• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN PEMAHAMAN NEGARA KESATUAN REPUB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "HUBUNGAN PEMAHAMAN NEGARA KESATUAN REPUB"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN PEMAHAMAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA DAN SIKAP NASIONALISME DENGAN KOMITMEN MEWUJUDKAN

PERSATUAN DAN KESATUAN DI SMA MUHAMMADIYAH KOTA DEPOK

RIA ROSALINA NPM : 155710029

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ( STKIP ) ARRAHMANIYAH DEPOK

PROGRAM STUDI MAGISTER PPKn

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterhubungan antara Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan pada siswa SMA Muhammadiyah Kota Depok dengan kemampuan siswa terhadap pemahaman NKRI dan Sikap Nasionalisme. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2017 sampai Mei 2017. Metode penelitian ini yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan 75 responden yakni siswa SMA Muhammadiyah di Kota Depok.Dalam penelitian ini ada 3 variabel yaitu 1 variabel terikat Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan (Y) dan 2 variabel bebas yakni Pemahaman NKRI (X1) dan Sikap nasionalisme (X2).

Berdasarkan riset di lapangan latar belakang penelitian ini karena adanya fenomena yang terjadi di SMA Muhammadiyah di Kota Depok, seperti terdapat siswa yang belum khidmat saat mengikuti kegiatan upacara pengibaran bendera merah putih, datang terlambat masuk sekolah, tidak berseragam sekolah lengkap, perilaku bullying, dan perilaku tidak disiplin lainnya, hal tersebut berpotensi menimbulkan polemik dan dapat menghambat komitmen siswa dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan.

Adapun hasil pengujian hipotesis tentang hubungan antara Pemahaman NKRI dan Sikap nasionalisme dengan Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan berpola linear, mempunyai arah positif dan sangat signifikan, memiliki koefisien korelasi antara variable X1 dengan Y sebesar (r x y) = 0,876 dan memiliki koefisien korelasi antara variable X2 dengan Y sebesar (r x y) = 0,912, serta koefisien korelasi ganda (R yx x ) = 0,897. Hal ini berarti Pemahaman NKRI dan Sikap Nasionalisme memberikan kontribusi sebesar 80,46% kepada meningkatnya atau menurunnya komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan pada siswa SMA Muhammadiyah di kota Depok.Dengan demikian terdapat hubungan signifikan antara Pemahaman NKRI dan Sikap Nasionalisme dengan Komitmen Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan di SMA Muhammadiyah Kota Depok.

(2)

ABSTRACT

This study aims to determine the extent to which the relationship between Commitment to realize unity and unity in high school students Muhammadiyah Depok with the ability of students to the understanding of NKRI and the attitude of Nationalism. This research was conducted in March 2017 until May 2017. This research method used is correlational quantitative method with quantitative descriptive approach with 75 respondents ie Muhammadiyah high school students in Depok.In this study there are 3 variables that are 1 dependent variable Commitment to realize unity and unity (Y) and 2 independent variables namely Understanding NKRI (X1) and attitude of nationalism (X2).

Based on research in the field background of this research because of the phenomenon that occurred in SMA Muhammadiyah in Depok City, such as there are students who have not been solemnity when following the red flag raising ceremony, coming late school, not in full school uniform, bullying behavior and behavior no other discipline, it has the potential to generate polemics and can hamper the commitment of students in realizing unity and unity.

The result of hypothesis testing about the relationship between Understanding NKRI and the attitude of nationalism with commitment to realize unity and linear patterned unity, has positive and very significant direction, has correlation coefficient between variable X1 with Y (r x y) = 0,876 and has correlation coefficient between variable X2 with Y equal (r x y) = 0.912, and double correlation coefficient (R yx x ) = 0.897. This means that the Understanding of NKRI and the attitude of Nationalism contributes 80.46% to the increasing or decreasing commitment to realize unity and unity in high school students Muhammadiyah in Depok. Thus there is a significant relationship between the Understanding of NKRI and Nationalism Attitude with a Commitment to Unity and Unity in SMA Muhammadiyah Depok City.

Keywords: Commitment, understanding of NKRI, attitude of nationalism

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Sikap nasionalisme dikalangan siswa pada saat ini hanya muncul bila ada suatu faktor pendorong, seperti kasus pengklaiman beberapa kebudayaan Indonesia oleh Malaysia beberapa waktu lalu. Namun sikap nasionalisme para siswa pun kembali memudar seiring dengan meredanya konflik tersebut. Dan masalah yang sampai sekarang belum terpecahkan yaitu mengenai sumber daya alam yang kita miliki namun kita belum dapat mengolahnya sendiri.

