• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

(1)

46

BAB IV

PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN

Bab ini menyajikan tentang paparan data sekaligus dengan pembahasan data

tentang pengajaran PAI secara daring di SMKN Banjarmasin. Adapun analisa

disajikan sebagai berikut.

A. Gambaran Objek Penelitian 1. SMK Negeri 2 Banjarmasin a. Riwayat sekolah

SMKNegeri 2 kota Banjarmasin berdiri sejak tahun 1952 dengan

nama Sekolah Pendidikan Masyarakat (SPK). Sekolah ini dulu berstatus

swasta di bawah naungan yayasan masyarakat. Kepala sekolah pada waktu

itu adalah Bapak Chalid Maksum, beliau menjabat sebagai kepala sekolah

sampai dengan tahun 1963. Pada tahun 1963 pemerintah kemudian

mengambil alih status sekolah ini, yang awalnya berstatus swasta menjadi

berstatus negeri dan namanya pun berubah menjadi Sekolah Pekerja Sosial

Atas (SPSA). Pada tahun 1963-1968 yang menjabat sebagai kepala sekolah

adalah bapak Drajat, 1968-1985 kepala sekolahnya adalah Drs. Hartana.

Sejak 1979 pemerintah mengganti namanya dengan Sekolah

Menengah Pekerjaan. Berikut nama kepala sekolah yang telah menjabat

yaitu: Pada tahun 1985-1987 dijabat oleh Drs Ardiansyah m, Drs. H. Willem

Pamrung menjabat pada tahun 1987-1992, Drs. Multani Aziz menjabat pada

tahun 1992-1999, Yunisman, SP, M.M menjabat pada tahun 1999-2005,

(2)

pada tahun 2008- 2013, Drs. Arsyad Junaidi menjabat pada tahun

2013-2015, dan H. Almunawar menjabat pada tahun 2015 sampai sekarang. Pada

tahun 1997 pemerintah kembali mengganti namanya menjadi Sekolah

Menengah Kejuruan Negeri 2 Banjarmasin hingga sekarang.

Dalam rangka menghadapi rencana pembangunan kembali

(relembagadan pembukaan rencana keterampilan baru) Biro Pendidikan

Menengah Kejuruan, SMK Negeri 2 Banjarmasin membuka rencana

keterampilan baru pada tahun 2001/2002, yaitu teknik komputer dan

jaringan, dan dibuka pada tahun 2006/2007 profesional multimedia. Pada

tahun 2011 SMK Negeri 2 kembali membuka program keahlian broad

casting dan animasi dan pada tahun 2016 kembali membuka program

keahlian desain interior, Rekayasa perangkat lunak dan kimia industri.

Setelah mengalami perjuangan sekolah yang memenuhi standar

nasional, dari tahun 2009 hingga 2013, SMK Negeri 2 Banjarmasin

mendapat kepercayaan dari pemerintah dan menjadi salah satu dari 90 SMK

di Indonesia, serta memperoleh pemeliharaan gedung dan konstruksi fisik,

serta pengadaan peralatan. Dan aspek bantuan lainnya untuk pendidik dan

pengembangan siswa. Berbagai prestasi perkembangan SMK Negeri 2

Banjarmasin terus berlanjut setiap tahun hingga tahun kelulusan saat ini,

SMK Negeri 2 Banjarmasin telah menghasilkan alumni yang sukses, baik

yang bekerja di instansi pemerintah maupun di industri. Perusahaan swasta

domestik dan internasional serta pengusaha sukses mengembangkan

(3)

Berikut program keahlian di SMK Negeri 2 Banjarmasin:

1) Program pekerjaan sosial

2) Program teknik computer dan jaringan

3) Program keahlian multimedia

4) Program keahlian broad casting

5) Program keahlian animasi

6) Program keahlian desain interior

7) Program keahlian Rekayasa perangkat Lunak

8) Program keahlian kimia industry

9) Program keahlian perfilman

Sembilan program keahlian di atas diharapkan mampu menjawab

akan kebutuhan masyarakat untuk tenaga menengah. SMKN 2 banjarmasin

sekarang dan kedepannya akan menjadi sekolah yang terus diminati

masyarakat yang lulusannya di percaya oleh masyarakat, ini akan terus

terwujud jika seluruh proses pembelajaran yang ada di SMKN ini diikuti

dengan baik dan benar oleh siswanya dan di didik dengan benar oleh para

gurunya.

b. Profil SMK Negeri 2 Banjarmasin

Profil SMK Negeri 3 untuk lebih jelasnya dapat di lihat di lampiran.

c. Visi, misi dan hasil yang ingin dicapai SMKN 2 Banjarmasin

(4)

Terwujudnya siswa yang terampil berjiwa enterpreneurship

berkarakter berdaya saing.

Adapun misi SMKN 2 Banjarmasin yaitu:

1) Memberikan layanan Akademik dan Pelatihan kepada masyarakat

Pendidikan di bidang Pekerjaan Sosial, Teknik Komputer dan

Jaringan, Multimedia, Teknik Broadcasting, Animasi, Rekayasa

Perangkat Lunak, Kimia Industri, Desain Interiror dan Teknik

Furnitur, dan Produksi Film.

2) Memberikan 6 layanan SMK.

3) Mengembangkan Minat Bakat Siswa.

Adapun tujuannya yaitu:

1) Meningkatkan mutu, akses, efektivitas pengelolaan institusi sebagai

SMK Percontohan.

2) Meningkatkan layanan SMK.

3) Peningkatan manajemen sekolah.

4) Peningkatan Proses Pembelajaran.

5) Peningkatan sarana dan prasarana.

6) Peningkatan kualitas lulusan SMK.

7) Pembinaan SMK sebagai pusat pelatihan/pemberdayaan

(5)

d. Struktuk Organisasi

Saat ini SMK Negeri 2 Banjarmasin di pimpin oleh H. Almunawar,

ST., M.Pd sebagai Kepala Sekolah. Sedangkan untuk susunan Wakil

Kepala Sekolah dapat dilihat pada lampiran.

e. Tenaga pengajar dan Tu

SMKN 2 Banjarmasn memiliki tenaga pengajar serta kependidikan

yang cukup banyak, yaitu sebanyak 111 orang mencakup dari 88 pendidik

dan 23 tenaga TU. Dari keseluruhan tenaga pendidik dan kependidikan di

SMKN 2 Banjarmasin, yang bertugas untuk mengajar PAI berjumlah 5

orang. Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada lampiran.

Tabel 4.1

Guru PAI di SMKN 2 Banjarmasin

Sumber: SMKN 2 Banjarmasin, 2020.

Di lihat dari table diatas, dapat disimpulkan bahwa guru PAI di SMK

Negeri 2 Banjarmasin semuanya berasal dari lulusan yang sesuai dengan

mata pelajaran yang di ampu..

No. Nama/NIP Mata Pelajaran Lulusan Jurusan

1. Yahya, M.Pd PAI 2018 S2 PAI

2. Amrullah, S.Pd.I PAI 2007 S1

Fak.Tarbiyah 3. M. Zulkani, M.Pd.I PAI 2017 S2 Manajemen pendidikan 4 Ratna Dewi Bachria, S.Pd.I PAI 2012 S1 Fakultas Tarbiyah 5 Achmad Haikal, S.Pd PAI 2017 S1 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

(6)

f. Siswa SMK Negeri 2 Banjarmasin

Berikut ini disajikan data siswa yang ada pada SMK Negeri 2

Banjarmasin tahun ajaran 2020-2021. Kelas X berjumlah 648, kelas XI

berjumlah 708 dan kelas XII berjumlah 662. Untuk lebih jelasnya dapat di

lihat pada lampiran.

g. Sarana dan prasarana

SMK Negeri 2 Banjarmasin mempunyai sarana dan prasana

memadai untuk mendukung proses pembelajaran. Untuk lebih jelasnya

dapat di lihat pada lampiran.

2. SMK Negeri 3 Banjarmasin a. Riwayat sekolah

Sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

tahun 1996, Sekolah Menengah Ekonomi Atas (Negeri 2 Banjarmasin)

diubah namanya menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3

Banjarmasin, dan lembagatersebut termasuk dalam kelompok usaha dan

manajemen berbasis kesenian, kerajinan dan pariwisata yang berbasis pada

kelompok profesional. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah tertua di

Banjarmasin, didirikan pada tahun 1964 ketika Surat Keputusan

Pengawasan Pendidikan Ekonomi dan Vokasi No. 477 / B / KJU / Oktober

1964 diundangkan..

Keberadaan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Banjarmasin

(7)

berdirinya sekolah ini berlokasi di jalan AES Nasution Kelurahan Kampung

Gadang Kecamatan Banjarmasin Tengah yang sekarang sudah

dipergunakan SLTP Negeri 10 Banjarmasin. Pada tahun 1989 untuk

pengembangan yang bernomor statistik 341156003002 ini mendapat lokal

baru dengan bangunan permanen di jalan Pramuka RT.20 No.52 Telpon

0511-3257477 dan faximile 0511-3271968 Kelurahan Sungai Lulut

Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin.

