1
Rancang Bangun Aplikasi Mobile
Pedoman dan Catatan Ibu dan Anak
Menggunakan metode pengembangan model
hybr id mobile
development
dengan
fr a mewor k
PhoneGap dan jQuery Mobile
Ima Fathia Nursalima
Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Universitas Brawijaya
Malang, Indonesia [email protected]
Herman Tolle1, Issa Arwani2
Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Universitas Brawijaya
Malang, Indonesia
[email protected], [email protected]
Abstrak - Usia balita merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Oleh karena itu, kelompok usia balita perlu mendapat perhatian, karena merupakan kelompok yang rawan terhadap kekurangan gizi. Kurangnya pengetahuan gizi dan kesehatan orang tua, khususnya ibu merupakan salah satu penyebab kekurangan gizi pada balita. Layanan aplikasi pedoman dan catatan kesehatan ibu dan anak pada aplikasi mobile akan sangat membantu dalam memberikan informasi pada ibu dan anak terkait kesehatan pada masa kehamilan sampai anak lahir.
Pengembangan dengan menggunakan hybrid mobile development pada Android Smartphone dengan menggunakan PhoneGap framework, jQuery Mobile, HTML5, CSS dan Javascript serta penyimpanan data offline akan memberikan fitur easy of use dalam pemakaian di berbagai mobile OS. Penerapan metode sistem pakar pada fitur diagnosa penyakit anak juga sangat berguna untuk penelusuran solusi dengan cepat dan tepat. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa kompatibilitas pada semua versi Android berjalan dengan baik, dan validitas terhadap sistem aplikasi terpenuhi sesuai kebutuhan. Pada hasil pengujian User Acceptance Testing, sistem dinyatakan telah dapat diterima oleh pengguna. Kebutuhan non fungsionalitas terhadap kemudahan kegunaan dan pencapaian kegunaan aplikasi dapat terpenuhi dengan baik dengan rata-rata total dari penilaian variabel perceived ease of use adalah 3.463 dengan prosentase rata-rata adalah 69.26% dan rata-rata total dari penilaian variabel perceived usefulness adalah 3.455 dengan prosentase rata-rata adalah 69.09%.
I.PENDAHULUAN
Usia balita merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Oleh karena itu, kelompok usia balita perlu mendapat perhatian, karena merupakan kelompok yang rawan terhadap kekurangan
gizi[1]. Salah satu program pemerintah untuk hal ini adalah memberikan layanan untuk ibu hamil dan anak sampai usia balita dengan menyediakan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) sebagai panduan kesehatan untuk ibu dan anak, serta memberikan layanan KMS (Kartu Menuju Sehat) untuk melihat tumbuh kembang anak. Informasi dan sosialisasi sudah dilakukan pemerintah untuk ibu hamil melalui pelayanan kesehatan setempat di berbagai daerah, misalnya Posyandu, Puskesmas dan Rumah Sakit. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kondisi buruk pada ibu hamil serta gizi buruk pada anak setelah lahir. Tetapi, penyebaran informasi tersebut masih belum menemui hasil yang maksimal. Kurangnya pengetahuan gizi dan kesehatan orang tua, khususnya ibu merupakan salah satu penyebab kekurangan gizi pada balita. Selain itu rutinitas dan waktu yang padat juga merupakan hambatan bagi ibu yang mempunyai peran ganda, yaitu berperan sebagai ibu rumah tangga sebagai ibu dari anaknya dan sebagai pegawai yang bertanggung jawab atas pekerjaannya[2]. Penyebaran informasi yang belum maksimal serta bentuk KIA yang berupa buku menyebabkan ibu yang mempunyai peran ganda sangat susah untuk melakukan akses informasi karena bentuk KIA yang berupa buku sangat susah untuk dibawa kemana-mana.
2 dari website http://gs.statcounter.com/ terhitung pada bulan Oktober 2013 menunjukkan persentase variasi sistem operasi perangkat lunak pada perangkat bergerak (mobile OS) di dunia antara lain adalah Android 39.64% lebih besar daripada mobile OS lainnya dan di Indonesia tingkat persentase menunjukkan 38.7% lebih besar daripada mobile OS lain [4]. Smartphone Android merupakan solusi yang dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu mendapatkan kemudahan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Sedangkan persentase mobile OS lain misalnya pada iOS adalah 20.82%, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa kalangan memakai mobile OS iOS atau yang lain.