Berkaitan dengan hal tersebut kita sebagai pemuda bangsa harus berusaha dengan maksimal untuk dapat memanfaatkan sumber daya yang ada dengan maksimal tanpa harus bergantung pada negara lain, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia sebagai salah satu tujuan NKRI, karena semua perilaku tersebut berpotensi meregangkan komitmen bersatu antar siswa jadi harus dicari penyelesaiannya baik intern sekolah maupun pemerintah pada umumnya.

(3)

terdapat siswa yang belum Khidmat dalam mengikuti kegiatan upacara bendera, masih suka datang terlambat, menggunakan seragam tidak lengkap, tidak disiplin dan terdapat siswa yang melakukan perilaku bullying terhadap teman juga terdapat siswa yang belum mentaati peraturan sekolah yang semuanya dapat menimbulkan polemik yang dapat menghambat komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan disekolah.

Melihat fenomena tersebut, peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Pemahaman NKRI Dan Sikap Nasionalisme Dengan Komitmen Mewujudkan Persatuan Dan Kesatuan Pada Siswa SMA Muhammadiyah di Kota Depok”.

B. Tujuan Penelitian

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang derajat keterkaitan antara variabel pemahaman NKRI dan sikap nasionalisme dengan komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan siswa SMA Muhammadiyah di Kota Depok . Dengan menggunakan analisis statistik, secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

1. Hubungan antara pemahaman tentang NKRI dengan komitmen mewujudkan persatuan dan

kesatuan di SMA

Muhammadiyah di Kota Depok 2. Hubungan antara sikap

nasionalisme dengan komitmen mewujudkan persatuan dan

kesatuan di SMA

Muhammadiyah di Depok. 3. Hubungan antara pemahaman

NKRI dan sikap nasionalisme

dengan komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan di SMA Muhammadiyah di Kota Depok

TINJAUAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR,

DAN RUMUSAN HIPOTESIS

A. Deskripsi Teoritis

1. Hakikat Pemahaman NKRI a. Pengertian Pemahaman

Hakikat pemahaman lebih dititik beratkan pada kemampuan seseorang dalam mengartikan, menafsirkan, menerjemahkan serta menyatakan kembali sesuatu pengetahuan ke dalam kata - kata baru sesuai dengan caranya sendiri. Pemahaman yang baik merupakan gambaran hasil belajar yang tinggi dari seseorang. Bagaimana seseorang dapat menyimpulkan, menggeneralisasikan,

memperkirakan sesuatu yang kita pahami.

b. Pengertian NKRI

(4)

mencapai cita - cita dan tujuan akhir negara sebagaimana disebutkan dalam pembukaan UUD 45. Sebagai konsekuensinya, maka wilayah negara kesatuan republik Indonesia haruslah dibagi atas beberap daerah, baik besar maupun kecil.

2. Hakikat Sikap Nasionalisme a. Pengertian Sikap

Sikap merupakan salah satu istilah yang sering digunakan dalam mengkaji atau membahas tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari - hari. Sikap yang ada pada seseorang akan membawa warna dan corak pada tindakan, baik menerima maupun menolak dalam menanggapi sesuatu hal yang ada diluar dirinya. Melalui pengetahuan tentang sikap akan dapat menduga tindakan yang akan diambil seseorang terhadap sesuatu yang dihadapinya. Meneliti sikap akan membantu untuk mengerti tingkah laku seseorang.

b. Pengertian Nasionalisme Nasionalisme adalah suatu dasar pembentukan negara, keduanya mempunyai kaitan yang cukup erat. Secara tidak langsung, terbentuknya suatu negara itu dibarengi dengan semangat warga yang berjiwa nasionalisme, begitu pula dengan terbentuknya (Negara Kesatuan Republik Indonesia) ini. Pengertian Nasionalisme secara umum adalah pengabdian yang tinggi oleh bangsa terhadap negaranya yang diperlihatkan melalui sikap dan tingkah laku individu atau masyarakat. Keutuhan dan kekokohan suatu negara, tentu saja dipengaruhi oleh sifat nasionalisme bangsanya, selain nasionalisme, seorang bangsa juga harus

mempunyai sikap patriotisme. Bahkan menurut beberapa ahli, nasionalisme adalah fenomena budaya, bukan sebuah gerakan politik.

Adapun Pengertian Nasionalisme dalam arti sempit dan dalam arti luas dijabarkan sebagai berikut. Nasionalisme dalam arti sempit dapat diartikan sebagai perasaan kebangsaan atau cinta terhadap bangsanya dengan sangat tinggi dan berlebihan. Nasionalisme dalam arti luas adalah suatu sikap

memperjuangkan dan

mempertahankan kemerdekaan termasuk harga diri bangsa sekaligus menghormati bangsa lain. Sifat nasionalisme pada setiap orang akan membina rasa bersatu antar penduduk negara yang berbeda-beda karena perbedaan baik suku, agama, maupun ras. Penting sekali untuk membedakan antara nasionalisme dan patriotisme, patriotisme adalah sikap berani yang pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara.

