NEWS HEADLINES
JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART
Indeks akan menguji resistance level 5117 dalam pola chanelling di pekan ini. Jika berhasil breakout level tersebut membuka peluang IHSG menguji resisatance level baru berikutnya di 5130. Namun, waspadai bagi IHSG jika gagal breakout level tersebut, maka indeks akan menguji support level 5050.
JAKARTA INDICES STATISTICS
CLOSE CHANGE VOLUME (Mn) VALUE (Rp Bn)
IHSG 5110.178 +26.639 6,521.43 7,639.90
LQ-45 877.486 +5.266 1,814.53 5,883.36
MARKET REVIEW
MARKET VIEW
Pekan lalu IHSG ditutup pada level 4.110,18. Dari domestik, defisit anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (APBN-P) 2016 meningkat cukup tinggi dalam satu bulan. Hingga akhir Juni 2016 mencapai Rp 231,8 triliun, naik Rp 42,7 triliun dibanding posisi akhir bulan Mei 2016. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan hingga akhir Juni 2016, realisasi penerimaan negara mencapai 35%-36% dari target dalam APBN-P 2016 yang dipatok sebesar Rp 1.786,2 triliun. Dengan demikian, realisasi penerimaan negara semester pertama tahun ini mencapai sekitar Rp 643,03 triliun. Belanja negara selama 6 bulan awal 2016 mencapai Rp874,82 triliun. Dengan demikian, defisit anggaran semester pertama tahun ini mencapai Rp 231,8 triliun atau 1,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut meningkat Rp 42,7 triliun dibanding posisi defisit sampai dengan akhir bulam Mei 2016.
Dari global laporan tahunan yang dikenal dengan nama Beige
Book, The Federal Reserve mengungkapkan, perekonomian Amerika Serikat (AS) terus tumbuh dari periode pertengahan Mei hingga akhir Juni. Tetapi, hanya ada sedikit indikasi bahwa tingkat inflasi akan segera naik dalam waktu dekat. Laporan yang sama juga menulis, tekanan pada tingkat upah juga moderat di hampir seluruh distrik bank sentral. Selain itu, para petinggi the Fed mencemaskan minimnya kemajuan dalam upaya mengerek inflasi sesuai target yang dipatok bank sentral yakni 2% seiring perlambatan ekonomi global. Belum lagi, investasi bisnis AS juga melemah selama dua kuartal beruntun. Sebelumnya, the Fed sudah mendongkrak suku bunga acuannya pada Desember 2015 untuk kali pertama dalam hampir satu dekade terakhir. Namun, sepertinya, bank sentral akan menahan suku bunganya di posisi sekarang hingga akhir tahun ini. Meskipun pertumbuhan tenaga
kerja AS mencatatkan rebound yang menggembirakan pada Juni lalu,
para trader melihat the Fed akan menahan suku bunga acuan hingga setidaknya pertengahan 2017.
Dari regional, Impor China turun 2,3 persen YoY sepanjang Juni lalu, data resmi menunjukkan, dalam sebuah tanda kemungkinan melemahnya permintaan domestik di ekonomi terbesar kedua di dunia. Ekspor tercatat meningkat 1,3 persen YoY, sementara surplus perdagangan bulanan melonjak 12,8 persen menjadi 311,2 miliar yuan (sekitar US$46,5 juta).
Ekonomi Cina terlihat lebih stabil menyusul meningkatnya pinjaman dan pengeluaran konsumen di kuartal II, mengindikasikan ekonomi Cina mulai merespon dukungan langkah-langkah kebijakan moneter dan fiskal. Gross Domestic Product (GDP) Cina tumbuh 6,7% (yoy) di kuartal II 2016, sejalan dengan target pertumbuhan tahunan minimal 6,5% yang dicanangkan Pemerintah. Sementara laporan lainnya menunjukkan output industri dan penjualan ritel bulan Juni mampu melampaui perkiraan, meskipun investasi mengalami perlambatan.
Pasca Brexit, Bank of England (BoE) secara mengejutkan mempertahankan tingkat suku bunga dan mensiyalkan stimulus tambahan di bulan Agustus untuk membantu perekonomian negara tersebut. Sementara bank sentral mengatakan telah mendiskusikan kebijakan apa yang dapat digunakan untuk membantu perekonomian. Kepala ekonom BOE Andrew Haldane,mengatakan BoE harus mengambil langkah segara cepat dan tegas untuk menstimulasi perekonomian dan mendorong tingkat kepercayaan, Lebih lanjut, Haldane mengatakan bank sentral perlu meluncurkan paket pelonggaran kebijakan moneter yang saling melengkapi pada pertemuan kebijakan tanggal 4 Agustus nanti. Haldane mengatakan dirinya memperkirakan perekonomian Inggris akan melambat tajam pada kuartal depan, namun tidak melihat sebuah keruntuhan.
