• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendekatan pendekatan dalam pengembanga. pptx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pendekatan pendekatan dalam pengembanga. pptx"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Sekolah Tinggi Agama

Islam Tulungagung

PRESENT ...

Sukses Bersama dengan STAIM

(2)

Assalamualaikum...

Welcome to my PPT..

1

Penyusun PPT :

Ulyalafi Kusna

(3)

Pembahasan tentang

Pendekatan-Pendekatan dalam

Pengembangan Kurikulum

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM

MUHAMMADIYAH TULUNGAGUNG

Dosen Pengampu : Afiful Ikhwan,M.Pd.I

(4)

Penjelasan dari istilah

Pendekatan,Kurikulum dan Pengembangan

Kurikulum

Pendekatan adalah cara kerja dengan

menerapkan strategi dan metode yang tepat dengan mengikuti

langkah-langkah pengembangan yang

sistematis agar memperoleh kurikulum yang lebih baik

kurikulum adalah perencanaan

kesempatan-kesempatan belajar yang dimaksudkan untuk membawa peserta didik ke arah perubahan-perubahan yang diinginkan dan menilai hingga mana perubahan tersebut telah terjadi pada setiap peserta didik.

pengembangan kurikulum

adalah proses penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum (curriculum

developer) dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan

pendidikan nasional.

(5)

Pendekatan-Pendekatan Dalam

Pengembangan Kurikulum

1.Subyek

Akademis 2.Humanistik 3.Kompetensi

4.Rekontruksi Sosial 5.Teknonogi

(6)

Subyek

Akademis

5

Pendekatan ini adalah pendekatan yang tertua, sejak sekolah yang

pertama berdiri

kurikulumnya mirip dengan tipe ini. Kurikulum disajikan dalam bagian-bagian ilmu pengetahuan, mata

pelajaran yang di intregasikan.

Ciri-ciri ini

berhubungan dengan maksud, metode,

organisasi dan evaluasi. Pendekatan subjek

akademis dalam menyusun kurikulum atau program

pendidikan didasarkan

(7)

2.Pendekatan

Humanistik

Kurikulum ini berpusat pada siswa atau peserta didik

(student-centered) dan

mengutamakan perkembangan afektif peserta didik sebagai prasyarat dan sebagai bagian integral dari proses belajar. Para pendidik humanistic

meyakini bahwa kesejahteraan mental dan emosional peserta didik harus dipandang sentral dalam kurikulum, agar proses belajar memberikan hasil yang maksimal.

Kurikulum humanistik mempunyai beberapa

karakteristik, berkenaan dengan tujuan, metode, organisasi isi, dan evaluasi.

Menurut para pakar

humanis kurikulum berfungsi menyediakan pengalaman berharga untuk membantu memperlancar perkembangan pribadi murid Abdullah

Idi, Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktek, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2007), hlm. 203

(8)

3.Pendekatan

Kompetensi

Kurikulum Berbasis

Kompetensi (KBK) salah salu model kurikulum yang mulai dikembangkan dan diterapkan pada pendidikan kejuruan. KBK pada dasarnya membuat

inventarisasi kompetensi yang diperkirakan esensial untuk suatu pekerjaan, jabatan atau karier tertentu. Inti dari KBK adalah kompetensi, merefleksikan kemampuan mengerjakan sesuatu.

Secara spesifik KBK adalah kurikulum yang menitikberatkan pada penguasaan suatu

pengetahuan, sikap dan keterampilan tertentu serta

penerapannya di lapangan kerja. Pengetahuan, sikap dan

keterampilan itu harus dapat

didemonstrasikan dengan standar industri yang ada, bukan standar relatif yang ditentukan oleh

keherhasilan seseorang di dalam suatu kelompok. Pengetesannya yakni dengan menggunakan

“Criterion Referenced” bukan

“Norm Referenced”.

(9)

TITIK PUSAT DARI KURIKULUM INI ADALAH INGIN MENGENTASKAN PERMASALAHAN PERMASALAH YANG MUNCUL DI TENGAH TENGAH MAYARAKAT. KARENA

PENDIDIKAN BERTUJUAN UNTUK SALING TOLONG

MENOLONG ANTAR SESAMA, JADI ADA INTERAKSI SOSIAL YANG INGIN DIMUNCULKAN DALAM KURIKULUM INI.

PESERTA DIDIK DIAYOMI, DIDIK, DIAJAR DAN

DITUMBUHKEMBANGKAN (PISIK DAN SPIKISNYA) UNTUK KEBAIKAN DIRINYA TETAPI UNTUK ORANG LAIN.

SEHINGGA PIHAK SEKOLAH MENAWARKAN

LINGKUNGAN YANG KONDUSIF BAGI PEMBELAJARAN PARA SISWA, MEREKONSTRUKSI TATANAN YANG ADA DILINGKUNGAN SEKOLAH AGAR TERCIPTA SUASANA SEPERTI LAYAKNYA KEHIDUPAN BERMASYARAKAT.

