METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Kerangka Pikir
Sebagai kerangka pikir dalam pengembangan sistem informasi e-logistik dapat dilihat melalui gambar berikut ini. Pada gambar 3.1 mejelaskan bahwa pengembangan sistem informasi akan melibatkan internet sebagai alat pertukaran data. Bagaimana internet dapat dijadikan suatu sarana dalam melaksanakan proses pertukaran data.
` ` Internet Database Server Komputer Bagian
Logistik Pusat KomputerCounter Manager
Gambar 3.1 Kerangka Pikir E-Logistik
Proses pertukaran data melalui internet memungkinkan dilaksanakannya pengaksesan data maupun input data dari mana saja dan kapan saja selama komputer terhubung ke internet. Dengan demikian maka informasi akan selalu uptodate dan pertukaran data dapat dengan cepat dilakukan, pada waktu yang tepat untuk mendukung proses pengambilan keputusan bagi pihak management.
3.2 Metodologi
Metodologi yang dipakai dalam pengembangan sistem informasi e-logistik dalam tesis ini mengarah pada metodologi yang diterapkan oleh Andre Yee dan Atul Apte dalam bukunya yang berjudul “Integrating Your e-Business Enterprise (2001)”. Dalam buku tersebut Andre Yee dan Atul Apte menjelaskan mengenai e-business
integration methodology dengan membagi tahap-tahap pengembangan e-business
menjadi empat bagian yaitu : • Tahap Strategi
• Tahap Perencanaan • Tahap Implementasi • Tahap Evaluasi
Salah satu alasan mengapa metodologi merupakan hal penting dalam pengembangan e-business adalah untuk dapat meminimalkan resiko. Keberhasilaan dalam pengembangan e-business untuk setiap perusahaan memiliki keunikannya tersendiri, misalnya dalam proses pengembangan e-business secara umum mungkin saja menjadi sia-sia karena kegagalan dalam mentranslasikan gambaran e-business
dalam bentuk desain sistem informasi menjadi suatu aplikasi e-business. Karakteristik yang unik dalam suatu pengembangan proyek e-business untuk suatu perusahaan tertentu dapat dilihat dari:
• Perbedaan keahlian
Dalam suatu proyek e-business membutuhkan keahlian yang bermacam-macam misalnya untuk perangkat keras, perangkat lunak dan aplikasi pendukung. Masing-masing perusahaan memiliki perbedaan dalam pemilihan teknologi yang diinginkan dan akan disesuaikan dengan kebutuhannya.
• Kebutuhan fungsi yang berbeda dalam organisasi
Pengembangan proyek e-business yang terintegrasi pada umumnya melibatkan beberapa fungsi dalam suatu organisasi. Hal ini membutuhkan keahlian yang berbeda yang dimiliki oleh masing-masing fungsi organisasi sesuai dengan proses bisnisnya.
• Kebutuhan teknologi
Dalam membangun suatu proyek integrasi e-business dibutuhkan keahlian yang tinggi. Keahlian dalam membagun infrastruktur teknologi informasi dan menggabungkannya dengan keahlian membuat program aplikasi merupakan contoh suatu keahlian yang dibutuhkan.
Terdapat perbedaan antara pengembangan proyek e-business yang terintegrasi dengan pengembangan aplikasi program pada umumnya. Dalam pengembangan suatu proyek e-business yang terintegrasi memiliki perputaran dan iramanya tersendiri dalam hal pelaksanaan design, pengembangan dan implementasi sistem informasi.
3.2.1 Tahap Strategi
Tahap strategi merupakan tahap untuk mengarahkan tujuan bisnis dan tujuan teknologi perusahaan. Dalam tahap strategi akan didefinisikan mengenai perubahan dari tujuan bisnis perusahaan menjadi suatu strategi teknologi. Definisi tersebut akan memperlihatkan dukungan teknologi informasi terhadap tujuan bisnis perusahaan yang khususnya melibatkan beberapa prosedur kerja atau proses bisnis yang terlibat dalam proses logistik perusahaan.
• Strategi Teknologi
Pembahasan mengenai strategi teknologi diarahkan pada suatu pernyataan mengenai strategi perusahaan dalam menerapkan teknologi informasi khususnya integrasi e-business. Strategi teknologi perlu dibuat agar penerapan e-business dapat dilaksanakan dengan baik dalam suatu perusahaan. Salah satu tujuan dari strategi teknologi dalam pengembangan e-business adalah untuk menciptakan kesadaran dari pihak management akan pentingnya informasi teknologi. Pengembangan strategi teknologi ini juga akan menggambarkan suatu perubahan prosedur kerja dalam bentuk strategi teknologi jangka pendek dan jangka panjang.
• Stakeholder
Identifikasi stakeholder perlu didefinisikan terutama bagi pihak-pihak yang terkait dalam proses logistik perusahaan. Identifikasi stakeholder sangat mendukung pengembangan sistem informasi terutama dalam menganalisa kebutuhan dari masing-masing pihak yang akan terlibat sebagai end-user dalam sistem informasi yang akan dikembangkan.
• Prosedur Bisnis
Prosedur bisnis merupakan identifikasi dari proses bisnis apa saja yang akan terlibat dalam pengembangan e-business. Melalui identifikasi prosedur bisnis maka akan dapat diciptakan suatu model e-business yang kemudian akan dikembangkan dan dipergunakan sebagai kerangka dasar dalam menciptakan suatu sistem informasi e-logistik pada perusahaan garment. Dalam mendefinisikan prosedur bisnis akan dibahas secara rinci mengenai aliran proses dalam suatu aktivitas bisnis yang dipilih beserta dengan kelemahannya yang akan diperbaiki dalam pengembangan e-business.
• Strategi e-Business
Definisi dari strategi e-business merupakan suatu arsitektur dalam pengembangan sistem informasi e-logistik. Strategi e-business yang akan diterapkan merupakan bagian dari pemilihan strategi teknologi yang cocok dalam prosedur bisnis bersangkutan. Menciptakan arsitektur e-business dalam pengembangan sistem
informasi yang terintegrasi merupakan hal penting, sebab tujuan dari pengembangan e-business ini merupakan solusi dari permasalahan yang ada.
3.2.2 Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan merupakan tahap persiapan dalam pengembangan suatu strategi teknologi menjadi suatu kenyataan. Melalui tahap perencanaan ini akan didefinisikan mengenai bagaimana suatu strategi teknologi akan dieksekusi.
Sebagai dasar dari tahap perencanaan perlu dilakukan penelitian terhadap kebutuhan integrasi e-business. Dalam tahap ini penelitian akan dikelompokan menjadi dua bagian penting yang terdiri dari kebutuhan umum pengembangan e-business yaitu identifikasi resource dan identifikasi biaya.
• Identifikasi Resource
Dalam bagian ini akan didefinisikan mengenai kebutuhan resource dari tiap-tiap modul yang akan dibuat. Resouce yang diperlukan dalam pengembangan e-business ini dapat berupa perangkat keras, sistem operasi, sistem database dan teknologi yang dibutuhkan dalam pengembangan.
• Identifikasi Biaya
Estimasi mengenai biaya proyek pengembangan e-business merupakan bagian dalam tahap perencanaan. Identifikasi biaya akan memperkirakan besarnya biaya yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem informasi. Masing-masing biaya akan
dibahas secara rinci yang pada akhirnya akan diperoleh suatu perkiraan menganai total biaya dalam pengembangan sistem informasi yang terintegrasi.
3.2.3 Tahap Implementasi
Setelah melalui tahap strategi dan tahap perencanaan maka tahap selanjutnya adalah implementasi, yaitu tahap untuk merubah perencanaan e-business menjadi suatu kenyataan. Dalam tahap implementasi akan didefinisikan mengenai model sistem informasi e-logistik yang terdiri dari program aplikasi dan sistem database yang akan dipergunakan. Tahap implementasi dibagi menjadi dua bagian yaitu persiapan dan desain implementasi yang akan dibahas berikut ini.
• Persiapan Implementasi
Bagian ini akan membahas mengenai definisi dari aplikasi apa saja yang akan dibuat dan hubungannya dengan aliran data. Hubungan antara aplikasi dengan aliran data akan menciptakan suatu model sistem database dalam pengambangan sistem informasi e-logistik. Selain itu akan didefinisiskan juga mengenai program aplikasi apa saja yang akann menjadi user interface dalam sistem informasi e-logistik.
• Design Implementasi
Design implementasi merupakan gambaran dari model e-logistik yang terdiri dari aplikasi dan database yang saling terhubung. Setelah masing-masing bagian dari sistem informasi e-logistik di definisikan pada persiapan implementasi diatas, maka
akan diciptakan gambaran yang akan menghubungkan antara program aplikasi dengan arus informasi dalam bentuk model sistem informasi. Pembentukan model sistem informasi e-logistik ini merupakan pengembangan dari prosedur bisnis yang telah didefinisikan sebelumnya. Masing-masing aplikasi akan disesuaikan dengan prosedur bisnis yang ada dan dihubungkan dengan sistem database secara terpusat.
3.2.4 Tahap Evalusi
Tahap evaluasi merupakan tahap untuk mengukur keberhasilan dari pengembangan model e-business setelah tahap implementasi dilaksanakan. Dalam tahap evaluasi ini akan dinilai seberapa besar keberhasilan dari penerapan e-business. Selain untuk menilai keberhasilan dari penerapan model e-business, dalam tahap evaluasi ini juga akan diukur seberapa besar efektifitas yang akan dicapai.
Tahap evaluasi juga mengarah pada penilaian kebutuhan e-business, misalnya apakah user sudah cukup puas dengan sistem informasi yang baru. Penilaian dari user terhadap penerapan e-busisness merupakan masukan bagi pengembangan sistem informasi untuk lebih memahami kebutuhan user pada akhirnya. Jika model e-business yang dikembangkan dalam bentuk sistem informasi e-logistik ini dianggap masih kurang cocok dengan kebutuhan user maka diperlukan penyempurnaan dalam bentuk penambahan feature-feature baru atau perbaikan dalam sistem informasi bersangkutan. Dengan demikian melalui tahap evaluasi ini diharapkan dapat ditemukan kekurangan-kekurangan dari pengembangan model e-business ini dan disesuaikan dengan kebutuhan user yang sesungguhnya.