3. Hakikat Komitmen

Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan

a. Pengertian Komitmen

Dari segi bahasa komitmen berasal dari kata komite yaitu jumlah orang yang ditunjuk untuk melaksanakan tugas tertentu (terutama dalam hubungan dengan pemerintah). Menurut Ordione komitmen adalah kondisi psikologis yang menunjukkan kehendak serius melakukan tindakan.1 Sedangkan

1

George S. Ordine, The Human Side of

Management: Managemenity

(5)

Stout dan Walker mengemukakan bahwa komitmen adalah menemukan suatu tujuan khusus yang diinginkan sehingga seseorang mau memberikan waktu, energi dan kemampuan untuk membantu mendapatkannya.2 Dari pendapat tersebut diperoleh gambaran bahwa kata komitmen berkaitan dengan hasil dari target orang yang secara internal setuju dengan suatu keputusan atau permintaan dari pihak tertentu dan berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan permintaan atau mengimplementasikan dari keputusan itu.

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Untuk tempat penelitian ini dilakukan di SMA Muhammadiyah Kota Depok Provinsi Jawa Barat, yaitu terhadap siswa SMA Muhammadiyah kota Depok. Tahapan - tahapan penelitian sebagai berikut: obervasi, pengajuan proposal, penyusunan instrumen, uji coba instrumen, penyebaran instrumen, pengolahan, dan analisis data, serta penyusunan laporan.

Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan mulai bulan Februari 2017 sampai dengan bulan Juli 2017. Dalam kurun waktu 6 bulan, penulis berupaya menggunakan waktu seefektif mungkin untuk melakukan penelitian dengan cara membagi ke

Association with Leksington Books, 1990), h. 205-207.

2

Kenneth Stiut, Allan Walker, Teams, Teamwork & Teambuilding The

Manager Guide to Teams in

Organization (Singapore: Prentice-Hall, 1995), h. 123.

dalam beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pengumpulan data, tahap pengolahan data dan tahap penulisan laporan.

B. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional dengan deskriptif kuantitatif hubungan setaraf dengan teknik analisis korelasi. Metode ini memberikan gambaran tentang variabel - variabel yang ditemukan, sekaligus menyelidiki hubungan antara variable. Dalam penelitian ini ada tiga variabel, yaitu dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Variabel bebas yaitu : Pemahaman NKRI (X1), dan Sikap Nasionalisme (X2). Sedangkan variabel terikat adalah Komitmen Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan (Y).

C. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel

1. Populasi

Penelitian ini dilakukan pada siswa SMA Muhammadiyah di Kota Depok yang berjumlah populasi terjangkau 636 siswa yang berada di 4 sekolah.

2. Teknik Pengambilan Sampel Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik

Stratified P roportionate Random

(6)

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Muhammadiyah yang ada di Kota Depok sejumlah 636 siswa. Penetapan besarnya sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin didasarkan atas kesalahan 5% dan mempunyai kepercayaan 95% terhadap populasi, maka besarnya sampel adalah 75 responden. Adapun rumus Slovin adalah sebagai berikut :

n = �

+ ��2

Keterangan :

n : Ukuran Sampel N : Ukuran Populasi

e : Batas Toleransi Kesalahan (Error Tolerance)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

Penelitian ini dilakukan terhadap 75 orang responden yaitu siswa SMA Muhammadiyah di kota Depok. Adapun variabel yang diteliti yaitu Pemahaman Tentang NKRI (X1), dan Sikap Nasionalisme (X2) dengan Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan (Y).

Deskripsi data yang akan penulis sajikan dari hasil penelitian adalah dalam bentuk deskripsi statistik dengan melakukan perhitungan Mean, Median, Modus, dan standar deviasi dari tiap-tiap variabel yang ada, masing-masing variabel disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan histogram.

