PERILAKU KOMUNIKASI PADA MASYARAKAT ADAT KASEPUHAN CIPTAGELAR COMMUNICATION BEHAVIOR AT KASEPUHAN CIPTAGELAR CULTURE SOCIETY
Teks penuh
Dokumen terkait
Cipta yang merupakan nama dari Abah Anom (Alm. Encup Sucipta) berari menciptakan, sedangkan Gelar berari terbuka. Sehingga Ciptagelar berarti menciptakan suatu kasepuhan
Perluasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menimbulkan benturan dengan aturan adat yang dimiliki oleh masyarakat kasepuhan. Perbedaan aturan menyebabkan kedua pihak
Berdasarkan hasil observasi ditemukan bahwa sistem sosial ekonomi dan budaya yang dimiliki masyarakat Kasepuhan Ciptagelar memiliki beberapa persamaan dengan sosial
Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu implikasi Putusan MK No.35/PUU-X/2012 terhadap eksistensi hutan adat masyarakat Kasepuhan Ciptagelar yang tumpang tindih
(2014) menunjukkan bahwa terdapat masalah gizi yang terjadi pada anak balita di masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar yaitu prevalensi wasting (12.5%) di atas 10% dan
Tujuan khusus penelitian ini antara lain : (1) menganalisis peran Balai TNGHS serta stakeholder terkait dengan keberadaan masyarakat adat Kasepuhan Cibedug di dalam kawasan
Oleh karena itu terjadi permasalahan ketika Masyarakat Adat Kasepuhan melihat kawasan tersebut adalah hutan sempalan yang boleh digarap, sementara itu pihak
Ruang–ruang Menurut Penggunaan Lahan di Kasepuhan Ciptagelar Nama Ruang Penanda / Keterangan Area Fasilitas Adat Imah gede, ajeng, Leuit Si Jimat, saung lisung Area Komersial