Petinggi Federal Reseve AS mengungkapkan, bahwa bank sentral AS tidak terburu-buru menaikkan suku bunga setelah Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa, meskipun perekonomian AS sudah mendekati full employment. Jelang pertemuan The Fed pada 26-27 Juli mendatang, kelompok inti penentu kebijakan The Fed cenderung memilih untuk mempertahankan suku bunga.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan kinerja ekspor bulan lalu mulai membaik. Nilai ekspor Juni 2016 mencatat rekor tertinggi dalam satu tahun terakhir. Hal ini membuat surplus neraca perdagangan kembali naik. Ekspor Juni tercatat US$ 12,92 miliar atau naik 12,18 persen dibandingkan Mei 2016. Ekspor migas naik 23,92% menjadi US$ 1,19 miliar. Sementara ekspor nonmigas naik 11,12% menjadi US$ 11,73 miliar. Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat Juni 2016 mencapai angka terbesar yaitu US$1,62 miliar, disusul Jepang US$1,24 miliar dan Tiongkok US$1,21 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,73 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,24 miliar. Kinerja perdagangan Juni tahun ini cukup baik, karena mampu mendongkrak surplus neraca perdangan yang sempat mengecil bulan sebelumnya. Surplus neraca perdagangan Juni naik hingga lebih dari dua kali lipat, mencapai US$ 900,2 juta. Sedangkan surplus Mei hanya US$ 375,6 juta. Surplus perdagangan paling besar adalah dengan Amerika Serikat yang mencapai US$ 7,8 miliar. Sedangkan neraca perdagangan dengan Cina mencatat defisit paling besar yakni mencapai US$ 6 miliar.
Akumulasi dari sentimen di atas yang terbilang positif membuka peluang bagi IHSG untuk menguat pada pekan ini..
WEEKLY REPORT
18 Juli 2016
• ASII ekspansi infrastruktur Rp 4,5 triliun
• Anak usaha UNTR dirikan anak usaha di bidang perdagangan • SMGR akan masuk ke Asia Selatan dan Malaysia
• Penjualan semen domestik SMGR per 1H16 naik 1,6% YoY • Penjualan semen SMBR naik 4% YoY pada semester I-2016 • MEDC peroleh dana obligasi Rp 1,25 triliun
• PGAS & Pertagas akur menggarap pipa gas Duri-Dumai • Bentuk holding migas, Pertagas akan digabung dengan PGAS • RUPSLB BABP setujui PUT V di harga Rp 100 per saham • BBCA dan BBTN belum tertarik masuk bisnis trustee • BBNI siapkan 1.800 gerai layani dana repatriasi • ICON akan rights issue
• TRIO berharap kreditur sepakati perdamaian seiring PKPU • LCTI jual 4,75% saham FPNI
• ERTX akan tambah kapasitas produksi
• BISI targetkan produksi benih jagung tahun 2016 naik 25% • PLB PTRO jadi pangkalan logistik Japan Drilling
18 July 2016
18 July 2016
Astra Internasional (ASII) menyiapkan dana senilai Rp 4,5 triliun untuk melanjutkan ekspansi di sektor infrastruktur hingga 2020. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk mengejar target ekspansi jalan tol hingga 330 km pada 2020. Sebagian besar proyek tol perseroan dalam tahap konstruksi, yakni Jombang-Mojokerto-Kertosono sepanjang 40,5 km. Fokus investasi jalan tol Grup Astra saat ini masih di Jawa, tetapi tidak menutup kemungkinan bila ada kesempatan di luar Jawa yang feasible untuk digarap.
United Tractors (UNTR) melalui anak perusahaannya, yaitu PT Karya Supra Perkasa (KSP) telah mendirikan suatu perseroan terbatas, yaitu SAH yang bergerak di bidang perdagangan dan industri atau manufaktur produk beton serta penyewaan alat penunjang produk beton. Tujuan pendirian SAH adalah sebagai bentuk ekspansi dan diversifikasi seluruh kegiatan usaha grup perseroan.
Semen Indonesia (SMGR) tengah membidik perusahaan semen di Malaysia dan Asia Selatan untuk diakuisisi. Ekspansi luar negeri akan menjadi strategi pertumbuhan perseroan ke depan, seiring kian ketatnya pasokan semen di dalam negeri. Permintaan semen di Asia Selatan masih besar, tetapi fasilitas produksinya minim. Metode ekspansi dapat direalisasikan dengan pembangunan pabrik baru atau akuisisi perusahaan semen eksisting.
Penjualan Semen Indonesia (SMGR) pada semester I 2016 meningkat hingga mencapai 12.184 juta ton dibanding periode sama tahun 2015 yang sebesar 11.989 juta ton. Peningkatan penjualan itu merupakan penjualan dalam negeri. Sedang penjualan ke luar negeri sebesar 189 ribu ton.
