PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SIBOLGA

64  Download (0)

Teks penuh

(1)

Semester 2

Jl. Jend. Gatot Subroto, Pondok Batu, Sarudik, Tapanuli Tengah Telepon (0631) 22129 / FAX. (0631) 22129

Email : ppn_sibolga@yahoo.com ppn.sibolga@gmail.com

Jl. Jend. Gatot Subroto, Pondok Batu, Sarudik, Tapanuli Tengah Telepon (0631) 22129 / FAX. (0631) 22129

Email : ppn_sibolga@yahoo.com ppn.sibolga@gmail.com

PELABUHAN PERIKANAN

(2)

merupakan pelaksanaan amanat Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.10/MEN/2016 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sistem Pengendalian Intern adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan asset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang selanjutnya disingkat SPIP adalah sistem pengendalian intern yang diselenggarakan secara menyeluruh di lingkungan pemerintah pusat.

Laporan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Semester II Tahun 2020 Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga ini berisi tentang penyelenggaraan SPIP, hambatan dalam pelaksanaan, rencana pemecahan masalah dan tindak lanjut pemecahan masalah yang diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi manajemen, karena semua risiko yang dapat menghambat proses organisasi/ unit kerja telah diidentifikasikan dan dianalisis.

Disadari bahwa Laporan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Sekretariat Jenderal Semester II Tahun 2020 ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, saran yang bersifat membangun sangat diharapkan. Akhirnya, atas perhatian dan bantuan semua pihak terhadap terselenggaranya program dan kegiatan pada Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga serta tersusunnya laporan ini, diucapkan terima kasih.

Sibolga, 25 Januari 2021

Penanggung jawab, Ketua Tim,

Kepala Pelabuhan Perikanan Kepala Sub Tata Usaha

Nusantara Sibolga

(3)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Sistem Pengendalian Intern (SPI) merupakan proses tindakan dan kegiatan secara integral yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efisien dan efektif, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Pelaksanaan SPI Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga dimaksudkan agar salah satu indikator kinerja KKP dapat terwujud, yakni pencapaian predikat wajar tanpa pengecualian yang mencakup pengelolaan keuangan, pengelolaan barang milik negara (BMN), serta pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) merupakan sebuah upaya yang dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dari jajaran pimpinan sampai pelaksana untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengelola, serta menangani berbagai risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan dan sasaran organisasi, output dan outcome, dan target indikator kinerja baik indikator kinerja utama (IKU) maupun indikator kinerja kegiatan (IKK).

Meskipun telah banyak perbaikan dalam pelaksanaan SPIP di lingkungan Pelabuhan Perikanan Nusantara pada tahun 2020, namun masih terdapat kelemahan, yaitu rendahnya pemahaman dan kesadaran sumber daya manusia (SDM) akan pentingnya pelaksanaan SPIP. Berdasarkan kelemahan tersebut, pada tahun yang akan datang, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan berupaya mencapai suatu penerapan SPIP yang handal dan dapat menjamin pencapaian tujuan dan sasaran organisasi, output dan outcome, dan target indikator kinerja utama (IKU) maupun indikator kinerja kegiatan (IKK) sesuai dengan peraturan yang berlaku.

(4)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...ii

RINGKASAN EKSEKUTIF ... iii

DAFTAR ISI ... iv

BAB I ... 1

GAMBARAN UMUM PENYELENGGARAAN SPIP 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Dasar Hukum ... 2

1.3 Maksud Dan Tujuan ... 3

1.4 Ruang Lingkup ... 3

1.5 Sistematika Penyajian Laporan ... 3

BAB II STRATEGI PENYELENGGARAAN SPIP 2.1 Struktur Organisasi, Visi Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis PPN Sibolga ... 5

2.2 Fungsi dan Arah Kebijakan Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga... 9

2.3 Penyelenggaraan SPIP di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga ... 12

2.4 Fokus Pelaksanaan SPIP Lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga... 14

2.5 Pembentukan TIM SPIP Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga Tahun 2020 ... 14

2.6 Kondisi Pelaksanaan SPIP Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga ... 15

BAB III PENYELENGGARAAN SPIP PPN SIBOLGA 3.1 Pemahaman ... 16

3.2 Pelaksanaan SPIP ... 17

3.2.1 Pengendalian Rutin ... 17

3.2.2 Pengendalian Berkala... 21

3.2.3 Pengendalian dengan Pendekatan Manajemen Risiko ... 24

3.3 Hambatan, Rencana Pemecahan Masalah dan Tindak Lanjut Pemecahan Masalah ... 24

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan... 31

(5)

BAB I

GAMBARAN UMUM PENYELENGGARAAN SPIP

1.1 Latar Belakang

Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern pemerintah telah diamanatkan untuk dilaksanakan sesuai dengan UU Nomor 1 tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara dan PP Nomor 60 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Pemerintah (SPIP). Implementasi SPIP juga timbul dari kesadaran atas kegagalan pelaksanaan sistem pengendalian yang telah diterapkan sebelumnya dalam mencegah korupsi, kolusi dan nepotisme dalam penyelenggaraan pemerintah. Pengendalian intern sebelum mengacu pada PP nomor 60 tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), dilakukan mengacu pada Inpres Nomor 15 Tahun 1983 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan, Inpres Nomer 1 Tahun 1989 tentang Pedoman Pengawasan melekat, serta Kepmenpan Nomer 93 tahun 1994 tentang Petunjuk Pengawasan Melekat. Penyebab kegagalan pengendalian tersebut antara lain terjadi karena adanya reduksi makna pengawasan melekat. Pengawasan melekat yang secara ilmiah merupakan pengendalian yang dibangun melekat pada kegiatan (built in control) mengalami reduksi makna/pembelokan sebagai pengawasan langsung dari atasan kepada bawahan. Kegagalan juga terjadi karena pengendalian lebih berorientasi pada “hard Factor” yang bersifat statik. Pengendalian dianggap kuat jika organisasi telah memiliki unsur-unsur pengendalian yang dikelompokkan kedalam menam sarana, yaitu: struktur organisasi, kebijakan pelaksanaan, rencana kerja, prosedur kerja, pencatatan dan pelaporan, serta pembinaan personil. Pada Sistem pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) penekanan yang dilakukan adalah pada pentingnya peran faktor manusia yang bersifat dinamik berupa kesadaran dan tanggungjawab semua personil terhadap pentingnya pengendalian dalam organisasi (soft factor). Soft factor/aspek dinamik merupakan kunci efektifitas pengendalian karena subjek pengendalian adalah manusia.

Tujuan dari SPIP adalah untuk mewujudkan dan memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui mkegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan, maka aktivitas dan busines process pada unit kerja perlu mengimplementasikan SPIP melalui lima komponen pengendalian yang integral. Lima

(6)

komponen tersebut meliputi : Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Kegiatan

Pengendalian, Informasi dan Komunikasi, serta pemantauan Pengendalian.

Dengan memperhatikan penjelasan tersebut diatas, maka pada pasal 58 ayat (1) dan ayat (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negara, memerintahkan pengaturan lebih lanjut mengenai ketentuan sistem pengendalian intern pemerintah secara menyeluruh dengan peraturan pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2008, yakni Presiden selaku kepala pemerintahan mengatur dan menyelenggarakan sistem pengendalian intern di lingkungan pemerintah secara menyeluruh.

Guna menindaklanjuti perihal tersebut, maka PPN Sibolga membentuk Tim Sistem Pengendalian Intern Pemerintah PPN Sibolga yang anggota-anggotanya merupakan perwakilan dari bagian-bagian dilingkup PPN Sibolga dengan diketuai oleh Kepala Bagian perbendaharaan dan Kepala PPN Sibolga sebagai Penanggungjawab.

1.2 Dasar Hukum

a. Peraturan perundangan undangan No. 1 Tahun 2004 pasal 58 ayat (1) dan (2) yang berbunyi dalam rangka meningkatkan kinerja, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan Negara, Presiden selaku Kepala Pemerintah mengatur dan menyelenggarakan Sistem Pengendalian Intern di lingkungan Pemerintah secara menyeluruh;

b. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2003, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4206);

c. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2004, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

d. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 127 Tahun 2008, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4890);

e. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7/PERMEN-KP/2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor 6/PERMEN-KP/2017 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Kelautan Dan Perikanan; f. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/PERMEN-KP/2016 Tentang

(7)

g. Keputusan Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga Nomor : 112/KPTS/KA-PPNS/TU.111/I/2020 tentang pembentukan Tim Implementasi Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) pada PPN Sibolga TA 2020.

h. DIPA Satuan Kerja Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga Revisi DIPA I tanggal 8 April 2020, menyangkut revisi POK dan Pemutahiran Data ke Kanwil DJPb di Medan.

1.3 Maksud Dan Tujuan

Maksud dibentuknya Tim Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga adalah untuk mendukung kelancaran pelaksanaan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern di lingkup satker PPN Sibolga (560401), sehingga tujuan pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Pemerintah Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga tercapai, yaitu pengendalian intern yang handal serta tercapainya tujuan organisasi satker PPN Sibolga (560401) melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan dilingkup satuan kerja UPT PPN Sibolga Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan.