B. Pengujian Persyaratan Analisis Data yang telah diperoleh dalam perhitungan sebelumnya disusun secara sistematis untuk

memudahkan, selanjutnya penulis akan melakukan persyaratan uji hipotesis yaitu menguji persyaratan analisis statistik berupa uji normalitas, linearitas regresi dan homogenitas. Uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, dan uji linearitas regresi sederhana menggunakan metode analisis tabel Anova dari nilai statistik F dan nilai koefisien signifikansi (Sig.), serta untuk menguji homogenitas dengan menggunakan metode Friedman test. Adapun pengujiannya adalah sebagai berikut:

1. Uji Normalitas

Untuk uji normalitas data penulis menggunakan uji Kormogorov-Smirnov,

(Gunawan,R.Sudarmanto,2005:109), dengan memakai rumusan hipotesis dan kriteria pengujian sebagai berikut :

Rumusan Hipotesis :

Ho : Data berdistribusi normal Ha : Data tidak berdistribusi normal

Kriteria Pengujian :

Jika Sig > 0,05 maka Ho diterima Jika Sig < 0,05 maka Ho ditolak Dari pengolahan data dengan program SPSS diperoleh :

a. Data tabel test Normality diatas pada kolom kolmogorov-smirnova variabel Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan (Y) diperoleh angka

sig. 0,145 lebih besar dari 0,05, maka Ho diterima. Berarti data Komitmen mewujudkan perstuan dan kesatuan berdistribusi normal.

(7)

diperoleh angka sig.0,079 lebih besar dari 0,05, maka Ho diterima. Berarti data Pemahaman NKRI berdistribusi secara normal.

c. Data tabel test Normality diatas pada kolom kolmogrov-smirnova variabel Sikap nasionalisme (X2) diperoleh angka sig.0,145 lebih besar dari 0,05, maka Ho diterima. Berarti data Sikap nasionalisme berdistribusi secara normal.

2. Uji Linieritas

Uji linieritas di gunakan untuk mengambil keputusan dalam memilih model regresi yang akan di gunakan. Uji asumsi linieritas garis regresi berkaitan dengan suatu pembuktian apakah model garis regresi linier yang ditetapkan benar-benar sesuai dengan keadaannya atau tidak.(Gunawan Sudarmanto R;2005, 125). Pengujian linieritas garis regresi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan atau analisis tabel Anova dari nilai statistik F dan nilai koefisien signifikansi (Sig.) yang diperoleh dari penelitian.

Rumusan hipotesis linieritas yang diajukan adalah;

Ho; regresi berpola linier Ha; regresi tidak berpola linier. Kriteria pengujian dengan melihat nilai F hitung;

Terima Ho, jika F hitung< F tabel, (pada taraf signifikansi 5%, dk pembilang dan dk penyebut). Tolak Ho, jika F hitung > F tabel. (pada taraf signifikansi 5%, dk pembilang dan dk penyebut). Kriteria pengujian dengan melihat nilai koefisien signifikansi;

Jika sig.>0,05, maka Ho diterima

Jika sig.<0,05, maka Ho ditolak. Berdasarkan hasil pengolahan dengan SPSS 22. (Anova tabel kolom F dan koefisen signifikansi pada baris deviation from linierty) diperoleh hasil:

a. Variabel Komitmen

Mewujudkan Persatuan dan Kesatun (Y) atas Pemahaman NKRI (X1)

Diperoleh F hitung = 1,881 dan F tabel = 1,77; karena F hitung < F tabel atau (1,881 < 1,77), maka Ho diterima, artinya regresi berpola linier atau karena Sig 0,065 > 0,05, maka Ho diterima, artinya berpola linier.

b. Variabel Mewujudkan Komitmen Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan(Y) atas Sikap Nasionalisme (X2)

Diperoleh F hitung = 0,828 dan F tabel = 1,81; karena F hitung < F tabel atau (0,828 < 1,81), maka Ho diterima, artinya regresi berpola linier atau karena Sig 0,649 > 0,05, maka Ho diterima, artinya berpola linier.

Tabel 4.5 Hasil Uji Linieritas Komitmen Mewujudkn Persatuan dan Kesatuan (Y) atas Sikap Nasionalisme (X2).

3. Uji homogenitas

(8)

X2 hitung < X2 table . Adapun Hipotesis yang di uji adalah:

H : semua populasi mempunyai varian sama / homogen

H : ada populasi mempunyai varian berbeda / tidak homogen

Berdasarkan hasil perhitungannya didapat, nilai 0,156 > 0,05 Maka H diterima dan disimpulkan bahwa ketiga kelompok data diatas memiliki varian yang sama atau Homogen.

C. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui diterima atau ditolaknya hipotesis yang ada, serta untuk mengetahui ada tidaknya hubungan anter variable yang ada. Uji hipotesis ini di perlukan guna menguji keberartian dari linieritas regresi, koefisien korelasi dan signifikansi korelasi. Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan statistic parametik karena setelah dilakukan uji prasyarat diatas, di dapatkan kesimpulan bahwa, data dalam penelitian ini berdistribusi normal, data Linier dan homogen.

