PENGARUH PENGETAHUAN MANAJEMEN PERKANTORAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA SUBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM DINAS PENDAPATAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PROVINSI BANTEN
Oleh :
Eva Farida 11010116
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
BINA BANGSA BANTEN
PENGARUH PENGETAHUAN MANAJEMEN PERKANTORAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA SUBAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM DINAS PENDAPATAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PROVINSI BANTEN
EVA FARIDA
11010116
ABSTRAK
Di DPPKD Prov Banten sebagian pegawai cukup mengerti dan memahami pengetahuan manajemen perkantoran sehingga peneliti tertarik untuk meneliti mengetahui seberapa besar pengetahuan manajemen perkantoran terhadap kinerja pegawai yang dirasakan oleh para pegawai DPPKD Prov Banten. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan manajemen di DPPKD Prov Banten, dan mengetahui pengaruh pengetahuan manajemen terhadap kinerja pegawai di DPPKD Prov Banten.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, dengan populasi yang ada di DPPKD. Teknik pengumpulan datanya adalah dengan menggunakan kuesioner dengan instrumen penelitian dengan menggunakan poin biserial dan skala likert.
Berdasarkan hasil analisis statistik Korelasi Product Moment didapat nilai korelasi sebesar 0.836, adanya pengaruh antara pengetahuan manajemen dan kinerja pegawai adalah sangat kuat. Sedangkan nilai koefisien determinasi didapat sebesar 0.699 ini berarti sebesar 69,9% kinerja pegawai dipengaruhi oleh pengetahuan manajemen, dan sisanya sebesar 30,1% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil pengujian signifikansi didapatkan nilai (0.000 < 0.005), ini berarti (Hi) diterima dan (H0) tolak yang menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel pengetahuan manajemen terhadap variabel kinerja pegawai. Selanjutnya persamaan regresi didapat nilai sebesar Y= 22,101 + 0.828 X, ini berarti nilai konstanta (α) sebesar 22.101 menyatakan bahwa apabila tidak ada pengetahuan manajemen (x=0) maka kinerja pegawai hanya sebesar 0.828 satuan. Jika pengetahuan manajemen ditingkatkan sebesar 1satuan maka kinerja pegawai akan bertambah sebesar 0.828 satuan. Dengan demikian dapat disimpulkan, pengetahuan manajemen dapat mempengaruhi kinerja pegawai.
ABSTRACT
In Banten Prov DPPKD some employees enough to know and understand knowledge management office so that researchers interested in studying find out how much knowledge of office management on employee performance perceived by employees DPPKD Banten Prov. The purpose of this study was to determine the knowledge management in Banten Prov DPPKD, and determine the effect of knowledge management on the performance of employees in DPPKD Banten Prov.
The research method used was a survey method, with populations in DPPKD. Data collection technique is to use a questionnaire to the research instrument using biserial and point Likert scale.
Based on the statistical analysis of the results obtained Product Moment Correlation correlation value of 0.836, the influence of knowledge management and employee performance is very strong. While the coefficient of determination obtained for 0.699 means 69.9% of employee performance is influenced by knowledge management, and the remaining 30.1% is influenced by other variables not examined in this study. Test results obtained significance value (0.000 <0.005), this means that (Hi) is accepted and (H0) which states reject a significant difference between the variables of knowledge management on employee performance variables. Furthermore, the regression equation obtained a value of = 22,101 + 0828 X, this means the value of the constant (α) of 22.101 states that if there is no knowledge management (x = 0), the performance of employees amounted to only 0828 units. If knowledge management is increased by 1satuan the performance of employees will be increased by 0828 units. It can be concluded, knowledge management can affect employee performance.