1.4 Ruang Lingkup

Ruang lingkup dari laporan penyelenggaraan SPIP Semester II tahun 2020 UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga adalah Subbagian Tata Usaha, Seksi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha, Seksi Kesyahbandaran, dan Seksi Operasional Pelabuhan.

1.5 Sistematika Penyajian Laporan

Agar laporan ini dapat dipahami oleh pembaca dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, maka laporan ini akan disajikan dengan sistematika sebagai berikut :

 Bab I Pendahuluan

Bab ini menyajikan mengenai latar belakang penyusunan laporan SPIP. Bab ini juga menjelaskan mengenai dasar hukum penyusunan laporan. Selanjutnya di bab ini dijelaskan juga maksud dan tujuan laporan. Ruang lingkup laporan juga dijelaskan untuk menggambarkan meliputi apa saja laporan SPIP yang disusun. Pada bagian akhir bab ini disajikan mengenai sistematika penyajian laporan.

 Bab II Strategi Penyelenggaraan SPIP

Bab ini menjelaskan secara umum mengenai Struktur Organisasi, Visi, Misi dan Tujuan Strategis, Fungsi dan Arah Kebijakan Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga,

(8)

Penyelenggaraan SPIP di UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga, Fokus Pelaksanaan SPIP UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga, Pembentukan Satgas SPIP UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga, serta Kondisi Pelaksanaan SPIP UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga hingga saat ini.

 Bab III Analisa

Bab ini menyajikan tahapan penyelenggaraan SPIP dari mulai peningkatan pemahaman melalui pembinaan dan Fokus Grup Diskusi (FGD), Pelaksanaan SPIP terdiri dari pengendalian rutin, pengendalian berkala dan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko. Dibagian akhir bab ini menyajikan Hambatan, Rencana Pemecahan Masalah dan Tindak Lanjut Pemecahan Masalah.

 Bab IV Kesimpulan dan Saran

Bab ini menyimpulkan hasil penyelenggaraan SPIP yang telah dilakukan. Selanjutnya atas kekurangan dan kelemahan yang ditemui diberikan saran perbaikan untuk peningkatan kualitas pelaksaaan SPIP Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga di masa yang akan datang.

(9)

BAB II

STRATEGI PENYELENGGARAAN SPIP

2.1 Struktur Organisasi, Visi Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis PPN Sibolga

Penguatan kapasitas kelembagaan Ditjen Perikanan Tangkap melalui UPT Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga dilakukan dengan memperhatikan perubahan di tingkat Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni sebagai berikut:

1. Perubahan paradigma pengelolaan sumber daya perikanan dari production oriented ke people oriented.

2. Mandat yang diberikan, meliputi mandat konstitusional, mandat teknis, mandat pembangunan, dan mandat organisasi.

3. Kebijakan pembangunan, kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah, peraturan perundangan terkait yang berlaku.

4. Prinsip-prinsip pengorganisasian yang right sizing, unified function, efektif, efisien dan transparan, sesuai dengan bisnis proses pembangunan kelautan dan perikanan.

5. Tata laksana dan sumber daya aparatur.

Mengacu pada evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan pada periode sebelumnya, terdapat beberapa usulan penyempurnaan fungsi serta struktur organisasi sebagai berikut:

1. Optimalisasi fungsi pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Pelabuhan Perikanan berdasarkan substansi pengelolaan pelabuhan perikanan, meliputi: Identifikasi dan Pengembangan Pelabuhan Perikanan, Pembangunan Pelabuhan Perikanan, Tata Operasional Pelabuhan Perikanan, Kesyahbandaran Pelabuhan Perikanan, serta Sistem Informasi dan Penguatan Keterpaduan Pelabuhan Perikanan; dan

2. Optimalisasi fungsi Subbag TU sebagai unit kerja kesekretariatan di lingkup direktorat yang menangani koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana, program, dan anggaran, pengelolaan kinerja, keuangan, dan barang milik negara, sumber daya manusia aparatur, organisasi dan tata laksana, kearsipan, persuratan, dan kerumahtanggaan, serta evaluasi dan pelaporan lingkup direktorat.

(10)

Gambar. Bagan Struktur Organisasi Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap

KEPALA PELABUHAN PERIAKANAN NUSANATARA SIBOLGA

KEPALA SUB BAGIAN TATA USAHA KEPALA SEKSI OPERASIONAL PELABUHAN KEPALA SEKSI KESYAHBANDARAN

KEPALA SEKSI TATA KELOLA DAN PELAYANAN USAHA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

(11)

Visi Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

Visi Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga 2020-2024 adalah “Pusat Pertumbuhan dan Pengembangan Ekonomi Perikanan Terpadu yang Berdaya saing, Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan untuk mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong.”

Misi Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga melaksanakan 4 (empat) Misi Presiden, dengan uraian sebagai berikut :

Misi 1. Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia

˗ Penumbuhan Kewirausahaan Masyarakat Perikanan Tangkap

˗ Penguatan Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Masyarakat Perikanan Tangkap Perempuan

Misi 2. Struktur Ekonomi Yang Produktif, Mandiri, dan Berdaya Saing

˗ Peningkatan Nilai Tambah dari Pemanfaatan Infrastuktur Perikanan Tangkap

˗ Melanjutkan Revitalisasi Industri Perikanan Tangkap dan Infrastruktur

Pendukungnya untuk Menyongsong Revolusi Industri 4.0 Misi 4. Mencapai Lingkungan Hidup Yang Berkelanjutan

˗ Mitigasi Perubahan Iklim terhadap Ekosistem Sumber Daya Perikanan

˗ Penegakan Hukum dan Rehabilitasi Lingkungan Hidup Sumber Daya Perikanan

Misi 8. Pengelolaan Pemerintahan yang Bersih, Efektif, dan Terpercaya

˗ Reformasi Birokrasi Ditjen Perikanan Tangkap

Tujuan Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

Menjabarkan misi Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, maka tujuan pembangunan pembangunan perikanan tangkap adalah :

1. Terselenggaranya pembangunan sarana dan prasarana Pelabuhan Perikanan yang berwawasan lingkungan sesuai kebutuhan operasional;

2. Tersedianya produk perikanan bermutu, berdaya saing dan berkelanjutan untuk usaha perikanan;

3. Meningkatkan investasi usaha perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan; 4. Tersedianya sistem informasi Pelabuhan Perikanan yang mudah diakses; 5. Meningkatnya kompetensi SDM di Pelabuhan Perikanan;

(12)

6. Meningkatnya kebersihan, keamanan, ketertiban, keselamatan kerja dan keindahan (K5) di Pelabuhan Perikanan.

Sasaran Strategis Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

Sasaran program pembangunan perikanan tangkap merupakan kondisi yang ingin dicapai oleh PPN Sibolga sebagai suatu outcome/impact dari beberapa program yang dilaksanakan. Sasaran program PPN Sibolga 2020-2024 adalah sebagai berikut:

1. Terwujudnya Kesejahteraan masyarakat nelayan meningkat.

2. Terwujudnya pengelolaan perikanan tangkap yang partisipatif, bertanggung jawab dan berkelanjutan.

3. Terselenggaranya kebijakan pembangunan perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan yang efektif.

4. Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan perikanan tangkap di pelabuhan perikanan yang adil berdaya saing, dan berkelanjutan.

5. Terselenggaranya pengendalian dan pengawasan perikanan tangkap di pelabuhan perikanan yang profesional dan partisipatif.

6. Terwujudnya Aparatur Sipil Negara (ASN) Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga yang kompeten, profesional dan berintegritas.

7. Terwujudnya birokrasi lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima.

8. Terkelolanya anggaran pengelolaan Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga secara efisien dan akuntabel.

(13)

2.2 Tugas dan Fungsi serta Arah Kebijakan Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

Fungsi

Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga dalam melaksanakan tugasnya, menyelenggarakan fungsi:

1. Penyusunan rencana program dan anggaran, pemantauan dan evaluasi pelabuhan perikanan;

2. Pelaksanaan pengaturan keberangkatan, kedatangan dan keberadaan kapal perikanan di Pelabuhan Perikanan;

3. Pelaksanaan pelayanan penerbitan Surat Tanda Bukti Lapor Kedatangan dan Keberangkatan Kapal Perikanan;

4. Pelaksanaan pemeriksaan Log Book;

5. Pelaksanaan pelayanan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar; 6. Pelaksanaan penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan; 7. Pelaksanaan pengawasan pengisian bahan bakar;

8. Pelaksanaan pembangunan, pengembangan, pemeliharaan, pendayagunaan dan pengawasan serta pengendalian sarana dan prasarana;

9. Pelaksanaan fasilitasi penyuluhan, pengawasan dan pengendalian sumber daya ikan, perkarantinaan ikan, publikasi hasil penelitian, pemantauan wilayah pesisir, wisata bahari, pembinaan mutu serta pengolahan, pemasaran dan distribusi hasil perikanan;

10. Pelayanan jasa, pemanfaatan lahan dan fasilitas usaha; 11. Pelaksanaan pengumpulan data, informasi dan publikasi; 12. Pelaksanaan bimbingan teknis dan penerbitan Sertifikat (CPIB); 13. Pelaksanaan inspeksi pembongkaran ikan;

14. Pelaksanaan pengendalian lingkungan di pelabuhan perikanan; 15. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

Arah Kebijakan Perikanan Tangkap dalam Rencana Strategis tahun 2020-2024 adalah:

1. Mewujudkan aparatur sipil negara KKP yang kompeten, profesional dan berkepribadian, dengan strategi: (i) Peningkatan kualitas dan disiplin aparatur; (ii) Penempatan SDM KKP Berbasis kompetensi; (iii) Peningkatan pelayanan administrasi kepegawaian KKP.