Pada pengembangan aplikasi perangkat bergerak terdapat tiga model pengembangan, yaitu native app, web app dan hybrid app. Model native app pada mobile adalah pengembangan dengan menggunakan bahasa pemrograman sesuai dengan mobile os contoh pada Android adalah bahasa pemograman Java. Web app adalah model pengembangan aplikasi mobile dalam bentuk aplikasi web dengan pengembangan menggunakan bahasa pemrograman yang biasa untuk pembuatan web, contoh yaitu HTML5. Sedangkan konsep development hybrid mobile application adalah pengembangan aplikasi perangkat bergerak dengan menggabungkan pengembangan model web app dengan native app diharapkan agar bisa berjalan selayaknya seperti aplikasi native app tetapi dengan pemodelan inti menggunakan web app. Pada model hybrid dilakukan pengembangan dengan menggunakan framework, salah satunya adalah framework PhoneGap. Salah satu kelebihan model hybrid adalah mudah untuk pengembangan selanjutnya diberbagai mobile OS atau platform mobile karena menggunakan bahasa pemrograman HTML5 atau web app dalam pengembangannya.
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas dan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini, diperlukan suatu solusi untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Oleh karena itu
penulis mengangkat skripsi dengan judul “Rancang
Bangun Aplikasi Mobile Pedoman dan Catatan
Kesehatan Ibu dan Anak”. Aplikasi ini dirancang untuk
digunakan pada perangkat bergerak yang menggunakan sistem operasi Android dan dibuat dengan menggunakan model pengembangan hybrid app dengan alasan untuk mempermudah pengembangan selanjutnya pada berbagai platform mobile. Di dalam aplikasi ini menyediakan informasi untuk memudahkan pengguna melihat informasi pedoman kesehatan ibu dan anak, diagnosa awal tentang masalah yang sering dialami anak contohnya demam, masalah timbangan berat badan dll, mencatat aktifitas rekam kesehatan untuk membantu mendokumentasikan tingkat perkembangan kesehatan ibu dan anak. Disamping itu aplikasi ini dapat dapat digunakan dimanapun pengguna berada dan untuk mempermudah akses informasi karena bentuk mobile yang portable.
II.METODE PENELITIAN
Metodelogi penelitian adalah langkah - langkah yang akan dilakukan dalam perancangan, implementasi dan pengujian dari aplikasi perangkat lunak yang akan dikembangkan. Kesimpulan dan saran disertakan sebagai catatan atas aplikasi dan kemungkinan arah pengembangan perangkat lunak selanjutnya. Berikut ini merupakan diagram alir runtutan pengerjaan penelitian ini.
Studi Literatur
Pengumpulan Data
Analisis Kebutuhan
Perancangan Sistem
Implementasi Mulai
Pengujian dan Analisis
Pengambilan Kesimpulan dan Saran
Selesai
Gambar 1 Diagram Alir Penelitian
3 Fakta : Apa yang diketahui tentang area
dominan Aturan : referensi logika (misalnya antara
gejala dan penyebab)
Gambar 2 Arsitektur Sistem Pakar
Keterangan :
: Tidak langsung : Pemisah antara lingkungan konsultasi dan pengembang
: Langsung
: Komunikasi dua arah
Perangkat lunak yang dikembangkan dalam tugas akhir ini adalah Aplikasi Mobile Pedoman dan Catatan Ibu dan Anak. Adapaun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu :
1. Observasi
Penelitian lapangan dilakukan secara langsung agar dapat melihat kondisi lapangan secara langsung serta memperoleh data-data yang dibutuhkan alam pengembangan aplikasi mobile pedoman dan catatan ibu dan anak. Observasi dilakukan di RS. Permata Bunda sebagai tempat pengambilan data.
2. Wawancara
Teknik wawancara dilakukan dengan melakukan tanya jawab secara langsung pada pegawai dengan bagian yang terkait, dalam hal ini kepada bagian pelayanan kesehatan ibu dan anak.
3. Riset Pustaka
Riset Pustaka dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data atau sumber yang diperoleh dari berbagai referensi yang berfungsi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada sehingga dapat membantu dalam menyelesaikan pembuatan aplikasi.
