KPU Kabupaten Banyumas
KPU Kabupaten Banyumas
Media Pendidikan Politik Kepada Pemilih
DERAP
News Letter Nomor #007
Edisi Juli 2015
Hirawan Danan Putra
:
Kerjakan selalu secara profesional
Riset Partisipasi Pemilih :
“...praktek jual beli suara lebih masif
di pedesaan.”
Dari Redaksi
Ramadhan telah berakhir. Umat muslim merayakan 'Idul Fitri 1 Syawal 1436 H.
Rutinitas ibadah selama bulan ramadhan yang banyak dihabiskan dengan puasa, sholat
tarawih, tadarus Al Quran, dan pengajian keagamaan telah dilakukan. Memasuki bulan
Syawal, tradisi masyarakat nusantara telah lama melaksanakan kegiatan silaturahmi
dengan berkunjung ke rumah sanak famili, handai taulan, teman dan para kolega. Ini
tentu menjadi tradisi yang baik seusai menjalan ibadah satu bulan penuh.
Acara-acara silaturahmi juga semakin berkembang makna dan praktiknya. Jika
dahulu mungkin hanya berkumpul di kediaman lingkungan keluarga inti saja, tetapi
sekarang sudah jauh lebih variatif. Bahkan para pejabat negara telah membuat tradisi baru
dengan istilah
open house
, atau secara bahasa “membuka rumah”, yang kurang lebih
momen dimana para pejabat negara itu menerima masyarakat dari berbagai lapisan untuk
bersalaman. Dari semua itu, intinya di dalamnya masing-masing pihak menyampaikan
permohonan maaf satu sama lain.
Untuk itu, pada edisi kali ini segenap tim redaksi News Letter “DERAP KPU
Kabupaten Banyumas” khususnya dan keluarga besar KPU Kabupaten Banyumas pada
umumnya juga menyampaikan permohonan maaf lahir batin.
DERAP
BULAN SYAWAL,
BULAN SILATURAHMI
Pengarah: Unggul Warsiadi, Ikhda Aniroh, Imam Arif Setiadi, Waslam Makhsid, Suharso Agung Basuki I Penanggung Jawab: Hirawan Danan Putra I Ketua:
Kasworo I Pelaksana Teknis: Subhan Purno Aji, Sarikasih, Cenata Noviarto I
Alamat Redaksi: Subbag Teknis dan Hupmas Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyumas Jalan H.M. Bachroen Berkoh Purwokerto Selatan, Telpon/Faximile : 0281-6 4 2 0 7 7 I W E B S I T E : w w w. k p u d - b a n y u m a s k a b . g o . i d I E - M A I L : [email protected] I BLOG: kpukabbanyumas.blogspot.com I FACEBOOK: /kpubanyumas I Twitter: @KPUBanyumas
News Letter Nomor #007
2
Fokus
ahapan ini meliputi kegiatan
T
penyerahan bukti dukungan bagi bakal paslon perseorangan, verifikasi administrasi dan faktual dukungan, rekapitulasi hasil verifikasi, pendaftaran paslon dari jalur perseorangan dan partai politik/gabungan partai politik, verifikasi persyaratan sampainantinya ditetapkan bakal calon yang memenuhi syarat sebagai paslon. Proses ini secara keseluruhan memerlukan waktu kurang lebih lima bulan, dari bulan April sampai dengan Agustus 2015, ditambah tiga bulan bila ada gugatan dari bakal calon yang mengajukan sengketa pencalonan ke PTTUN.
DINAMIKA PENCALONAN
PERSEORANGAN
DALAM
PILKADA SERENTAK 2015
Fokus
Sampai bulan Juli ini, KPU Provinsi dan KPU K abupaten/Kota yang sedang melaksanakan Pilkada telah melaksanakan verifikasi faktual bagi bakal paslon perseorangan serta telah memberitahukan hasilnya kepada bakal paslon perseorangan. Sementara itu, pada 14 Juli 2015 lalu juga telah dilakukan pengumuman pendaftaran bakal paslon Gubernur/Bupati/Walikota. Adapun KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota akan menerima pendaftaran bakal paslon sampai dengan 28 Juli 2015.