2. Membangun manajemen pengetahuan yang handal dan mudah diakses, dengan strategi: (i) Pengembangan manajemen pengetahuan; (ii) Penyediaan data statistik dan informasi yang handal; (iii) Penerapan sistem informasi KKP yang terintegrasi.

(14)

3. Mewujudkan birokrasi KKP yang efektif, efisien dan akuntabel, dengan strategi: (i) Peningkatan nilai kinerja RB Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga; (ii) Penyiapan peraturan perundangan yang harmonis; (iii) Pembangunan sistem perencanaan yang berorientasi pada hasil dan monitoring evaluasi pengelolaan kinerja yang terstruktur;

4. Menerapkan pengelolaan anggaran pembangunan yang efisien dan akuntabel, dengan strategi: (i) Peningkatan kinerja anggaran Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga; (ii) Peningkatan tingkat kepatuhan SAP Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga; (iii) Ketepatan waktu penyampaian LK,

5. Mewujudkan kebijakan pembangunan KP yang partisipatif, dengan strategi: (i) Pelayanan terpadu satu pintu yang berorientasi pada pelayanan prima; (ii) Peningkatan PNBP fungsional; (iii) Publikasi program dan kegiatan KKP pada Media serta sosialisasi pada lembaga/stakeholder.

6. Mewujudkan kerjasama internasional dan antarlembaga yang implementatif, dengan strategi: (i) Peningkatan jumlah dokumen kerja sama dan perjanjian internasional bidang KP yang disepakati; (ii) Pelaksanaan Kerja Sama Teknik bidang KP; (iii) Penyediaan pedoman delegasi Republik Indonesia.

Indikator Kinerja

Indikator Kinerja Program Ditjen Perikanan Tangkap yang dilaksanakan melalui program Pengelolaan Perikanan Tangkap pada Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga sebagaimana tersaji berikut :

Tabel. Indikator Kinerja Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

2020 2021 2022 2023 2024 1 Terwujudnya pengelolaan

perikanan tangkap yang partisipatif,

bertanggungjawab dan berkelanjutan

1 Jumlah produksi perikanan tangkap di PPN Sibolga (Ton)

24.000 24.500 25.000 25.500 26.000

2 Nilai produksi perikanan tangkap di PPN Sibolga (Rp.Miliar) 352,80 367,80 382,80 397,80 412,80 3 Nilai PNBP di PPN Sibolga (Rp. Juta) 1.216,82 1.338,48 1.363,48 1.388,48 1.413,48 2 Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga yang adil berdayasaing, dan berkelanjutan

4 Persentase pelaksanaan rencana aksi pengelolaan sumber daya ikan di Laut Pedalaman, Teritorial, dan Perairan Kepulauan (persen)

100 100 100 100 100

5 Jumlah kapal perikanan

(15)

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

2020 2021 2022 2023 2024 6 Tingkat operasional PPN

di PPN Sibolga (Persen) 80 80 80 80 80

7 Jumlah perjanjian kerja laut (PKL) yang diterapkan di PPN Sibolga (Orang)

200 300 400 500 600

8 Jumlah awak kapal perikanan yang

tersertifikasi/terlindungi di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga (Orang)

40 50 60 70 80

9 Permesinan kapal perikanan yang memenuhi aspek operasional penangkapan ikan di PPN Sibolga (lokasi)

1 1 1 1 1

10 Persentase Penyampaian informasi perizinan pusat-daerah PPN Sibolga (Persen)

100 100 100 100 100

11 Jumlah nelayan yang terfasilitasi kredit perikanan tangkap di PPN Sibolga (Nelayan)

60 60 60 60 60

3 Terwujudnya Aparatur Sipil Negara (ASN) PPN Sibolga yang kompeten,

professional & berintegritas

12 Indeks Profesionalitas ASN lingkup PPN Sibolga (Indeks)

72 72 72 72 72

4 Terwujudnya birokrasi lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima

13 Persentase Pemenuhan Dokumen Reformasi Birokrasi PPN Sibolga (%)

100 100 100 100 100

14 Penilaian Mandiri Wilayah Bebas dari Korupsi (PMWBK) PPN Sibolga (nilai)

75 76 77 78 79

15 Persentase pemenuhan dokumen AKIP lingkup PPN Sibolga (%)

100 100 100 100 100

16 Persentase pemenuhan dokumen Maturitas SPIP PPN Sibolga (%)

100 100 100 100 100

5 Terkelolanya anggaran pengelolaan PPN Sibolga secara efisien dan akuntabel

17 Nilai kinerja anggaran lingkup PPN Sibolga (Nilai)

(16)

2.3 Penyelenggaraan SPIP di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

Desain Penyelenggaraan SPIP disesuaikan dengan karakteristik, fungsi, sifat, tujuan dan kompleksitas serta perencanaan anggaran, dimaksudkan untuk mendekatkan konsep pengendalian intern terhadap kegiatan Unit Kerja/Satuan Kerja (Satker) yang berada di Satker PPN Sibolga (560401).

Untuk kemudahan dan kelancaran penyelenggaraan SPIP dilakukan pengintegrasian antar unsur SPIP dan pengaturan langkah-langkah yang dilaksanakan dalam mengembangkan masing-masing unsur sebagai bentuk konkrit penyelenggaraan SPIP. Penyelenggaraan SPIP di lingkungan Satker PPN Sibolga dimulai dari pemahaman terhadap peran strategis Satker PPN Sibolga.

Dengan mengacu kepada tugas, fungsi dan peran Satker PPN Sibolga dan definisi SPIP dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10 Tahun 2016, maka penyelenggaraan SPIP pada Satker PPN Sibolga merupakan suatu proses yang integral atas tindakan manajerial dan kegiatan operasional yang dilakukan secara terus menerus oleh seluruh pejabat struktural dan pegawai pada Satker PPN Sibolga, untuk memberikan keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan Satker PPN Sibolga melalui:

1. Kegiatan yang efeliitif dan efisien; 2. Keandalan pelaporan keuangan;

3. Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan; 4. Pengamanan aset di lingkungan Satker PPN Sibolga.

Penerapan lima unsur SPIP dilaksanakan menyatu serta menjadi bagian integral dari akuntabilitas seluruh kegiatan Satker PPN Sibolga.

Pelaksanaan SPIP terdiri dari 5 (lima) unsur, yaitu:

1. Lingkungan Pengendalian (Control Environment)

Lingkungan pengendalian adalah kondisi yang diciptakan dalam suatu unit kerja sehingga akan mempengaruhi efektifitas kinerja unit kerja, oleh sebab itu sebagaimana termasuk pada Permen KP nomor 10 tahun 2016, setiap pimpinan unit kerja dilingkungan kementerian harus menciptakan dan memelihara lingkungan pengendalian yang menimbulkan perilaku positif dan kondusif untuk penerapan SPI di lingkungan kerjanya. 2. Penilaian Risiko (Risk Assessment)

Penilaian risiko dimaksudkan agar setiap satker dapat mengelola setiap risiko dalam pelaksanaan kegiatan di unit kerjanya yang dapat mengancam visi, misi, tujuan dan sasaran. Penilaian risiko dilaksanakan atas kebijakan dan kegiatan.

(17)

3. Kegiatan Pengendalian (Control Activities)

Untuk mengatasi risiko dan mematikan adanya kepatuhan terhadap arahan pimpinan yang sudah ditetapkan, pimpinan unit kerja wajib menyelenggarakan kegiatan pengendalian sesuai dengan ukuran, kompleksitas, dan sifat dari tugas dan fungsi unit kerja yang bersangkutan.

a. Rutin:

Aspek organisasi, perencanaan, pengelolaan keuangan, akutansi & pelaporan, kerugian negara, kepegawaian, dan kinerja.

b. Berkala:

SPI SDM, SPI Penyusunan Anggaran, SPI Pengadaan Barang/Jasa, SPI Barang Milik Negara, SPI Kerugian Negara, SPI Pelaksanaan Anggaran.

c. Berbasis MR:

SPI atas Kebijakan dan Kegiatan.

4. Informasi dan komunikasi (Information dan Communication)

5. Pemantauan Pengendalian Intern (Monitoring) Pemantauan rutin, berkala dan berbasis Manajemen Risiko.

Penerapan unsur-unsur tersebut dilaksanakan menyatu dan menjadi bagian integral dalam penyelenggaraan kegiatan dan fungsi organisasi serta tergambar dalam pedoman, dan Standar Operational Procedur (SOP) yang telah ditetapkan dalam mengatur penyelenggaraan kegiatan dan fungsi organisasi.

