membagi pelat berada di atas sambungan harus diletakan sedemikian rupa sehingga membagi pelat ke dalam bagian-bagian yang lebih besar tidak lebih dari 120% terhadap bagian yang ke dalam bagian-bagian yang lebih besar tidak lebih dari 120% terhadap bagian yang lebih kecil.
lebih kecil. 5.
5. Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja dan bahan-bahan tambahanKontraktor harus menyediakan tenaga kerja dan bahan-bahan tambahan sebagaimana diperlukan untuk membuat sambungan konstruksi tambahan dalam sebagaimana diperlukan untuk membuat sambungan konstruksi tambahan dalam halhal setiap penangguhan pekerjaan yang tidak direncanakan yang disebabkan oleh hujan setiap penangguhan pekerjaan yang tidak direncanakan yang disebabkan oleh hujan
atau kemacetan persediaan beton atau penangguhan pekerjaan oleh Pemberi Tugas atau kemacetan persediaan beton atau penangguhan pekerjaan oleh Pemberi Tugas Teknik/Konsultan
Teknik/Konsultan Pengawas.Pengawas. 6.
6. Untuk tanggul banjir, di setiap sambungan dilatasi pertahap, antara beton satuUntuk tanggul banjir, di setiap sambungan dilatasi pertahap, antara beton satu dengan yang lainnya harus dipasang rubber waterstop. Letak/posisi waterstop harus dengan yang lainnya harus dipasang rubber waterstop. Letak/posisi waterstop harus ditengah-tengah tebal pelat dinding/lantai/atap konstruksi sesuai dengan gambar ditengah-tengah tebal pelat dinding/lantai/atap konstruksi sesuai dengan gambar perencanaan.
perencanaan. 4.5.
4.5. Pembukaan Cetakan dan Pemeliharaan.Pembukaan Cetakan dan Pemeliharaan. 4.5.1.
4.5.1. Waktu dan Cara-cara Pembukaan Cetakan Waktu dan Cara-cara Pembukaan Cetakan 1.
1. Waktu dan Waktu dan cara cara pembukaan dan pemindahan pembukaan dan pemindahan cetakan harus cetakan harus dikerjakan dengan dikerjakan dengan hati- hati-hati untuk menghindarkan kerusakan pada beton. Beton yang masih muda tidak hati untuk menghindarkan kerusakan pada beton. Beton yang masih muda tidak diijinkan untuk dibenahi. Beton yang baru dibuka cetakannya diperlihatkan kepada diijinkan untuk dibenahi. Beton yang baru dibuka cetakannya diperlihatkan kepada Direksi untuk dinilai kualitas pengecorannya, beton yang banyak keropos sampai Direksi untuk dinilai kualitas pengecorannya, beton yang banyak keropos sampai tulangan terlihat harus mendapatkan penanganan tersendiri atas
tulangan terlihat harus mendapatkan penanganan tersendiri atas petunjuk Direksi.petunjuk Direksi. 2.
2. Umumnya, diperlukan waktu minimum dua hari sebelum cetakan dibuka untukUmumnya, diperlukan waktu minimum dua hari sebelum cetakan dibuka untuk dinding-dinding yang tidak bermuatan dan cetakan-cetakan samping lainnya; tujuh dinding-dinding yang tidak bermuatan dan cetakan-cetakan samping lainnya; tujuh hari untuk dinding-dinding pemikul dan saluran-saluran, 14 hari untuk dek-dek hari untuk dinding-dinding pemikul dan saluran-saluran, 14 hari untuk dek-dek jembatan atau gorong-gorong jalan.
jembatan atau gorong-gorong jalan. 4.5.2.
4.5.2. PerawatanPerawatan 1.
1. Semua beton harus dirawatSemua beton harus dirawat (cured)(cured) dengan air seperti ditentukan disini. Direksi dengan air seperti ditentukan disini. Direksi berhak menentukan cara perawatan bagaimana yang harus digunakan pada berhak menentukan cara perawatan bagaimana yang harus digunakan pada bagian--bagian pekerjaan.
bagian pekerjaan. 2.
