Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan bulan September 2013 Provinsi Kalimantan Barat sebesar 96,97 poin turun 0,17 poin atau berubah 0,17 persen dibanding NTP bulan Agustus 2013 yaitu 97,14 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani naik sebesar 0,28 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,45 persen.
NTP Tanaman Padi dan Palawija (NTPP) September 2013 sebesar 94,31 poin mengalami penurunan 0,93 persen dibandingkan NTP bulan Agustus 2013 yaitu sebesar 95,19 poin.NTP Hortikultura (NTPH) September 2013 sebesar 103,90 poin mengalami penurunan 0,32 persen dibandingkan NTP bulan Agustus 2013 yaitu sebesar 104,23 poin.
NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) September 2013 sebesar 104,28 poin mengalami kenaikan sebesar 1,09 persen dibandingkan NTP bulan Agustus 2013 yaitu sebesar 105,16 poin.
NTP Peternakan (NTPT) September 2013 sebesar 79,29 poin mengalami penurunan sebesar 0,06 persen dibandingkan dengan bulan Agustus 2013 yaitu sebesar 79,35 poin NTP Perikanan (NTPN) September 2013 sebesar 102,74 poin mengalami kenaikan sebesar 0,01 persen. dibandingkan dengan bulan Agustus 2013 yaitu sebesar 102,73 poin.
Dari empat Provinsi di Pulau Kalimantan yang dilaporkan pada bulan September 2013, Provinsi Kalimantan Barat turun yaitu sebesar 0,17 persen, NTP Kalimantan Tengah naik sebesar 0,55 persen, NTP Kalimantan Selatan naik sebesar 0,18 persen, dan NTP Kalimantan Timur naik sebesar 0,18 persen
Nilai Tukar Petani (NTP) Nasional bulan September 2013 tercatat sebesar 104,56 poin, naik 0,24 poin atau berubah 0,23 persen dibanding NTP Nasional bulan Agustus 2013 yaitu sebesar 104,32 poin.
No. 55/10/61/Th.XVI,1 Oktober 2013
PERKEMBANGAN
NILAI
TUKAR
PETANI
KALIMANTAN
BARAT
BULAN : SEPTEMBER 2013
1. Nilai Tukar Petani
Nilai Tukar Petani (NTP) diperoleh dari perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima Petani (It) dengan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) dalam persentase. Pengeluaran konsumsi rumah tangga dan biaya produksi pertanian, merupakan salah satu
Indikator Proxy untuk melihat tingkat kesejahteraan petani. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani. NTP berfluktuasi setiap bulannya selama periode Januari 2008-September 2013. Penurunan NTP umumnya terjadi pada saat panen tanaman pangan, tanaman hortikultura (tanaman bahan makanan) maupun tanaman perkebunan rakyat, tetapi naik kembali pada waktu sesudahnya. Pada periode Januari 2008- September 2013, NTP terendah di Kalimantan Barat terjadi pada bulan September2013 (96,97 poin) karena penurunan harga jual bahan makanan ataupun hasil tanaman bahan makanan ataupun hasil tanaman perkebunan rakyat. Meskipun demikian, fluktuasi harga komoditas konsumsi rumah tangga dan biaya produksi serta penambahan barang modal (BPPBM) juga mempengaruhi tinggi rendahnya NTP.
1.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)
Indek Harga yang Diterima Petani (It) menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan September 2013, It Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,28 persen dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 140,74 poin pada bulan Agustus 2013 menjadi 141,13 poin pada bulan September 2013. Kanaikan It tersebut dipengaruhi oleh penurunan indeks Tanaman Pangan sebesar 0,43 persen, kenaikan indeks Hortikultura sebesar 0,12 persen, kenaikan indeks Tanaman Perkebunan Rakrat sebesar 1,41 persen, kenaikan indeks Peternakan sebesar 0,39 persen, dan kenaikan indeks Perikanan sebesar 0,62 persen.
1.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)
Melalui Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.
Pada bulan September 2013 Ib Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,45 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 144,89 poin pada bulan Agustus 2013 menjadi 145,54 poin pada bulan September 2013. Kenaikan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,49 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian mengalami kenaikan sebesar 0,29 persen.