Berdasarkan Rumusan Hipotesis Penelitian yang telah penulis utarakan dalam BAB II pada penelitian ini, maka terdapat tiga hipotesis penelitian antara lain sebagai berikut:

1.Terdapat Hubungan yang signifikan antara pemahaman tentang NKRI (X1) dengan

Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan (Y) siswa SMA Muhammadiyah kota Depok.”

Hipotesis diatas kemudian dijabarkan kedalam bentuk hipotesis statistic menjadi sebagai berikut: H : Tidak terdapat hubungan yang

signifikan antara Pemahaman NKRI dengan

Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan

H : Terdapat hubungan yang signifikan antara Pemahaman NKRI dengan

Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan.

Berdasarkan hasil uji Linieritas Variabel Komitmen Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan (Y) atas Pemahaman NKRI (X1) diperoleh Diperoleh F

hitung = 0,881 dan F tabel = 1,80; karena F hitung < F tabel atau (0,881 < 1,80), maka Ho diterima, artinya regresi berpola linier atau karena Sig 0,065 > 0,05, maka Ho diterima, artinya berpola linier.

Untuk uji Hipotesis apakah terdapat hubungan positif antara Pemahaman NKRI (X1) dengan Komitmen Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan (Y). Berdasarkan hasil perhitungan terhadap pasangan data variable X1 dengan Y diperoleh koefisien korelasi (r x y) = 0,876. Di dapat nilai r hitung = 0,876 dengan r tabel = 0,224 sehingga r hitung > r tabel sedangkan t hitung = 6,023 dengan t tabel = 2,377. Hal ini berarti t hitung > t tabel sehingga koefisien korelasi sangat signifikan pada taraf α = 0,01 dan berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman NKRI dan komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan.

(9)

Komitmen mewujudkan Persatuan dan Kesatuan siswa SMA Muhammadiyah di kota Depok”.

Hipotesis diatas kemudian dijabarkan kedalam bentuk hipotesis statistic menjadi sebagai berikut: H : Tidak terdapat hubungan yang

signifikan antara Sikap nasionalisme

dengan Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan..

H : Terdapat hubungan yang signifikan antara Sikap nasionalisme dengan

Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan.

Berdasarkan hasil uji Linieritas Variabel Komitmen Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan (Y) atas Pemahaman NKRI (X1) dan Sikap Nasionalisme (X2)

Berdasarkan hasil uji Linieritas Variabel Komitmen Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan (Y) atas Sikap Nasionalisme (X2) Diperoleh F hitung = 0,828 dan F tabel = 1,81; karena F

hitung < F tabel atau (0,828 < 1,81), maka Ho diterima, artinya regresi berpola linier atau karena Sig 0,649 > 0,05, maka Ho diterima, artinya berpola linier.

Untuk uji Hipotesis apakah terdapat hubungan positif antara Sikap Nasionalisme (X2) dengan Komitmen Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan (Y). Berdasarkan hasil perhitungan terhadap pasangan data variable X2 dengan Y diperoleh koefisien korelasi (r x y) = 0,912. Di dapat nilai r hitung = 0,912 dengan r tabel = 0,224 sehingga r hitung > r tabel sedangkan t hitung = 5,136 dengan t tabel = 2,377. Hal ini

berarti t hitung > t tabel sehingga koefisien korelasi sangat signifikan pada taraf α = 0,01 dan berarti terdapat hubungan yang signifikan antara sikap nasionalisme dan komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan.

3.Terdapat Hubungan yang signifikan antara Pemahaman NKRI dan Sikap Nasionalisme

dengan Komitmen

mewujudkan Persatuan dan Kesatuan pada siswa SMA Muhammadiyah di kota Depok”.

Hipotesis diatas kemudian dijabarkan kedalam bentuk hipotesis statistic menjadi sebagai berikut: H : Tidak terdapat hubungan

yang signifikan antara Pemahaman NKRI

dan Sikap Nasionalisme dengan Komitmen mewujudkan Persatuan dan Kesatuan pada siswa SMA Muhammadiyah di kota Depok.

H : Terdapat hubungan yang signifikan antara Pemahaman NKRI dan Sikap Nasionalisme dengan Komitmen mewujudkan Persatuan dan Kesatuan pada siswa SMA Muhammadiyah di kota Depok.

(10)

Untuk mengetahui signifikansi koefisien korelasi dilakukan perhitungan uji t, dan diperoleh harga �ℎ� ��= , 4 . Rangkuman hasil pengujian disajikan pada table 4.5 seperti dibawah ini:

Tabel 4.9

Uji Signifikansi Koefisien Korelasi Sederhana koefisien korelasi sangat signifikan pada taraf α = 0,01, dan berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman NKRI dan Sikap Nasionalisme dengan Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan, maka hipotesis diterima. Sehingga hasil uji hipotesis diatas

menyimpulkan bahwa Terdapat hubungan yang signifikan antara Pemahaman NKRI dan Sikap Nasionalisme dengan Komitmen mewujudkan Persatuan dan Kesatuan di SMA Muhammadiyah di kota Depok.