Semen Baturaja (SMBR) membukukan volume penjualan semen 693.193 ton sepanjang Januari-Juni 2016 atau meningkat 4% YoY. Sementara itu, penjualan semen perseroan mencapai 140.931 ton pada Juni 2016 atau meningkat 6% YoY. SMBR optimis penjualan semen di semester II akan lebih meningkat seiring meningkatnya pembangunan infrastruktur seperti LRT, jembatan Musi VI, fasilitas Asian Games Jakabaring, Masjid Raya Sumsel, Tol Sumatera, dan proyek infrastruktur lainnya.
Medco Energi Internasional (MEDC) memperoleh dana Rp 1,25 triliun dari penerbitan obligasi berkelanjutan II tahun 2016 tahap I. Perolehan tersebut di bawah target semula senilai Rp 1,5 triliun. Rinciannya, seri A berjangka waktu tiga tahun sebesar Rp 327 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,8% per tahun. Seri B berjangka waktu lima tahun bernilai emisi Rp 923 miliar dan tingkat bunga tetap sebesar 11,3% per tahun. Perseroan akan menggunakan sekitar 70% dana obligasi untuk pendanaan ulang utang dan sisanya untuk mendukung belanja modal dan akuisisi.
Setelah terjadi perebutan izin proyek pipa gas Duri-Dumai, pemerintah akhirnya menugaskan Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan PT Pertamina untuk melakukan pembangunan bersama proyek tersebut. Kedua perusahaan tersebut akan mendapatkan alokasi gas di mana PGAS untuk industri dan Pertamina untuk Kilang Dumai. Terkait dengan penetapan toll fee, akan dilakukan sesuai aturan BPH Migas, karena pipa yang dibangun merupakan pipa open access yang bisa dimanfaatkan secara tebuka. Di sisi lain, pembagian tugas meliputi proses pembangunan juga pengoperasian nantinya dilakukan melalui skema bisnis antara kedua perusahaan tersebut.
PT. Pertamina Gas (Pertagas) akan digabung dengan Perusahaan Gas Negara (PGAS) menyusul rencana Pemerintah yang akan membentuk Holding Energi yang selanjutnya ini diubah menjadi
Holding Migas. Nantinya PT. Pertamina akan menjadi induk dari PGN dalam skema yang berbungkus holding energi tersebut.
Rapat Umum Pemegang Saham luar Biasa (RUPSLB) Bank MNC Internasional (BABP) menyetujui rencana Penawaran Umum Terbatas V dengan melepas saham sebanyak-banyaknya 5.311.229.590 saham atau setara dengan Rp 531,1 miliar dengan harga penawaran Rp 100 per saham. Penambahan modal MNC Bank tersebut untuk memperkuat struktur permodalan perseroan dalam upaya meningkatkan aset produktif melalui penyaluran kredit, penempatan dana serta pembelian surat berharga dengan tetap memperhatikan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM). MNC Bank juga akan merilis Waran Seri III senilai Rp 531,1 miliar. Dengan demikian perseroan akan mendapatkan dana lebih dari Rp 1 triliun, sehingga modal inti menjadi sekitar Rp 2,6 triliun-Rp 2,7 triliun.
Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Tabungan Negara (BBTN) belum tertarik untuk menyelenggarakan bisnis trustee, kendati OJK berencana melonggarkan ketentuan bisnis tersebut. Pelonggaran ketentuan untuk mengantisipasi adanya potensi dana repatriasi yang masuk ke Indonesia terkait kebijakan tax amnesty.
Bank Negara Indonesia (BBNI) menyiapkan 1.800 lebih kantor cabang dan enam kantor cabang luar negeri, untuk melayani nasabah atau masyarakat umum yang ingin mendapatkan pelayanan terkait pemanfaatan fasilitas pengampunan pajak (tax amnesty).
Island Concept (ICON) berencana menambah modal senilai Rp 120 miliar melalui rights issue. Rights issue direncanakan berlangsung pada pertengahan 2017. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk ekspansi proyek taman bermain dan vila. Untuk pembangunan taman bermain, perseroan membutuhkan investasi Rp 80 miliar. Sementara itu, untuk pengembangan proyek vila, ICON membutuhkan modal Rp 40 miliar. Di sisi lain, perseroan menargetkan pendapatan Rp 220 miliar hingga akhir 2016, naik 28% YoY. Lini bisnis properti dan jasa katering akan tetap menjadi kontributor utama pendapatan.
Trikomsel Oke (TRIO) berharap agar para kreditur menyepakati mekanisme solutif dalam bentuk perdamaian yang ditawarkan perseroan seiring adanya periode Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Perseroan berharap upaya penyelesaian kewajiban utang perseroan bisa dilakukan melalui mekanisme perdamaian dengan para kreditur. Perseroan membantah kabar yang menyebutkan bahwa solusi terakhir yang akan ditempuh perseroan adalah melakukan merger.