2. Beton harus tetap basah paling sedikit 14 hari terus menerus (segera setelah betonBeton harus tetap basah paling sedikit 14 hari terus menerus (segera setelah beton cukup keras untuk mencegah kerusakan) dengan cara menutupnya dengan bahan cukup keras untuk mencegah kerusakan) dengan cara menutupnya dengan bahan yang dibasahi air atau cara-cara yang disetujui yang akan menjaga agar permukaan yang dibasahi air atau cara-cara yang disetujui yang akan menjaga agar permukaan selalu basah.
selalu basah. 3.
3. Air Air yang yang digunakan digunakan dalam dalam perawatanperawatan (curing)(curing) harus memenuhi maksud-maksud harus memenuhi maksud-maksud spesifikasi-spesifikasi air untuk campuran beton.
spesifikasi-spesifikasi air untuk campuran beton. 4.5.3.
4.5.3. Perlindungan (Protection)Perlindungan (Protection)
Kontraktor harus melindungi semua beton terhadap kerusakan-kerusakan sebelum Kontraktor harus melindungi semua beton terhadap kerusakan-kerusakan sebelum penerimaan terakhir oleh Direksi. Permukaan beton yang terbuka harus dilindungi penerimaan terakhir oleh Direksi. Permukaan beton yang terbuka harus dilindungi terhadap sinar-sinar matahari yang langsung paling sedikit 3 hari sesudah pengecoran. terhadap sinar-sinar matahari yang langsung paling sedikit 3 hari sesudah pengecoran. Perlindungan semacam itu dibuat efektif dan secepatnya dilaksanakan sesudah Perlindungan semacam itu dibuat efektif dan secepatnya dilaksanakan sesudah pengecoran beton atau sesudah
4.5.4.
4.5.4. Penyelesaian-penyelesaian dan PenyempurnaanPenyelesaian-penyelesaian dan Penyempurnaan 1.
1. Penyempurnaan permukaan-permukaan beton harus dilaksanakan oleh tukang yangPenyempurnaan permukaan-permukaan beton harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli dan disaksikan oleh
ahli dan disaksikan oleh Direksi. Permukaan-permuDireksi. Permukaan-permukaan beton akan diuji/ditest olehkaan beton akan diuji/ditest oleh Direksi dimana perlu untuk menentukan apakah ketidakteraturan permukaan berada Direksi dimana perlu untuk menentukan apakah ketidakteraturan permukaan berada dalam batas-batas yang ditentukan disini. Ketidakteraturan digolongkan sebagai dalam batas-batas yang ditentukan disini. Ketidakteraturan digolongkan sebagai abrupt atau lambat laun
abrupt atau lambat laun (gradual).(gradual). 2.
2. Offset yang disebabkan oleh pemindahan atau penempatan cetakan yang salah yangOffset yang disebabkan oleh pemindahan atau penempatan cetakan yang salah yang membentuk garis-garis, yang disebabkan mata kayu lepas pada cetakan atau membentuk garis-garis, yang disebabkan mata kayu lepas pada cetakan atau kerusakan lain dari kayu, akan dianggap sebagai ketidakteraturan yang abrupt dan kerusakan lain dari kayu, akan dianggap sebagai ketidakteraturan yang abrupt dan akan diuji dengan menggunakan pengukuran langsung. Semua ketidakteraturan akan diuji dengan menggunakan pengukuran langsung. Semua ketidakteraturan lainnya dapat dianggap sebagai ketidakteraturan yang gradual dan akan diperiksa lainnya dapat dianggap sebagai ketidakteraturan yang gradual dan akan diperiksa dengan teliti oleh Direksi, kalau perlu dengan menggunakan peralatan pengetesan dengan teliti oleh Direksi, kalau perlu dengan menggunakan peralatan pengetesan beton. Sebelum menerima pekerjaannya, Kontraktor harus membersihkan semua beton. Sebelum menerima pekerjaannya, Kontraktor harus membersihkan semua permukaan yang terbuka dari kerak-kerak dan kotoran yang lainnya.
permukaan yang terbuka dari kerak-kerak dan kotoran yang lainnya. 4.5.5.