Berkaitan deng an bakal paslon perseorangan, menurut data yang dilansir oleh KPU RI dari 269 daerah yang tahun ini akan menyelenggarakan Pilkada, terdapat 174 paslon dari jalur perseorangan yang memenuhi jumlah dukungan minimal dan telah diverifikasi oleh KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota dan jajaran penyelenggara sampai tingkat desa/kelurahan. Dan hasil verifikasi tersebut merupakan salah satu syarat bagi paslon perseorangan untuk mendaftarkan diri bersama-sama dengan bakal paslon yang diusulkan oleh partai politik/gabungan partai politik.
Terkait dengan hal tersebut, menurut Ketua
KPU RI Husni Kamil Manik, seperti dikutip dari situs resmi KPU RI Rabu (24/6), sebetulnya terdapat 254 pasangan calon yang menyerahkan berkas dukungan kepada KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Tetapi 80 bakal paslon diantaranya tidak dapat diloloskan oleh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota.
Husni merinci, alasan bakal paslon perseorangan dinyatakan tidak memenuhi syarat disebabkan karena tidak tercukupinya jumlah minimal dukungan, terlambat dalam menyerahkan berkas dukungan dan berkas dukungan yang tidak lengkap.
Adapun di Jawa Tengah dari 21 kabupaten/kota yang sedang melaksanakan Pilkada, hanya 10 kabupaten/kota yang menerima penyerahan berkas dukungan dari para bakal paslon perseorangan. Jumlah bakal pasangan calon yang menyerahkan berkas adalah sebanyak 13 pasangan. Akan tetapi setelah dilakukan penghitungan awal berkas dukungan, hanya 6 bakal paslon yang diterima oleh KPU Kabupaten/Kota (28 persen) untuk selanjutnya dilakukan verifikasi. Sementara sisanya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) karena sebagian belum memenuhi jumlah minimal dukungan dan sebagian yang lain telah melampaui jadwal waktuyang telah ditentukan. Adapun keenam bakal paslon perseorangan yang memenuhi syarat itu adalah H. Abdul Khafidz-Bayu Andrean (Rembang), Cahyo Sumarso-M. Yakni Anwar (Boyolali), Sujaka M a r t a n a - F a u z i U m a r L a h j i (Pekalongan), Joko Prasetyo-Priyo Waspodo (Magelang), HM.Suhardi-Joko Wiyono (Wonosobo), dan Mustafid Fauzan-Sri Harmanto (Klaten).
News Letter Nomor #007
4
Edisi Juli 2015
Menurun
Bila dibandingkan dengan penyelenggaraan Pe m i l u k a d a p e r i o d e 2 0 1 0 - 2 0 1 1 d i kabupaten/kota yang sama di Jawa Tengah, jumlah paslon perseorangan cenderung menurun. Pada periode sebelumnya jumlah paslon perseorangan mencapai 10 paslon (47 persen). Tidak hanya di Jawa Tengah, beberapa provinsi juga mengalami hal yang sama, salah satunya di Provinsi DIY. Dari 3 kabupaten yang sedang melaksanakan Pilkada, hanya 1 paslon yang maju dari jalur perseorangan, yaitu di Kabupaten Gunungkidul. Menurut Guno Tri Tjahjoko, peneliti pilkada dan doktor Ilmu Politik Pascasarjana Fisipol UGM, menurunnya jumlah paslon perseorangan dalam Pilkada 2015 ini disebabkan semakin beratnya persyaratan pencalonan perseorangan sebagaimana dipersyaratkan oleh UU Nomor 8 tahun 2015. Dibandingkan dengan UU Nomor 32 Tahun 2004 jo. UU No. 12 tahun 2008, syarat pengajuan bakal paslon perseorangan menurut UU Nomor 8 tahun 2015 jauh lebih berat. Bagaimana tidak, Guno mencontohkan, menurut UU Nomor 8 tahun 2015 kabupaten/kota dengan jumlah penduduk lebih dari 500.000 (lima ratus ribu) sampai dengan 1.000.000 (satu juta) jiwa harus didukung paling sedikit 7,5% (tujuh setengah persen). Sementara menurut peraturan sebelumnya, jumlah dukungan untuk kabupaten/kota dengan jumlah penduduk yang sama hanya dipersyaratkan 4% dari jumlah penduduknya saja.