Dalam pelaksanaan SPI di lingkup PPN Sibolga melalui beberapa tahapan: 1. Pemahaman:

a. Pembinaan;

b. Fokus Grup Diskusi (FGD). 2. Pelaksanaan: a. Internalisasi; b. Pendokumentasian. 3. Pelaporan. 4. Pengembangan Berkelanjutan. 5. Evaluasi.

Tolok ukur efektivitas penyelenggaraan SPIP sebagaimana sekurang-kurangnya tidak ada hambatan:

a. yang mengganggu pencapaian tujuan satuan kerja;

(18)

c. dalam pengelolaan aset termasuk pemanfaatannya di satuan kerja;

d. dalam menjalankan dan pencapaian tujuan program, kegiatan, dan output dengan tetap taat terhadap hukum dan peraturan;

e. dalam mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan efisien; dan f. dalam pemenuhan hak dan kewajiban pegawai.

Pencapaian tolok ukur sekurang-kurangnya dapat diukur dari Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan maupun laporan hasil pengawasan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan dari instansi lainnya.

2.4 Fokus Pelaksanaan SPIP Lingkup Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

Dalam rangka mendukung pencapaian IKU Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mencapai Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), maka pelaksanaan SPIP satker PPN Sibolga sejalan searah dengan pelaksanaan SPI lingkup KKP masih berfokus pada pengelolaan keuangan, pengamanan aset, dan pengadaan barang dan jasa.

2.5 Pembentukan TIM SPIP Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga Tahun 2020

Satuan Tugas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga sesuai dengan Keputusan Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga Nomor 032/KPTS/KA-PPNS/TU.111/I/2020 tanggal 6 Januari 2020 tentang Pembentukan Tim Implementasi Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) pada Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga. Secara umum tugas Satuan Tugas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) adalah sebagai berikut:

 Menyusun rencana kerja penyelenggaraan SPIP satker PPN Sibolga;

 Melakukan koordinasi penyelenggaraan SPIP lingkup satker PPN Sibolga;

 Membantu satker PPN Sibolga melakukan analisis untuk menetapkan rencana kebijakan dan

aktivitas/kegiatan yang perlu dilakukan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko, dan selanjutnya menyampaikan kepada Ditjen Perikanan Tangkap untuk dilakukan tindakan pengendalian;

 Mengkoordinasikan pelaksanaan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko

lingkup satker PPN Sibolga;

 Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan SPIP lingkup satker PPN

(19)

 Melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan SPIP yang meliputi bimbingan, supervisi, dan pelatihan SPIP di satker PPN Sibolga, dan;

 Membuat laporan secara berkala setiap bulan paling lambat tanggal 10 (sepuluh) pada bulan

berikutnya yang disampaikan kepada Sesditjen PT dan Satuan Tugas SPIP Kementerian.

2.6 Kondisi Pelaksanaan SPIP Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga

Secara umum penyelenggaraan SPIP di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga pada Semester II tahun 2020 dilaksanakan sesuai dengan rencana kerja Tim SPIP Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga, tetapi masih terdapat beberapa kelemahan dalam pelaksanaannya. Hal ini disebabkan oleh berbagai kendala, diantaranya:

1. Belum dijalankannya SPIP secara nyata dalam setiap pelaksanaan kegiatan, seringkali masih fokus pada penyampaian laporan;

2. Pemahaman dan keseriusan yang belum optimal terhadap pengendalian internal; 3. Perencanaan seluruh kegiatan tidak dilengkapi dengan penilaian risiko;

(20)

BAB III

PENYELENGGARAAN SPIP PPN SIBOLGA

Guna meningkatkan pelaksanaan implementasi SPIP di satker PPN Sibolga, Tim SPIP PPN Sibolga melaksanakan dan menetapkan 3 (tiga) parameter yang akan dilaksanakan untuk meningkatkan implementasi SPIP di satker PPN Sibolga, yaitu Pemahaman, Pelaksanaan SPIP, dan Rencana Pemecahan Masalah serta Tindak Lanjut Pemecahan Masalah. Adapun penjelasan terhadap implementasi penyelenggaraan tersebut dapat dijelaskan seperti sebagai berikut:

3.1 Pemahaman

Pemahaman adalah tahap untuk membangun kembali kesadaran, menyamakan persepsi dan penyegaran mengenai SPIP. Hal ini sebagai upaya untuk menginternalisasi SPIP agar tetap menjadi bagian yang integral dan menyatu dalam kegiatan kepemerintahan, yaitu dengan melibatkan seluruh tingkatan pejabat dan pegawai di lingkungan satker PPN Sibolga. Kegiatan untuk membangun kembali kesadaran, penyamaan persepsi, dan penyegaran, antara lain melalui :

3.1.1 Pembinaan

Sesuai dengan peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER. 10/MEN/2016 bahwa Satker PPN Sibolga (560401) di lingkungan Kementerian yang melakukan Pembinaan terhadap penyelenggaraan SPIP di lingkungan Kementerian dan terhadap beberapa pegawai lingkup Satker PPN Sibolga dengan melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) selaku instansi Pembina penyelenggara SPIP tingkat nasional,

serta Itjen selaku pengawasan intern atas penyelenggaraan tugas dan fungsi satuan kerja, serta penyelenggaraan SPIP di lingkungan Kementerian.

Dalam rangka peningkatan pemahaman SPIP, sampai dengan Semester II tahun 2020 telah dilaksanakan beberapa kegiatan antara lain:

1. Rapat yang diselenggarakan oleh Satker PPN Sibolga dalam rangka penyusunan laporan SPIP Semester II di Ruang Rapat Mini Lantai 2 Kantor PPN Sibolga pada tanggal 6 s.d 10 Januari 2021;

2. Rapat dalam rangka penyamaan persepsi terhadap penyelenggaraan SPIP di lingkup Satker PPN Sibolga serta penyusunan Rencana Kegiatan Pengendalian dengan

(21)

Pendekatan Manajemen Risiko lingkup PPN Sibolga pada tanggal 8 sd 10 Januari 2020 di Ruang Rapat Lantai II Kantor PPN Sibolga;

3. Sebagai Narasumber dalam rangka penyusunan Laporan SPIP dari Kepala Pelabuhan dan Kasubbag Tata Usaha PPN Sibolga di Ruang Rapat Lantai II Kantor PPN Sibolga.

4. Pengarahan apel pagi yang dilaksanakan oleh pejabat struktural mengenai pengendalian dan pengawasan internalisasi SPIP pada Semester II 2020.

3.1.2 Fokus Grup Diskusi (FGD)

Dalam rangka peningkatan pemahaman terkait penyelenggaraan SPIP lingkup Satker PPN Sibolga juga dilakukan melalui FGD selama tahun 2020 dengan melibatkan seluruh pegawai, pimpinan, dan pihak terkait, yang memahami atau akan terlibat dalam pelaksanaan kebijakan dan aktivitas/kegiatan yang akan menjadi obyek penilaian risiko melalui acara-acara diskusi dan rapat rutin Satker PPN Sibolga, antara lain:

Fokus Grup Diskusi (FGD) dalam rangka Identifikasi Risiko Program/ Kegiatan/ Aktivitas yang memiliki risiko tinggi di satker PPN Sibolga, namun pada tahun 2020 ada beberapa kegiatan prioritas yaitu pekerjaan fisik yang ditangguhkan mulai bulan April 2020 dikarenakan adanya pemotongan anggaran akibat bencana non alam pandemi covid19. Untuk itu telah dilakukannya revisi DIPA di tahun ini. Sehingga pekerjaan fisik untuk tahun 2020 ditiadakan.

3.2 Pelaksanaan SPIP

3.2.1

Pengendalian Rutin

Pengendalian Rutin adalah pengendalian secara simultan terhadap proses bisnis kegiatan/aktivitas sesuai dengan aturan dan standar yang berlaku dan dilakukan setiap hari sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyimpangan. Pengendalian Rutin dilaksanakan terhadap 8 kegiatan yaitu: (1) Organisasi, (2) Perencanaan, (3) Pelaksanaan Anggaran, (4) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), (5) Akuntansi dan Pelaporan, (6) Kerugian Negara, (7) Kepegawaian, (8) Kinerja. 1. Organisasi

Dalam membangun Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, pimpinan telah mengidentifikasi tujuan kegiatan baik pada tingkat organisasional dan operasional pada Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga berpedoman kepada

(22)

 Telah menetapkan Renja tahun 2020,

 Telah menetapkan PK antara Dirjen dan Kalabuh, serta diturunkan kepada para pejabat struktural PPN Sibolga,

 LKj telah disusun berupa laporan triwulanan;

 Memiliki struktur organisasi kerja berdasarkan unit kerja yang ditetapkan oleh SK Kepala Pelabuhan Nomor 020/KPTS/KA-PPNS/KP.430/I/2020, 06 Januari 2020, tentang susunan dan penugasan pegawai negeri sipil pada Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga Tahun Anggaran 2020.

 Telah menetapkan visi dan misi PPN Sibolga serta sosialisasi tentang pemahaman kepada

tujuan organisasi, tugas dan fungsi masing-masing pegawai, tolak ukur SOP dan penetapan uraian jabatan sebagai acuan untuk tercapainya tujuan organisasi.