4.5.5. Perbaikan Permukaan BetonPerbaikan Permukaan Beton 1.
1. Bila sesudah pembukaan cetakan ada Bila sesudah pembukaan cetakan ada beton yang tidak tercetak menurut gambar ataubeton yang tidak tercetak menurut gambar atau diluar garis atau permukaan tidak rata atau keropos, ternyata ada permukaan yang diluar garis atau permukaan tidak rata atau keropos, ternyata ada permukaan yang rusak atau keluar dari garis, hal itu dianggap sebagai tidak sesuai dengan spesifikasi rusak atau keluar dari garis, hal itu dianggap sebagai tidak sesuai dengan spesifikasi ini. Ketidaksesuaiannya akan mendapat penilaian tersendiri yang akan diberikan oleh ini. Ketidaksesuaiannya akan mendapat penilaian tersendiri yang akan diberikan oleh Direksi dan kalau Direksi memerintahkan untuk dibongkar maka beton harus Direksi dan kalau Direksi memerintahkan untuk dibongkar maka beton harus dibuang dan diganti oleh Kontraktor atas bebannya sendiri kecuali bila Direksi dibuang dan diganti oleh Kontraktor atas bebannya sendiri kecuali bila Direksi memberikan
memberikan ijinnya ijinnya untuk untuk menambal menambal tempat tempat yang yang rusak, rusak, dalam dalam hal hal manamana penambalan harus dikerjakan seperti yang telah tercantum dalam pasal-pasal berikut. penambalan harus dikerjakan seperti yang telah tercantum dalam pasal-pasal berikut. 2.
2. Kerusakan yang memerlukan pembongkaran dan perbaikan ialah yang terdiri dariKerusakan yang memerlukan pembongkaran dan perbaikan ialah yang terdiri dari sarang kerikil, kerusakan karena cetakan, lobang-lobang karena keropos, sarang kerikil, kerusakan karena cetakan, lobang-lobang karena keropos, lubang--lubang baut, ketidakrataan oleh pengaruh sambungan-sambungan cetakan, dan lubang baut, ketidakrataan oleh pengaruh sambungan-sambungan cetakan, dan bergeraknya cetakan. Ketidakrataan dan bengkok harus dibuang dengan pemahat bergeraknya cetakan. Ketidakrataan dan bengkok harus dibuang dengan pemahat atau dengan alat lain dan seterusnya digosok dengan batu gerinda. Semua lubang atau dengan alat lain dan seterusnya digosok dengan batu gerinda. Semua lubang harus terus menerus dibasahi selama 24 jam sebelum dicor dan seterusnya harus terus menerus dibasahi selama 24 jam sebelum dicor dan seterusnya disempurnakan.
disempurnakan. 3.
3. Jika menurut pendapat Direksi Jika menurut pendapat Direksi Hal-hal yang Hal-hal yang tidak sempurna pada tidak sempurna pada bagian bangunan-bagian bangunan-bangunan yang akan terlihat sedemikian, sehingga dengan penambalan saja tidak bangunan yang akan terlihat sedemikian, sehingga dengan penambalan saja tidak akan menghasilkan sebuah dinding yang tidak memuaskan kelihatannya, Kontraktor akan menghasilkan sebuah dinding yang tidak memuaskan kelihatannya, Kontraktor diwajibkan untuk menutupi seluruh dinding (dengan spesi plester), sesuai dengan diwajibkan untuk menutupi seluruh dinding (dengan spesi plester), sesuai dengan instruksi dari Direksi.