Pemegang saham pengendali Lotte Chemical Titan (FPNI) yakni Lotte Chemical Titan International Sdn.Bhd (LCTI) telah menjual sebagian sahamnya pada 15 Juli 2016 sebanyak 264.268.320 saham atau setara dengan 4,75% dari total saham perseroan. Dengan pelepasan tersebut, maka Lotte Chemical Titan International Sdn.Bhd kini memiliki sisa saham sebanyak 5.032.280.695 saham atau mewakili 90,40% dan masyarakat 534.133.305 saham atau 9,60%. LCTI berencana melepas lagi sebanyak 273.154.020 saham kepada masyarakat sesuai dengan aturan Bapepam dan LK.
Eratex Djaja (ERTX) berencana menambah kapasitas produksi sebesar 7.200.000 pcs pakaian jadi per tahun. Perusahaan telah menerima izin perluasan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Investasi dari penambahan produksi ini berasal
18 July 2016
18 July 2016
dari laba ditahan dan pinjaman bank. Perseroan juga melakukan peningkatan penjualan secara bertahap sejalan dengan peningkatan kapasitas tersebut.
Bisi International (BISI) menargetkan produksi benih jagung tahun 2016 sebanyak 20.000 ton, atau naik 25% dibandingkan realisasi tahun 2015 sebesar 15.000 ton. Sampai saat ini realisasi produksi benih Bisi sebesar 5.000 ton dan tetap optimis akhir tahun mencapai 20.000 ton. Bisi menganggarkan belanja modal tahun 2016 sebesar Rp 40 miliar untuk pengembangan usahanya. Modal belanja ini berasal dari kas internal. Sejauh ini BISI sudah memiliki kerja sama dengan petani dengan luas lahan sebesar 30.000 ha, dimana luas lahan itu ditargetkan mencapai 100.000 ha pada tahun 2016 ini.
Kawasan Logistik Lepas Pantai (Petrosea offshore supply base/POSB) milik Petrosea (PTRO) menjadi pangkalan jackup rig Hakuryu 10 milik Japan Drilling Indonesia sebelum dikirim ke luar dari wilayah Indonesia. Kedatangan jackup rig ini sesuai dengan keputusan pemerintah yang menetapkan POSB sebagai pusat logistik berikat (PLB) di Indonesia. Penetapan ini diharapkan menjadikan POSB sebagai hub logistic kegiatan minyak dan gas untuk kawasan Asia Pasifik.
18 July 2016
COMMODITIES
DUAL LISTING
Description Price (USD) Change Description Price (USD) Price (IDR) Change
(IDR)
Crude Oil (US$)/Barrel 45.96 0.01 TLKM (US) 64 20,979 52
Natural Gas (US$)/mmBtu 2.78 0.02 ANTM (GR) 0.04 521 14
Gold (US$)/Ounce 1333.20 -4.30
Nickel (US$)/MT 10280.00 -80.00
Tin (US$)/MT 18140.00 45.00
Coal (NEWC) (US$)/MT* 61.30 -1.10
Coal (RB) (US$)/MT* 62.00 -1.36
CPO (ROTH) (US$)/MT 640.00 7.50
CPO (MYR)/MT 2297.00 -8.50
Rubber (MYR/Kg) 666.00 -3.00
Pulp (BHKP) (US$)/per ton 677.54 -1.32
*weekly
GLOBAL INDICES VALUATION
Change PER (X) PBV (X)
Country Indices Price
%Day %YTD 2015E 2016F 2015E 2016F
Market Cap (USD
Bn)
USA DOW JONES INDUS. 18516.55 0.05 6.26 17.25 15.32 3.14 2.97 5,524.9
USA NASDAQ COMPOSITE 5029.59 -0.09 0.44 21.83 18.50 3.49 3.15 7,942.3
ENGLAND FTSE 100 INDEX 6669.24 0.22 6.84 17.20 14.75 1.78 1.72 1,699.4
CHINA SHANGHAI SE A SH 3197.33 0.01 -13.69 14.00 12.41 1.46 1.34 3,906.2
CHINA SHENZHEN SE A SH 2132.97 -0.31 -11.70 24.60 19.22 3.27 2.95 3,287.0
HONG KONG HANG SENG INDEX 21659.25 0.46 -1.16 11.98 10.87 1.09 1.03 1,767.0
INDONESIA JAKARTA COMPOSITE 5110.18 0.52 11.26 16.55 14.33 2.42 2.19 419.7
JAPAN NIKKEI 225 16497.85 0.68 -13.32 16.64 15.21 1.42 1.34 2,782.6
MALAYSIA KLCI 1668.40 0.82 -1.42 16.14 15.04 1.66 1.57 254.5
SINGAPORE STRAITS TIMES INDEX 2925.35 0.63 1.48 13.32 12.77 1.13 1.08 304.9
FOREIGN EXCHANGE
FOREIGN EXCHANGE
Description Rate (IDR) Change Description Rate (USD) Change
USD/IDR 13,095.50 22.50 1000 IDR/ USD 0.08 -0.0001
EUR/IDR 14,477.73 -113.63 EUR / USD 1.11 0.0021
JPY/IDR 124.13 0.45 JPY / USD 0.01 -0.0001
SGD/IDR 9,720.96 -20.79 SGD / USD 0.74 0.0004
AUD/IDR 9,942.82 -81.53 AUD / USD 0.76 0.0015