Dan berdasarkan table diatas pula, diketahui hasil perhitungan koefisian determinasi sebesar 0,625 atau 62,5%, ini berarti varians skor Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan siswa SMA kota Depok sebesar 62,5% secara signifikan ditentukan oleh varians skor pemahaman tentang NKRI dan Sikap Nasionalisme.

D. Pembahasan

Pembahasan dari hasil penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran hasil penelitian secara terperinci. Setelah melalui perhitungan uji statistic, maka hipotesis yang telah dijabarkan dalam penelitian ini dapat teruji kebenarannya dan terjawab. Adapun hasil analisisnya adalah sebagai berikut:

1. Hasil Analisis Korelasi Antara Variable

(11)

kontribusi sebesar 80,46% kepada meningkatnya atau menurunnya komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan pada siswa SMA Muhammadiyah di kota Depok.

Dengan demikian komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan siswa SMA Muhammadiyah di kota Depok ditentukan oleh factor Pemahaman NKRI dan Sikap Nasionalisme. Semakin tinggi komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan maka semakin tinggi pula Pemahaman Tentang NKRI dan Sikap Nasionalisme.

2. Hasil Analisis Deskriptif Skor Rata - rata

Berdasarkan hasil analisis deskriptif rata - rata skor responden pada variable Pemahaman NKRI (X1) adalah 16,07 atau 80% dari skor idealnya. Adapun sebaran skor tersebut adalah sebesar 21,33% dari jumlah responden memperoleh skor rata - rata 50,67% responden memperoleh skor diatas rata - rata, dan 28% responden memperoleh skor dibawah rata - rata. Dengan demikian skor Pemahaman Tentang NKRI berada pada taraf baik.

Hasil analisis deskriptif rata-rata skor responden pada variable Sikap Nasionalisme (X2) adalah 71,51 atau 70% dari skor idealnya. Adapun sebaran skor tersebut adalah sebesar 30,66% dari jumlah responden memperoleh skor rata-rata, 51,99% responden memperoleh skor diatas rata - rata, dan 17,33% responden memperoleh skor dibawah rata - rata. Dengan demikian skor Sikap nasionalisme berada pada taraf baik.

Hasil analisis deskriptif rata - rata skor responden pada variable

Mewujudkan persatuan dan kesatuan (Y) adalah 76,43 atau 70% dari skor idealnya. Adapun sebaran skor tersebut adalah sebesar 37,33% dari jumlah responden berada pada tingkat rata - rata, 16% responden memperoleh skor di bawah rata - rata, dan 46,67% responden memperoleh skor diatas rata-rata. Dengan demikian skor Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan berada pada taraf baik.

E. Keterbatasan Penelitian

Pada dasarnya setiap penelitian yang ada pasti mempunyai factor-faktor keterbatasan, demikian pula halnya dalam proses dan kegiatan dalam penelitian ini. Namun berbagai upaya telah penulis tempuh dala mengatasi kekurangan ataupun kelemahan yang ada dalam penelitian ini, yang dapat mempengaruhi keberartian dari penelitian itu sendiri. Walaupun demikian ada tetap ada beberapa hal diluar dari kemampuan peneliti. Keterbatasan-keterbatasan tersebut antara lain:

1. Untuk instrument pengumpul data pada variable X1 yaitu Pemahaman tentang NKRI yang berupa soal tes dengan skor jika benar sama dengan 1 dan salah sama dengan 0, dalam redaksi kalimat pertanyaannya masih perlu penyempurnaan, sehingga berpengaruh terhadap objektifitas penelitian.

(12)

sehingga berpengaruh terhadap objektifitas penelitian.

3. Peneliti hanya berorientasi pada pemahaman tentang NKRI dan Sikap Nasionalisme dengan Mewujudkan persatuan dan Kesatuan pada siswa SMA Muhammadiyah di kota Depok, sehingga hasilnya hanya berorientasi pada sejumlah siswa tertentu saja dan pada aspek tertentu saja.

4. Populasi dan sampel penelitian yang terbatas dengan jumlah hanya 75 responden siswa SMA Muhammadiyah di Kota Depok, dengan demikian kesimpulan yang diambil terbatas pada populasi dan sampel penelitian yang relative terbatas pula.