Sepanjang Riwayatnya yang berjalan selama ini telah terjadi sepuluh

kali pergantian kepala sekolah, yaitu :

1. Subakir, dari 1964 -1967

2. Purwanto Hadi tahun 1967 - 1973

3. E. Suffrabowo 1974 - 1983

4. Herman Seosongkom S.H. menjabat 1983 - 1996

5. Drs. M. Hasan Yahya, menjabat 1997 - 2000.

6. Drs. Gatot Subiyanto, menjabat 2000 - 2003

7. Drs. Johnny Manurung, MM. menjabat 2003 - 2014

8. Drs. H. Muryadi, SH.MM. menjabat 2014 - 2019

9. Drs. H. Syahrir, MM. menjabat 2019.

10. Mohammad Ali Muksin, S.Pd, MM. menjabat 2019 sampai sekarang.

Berikut program keahlian di SMK Negeri 4 Banjarmasin:

1) Program keahlian akuntansi

2) Bisnis daring dan pemasaran

(8)

4) Multimedia

5) Otomatisasi dan kelola perkantoran

6) Usaha perjalanan wisata

7) Akomodasi perhotelan

8) Teknik penyiaran pertelevisian

9) Perfilman.

b. Profil SMK Negeri 3 Banjarmasin

Profil SMK Negeri 3 untuk lebih jelasnya dapat di lihat di lampiran.

Visi, Misi dan Hasil yang ingin dicapai SMKN 3 Banjarmasin

Visi SMKN 3 Banjarmasin yaitu:

“Mencetus manusia yang memiliki imtaq dan iptek dan berjiwa

Entreprenuership serta berwawasan lingkungan.”

Misi SMKN 3 Banjarmasin yaitu:

1) Melaksanakan proses pembelajaran berbasis imtek.

2) Melaksanakan proses pembelajaran berbasis teknologi dan informasi.

3) Mengimplementasikan karakter entrepreneurship kepada peserta

didik.

4) Pengelolaan lingkungan sekolah berbasis bersih, unggul, asri, dan

sehat (BUNGAS).

Tujuan SMK Negeri 3 Banjarmasin adalah berkomitmen dan

(9)

akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti

pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruan. Secara detail di

paparkan sebagai berikut :

Tujuan umumnya:

1) Meningkatkan keimanan serta ketakwaan kepada peserta didik

terhadap Allah.

2) Menumbuhkan kemampuan peserta didik untuk menjadi warga

negara yang berakhlak mulia, sehat, kaya ilmu, kreatif, demokratis,

cakap, bertanggung jawab serta mandiri.

3) Membina peserta didik yang berwawasan kebangsaan, pemahaman

dan penghayatan akan kemampuankeragaman budaya masyarakat

Indonesia.

4) Melalui partisipasi aktif dalam pemeliharaan dan perlindungan

lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam secara efektif dan

efisien, menumbuhkan kemampuanpeserta didik untuk

memperhatikan lingkungan.

Tujuan Khususnya:

1) Sesuai dengan kemampuan professional plan yang dipilih,

mahasiswa akan menjadi orang-orang produktif yang dapat bekerja

secara mandiri untuk mengisi lowongan pekerja menengah di bidang

(10)

2) Membiarkan siswa memiliki kemampuan untuk memilih karir,

memiliki ketahanan dan kemampuan yang langgeng, beradaptasi

dengan lingkungan kerja dan mengembangkan sikap profesional

dalam bidang minat profesional mereka.

3) Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan

seni agar nantinya dapat berkembang secara mandiri atau

berkelompok atau melalui pendidikan tinggi.

4) Membekali siswa dengan kemampuan sesuai dengan program

profesional yang dipilih.

c. Struktuk Organisasi

Saat ini SMKN 3 Banjarmasin di pimpin oleh H. Almunawar,

ST., M.Pd sebagai Kepala Sekolah. Sedangkan untuk susunan Wakil

Kepala Sekolah dapat dilihat pada lampiran.

d. Tenaga Pendidik dan Kependidikan

Tenaga pengajar atau guru di SMK Negeri 3 Banjarmasin pada

tahun ajaran 2019/2020 mempunyai guru, yang terdiri dari dua status

yaitu PNS dan Guru Bantu, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel

berikut ini.

Table 4.2

Guru PAI di SMKN 3 Banjarmasin

No. Nama/NIP Mata Pelajaran Lulusan Jurusan

1. Ahmad Rizqon PAI 2010 S2 PAI

(11)

Sumber: SMK Negeri 3 Banjarmasin, 2020.

Di lihat dari table diatas, dapat disimpulkan bahwa guru PAI di SMK

Negeri 3 Banjarmasin hampir semuanya lulusan dari fakultas PAI.

e. Siswa SMK Negeri 3 Banjarmasin

Siswa SMK Negeri 3 Banjarmasin tahun pelajaran 2020/2021

seluruhnya 2018 orang siswa yang mana terdiri dari siswa laki-laki dan

perempuan. Keadaan siswa serta pembagian kelas di SMK Negeri 3

Banjarmasin Secara lebih rinci dapat dilihat pada lampiran.

f. Sarana dan prasarana

SMK Negeri 3 Banjarmasin memiliki bangunan sekolah yang

didirikan diarea seluas 20.000. Yang mana sudah memiliki sarana dan

prasarana yang memadai. Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada lampiran.

3. SMK Negeri 4 Banjarmasin a. Riwayat sekolah

SMK Negeri 4 Banjarmasin merupakan sekolah yang sudah lama

berdiri sejak tahun 1956 sampai dengan sekarang. Sekolah ini awal mulanya

bertempat di Jl. Batu Tiban No. 16 Mulawarman Banjarmasin sejak tahun

3 Khairillah PAI 2015 S1

Fak.Syariah

4 Anwar Zain PAI 2014 S1

Kependidikan Islam

5 Ridha PAI 2015 S1 PAI

(12)

1956 sampai tahun 1993 dan pada tahun 1993 sampai dengan sekarang

20120 SMK Negeri 4 Banjarmasin berpindah alamatnya di Jl. Brigjend H.

Hasan Basri No. 7 Banjarmasin. SMK Negeri 4 Banjarmasin berdiri

berdasarkan surat no. S.P Tgl. 09-08- 1956 No. 4122 / BIII. SMK Negeri 4

Banjarmasin memiliki luas bangunan 6485 M2 dan luas sekolah 8.610 M2.

Namun pada awal didirikan pada tahun 1956 sampai sekarang SMK Negeri

4 Banjarmasin memiliki perubahan nama sekolah.

Pada tahun 1956-1962 nama sekolah ini adalah (SGKP) dan yang

menjabat sebagai kepala sekolah pada tahun 1956-1957 adalah

S.A.Sulaikin, tahun 1957-1958 kepala sekolah dijabat oleh Maridah, tahun

1958-1960 di jabat oleh Soewarta, tahun 1960-1962 di jabat oleh A.

Hamidan. Pada tahun 1962-1976 namanya berubah menjadi (SKKA). Pada

waktu nama sekolah ini menjadi SKKA tahun 1962-1964 kepala sekolah di

jabat oleh L. Nitri, tahun 1964-1970 di jabat oleh Aniah, tahun 1970-1972

di jabat oleh B. D. Soeta. H, tahun 1973-1993 di jabat oleh Hj. Bulkiah BA.

Pada tahun 1976-1997 nama sekolah ini berubah menjadi (SMKK), dan

yang menjabat menjadi kepala sekolah pada waktu itu adalah Dra. Hj. Siti

Asiah. Kemudian tahun 1997 sampai sekarang namanya menjadi SMK

Negeri 4 Banjarmasin. Adapun yang menjabat sebagai kepala sekolah tahun

2000-2008 adalah Susilo Rochmanhadi R. S.Pt, MM, tahun 2008-20014 di

jabat oleh Drs. H. Muryadi, SH MM, tahun 2014-2015 di jabat oleh Drs.

Syahrir, MM, dan tahun 2015 sampai sekarang kepala sekolah SMK Negeri

(13)

Berikut program keahlian di SMK Negeri 4 Banjarmasin:

1) Program keahlian tata busana

2) Program keahlian tata boga

3) Program keahlian tata kecantikan

4) Program keahlian akomodasi perhotelan

5) Program keahlian usaha perjalanan wisata

6) Program keahlian rekaasa perangkat lunak

7) Program keahlian seni musik modern

b. Profil SMK Negeri 4 Banjarmasin

Profil SMK Negeri 4 Banjarmasin untuk lebih jelasnya dapat di

lihat pada lampiran.

c. Visi, Misi dan Hasil yang ingin dicapai SMK Negeri 4 Banjarmasin

Visi SMK Negeri 4 Banjarmasin yaitu:

Menjadi SMK yang unggul, kompeten, berkarakter, peduli

lingkungan dan berdaya saing global.

Adapun misi SMK Negeri 4 Banjarmasin yaitu:

1) Membudayakan nilai-nilai imtaq dan penguatan pendidikan karakter

dalam seluruh kegiatan sekolah

2) Mengembangan dan menyelaraskan kurikulum yang berbasis

Industri, TIK, dan Muatan Lokal untuk mendorong keterampilan

(14)

3) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berjiwa

kewirausahaan dan berdaya saing global dalam penyiapan pekerjaan.

4) Meningkatkan tingkat profesionalitas guru dan pendidik

5) Memperkuat kerjasama sekolah dengan komunitas bisnis dan

universitas.

6) Meningkatkan standarisasi sarana dan prasarana selama proses

pembelajaran.

7) Memanfaatkan fasilitas perpustakaan dan sudut literasi untuk

meningkatkan minat baca.

8) Melindungi lingkungan melalui penghijauan, penghematan energi

dan pencegahan polusi

SMK Negeri 4 Banjarmasin bertujuan untuk:

1) Terpenuhinya pendidikan berstandar nasional.

2) Mencetus manusia yang kompeten dibidangnya.

3) Mendapatkan peraturan sekilah yang diinginkan pronsip total quality

control.

d. Struktuk Organisasi

Saat ini SMK Negeri 4 Banjarmasin di pimpin oleh Drs.