Naiknya Indeks Konsumsi Rumah Tangga pada bulan September 2013 dibandingkan Agustus 2013 juga menunjukkan terjadinya Inflasi perdesaan pada bulan September 2013, indeks ini mengalami kenaikan sebesar 0,49 persen dibanding Agustus 2013, yang disebabkan oleh ketujuh pendukung subkelompok Konsumsi Rumah Tangga, yaitu
subkelompok Bahan Makanan naik sebesar 0,49 persen, subkelompok Makanan jadi naik sebesar 0,78 persen, subkelompok Perumahan naik sebesar 0,19 persen, subkelompok Sandang naik sebesar 0,41 persen, subkelompok Kesehatan naik sebesar 0,57 persen, subkelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga naik 0,29 persen. dan subkelompok Transportasi dan Komunikasi naik sebesar 0,54 persen,
Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian pada bulan September 2013 tercatat sebesar 124.82 poin mengalami kenaikan sebesar 0,37 poin atau berubah 0,29 persen dibandingkan Agustus 2013 yaitu sebesar 124.45 poin. Dari keenam komponen pendukung pada subkelompok indeks ini, subkelompok Bibit naik sebesar 0,42 persen,,subkelompok Obat-obatan & Pupuk naik sebesar 0,49 persen, subkelompok Sewa Lahan, Pajak & lainnya naik sebesar 0,06 persen, subkelompok Transportasi naik sebesar 0,09 persen, subkelompok Penambahan Barang Modal naik sebesar 0,05 persen, dan subkelompok Upah Buruh Tani naik sebesar 0,25 persen.
2. NTP Subsektor Tanaman Padi dan Pelawija (NTPP)
Pada bulan September 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Tanaman Padi dan Palawija Provinsi Kalimantan Barat tercatat 94,31 poin, turun 0,88 poin atau berubah 0,93 persen dibanding NTP Agustus 2013 yaitu 95,19 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani Tanaman Padi dan Palawija turun sebesar 0,43 persen, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,51 persen.
2.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)
Indek Harga yang Diterima Petani (It) Subsektor Tanaman Padi dan Palawija menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan September 2013, It Sub sektor Tanaman Padi dan Palawija Kalimantan Barat mengalami penurunan sebesar 0,43 persen dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 139,43 poin pada bulan Agustus 2013 menjadi 138,82 poin pada bulan September 2013. Penurunan It tersebut dipengaruhi oleh turunnya Indeks Tanaman Padi sebesar 0,83 persen,dan Indeks Tanaman Palawija naik sebesar 0,49 persen.
2.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)
Pada bulan September 2013 Ib Subsektor Tanaman Padi dan Palawija Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,51 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 146,47 poin pada bulan Agustus 2013 menjadi 147,21 poin pada bulan September 2013. Kenaikan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,52 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian juga naik sebesar 0,46 persen.
3. NTP Subsektor Hortikultura (NTPH)
Pada bulan September 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat tercatat 103,90 poin, turun 0,33 poin atau berubah 0,32 persen dibanding NTP Agustus 2013 yaitu 104,23 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani Hortikultura mengalami kenaikan sebesar 0,12 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,44 persen.
3.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)
Indek Harga yang Diterima Petani (It) Subsektor Hortikultura menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan September 2013, It Subsektor Hortikultura Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,12 persen dibanding It bulan sebelumnya. yaitu dari 154,24 poin pada bulan Agustus 2013 menjadi 154,43 poin pada bulan September 2013. Kenaikan It tersebut dipengaruhi oleh turunnya Indeks Sayur-sayuran sebesar 2,12 persen dan indeks Buah buahan naik sebesar 1,37 persen.
3.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)
Pada bulan September 2013 Ib Subsektor Tanaman Hortikultura Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,44 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 148,98 poin pada bulan Agustus 2013 menjadi 148,63 poin pada bulan September 2013. Kenaikan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,48 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) pertanian mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen.
4. NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR)
Pada bulan September 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perkebunan Rakyat Provinsi Kalimantan Barat tercatat 104,28 poin naik 1,12 poin atau berubah 1,09 persen dibanding NTP Agustus 2013 yaitu 103,16 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani Perkebunan Rakyat naik sebesar 1,41 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,31 persen.
4.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)
Indek Harga yang Diterima Petani (It) Subsektor Perkebunan Rakyat menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan September 2013, It Sub sektor Perkebunan Rakyat Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 1,41 persen dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 149,36 poin pada bulan Agustus 2013 menjadi 151,46 poin pada bulan September 2013. Kenaikan It tersebut dipengaruhi oleh naiknya Indeks Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) sebesar 1,41 persen.
4.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)
Pada bulan September 2013 Ib Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,31 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 144,79 poin pada bulan Agustus 2013 menjadi 145,24 poin pada bulan September 2013. Dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,38 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian naik sebesar 0,01 persen.
5. NTP Subsektor Peternakan (NTPT)
Pada bulan September 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Peternakan Provinsi Kalimantan Barat tercatat 79,29 poin mengalami penurunan sebesar 0,06 poin atau berubah 0,06 persen dibanding NTP Agustus 2013 yaitu 79,35 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani Peternakan naik sebesar 0,39 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,45 persen.
5.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)
Indek Harga yang Diterima Petani (It) Subsektor Peternakan menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan September 2013, It Sub sektor Peternakan Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,39 persen dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 109,82 poin pada bulan Agustus 2013 menjadi 110,24 poin pada bulan September 2013. Kenaikan It tersebut dipengaruhi oleh indeks Ternak Besar naik sebesar 0,85 persen, indeks Ternak Kecil turun sebesar 0,07 persen, indeks Unggas naik sebesar 0,64 persen, dan indeks HasilTernak. turun sebesar 0,20 persen
5.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)
Pada bulan September 2013 Ib Subsektor Peternakan Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,45 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya yaitu dari 138,40 poin pada bulan Agustus 2013 menjadi 139,03 poin pada bulan September 2013. Kenaikan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,54 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian naik sebesar 0,20 persen.
6.
NTP Subsektor Perikanan (NTPN)Pada bulan September 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perikanan Provinsi Kalimantan Barat tercatat 102,74 poin naik 0,01 poin atau berubah 0,01 persen dibanding NTP Agustus 2013 yaitu 102,73 poin. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga yang Diterima Petani Perikanan naik sebesar 0,62 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik sebesar 0,61 persen.
6.1. Indeks Harga yang Diterima Petani (It)
Indek Harga yang Diterima Petani (It) Subsektor Perikanan menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada bulan September 2013, It Subsektor Perikanan Kalimantan Barat naik sebesar 0,62 persen dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 142,36 poin pada bulan Agustus 2013 menjadi 143,25 poin pada bulan September 2013. Kanaikan It tersebut dipengaruhi oleh naiknya indeks Penangkapan sebesar 0,69 persen, dan indeks Budidaya naik sebesar 0,09 persen..
6.2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib)
Pada bulan September 2013 Ib Subsektor Perikanan Kalimantan Barat mengalami kenaikan sebesar 0,61 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 138,58 poin pada bulan Agustus 2013 menjadi 139,42 poin pada bulan September 2013. Kenaikan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan sebesar 0,69 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) Pertanian naik sebesar 0,43 persen.
Lebih rinci mengenai perbandingan lt, lb dan NTP bulan Agustus 2013 dan September 2013 dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1.