2. Perencanaan

 Perencanaan/penyusunan rencana kerja dan anggaran (RKA) sudah melibatkan pihak yang

berkompeten dan disesuaikan dengan rencana kebutuhan masing subbag/seksi yang melibatkan KPA, PPK, Bendahara, Tim perencanan masing-masing subbag/seksi dan operator perencana dengan menetapkan rencana pemeliharaan, kegiatan yang akan direncanakan, pengusulan BMN sesuai RKBMN, perhitungan belanja pegawai, gaji PPNPN dan operasional perkantoran yang dilaksanakan berupa rapat internal setiap awal bulan di minggu pertama di Kepala PPN Sibolga.

 Sampai Triwulan I 2020, belum dilaksanakannya Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran

dikarenakan belum ada undangan terkait penyusunan anggaran

 Telah dilaksanakannya penyusunan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 pada bulan Januari 2020

 Telah disusunnya Renstra 2020-2024 UPT PPN Sibolga Tahun 2020 pada 3 April 2020 yang

mengacu Renstra DJPT 2020-2024 3. Pelaksanaan Anggaran

 Menetapkan SK KPA Nomor : 045/KPTS/KPA-PPNS/PL.110/I/2020 tanggal 6 Januari 2020

tentang pembentukan pejabat pengadaan barang/jasa pada PPN Sibolga TA 2020.

 Menetapkan SK KPA Nomor : 046/KPTS/KPA-PPNS/PL.110/I/2020 tanggal 6 Januari 2020

tentang pembentukan panitia penerima hasil pekerjaan/pengadaan barang dan jasa pada PPN Sibolga TA 2020.

 Menetapkan SK Kepala Pelabuhan Nomor 027/KPTS/KA-PPNS/KU.110/I/2020, 06 January

(23)

 Menetapkan SK Kepala Pelabuhan Nomor 042/KPTS/KA-PPNS/KU.110/I/2020, tanggal 8 Januari 2020 tentang Penunjukan Petugas Pengelola Administrasi Belanja Pegawai (PPABP) pada Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga Tahun Anggaran 2020.

 Pejabat pengadaan barang/jasa memproses pengadaan barang/jasa sesuai dengan

mekanisme dan ketentuan yang berlaku, baik itu melakukan survey harga dan menentukan penyedia barang/jasa, berdasarkan pagu anggaran dan target yang telah ditentukan di perencanaan sebelumnya.

 Data dukung berupa Nota Pembayaran, SSBP; Pertanggungjawaban/penyetoran uang

persediaan tidak melebihi batas waktu yang ditentukan, Data dukung : SPM, SP2D, UP/TUP untuk Belanja Pegawai, Belanja barang, Honorarium PPNPN/Tunjangan yang proses pembayaran melalui KPPN Sibolga Sisa kas di bendahara pengeluaran akhir tahun anggaran akan disetor ke kas negara/daerah pada bulan terakhir di tahun anggaran berjalan,

 Melaporkan setiap bulan FORM DA ke eselon 1 dan pelaporan online berupa Aplikasi

SMART DJA, E-Monev Bappenas, Kinerjaku dan Edalwas, dengan menetapkan SK Kepala Pelabuhan Nomor : 055/KPTS/KPA-PPNS/PL.110/I/2020 tanggal 8 Januari 2020 tentang penunjukan petugas pelaporan online (edalwas, smart, dan monev bappenas) pada PPN Sibolga TA 2020 dan menetapkan SK Kepala Pelabuhan Nomor : 056/KPTS/KPA-PPNS/PL.110/I/2020 tanggal 8 Januari 2020 tentang penunjukan petugas kinerjaku pada PPN Sibolga TA 2020

 Melakukan rekonsiliasi internal antara operator persedian, operator Simak BMN dan operator

SAIBA sebelum tanggal 5 setiap bulannya pada Semester II 2020.

 Melaksanakan rekonsiliasi penyelesaian LPJ Bendahara pada KPPN Sibolga setelah

dilaksanakan rekonsiliasi internal pada setiap awal bulan pada Semester II 2020. 4. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

 Melalui Seksi Tata kelola dan pelayanan usaha (TKPU) telah membuat dan menghitung

tagihan PBNP yang akan dipungut antara lain pelayanan lahan dan bangunan, pelayanan jasa air dan listrik, pelayanan pas masuk, pelayanan pemakaian peralatan TPI Higienis, pelayanan workshop dan pelayanan docking kapal. Pembuatan tagihan PNBP dilaksanakan sesuai dengan SOP pada masing-masing pelayanan kepada stakeholder. Pembuatan tagihan tersebut ada yang dilakukan harian, mingguan dan bulanan sesuai SOP pelayanan yang ada. Selanjutnya rekapan tagihan tersebut diserahkan kepada Bendahara Penerima untuk dilakukan pemungutan langsung kepada stakeholder dengan metode pembayaran non tunai (Kartu Brizzi/BRI). Pembayaran dilakukan secara harian, mingguan dan bulanan berdasarkan tarif PNBP yang berlaku.

(24)

 Begitu juga di seksi kesyahbandaran, petugas pelayanan tambat labuh menghitung biaya tambat dan labuh berdasarkan ketentuan yang berlaku, selanjutnya rincian tagihan diserahkan kepada bendahara penerima untuk dilakukan pemungutan secara non tunai (kartu Brizzi)

 Semua pelayanan di PPN Sibolga sudah satu atap dengan terbangunnya fasilitas/Gedung

pelayanan terpadu di PPN Sibolga. 5. Akuntansi dan Pelaporan

 Sampai dengan Semester II 2020 proses pencatatan dan pelaporan baik itu barang

persediaan, SIMAK BMN dan SAIBA sudah dilakukan menggunakan aplikasi yang ada, dimana proses masuk dan keluar barang persedian melalui SOP yang jelas dan kwitansi/bukti yang sah kemudian dimasukan ke aplikasi persediaan.

 Stock opname barang persediaan kantor dilakukan setiap awal bulan sehingga jumlah barang

persediaan yang tersimpan akan sama jumlah persediaan pada aplikasinya. Sampai dengan Semester II 2020 telah dilakukan proses pencatatan secara aplikasi baik itu rekonsiliasi internal dan eksternal dengan pihak KPPN Sibolga.

6. Kerugian Negara

Tidak terdapat temuan kerugian negara pada Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga. 7. Kepegawaian

 Mulai bulan Maret 2020 dan sampai saat ini, absensi kepegawaian tidak melalui finger print

lagi, karena sesuai surat edaran dari Sekjen KKP absensi kehadiran melalui share lokasi di grup whatsapp. Absensi dilakukan untuk penanganan masa pandemi covid19.

 Pada tanggal 5 April 2020 pimpinan dan pejabat struktural melaksanakan rapat yang diikuti

oleh pegawai dan tenaga kontrak untuk mengevaluasi kinerja masing-masing pegawai, pimpinan mengarahkan dan memotivasi supaya lebih meningkatkan pengetahuan di bidang IT karena pelaporan sudah menggunakan sistim digital. Pada rapat ini membahas strategi dan tindaklanjut untuk mengatasi kelemahan pegawai apakah sesuai dengan kompetensi dan kinerja organisasi.

 Subbag Tata Usaha melalui bagian kepegawaian telah membuat rencana pengembangan

pegawai berupa usulan izin belajar, usulan diklat, usulan bimtek untuk peningkatan dan pengembangan SDM pegawai. Proses yang digunakan berupa surat masuk usulan dari pegawai ke bagian kepegawaian yang telah mendapat disposisi dari pimpinan untuk di tindaklanjuti dan dibuat surat keputusan pimpanan yang selanjutnya disampaikan ke bagian SDM Aparatur eselon 1 (DJPT).

(25)

 Penyampaian laporan SKP bulanan kepada atasannya dilaksanakan setiap tanggal 5 setiap bulan. Selanjutnya pelaporan yang disampaikan akan di input kedalam aplikasi untuk mendukung capaian kinerja pegawai yang akan berpengaruh terhadap capaian kinerja organisasi.

 Dalam pembinaan kepegawaian oleh Eselon 1 dilakukan tatap muka secara daring dan

menggunakan aplikasi online Zoom yang waktu dan alamatnya sudah ditentukan. 8. Kinerja

 Pada Semester II 2020 pelaporan capaian kinerja organisasi sudah teritegrasi dengan

capaian kinerja pegawai sehingga keberhasilan organisasi bergantung kepada kinerja pegawai, yang terintegrasi melalui PK yang disesuaikan dengan SKP atasan dan bawahan.  Pengukuran kinerja organisasi dilakukan berdasarkan target dan waktu yang ditentukan.

Pengukuran kinerja yang terlambat dilakukan juga berpengaruh terhadap capaian kinerja organisasi. Pada Semester II ini, pengukuran capaian kinerja organisasi sudah menggunakan aplikasi Kinerjaku, dimana batas waktu pengukuran dilakukan pada tanggal 10 setiap bulannya sehingga tidak ada kegiatan yang tidak mencapai target.