GBP/IDR 17,326.13 -246.93 GBP / USD 1.32 0.0039
CNY/IDR 1,956.45 -1.39 CNY / USD 0.15 -0.0002
MYR/IDR 3,318.89 6.33 MYR / USD 0.25 0.0000
KRW/IDR 11.55 0.06 100 KRW / USD 0.09 0.0003
CENTRAL BANK RATE
INTERBANK LENDING RATE
Description Country Rate (%) Description Country Rate (%)
FED Rate (%) US 0.50 JIBOR (IDR) Indonesia 6.29
BI Rate (%) Indonesia 6.50 LIBOR (GBP) England 0.50
ECB Rate (%) Euro 0.00 SIBOR (USD) Singapore 0.17
BOJ Rate (%) Japan 0.10 D TIBOR (YEN) Japan 0.03
BOE Rate (%) England 0.50 Z TIBOR (YEN) Japan 0.03
PBOC Rate (%) China 4.35 SHIBOR (RENMINBI) China 2.80
INDONESIAN ECONOMIC INDICATORS
SBI
Description June-16 May-16 Description Rate (%)
Inflation YTD % 1.06 0.40 SBI (9M) 6.60
Inflation YOY % 3.45 3.33 SBIS (9M) 6.60
Inflation MOM % 0.66 0.24 SBI (12M) 6.75
Foreign Reserve (USD) 109.79 Bn 103.59 Bn SBIS (12M) 6.75
18 July 2016
BUSINESS & ECONOMIC CALENDAR
Date Agenda Expectation
19 Jul US Housing Starts Naik menjadi 1170 ribu dari 1164 ribu
19 Jul US Housing Starts MoM Naik menjadi 0.5% dari -0.3%
19 Jul US Building Permits Turun menjadi 1136 ribu dari 1138 ribu
19 Jul US Building Permits MoM Turun menjadi 0.5% dari 0.7%
21 Jul US Initial Jobless Claims Naik menjadi 270 ribu dari 254 ribu
21 Jul US Continuing Claims --
21 Jul US Existing Home Sales Turun menjadi 5.47 juta dari 5.53 juta
21 Jul US Existing Home Sales MoM Turun menjadi -1.1% dari 1.8%
21 Jul US Leading Index Naik menjadi 0.2% dari -0.2%
Ket: (*) US Time (^) Tentative
LEADING MOVERS
LAGGING MOVERS
Stock Price Change (%) Index pt Stock Price Change (%) Index pt
TLKM IJ 4200 2.19 8.46 GGRM IJ 70400 -2.39 -3.10 BBCA IJ 14000 1.08 3.42 ADRO IJ 995 -4.33 -1.34 PGAS IJ 2660 5.98 3.39 SMGR IJ 9050 -2.43 -1.25 BBRI IJ 11500 1.10 2.85 SCMA IJ 3200 -2.44 -1.09 BBNI IJ 5450 2.83 2.58 BSDE IJ 2000 -2.44 -0.90 LPPF IJ 21500 3.24 1.84 CTRA IJ 1450 -3.33 -0.72 BMRI IJ 9675 0.78 1.62 PWON IJ 630 -2.33 -0.67 UNVR IJ 44500 0.45 1.42 INTP IJ 16750 -0.89 -0.52 CPIN IJ 3910 2.09 1.22 JPFA IJ 1255 -3.46 -0.45 JSMR IJ 5550 3.26 1.11 BNLI IJ 710 -2.74 -0.41
UPCOMING IPO'S
Company Business IPO Price
(IDR)
Issued
Shares (Mn) Offering Date Listing Underwriter
PT Protech Mitra Perkasa Tower BTS Infrastructure
190.00 160.00 30 Jun – 11 Jul’16 18 Jul’16 Erdhika Elite Securities PT Capital Financial
Indonesia
Investment Finance
130.00 5,500.00 29 Jun-12 Jul’16 19 Jul’16 Sinarmas Sekuritas PT Buyung Poetra
Sembada
18 July 2016
18 July 2016
DIVIDEND
Stock DPS (IDR) Status CUM Date EX Date Recording Payment
ECII 5.52 Cash Dividend 14 Jul-16 15 Jul-16 19 Jul-16 10 Aug-16
CASS 11.32 Cash Dividend 14 Jul-16 15 Jul-16 19 Jul-16 10 Aug-16
CORPORATE ACTIONS
Stock Action Ratio EXC. Price (IDR) CUM Date EX Date Trading Period
BTEK Rights Issue 5:22 1000.00 28 Jun’16 29 Jun’16 12 Jul – 25 Jul’16
AKKU Rights Issue 2:49 101.00 29 Jun’16 30 Jun’16 13 Jul – 19 Jul’16
BHIT Rights Issue 5:1 185.00 01 July’16 11 July’16 15 Jul – 28 Jul’16
BINA Rights Issue 84:25 240.00 01 July’16 11 July’16 15 Jul – 21 Jul’16
BLTZ Rights Issue 17:5 6550.00 13 July’16 14 July’16 20 Jul – 26 Jul’16
BEKS Rights Issue 1000:3294 18.35 05 Aug’16 08 Aug’16 12 Aug – 22 Aug’16
POOL Rights Issue 1:7 250.00 05 Aug’16 08 Aug’16 22 Aug – 26 Aug’16
BMAS Rights Issue 64:10 340.00 30 Aug’16 31 Aug’16 06 Sep – 13 Sep’16
GENERAL MEETING
Emiten AGM/EGM Date Agenda
JPFA RUPSLB 18-Jul-16
TRUB RUPST 18-Jul-16
WTON RUPSLB 20-Jul-16
CTBN RUPST 20-Jul-16
MITI RUPST/LB 21-Jul-16
ISSP RUPST/LB 21-Jul-16
SKYB RUPST 21-Jul-16
ENRG RUPST/LB 22-Jul-16
PTIS RUPST 22-Jul-16
MYRX RUPST/LB 28-Jul-16
ARTI RUPST/LB 03-Aug-16
SCPI RUPST 03-Aug-16
MKPI RUPSLB 05-Aug-16
ITMA RUPST 12-Aug-16
IKBI RUPST 16-Aug-16
WIKA RUPSLB 22-Aug-16