Syafruddinnoor, M.Pd sebagai Kepala Sekolah. Sedangkan untuk susunan

Wakil Kepala Sekolah dapat dilihat pada lampiran.

e. Tenaga Pendidik dan Kependidikan

Saat ini SMK Negeri 4 Banjarmasin memiliki tenaga pendidik dan

(15)

dan 23 orang tenaga kependidikan. Dari keseluruhan tenaga pendidik dan

kependidikan di SMKN 4 Banjarmasin, yang bertugas untuk mengajar PAI

berjumlah 5 orang. Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada table berikut:

Tabel 4.3

Guru PAI SMK Negeri 4 Banjarmasin

Sumber: SMKN 4 Banjarmasin, 2020

f. Siswa SMKN 4 Banjarmasin

Berikut ini disajikan data siswa yang ada pada SMK Negeri 4

Banjarmasin tahun ajaran 2020-2021. memiliki jumlah siswa yang cukup

banyak. Siswa kelas X berjumlah 468, kelas XI 450 dan kelas XII berjumlah

420, untuk lebih rinci dapat di lihat pada lampiran.

g. Sarana dan prasarana

SMK Negeri 4 Banjarmasin memiliki sarana dan prasana yang memadai untuk mendukung tercapainya hasil yang ingin dicapai pembelajaran. Fasilitas sekolah dan ruangan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan KBM dan kegiatan pendukung lainnya bisa dilihat pada lampiran.

No. Nama/NIP Mata Pelajaran Lulusan Jurusan

1. Rahmawati, S.Pd.I PAI 2012 S1 PAI

2. Marzuki, S.Pd.I., M.Pd PAI 20019 S2 PAI 3. Ahmad Faishal, S.Pd.I., M.Pd. PAI 2018 S2 PAI 4 Safriannoor, S.Pd.I PAI 2013 S1 PAI 5 Muhammad Firdaus , S.Pd.I PAI 2013 S1 PAI

(16)

B. Pembelajaran PAI Secara Daring di SMK Negeri Kota Banjarmasin.

Bagian ini membahas tentang perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi

pada pembelajaran PAI secara daring di SMK Negeri 2, SMK Negeri 3 dan

SMK Negeri 4 Banjarmasin. Berdasarkan hasil data yang peneliti dapatkan,

maka proses pengajaran PAIsecara daring dapat disajikan sebagai berikut.

1. Perencanaan

Perencanaan akan bersinergi dengan pelaksanaan pembelajaran.

Apabila seorang guru menginginkan pelaksanaan pembelajarannya berhasil

dengan ditandai tercapainya hasil yang ingin dicapai pembelajaran, maka ia

harus benar-benar mempersiapkannya secara matang. Persiapan inilah yang

sering disebut dengan perencanaan. Adapun perencanaan pembalajaran PAI

secara daring di SMK Negeri kota Banjarmasin peneliti jelasakan sebagai

berikut.

1) SMK Negeri 2 Banjarmasin

Berdasarkan hasil dari data yang peneliti dapatkan, dalam

perencanaan pembelajaran bapak y memaparkan bahwa:

Sebelum proses belajar mengajar dilakukan, hal pertama yang mesti dilakukan adalah membuat perencanaan pembelajaran. Perencanaan ini biasanya dimuat dalam bentuk RPP. Tapi, sebelum membuat RPP kami juga membuat silabus dulu karena silabus itu kan yang

dijadikan sebagai rujukan dalam membuat RPP.1

Kemudian bapak MZ juga menjelaskan terkait perencanaan

pembelajaran bahwa:

(17)

,,,, yang pasti kan dalam pembelajaran kita pasti membuat perencanaan dan persiapan yang baik terlebih dahulu agar pembelajaran nantinya berjalan dengan lancer. Seperti membuat RPP dan silabus. kemudian juga tentu kita sebagai guru melakukan pelatihan e,,bagaimana melakukan proses pembelajaran daring itu. Seperti bagaimana penggunaan aplikasi atau media daringnya, materi yang akan diajarkan, tentunya kita harus benar-benar

merencanakan dan mempesiapkan dengan sematang-matangnya.2

Ibu RDB juga sejalan dengan pernyataan-pernyataan yang

disampaikan oleh bapak y dan MZ di atas bahwa:

Yang pertama perencanaan pembelajaran pasti kita buat seperti membuat RPP, silabus, materi, metode dan media apa yang akan kita gunakan dalam proses pembelajaran nantinya. Ini dilakukan agar proses pembelajaran itu terarah. Kedua perencanaan yang dilakuakan yaitu membuat kelas daring sesuai dengan kelasnya masing-masing, seperti di WA membuat group kelas, kemudian

classroom juga.3

Dari data di atas guru PAI di SMK Negeri 2 Banjarmasin dalam

melaksanakan pengajaran PAIsecara daring, sebelumnya guru PAI sudah

membuat perencanaan yang baik, yaitu dengan membuat RPP, silabus,

menyiapkan materi dan juga membuat kelas-kelas daring. Dari data

dokumentasi peneliti mendapatkan dokumen berupa RPP, silabus, topik ajar

yang digunakan dalam pengajaran PAIsecara daring.

2) SMK Negeri 3 Banjarmasin

Hasil data yang peneliti dapatkan dari wawancara dengan guru PAI

di SMK Negeri 3 Banjarmasin bapak H mengatakan:

Pengajaran PAI sangat penting bagi siswa, apalagi dalam pembelajaran daring ini jangan sampai siswa ketinggalan

2 Wawancara dengan MZ , guru PAI SMKN 2 Kota Banjarmasin, 17 November 2020 3 Wawancara dengan Y , guru PAI SMKN 2 Kota Banjarmasin, 16 November 2020

(18)

pembelajaran PAI, oleh karena itu guru harus profesional dalam mengajar, yaitu dengan membuat perencanaan dalam pembelajaran seperti perangkat pembelajaran yang semenarik mungkin sehingga nantinya siswa termotivasi untuk aktif dan belajar,khususnya dalam pembelajaran daring ini disamping itu juga persiapan-persiapan

lainnya diperhatikan.4

Dalam merencanakan pengajaran PAIhal senada juga diungkapkan

oleh bapak AR

Kita sebagai guru tetap kita itu belajar kalau tidak belajar, terus apa nantinya yang kita akan berikan kepada siswa? Harus profesional lah dalam mengajar. Jadi sebelum mengajar malamnya saya mempelajari RPP nya, melihat apa materinya , media, metode, dan tugas-tugas siswa. Dengan harapan nanti dalam pembelajaran siswa

bisa belajar dengan efektif dan sesuai dengan harapan.5

Mempertegas data di atas bapak K juga memberikan pernyataan

bahwa:

Guru dalam pemebelajaran tentunya memiliki hasil yang ingin dicapai, untuk mencapai hasil yang ingin dicapai secara otomatis guru harus membuat perencanaan dan desain yang matang agar dapat mencapai hasil yang ingin dicapai pembelajaran. Dari media,

metode banyak lah persiapan yang harus dilakukan.6

Pada data dokumentasi perangkat pembelajaran tersebut

menyebutkan beberapa metode, diantaranya ceramah, diskusi, tanya jawab

dan pemecahan masalah serta penugasan. Media yang digunakan meliputi

audiovisual, papan tulis, lingkungan, dan sumber topik ajar yang digunakan

adalah LKS, Buku Teks, Buku Terkait, dan Perpustakaan.

4 Wawancara dengan H , guru PAI SMKN 3 Kota Banjarmasin, 25 November 2020 5 Wawancara dengan AR , guru PAI SMKN 3 Kota Banjarmasin, 25 November 2020 6 Wawancara dengan K , guru PAI SMKN 3 Kota Banjarmasin, 26 November 2020

(19)

Dari data wawancara dan dokumentasi di atas peneliti menilai

bahwa perencanaan yang dilakukan oleh gur PAI SMK Negeri 3

Banjarmasin sudah cukup baik, namun dalam pembelajaran daring mereka

masih menggunakan RPP yang digunakan untuk pembelajaran tatap muka.

3) SMK Negeri 4 Banjarmasin

Data yang peneliti dapatkan tentang perencanaan yang dilakukan

oleh guru PAI di SMK Negeri 4 Banjarmasin bapak MA menjelaskan

bahwa:

Guru wajib membuat RPP. Memperhatikan bahwa keberhasilan pendidikan ada di tangan guru, dengan perangkat pembelajaran yang baik diharapkan pembelajaran akan selaras dengan hasil yang ingin dicapai, selain itu guru juga harus mengembangkan kemampuannya sendiri untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Dalam rangka perencanaan pembelajaran, kami telah melakukan persiapan

berbagai media, sumber belajar dan fasilitas lainnya.7

Berkenaan data di atas bapak MF juga memberikan penjelasan

bahwa:

Perencanaan itu pasti dilakukan dalam pembelajaran seperti: pertama membuat atau mempersiapkan materi yang akan disampaikan, kedua membuat metode pembelajaran dalam pembelajaran daring supaya materi yang disampaikan dapat dipahami dengan mudah oleh siswa dan ketiga menyiapkan aplikasi

yang akan digunakan dalam pembelajaran daring.8

Untuk mempertegas data di atas ibu R mengatakan:

Pertama membuat RPP dan silabus dulu, kedua menentukan bahan atau materi ajar, ketiga membuat metode, ke empat media yang akan

7 Wawancara dengan MA , guru PAI SMKN 4 Kota Banjarmasin, 30 November 2020 8 Wawancara dengan MF , guru PAI SMKN 4 Kota Banjarmasin, 30 November 2020

(20)

digunakan, untuk pembelajaran daring ini juga dirancang dengan semaksimal mungkin, seperti mempersiapkan kelas daring, membuat group wa atau classroom khusus untuk mata pelajaran

PAI.9

Pernyataan-pernyataan di atas sesuai dengan data dokumentasi yang

peneliti dapatkan, bahwa guru PAI di SMK Negeri 4 Banjarmasin memiliki

RPP, silabus, topik ajar dan media pembelajaran. Dari data wawancara dan

dokumentasi guru PAI SMK Negeri 4 Banjarmasin sudah melakukan

perencanaan pembelajaran dengan baik, namun dilapangan masih terdapat

kendala-kendala yang dihadapi oleh guru maupun peserta didik dalam

pengajaran PAIsecara daring.