III.PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI
A. Arsitektur Sistem
Perancangan perangkat lunak aplikasi mobile pedoman dan kesehatan ibu dan anak dibangun dengan menggunakan konsep hybrid mobile application dengan pada perangkat android. Pada implementasi konsep hybrid mobile application ini, penulis menggunakan framework mobile PhoneGap. Konsep hybrid sendiri dibangun menggunakan bahasa pemrograman HTML5, CSS3 serta javascript, dan dimaksimalkan pada layout interface menggunakan jQuery mobile. Teknik
penyimpanan data menggunakan local storage dengan DBMS SQLite. Fitur SQLite sendiri telah disediakan oleh framework PhoneGap dengan API Local Storage. Berikut rancangan arsitektur hubungan sistem akan ditunjukkan pada gambar 4.
Gambar 3 Perancangan Arsitektur Sistem
B. Analisis Kebutuhan Fungsional
Daftar kebutuhan terdiri dari kebutuhan fungsional dan kebutuhan non-fungsional. Pada daftar kebutuhan fungsional akan dispesifikasikan yaitu spesifikasi kebutuhan fungsional pengguna yang di tunjukkan pada Tabel 1 dengan pernomer mengunakan SRS (Software Requirement Spesification)[6].
Tabel 1 Analisis Kebutuhan Fungsional
Nomor
SRS Kebutuhan Use Case
SRS_0 01_01
Aplikasi harus
menyediakan fasilitas lihat data diri pengguna dan ubah data diri pengguna, sehingga memudahkan untuk mengelola data diri
Aplikasi harus
menyediakan fasilitas lihat data profil anak, tambah data anak, ubah data anak dan hapus data anak, sehingga memudahkan pengguna untuk mengelola profil anak dan melihat perkembangan anak yang dimiliki pengguna
Kelola Profil Anak
SRS_0 02_01
Aplikasi harus
menyediakan fasilitas lihat data pedoman kesehatan ibu, sehingga memudahkan pengguna untuk melihat pedoman kesehatan untuk ibu
Aplikasi harus
menyediakan fasilitas lihat data pedoman kesehatan
anak, sehingga
4 untuk melihat pedoman
kesehatan untuk anak
SRS_0 03_01
Aplikasi harus
menyediakan fasilitas lihat catatan kesehatan ibu, tambah, ubah serta hapus catatan kesehatan ibu, sehingga memudahkan pengguna untuk mengelola catatan kesehatan ibu dan mengetahui riwayat kesehatan ibu selama masa kehamilan, persalinan sampai ibu menyusui.
Kelola Catatan Kesehatan Ibu
SRS_0 03_02
Aplikasi harus
menyediakan fasilitas lihat catatan kesehatan anak, tambah, ubah serta hapus catatan kesehatan anak, sehingga memudahkan pengguna untuk mengelola catatan kesehatan anak dan mengetahui riwayat kesehatan anak selama masa pertumbuhan sampai usia balita (bayi 5 tahun)
Kelola Catatan Kesehatan Anak
SRS_0 04_01
Aplikasi harus
menyediakan fasilitas hitung perkiraan hari kelahiran anak, sehingga
pengguna dapat
mengetahui perkiraan hari kelahiran anak.
Aplikasi harus
menyediakan fasilitas lihat diagram pertumbuhan anak, sehingga pengguna dapat mengetahui memonitoring tumbuh kembang anak melalui grafik atau diagram.
Lihat Diagram Pertumbuhan Anak
SRS_0 04_03
Aplikasi harus
menyediakan fasilitas pencarian data, sehingga memudahkan pengguna untuk melakukan pencarian data pada aplikasi
Cari Data
SRS_0 04_04
Aplikasi harus
menyediakan fasilitas diagnosa penyakit anak, sehingga memudahkan
pengguna untuk
melakukan diagnosa awal penyakit anak
Diagnosa Penyakit Anak
SRS_0 05_01
Aplikasi harus
menyediakan fasilitas lihat profil sistem, sehingga memudahkan pengguna untuk melihat spesifikasi sistem dan deskripsi tentang sistem
Lihat Profil Sistem
SRS_0 05_02
Aplikasi harus
menyediakan fasilitas lihat pedoman penggunaan, sehingga memudahkan pengguna untuk melihat tata cara penggunaan aplikasi
Lihat Pedoman Penggunaan
Selanjutnya daftar kebutuhan fungsional akan lebih dijabarkan menggunakan diagram use case. Diagram use case adalah salah satu diagram untuk memodelkan aspek perilaku sistem. Diagram use case menunjukkan sekumpulan use case, aktor, dan hubungannya. Use case merupakan fungsionalitas dari sistem yang diinisialisasi oleh actor, Diagram use case untuk aplikasi ditunjukkan pada Gambar 4 berikut ini
Gambar 4 Perancangan Diagram Use Case
Analisis kebutuhan non fungsional adalah analisis untuk mengetahui spesifikasi yang dibutuhkan oleh sistem. Ada beberapa parameter dan deskripsi kebutuhan yang akan digunakan dalam pengembangan, yaitu Usability, Compatibility.
