• Tidak ada hasil yang ditemukan

DIVIDEN TUNAI DAN SAHAM pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DIVIDEN TUNAI DAN SAHAM pdf"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

DIVIDEN TUNAI DAN SAHAM

(2)

2

DIVIDEN DAN KEBIJAKAN DIVIDEN

Dividen?

Distribution of a portion of a company's earnings, decided by the board of directors, to a class of its shareholders. The dividend is most often quoted in terms of the dollar amount each share receives (i.e. dividends per share or DPS). Dividends may be in the form of cash, stock or property.

• Most secure and stable companies offer dividends to their stockholders. Their share prices might not move much, but the dividend attempts to make up for this.

• High-growth companies rarely offer dividends because all their profits are reinvested to help sustain higher-than-average growth.

Kebijakan Dividen?

(3)

3

JENIS DIVIDEN

Many companies pay a regular cash dividend.

– Public companies often pay quarterly.

– Sometimes firms will throw in an extra cash dividend.

– The extreme case would be a liquidating dividend.

Often companies will declare stock dividends.

– No cash leaves the firm.

– The firm increases the number of shares outstanding.

Some companies declare a dividend in kind.

– Wrigley’s Gum sends around a box of chewing gum.

(4)

Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 mengatur

ketentuan tentang dividen sebagai berikut:

Penggunaan laba bersih termasuk penentuan jumlah penyisihan

untuk cadangan diputuskan oleh RUPS. (pasal 71 ayat 1)

Seluruh laba bersih setelah dikurangi penyisihan untuk cadangan

dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen, kecuali

ditentukan lain dalam RUPS. (pasal 71 ayat 2)

Dividen hanya boleh dibagikan apabila apabila perseroan

mempunyai saldo laba yang positif. (pasal 71 ayat 3)

(5)

• Perseroan dapat membagikan dividen interim sebelum tahun buku berakhir sepanjang diatur dalam anggaran dasar. (pasal 72 ayat 1)

• Pembagian dividen interim dapat dilakukan apabila jumlah kekayaan

bersih tidak menjadi lebih kecil dari jumlah modal ditempatkan dan disetor ditambah cadangan wajib. (pasal 72 ayat 2)

• Pembagian dividen interim tidak boleh mengganggu dan menyebabkan perseroan tidak dapat memenuhi kewajibannya pada kreditur atau

mengganggu kegiatan perseroan. (pasal 72 ayat 3)

• Pembagian dividen interim ditetapkan berdasarkan keputusan Direksi setelah memperoleh persetujuan Dean Komisaris. (pasal 72 ayat 4)

• Dalam hal setelah tahun buku berakhir ternyata perseroan menderita

kerugian, dividen interim yang telah dibagikan harus dikembalikan kepada perseroan. (pasal 72 ayat 5)

(6)

Direksi dan Dewan Komisaris bertanggung jawab secara

tanggung renteng atas kerugian perseroan, dalam hal

pemegang saham tidak dapat mengembalikan dividen

interim. (pasal 72 ayat 6)

Dividen yang tidak diambil setelah 5 (lima) tahun terhitung sejak

tanggal yang ditetapkan untuk pembayaran dividen lampau,

dimasukkan ke dalam cadangan khusus. (pasal 73 ayat 1)

RUPS mengatur tata cara pengambilan dividen yang telah

dimasukkan ke dalam cadangan khusus. (pasal 73 ayat 2)

Dividen yang telah dimasukkan dalam cadangan khusus dan

tidak diambil dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun akan

menjadi hak Perseroan. (pasal 73 ayat 3)

(7)

7

PROSEDUR DAN JADUAL (1)

No Kegiatan Ketentuan BEI

1. RUPS/Rapat Direksi

-2. Pemberitahuan ke Bursa ttg jadwal

pembagian dividen final/ saham dividen/ dividen interim

Selambat-lambatnya 2 hari Bursa setelah pelaksanaan RUPS/ rapat Direksi

3. Pengumuman di lantai Bursa Selambat-lambatnya pada hari Bursa berikutnya setelah pemberitahuan diterima

4. Cum dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi 3 Hari Bursa sebelum Recording Date

(8)

8

PROSEDUR DAN JADUAL (2)

No Kegiatan Ketentuan BEI

6. Cum Dividen di Pasar Tunai Hari Bursa yang sama

dengan Recording Date (DPS)

7. Ex dividen di Pasar Tunai Hari Bursa berikutnya

setelah Cum dividen di Pasar Tunai

8. Recording date yang berhak atas dividen Paling cepat 16 hari Bursa

sejak pengumuman

(9)

9

DIVIDEN TUNAI

Memberikan return ke investor

Sebagai pemenuhan janji Prospektus ketika IPO

– PT. Mitra Adiperkasa Tbk sebuah perusahaan perdagangan umum dan ritel, go public dan mulai tercatat di BEJ pada tanggal 10 November 2004,

merencanakan pembagian dividen untuk tahun buku 2004 dengan ketentuan:

Laba Bersih  Sampai dengan Rp 100 Miliar  Dividen 10% - 15% Laba Bersih  Lebih dari Rp 100 Miliar  Dividen 16% - 20%

Fakta:

Laba Bersih tahun buku 2004 sebesar Rp 113,90 miliar Dividend Payout Ratio 20,04%

Emiten membukukan laba yang cukup, dan memiliki

(10)

10

SYARAT PEMBAGIAN DIVIDEN TUNAI

Cukup tersedia dana kas

Cukup saldo laba ditahan

Ada keputusan RUPS:

Cum Dividen vs Ex dividen

Recording Date

Distribution Date

Dividen Interim vs Dividen Final

(11)

11

DIVIDEN TUNAI: CONTOH KASUS

• Pemegang saham Unilever (UNVR) dalam RUPS Tahunan 22 Mei 2008 menyetujui pembagian dividen final tahun buku 2007 sebesar Rp 167,- dengan total dana Rp 1.274.210.000.000,- kepada pemegang 7.630.000.000 saham.