CNTX RUPSLB 23-Aug-16
CNTB RUPSLB 23-Aug-16
18 July 2016
18 July 2016
TLKM
TRADING BUY
S1 4130 R1 4240 Trend Grafik Major Up Minor Up
S2 4020 R2 4350
Closing
Price 4200
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area overbought • Harga berada dalam area upper band Prediksi • Trading range Rp 4130-Rp 4240
• Entry Rp 4200, take Profit Rp 4240
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 77.62 Positif
MACD 10.07 Positif
True Strength Index (TSI) 42.52 Positif
Bollinger Band (Mid) 3935 Positif
MA5 4148 Positif 2,800 3,000 3,200 3,400 3,600 3,800 4,000 4,200
2016 February March April May Jun Jul
TLKM Upward Sloping Channel
4,025.17 4,025.17 3,935 3,765 3,765 3,740 3,711.39 4,082.5 4,148 4,200 4,200 4,200 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 TLKM - Stochastic %D(6,3,3) = 75.75, Stochastic %K = 77.42, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
75.7493 75.7493 20 77.4194 77.4194 80 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 0.0 TLKM - MACD (5,3) = -31.80, Signal() = -35.09 -35.0881 -31.8027 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 TLKM - TSI(3,5,3) = 42.52, Volume() = 109,258,400.00 42.5229 0.00000 52.4457 109,258,40 TLKMWilliam's % R(14)= 11 54Volume()= 109 258 400 00 -11.5385 109,258,40
Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com
BMRI
TRADING BUY
S1 9600 R1 9725 Trend Grafik Major Up Minor Up
S2 9475 R2 9850
Closing
Price 9675
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi negatif • Stochastics fast line & slow indikasi negatif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area netral Prediksi • Trading range Rp 9600-Rp 9850 • Entry Rp 9675, take Profit Rp 9850
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 83.25 Negatif
MACD 65.03 Negatif
True Strength Index (TSI) 14.21 Positif
Bollinger Band (Mid) 9308 Positif
MA5 9810 Negatif 8,400 8,800 9,200 9,600 10,000 10,400
2016 February March April May Jun Jul
BMRI Upward Sloping Channel
9,675 9,675 9,325 9,307.5 8,924.07 8,924.07 8,821.83 9,675 9,696.88 9,810 10,175 10,242.5 10,242.5 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 BMRI - Stochastic %D(6,3,3) = 66.97, Stochastic %K = 47.06, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
47.0588 47.0588 20 66.9737 66.9737 80 -120.0 -60.0 0.0 60.0 120.0 0.0 BMRI - MACD (5,3) = -3.95, Si gnal() = -34.72
-34.7199 -3.94872 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 BMRI - TSI(3,5,3) = 14.21, Volume() = 25,284,000.00
14.214
0.00000
26.628 25,284,00
BMRIWilliam's % R(14)= 37 74Volume()= 25 284 000 00 -37.7358 25,284,00
18 July 2016
18 July 2016
ITMG
TRADING BUY
S1 10400 R1 10900 Trend Grafik Major Up Minor Up
S2 9900 R2 11400
Closing
Price 10700
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area overbought • Harga berada dalam area upper band Prediksi • Trading range Rp 10400-Rp 10900
• Entry Rp 10700, take Profit Rp 10900
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 93.65 Positif
MACD 238.10 Positif
True Strength Index (TSI) 62.38 Positif
Bollinger Band (Mid) 9185 Positif
MA5 10255 Positif 5,000 6,000 7,000 8,000 9,000 10,000 11,000
2016 February March April May Jun Jul
ITMG Upward Sloping Channel
9,483.33 9,185 8,900 8,825 8,825 8,375 7,995.91 9,483.33 9,925 10,255 10,700 10,700 10,700 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 ITMG - Stochastic %D(6,3,3) = 88.72, Stochastic %K = 85.76, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00 85.7623
80 20 85.7623 88.7172 88.7172 -240.0 -180.0 -120.0 -60.0 0.0 60.0 120.0 180.0 0.0 ITMG - MACD (5,3) = -201.56, Signal() = -198.94
-201.563 -198.939 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0
ITMG - TSI(3,5,3) = 62.38, Volume() = 1,168,600.00 62.3841