Dalam perencanaan tersebut peneliti berpendapat bahwa

perencanaan guru PAI sebagai bentuk strategi pembelajaran guna

memperoleh hasil yang ingin dicapai pembelajaran PAI itu sudah sesuai

dengan prosedur berdasarkan Teori strategi pembelajaran menurut

Anissatul Mufarokah Perencanaan pembelajaran secara sistematis memiliki

kelebihan diantaranya:

a) Melalui perencanaan yang dirancang dengan baik, guru akan jauh dari

kurangnya kemampuan sehingga pendekatan yang sistematis dapat

memprediksi dengan baik keberhasilan proses pembelajaran karena

perencanaan yang disusun untuk memperoleh hasil yang terbaik.

(21)

b) Melalui perencanaan yang di susun dengan sistematis, setiap guru

mampu menggambarkan berbagai kendala yang kemungkinan akan

dihadapi sehingga bisa menentukan berbagai macam strategi yang dapat

mencapai hasil yang ingin dicapai yang diinginkan.

c) Melalui perencanaan, guru dapat memutuskan langkah-langkah untuk

menggunakan berbagai sumber daya dan fasilitas yang ada untuk

mencapai hasil yang ingin dicapainya.10

2. Pelaksanaan

Proses pelaksanaan pembelajaran PAI secara dalam jaringan di SMK

Negeri kota Banjarmasin meliputi hasil yang ingin dicapai, materi, metode dan

evaluasi. Ini dapat peneliti sajikan sebagai berikut.

a. Tujuan

1) SMK Negeri 2 Banjarmasin

Agar pengajaran PAI secara daring di SMK Negeri 2 Banjarmasin

dapat terwujud maka pembelajaran PAI harus memiliki komitmen yang kuat

agar tujuan dapat terwujud, berdasarkan hasil wawancara dengan guru PAI

bersama bapak Y, bapak Y memberikan pernyataan sebagai berikut:

Biasanya tujuan pembelajaran itu sudah termuat dalam RPP (sambil menunjukkan kepada saya dokumen RPP dan silabus) dan dirumusakan sesuai dengan bab atau meteri yang diajarkan, bahkan di dalam kurikulum juga dijelasakan, menurut kurikulum

yang ada hasil yang ingin dicapai dari PAI adalah untuk

memperkuat keyakinan, penghayatan, pemahaman, dan pengamalan siswa terhadap ajaran agama Islam, dan membentuk

(22)

kesalehan atau moralitas pribadi, serta membentuk kesalehan sosial.11

Kemudian bapak Y juga menjelaskan tentang tujuan

pemebelajaran PAI secara daring bahwa:

Tujuan PAI secara daring ini adalah untuk mewujudkan tercapainya proses pemebelajaran dan mempermudah peserta didik dalam menerima pembelajaran dalam masa pendemi virus covid 19, kemudian berhasil yang ingin dicapai agar peserta didik diharapkan mampu untuk benar-benar mempelajari dan mengamalkan materi-materi PAI walaupun pembelajaran

dilaksanakan secara dalam jaringan.12

Terkait tujuan pembelajaran ibu RDB juga memberikan

pernyataan sebagai berikut:

Tujuan pembelajaran adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Jadi, hasil yang ingin dicapai pembelajaran itu harus ada didalam RPP karena itu yang dijadikan sebagai acuan.Menurut saya semua RPP guru sudah memuat hasil yang ingin dicapai pembelajarannya dan diletakkan pada bagian tersendiri seperti

ini (sambil menunjukkan salah satu RPP)13

Bapak MZ memberikan pernyataan:

Tujuan pembelajaran harus disampaikan kepada peserta didik agar mereka mengetahui apa yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut, jadi hasil yang ingin dicapai ini

tergantung materinya, biasanya kami membuat dan

merusmuskan hasil yang ingin dicapai pembelajaran bersama guru-guru PAI secara bersama, makanya sudah tertuang dalam RPP. Kalau untuk pembelajaran daring ini hasil yang ingin dicapainya untuk mempermudah peserta didik dalam

melaksanakan proses pembelajaran secara jarak jauh.14

11 Wawancara dengan Y , guru PAI SMKN 2 Kota Banjarmasin, 16 November 2020. 12 Wawancara dengan Y , guru PAI SMKN 2 Kota Banjarmasin, 16 November 2020. 13 Wawancara dengan RDB , guru PAI SMKN 2 Kota Banjarmasin, 16 November 2020. 14 Wawancara dengan MZ , guru PAI SMKN 2 Kota Banjarmasin, 17 November 2020.

(23)

Menurut Bapak H. A sebagai informan selaku kepala sekolah

SMK Negeri 2 Banjarmasin beliau juga menjelaskan bahwa:

Pembelajaran secara daring ini dilakukan bertujaun untuk melaksanakan aturan pemerintah tentang pemebelajaran dimasa pandemi dalam upaya mencegah tersebarnya virus covid 19 namun dalam proses implementasinya masih banyak problem yang dihadapi dikalangan pendidik maupun peserta didik dan

yang paling utama adalah kendala akses internet.15

Dari data wawancara di atas dan dokumentasi dari RPP peneliti

dapat menyimpulkan bahwa tujuan pembelajaran yang dijelaskan oleh

guru PAI SMK Negeri 2 Banjarmasin tujuan pembelajaran sudah

termuat dalam RPP. Di lihat dari RPP tujuan pembelajaran sesuai

dengan indikator yang ada. Ini sesuai dengan teori yang yang

dikemukakan oleh Wina Sanjaya, yang menurutnya tugas guru dalam

mengembangkan program perencanaan salah satunya adalah

menjabarkan kompetensi dasar menjadi indikator hasil yang ingin

dicapai belajar. Indikator prestasi belajar merupakan kriteria kesuksesas

pencapaian kemampuan dasar (KD). Indikator prestasi belajar

merupakan hasil yang ingin dicapai belajar yang diinginkan oleh siswa

setelah menyelesaikan suatu proses pembelajaran. Dalam menentukan

hasil yang ingin dicapai pembelajaran terdapat empat komponen utama

yaitu:

a) Pembelajar mengharapkan untuk mencapai hasil yang ingin dicapai.

15 Wawancara dengan HA , kepala sekolah SMKN 2 Kota Banjarmasin, 17 November

(24)

b) Perilaku atau hasil belajar yang diharapkan.

c) Dalam kondisi apa hasil belajar dapat ditampilkan.

d) Sejauh mana hasil belajar dapat diperoleh.16

Adapun dilaksanakannya pengajaran PAIsecara daring di SMK

Negeri 2 Banjarmasin adalah untuk mempermudah peserta didik

memperoleh pembelajaran pada masa pandemi virus covid 19.

2) SMK Negeri 3 Banjarmasin

Kepala SMK Negeri 3 Banjarmasin bapak HMA mengatakan:

Tujuan pelaksanaan pembelajaran daring ini adalah untuk mendukung dan mendorong proses pembelajaran pada masa pandemi covid 19 ini agar hasil yang ingin dicapai pembelajaran tercapai, yang mana dalam proses pembelajaran ini saya sebagai kepala sekolah benar-benar harus merancang dan memutuskan kebijakan-kebijakan baru terhadap guru, siswa dan warga sekolah. Agar hasil yang ingin dicapai ini tercapai maka saya meminta guru-guru untuk menyiapkan pembelajaran daring, kemudian melakukan sosialisasi pembelajaran daring kepada peserta didik dan orang tua serta melaksanakan pembelajaran secara daring. Insyaallah kami bersama dewan guru SMK Negeri 3 Banjarmasin akan bekerja keras memberikan yang terbaik buat siwa dan siswi agar target kurikulum tercapai dan agenda kegiatan sekolah bisa terlaksana sesuai dengan

ketentuan.17

Bapak H selaku guru PAI menyampaikan:

Tujuan pengajaran PAI secara daring ini adalah sebenarnya mengikuti aturan yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah bahwa pembelajaran pada masa pendemi ini harus dilaksanakan secara daring agar dapat memanimalisir penyebaran virus covid 19. Artinya mau tidak mau kita harus menyesuaikan keadaan. Tetapi saya sebagai guru harus tetap semangat dalam memeberikan pelajaran

16 Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana, 2011,

h. 137

(25)

kepada siswa agar hasil yang ingin dicapai dari pembelajaran itu

tercapai, walau sedikit banyaknya pasti ada kendala yang dihadapi.18

Terkait hasil yang ingin dicapai atau tujuan pengajaran PAI bapak

AR juga menjelaskan bahwa:

tujuannya itu untuk mencerdaskan siswa siswi kita, khusus dalam bidang PAI tujuannya agar siswa siswi berkahlak mulia, menjalankan kewajiban kepada Tuhan dan Rasulnya dan juga mampu meninggalkan apa saja yang dilarang agama. Terkait pembelajaran secara daring ini hasil yang ingin dicapainya adalah kita tahu masa sekarang ini kita dilanda oleh virus berbahaya, maka dari itu pembelajaran dilakukan secara daring agar terhindar dari virus.19

Bapak K juga menjelaskan:

Tujuan pembelajaran secara daring ini adalah untuk mempermudah guru dan siswa dalam melakukan proses pembelajaran ketika jarak jauh seperti ini. Tapi disekolah kami ini proses pembelajaran daring ini sudah kami lakukan sebelum adanya virus ini, karena kami sudah menerapkan pembelajaran daring pada siswa yang melakukan magang, kalau magang kan mereka tidak ada disekolah, maka dari itu kami pihak sekolah memberikan pembelajaran kepada siswa

melalui online.20

Adapun dari data dokumentasi peneliti menemukan hal yang

berbeda dengan tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru-guru PAI,

mereka tidak menjelaskan tujuan pembelajaran yang ada pada RPP, padahal

di RPP setiap pembelajaran tertulis tujuan dari pembelajaran pada topik

yang akan diajarkan.

18 Wawancara dengan H , guru PAI SMKN 3 Kota Banjarmasin, 25 November 2020 19 Wawancara dengan AR , guru PAI SMKN 3 Kota Banjarmasin, 25 November 2020 20 Wawancara dengan K , guru PAI SMKN 3 Kota Banjarmasin, 24 November 2020

(26)

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa hasil yang ingin dicapai

pengajaran PAI secara daring di SMK Negeri 3 yang disampaikan oleh guru

PAI adalah mereka hanya menyampaikan perihal untuk menghindari

bahaya virus covid 19 dan juga mempermudah guru dan peserta didik dalam

melakukan proses pembelajaran jarak jauh seperti pada saat siswa

melakukan magang dan khususnya pada pembelajaran pada masa pandemi

ini.

3) SMK Negeri 4 Banjarmasin

Bapak S selaku kepala sekolah mengatakan:

Tujuan pembelajaran daring ini tetap kita berkomitmen untuk memberikan pendidikan kepada siswa siswi kita, saya selaku kepala sekolah dan juga para guru SMK negeri 4 Banjarmasin terus berkoordinasi, terus memecahkan masalah dan terus belajar hal baru untuk dapat menyampaikan dan mempasilitasi peserta didik dalam proses belajar. Para guru SMK Negeri 4 Banjarmasin terus berinovasi dalam menghadirkan interaksi antara guru dan peserta didik melalui pembelajaran berbasis teknologi, berbagai solusi kami tawarkan agar kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan yaitu kami mengembangkan sistem e-learning yang kami miliki untuk pembelajaran. Hal yang terpenting dalam pembelajaran daring ini adalah adanya koordinasi antara guru, koordinasi dengan orang tua, dan koordinasi dengan peserta didik. Peran orang tua sangatlah penting agar pelaksanaan pembelajaran di rumah dapat dilaksanakan. Orang tua itu dapat berperan dalam hal pengawasan, pembimbingan, dan penumbuhan karakter peserta didik. Saya juga sangat berharap kepada peserta didik dalam keadaan seprti ini tetap

semangat dalam belajar.21

Tujuan PAI secara daring, bapak MA juga memberikan penjelasan:

Tujuannya agar tetap terselenggaranya pendidikan kita khususnya PAI, walaupun dalam keadaan pembelajaran jarak jauh tetap siswa kita berikan pendidikan atau pelajaran serta mempasilitasi sehingga anak-anak ini tetap merasa diberikan pembelajaran. Karena ini tidak

(27)

memungkinkan untuk tatap muka jadi kita berikan pelajaran secara daring.22

Bapak MF juga memberikan penjelasan tentang tujuan

pengajaran PAI secara daring bahwa:

Tujuan pembelajaran biasanya diturunkan merujuk pada apa yang ingin di capai. Misalkan hasil yang ingin dicapai belajar tentang asma ulhusna, hasil yang ingin dicapainya agar siswa dapat mengamalkan sifat-sifat baik Allah dalam kehidupan sehari-hari. Emmm…kalaunya daring disini hasil yang ingin dicapai dalam pembelajaran daring agar siswa dapat belajar dengan baik walaupun proses pembelajaran dilakukan secara daring atau online. Kita sebagai guru harus mampu untuk berkreasi, berinovasi dalam menjelaskan, menyampaikan materi-materi belajar agar siswa dapat memahami dengan

mudah. Intinya agar pembelajaran tetap berjalan.23

Hal senada disampaikan oleh ibu R yang juga selaku guru PAI

mengatakan:

Tujuan pembelajaran secara daring ini adalah untuk memfasilitasi siswa agar terlaksana kegiatan belajar mengajar di masa pendemi ini. Karena ini juga sudah aturan dari pemerintah. Jadi harus kita laksanakan secara daring. Adapun tujuan pembelajaran pada setiap materi itu sudah kami rumuskan di RPP dan bahkan di buku pegangan siswa pun sudah tertulis hasil

yang ingin dicapai-hasil yang ingin dicapai pembelajaran24

Dari hasil wawancara di atas peneliti menemukan tujuan dari

pembelajaran daring di SMK Negeri 4 Banjarmasin adalah untuk

memberikan, memfasilitasi belajar peserta didik agar tercapaikan tujuan

pemebelajaran. Adapun tuujuan pemebelajaran terhadap materi salah

22 Wawancara dengan MA , guru PAI SMKN 4 Kota Banjarmasin, 30 November 2020 23 Wawancara dengan MF , guru PAI SMKN 4 Kota Banjarmasin, 30 November 2020 24 Wawancara dengan R , guru PAI SMKN 4 Kota Banjarmasin, 1 Desember 2020

(28)

satu guru menjelaskan sudah ada di RPP dan dibuku pegangan siswa.

Ini sesuai dengan data dokumen yang peneliti temukan bahwa di RPP

dan LKS siswa ada tertulis hasil yang ingin dicapai pembelajaran di

setiap materinya.

Dari data yang peneliti dapatkan di SMK Negeri kota

Banjarmasin dapat disimpulkan bahwa tujuan pengajaran PAI

dilaksanakana secara daring guna untuk mempermudah, memfasilitasi,

melaksanakan aturan agar pendidikan tetap berjalan walaupun

dilaksanakan secara jarak jauh dan ini juga bertujuan untuk menghindari

berkembangnya wabah virus covid 19. Adapun tujuan pembelajaran

terkait materi hanya salah satu SMK Negeri yang tidak memberikan

penjelasan tentang tujuan pembelajaran yang ada pada materi. Dan pada

data dokumentasi yang peneliti dapatakan dari RPP, silabus dan buku

bahan didalamnya sudah tertulis tujuan, karena semua SMK Negeri kota

Banjarmasin memiliki kurikulum yang sama.

Kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik apabila

perencanaan disusun dengan baik dan strategi pembelajaran yang

diterapkan sesuai dengan hasil yang ingin dicapai yang akan dicapai.

Menurut Wina Sanjaya rencana pembelajaran adalah suatu proses

pengambilan keputusan berdasarkan pemikiran rasional tentang hasil

yang ingin dicapai dan sasaran pembelajaran tertentu, yaitu perubahan

perilaku dan rangkaian kegiatan yang harus mencapai hasil yang ingin

(29)

belajar tersedia. Hasil akhir pada proses penetapan keputusan adalah

menempatkan dokumen yang isinya hasil yang ingin dicapai, metode,

sumber ajar, media, dan juga penilaian agar dokumen tersebut bisa

dijadikan sebagai acuan serta pedoman didalam proses pembelajaran.25

Guru hendaknya memiliki kemampuan merencanakan

pembelajaran termasuk menetapkan hasil yang ingin dicapai

pembelajaran, karena kegiatan yang direncanakan dengan matang akan

lebih terarah dan lebih mudah mencapai tujuan yang diinginkan. Oleh

karena itu, guru hendaknya merencanakan tujuan dari pembelajaran

sebelum guru mengajar dan bersiap untuk pembelajaran.

b. Materi

Bagian ini, peneliti membahas tentang apa dan bagaimana materi

PAI secara daring dismpaikan oleh guru PAI di SMK Negeri kota

Banjarmasin.

1) SMK Negeri 2 Banjarmasin

Proses pembelajaran atau pengajaran PAI secara daring di SMK

Negeri 2 Banjarmasin dilaksanakan oleh pihak sekolah, adapun materi

topik ajar yang disampaikan guru PAI kepada peserta didik adalah

sebagai berikut:

Bapak Y menjelaskan:

Sumber belajar atau materi topik ajar yang digunakan dalam pembelajaran PAI, saya menggunakan 3 buah sumber buku,

25 Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana, 2011,

(30)

yang pertama menggunakan buku paket, kedua menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan yang ketiga menggunakan buku paket pegangan guru. Untuk LKS itu boleh dibawa pulang oleh peserta didik, kalau untuk buku paket peserta didik boleh meminjam di perpustakaan sekolah. Selain dari buku sumber belajar atau materi yang saya gunakan adalah materi berupa audio atau video pembelajaran yang bersumber dari youtube, kalau materi yang bersumber dari video diyoutube itu saya telaah dulu apakah meteri itu sesuai atau tidak dengan materi yang akan saya ajarkan, kalau sesuai maka akan saya gunakan untuk pembelajaran. Selaian itu ada juga audio atau video yang saya

buat sendiri.26

Pernyataan yang disampaikan olah bapak Y sesuai dengan data

dokumentasi yang peneliti lihat ketika bapak Y menyampaikan

penjelasan tentang materi atau sumber topik ajar. Data ini juga didukung

oleh ibu RDB yang juga memberikan pernyataan sebagai berikut:

Kami di sini menggunakan materi yang bersumber dari buku paket dan LKS, kemudian satu buku paket untuk pegangan guru yang mana didalam buku paket pegangan guru isinya adalah ringkasan materi dan soal-soal beserta kunci jawabannya, dari buku pegangan guru ini sangat memudahkan kami untuk melaksanakan pembelajaran dan evalusi atau penilaian terhadap peserta didik. Selain itu juga kami menggunakan meteri yang bersumber dari youtube untuk mempermudah peserta didik dalam pengajaran PAIsecara daring, tapi harus sesuai juga

dengan materi yang sudah kami siapkan.27

Adapun meteri-materi yang peneliti dapatkan dari hasil

dokumentasi pada sumber topik ajar yang digunakan guru pendidikan

agama di SMK Negeri 2 Banjarmasin adalah sebagai berikut:

1) Materi PAI kelas X

26 Wawancara dengan Y , guru PAI SMKN 2 Kota Banjarmasin, 16 November 2020. 27 Wawancara dengan RDB , guru PAI SMKN 2 Kota Banjarmasin, 16 November 2020.