 Pada pelaksanaanya kegiatan sudah ditentukan indikator kinerjanya dan indikator

kegiatannya sehingga pegawai melaksanakan dan menjalankan tupoksi sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan pada perjanjian kinerja. Sehingga kegiatan yang dilaksanakan mendukung program kerja dan anggaran yang sudah direncanakan dan ditetapkan pada penyusunan pagu RKAKL sampai dengan Semester II 2020.

3.2.2 Pengendalian Berkala

Pengendalian berkala merupakan sarana penyampaian informasi aktual mengenai kondisi beberapa aktivitas/ kegiatan kepada Pimpinan Unit Eselon I dan Kepala Satuan Kerja sebagai bahan dalam pengambilan keputusan guna kegiatan pengendalian. Hasil pengendalian berkala dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga sampai dengan Semester II tahun anggaran 2020 adalah sebagai berikut :

a. SPI Sumber Daya Manusia (SPI-SDM)

Pengendalian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang kapasitas SDM pengelola keuangan, sehingga kepala satuan kerja dapat mengetahui kesenjangan atau kelemahan dan selanjutnya diwajibkan melakukan kegiatan pengendalian sesuai dengan ukuran, kompleksitas, dan sifat dari tugas dan fungsi instansi yang bersangkutan. Secara berjenjang, informasi terkait kapasitas

(26)

SDM pengelola keuangan di tingkat unit eselon I, Pimpinan Unit Eselon I wajib mengetahui dan selanjutnya menetapkan kegiatan pengendalian. Pengendalian kapasitas SDM Satker PPN Sibolga perlu ditingkatkan lagi dengan mengikuti beberapa diklat/ pelatihan.

i. Tingkat Pendidikan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga dinilai sangat memadai dan memiliki tingkat pendidikan lulusan Strata 2 (S2);

ii. Tingkat Pendidikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga dinilai sangat memadai dan memiliki tingkat pendidikan lulusan Strata 2 (S2);

iii. Tingkat Pendidikan Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) pada Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga dinilai sangat memadai dan memiliki tingkat pendidikan lulusan Strata 1 (S1);

iv. Sedangkan tingkat pendidikan Bendahara Pengeluaran pada Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga dinilai sangat memadai dan memiliki tingkat pendidikan lulusan Strata 1 (S1); sudah memiliki sertifikasi bendahara dari KPPN Sibolga.

Hal ini menunjukkan bahwa Tim Pengelola Anggaran pada Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga tahun 2020 memiliki kualifikasi pendidikan yang sangat memadai sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.71/MEN/KU.611/2018 tanggal 17 Desember 2018 Tentang Perubahan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Penunjukan KPA, PPK, PPSPM dan Bendahara pada satuan kerja UPT KKP. Dengan demikian diharapkan tidak akan menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan, namun tetap diperlukan komitmen yang kuat dari pimpinan dalam pelaksanaan kegiatan.

b. SPI Anggaran (SPI-ANG)

Pengendalian ini bertujuan untuk memberikan jaminan dan kepastian bahwa komponen yang diusulkan, dari aspek keuangan telah sesuai dengan kaidah keuangan yang berlaku. Pimpinan Unit Eselon I dan Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga bertanggung jawab terhadap kebenaran usulan anggaran di lingkungannya dari kaidah-kaidah keuangan yang berlaku. Formulir pengendalian penyusunan anggaran Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga dapat dilihat pada lampiran. Dari formulir tersebut dapat dilihat bahwa seluruh kegiatan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga sudah disesuaikan dengan bagan akun standar dan standar biaya masukan.

c. SPI Barang dan Jasa (SPI-PBJ)

Pengadaan Barang dan Jasa pada Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga sudah menginput kegiatan yang berhubungan dengan pengadaan barang/ jasa Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga ke dalam sistem informasi rencana umum pengadaan barang/ jasa pemerintah

(27)

d. SPI Barang Milik Negara

Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga telah berupaya melakukan langkah-langkah pengamanan, pengawasan, dan pengendalian aset negara/ barang milik negara (BMN). Langkah-langkah tersebut meliputi inventarisasi secara berkala terhadap aset BMN, proses penetapatan status penggunaan, untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk rencana kebutuhan pemeliharaan dan pengadaan BMN.

Sampai dengan Semester II, Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga telah melakukan: 1. Rekonsisliasi internal BMN setiap bulan;

2. Inventarisasi BMN;

3. Perubahan Kondisi BMN dan Penghentian penggunaan BMN yang sudah dalam kondisi rusak berat;

4. Proses pengusulan penghapusan BMN telah di laporkan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Padang Sidempuan.

e. SPI Kerugian Negara

Pengendalian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang penyelesaian kerugian negara dan indikasi kerugian negara sehingga kepala satuan kerja dapat mengetahui perkembangan proses penyelesaian kerugian negara maupun adanya indikasi kerugian negara dan hambatannya jika ada.

Selanjutnya kepala satuan kerja diwajibkan melakukan kegiatan pengendalian sesuai dengan ukuran, kompleksitas, dan sifat dari tugas dan fungsi Kementerian Kelautan dan Perikanan. Secara berjenjang, terkait dengan informasi penyelesaian kerugian negara dan indikasi kerugian negara di tingkat satker PPN Sibolga wajib mengetahui dan selanjutnya menetapkan kegiatan pengendalian.

Formulir pengendalian penyelesaian kerugian negara (KN) dapat dilihat pada lampiran. Sampai dengan Semester II, pada Satker Biro Perencanaan, tidak terdapat kerugian negara baik yang ditimbulkan oleh bendahara, pegawai negeri bukan bendahara, maupun pejabat lainnya.

f. SPI Penyerapan Anggaran

Penyerapan anggaran Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga sampai dengan Semester II tahun 2020 sebagai berikut:

1. Realisasi penyerapan anggaran Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga sampai dengan

Semester II adalah sebesar Rp 9.709.220.616,- atau sebesar 86,66% dari total anggaran sebesar Rp 11.203.664.000,- dan realisasi belanja TA 2020 dapat dilihat pada Tabel berikut ini:

(28)

Tabel Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja sampai dengan Semester II Tahun 2020

No. Kode | Nama Jenis Belanja Pagu Realisasi Persentase Realisasi

1 51 | BELANJA PEGAWAI 5.739.656.000 4875341044 84,94

2 52 | BELANJA BARANG 4.898.513.000 4.273.671.572 87,28

3 53 | BELANJA MODAL 567.495.000 560.208.000 98,72

Jumlah 11.203.664.000 9.709.220.616 86,66

2. Realisasi penyerapan anggaran Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga sampai dengan Semester II sebesar 99,66 %.

3.2.3 Pengendalian dengan Pendekatan Manajemen Risiko

Hasil penilaian risiko pada kegiatan Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga tahun 2020 sesuai komponen/kegiatan dalam RKA-KL TA 2020 sebagai berikut:

1. Awak kapal perikanan yang tersertifikasi (2337.041)

a. Tujuan Terlaksanannya Sertifikasi Awak Kapal Perikanan

b. Faktor Risiko Keterlambatan waktu pelaksanaaan kegiatan tidak sesuai dengan jadwal c. Sebab Belum ada identifikasi dan koordinasi terhadap awak kapal perikanan yang

akan disertifikasi

d. Dampak Keterlambatan dalam melaksanakan kegiatan e. Sifat Controllable / dapat dikendalikan

f. Sumber Seksi Kesyahbandaran

2. Kapal perikanan yang terdaftar (2337.063)

a. Tujuan Terwujudnya Perjanjian Kerja Laut (PKL) yang diterapkan b. Faktor Risiko Ketidaksesuaian jumlah kapal yang terdaftar

c. Sebab Tidak adanya kapal perikanan yang akan di cek fisik d. Dampak Jumlah kapal perikanan yang terdaftar menjadi sedikit e. Sifat Controllable / dapat dikendalikan

f. Sumber Seksi Kesyahbandaran

3. Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) yang ditingkatkan fasilitsnya (2338.096)

a. Tujuan Terlaksananya perencanaan pembuatan reseervoir air Terlaksananya pembuatan bak control IPAL

(29)

b. Faktor Risiko Tidak disetujuinya revisi untuk anggaran konsultan perencana Keterlambatan waktu pelaksanaan pekerjaan

c. Sebab Pemotongan anggaran oleh eselon I

Penyedia tidak menepati jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan sesuai kontrak

d. Dampak Pembangunan gagal dilaksanakan Terlambatnya penyelesaian pekerjaan e. Sifat Controllable / dapat dikendalikan

f. Sumber Subbag Tata Usaha

4. Pelabuhan Perikanan Nusantara yang Meningkat Operasionalnya (2338.097)

a. Tujuan Terlaksananya Pemeliharaan sarana dan prasarana untuk mendukung operasional PNBP

Terlaksananya Pemeliharaan sarana dan prasarana untuk mendukung peningkatan Operasional Pelabuhan

Pengadaan Perlengkapan Pendukung Peningkatan Pelayanan Publik di Pelabuhan Perikanan

Terlaksananya Kegiatan dalam rangka Peningkatan SDM Terlaksananya Kegiatan dalam rangka Peningkatan PNBP Terlaksananya pembelian Peralatan TPI Higienis