0.00000
69.8813 1,168,600
ITMGWilliam's % R(14)= 4 12Volume()= 1 168 600 00 -4.12371 1,168,600
Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com
SMGR
TRADING BUY
S1 8950 R1 9225 Trend Grafik Major Down Minor Down
S2 8675 R2 9500
Closing
Price 9050
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi negatif • Stochastics fast line & slow indikasi negatif • Candle chart indikasi potensi rebound • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area netral
Prediksi • Trading range Rp 8950-Rp 9225 • Entry Rp 9050, take Profit Rp 9225
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 82.22 Negatif
MACD 18.69 Negatif
True Strength Index (TSI) -3.10 Positif
Bollinger Band (Mid) 9106 Negatif
MA5 9470 Negatif 8,400 9,000 9,600 10,200 10,800 11,400
2016 February March April May Jun Jul
SMGR Upward Sloping Channel
9,050 9,050 9,050 8,758.65 8,747.22 8,747.22 8,725 9,106.25 9,390.63 9,470 9,850 9,972.73 9,972.73 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 SMGR - Stochastic %D(6,3,3) = 59.37, Stochastic %K = 29.18, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
29.1847 29.1847 20 59.3667 59.3667 80 -100.0 -50.0 0.0 50.0 100.0 150.0 0.0 SMGR - MACD (5,3) = 62.41, Signal() = 6.93 6.92769 62.4088 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 SMGR - TSI(3,5,3) = -3.10, Volume() = 22,723,300.00 0.00000 -3.10217 16.9196 22,723,30 SMGRWilliam's % R(14)= 71 11Volume()= 22 723 300 00 -71.1111 22,723,30
18 July 2016
18 July 2016
TINS
TRADING BUY
S1 820 R1 895 Trend Grafik Major Up Minor Up
S2 745 R2 970
Closing
Price 865
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area overbought • Harga berada dalam area upper band
Prediksi • Trading range Rp 820-Rp 895 • Entry Rp 865, take Profit Rp 895
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 81.09 Positif
MACD 20.28 Positif
True Strength Index (TSI) 67.89 Positif
Bollinger Band (Mid) 733 Positif
MA5 805 Positif 500 600 700 800 900
2016 February March April May Jun Jul
TINS Downward Sloping Channel
739 739 732.5 675 664.5 664.5 631.016 750 763.75 805 865 865 865 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 TINS - Stochastic %D(6,3,3) = 90.33, Stochastic %K = 88.61, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00 88.6094
80 20 88.6094 90.3255 90.3255 -24.0 -18.0 -12.0 -6.0 0.0 6.0 12.0 18.0 0.0 TINS - MACD (5,3) = -23.27, Signal() = -20.04
-23.2711 -20.0384 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0
TINS - TSI(3,5,3) = 67.89, Volume() = 52,841,700.00 61.8432
0.00000 67.888
52,841,70
TINSWilliam's % R(14)= 9 52Volume()= 52 841 700 00 -9.52381 52,841,70
Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com
LPPF
TRADING BUY
S1 21075 R1 21750 Trend Grafik Major Up Minor Up
S2 20400 R2 22425
Closing
Price 21500
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi negatif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI mendekati area overbought • Harga berada dalam area upper band
Prediksi • Trading range Rp 21075-Rp 21750 • Entry Rp 21500, take Profit Rp 21750
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 76.03 Negatif
MACD 227.01 Positif
True Strength Index (TSI) 42.64 Positif
Bollinger Band (Mid) 19924 Positif
MA5 21030 Positif 15,000 16,000 17,000 18,000 19,000 20,000 21,000 22,000 23,000
2016 February March April May Jun Jul
LPPF Upward Sloping Channel
20,631.3 20,500 19,923.8 19,483.3 19,483.3 19,025 18,786.6 21,030 21,500 21,500 21,500 22,745.5 22,745.5 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 LPPF - Stochastic %D(6,3,3) = 72.55, Stochastic %K = 65.88, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
