PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN APLIKASI MULSA TERHADAP SIFAT FISIK, PERAKARAN, DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU ( Vigna Radiata L.)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum Perlakuan Sistem Olah Tanah baik Sistem Olah Tanah Intensif (OTI), Olah Tanah Minimum (OTM), dan Tanpa Olah Tanah
Pada 8 MST dan saat panen kacang tanah (perlakuan-perlakuan E, H, dan K) mempunyai nilai kompetisi yang lebih tinggi dab berbeda nyata dibandingkan dengan kedelai dan kacang
Dengan perlakuan penanaman benih jagung yang lebih banyak dalam satu polybag maka akan terjadi kompetisi atau persaingan antar sesama jenis tanaman yang biasa
Berdasarkan Tabel sifat fisik pada Tabel 8, dapat dilihat bahwa cookies tanpa pencampuran tepung kacang hijau memiliki tekstur renyah, sama dengan cookies dengan pencampuran
Pemberian mulsa bagas populasi cacing tanah lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa mulsa bagas pada pengamatan 3 BST pada lahan pertanaman tebu tahun ke-5, tidak terdapat
Hasil analisis sidik ragam (Anova) menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antar perlakuan jenis biochar dan jenis pupuk organik namun total bintil akar
Bobot isi, ruang pori dan kekerasan tanah pada sistem olah tanah intensif tidak berbeda nyata dibandingkan dengan sistem olah tanah konservasi, begitu pula dengan pemberian
Rekapitulasi hasil analisis ragam pengaruh sistem olah tanah dan pemberian mulsa bagas terha- dap populasi fungi mikoriza arbuskula pada pertanaman tebu di PT GMP pada pengamatan 21 dan