Perubahan Nilai Tukar Petani Provinsi Kalimantan Barat
Bulan Agustus-September 2013
(2007=100)
SEKTOR, KELOMPOK DAN SUBSEKTOR
GABUNGAN
(NTPP, NTPH, NTPR, NTPT & NTPN)
Indeks
Perubahan
(%)
Agustus
2013
September
2013
(1) (2) (3) (4)1. INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI
140,74
141,13
0,28
2. INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI
144,89
145,54
0,45
2.1. KONSUMSI RUMAH TANGGA
151,59
152,33
0,49
2.1.1. Bahan Makanan165,31
166,11
0,49
2.1.2. Makanan Jadi
143,27
144,39
0,78
2.1.3. Perumahan
145,00
145,28
0,19
2.1.4. Sandang
136,18
136,73
0,41
2.1.5. Kesehatan
123,90
124,61
0,57
2.1.6. Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga
120,33
120,68
0,29
2.1.7. Transportasi dan Komunikasi
118,53
119,16
0,54
2.2. INDEKS BIAYA PRODUKSI DAN124,45
124,82
0,29
PENAMBAHAN BARANG MODAL (BPPBM)
2.2.1. Bibit
126,53
127,07
0,42
2.2.2. Obat-obatan dan Pupuk
125,74
126,36
0,49
2.2.3. Sewa Lahan, Pajak dan lainnya
108,86
108,93
0,06
2.2.4. Transportasi
124,80
124,92
0,09
2.2.5. Penambahan Barang Modal
132,15
132,21
0,05
2.2.6. Upah Buruh Tani
123,94
124,26
0,24
3. NILAI TUKAR PETANI 97,14 96,97 -0,17
Tabel 2.
Perubahan Nilai Tukar Petani Provinsi Kalimantan Barat
Dirinci Menurut Sub Sektor
Bulan
Agustus-September 2013( 2007=100 )
URAIAN SUB SEKTOR
Indeks
Perubahan
Agustus
2013
September
2013
(%)
(1) (2) (3) (4)
1.INDEKS HARGA YANG DITERIMA PETANI
140,74
141,13
0,28
1.1. Petani Padi Palawija139,43
138,82
-0,43 1.2. Petani Hortikultura154,24
154,43
0,12 1.3. Petani Perkebunan Rakyat149,36
151,46
1,41 1.4. Petani Peternakan109,82
110,24
0,391.5. Petani Perikanan
142,33
143,25
0,622. INDEKS HARGA YANG DIBAYAR PETANI
144,89
145,54
0,45
1.1. Petani Padi Palawija
146,47
147,21
0,511.2. Petani Hortikultura
147,98
148,63
0,44 1.3. Petani Perkebunan Rakyat144,79
145,24
0,311.4. Petani Peternakan
138,40
139,03
0,451.5. Petani Perikanan
138,58
139,42
0,613. NILAI TUKAR PETANI 97,14 96,97 -0,17
1.1. Petani Padi Palawija (NTPP)
95,19
94,31
-0,93 1.2. Petani Hortikultura (NTPH)104,23
103,90
-0,32 1.3. Petani Perkebunan Rakyat (NTPR)103,16
104,28
1,09 1.4. Petani Peternakan (NTPT)79,35
79,29
-0,06 1.5. Petani Perikanan (NTPN)102,73
102,74
0,017. Perbandingan Antar Provinsi dan Indonesia (Nasional)
Bila dibandingkan Nilai Tukar Petani (NTP) antar Provinsi di pulau Kalimantan dari empat provinsi dan NTP Indonesia (Nasional) yang dilaporkan pada bulan September 2013, Provinsi Kalimantan Barat turun sebesar 0,17 persen, Provinsi Kalimantan Tengah naik sebesar 0,55 persen, Provinsi Kalimantan Selatan naik sebesar 0,18 persen, dan Provinsi Kalimantan Timur naik 0,18 persen. Sedangkan NTP Indonesia (Nasional) naik sebesar 0,23 persen.
Perbandingan perubahan NTP untuk Pulau Kalimantan dan NTP Nasional dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3.
Perbandingan Nilai Tukar Petani (NTP) Juli-Agustus 2013 dan Agustus-September 2013
Di Pulau Kalimantan dan Indonesia(2007=100)
No Provinsi N T P Perubahan ( % ) Juli 2013 Agustus 2013 September 2013 Juli-Agustusi 2013 Agustus - September 2013 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Kalimantan Barat 97,45 97,14 96,97 -0,31 -0,17 2 Kalimantan Tengah 97,28 96,69 97,22 -0,61 0,55 3 Kalimantan Selatan 105,32 104,07 104,26 -1,18 0,18 4 Kalimantan Timur 95,04 93,94 94,11 -1,16 0,18 5 Indonesial (Nasional) 104,58 104,32 104,56 -0,25 0,23