Tabel 2 Analisis Kebutuhan Non Fungsional
Parameter Deskripsi Kebutuhan
Compatibility
Aplikasi harus dapat dijalankan di berbagai sistem operasi android Gingerbread, Honeycomb, Ice Cream Sandwich, Jelly Bean (4.1/4.2).
Usability
5 C. Perancangan Sistem Pakar
1) Perancangan Akuisisi Pengetahuan
Akuisisi pengetahuan adalah akumulasi, transfer, dan transformasi keahlian pemecahan masalah dari pakar atau sumber pengetahuan terdokumentasi ke program komputer, untuk membangun atau memperluas basis pengetahuan. Pada tahap ini, knowledge engineer berusaha menyerap pengetahuan yang diperoleh untuk selanjutnya akan ditransfer ke dalam basis pengetahuan. Pengetahuan diperoleh dari bidan dan dokter anak kemudian dilengkapi dengan buku.
2) Perancangan Basis Pengetahuan
Basis pengetahuan berisi pengetahuan relevan yang diperlukan untuk memahami, merumuskan, dan memecahkan persoalan. Basis tersebut mencakup dua elemen dasar yaitu fakta dan aturan khusus yang mengarahkan penggunaan pengetahuan untuk memecahkan persoalan khusus dalam domain tertentu.
Tabel 3 Tabel Jenis Masalah
ID_Masalah Masalah M1 Timbangan Berat Badan
M2 Terbangun di tengah malam
M3 Demam pada bayi
M4 Masalah-masalah kulit
M5 Menangis berlebihan
M6 Masalah pemberian makan
M7 Muntah-muntah pada bayi
M8 Diare pada bayi
Tabel 4 Tabel Pengetahuan
ID Pertanyaan Fakta Solusi ID
Tabel 5 Tabel Diagnosa
ID Diagnosa
D1 Mungkin ada penyakit yang membuat timbangan
bayi Anda kurang. Periksakan ke dokter
D2
Kekurangan ASI bisa membuat bayi Anda kekurangan gizi. Namun, bila bayi Anda sudah berusia lebih dari 3 bulan, mungkin ia sudah membutuhkan makanan padat. Tanyakan hal itu ke dokter Anda, yang mungkin akan
menyarankan Anda memberi tambahan susu botol atau menyapihnya.
D3
Mungkin kekurangan makan yang membuat timbangan bayi anda kurang.
Penanggulangan :
Menangis adalah cara bayi anda untuk
menyatakan lapar. Penjadwalan yang terlalu ketat bisa membuat bayi Anda kurang makan dan mengurangi produksi ASI Anda. Sebab itu sebaiknya tawarilah bayi Anda ASI setiap kali ia menangis, bahkan walaupun ia menolaknya. Bila timbangannya masih terus kurang, periksakan ke dokter.
3) Perancangan Representasi Pengetahuan
Representasi pengetahuan dibutuhkan untuk menangkap sifat-sifat penting masalah dan mempermudah prosedur pemecahan masalah dalam mengakses informasi. Representasi pengetahuan yang digunakan pada skripsi ini yaitu dalam bentuk frame dan aturan produksi yang dituliskan dalam bentuk jika-maka (IF-THEN).
Tabel 6 Tabel Aturan
Rule R01
IF gejala = Tampak tak sehat THEN diagnosa = (D1)
Rule R02
IF gejala = Tampak sehat AND Menetek AND Memberi ASI THEN diagnosa = (D2)
Rule R03
IF gejala = Tampak sehat AND Menetek AND Memberi ASI THEN diagnosa = (D3)
Rule R04
IF gejala = Tampak sehat AND Tidak menetek AND Minum susu botol AND Tidak memberi susu
THEN diagnosa = (D4)
Rule R05
IF gejala = Tampak sehat AND Tidak menetek AND Minum susu botol AND Memberi susu AND Menambahkan air THEN diagnosa = (D5)
Rule R06
IF gejala = Tampak sehat AND Tidak menetek AND Minum susu botol AND Memberi susu AND Tidak menambahkan air AND Makanan habis THEN diagnosa = (D6)
Rule R07
6 4) Perancangan Mesin Inferensi
Mesin inferensi merupakan program yang berfungsi untuk memandu proses penalaran terhadap suatu kondisi berdasarkan pada basis pengetahuan yang ada untuk mencapai solusi atau kesimpulan. Sistem pakar ini menggunakan teknik pelacakan maju (forward chaining) untuk mengontrol inferensi dalam sistem pakar berbasis aturan. Pelacakan maju dimulai dari informasi masukan, dan selanjutnya mencoba menggambarkan kesimpulan.
