• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah SBM Pengelolaan kls

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Makalah SBM Pengelolaan kls"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENGELOLAAN KELAS

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi tugas kelompok dari mata kuliah Strategi Belajar Mengajar (SBM)

Dosen Pengampu

Aab Abdul Malik,S.Ag

Disusun oleh :

Deni Rhamdani Syarif Nimko : 08.1.1463.AL.II Lena Khoirunnisa Nimko : 08.1.1514.AL.II Abdul Latif Nimko : 08.1.1535.AL.II Dini Maulida Utami Nimko : 08.1. AL.II Resi Resdiani Nimko : 08.1. AL.II

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM

STAI KHARISMA

PROGRAM STUDY PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

(2)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Illahy Robbi karena berkat Rahmat dan pertolongan-Nya penyusunan makalah yang sangat sederhana dan sesuai kemampuan ini dapat penulis selesaikan, Shalawat dan Salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rasulullah SAW, sebab dengan pimpinannyalah penulis senantiasa mendapatkan kemudahan dalam penyusunan makalah ini.

Makalah ini mengambil judul KEBERHASILAN BELAJAR MENGAJAR untuk memenuhi tugas mata kuliah Startegi Belajar Mengajar (SBM), Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada segenap pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, terutama penulis sampaikan kepada Dosen Pengampu ( Aab Abdul Malik, S.Ag ) yang senantiasa memberikan tuntunan dan bimbingan dalam penyusunan makalah ini.

Permohonan maaf penulis sampaikan kepada semua pihak atas segala kekurangan yang masih terdapat di dalam makalah ini. Untuk itu penulis nantikan kritik dan saran konstruktif guna perbaikan pada karya-karya penulis berikutnya.

Cicurug, Desember 2010

(3)

DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar ... i

Daftar Isi ... ii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Perumusan Masalah... 1

C. Tujuan Penulisan... 1

BAB II PENGELOLAAN KELAS 1. Hakikat Pengelolaan Kelas... 2

1.1 Pengertian... 2

1.2 Pengeloaan dan Pembelajaran... 2

2. Komponen-Komponen Pengelolaan Kelas... 3

2.1. Model Tindakan... 3

2.2 Kondisi dan Situasi Belajar... 4

2.3 Administrasi Teknik... 6

BAB III SIMPULAN A. Kesimpulan ... 6

B. Kritik Saran ... 6

(4)

BAB II PEMBAHASAN

A. Hakikat Pengelolaan Kelas

1. Pengertian

Pengelolaan kelas ( classroom management ) berdasarkan pendekatan menurut Weber diklasifikasikan kedalam dua pengertian, yaitu berdasarkan pendekatan otoriter dan pendekatan permisif. Berikut dijelaskan pengertian dari masing-masing pendekatan tersebut

Pertama, berdasarkan pendekatan otoriter pengelolaan kelas adalah kegiatan guru untuk mengkontrol tingkah laku siswa, guru berperan menciptakan dan memelihara aturan kelas melalui penerapan disiplin secara ketat ( Weber )

Bagi sekolah atau guru yang menganut pendekatan otoriter, maka dalam mengelola kelas guru atau sekolah tersebut menciptakan iklim sekolah dengan berbagai aturan atau ketentuan-ketentuan zang harus ditaati oleh warga sekolah/ kelas. Walaupun menggunakan pendekatan otoriter, berbagai aturan zang dirumuskan tentu saja tidak hanza didasarkan pada kemauan sepihak dari pengelola sekolah /kelas saja, melainkan dengan memasukan aspirasi dari siswa. Hal ini penting mengingat aturan zang dibuat diperuntukan bagi kepentingan bersama, zaitu untuk menunjang terjadinya proses pembelajaran zang efektif dan efisien.