PENDAHULUAN
Pemerintah memerlukan organisasi pemerintah sebagai salah satu fungsi untuk menyelanggarakan pelayanan umum sebagai wujud dari tugas umum pemerintah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Semenjak berlakunya otonomi daerah yang dilaksanakan secara serentak mulai awal januari tahun 2001, dimana dalam tahap pelaksanaan otonomi daerah telah membawa pemerintahan kita dari yang sentralisasi menjadi desentralisasi dimana daerah diberikan otonom yang luas, nyata dan bertanggung jawab dalam artian otonom daerah memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada masing-masing daerah untuk mengembangkan diri. Salah satu tujuan pemberian otonomi tersebut adalah untuk mempercepat laju pertumbuhan daerah dan demokratisasi yang mendorong lahirnya keputusan politik. Implikasi dari kondisi ini, maka
pemerintah telah meresponnya dengan menerbitkan UU N0.32 tahun 2004 tentang otonomi daerah serta UU No.33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah1.
Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan otonomi daerah maka otonomi ini dititikberatkan pada daerah kabupaten/kota karena daerah kabupaten/kota berhubungan langsung dengan masyarakat. Hal ini sejalan dengan yang tercantum dalam PP No.58 Tahun 2005 Pasal 1 Butir 1, yang menyatakan bahwa keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelanggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk di dalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban suatu daerah.
Suatu instansi (organisasi) pemerintahan yang mampu menjalankan tugas dan menjalankan serangkaian misi organisasi akan berdampak pada efesiensi dan efektifitas dalam peningkatan pembangunan daerah. Dengan inovasi tersebut memungkinkan jasa lembaga instansi tersebut akan selalu mendapat tempat bagi masyarakat, sehingga nilai tambah dan output instansi akan semakin meningkat dan dapat dirasakan bagi masyarakat yang terlibat. Hal yang tak kalah pentingnya adalah pengetahuan pegawai secara individu maupun organisasi tentang manajemen. Manajemen akan dapat memberikan hasil yang memuaskan bagi pihak-pihak yang terlibat apabila pegawai sudah memahami manajemen.
Di dalam melaksanakan tugas maupun pekerjaan seorang pegawai diperlukan adanya pengetahuan manajemen yang mendukung terlaksananya pekerjaan dengan baik, sesuai dengan prosedur kerja dan dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan harapan dan waktu yang telah ditentukan. Disamping itu pengetahuan, sangat berperan penting dalam melaksanakan pekerjaan dimana dengan adanya pengetahuan, maka pegawai akan terhindar dari kesalahan yang terjadinya proses pelaksanaan kerja.
Selama ini pengukuran keberhasilan maupun kegagalan dari instansi pemerintah dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sulit untuk dilakukan secara objektif. Pengukuran kinerja suatu instansi hanya lebih ditekankan kepada kemampuan instansi tersebut dalam menyerap tugas pokok dan fungsi yang telah digariskan. Maka dari itu, instansi harus memilki pegawai yang paham akan pengetahuan manajemen instansi tersebut. Pegawai merupakan faktor yang esensial dalam kehidupan lembaga yang memperhatikan langkah dan fungsi perencanaan salah satunya dengan meningkatkan kinerja pegawai.
ilmu pengetahuan dan teknologi serta sulit untuk memperbaiki kinerjanya.
Disisi lain bahwa kinerja di instansi pemerintah daerah, masih kurang baik dalam hal pelaksanaan tugas khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah. Terkadang dalam pelaksanaan tugas tidak memperhatikan kualitas dan tidak sesuai dengan apa yang ditargetkan sebelumnya. Suatu instansi seharusnya menghasilkan kualitas dalam pelaksanaan pekerjaan, karena instansi pemerintah memegang peran penting dalam menunjang pembangunan daerah.
Berdasarkan uraian tersebut, maka permasalahan penelitian ini adalah Apakah pengetahuan manajemen perkantoran memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai pada subagian kepegawaian dan umum Dinas Pendapatan Dan Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi Banten?, Berapa besar pengetahuan manajemen perkantoran mempengaruhi kinerja pegawai?