P1
D1 P2
Y T
P3 P4
Y T
D2 D3
Y T
P5 D7
Y T
P6 D4
Y T
D5 P7
Y T
D6 D8
Y T
Gambar 5 Inferensi Masalah Timbangan Berat Badan
Di dalam Gambar 5 menjelaskan proses inferensi jenis masalah timbangan berat badan. Proses inferensi terbentuk dari aturan-aturan yang telah dibuat berdasarkan basis pengetahuan yang ada untuk mencapai solusi atau kesimpulan. Proses inferensi mempermudah untuk melakukan penelusuran diagnosa penyakit berdasarkan pertanyaan yang diberikan. Pertanyaan yang diberikan akan dijelaskan pada Tabel 4 dan diagnosa atau solusi yang diberikan akan dijelaskan pada Tabel 5.
D. Implementasi Basis Data
Implementasi pada penyimpanan data dilakukan dengan DBMS SQLite. Hasil implementasi penyimpanan data ini berupa database file dengan format extension file DB. Hasil implementasi SQLite pada database ini dimodelkan dalam diagram konseptual entity relationship. Pada konseptual entity relationship terdapat hubungan relasi antar tabel. Pada Gambar 4 menggambarkan diagram konseptual entity relationship dari aplikasi mobile pedoman dan catatan kesehatan ibu dan anak.
Gambar 6 Diagram Konseptual Entity Relationship
E. Implementasi Kode Program
Dalam proses implementasi pada transfer dan penyimpanan data pada aplikasi digunakan API Local Storage pada PhoneGap. Pada implementasi kode program sistem memanggil fungsi dalam file .*js, dalam bentuk kode javascript. Kode tersebut telah terintegrasi dengan API Local Storage pada PhoneGap.
F. Implementasi Antarmuka
Antarmuka aplikasi mobile pedoman dan kesehatan ibu dan anak terdiri dari menu home, pedoman kesehatan ibu, pedoman kesehatan anak, catatan kesehatan ibu, catatan kesehatan anak.
Gambar 7 Tampilan Antarmuka
IV.PENGUJIAN DAN ANALISIS
Pada tahap ini dilakukan proses pengujian dan analisis terhadap aplikasi mobile yang telah dibangun. Proses pengujian dilakukan melalui tiga tahapan (strategi) yaitu pengujian validasi, pengujian kompatibilitas dan pengujian UAT (User Acceptence Test). Pada pengujian validasi dan kompatibiltas digunakan teknik pengujian Black Box (Black Box Testing). Selain itu dilakukan juga pengujian unit (White Box Testing) dan pengujian sistem pakar.
Pengujian validasi digunakan mengetahui apakah sistem yang dibangun sudah benar sesuai dengan yang dibutuhkan. Daftar kebutuhan yang telah dirumuskan dan merupakan hasil analisis kebutuhan akan menjadi acuan untuk melakukan pengujian validasi. Pengujian validasi menggunakan metode pengujian Black Box, karena tidak diperlukan konsentrasi terhadap alur jalannya algoritma program dan lebih ditekankan untuk menemukan kesesuaian antara kinerja sistem dengan daftar kebutuhan.