Dengan banyaknya keterbatasan dalam penelitian ini diharapkan tidak mengurangi manfaat dari penelitian ini secara keseluruhan. Adanya keterbatasan dan kelemahan dalam penelitian ini, baik yang bersifat konseptual maupun teknis, maka hasil penelitian ini perlu dilanjutkan dengan penelitian serupa dengan tentunya lebih menyempurnakan instrument, populasi, jumlah sampel, variable dan factor - faktor lainnya, sehingga masih perlu disempurnakan, oleh karena itu peneliti selanjutnya diharapkan akan lebih baik dari penelitian ini.

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh data empiric mengenai tingkat hubungan antara Pemahaman NKRI dan Sikao Nasionalisme dengan Komitmen

mewujudkan Persatuan dan Kesatuan di SMA Muhammadiyah Kota Depok. Berdasarkan hasil analisis deskriptif rata-rata skor responden pada variable Pemahaman NKRI (X1) adalah 16,07 atau 80% dari skor idealnya. Adapun sebaran skor tersebut adalah sebesar 21,33% dari jumlah responden memperoleh skor rata – rata, 50,67% responden memperoleh skor diatas rata - rata, dan 28% responden memperoleh skor dibawah rata - rata. Dengan demikian skor Pemahaman Tentang NKRI berada pada taraf baik.

Hasil analisis deskriptif rata-rata skor responden pada variable Sikap Nasionalisme (X2) adalah adalah 71,51 atau 70% dari skor idealnya. Adapun sebaran skor tersebut adalah sebesar 30,66% dari jumlah responden memperoleh skor rata-rata, 51,99% responden memperoleh skor diatas rata - rata, dan 17,33% responden memperoleh skor dibawah rata - rata. Dengan demikian skor Sikap nasionalisme berada pada taraf baik.

Hasil analisis deskriptif rata-rata skor responden pada variable Komitmen Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan (Y) adalah 76,43 atau 70% dari skor idealnya. Adapun sebaran skor tersebut adalah sebesar 37,33% dari jumlah responden berada pada tingkat rata - rata, 16% responden memperoleh skor di bawah rata - rata, dan 46,67% responden memperoleh skor diatas rata-rata. Dengan demikian skor Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan berada pada taraf baik.

(13)

persatuan dan kesatuan berpola linear, mempunyai arah positif dan sangat signifikan, memiliki koefisien korelasi antara variable X1 dengan Y sebesar (r x y) = 0,876 dan memiliki koefisien korelasi antara variable X2 dengan Y sebesar (r x y) = 0,912, serta koefisien korelasi ganda (R yx x ) = 0,897. Hal ini berarti Pemahaman NKRI dan Sikap Nasionalisme memberikan kontribusi sebesar 80,46% kepada meningkatnya atau menurunnya komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan pada siswa SMA Muhammadiyah di kota Depok.

Dengan demikian terdapat hubungan signifikan antara Pemahaman NKRI dan Sikap Nasionalisme dengan Komitmen Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan di SMA Muhammadiyah Kota Depok.

B. Saran

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, sebagaimana yang telah dikemukakan dalam kesimpulan penelitian, maka berikut ini disampaikan saran-saran yang dianggap penting dengan mencermati hasil-hasil temuan penelitian, sebagai berikut:

1. Saran bagi siswa SMA Muhammadiyah di kota Depok untuk belajar pemahaman tentang NKRI yang benar dan memiliki sikap nasionalisme yang tinggi supaya mempunyai komitmen yang tinggi pula untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan, sehingga tujuan terbentuknya negara Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur dapat tercapai.

2. Saran bagi peneliti selanjutnya, untuk memperoleh hasil kepercayaan yang dalam penelitian ini, maka disarankan untuk mengadakan penelitian lanjutan dengan membenahi semua kekurangan yang terdapat pada penelitian ini secara cermat baik mengenai variable maupun alat penelitian.

3. Saran bagi mahasiswa STKIP ARRAHMANIYAH DEPOK yang akan membuat tulisan ilmiah, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dalam penulisan karya ilmiah yang akan dilakukan. Serta Tesis ini dapat dijadikan sebagai penambah dokumentasi untuk perpustakaan kampus.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. Dasar-Dasar Evaluasi pendidikan Jakarta:Bumi Aksara.