KEPALA SEKOLAH, GURU, STAP DAN PEGAWAI, SISWA

DAN SELURUH PERSONIL SEKOLAH MELAKUKAN SEGALA KEGIATAN ATAS DASAR KEBERSAMAAN (KEHIDUPAN

SOSIAL). SEHINGGA SEKOLAH DIJADIKAN SEBAGAI

LABORATORIUM DALAM MENUNJANG PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK, BAIK DI LIHAT DARI SISI KEPEKAANNYA TERHADAP SESAMA TEMAN, GURU, PEGAWAI DAN

SEBAGAINYA.

4.Pendekatan

Rekontruksi Sosial

(10)

5.Pendekatan Teknologi

Menurut Muhaimin, pendekatan teknologis dalam menyusun kurikulum atau program pendidikan bertolak dari analisis kompetensi yang dibtutuhkan untuk melaksanakan

tugas-tugas tertentu. Materi yang diajarkan , kriteria evaluasi sukses, dan strategi belajarnya ditetapkan sesuai dengan analisis tugas tersebut. Kurikulum berbasis kompetensi yang saat ini sedang digalakkan di sekolah madrasah termasuk dalam katagori pendekatan teknologis.

Adapun kekurangan dari model pendekatan teknologis ketika kurikulum diterapkan dalam proses pembelaran, ditegaskan oleh Rahman yaitu : ia terbatas pada hal-hal yang bisa dirancang sebelumnya, baik yang menyagkut proses pembelajaran maupun

produknya. Karena adanya keterbatasan tersebut maka dalam pembelajran pendidikan agama Islam tidak selamanya dapat menggunakan pendekatan teknologis Muhaimin,

Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Di Sekolah, Madrasah, Dan Perguruan Tingi, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 211), hlm:16 164

(11)

Contoh Penggunaan Pendekatan Teknologi

HAKIKAT MATERI RAGAM AKTIVITAS PENYAJIAN

INFORMASI

AKTIVITAS Informatif (data,

fakta

Naratif

(mnceritakan suatu kejadian cerita,

deskriptip

Diskusi kelompk, tanya jawab (in text question, baca tabel, diagram, peta, gambar dll

Konseptual

(teori, dalil, prinsip dll

Deduktif atau induktif

Diskusi kelompok, contoh contoh tertulis, contoh gmbar, cntoh video, simulasi

Prosedural Deskriptif, eksplanatori

Latihan, peragaan, contoh video, simulasi praktik

Keterampilan Deskriptif, eksplanatori (modeling

peragaan, contoh video, simulasi praktik

Nilai sikap Deskriptif, argumentatif

peragaan, contoh video, simulasi praktik

(12)

’Kesimpulan....’’

Pendekatan adalah cara kerja dengan menerapkan strategi dan metode yang tepat dengan mengikuti langkah-langkah

pengembangan yang sistematis agar memperoleh kurikulum yang lebih baik.

kurikulum yaitu seperangkat rencana dan peraturan mengenai isi dan bahan pelajaran, serta cara yang

digunakannya dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar.Kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam sebuah sistem pendidikan. Mengingat betapa pentingnya komponen kurikulum dalam sebuah sistem pendidikan tersebut, maka selama ini kurikulum selalu

mengalami perubahan atau lebih tepatnya penyempurnaan atau pengembangan hingga saat ini.Dapat disimpulkan bahwa

pengembangan kurikulum adalah proses penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum (curriculum developer) dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.. Hal ini dilakukan agar kurikulum bisa sejalan mengikuti perkembangan ilmu

pengetahuan dan teknologi.

(13)

Sekian Presentasi kami..

‘’Terima kasih....’’

Created by :

Ulyalafi Kusna & Anisa

Assa Fitri

Referensi

Dokumen terkait

HIDAYATNO, AKHMAD; AISYAH IADHA NURAINI; GAGAS HARISETO PRATOMO: Analisis Ergonomi Desain Ruang Kerja Penembak Pada Kendaraan Tempur Armoured Personnel Carrier

Tugas akhir ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk meraih gelar sarjana pada Program Studi Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas

Con el paso del tiempo, la evolución dentro del arte callejero y la aceptación del mismo dentro de los circuitos mercantiles del arte por parte de las personas ajenas a

Berdasarkan penelitian tentang pajanan debu kayu (PM 10 ) dan gejala penyakit saluran pernafasan pada pekerja meubel sektor informal maka diperoleh simpulan sebagai berikut

Dari hasil analisis statis- tik bivariat didapatkan nilai p = 0,016 < 0,05 yang berarti bahwa ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kelelahan kerja pekerja di

Dengan demikian dapat dikatakan apabila seorang pegawai melakukan tugas sesuai aturan dan norma-norma yang berlaku dalam bekerja, maka pegawai tersebut mempunyai etika kerja yang

untuk mengatur ukuran dan menggeser pada lokasi yang benar. Untuk memperbesar ukuran garis skala atau tanda arah Utara, ubah nilai atribut “size”, untuk unsur lainnya Anda

melalui proses pengenalan budaya organisasi kepada para karyawan agar mereka dapat bekerja sesuai dengan nilai dan tujuan perusahaan. Berdasarkan data preeliminary yang