(31)

a) BAB I Mengenal Allah melalui asmaul husna

b) BAB II Adab berpakai dalam Islam

c) BAB III Kejujuran cermin kepribadian muslim

d) BAB IV Sumber hukum Islam

e) BAB V Dakwah nabi Muhammad saw. Periode Makkah

f) BAB VI Memahami makna mujahadah an-nafs, husnuzan, dan

ukhuwah

2) Materi PAI kelas XI

a) BAB I Beriman kepada kitab-kitab Allah.

b) BAB II Bersikap syajaah dalam mewujudkan kejujuran.

c) BAB III Perawatan jenazah, takziah, dan ziarah kunur dalam Islam.

d) BAB IV Ketentuan khitbah, tablig, dan dakwah.

e) BAB V Peradaban pada masa Dinasti Bani Umayyah dan Dinasti

Bani Abbasiyah.

f) BAB VI Taat kepada aturan, berkompetisi dalam kebaikan, dan

bekerja keras.

3) Materi PAI kelas XII

a) BAB I Meyakini terjadinya hari akhir.

b) BAB II Konsep bekerja keras dala Islam.

c) BAB III Ketentuan pelaksanaan pernikahan berdasarkan syariat

Islam.

d) BAB IV Perkembangan Islam di Indonesia.

(32)

f) BAB VI Perintah bersikap demokratis.

g) BAB VII Ihsan merupakan perintah agama.28

Terkait materi yang disampaikan guru PAI di atas, ternyata tidak

semua materi itu mudah untuk tersampaikan secara maksimal kepada

peserta didik

Bapak Y menyampaikan bahwa

Pada semua materi yang saya ajarkan ternyata dalam pengajaran PAIsecara daring terdapat beberapa materi yang sulit dipahami peserta didik, apalagi ketikan materi yang disampaikan itu dalam bentuk praktik, karena kita tahu semua dalam pembelajaran daring ada keterbatasan, contohnya saya dalam memberikan meteri praktik pada materi penyelenggaraan jenazah itu kan ada praktik memandikan, mengkapani dan menyolatkan. Saya pribadi merasa kesulitan dalam menyampaikan materi ini, dalam ini saya harus

membuat video pembelajaran sendiri tentang praktik

penyelenggaraan jenazah yang membutuhkan waktu dan bantuan

guru PAI lain dalam pembuatan video tersebut.29

Pernyataan bapak Y sejalan dengan pernyataan dari bapak MZ yang

menjelaskan bahwa:

Dalam pengajaran PAIsecara daring ini kami merasa sedikit kesulitan dalam menyampaikan materi, khususnya dalam penyampaian materi praktik. Dalam pemebelajaran PAI pasti ada yang namanya praktik membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits, walaupun disekolah kami juga menggunakan aplikasi pembelajaran tatap maya atau tatap muka secara online, tetap saja kurang

maksimal dalam memberikan materi tersebut.30

28 Dokumentasi dari buku pegangan guru PAI SMK Negeri 2 Banjarmasin

29 Wawancara dengan Y , guru PAI SMKN 2 Kota Banjarmasin, 16 November 2020 30 Wawancara dengan MZ , guru PAI SMKN 2 Kota Banjarmasin, 16 November 2020

(33)

Dari beberapa pernyataan data di atas dan data dokumentasi dapat

disimpulkan bahwa materi-materi yang disampaikan oleh guru PAI

bersumber dari buku paket dari kemendikbud kurikulum 2013 revisi. Ini

sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh W. Gulo dalam bukunya yang

berjudul strategi belajar mengajar bahwa materi pelajaran terbagi menjadi dua komponen yaitu: materi pelajaran formal dan materi pelajaran informal.

Topik formal adalah materi yang isinya masuk pada buku teks yang resmi

(seperti buku teks sekolah), sedangkan untuk materi informal ialah bahan

pembelajaran yang diperoleh dari lingkungan sekolahnya.31 Namun dalam

penyampaian materi pembelajaran pandidikan agama Islam secara daring di

SMK Negeri 2 Banjarmasin tidak semuanya tersampaikan dengan baik

kepada peserta didik.

2) SMK Negeri 3 Banjarmasin

Materi pengajaran PAIsecara daring di SMK Negeri 3 Banjarmasin.

Dari hasil wawancara dan dokumentasi peneliti menemukan data sebagai

berikut:

Bapak H menjelaskan:

“Materi yang saya ajarkan pada kelas X, XI dan XII dapat anda lihat pada buku paket yang saya gunakan ini, dan juga ada di buku LKS

untuk siswa”.32

31 W. Gulo, Strategi Belajar mengajar,…h. 8-9.

(34)

Bapak AR juga memberikan pernyataan:

Kalau tentang materi kami menggunakan satu buku paket dan satu buku untuk pegangan siswa yaitu buku LKS. Untuk buku paket itu penerbitnya dari kemendikbud kurikulum 2013 revisi, nah kalau untuk LKS siswa itu penerbitnya dari aspirasi (sambil menunjukkan

kepada saya buku-buku tersebut).33

Kemudian bapak K juga mengatakan:

Topik ajar atau buku yang digunakan adalah buku PAI kurikulum 2013 revisi ada juga format pdfnya dan yang relevan, selain buku materi bisa dalam bentuk slide ppt atau video pembelajaran yang melimpah banyak di youtube. Pada pembelajaran secara daring guru diminta agar lebih kreatif ketika menyampaikan bahan atau materi

ajar kepada siswa.34

Dari data di atas dan dokumentasi peneliti melihat bahwa materi atau

topik ajar yang digunakan oleh guru PAI di SMK Negeri 3 Banjarmasin

sama halnya dengan materi yang digunakan oleh guru PAI di SMK Negeri

2 Banjarmasin yaitu buku PAI dari kemendikbud kurikulum 2013 revisi dan

LKS.

Hasil data dokumentasi terkait materi di SMK Negeri 3 Banjarmasin

sebagai berikut:

1) Materi PAI kelas X

a) BAB I Mengenal Allah melalui asmaul husna

b) BAB II Adab berpakai dalam Islam

c) BAB III Kejujuran cermin kepribadian muslim

33 Wawancara dengan AR , guru PAI SMKN 3 Kota Banjarmasin, 25 November 2020 34 Wawancara dengan K , guru PAI SMKN 3 Kota Banjarmasin, 24 November 2020

(35)

d) BAB IV Sumber hukum Islam

e) BAB V Dakwah nabi Muhammad saw. Periode Makkah

f) BAB VI Memahami makna mujahadah an-nafs, husnuzan, dan

ukhuwah

2) Materi PAI kelas XI

a) BAB I Beriman kepada kitab-kitab Allah.

b) BAB II Bersikap syajaah dalam mewujudkan kejujuran.

c) BAB III Perawatan jenazah, takziah, dan ziarah kunur dalam

Islam.

d) BAB IV Ketentuan khitbah, tablig, dan dakwah.

e) BAB V Peradaban pada masa Dinasti Bani Umayyah dan

Dinasti Bani Abbasiyah.

f) BAB VI Taat kepada aturan, berkompetisi dalam kebaikan, dan

bekerja keras.

3) Materi PAI kelas XII

a) BAB I Meyakini terjadinya hari akhir.

b) BAB II Konsep bekerja keras dala Islam.

c) BAB III Ketentuan pelaksanaan pernikahan berdasarkan syariat

Islam.

d) BAB IV Perkembangan Islam di Indonesia.

e) BAB V Berpikit kritis menurut surah Ali Imran ayat 190-191.

f) BAB VI Perintah bersikap demokratis.