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah pengetahuan manajemen perkantoran memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai pada subagian kepegawaian dan umum Dinas Pendapatan Dan Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi Banten, Untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan manajemen perkantoran mempengaruhi kinerja pegawai.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan jenis penelitian assosiatif, pada dasarnya metode penelitian merupakan cara ilmiah
untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris dan sistematis. Data yang diperoleh melalui penelitian itu adalah data empiris (teramati) yang mempunyai kriteria tertentu yaitu valid. Valid menunjukan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi berjumlah 40 pegawai, yang merupakan pegawai Subagian Variabel
penelitian Indikator Butir Soal
Kepegawaian dan Umum DPPKD Provinsi Banten. Sampel penelitian ini sebanyak 40 orang, teknik dalam pengambilan sampel ini adalah total sampling dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Variabel bebas penelitian ini adalah pengetahuan manajemen perkantoran. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja pegawai.
HASIL PENELITIAN
Penelitian ini terdiri dari 2 variabel, yaitu : variabel devenden (terikat) dan variabel indevendent (bebas) yaitu Pengetahuan manajemen perkantoran (X) dan kinerja pegawai (Y). Untuk variabel X ada 37 pertanyaan dan varaibel Y 42 pertanyaan. Adapun setiap penelitian variabel dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Uji Normalitas
Uji Normalitas adalah uji yang ditujukan untuk menguji apakah dalam sebuah regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal. Data di uji dengan normalitas Kolmogrov-Smirnov (KS).
Berdasarkan tabel One-Sample
Kolmogorov-Smirnov Test di atas dapat
diketahui nilai statistik
Kolmogorov-Smirnov sebesar (pengetahuan manajemen
perkantoran) dan (kinerja). Karena nilai statistik Kolmogorov-Smirnov > taraf signifikan (α) 0,05 hasilnya adalah 0,645 (X) dan 1,044 (Y) > 0,05 dapat disimpulkan yaitu nilai residual dari uji normalitas secara normal karena nilai signifikansinya lebih besar dari 5% maka uji asumsi klasik normalitas terpenuhi.
Pengujian Linearitas
Uji Linear bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan. Uji ini biasanya digunakan sebagai prasyarat dalam analisis korelasi atau regresi linear. Pengujian pada SPSS dengan menggunakan Test for
Linearity dengan pada taraf signifikansi
0,05. Dua variabel dikatakan mempunyai pengaruh yang linear bila signifikansi (Linearity) < 0,05
hubungan antara dua variabel atau lebih, sedang analisis regresi memprediksi seberapa jauh pengaruh tersebut.
Uji korelasi Pearson atau uji
Product Moment pada dasarnya adalah
sebuah cara dalam dalam pengolahan data statistik yang digunakan untuk menganalisis apakah sebuah variabel mempunyai pengaruh yang signifikan dengan variabel lainnya. Kemudian jika ada pengaruh, bagaimana ke-eratan hubungan tersebut, serta seberapa jauh variabel tersebut mempengaruhi variabel lainnya.
didapat nilai koefisien korelasi
product moment sebesar 0.836, artinya
terdapat pengaruh yang sangat kuat antara pengetahuan manajemen perkantoran dengan kinerja pegawai dan bernilai positif, berarti jika pengetahuan manajemen perkantoran ditingkatkan maka kinerja akan meningkat atau sebaliknya, jika pengetahuan manajemen perkantoran berkurang maka kinerja akan menurun.
Uji Koefisien Determinasi (r2)
Koefisien Determinasi adalah perbandingan antara variasi Y yang dijelaskan oleh X dibanding dengan variasi total Y. Jika selain X, semua variabel di luar model yang diwadahi dalam E dimasukkan kedalam model, maka nilai koefisien determinasi akan bernilai 1. Untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh variabel X terhadap Y, digunakan rumus koefisien determinasi (r2) dengan cara mengkuadratkan nilai koefisien korelasi ( r ) yang telah dihitung, dengan rumus yaitu :
Rumus : KD = r2x100%
Keterangan : K = Koefisien Determinasi
r = Koefisien Korelasi
Tidak ada ukuran yang pasti berapa besarnya koefisien determinasi untuk mengatakan bahwa suatu pilihan variabel sudah tepat. Jika r2 semakin besar atau mendekati 1, maka model makin tepat.