• Jadual Pembagian Dividen:

(12)

• Rapat Direksi Bank BNI 4 November 2009 menetapkan pembagian Dividen Interim Tahun Buku 2009 berdasarkan Laba Bersih yang diperoleh dalam periode 6 (30 Juni 2009). Dividen Interim sebesar Rp 9,44 dan akan diperhitungkan dalam menetapkan Dividen Final.

• Jadual Pembagian Dividen Interim:

1. Rapat Direksi 04 Nov 2009 2. Cum Dividen di Ps. Reguler dan Negosiasi 25 Nov 2009 3. Ex Dividen di Ps. Reguler dan Negosiasi 30 Nov 2009 4. Cum Dividen di Pasar Tunai 01 Des 2009 5. Ex Dividen di Pasar Tunai 02 Des 2009 6. Recording Date 01 Des 2009 7. Pembayaran Dividen Interim 11 Des 2009

(13)

13

DIVIDEN SAHAM

Kenapa dibagikan Dividen Saham?

Sebagai “alternatif” jika emiten tidak dapat membagi dividen

kas.

Untuk menambah likuiditas saham (menambah jumlah saham

yang beredar)

Memperkuat struktur permodalan

Syarat dibagikan dividen saham:

Cukup tersedia saham dalam portepel dan saham yang telah

ditempatkan

Cukup saldo laba ditahan.

(14)

14

STUDI KASUS: DIVIDEN SAHAM

• Pemegang saham dalam RUPSLB 17 November 2008 menyetujui

penggunaan laba bersih tahun 2007 dalam bentuk dividen saham sebanyak-banyaknya Rp 72 miliar termasuk pajak atas dividen.

• Rasio 26 : 1  setiap 26 saham lama berhak 1 dividen saham, dengan catatan jika terjadi pecahan maka dilakukan pembulatan kebawah. Jumlah saham baru yang akan dikeluarkan 161.183.654 saham.

• Jadual Pembagian Dividen Saham:

(15)

15

HARGA TEORITIS DIVIDEN SAHAM

• Rasio 26 : 1  setiap 26 saham lama berhak 1 dividen saham, dengan catatan jika terjadi pecahan maka dilakukan pembulatan kebawah.

• Penyesuaian Harga Teoritis saham HITS di JATS tanggal 10 Des 2008

• Harga Penutupan saham HITS tanggal 9 Des 2008 adalah Rp 660,-26 x Rp 660

• Harga Teoritis = --- = Rp 635,56 ≈ Rp 640, -26 + 1

(16)

16

DISTRIBUSI DIVIDEN DAN PAJAK

Dividen Tunai:

– Pembayaran dilakukan KSEI bagi saham tercatat di KSEI, bagi yg belum tercatat di KSEI akan dibayar dengan cek dividen ke alamat masing2

pemegang saham.

Dividen Saham:

– Bagi yang terdaftar di KSEI distribusi melalui sistem C-BEST, bagi yg belum Distribusi melalui BAE Emiten.

Ketentuan Perpajakan:

– Pajak atas dividen sebesar 15% bagi pemegang saham dalam negeri.

(17)
(18)

Referensi

Dokumen terkait

Adapun Dividen Interim (Tunai) yang dibagikan tersebut akan digunakan oleh Perseroan untuk melakukan pembayaran atas pajak penghasilan yang dikenakan kepada Pemegang

LPS = { ( Laba bersih dikurangi dividen preferen ) dibagi jumlah rata-rata tertimbang saham biasa beredar } dikurangi dampak Saham konvertibel dikurangi dampak

Dividen Tunai tersebut akan dibagikan kepada para Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan (recording date) pada tanggal 18 Maret 2022 sampai

Dividend payout ratio yang semakin besar menunjukkan bahwa semakin besar persentase dari laba bersih dalam wujud dividen yang dibagikan ke pemegang saham, sedangkan

Laba bersih kepada pemegang saham dikurangi dividen saham preferen. Pemegang saham biasa (sekarang dan yang potensial) terkecuali prioritas pembayaran tidak

Semakin tinggi laba bersih yang diperoleh perusahaan maka dividen kas yang dibagikan akan semakin besar karena dividen biasanya ditetapkan dari porsi laba bersih. Perusahaan

“Kebijakan deviden berhubungan dengan penentuan besarnya dividend payout ratio, yaitu besarnya presentase laba bersih setelah pajak yang dibagikan sebagai dividen kepada pemengang

Pengertian Pengertian Agus Sartono menyatakan bahwa : “Kebijakan dividen adalah keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen