DPP PERSAGI
MEYLINA DJAFAR
Komponen CBT: Keterkaitan
dengan Pengembangan SDM Indonesia
User/ Industry
Education/
Training
Certification
Indonesia
National
Qualification
Framework
Job Position
Job Description
Task
Targeting Market
Graduates Profile
Competencies
Required
Learning Strategy
and Learning
Material
Assessment
(UU Sistem Pend.
Nas.No.20 Th. 2003
Ps. 61)
Badan uji nas
MTKP
I
II
III
IV
V
VI
VII
VIII
IX
HasilKonvensi Kerangka
Kualifikasi Nasional
Indonesia, Jakarta
18 Desember 2003
Unit
Kompetensi
Ijazah
Sertifikat Kompetensi
KEP.MEN .1 6 1/20
(Program Studi)
(Stakeholders &
Alumni)
(UNIVERSITAS)
Tim KBK DIKTI
TES
MENCARI
INFORMASI
KEMAMPUAN
PENGUKURAN
PEMBERIAN ANGKA
FORMULA TERTENTU
(NOMINAL/ SKALA)
PENILAIAN
&
Assesmen
Mengumpulkan
bukti Skill & Knowle
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
PEMBERIAN NILAI
atau KUALITAS
SESUATU
kompetensi
Pasien tes
PENGUKURAN DAN PENILAIAN PENDIDKAN
( alternatif I, yang lazim )
TIDAK
LULUS
HASIL
BELAJAR
MAHASISWA
BELAJAR
PENILAIAN
TES / UJIAN
LULUS
KULIAH
Alternatif 2
KULIAH DAN TUTORIAL
KOMPETEN
TUGAS
( TASK )
KINERJA
MAHASISWA &
lulusan
KRITERIA PENILAIAN
( RUBRIC )
PERFORMANCE ASSESSMENT
( ASESMEN KINERJA )
TUJUAN ASSESSMENT
Sebagai umpan balik Mhsiswa dalam
meningkatkan usaha belajarnya
Sebagai umpan balik bagi dosen akan
perkuliahan yang dilakukannya
Untuk menjamin akuntabilitas proses
pembelajaran
Untuk memotivasi Mhsiswa
Untuk mendiagnosis kekuatan dan
kekurangan Mhsiswa
Untuk mengases & mengakui
kompetensi terkini Mhsw
• Yang dimaksud dengan Profil lulusan disini adalah
“Peran” yang diharapkan bisa dilakukan nantinya
oleh lulusan didunia kehidupan. Peran ini bisa
menunjuk kepada suatu profesi (
dokter, Ahli Gizi,
Nakes lain)
atau jenis pekerjaan yang khusus
(
manager RS, praktisi Kesehatan, akademisi
) atau
bentuk kerja yang bisa digunakan dalam beberapa
bidang yang lebih umum (
komunikator, kreator,
leader)
yang dicanangkan oleh Program Studi yang
bersangkutan.
Contoh Kompetensi
Pendidikan D3,D4,SGZ di
Indonesia
Health & Nutrition Communication
COMMUNITY NUTRITION
DIETITION & Clinical NUTRSkills
Nutr Education & Conseling
Social & community contexts
Ethics & Morals
Nutrition Problem Solving
Professionalism
Life long learning
Self awareness
Contoh Profil Lulusan
The seven -Star AHLI GIZI
NUTR & DIET PROF
Nutr Decision Maker
Nutr Communicator
Nutr Community Leader
Food Services Manager
Nutr & Dietetic Concelor
UJI KOMPETENSI /
ASESMEN KOMPETENSI
SUATU PROSES UNTUK MENGUKUR
KEMAMPUAN ( PENGETAHUAN, KETERAMPILAN
DAN SIKAP ) SESUAI DENGAN STANDAR YANG
TELAH DITETAPKAN
SYARAT UJI KOMPETENSI
Valid
Reliable
Objektif sesuai dg kondisi praktek
Relevan
Fokus kepada ketrampilan yang penting dan berguna
Mendorong proses belajar
Mampu membedakan mahasiswa kompeten dan tidak
kompeten
Diselenggarakan dalam keadaan kondusif
Prosedur Mengases Kompetensi
LANGKAH
KEGIATAN
INSTRUKSI KERJA/OUT PUT
1.
Menetap-kan dan
memperta-hankan
lingkungan
asesmen
1.1. Rencana asesmen diinterpretasikan dan kebijakan dan prosedur sistem asesmen dan persyaratan organisasi/hukum/etika untuk melaksanakan asesmen dikonfirmasikan dengan orang yang relevan1.2. Tolak ukur (benchmark) yang relevan untuk asesmen dan alat asesmen yang dipilih diperoleh dan diinterpretasikan untuk mengkonfirmasikan bukti yang akan dikumpulkan dan bagaimana bukti tersebut akan dikumpulkan 1.3. Rincian mengenai rencana asesmen dan proses asesmen dijelaskan, dibahas dan
diklarifikasi dengan kandidat termasuk kesempatan untuk asesmen, penyesuaian yang wajar, asesmen ulang dan appeal
1.4. Usulan perubahan terhadap proses asesmen dirundingkan dan disepakati dengan kandidat, bila relevan
2.
Mengumpul-kan bukti
yang
berkualitas
2.1 Rencana asesmen diikuti untuk memberikan panduan dalam melaksanakan asesmen dan metode serta alat asesmen digunakan untuk mengumpulkan, menyusun dan mendokumentasikan bukti dalam format yang sesuai untuk menentukan kompetensi 2.2 Prinsip-prinsip asesmen dan aturan-aturan bukti diterapkan dalam mengumpulkanbukti yang berkualitas
2.3. Kesempatan untuk pengumpulan bukti dalam kegiatan kerja/kegiatan kerja yang disimulasikan ditentukan bersama kandidat dan personel yang terkait 2.4. Kesempatan untuk kegiatan-kegiatan asesmen terpadu diidentifikasi dan alat-alat
asesmen dimodifikasi, bila perlu
2.5 Kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang diidentifikasi dan persyaratan organisasi/hukum/etika untuk asesmen dibahas
3. Mendukung
kandidat
3.1. Kandidat dibimbing dalam mengumpulkan bukti mereka untuk mendukung pengakuan terhadap kompetensi saat ini
3.2 Komunikasi yang sesuai dan keterampilan antar perorangan digunakan untuk mengembangkan hubungan yang profesional dengan kandidat yang mencerminkan kepekaan terhadap perbedaan individu dan memungkinkan adanya umpan balik (feedback) dua arah
3.3 Keputusan-keputusan mengenai penyesuaian yang wajar, bila ada, dibuat dengan kandidat, berdasarkan kebutuhan dan karakteristik kandidat
3.4 Penyesuaian-penyesuaian yang wajar harus mempertahankan integritas standar kompetensi yang relevan dan memungkinkan prinsip-prinsip asesmen dan aturan-aturan yang berhubungan dengan bukti diterapkan secara seimbang 3.5. Dukungan dari spesialis diperoleh, bila ada, sesuai dengan rencana asesmen 3.6. Risiko kesehatan dan keselamatan kerja apa pun terhadap orang atau alat
ditanggulangi segera
FORM
1. Dokumen FR AC-01 pada real assessment
2. Dokumen kebijakan dan prosedur sistem asesmen dan persyaratan/peraturan/etika organisasi
3. Form konsultasi pra asesmen
4. Salinan unit kompetensi dan perangkat asesmen 5. Dokumen Form - pengajuan banding 6. Dokumen Form - persetujuan asesmen
1. Dokumen FR AC 01 – peluang pengumpulan bukti bermutu
2. Dokumen FR AC 01 – tabel pengumpulan bukti
3. Dokumen kebijakan dan prosedur sistem asesmen dan persyaratan/peraturan/etika organisasi
4. Dokumen hasil pengumpulan bukti sesuai metoda dan perangkat asesmen
1.
Dokumen penilaian mandiri
2.
Dokumen FR AC 01 – daftar
keterampilan komunikasi dan
interpersonal
3.
Dokumen FR AC 01 – rekaman
penyesuaian yang diperlukan
4.
Dokumen peraturan keselamatan dan
kesehatan kerja
Prosedur Mengases Kompetensi (lanjutan)
LANGKAH KEGIATAN
INSTRUKSI KERJA/OUT PUT
4.Membuat keputusan
asesmen
4.1 Batasan-batasan dalam memperoleh dan mengevaluasi bukti yang berkualitas diidentifikasi dan bantuan diupayakan, bila perlu, dari orang yang relevan
4.2 Bukti yang dikumpulkan diperiksa dan dievaluasi untuk memastikan bahwa bukti tersebut mencerminkan bukti yang diperlukan untuk memperlihatkan kompetensi dan yang:
4.3. mencakup seluruh bagian komponen standar kompetensi dan dimensi kompetensi (dimana standar kompetensi merupakan tolak ukur bagi asesmen) mengetengahkan dokumentasi terkait lainnya yang sesuai dengan aturan-aturan bukti
4.4. Asesmen digunakan untuk menyimpulkan apakah kompetensi telah diperlihatkan, berdasarkan bukti yang ada
1. Kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang relevan dan pertimbangan-pertimbangan organisasi/hukum/etika dibahas dalam membuat keputusan mengenai asesmen
2. Umpan balik (feedback) yang jelas dan membangun diberikan kepada kandidat mengenai keputusan asesmen dan rencana tindak lanjut dikembangkan, bila perlu
5. Mencatat dan
melaporkan
keputusan asesmen
1. Hasil asesmen dicatat dengan cepat dan akurat sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen dan persyaratan organisasi/hukum/etika
2. Laporan asesmen dilengkapi dan diproses sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen dan persyaratan organisasi/hukum/etika
3. Rekomendasi untuk tindak lanjut diserahkan kepada orang yang relevan, bila perlu
4. Pihak-pihak yang terkait lainnya diberitahukan mengenai keputusan asesmen, bila ada, dan sesuai dengan ketentuan kerahasiaan
6. Meninjau proses
asesmen
1. Proses asesmen ditinjau berdasarkan kriteria yang ada melalui konsultasi dengan orang yang relevan untuk memperbaiki dan memodifikasi praktek asesmen di masa yang akan datang 2. Peninjauan didokumentasikan dan dicatat sesuai dengan kebijakan
dan prosedur sistem asesmen yang relevan dan dan persyaratan organisasi/hukum/etika
3. Keterampilan refleksi digunakan untuk meninjau dan mengevaluasi sendiri praktek asesmen