didapatkan nilai koefisien determinasi sebesar 0.699%, ini berarti sebesar 69,9 % kinerja dipengaruhi oleh pengetahuan manajemen perkantoran, sedangkan sisanya sebesar 30,1% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diteliti didalam penelitian ini
Regresi Linear
Teknik Statistik regresi digunakan oleh peneliti bila peneliti bermaksud melakukan prediksi seberapa jauh nilai variabel dependent bila nilai variabel
Independent dirubah.
variabel-variabel itu berpengaruh atau dapat diramalkan.
Analisis regresi lebih akurat dalam melakukan analisis korelasi, karena pada analisis itu kesulitan dalam menunjukkan
slope (tingkat perubahan suatu variabel
terhadap variabel lainnya dapat ditentukan). Dengan demikian maka melalui analisis regresi, peramalan nilai variabel terikat pada nilai variabel bebas lebih akurat pula.
Hipotesis Penelitian 1 Uji Signifikan
Untuk menguji kebenarannya hipotesis digunakan uji-t yang dapat diterangkan sebagai berikut :
1. Uji hipotesis uji-t
Yaitu alat analisis untuk signifikan ada tidaknya variabel bebas terhadap variabel terikat.
Rumus : √ √
Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis, yaitu :
a. Apabila t hitung > t table, maka Ho ditolak dan HI diterima
b. Sebaliknya apabila t hitung ≤ t table, maka Ho diterima dan HI ditolak. Persamaan regresi tersebut mempunyai intepretasi sebagai berikut :
Konstanta (a) sebesar 22.101
menyatakan bahwa apabila tidak ada pengetahuan manajemen perkantoran (x=0), maka kinerja pegawai hanya sebesar 0.828 unit. Jika pengetahuan manajemen perkantoran (x) ditingkatkan sebesar 1 unit maka kinerja pegawai (y) akan bertambah sebesar 0.828 unit atau sebaliknya, jika pengetahuan manajemen perkantoran (x) berkurang 1 unit maka kinerja pegawai (y) akan menurun sebesar 0.828 unit.
Uji Validitas
Item instrumen dianggap valid jika lebih besar dari rhitung atau bisa juga dengan membandingkannya dengan rtabel, jika thitung > ttabel maka valid, rhitung 0,836 > rtabel 0,3.
Pengujian Validitas instrumen penelitian dilakukan berdasarkan hasil penyebaran kuesioner, dengan jumlah responden sebanyak 40 orang. Dalam hal ini, penulis menggunakan bantuan Microsf Excel untuk variable (X) dan software SPSS v.17 untuk menghitung validitas instrumen.
Berdasarkan hasil perhitungan
SPSS v.17 for windows dapat diketahui
ttabel 1,683 dengan taraf signifikansi 0.00 yang berarti < 0,05
Dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, karena thitung 9,399 > ttabel 1,683. Berarti variabel independen (pengetahuan manajemen perkantoran) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (kinerja pegawai).
Uji Validitas Pengetahuan manajemen Perkantoran (X)
Berdasarkan data yang telah terkumpul , maka data di analisis dengan menggunakan
Microsoft excel, berdasarkan olah data yang
dilakukan dengan rumus biserial, dapat disimpulkan bahwa setiap item pernyataan (pernyataan 1 s.d 37) dinyatakan valid, hal ini dikarenakan nilai probabilitas korelasi (sig
2-tailed) lebih kecil dibandingkan nilai taraf
signifikan (α), dengan perkataan lain semua item instrumen untuk variabel pengetahuan manajemen perkantoran dari nomor 1-37 dinyatakan valid
Uji Validitas Kinerja Pegawai (Y)
Berdasarkan data yang telah terkumpul, maka data di analisis dengan menggunakan Software SPSS v.17, berdasarkan olah data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa setiap item pernyataan (pernyataan 1 s.d 42) dinyatakan valid, hal ini dikarenakan nilai probabilitas korelasi (sig 2-tailed) lebih
kecil dibandingkan nilai taraf signifikan (α), dengan perkataan lain semua item instrumen untuk variabel kinerja pegawai dari nomor 1-42 dinyatakan valid.
Uji Reliabilitas Pengetahuan Manajemen Perkantoran (X)
Reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan reliabilitas internal konsistensi dengan teknik Kuder
Richardson (KR-20) karena bentuk
pertanyaan hanya terdiri atas dua pilihan jawaban (dikotomi),
Dalam uji reliabilitas, peneliti menggunakan bantuan program komputer
Microsoft Excel. Dan mendapatkan hasil
0.96,yang berarti bahwa instrumen pengetahuan manajemen perkantoran dinyatakan reliabel, artinya bahwa seluruh instrumen tersebut dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Maka semua instrumen memenuhi syarat reliabilitas.
Uji Reliabilitas Kinerja Pegawai (Y) Sebagaimana makna reliabilitas (dapat dipercaya atau dapat diandalkan), maka pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis pengukuran koefisien Alpha (scale), data di analisis dengan menggunakan software
SPSS v.17. Hasil dari teknik pengukuran
dengan tabel reliabilitas instrumen. Dengan taraf signifikan > 0.05 dan jumlah responden sebanyak 40 orang maka didapatkan nilai rhitung sebesar 0.836
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian ini maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
Berdasarkan hasil uji analisis korelasi antara pengetahuan manajemen perkantoran terhadap kinerja pegawai pada subagian kepegawaian dan umum DPPKD Provinsi Banten sebesar 0,836 berarti terdapat pengaruh yang sangat kuat antara pengetahuan manajemen perkantoran terhadap kinerja pegawai. Sedangkan R
square koefisien determinasi 0,699, ini
berarti 69,9% kinerja dipengaruhi oleh pengetahuan manajemen sedangkan sisanya 30,1% kinerja dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti oleh penulis didalam penelitian ini. Nilai R
Adjusted R square sebesar 0,440 atau
44%, artinya sumbangan pengaruh variabel pengetahuan manjemen perkantoran terhadap naik turunya kinerja sebesar 44%, dan tidak ada nilai lain yang berpengaruhi karena sudah konstan atau
disesuaikan. Regresi Y= 22.101 + 0.828 X konstanta sebesar 22.101 satuan artinya jika pengetahuan manajemen perkantoran nilainya adalah nol, maka kinerja adalah
0,828 satuan. Selanjutnya koefisien regresi sebesar 0,828 satuan menunjukan setiap penambahan 1% pengetahuan manajemen perkantoran akan meningkatkan kinerja sebesar 0,828 satuan. Berdasarkan perhitungan diperoleh Ttabel sebesar 2.784 yang kemudian dibandingkan dengan nilai Thitung sebesar 9.399. Maka dapat diperoleh nilai Thitung > Ttabel (9.399 > 2.784).
SARAN
Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan diatas, maka saran yang dapat diberikan antara lain :
1. Karena terdapat pengaruh pengetahuan manajemen perkantoran terhadap kinerja pegawai yang sangat kuat maka disarankan bagi kepala subagian kepegawaian dan umum DPPKD Provinsi Banten agar menyiapkan pegawai yang mahir dalam pengetahuan manajemen perkantoran karena sangat berpengaruh pada kinerja pegawai.
2. Dan untuk pegawai agar meningkatkan kinerja sehingga meningkatkan prestasi kerja.
DAFTAR PUSTAKA
A.J. Romiszowski, Designing Instructional Systems (New York : Kogan Page
Publishing, 1981), p.240
Keunagan Daerah Provinsi Banten. P. 2.
Jurnal, Pengertian Ilmu Pengetahuan, Kebudayaan, Teknologi dan
Moralitas. P. 1.
Taufik, M
,
2010. Asal-Usul PengetahuanDan Hakekat Pengetahuan, Institut
Pertanian Bogor. P. 3
Bambang, S, 2006. Manajemen Pengetahuan (knowledge
management) dan Proses Penciptaan
Pengetahuan. P. 2
Notoatmojo, 2003. Pengetahuan, definisi
pengetahuan, Universitas Sumatera
Utara. P. 2
Nurjannah, A, Pengetahuan, Pengetahuan
Ilmiah dan Penelitian Ilmiah. P. 1
Arvianti, K, 2009. Hubungan
Pengetahuan, FKM Universitas
Indonesia. P. 11
Ahyan, S, Pengetahuan Ilmiah dan
Penelitian Ilmiah. P. 1
Nusantari, A, 2009. Peranan Manajemen Pengetahuan Untuk Meningkatkan Kinerja Perpustakaan Perguruan
Tinggi, Visi Pustaka Vol. 11. No. 2.
Universitas Kristen Petra, Surabaya. PP. 1-2
Siregar A. Ridwan, 2005. Manajemen
Pengetahuan Perspektif Pustakawan.
Vol. 1. No.1. Universitas Sumatatera Utara. PP. 1-3
Honney, C, Jerry, 2000. Knowledge Management Strategies: Strategi
Manajemen Pengetahuan. Jakarta.
Elex media Komputindo.
Tobing, Paul L, 2007. Knowledge
Management: Konsep Arsitektur dan
Implementasi. Yogyakarta . Graha
Ilmu.
Arikunto, S, 2012. Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta :
Edisi Revisi VI. Rineka Cipta. P. 91
Arofik, 2011. Tesis Pengaruh
Kepemimpinan dan Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai Dinas
Pekerjaan Umum Kota Cilegon.
Universitas Mercubuana
Agustina, I, Fakor-Faktor Motivasi Yang Memengaruhi Kinerja Karyawan Pada PT Gaya Manunggal Kresitama.
Maharani, P, Wismantoro, Y, Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi, Pelatihan, Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bank BRI Cabang Ahmad
Yani Semarang. P. 2
Qomariah, I, Fadill, Pengaruh Perencanaan dan Kompetensi Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Indonesia
Asahan Alumunium Kuala Tanjung.
P. 64.
Nurhendar, S, 2007. Pengaruh Stres Kerja dan Semangat Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi (Studi Kasus Pada CV. Aneka Ilmu
Supriadi, D, 2013. eJournal Pemerintahan
Integratif. 2013. 1 (3): 304-318ISSN
2337-8670. ejournal.pin.or.id
Llyati, E, 2009. Analisis Proses Rekrutmen
dan Seleksi Pada Kinerja Pegawai.
Vol. 16. No. 3. P. 132.
Sukmarwati, dkk, Jurnal Artikel Analisis Kinerja Pegawai Di Kecamatan
Gunungpati Kota Semarang.
Soegiharto, A, 2012. Pengaruh
Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Dengan Mediasi Komitmen di PT. Alam Kayu Sakti
Semarang. Vol. 3. No. 1. P. 129.
Prawira, G, Made, S, Pengaruh Didiplin Kerja, Gaya Kepemimpinan, dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Hotel Matahari Terbit Bali Tanjung Benoa-Nusa Dua. PP. 804-806.
Anggraeni, N, Pengaruh Kemampuan dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Sekolah Tinggi Seni Indonesia
(STSI) Bandung. P. 57.
Purwati, S, Pengaruh Motivasi Kerja Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan PT. Anindya Mitra
Internasional Yogyakarta. P. 2.
Syaiin,S, 2008. Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Klinik
Spesialis Bestari Medan.
Anoki, H.D, Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan PT.
Slamet Langgang Purbalingga
Dengan Motivasi Kerja Sebagai
Variabel Intervening. P. 28.
Prasetyo, B, 2010. Metode Penelitian
Kuantitatif : Teori dan Aplikasi,