Tabel 7 Hasil Pengujian Validasi
Nama Kasus Uji Objek Uji Hasil Validitas
Buka aplikasi Valid
Lihat profil pribadi SRS_001_01 Valid Edit profil pribadi SRS_001_01 Valid Lihat daftar profil
anak SRS_001_02 Valid
Lihat detail profil
anak SRS_001_02 Valid
7 Lihat pedoman
kesehatan ibu SRS_002_01 Valid Lihat pedoman
kesehatan anak SRS_002_02 Valid Lihat daftar catatan
kesehatan ibu SRS_003_01 Valid Edit daftar catatan
kesehatan ibu SRS_003_01 Valid Hapus daftar catatan
kesehatan ibu SRS_003_01 Valid Lihat daftar catatan
kesehatan anak SRS_003_02 Valid Edit daftar catatan
kesehatan anak SRS_003_02 Valid Hapus daftar catatan
kesehatan anak SRS_003_02 Valid Diagnosis Penyakit
Anak SRS_004_04 Valid
Lihat Profil Sistem SRS_05_01 Valid Lihat Pedoman
Penggunaan SRS_05_02 Valid
Tambah Catatan Kesehatan Ibu : Gagal
SRS_003_01 Valid
Pada proses analisis terhadap hasil pengujian kompatibilitas yang dilakukan pada aplikasi mobile terhadap sistem operasi Android dengan versi yang berbeda yaitu sistem operasi Android versi 2.3.3, versi 4.0, dan 4.2 dilakukan untuk melihat kesesuaian antara hasil kinjerja sistem dengan daftar kebutuhan. Berdasarkan hasil pengujian kompatibilitas dapat disimpulkan bahwa implementasi dan fungsionalitas aplikasi mobile pedoman dan catatan kesehatan ibu dan anak telah memenuhi kebutuhan yang telah dijabarkan pada tahap analisis kebutuhan.
Berdasarkan hasil yang telah didapatkan pada pengujian UAT dengan jumlah pertanyaan yang diajukan adalah 30 butir serta korespondensi berjumlah 33 orang. Untuk melihat apakah hasil yang diterima sudah memenuhi keinginan maka dilakukan analisa dengan grafik dan perhitungan prosentase.
Tabel 8 Status Penerimaan Pengujian UAT
Asepek Penilaian Persentase (%)
Status
Kemudahan belajar
menggunakan aplikasi 73.33% Accepted Navigasi mudah 70.30% Accepted Interaksi di dalam aplikasi
jelas dan mudah di mengerti
69.70%
Accepted
Aplikasi fleksibel
digunakan 69.70%
Accepted Mudah menggunakan
aplikasi 69.70%
Accepted Kecepatan respons
informasi 67.88%
Accepted Informasi jelas dan mudah
dipahami 67.27%
Accepted
Mendapatkan informasi
yang diharapkan 68.48%
Accepted Membantu
mengumpulkan informasi 70.30%
Accepted Kegunaan aplikasi 70.91% Accepted Keseringan penggunaan
aplikasi 67.88%
Accepted Perkembangan aplikasi 67.88% Accepted Pada Tabel 7 di atas pernyataan dinyatakan diterima atau Accepted ketika jumlah persentase lebih dari 60% dengan angka pembanding di dapatkan dari perhitungan persentase antara angka tengah yaitu 3 terhadap angka paling tinggi yaitu 5
%
Setelah didapatkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kebutuhan non fungsionalitas terhadapat kemudahan kegunaan aplikasi dapat terpenuhi dengan baik dengan rata-rata total dari penilaian variabel perceived ease of use adalah 3.463 dengan prosentase rata-rata adalah 69.26% sedangkan rata-rata total dari penilaian variabel perceived usefulness adalah 3.455 dengan prosentase rata-rata adalah 69.09%.
Berdasarkan hasil rata-rata persentase yang didapatkan dari status penerimaan pengujian UAT terhadap variabel perceived ease of use atau kemudahaan penggunaan yaitu 69.26% dan jika diketahui pada pernyataan adalah “kemudahan belajar
menggunakan aplikasi” mendapatkan nilai persentase
73.33% dan status diterima, hal ini didapatkan dari jawaban dari pernyataan korespondensi bahwa pada
pernyataan “kemudahan belajar menggunakan aplikasi” lebih banyak jawaban “netral, setuju, atau sangat
setuju”. Sedangkan sisa dari nilai persentase yaitu 26.67% adalah menyatakan bahwa “tidak setuju atau sangat tidak setuju” terhadap pernyataan “kemudahan belajar menggunakan aplikasi”. Jadi, dapat disimpulkan bahwa 69.26% dari rata-rata total persentase
korespondensi menyatakan bahwa “penggunaan pada aplikasi ini adalah mudah” dan 30.74% menyatakan bahwa “penggunaan pada aplikasi ini adalah susah”.
Dan berdasarkan hasil rata-rata persentase yang didapatkan dari status penerimaan pengujian UAT terhadap variabel perceived usefulness atau pencapaian kegunaan yaitu 69.09% dan jika diketahui pada
pernyataan adalah “
Mendapatkan informasi yang
diharapkan
” mendapatkan nilai persentase 68.48% dan status diterima, hal ini didapatkan dari jawaban dari pernyataan korespondensi bahwa pada pernyataan“
Mendapatkan informasi yang diharapkan
” lebihbanyak jawaban “netral, setuju, atau sangat setuju”.