(edisi revisi).(cet.IX;2009) Ahmadi. Pengembangan Model dan Metode Pembelajaran dalam Dinamika

Belajar Siswa. Deepublish .CV Budi Utama,2017

Azwar, Saifuddin. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.2005

A. Gary Yuki dan Udaya, Jusuf. Kepemimpinan Dalam Organisasi. Jakarta:

Victory Jaya Abadi. 2004

(14)

Calhoun, J.F dan Ross, Joan Acocella. Psikologi Tentang Penyesuaian dan

Hubungan Kemanusiaan. Semarang : IKIP Semarang.1995

Darma, Agus.Perencanaan Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Gramedia

Pustaka Utama. 2000 Daud, Abu Busroh, Ilmu Negara. PT Bumi Aksara, Jakarta.1990 Dimyati dan Mujdiono. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. 2009

E. Mulyasa. Kurikulum Yang Disempurnakan Pengembangan Standar

Kompetensi dan

Kompetensi Dasar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2009

Gerungan, W.A. : Psikologi Sosial. Bandung: PT Eresco.1991

EM, Zul Fajri dan Ratu, Aprillia Senja. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia.

Jakarta: DIFA Publisher, 2008

H, Herbert Blumberg. Small Groups and Social Interaction. Singapore: John

Wiley and Sons. 2003 Hamalik, Oemar. Proses belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. 2003

Indragiri,Reza Amriel. Psikologi Kaum Muda Pengguna Narkoba.

Jakarta: Salemba Humanika,2007

Ilahi, Moh. Takdir: Nasionalisme dalam Bingkai Pluralitas Bangsa:Paradigma

Pembangunan &

Kemandirian Bangsa.

Jogjakarta:Ar-ruzz Media. Jannah, Miftahul. Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa.Unnes. 2007

Kohn, Hans. Sejarah,Yudhistira Ghalia Indonesia. 2009

Kusnardi, Moh,S.H dan Ibrahim, Harmaily,S.H. Pusat Studi Hukum Tata

Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan CV Sinar Bakti. Jakarta: November 1981

Musa, Ali Mansyur. Nasionalisme di Persimpangan. Jakarta : Erlangga, 2011

Nurkancana,Wayan dan Sumartana, Evaluasi Hasil Belajar. Surabaya: Usaha

Nasional. 2007

Purwanto, Ngalim. Administrasi Pendidikan.Jakarta:Mutiara. 2000 Poesprodjo. Beberapa Catatan Pendekatan Filsafatinya. Bandung: Remaja

Karya. 2007

Renan, Ernest. Etnis Cina Indonesia dalam Politik. Yayasan Pustaka Obor

Indonesia. 2012

Riyono. Hubungan Sikap Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMA

Negeri Bengkayang Dalam Pembelajaran Matematika. Pontianak :

FKIP UNTAN.2005

Sudjana, Nana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung :PT Remaja

(15)

Sukadi, Arif Sadiman. Beberapa Aspek Pengembangan sumber Belajar.

Jakarta: Mediyatama Sarana Perkasa, 1946

Strong,C.F. Modern Political Constitutions:An Introduction To

The Comparative Studyto Their History and Existing Form. tahun 2004

S, George Ordine, The Human Side of Management. Managemenity

Integrational Self Control San Diego California: University Associates

Inc. in Association with Leksington Books. 1990

Stiut, Kenneth dan Walker Allan. Teams, Teamwork & Teambuilding The

Manager Guide to Teams in Organization. Singapore: Prentice-Hall.

1995

Schlechty, Phillip. Inventing Better Schools: An Action Plan for Educational

Reform. California: Publishers. Jossey-Bass Inc. 2004

Uzer, M. Usman. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosda

Karya. 2006

Gambar

table = 2,642 hal  ini  berarti koefisien korelasi sangat signifikan pada taraf  α = 0,01, dan berarti

Referensi

Dokumen terkait

Pada kasus backorder untuk single item didapatkan bahwa besar maksimum persediaan akan mengha- silkan solusi yang lebih baik jika disesuaikan dengan jumlah permintaan

lain *ang ! *ang ! onta! dengan onta! dengan penderita secara lan penderita secara lan gsung&amp; atau dengan e!stra! gsung&amp; atau dengan e!stra! !husus *ang dibuat dari

Home   About us   Legislation   Committees   Publications   Press Releases   Careers   International Relations   Links Search

Untuk memberikan arah pelaksanaan LKMM Tingkat Dasar yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil, Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA), dipandang perlu adanya panduan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar timbal dalam darah dengan kadar hemoglobin pada pedagang Pasar Buku Belakang Sriwedari Surakarta.. SUBJEK

Penyidikan tindak pidana pembakaran lahan oleh penyidik Kasat Reskrim Unit II Karhutla Polres Pelalawan senantiasa dilakukan berdasarkan prosedur mekanisme

Pendidikan Karakter Anak Usia Dini: Konsep dan Aplikasinya dalam PAUD.. Jogjakarta: Ar-

Namun para pengadopsi (pengguna) awal C++ menemukan walaupun program dalam C akan melebihi suatu program C++ dalam banyak kasus, waktu untuk pengembangan lebih lanjut