(36)

Terkait materi pembelajaran secara daring di atas, lebih jelasnya

guru PAI di SMK Negeri 3 Banjarmasin bapak H menjelaskan:

Untuk materi pembelajaran daring yang saya sampaikan kepada siswa adalah materi yang ada di buku paket dan LKS ini, dalam proses penyampaian materi saya menggunakan google class room. Dan untuk mempermudah komunikasi saya membuat wa group ke pada semua siswa yang saya ajar. O,,,iya, selain dari materi dari buku dan LKS saya mencarikan video pembelajaran (punya orang tapinya) hee,,, setelah ketemu video pembelajaran materi tersebut

saya bagikan ke pada siswa.35

Berbeda dengan bapak AR, bapak AR menjelaskan bahwa:

Terkait penyampaian materi pengajaran PAIsecara daring saya lebih banyak memberikan bahan bacaan dan tugas saja untuk siswa, misalkan pertemuan pertama saya memberikan bahan materi bacaan, minggu berikutnya saya berikan soal atau latihan, nah,,kalau

terkait masalah praktik saya memberikan materi video

pembelajaran.36

Bapak K juga menjelaskan terkait meteri, bapak K menjelaskan

bahwa:

Materi dalam pemebelajaran ini saya sesuaikan dengan materi yang sudah ada di buku dan sesuai dengan di prota, prosem dan RPP yang sudah saya buat, jadi tinggal mengimplementasikannya saja lagi lewat pembelajaran daring. Walaupun RPP yang ada ini RPP tatap muka he.... Adapun bentuk materi yang saya sampaikan kepada

siswa bisa berbentuk file dokumen, pdf, ppt dan video youtube.37

Dari data di atas peneliti merasa ada ketidak sesuaian antara

dokumen RPP dengan pemberian materi, karena di RPP yang dibuat oleh

35 Wawancara dengan H , guru PAI SMKN 3 Kota Banjarmasin, 25 November 2020 36 Wawancara dengan AR , guru PAI SMKN 3 Kota Banjarmasin, 25 November 2020 37 Wawancara dengan K , guru PAI SMKN 3 Kota Banjarmasin, 24 November 2020

(37)

guru, RPPnya dalam bentuk pembelajaran secara tatap muka. Untuk

penyampain secara daring tidak ada di dokumen RPP.

3) SMK Negeri 4 Banjarmasin

Materi merupakan topik ajar yang akan diberikan guru kepada siswa

pada saat proses pembelajaran. Adapun meteri-materi yang peneliti

dapatkan dari hasil dokumentasi pada sumber topik ajar yang digunakan

guru PAI di SMK Negeri 4 Banjarmasin adalah sebagai berikut:

1) Materi PAI kelas X

a) BAB I Mengenal Allah melalui asmaul husna

b) BAB II Adab berpakai dalam Islam

c) BAB III Kejujuran cermin kepribadian muslim

d) BAB IV Sumber hukum Islam

e) BAB V Dakwah nabi Muhammad saw. Periode Makkah

f) BAB VI Memahami makna mujahadah an-nafs, husnuzan, dan

ukhuwah

2) Materi PAI kelas XI

a) BAB I Beriman kepada kitab-kitab Allah.

b) BAB II Bersikap syajaah dalam mewujudkan kejujuran.

c) BAB III Perawatan jenazah, takziah, dan ziarah kunur dalam Islam.

d) BAB IV Ketentuan khitbah, tablig, dan dakwah.

e) BAB V Peradaban pada masa Dinasti Bani Umayyah dan Dinasti

(38)

f) BAB VI Taat kepada aturan, berkompetisi dalam kebaikan, dan

bekerja keras.

3) Materi PAI kelas XII

a. BAB I Meyakini terjadinya hari akhir.

b. BAB II Konsep bekerja keras dala Islam.

c. BAB III Ketentuan pelaksanaan pernikahan berdasarkan syariat

Islam.

d. BAB IV Perkembangan Islam di Indonesia.

e. BAB V Berpikit kritis menurut surah Ali Imran ayat 190-191.

f. BAB VI Perintah bersikap demokratis.

g. BAB VII Ihsan merupakan perintah agama.

Terkait materi yang disampaikan guru PAI secara daring,

Bapak MA menyampaikan bahwa:

Pada saat menyampaikan materi topik ajar, saya menggunakan aplikasi WA, Class Room, dan Google Meet. Mengenai penyampaian materi praktik, ada dua materi yang disampaikan secara praktik meliputi praktik penyelenggaraan sholat jenazah

dan menghafal bacaannya. Penyampaian materi

penyelenggaraan sholat jenazah, saya membuat video kemudian saya kirim melalui aplikasi class room Disana para siswa saya tugaskan untuk menyimak video yang saya berikan. Dalam penyampaian materi topik ajar tidak semua materi yang saya sampaikan menggunakan aplikasi google meet. Aplikasi google meet ini cukup menyampaikan materi praktek saja. Lebih

umumnya saya menggunakan aplikasi Class Room.38

(39)

Pernyataan bapak MA berbeda dengan pernyataan dari bapak

MF. bapak MF menjelaskan bahwa:

Penyampaian materi secara daring biasanya saya sampaikan terlebih dahulu kepada siswa digrup WA bahwasanya untuk pertemuan pertama tentang bahan bacaan, ada juga sesi menghafal, kemudian penilaian. Mengenai materi praktek penyelenggaraan sholat jenazah, saya biasanya pada pertemuan pertama menugaskan kesetiap siswa untuk membuat audio suara atau merekam bacaan-bacaan sholat kifayah terlebih dahulu dengan melihat teks, lalu dikirim melalui aplikasi WA. kemudian pada pertemuan kedua saya menugaskan kesetiap siswa untuk membuat video bacaan sholat kifayah tanpa melihat

teks atau menghafal, lalu dikirim melalui aplikasi WA.39

Berbeda lagi dengan apa yang dikatakan oleh ibu R

Untuk mempersiapkan materi pengajaran PAIsecara daring kami rapatkan dulu di MGMP khusus guru agama, kemudian dari itu terbentuk RPP pembelajaran daring, RPP yang dibuat pun disederhanakan sesuai dengan pembelajaran daring. Kemudain bagaimana kita menyampaiakan pembelajaran daring ini kepada siswa, kemudian apa-apa aja materi yang akan disampaiakan kepada siswa sekira materi-materi tersebut tidak

membebani siswa.40

Selain pernyataan di atas ibu R juga menyampaiakan tentang sumber

materi atau topik ajar yang digunakan dalam pembelajaran

Buku kita sudah ada kan dari kemendikbud buku paket PAI kelas X, XI, dan XII. Salian itu kita berikan juga buku pegangan untuk mendukung pemebelajaran yaitu lembar kerja siswa atau LKS, sehingga siswa mudah untuk menjawab soal-soal yang diberikan, karena pengajaran PAIsecara daring kita susah untuk memebrikan penjelasan lebih ke pada siswa, sehingga dengan adanya LKS siswa

terbantulah.41

39 Wawancara dengan MF , guru PAI SMKN 4 Kota Banjarmasin, 30 November 2020 40 Wawancara dengan R , guru PAI SMKN 4 Kota Banjarmasin, 1 Desember 2020 41 Wawancara dengan R , guru PAI SMKN 4 Kota Banjarmasin, 1 Desember 2020

(40)

Perihal sumber topik ajar atau materi bapak MF juga mengatakan:

“Untuk sumber topik ajar selain buku, siswa boleh bebas mencari sumber referensi buku lain asalkan jelas materinya sesuai dengan

yang dipelajari. Bisa juga bersumber dari internet dan youtube.”42

Berhubungan dengan materi praktik bapak MA memberikan penjelasan:

Dikelas XI itu ada kan tentang penyelenggaraan jenazah salah satunya, kalau kelas XII ada praktik tentang pernikahan, nah, kalau di kelas X biasa menghafal asma ulhusna. Nah itu beberapa materi yang bisa dipraktikkan. Saat ini kan pemebelajaran daring jadi kita suruh siswa untuk membuat rekaman video dan dikirmkan bisa melalui WA atau classroom. Nah missal untuk materi penyelenggaraan jenazah, maka siswa mempraktikkan dengan membuat video bagaimana tat cara sholat jenazah. Nah kalau kita sebagai guru untuk memberikan praktik kepada mereka bisa

menggunakan google meet.43

Dari beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa pada saat

penyampaian materi pembelajaran pandidikan agama Islam secara daring di

SMK Negeri 4 Banjarmasin tersampaikan dengan baik kepada peserta didik

dan sesuai dengan materi-materi yang ada di RPP.

Berdasarkan semua data di atas semua guru PAI di SMK Negeri kota

Banjarmasin guru memiliki materi dan sudah menyampaikan materi yang

sesuai dengan buku dari kemendikbud. Dari ketiga sekolah tersebut, materi

yang mereka gunakan sama karena menggunakan kurikulum yang sama

yaitu kurikulum 2013. Kemudian juga terlihat disana untuk mempermudah

peserta didik guru mengharuskan peserta didik memiliki buku pegangan

42 Wawancara dengan MF , guru PAI SMKN 4 Kota Banjarmasin, 30 November 2020 43 Wawancara dengan MA , guru PAI SMKN 4 Kota Banjarmasin, 30 November 2020

(41)

untuk dipelajari di rumah berupa buku LKS (Lembar Kerja Siswa), sehingga

proses penyampaian materi dapat berlangsung dengan lancar. Dengan

penggunaan handout ini guru hanya menyampaikan materi yang sudah ada

didalam buku pegangan guru melalui media aplikasi pembelajaran, tentunya

juga diberikan contoh-contoh yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

Jika materi yang akan disampaikan terlalu rumit untuk dijelaskan dengan

handout, maka dipilihlah materi berupa audio atau video untuk

menampilkan materi pembelajaran secara efektif. Dalam ini peneliti

sandarkan dengan teori Hamzah Uno bahwa pembelajaran memiliki esensi

perencanaan atau desain (design) dan dimaksudkan untuk diajarkan kepada

siswa. Oleh karena itu dalam pembelajaran, siswa tidak hanya akan

berinteraksi dengan guru sebagai sumber belajar, tetapi juga dapat

berinteraksi dengan semua sumber belajar yang digunakan untuk mencapai

hasil yang ingin dicapai pembelajaran yang diinginkan.44

Penyusunan materi pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan

juga dengan penguasaan materi oleh guru. Dalam penyusunan materi

pembelajaran guru hendaknya memilih dengan cara bagaimana materi yang

akan disampakan secara daring ini dapat dipahami oleh peserta didik. Materi

yang disampaikan harus yang mudah dimengerti dan dipahami oleh siswa,

seperti diberikannya contoh-contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

Sehingga pesrta didik mampu dengan cepat dan mudah untuk memahami

(42)

dan mengerti tentang apa yang disampaikan guru. Metode yang digunakan

disusun berdasarkan mudah atau sulitnya materi pembelajaran yang

disampaikan oleh guru dapat dipahami siswa

c. Metode

Bagian ini membahas tentang metode apa saja yang digunakan guru

PAI dalam peroses belajar mengajar secara daring dari di SMK Negeri kota

Banjarmasin.