Sedangkan sisa dari nilai persentase yaitu 31.52%
adalah menyatakan bahwa “tidak setuju atau sangat
8
menyatakan bahwa “Pencapaian kegunaan terhadap sistem adalah tidak tercapai”.
Pengujian unit dilakukan untuk melihat apakah algoritma berjalan dengan benar. Pengujian dilakukan dengan menggunakan tools QUnit dengan melakukan pengujian algorita javascipt. Dalam pengujian unit ini tidak dilakukan pada semua algoritma, penulis membatasi pengujian pada algoritma yang diterapkan pada sistem pakar. Pengujian yang dilakukan pada algoritma masalah timbangan berat badan pada anak.
Hasil pengujian unit pada kasus uji pertama dijelaskan dalam Gambar 9 di bawah ini.
Gambar 8 Hasil Kasus Uji 1 : Ada Penyakit
Dalam Gambar 9 di atas menjelaskan hasil pengujian terhadap kasus uji yang dilakukan pada Tabel 5.27. Pengujian pada kasus uji pertama di dapatkan hasil alokasi waktu test sebesar 16 ms dengan 2 dari 3 pernyataan dinyatakan diterima (passed) dan 1 dinyatakan ditolak (failed).
Turing test merupakan sebuah metode pengujian kecerdasan yang dibuat oleh Alan Turing, proses uji ini melibatkan seorang penanya (manusia) dan dua obyek yang ditanyai. Yang satu adalah seorang manusia dan satunya sebuah mesin yang akan di uji. Penanya tidak dapat melihat untuk langsung kepada obyek yang ditanyai. Penanya diminta untuk membedakan jawaban kedua obyek tersebut. Jika penanya tidak dapat membedakan mana jawaban mesin dan mana jawaban manusia maka turing berpendapat bahwa mesin yang di uji tersebut dapat di asumsikan cerdas.
Pada pengujian sistem pakar di dalam skripsi ini hanya dicantumkan kasus uji dan hasil dari pengujian pada masalah timbangan berat badan anak, sedangkan pada masalah lain dilakukan pengujian dengan cara yang sama yaitu pada pengujian sistem pakar menggunakan Turing Test terdapat 1 penguji yaitu pengguna dan 2 obyek uji yaitu aplikasi pada smartphone dan pakar dengan data dari buku pakar. Pengujian dilakukan dengan memberikan
pertanyaan-pertanyaan pada penguji, dan penguji memilih fakta
“Ya” atau “Tidak” sampai mencapai sebuah solusi. Setelah itu dibandingkan dengan solusi yang ada pada obyek kedua yaitu pakar.
Kasus dan hasil uji akan di jelaskan pada Tabel 9 berikut.
Tabel 9 Kasus Uji Test Turing : Masalah Timbangan Berat Badan
Obyek 1 : Sistem Aplikasi
1. Penguji memilih masalah timbangan berat badan pada anak bayi pra setahun.
2. Sistem memberikan pertanyaan pertama
“Apakah bayi Anda tampak tak sehat?”
3. Penguji memilih jawaban “Ya” 4. Sistem menampilkan solusi
“Mungkin ada penyakit yang membuat
timbangan bayi Anda kurang. Periksakan ke
dokter”
Obyek 2 : Pakar : Buku Dokter Di Rumah Anda
1. Penguji memberitahukan bahwa mengalami masalah timbangan berat badan.
2. Pada pakar buku “Diagnosa Penyakit Anak” melihat masalah pada anak bayi pra setahun. 3. Pakar menunjukkan diagram untuk
mendiagnosa penyakit anak.
4. Penguji melakukan penelusuran terkait masalah pada anak yang dialami yaitu masalah timbangan berat badan.
5. Pakar menunjukkan pertanyaan pertama
“Apakah bayi Anda tampak tidak sehat?
Misalnya, susah makan atau rewel atau suka
merengek?”
6. Penguji menjawab “Ya”
7. Pakar menunjukkan jawaban atas diagnosa
yaitu “Mungkin ada penyakit yang membuat
timbangan bayi anda kurang. Periksakan ke
dokter.”
Pada uji turing yang dilakukan terhadap kasus uji masalah timbangan berat badan anak menunjukkan hasil uji yang dilakukan penguji terhadap obyek 1 yaitu sistem aplikasi dengan obyek 2 yaitu pakar adalah sama. Itu menunjukkan bahwa sistem pakar yang telah dibuat menunjukkan sesuai dengan pakar.