Kedua pendekatan permisif mengartikan pengelolaan kelas adalah uapaya zang dilakukan oleh guru untuk memberi kebebasan untuk siswa melekukan berbagai aktivitas sesuai dengan zang mereka inginkan. Pengertian kedua ini tentu saja bertolak belakang dengan pendapat pertama. Menurut pandangan permisif, fungsi guru adalah bagaimana menciptakan kondisi siswa merasa aman untuk melakukan aktivitas di dalam kelas, tanpa aharus merasa takut dan tertekan

(5)

Pengelolaan dan pembelajaran dapat dibedakan tapi memilki fungsi zang sama. Pengelolaan tekannya lebih kuat pada aspek pengaturan ( management ) lingkungan pembelajaran, sementara pembelajaran ( instruction ) lebih kuat berkenaan dengan aspek mengelola atau memproses materi pelajaran. Pada akhirnya dari kedua aktivitas tersebut, keduanya dilakukan dalam rangka untuk mencapai tujuan yang sama yaitiu tujuan pembelajaran

Contoh aspek pengelolaan, jika di dalam kelas terdapat gambar yang di anggap kurang baik atau tidak apada tempatnya untuk ditempelkan di dinding karena akan menggangu konsentrasi siswa dalam belajar, maka guru tersebut memindahkannya dan menempatkan pada tempat yang di anggap paling cocok. Adapun pembelajaran, jika diperoleh siswa yang mengelami kesulitan belajar untuk materi-materi tertentu, maka guru mengidentifikasi sebab-sebabnya, dan membantu siswa mengahadapi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya itu

B. Komponen-Komponen Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas dilakukan untuk mendukung terjadinya proses pembelajaran zang lebih berkualitas. Oleh karena itu pendekatan atau teori apapun zang dipilih dan zang dijadikan dasar dalam pengelolaan kelas, harus diorientasikan pada terciptanya proses pembelajaran secara aktif dan produktif. Untuk mendukung proses pembelajaran tersebut, maka aunsur-unsur pengelolaan meliputi dua tindakan, yaitu ;

1. Model Tindakan

a. Preventif , yaitu upaya yang dilakukan oleh

guru untuk mencegah terjadinza gangguan dalam pembelajaran. Mencegah lebih baik dari pada mengobati. . Implikasi bagi guru melalui kegiatan preventif ini yaitu sedini mungkin guru mengidentifikasi hal-hal atau gejala-gejala zang dianggap akan mengganggu pembelajaran

Beberapa upaya atau keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk mendukung terhadap tindakan prteventis antara lain ;

1) Tanggap /peka, sikap tanggap ini ditunjukan oleh kemampuan guru secara dini

(6)

akan mengganggu pembelajaran atau berkembangnza sikap maupun sifat negatif dari siswa maupun lingkungan pembelajaran lainnya

2) Perhatian yaitu selalu mencurahkan perhatian pada berbagai aktivitas, lingkungan maupun segala sesuatu zang muncul. Perhatian merupakan salah satu bentuk keterampilan dan kebiasaan zang harus dimiliki oleh guru.

b. Refrensif, keterampilan refrensif tidak diartikan sebagai tindakan kekerasan seperti halnya penanganan dalam gangguan keamanan. Keterampilan refrensif sebagai salah satu unsur dari keterampilan pengelolaan kelas

c. Modifikasi tingkah laku

• Modifikasi tingkah laku yaitu bahwa setiap tingkah laku dapat diamati. Oleh karena itu bagaimana dengan tingkah laku yang muncul dengan positif, guru memberi respon positif agar kebiasaan baik itu lebih kuat dan dapat dipelihara

• Pengelolaan kelompok, untuk menangani permasalahan hendaknya dilakukan secara kolaborasi dan mengikutsertakan beberapa komponen atau unsur yang terkait

• Diagnisis yaitu suatu keterampilan untuk mencari unsur-unsur yang akan menjadi penyebab gangguan maupun unsur-unsur yang menjadi kekuatan bagi peningkatan proses pembelajaran

2. Kondisi dan Situasi Belajar

1). Kondisi Fisik

a. Ruangan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar - Jenis Kegiatan (dlam kelas / di ruang Praktikum ) c. Ventilasi dan pengaturan cahaya

(7)

besar agar cahaya matahari masuk dan udara sehat. d. Pengaturan penyimpanan barang – barang

2).Kondisi Emosional

a. Tipe Kepemimpinan

Type Otoriter (dictator) yang dengan kondisi ini siswa hanya akan aktif kalau ada guru sedangkan kalau tidak ada maka tidak akan aktif.aktivitas belajar mengajar sangat tergantung pada guru dan menuntut banyak perhatian dari guru.

Type demokratis lebih memungkinkan terbinanya sikap persahabatan antara siswa dan guru. Sikap ini dapat membantu. Menciptakan iklim yang menguntungkan bagi terciptanya kondisi proses belajar mengajar yang optimal.

b. Sikap Guru

Sikap guru menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar dan bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku siswa dapat diperbaiki

c. Suara Guru

Hendaknya dengan suara yang rendah tetapi cukup jelas dengan volume suara yang penuh.

d. Pembinaan Raport

Dengan hubungan baik guru dan siswa, diharapkan siswa senantiasa gembira, penuh gairah dan semangat.

3. Administrasi Teknik

1. Absensi Pengelolaan absensi

hendaknya dilakukan secara periodik

2. Tempat bimbingan siswa .

Ruangan khusus untuk keperluan bimbingan siswa yang dilakukan guru, walikelas, atau guru pembimbing sekolah

3. Tempat Baca siswa

4. Tempat Sampah

5. Catatan Pribadi Siswa .

(8)
(9)

BAB III PENUTUP

A.Kesimpulan

B. Kritik Dan Saran

Alhamdulillah kami telah dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan lancar. Namun kami sadari masih banyak kekurangan pada penulisan dan penyusunan makalah ini, baik itu dari segi penulisan sistematika penyusunan yang merupakan hal yang wajar karena kami masih dalam tehap belajar.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

1. Drs Syaiful Bahri Djamara dan Drs Aswan Zain; Strategi Belajar Mengajar, Penerbit Rhineka Cipta, Cetakan ke tiga , Agustus 2006, Jakarta

2. Prof. Dr. Nana Syaodih Sukmadinata,; Landasan Psikologis Proses Pendidikan,;Penerbit PT Remaja Rosdakarta, Cetakan ke dua, Oktober 2004, Bandung.

3. Roestiyah N K; Strategi Belajar Mengajar ; Penerbit Rhineka Cipta, Cetakan ke tujuh , Maret 2008, Jakarta

Referensi

Dokumen terkait

Guru dan stakeholder, sebagai informasi secara empiris tentang pengelolaan akreditasi sekolah dasar sehingga dapat dijadikan landasan kerja bagi stakeholder pendidikan

Dari berbagai teori tentang pengelolaan kelas yang telah dipaparkan di atas, maka yang dimaksud dengan pengelolaan kelas dalam penelitian ini adalah usaha yang dilakukan oleh

Bagherzadeh et al., 2018). Evaluasi kesuburan tanah dapat dijadikan dasar penyusunan rekomendasi pengelolaan lahan sawah di Kabupaten Bantul yang dapat menopang

Diharapkan dengan adanya Rencana Kerja ini bisa dijadikan dasar acuan dalam pengelolaan dan pengendalian lingkungan hidup yang semakin terencana dan terarah sesuai

Perubahan penutup lahan dari bera, air dan vegetasi ataupun sebaliknya dapat dijadikan dasar untuk pemetaan lahan sawah yaitu dengan menggunakan pendekatan teori probabilitas,

Teori koneksionisme yang dipelopori oleh Thorndike, memandang bahwa yang menjadi dasar terjadinya belajar adalah adanya asosiasi antara kesan panca indera (sense of

Perubahan penutup lahan dari bera, air dan vegetasi ataupun sebaliknya dapat dijadikan dasar untuk pemetaan lahan sawah yaitu dengan menggunakan pendekatan teori

Dengan pendekatan teori semiotika diharapkan dapat diketahui dasar keselarasan antara tanda verbal dengan tanda visual untuk mendukung kesatuan penampilan periklanan sebagai iklan