• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (4)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (4)"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Zulkarnain
  • Pengajar:
    • Mahrufah Hayati MT.Ssi,mcs
  • Sekolah: Universitas Nahdlatul Ulama Lampung
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam
  • Topik: Makalah Pendidikan Agama Islam
  • Tipe: makalah
  • Tahun: 2016
  • Kota: Lampung Timur

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya pendidikan agama Islam dalam konteks modern. Penulis menekankan bahwa pendidikan agama harus mampu menghadapi tantangan zaman, terutama dalam membina spiritualitas generasi muda di tengah pengaruh pendidikan modern. Hal ini penting agar nilai-nilai keimanan dapat tertanam dalam diri peserta didik, sehingga mereka tidak terpengaruh oleh ajaran yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan perlunya penanaman nilai-nilai keimanan dalam pendidikan Islam. Penulis menyoroti bahwa pendidikan modern sering mengabaikan aspek spiritual, sehingga generasi muda perlu dibekali dengan pemahaman yang kuat tentang keimanan dan ketuhanan agar tidak terpengaruh oleh ideologi yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah mencakup pertanyaan-pertanyaan penting mengenai filsafat ketuhanan, pengertian iman, akhlak, pluralisme, dan penerapannya dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini menunjukkan fokus penelitian yang jelas dan relevansi terhadap tujuan pendidikan agama Islam.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini mencakup pemahaman mendalam tentang filsafat ketuhanan, iman, dan takwa, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sangat relevan untuk mencapai tujuan pendidikan yang holistik, termasuk pengembangan karakter dan moral peserta didik.

1.4 Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan mencakup pemenuhan tugas akademik dan pemahaman lebih dalam tentang konsep ketuhanan serta nilai-nilai moral dalam Islam. Ini menunjukkan keterkaitan antara pendidikan agama dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan karakter.

1.5 Metode Penulisan

Metode penulisan yang digunakan adalah metode pustaka, yang mengandalkan analisis literatur untuk membangun argumen. Ini penting untuk memastikan bahwa penelitian didasarkan pada sumber-sumber yang kredibel dan relevan.

II. PEMBAHASAN

Bagian ini menyajikan pembahasan mendalam tentang berbagai konsep penting dalam pendidikan agama Islam, termasuk ketuhanan, iman, dan moral. Setiap subtopik membahas bagaimana konsep-konsep tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat modern.

2.1 Konsep Ketuhanan

Pembahasan tentang konsep ketuhanan menyoroti berbagai pandangan mengenai Tuhan dalam Islam dan sejarah pemikiran manusia tentang Tuhan. Penulis menjelaskan bahwa pemahaman tentang Tuhan harus didasarkan pada ajaran Al-Quran dan Sunnah, serta pentingnya pengenalan nilai ketuhanan sejak dini dalam pendidikan.

2.2 Keimanan dan Ketakwaan

Bagian ini menjelaskan pengertian iman dan ketakwaan serta proses terbentuknya iman dalam diri individu. Penulis menekankan bahwa iman harus terintegrasi dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, dan menyoroti pentingnya pembinaan iman yang berkesinambungan.

2.3 Implementasi Iman dan Takwa Dalam Kehidupan Modern

Penulis membahas tantangan yang dihadapi oleh umat Islam dalam menerapkan iman dan takwa di era modern. Ditekankan bahwa iman berfungsi sebagai landasan moral dalam menghadapi berbagai problematika sosial dan budaya yang kompleks.

2.4 Ahlak, Etika dan Moral

Pembahasan mengenai akhlak, etika, dan moral dalam Islam menunjukkan pentingnya nilai-nilai ini dalam membentuk karakter individu. Penulis menjelaskan bahwa akhlak yang baik harus menjadi landasan dalam berinteraksi dengan sesama dan lingkungan, serta bagaimana pendidikan agama dapat membentuk akhlak mulia.

2.5 Konsep Pluralisme dan Pluralitas

Bagian ini membahas perbedaan antara pluralisme dan pluralitas dalam konteks masyarakat Indonesia. Penulis menekankan pentingnya pemahaman yang baik tentang kedua konsep ini untuk membangun kerukunan dan toleransi antarumat beragama.

2.6 Pengertian Agama dan Kebudayaan

Pembahasan tentang hubungan antara agama dan kebudayaan menunjukkan bahwa keduanya saling mempengaruhi. Penulis menegaskan bahwa pendidikan agama harus mempertimbangkan konteks budaya lokal untuk lebih efektif dalam membangun karakter peserta didik.

2.7 Ruang Lingkup Agama Islam dan Ekonomi

Bagian ini menjelaskan bagaimana prinsip-prinsip Islam dapat diterapkan dalam bidang ekonomi. Penulis menekankan pentingnya pemahaman tentang ekonomi Islam dalam konteks global dan lokal, serta relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.

2.8 Konsep Dasar Ekonomi Islam

Konsep dasar ekonomi Islam dibahas dengan menekankan prinsip keadilan dan kesejahteraan dalam bertransaksi. Penulis menjelaskan bahwa pemahaman ekonomi Islam penting untuk membangun masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan.

III. PENUTUP

Bagian penutup menyajikan kesimpulan dari pembahasan yang telah dilakukan serta saran untuk pengembangan pendidikan agama Islam ke depan. Penulis menekankan bahwa pendidikan agama harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensi ajaran Islam.

3.1 Kesimpulan

Kesimpulan menegaskan pentingnya pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter dan moral peserta didik. Penulis menyimpulkan bahwa pendidikan agama harus mampu menjawab tantangan zaman dan tetap relevan dalam konteks kehidupan modern.

3.2 Saran

Saran yang diberikan mencakup perlunya pengembangan kurikulum pendidikan agama yang lebih kontekstual dan relevan dengan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda saat ini. Penulis juga mendorong kolaborasi antara pendidikan formal dan non-formal dalam upaya membangun kesadaran spiritual yang kuat.

Referensi Dokumen

  • Zakat ( Didin Hafidhuddin )
  • Hikmah Zakat ( Hussein Syahatah )

Referensi

Dokumen terkait

Sekolah yang baik dan ideal sebagai tempat memperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya

Islam tidak membebaskan manusia dari bertanggung jawab sebagai anggota masyarakat, dia merupakan bagian yang integral sehingga harus tunduk pada norma-norma yang berlaku

Etika dalam pengertian luas adalah keseluruhan norma dan penilaian yang dipergunakan masyarakat untuk mengetahui bagaimana manusia seharusnya menjalankan

Moral/akhlak merupakan nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya. Moral berkenaan dengan suatu kegiatan

Jadi, dalam pengertian ini, etika dan moralitas sama-sama memiliki arti sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah

Sebagai khalifah, manusia diberi tangung jawab pengelolaan alam semesta untuk kesejahteraan umat manusia, karena alam semesta memang diciptakan Tuhan untuk manusia. Sebagai wakil

Setiap manusia diciptakan oleh Allah harus tunduk kepada hukum yang telah ditentukan oleh pencipta manusia yang disebut dengan kaidah hukum ibadah dan juga

bukan hanya beramal ,masih banyak kegiatan ibadah yang setiap hari senantiasa kita jalani sebagai umat manusia yang beragama islam., karena semakin menipis ilmu pengetahuan tentang