Proses analisis terhadap hasil pengujian test turing dilakukan dengan melihat kesesuaian antara sistem pakar yang diuji dengan hasil obyek yang dijadikan pakar. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa sistem yang diuji dari program sudah sesuai dengan hasil dari pakar atau sumber kepakaran
9
V.KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil analisa, perancangan, implementasi dan pengujian yang dilakukan, maka diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Perancangan aplikasi mobile pedoman dan catatan kesehatan ibu dan anak telah dibuat sesuai dengan spesifikasi kebutuhan yang telah dianalisa.
2. Aplikasi mobile pedoman dan kesehatan ibu dan anak yang menggunakan konsep hybrid mobile development sesuai dengan perancangan yang telah dibuat dan dapat digunakan sebagai salah satu media untuk mencari informasi pedoman dan mencatat kesehatan bagi ibu dan anak.
3. Pengambilan data pada local storage aplikasi telah berhasil diimplementasikan dengan metode pengambilan dan pengiriman data menggunakan javascript.
4. Berdasarkan hasil pengujian validasi dengan metode Black Box Testing pada sistem menunjukkan nilai dengan prosentasi 100%. Sistem sudah memenuhi spesifikasi kebutuhan yang telah dianalisa.
5. Hasil pengujian kompatibilitas pada sistem menunjukkan bahwa sistem dinyatakan kompatibel dengan beberapa sistem operasi android dari versi 2.3.3 sampai dengan 4.2. 6. Berdasarkan dari hasil pengujian User
Acceptance Testing, sistem telah dapat diterima oleh pengguna. Kebutuhan non fungsionalitas terhadapat kemudahan kegunaan dan pencapaian kegunaan aplikasi dapat terpenuhi dengan baik dengan rata-rata total dari penilaian variabel perceived ease of use adalah 3.463 dengan prosentase rata-rata adalah 69.26% dan rata-rata total dari penilaian variabel perceived usefulness adalah 3.455 dengan prosentase rata-rata adalah 69.09%. 7. Berdasarkan hasil pengujian unit dengan
metode White Box Testing pada sistem menunjukkan unit fungsi yang diuji dari program sudah memenuhi kebutuhan fungsional yang telah dirancang pada tahap perancangan.
8. Berdasarkan hasil pengujian sistem pakar dengan test turing pada sistem menunjukkan sistem yang diuji dari program sudah sesuai dengan hasil dari pakar atau sumber kepakaran
yang valid, dalam hal ini adalah buku “Dokter di Rumah Anda”.
Saran yang dapat diberikan untuk pengembangan aplikasi pedoman dan catatan kesehatan ibu dan anak selanjutnya antara lain adalah :
1. Untuk pengembangan lebih lanjut, aplikasi ini dapat dikembangakan dengan membuat online storage pada web service yang di terkoneksi dengan server sebagai pusat pengambilan data dan penggunaan JSON sebagai cara pengambilan data.
2. Pada pengembangan lebih lanjut perlu dilakukan metode transfer data dengan menghubungkan antara online dan offline storage atau biasa disebut downloadable content.
3. Perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut dengan optimalisasi terhadap tampilan pada antarmuka pengguna menggunakan html5, css3 dan javascript agar kompatibel di semua platform mobile.
4. Dilakukan pengembangan untuk beberapa mobile os lain yaitu windows phone, iOS dan symbian.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu Anak. 2011. Panduan Penyelenggaraan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan Bagi Balita Gizi Kurang (Bantuan Operasional), Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
[2] Sujana, Metharisa. 2010. Hubungan Konflik Peran Ganda Ibu Terhadap Tumbuh Kembang Anak Usia Bawah Dua Tahun Di Bandar Lampung. Surakarta : Universitas Sebelas Maret. [3] Suprianto, Dodit dan Agustina S.Kom.,
M.Pd., Rini. 2012. Pemrograman Aplikasi Android - Step by Step Membuat Aplikasi Android untuk Smartphone dan Tablet. Yogyakarta : MediaKom.
[4] Statcounter. 2013. StatCounter Global Stats. WWW [terhubung berkala]. http://gs.statcounter.com [diakses pada tanggal 20 Oktober 2013].
[5] Sutojo, T., Mulyanto, Edi. dan Suhartono, Vincent. 2011. Kecerdasan Buatan, Andi, Yogyakarta.
[6] Pressman, Roger S. 2001. “Software
Engineering : A Practitioner’s