Terlaksananya Ketatausahaan PNBP

Terlaksananya Rapat Pertemuan dengan Pengguna Jasa dalam rangka Peningkatan PNBP

Terlaksananya implementasi WBK Terlaksananya Penyusunan Laporan

Terlaksananya penyiapan dan pelaksanaan kesyahbandaran di PPN Sibolga Penerapan Sertifikasi Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) di PPN Sibolga

Penyiapan dan Pelaksanaan Inspeksi Pengendalian Mutu Ikan

Penetapan Wilayah Kerja dan Operasional Pelabuhan Perikanan (WKOPP) diPPN Sibolga

Penyiapan dan penerapan PSM/ISO berupa Audit Internal Penyiapan dan penerapan PSM/ISO berupa Kaji Ulang

Terwujudnya penilaian kinerja dan penghitungan nilai ekonomi pelabuhan perikanan nusantara dalam pelaksanaan Sistem PIPP yang Terintegrasi dan Terkoneksi dengan Pelabuhan Perikanan

b. Faktor Risiko Pemanfaatan sarana/fasilitas kurang maksimal dan memadai Pemanfaatan sarana/fasilitas kurang maksimal dan memadai Tidak sesuai nilai HPS dengan nilai survei harga pasar

Tidak terselenggaranya perjalanan dinas dalam rangka peningkatan SDM Tidak terselenggaranya perjalanan dinas dalam rangka peningkatan SDM Ketidaksesuaian harga satuan pada dokumen pengadaan dengan harga pasar setempat

Tidak tersedianya barang persediaan konsumsi

Pengguna Jasa tidak tertib dalam pembayaran tagihan jasa PNBP Tidak ada komitmen bersama dari seluruh pegawai dalam implementasi WBK

Tidak tersusunnya laporan tahunan, laporan sakip, penerapan SPIP dan manajemen risiko, laporan statistik

Tidak tersusunnya laporan kesyahbandaran dan dokumen pendukung lainnya

Tidak terlakasananya peningkatan pelaksanaan SHTI di PPN Sibolga Tidak tercapainya target Inspeksi Mutu Ikan yang ditetapkan

(30)

Tidak sesuai batas-batas wilayah kerja dalam WKOPP Tidak terlaksananya kegiatan Audit Internal

Tidak terlaksananya kegiatan Kaji Ulang

Koneksi sistem PIPP yang mengalami gangguan

c. Sebab Anggaran tidak mencukupi untuk pemeliharaan sarana/fasilitas Anggaran tidak mencukupi untuk pemeliharaan sarana/fasilitas

Pejabat pengadaan tidak melakukan survei harga pasar di wilayah sibolga-tapteng

tidak adanya undangan perjalanan dinas tidak adanya undangan perjalanan dinas

Pejabat pengadaan tidak melakukan survei harga pasar di wilayah sibolga-tapteng

tidak ada stok atas persediaan barang konsumsi seperti ATK dan bahan komputer

Keterlambatan atas pemabayaran tagihan dan perubahan tarif jasa PNBP di PPN Sibolga

Belum seluruh pegawai memahami implementasi WBK

Kurangnya/terbatasnya SDM pegawai yang menangani penyusunan laporan Kurangnya pengawasan dan pengendalian terhadap monitoring pelaksanaan dan penyiapan dokumen kesyahbandaran

Kurangnya pengawasan dan pengendalian terhadap monitoring pelaksanaan SHTI di PPN Sibolga

Kurangnya stekeholder dalam memahami Inspeksi pengendalian Mutu Ikan Tidak adanya koordinasi antar sektoral terkait WKOPP

Tidak diidentifikasinya jenis-jenis pelayanan yang akan di audit internal Tidak diidentifikasinya jenis-jenis pelayanan yang akan di kaji ulang

Kurangnya pengawasan dan pengendalian terhadap monitoring sistem PIPP d. Dampak Terbengkalainya sarana/fasilitas yang ada

Terbengkalainya sarana/fasilitas yang ada

Ketidaksesuaian harga satuan pada dokumen pengadaan dengan harga pasar setempat

Kemampuan pegawai terkait SDM menjadi terbatas Kemampuan pegawai terkait PNBP menjadi terbatas

Terhambatnya operasional TPI Higienis berupa pembelian peralatan TPI Higienis

terhambatnya operasional dan kinerja kantor/pelabuhan Target PNBP tidak tercapai

Tidak adanya zona pembangunan WBKdi PPN Sibolga

Tidak memiliki pendokumentasian atas pelaksanaan operasional dan kinerja yang telah dilaksanakan sehingga kinerja dan operasional tidak terukur Tidak terlaksananya penyiapan dan pelaksanaan kesyahbandaran di PPN Sibolga

Menurunnya hasil tangkapan yang berorientasi ekspor Menurunnya kualitas dan mutu ikan di PPN Sibolga

Terjadi kesalahpahaman dalam menetapkan kebijakan terkait WKOPP Pelayanan tidak sesuai kaidah dan SOP

Pelayanan tidak sesuai kaidah dan SOP Sistem PIPP yang tidak terkelola dengan baik e. Sifat Controllable / dapat dikendalikan

f. Sumber Subbag Tata Usaha, Seksi Operasional, Seksi Kesyahbandaran, Seksi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha

(31)

5. Layanan Sarana dan Prasarana Internal (2338.951)

a. Tujuan Terselenggaranya Pengadaan alat pengolah data Terjanya Peralatan dan Fasilitas Perkantoran b. Faktor Risiko Keterlambatan waktu pelaksanaan pekerjaan

Tidak tersedianya peralatan pendukung PNBP berupa pompa pemadam kebakaran

c. Sebab Penyedia tidak menepati jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan sesuai kontrak

Penyedia tidak menepati jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan sesuai kontrak

d. Dampak Terhambatnya layanan sarana dan prasaranan internal di PPN Sibolga Terhambatnya layanan operasional di PPN Sibolga

e. Sifat Controllable / dapat dikendalikan

f. Sumber Subbag Tata Usaha, Penyedia Barang dan Jasa

6. Sistem perizinan pusat-daerah yang terintegrasi (2339.038)

a. Tujuan Terlaksananya Supervisi dan Evaluasi pengelolaan perizinan pusat dan daerah

b. Faktor Risiko Tidak terlaksananya perizinan pusat/daerah di PPN Sibolga

c. Sebab Tidak dilakukan pengawasan terhadap pelayanan dan sosialiasai perizinan pusat/daerah

d. Dampak Sistem perizinan tidak terintegrasi antara pusat dan daerah e. Sifat Controllable / dapat dikendalikan

f. Sumber Seksi Kesyahbandaran

7. Nelayan yang terfasilitasi kredit perikanan tangkap (2339.046)

a. Tujuan Terlaksananya Fasilitasi akses pendanaan usaha nelayan melalui lembaga keuangan (perbankan dan non perbankan)

b. Faktor Risiko Terbatasnya lembaga keuangan yang mendukung program ini c. Sebab Kurangnya informasi dan penjelasaan dari lembaga keuangan kepada

nelayan

d. Dampak Banyaknya nelayan yang tidak melaut akibat kurangnya modal dan investasi dari pihak perbankan

e. Sifat Controllable / dapat dikendalikan f. Sumber Seksi Operasional

8. Laut pedalaman, teritorial dan perairan kepulauan yang terkelola sumber daya ikannya (2341.043)

a. Tujuan Terkelolanya pelaksanaan rencana aksi pengelolaan perikanan b. Faktor Risiko Tidak terkelolanya koordinasi rencana aksi pengelolaan perikanan c. Sebab Tidak dilakukan perjalanan dinas menghadiri koordinasi RPP

d. Dampak Terhambatnya dan tidak ada koordinasi rencana aksi pengelolaan perikanan e. Sifat Controllable / dapat dikendalikan

f. Sumber Seksi Kesyahbandaran

9. Kapal Perikanan yang Menerapkan Logbook Penangkapan Ikan (2341.049)

(32)

b. Faktor Risiko Tidak terlaksananya Rapat teknis logbook penangkapan ikan di PPN Sibolga c. Sebab Tidak dilakukan pengawasan terhadap pelayanan dan sosialiasai perizinan

pusat/daerah

d. Dampak Tidak tertibnya kapal yang menyerahkan dan mengisi logbook perikanan e. Sifat Controllable / dapat dikendalikan

f. Sumber Seksi Kesyahbandaran

10. Layanan Perencanaan, Data, Evaluasi dan Pelaporan Perikanan Tangkap (2342.950.001)

a. Tujuan Perencanaan dan penganggaran Ditjen Perikanan Tangkap (051) Penyiapan bahan koordinasi pengolahan, verifikasi, validasi, dan analisis data perikanan tangkap SPIP dan Manajemen Resiko (052)

Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan program pengelolaan perikanan tangkap (053)

b. Faktor Risiko Tidak terkelolanya koordinasi rencana aksi pengelolaan perikanan Tidak terkelolanya verifikasi validasi SPIP dan Manajemen Risiko Tidak terlaksananya evaluasi dan pelaporan online program DJPT Tidak terlaksananya pembangunan zona integritas WBK

Tidak tersusunnya Laporan Tahunan

Tidak tersusunnya Laporan Kinerja Pelabuhan

c. Sebab Tidak dilakukan perjalanan dinas dalam perencanaan dan penganggaran Tidak dilakukan perjalanan dinas koordinasi ke pusat

Tidak dilakukan pengawasan terhadap evaluasi dan pelaporan program online DJPT

Tidak ada pembentukan tim kerja

Tidak terkumpulnya data dan informasi operasional pelabuhan Tidak tecapainya target dan realisasi IKU

d. Dampak Tidak tersedia anggaran dalam pelaksanaan kegiatan operasional pelabuhan

Tidak adanya pengawasan dalam pengolahan, verifikasi dan validasi SPIP dan Manajemen Risiko

Monev dan pelaporan online program DJPT tidak terkoordinasi dengan baik Terjadi korupsi dan gratifikasi kepada stakeholder

Tidak ada bahan untuk evaluasi terhadap kinerja pelabuhan Kinerja organisasi menurun

e. Sifat Controllable / dapat dikendalikan

f. Sumber Subbag Tata Usaha, Seksi Operasional, Seksi Kesyahbandaran, Seksi TKPU

11. Layanan SDM Aparatur Ditjen Perikanan Tangkap (2342.950.002)

a. Tujuan Penyusunan Administrasi Perencanaan dan Pengembangan SDM Aparatur (051)

b. Faktor Risiko Tidak terlaksananya sosialisasi jabatan fungsional P3T dan AP3T lingkup DJPT

c. Sebab Tidak tersedianya anggaran perjalanan dinas dalam rangka sosialisasi fungsional P3T dan AP3T

d. Dampak Terhambatnya proses pelaksanaan fungsional P3T dan AP3T e. Sifat Controllable / dapat dikendalikan

(33)

12. Layanan Keuangan, Pengelolaan Barang Milik Negara dan Umum (2342.950.003)

a. Tujuan Penyusunan administrasi keuangan (051) Penataan Barang Milik Negara (BMN) (052)

Penyelenggaraan tata usaha, persuratan, kearsipan dan rumah tangga (053) Terlaksananya Manajemen PNBP SDA Perikanan dan Imbal Jasa

Pelabuhan

b. Faktor Risiko Tidak tersusunnya laporan keuangan semester 1 dan 2 Tidak tersusunnya laporan SIMAK BMN

Tidak terselenggaranya perjalanan dinas dalam rangka penataan pelabuhan Tidak terselenggaranya perjalanan dinas dalam rangka peningkatan SDM c. Sebab Tidak adanya rekonsiliasi internal dan eksternal dalam penyusunan laporan

keuangan

Tidak dilakukan rekonsiliasi internal antar petugas persedian, BMN dan SAI tidak adanya undangan dalam rangka temu teknis pengelola dan informasi kepegawaian dan perjalanan dinas lainnya

tidak adanya undangan perjalanan dinas

d. Dampak Terhambatnya proses pelaksanaan fungsional P3T dan AP3T Laporan keuangan tidak balance

Laporan SIMAK BMN yang tidak balance

Tidak tercapainya kinerja / IKU penyelenggaraan tata usaha, persuratan dan rumah tangga

e. Sifat Controllable / dapat dikendalikan f. Sumber Subbag Tata Usaha

13. Layanan Hukum, Organisasi dan Kerjasama (2342.950.004)

a. Tujuan Pelaksanaan organisasi dan tata laksana (052)

Penyelenggaraan publikasi, hubungan masyarakat dan kerjasama (053) b. Faktor Risiko Tidak terlaksana pelaksanaan Forum Konsultasi publik di PPN Sibolga

Tidak terlaksana pelaksanaan Humas di PPN Sibolga c. Sebab Tidak tersedianya anggaran yang tersedia

Tidak terlaksananya apresiasi kehumasan dan perjalanan dalam rangka mengikuti kegiatan pameran tingkat prpinsi

d. Dampak Terhambatnya pelayanan dan konsultasi publik

Tidak terwujudnya hubungan yang harmonis antar masyarkat e. Sifat Controllable / dapat dikendalikan

f. Sumber Subbag Tata Usaha

14. Layanan Perkantoran (2342.994.001)

a. Tujuan Gaji dan Tunjangan (001)

Operasional dan Pemeliharaan Kantor (002)

b. Faktor Risiko Tidak terbayarnya gaji dan tunjangan pegawai di PPN Sibolga

Tidak terlaksananya operasional dan pemeliharaan kantor di PPN Sibolga c. Sebab Tidak tersedianya anggaran / DIPA di PPN Sibolga

Tidak tersedianya anggaran / DIPA di PPN Sibolga

d. Dampak Tidak terlaksananya operasional dan organisasi di PPN Sibolga Tidak terlaksananya operasional dan organisasi di PPN Sibolga e. Sifat Controllable / dapat dikendalikan

(34)

3.3 Hambatan, Rencana Pemecahan Masalah dan Tindak Lanjut Pemecahan Masalah

3.3.1 Hambatan

1. Kualitas SDM yang kurang optimal ketika menghadapi over load pekerjaan sehingga ada pekerjaan yang terbengkalai;

2. Kurang konsistennya pengawasan dan pengendalian sehingga ada SOP yang idak dilaksanakan;

3. Kurang ketelitiannya didalam melakuakn manajerial keuangan;

4. Perjanjian kineja yang outputnya kurang optimal sehingga menyisakan masalah; 5. Penyerapan anggaran belum maksimal; dan

6. Risiko besar kegiatan yang masuk dalam kategori manajemen risiko kurang diperhatikan. 3.3.2 Rencana Pemecahan Masalah

Rencana pemecahan masalah terhadap hambatan yang dihadapi dalam penyelenggaraan SPIP Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga yaitu:

1. Pengawasan dan pengendalian SOP yang konsisten di setiap lini pekerjaan; 2. Pelatihan teknis tentang manajerial keuangan dan penamaan kejujuran;

3. Penerapan program kerukunan, kekompakan dan kelancaran menuju kualitas SDM profesional dan religius sehingga tercipta iklim pekerjaan yang sejuk dengan penerapan revolusi mental melalui enam sikap yaitu: jujur, dapat dipercayai dan dapat mempercayai terkait tugas-tugas pokok fungsi, bekerja sungguh-sungguh dan hidup hemat, rukun;

4. Optimalisasi pencapaian output kinerja; 5. Optimalisasi penyerapan anggaran;

6. Percepatan penyelesaian kerugian Negara. 3.3.3 Tindak Lanjut Pemecahan Masalah

Realisasi dari rencana pemecahan masalah dalam penyelenggaraan SPIP Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga periode sebelumnya yaitu:

1. Pembuatan SOP disetiap elemen pekerjaan;

2. Revolusi mental dalam pengelolaan pegawai dan manajerial keuangan; dan 3. Maksimalkan kinerja, penyerapan anggaran dan penyelesaian kerugian negara.

(35)

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

1) Telah dilakukan Sosialisasi terhadap Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/PERMEN-KP/2016 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga kepada Tim SPIP yang terbentuk sesuai Keputusan Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga Nomor : 032/KPTS/KA-PPNS/TU.111/I/2020 tanggal 6 Januari 2020 tentang pembentukan Tim Implementasi Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) pada PPN Sibolga TA 2020.

2) Telah ada komitmen pimpinan untuk menerapkan SPIP Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga dengan melaksanakan implementasi pengendalian rutin, pengendalian berkala, dan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko.

3) Beberapa pengendalian intern dalam pengelolaan keuangan dan aset telah berjalan dengan baik, namun masih terdapat beberapa kelemahan pengendalian intern dalam pengelolaan keuangan dan BMN. Hal ini terlihat dari masih banyaknya temuan Aparat Pengawas Internal Pemerintah dan BPK-RI mengenai kepatuhan terhadap perundang-undangan dan Sistem Pengendalian Intern, seperti pengamanan terhadap aset baik secara administrasi, hukum, atau pun fisik.

4) Laporan Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga pada periode Semester II tahun 2020 ini merupakan sebuah laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan dan pengendalian atas kegiatan dan kebijakan dari seluruh program atau kegiatan yang telah dilaksanakan oleh masing-masing satuan kerja Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Saran

Mengingat masih banyaknya kekurangan dalam penerapan implementasi SPIP Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga KKP, khususnya Semester II tahun 2020 ini, maka perlu komitmen yang kuat dari seluruh pegawai di masing-masing satuan kerja baik dari jajaran pimpinan sampai dengan pelaksana dalam bentuk upaya strategis dan konkrit untuk meningkatkan kualitas implementasi SPIP di masa yang akan datang.

Sehingga tujuan SPIP yang antara lain; (1) Kegiatan yang efektif dan efisien, (2) Laporan keuangan yang dapat diandalkan, (3) Pengamanan aset negara, dan (4) Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan dapat terwujud.

Figur

Tabel Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja sampai dengan Semester II Tahun 2020

Tabel Rincian

Anggaran dan Realisasi Belanja sampai dengan Semester II Tahun 2020 p.28

Referensi

Related subjects :

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di