65.8816 65.8816 20 72.5494 72.5494 80 -300 -200 -100 0 100 200 0 LPPF - MACD (5,3) = -202.62, Signal() = -184.90 -202.624 -184.898 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 LPPF - TSI(3,5,3) = 42.64, Volume() = 3,724,900.00 40.7755 0.00000 42.6393 3,724,900 LPPFWilliam's % R(14)= 30 28Volume()= 3 724 900 00 -30.2817 3,724,900
18 July 2016
18 July 2016
THESE RECOMMENDATIONS ARE BASED ON TECHNICAL AND ONLY INTENDED FOR ONE DAY TRADING
Price Support Resistance Indicators 1 Month
Ticker Rec
15-07-16 Entry Exit S2 S1 R1 R2 MACD Stoc* MA5* High Low
Agriculture
AALI Trading Buy 14800 14800 15000 14050 14525 15000 15475 Positif Positif Positif 16200 13125
LSIP Trading Buy 1435 1435 1465 1325 1395 1465 1535 Positif Positif Positif 1595 1330
SGRO Trading Sell 1995 1995 1980 1950 1980 2010 2040 Negatif Negatif Positif 2000 1850
Mining
PTBA Trading Sell 9625 9625 9425 9025 9425 9825 10225 Positif Positif Positif 9775 6375
ADRO Trading Sell 995 995 975 910 975 1040 1105 Negatif Negatif Positif 1075 690
MEDC Trading Buy 1790 1790 1815 1725 1770 1815 1860 Negatif Positif Negatif 1950 1145
INCO Trading Buy 2320 2320 2390 2130 2260 2390 2520 Positif Positif Positif 2510 1630
ANTM Trading Sell 780 780 770 740 770 800 830 Negatif Negatif Positif 810 640
TINS Trading Buy 865 865 895 745 820 895 970 Positif Positif Positif 835 630
Basic Industry and Chemicals
WTON Trading Buy 985 985 1000 960 980 1000 1020 Positif Positif Positif 1010 895
SMGR Trading Buy 9050 9050 9225 8675 8950 9225 9500 Negatif Negatif Negatif 9850 8700
INTP Trading Buy 16750 16750 16975 16125 16550 16975 17400 Negatif Negatif Negatif 17225 15550
SMCB Trading Buy 1085 1085 1110 1020 1065 1110 1155 Negatif Negatif Negatif 1145 1000
Miscellaneous Industry
ASII Trading Sell 7100 7100 7000 6800 7000 7200 7400 Negatif Negatif Negatif 7600 6500
GJTL Trading Sell 1150 1150 1125 1055 1125 1195 1265 Negatif Negatif Positif 1200 700
Consumer Goods Industry
INDF Trading Buy 7125 7125 7200 6900 7050 7200 7350 Negatif Negatif Negatif 7400 6875
GGRM Trading Buy 70400 70400 72575 65225 68900 72575 76250 Negatif Negatif Negatif 75000 62150
UNVR Trading Sell 44500 44500 43850 42625 43850 45075 46300 Negatif Negatif Negatif 45600 42800
KLBF Trading Sell 1570 1570 1560 1540 1560 1580 1600 Negatif Negatif Negatif 1625 1370
Property, Real Estate and Building Construction
BSDE Trading Sell 2000 2000 1970 1880 1970 2060 2150 Negatif Negatif Negatif 2210 1785
PTPP Trading Sell 3780 3780 3750 3670 3750 3830 3910 Negatif Negatif Negatif 3980 3500
WIKA Trading Buy 2870 2870 2890 2790 2840 2890 2940 Negatif Positif Positif 3000 2400
ADHI Trading Sell 2810 2810 2800 2760 2800 2840 2880 Negatif Negatif Negatif 2890 2510
WSKT Trading Sell 2730 2730 2700 2630 2700 2770 2840 Negatif Negatif Positif 2740 2360
Infrastructure, Utilities and Transportation
PGAS Trading Buy 2660 2660 2710 2430 2570 2710 2850 Positif Positif Positif 2570 2270
JSMR Trading Sell 5550 5550 5425 5225 5425 5625 5825 Negatif Negatif Positif 5575 4990
ISAT Trading Buy 6825 6825 6900 6550 6725 6900 7075 Positif Positif Positif 6800 6250
TLKM Trading Buy 4200 4200 4240 4020 4130 4240 4350 Positif Positif Positif 4260 3670
Finance
BMRI Trading Buy 9675 9675 9850 9475 9600 9725 9850 Negatif Negatif Negatif 10175 8850
BBRI Trading Buy 11500 11500 11600 11375 11450 11525 11600 Positif Positif Positif 11600 9900
BBNI Trading Buy 5450 5450 5575 5275 5375 5475 5575 Positif Positif Positif 5475 4530
BBCA Trading Buy 14000 14000 14275 13675 13875 14075 14275 Positif Positif Positif 13950 12625
BBTN Trading Buy 1835 1835 1855 1795 1825 1855 1885 Positif Positif Positif 1850 1560
Trade, Services and Investment
UNTR Trading Sell 15500 15500 15325 14950 15325 15700 16075 Negatif Negatif Negatif 16200 13175