1) SMK Negeri 2 Banjarmasin

Berkaitan dengan metode pengajaran PAI secara dalam jaringan

yang digunakan guru di SMK Negeri 2 Banjarmasin peneliti mendapatkan

beberapa pernyataan dari beberapa guru yaitu sebagai berikut:

Bapak Y memberikan pernyataan bahwa

Untuk menentukan metode pembelajaran, biasanya saya sesuaikan dengan materinya.Seperti pada RPP ini, materinya adalah tentang Riwayat Nabi Muhammad SAW.Maka metode yang saya gunakan adalah ceramah, Tanya jawab, penugasan. Tetapi berbicara tentang metode dalam pemebelajaran daring ini, saya merasa sangat sulit untuk menerapkan metode-metode pembelajaran yang bervariasi, untuk itu metode yang paling sering saya gunakan dalam

pembelajaran daring ini adalah metode ceramah dan penugasan.45

Dari pernyataan di atas metode yang disampaikan oleh bapak Y

sesuai dengan metode yang ada di data dokumentasi dalam bentuk RPP.

Namun, ketika dalam pembelajaran daring kebanyakan metode yang

digunakan hanya dua metode saja yaitu metode ceramah dan penugasan

(43)

yang mana metode ini juga sesuai dengan yang ada di RPP, namun hanya

dua metode saja yang digunakan.

Pernyataan bapak Y sejalan dengan pernyataan ibu RDB, ibu RDB

menjelaskan bahwa:

Metode adalah cara guru untuk menyampaikan pembelajaran kepada peserta didik agar hasil yang ingin dicapai dari pembelajaran tersebut dapat di capai, adapun metode yang saya gunakan kebanyakan menggunakan metode penugasan saja karena dimasa pandemi virus covid 19 ini sulit untuk menggunakan metode seperti

metode inquiri, jigsaw, mind mapping dan metode lainnya.46

Berbeda dengan bapak MZ, bapak MZ memberikan penjelasan

tentang metode yang digunakan dalam pengajaran PAIsecara daring. Bapak

MZ menjelasakan bahwa:

Selama pengajaran PAI secara daring ini saya mengajar ke pada peserta didik menggunakan metode ceramah dan demonstrasi, metode ceramah yang saya gunakan yaitu dengan membuat rekaman suara atau audio dan bisa juga membuat rekaman video, yang mana hasil dari rekaman ceramah saya itu saya share atau bagi kepada

siswa untuk didengarkan dengan baik.47

Berdasarkan beberapa pernyataan dari data di atas dapat di tarik

kesimpulan bahwa, metode yang digunakan guru PAI di SMK Negeri 2

Banjarmasin sesuai dengan RPP yang dibuat namun tidak bervariasi karena

hanya sedikit metode yang digunakan seperti metode ceramah, demonstrasi

dan penugasan, padahal di dalam dokumen RPP banyak metode yang

dirumuskan atau di buat. Namun dari metode yang digunakan oleh guru PAI

46 Wawancara dengan RDB , guru PAI SMKN 2 Kota Banjarmasin, 16 November 2020 47 Wawancara dengan MZ , guru PAI SMKN 2 Kota Banjarmasin, 17 November 2020

(44)

tersebut sesuai dengan karakteristik dari strategi bahwa menurut Abdul

Majid, Bahasa lisan adalah alat utama dalam strategi penyampaian materi.

Karena itu, orang sering setuju dengan pidato atau ceramah. Biasanya mata

pelajaran yang dibawakan adalah mata pelajaran yang sudah selesai, seperti

data atau fakta dan konsep tertentu harus diingat agar siswa tidak berpikir

ulang.48

2) SMK Negeri 3 Banjarmasin

Metode sangatlah penting dalam proses penyampaian pembelajaran

ke pada peserta didik, adapun metode yang digunakan guru PAI pada

pengajaran PAIsecara daring di SMK Negeri 3 Banjarmasin adalah sebagai

berikut:

Bapak H menjelaskan bahwa:

Berbicara tentang metode, tentunya kita membutuhkan metode-metode pembelajaran yang banyak agar pelajaran yang kita berikan kepada siswa masuk dan bermanfaat, untuk pembelajaran saat ini saya dalam proses pembelajaran menggunakan metode resitasi atau penugasan paling banyak, kalau untuk materi praktik atau pembelajaran yang memberikan percontohan atau peragaan kepada siswa, saya menggunakan metode demonstrasi, contohnya pada materi PAI tentang pelaksanaan jenazah, pelaksanaan dakwah dan

khotbah serta pelaksanaan pernikahan sesuai dengan syariat Islam.49

Terkait metode bapak AR juga memberikan penjelasan

Pernah beberapa kali menggunakan metode ceramah menggunakan google meet, tetapi saya batasi waktunya Cuma 30 menit saja, kenapa? Karena terlalu menguras kuota siswa, dan juga menggunakan metode ceramah ketika itu, masih banyak siswa yang belum masuk untuk bergabung, saya sudah lama dalam proses

48 Abdul Majid, Strategi Pembelajaran. ( Bandung. PT Remaja Rosdakarya. 2014 )h. 216. 49 Wawancara dengan H , guru PAI SMKN 3 Kota Banjarmasin, 25 November 2020

(45)

pembelajaran pada google meet itu , ternyata masih ada siswa yang baru bergaabung. Maka dari itu saya saat ini tidak lagi menggunakan metode ceramah, hanya mengggunakan metode penugasan saja.

Menurut saya ini yang efektif dalam pembelajaran daring ini.50

Untuk mempertegas data diatas bapak K juga menjelaskan bahwa:

Metode itu sesuai dengan materi yang dibahas, Sudah ada di RPP yang kami buat, tapi dalam keadaan saat ini kami sedikit kesulitan dalam menggunakan metode-metode yang biasa kami gunakan di dalam kelas. Kenapa demikian,,,karena kami tahu pada saat ini pembelajaran daring sangatlah menjadi hal yang bukan kebiasaan kami mengajar seperti di dalam kelas, jadi untuk metode biasanya menggunakan metode penugasan. Jarang sekali kami menggunakan metode ceramah dan lain-lain, walaupun sebenarnya guru agama

identik dengan selalu menggunakan metode ceramah.51

Siswa kelas XI yang bernama K memberikan jawaban terkait cara

guru PAI menyampaikan pembelajaran. K menjelaskan bahwa:

Guru memberikan materi dalam bentuk file dokumen, bisa juga memakai pdf, dan setelah itu disuruh mengerjakan tugas, yang

dikumpulkan pada jam 12 malam terkahir.52

Selain K, E juga memberikan pernyataan bahwa:

Guru memberikan tugas yang ada di LKS, kami jawab, kemudian dikirmkan ke kelas room, bisa juga lewat wa. Nah… kalau materi…..bapak H hanya memberikan materi bacaan yang ada

dalam bentuk dokumen atau pdf.53

Hasil dari data dokumentasi RPP yang peneliti dapatkan, metode

yang ada di RPP metodenya bermacam-macam, misalkan saja untuk

pertemuan materi jenazah, metode yang digunakan adalah metode ceramah,

50 Wawancara dengan AR , guru PAI SMKN 3 Kota Banjarmasin, 25 November 2020 51 Wawancara dengan K , guru PAI SMKN 3 Kota Banjarmasin, 24 November 2020 52 Wawancara dengan K , siswa kelas XI SMKN 3 Kota Banjarmasin, 26 November 2020 53 Wawancara dengan E , siswa kelas X SMKN 3 Kota Banjarmasin, 26 November 2020

Referensi

Dokumen terkait

Pelanggan dapat menggunakan dana investasi penerapan mereka hingga 12 bulan setelah pembelian kursi yang memenuhi syarat, bahkan dengan perjanjian baru, selama mereka juga

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan konsumen,

Menganalisis prinsip kerja peralatan listrik searah (DC) berikut keselamatannya dalam kehidupan sehari-hari Listrik arus searah (DC) - Menjelaskan fenomena kelistrikan

dominan adalah Rhizopora apicula dengan nilai INP 89,654% hal ini dikarenakan jumlah individu yang lebih banyak dibandingan dengan jenis yang lain, selain itu

Berdasarkan uraian diatas dan rekomendasi dari Andrian maka, peneliti tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana variabel-variabel atribut produk,

1. Ditinjau dari aspek Context yang meliputi tujuan pembelajaran dan kebutuhan pembelajaran pada pelaksanaan pembelajaran daring pada masa pandemi COVID-19

1. Pola Pembelajaran guru SD Negeri Ngelowetan selama masa pandemi Covid-19 adalah menggunakan model pembelajaran daring. Teknik pembelajaran daring menggunakan

mengembangkan SKL, KD, Indikator serta RPP untuk kelas VII, VIII, dan IX, pada semua mata pelajaran, pengembangan sistem penilaian berbasis kompetensi, serta