Selain itu, sambung Guno, dukungan tersebut sekurang-kurangnya harus tersebar di 50% dari jumlah kecamatan yang ada. “Banyaknya dukungan ini yang tampaknya memberatkan calon untuk mendaftarkan diri dalam pilkada. Selain itu calon perseorangan juga
harus memperhitungkan berhadapan dengan petahana yang memiliki modal finansial, sosial-budaya, jaringan birokrasi dan politik. Bila calon perseorangan tidak lebih kuat modalnya dari petahana, maka kemungkinan menang akan kecil”, katanya seperti dikutip Koran Kedaulatan Rakyat, Sabtu (11/7).
Analisis yang disampaikan akademisi UGM itu cukup beralasan, mengingat sepanjang gelaran Pilkada/Pemilukada sejak tahun 2005-2013 para paslon perseorangan dianggap gagal bersaing dalam mencari simpati pemilih dibandingkan dengan para paslon yang berasal dari parpol/gabungan parpol. Tercatat hanya 9 paslon perseorangan yang terpilih dalam Pilkada/Pemilukada sepanjang 2005-2013, itupun sudah termasuk pasangan yang terpilih kembali pada periode berikutnya.
Banyaknya paslon perseorangan pada Pemilukada periode 2008-2013 memang dapat dimaklumi, dikarenakan saat itu terjadi semacam e u f o r i a p a s c a p u t u s a n M K y a n g memperbolehkan calon perseorangan dapat maju sebagai bakal calon kepala daerah. Oleh karenanya para calon perseorangan yang merasa percaya diri maju melalui jalur non-parpol, ramai-ramai mendaftarkan diri dalam Pilkada waktu itu . Akan tetapi nampaknya sekarang mereka mulai berpikir logis untuk maju melalui jalur perseorangan.
Fokus
...harus didukung paling
6
Edisi Juli 2015 News Letter Nomor #007
Fokus
Keterbatasan sumberdaya politik yang dimiliki (jaringan, mesin politik dan finansial) barangkali menjadi alasan mereka untuk tidak maju melalui jalur yang sering disebut juga jalur independen itu. Para paslon dari jalur perseorangan tidak hanya harus mempersiapkan sumber daya pada tahapan kampanye untuk meraih suara pemilih, tetapi juga mereka harus juga bekerja keras agar lolos verifikasi menjadi calon tetap. Istilahnya para paslon harus menyiapkan “nafas” ekstra untuk menang dalam Pilkada.
Dengan kondisi itu, bagi siapapun yang akan mencalonkan diri melalui jalur perseorangan harus berpikir masak-masak dalam Pilkada 2015 ini.
Sebagai contoh di K a b u p a t e n Purworejo, pada Pilkada tahun ini tidak ada sama sekali b a k a l p a s l o n perseorangan yang mendaftar, padahal pada Pilkada periode sebelumnya terdapat
tiga paslon perseorangan, paling banyak se Jawa Tengah. Pada Pilkada 2010, bakal paslon perseorangan dapat mendaftarkan diri jika telah mengumpulkan bukti dukungan minimal 31.652 berupa KTP/KK, tetapi sekarang mereka harus mengumpulkan sekurang-kurangnya 55.947 dukungan. “Itu pun mungkin cukup berat untuk memenuhi syarat tersebut, sehingga tidak ada yang maju lewat jalur perseorangan”, ujar Purnomosidi, S.Pt, anggota KPU Kabupaten Purworejo divisi hukum pengawasan, pencalonan dan kampanye, Senin (15/6), seperti dikutip dari situs resmi KPU Kabupaten Purworejo.
Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Kendal pada Pilkada tahun ini, yang juga absen dari paslon perseorangan. Pada Pilkada 2010 lalu, s a t u p a s l o n p e r s e o r a n g a n b e r h a s i l mengumpulkan lebih dari 20 ribu suara. Alasannya sama dengan kabupaten/kota lainnya, yaitu beratnya persyaratan dukungan yang harus diserahkan. Jika pada 2010 jumlah dukungan minimal hanya 32.025 dukungan, maka pada Pilkada 2015 ini naik menjadi 71.403 dukungan, atau naik 45 persen.
Verifikasi di Kabupaten Klaten
Meskipun di beberapa kabupaten/kota bakal calon perseorangan “menghilang” pada Pilkada tahun ini, tetapi di Kabupaten Klaten penyerahan berkas dukungan dari dua bakal pasangan calon, meskipun pada akhirnya hanya menerima salah satunya saja dikarenakan paslon yang lain gagal memenuhi jumlah minimal dukungan. Pasangan Supolo Dirgantara dan Joko Suyono diputuskan tidak memenuhi syarat (TMS) dan berkas dukungannya tidak akan diverifikasi oleh KPU.
Divisi sosialisasi data informasi dan pendidikan pemilih KPU Kabupaten Klaten, M. Ansori, seperti dikutip dari laman Suara Merdeka, Rabu (17/6), mengatakan bahwa pasangan Supolo Dirgantara dan Joko Suyono
“
Keterbatasan sumber daya
News
diputuskan tidak memenuhi syaratdikarenakan tidak memenuhi minimal dukungan. Menurutnya, jumlah dukungan pasangan itu hanya sebesar 4.928 dan hanya tersebar di 11 kecamatan atau hanya 42,3 persen. Padahal untuk lolos melaju di pilkada, calon perseorang an minimal har us mengantongi sebanyak 82.861 suara yang tersebar di 14 kecamatan yang ada. Adapun pasangan calon perseorangan lainnya, Mustafid Fauzan – Sri Harmanto telah memenuhi syarat minimal dukungan, dengan membawa dukungan sebanyak 86.177 KTP/KK. Alhasil hanya bakal paslon perseorangan yang disebut terakhir saja yang diterima dan akan diverifikasi oleh KPU beserta jajarannya.
Sebelum diserahkan ke penyelenggara tingkat desa/kelurahan (PPS) untuk diverifikasi, KPU Kabupaten Klaten telah melakukan analisis data ganda pada 18-19 Juni 2015 lalu. Hasil analisis data ganda tersebut menemukan sebanyak 608 dukungan ganda atau satu dukungan tercatat lebih dari satu kali. Setelah itu seluruh berkas dukungan diserahkan kepada PPS melalui PPK di setiap kecamatan. PPS melakukan verifikasi sejak tanggal 23 Juni sampai dengan 7 Juli 2015.
Akhirnya, KPU Kabupaten Klaten melakukan rekapitulasi hasil verifikasi bakal paslon perseorangan Mustafid Fauzan-Sri Harmanto melalui rapat pleno terbuka pada 14 Juli 2015. Hasilnya, dari berkas berkas dukungan yang diserahkan, dukungan yang dinyatakan memenuhi syarat (MS) sebanyak 62.644, sehingga pasangan tersebut masih memiliki kekurangan dukungan sebanyak 20.127 dukungan. Tetapi dikarenakan menurut ketentuan Peraturan KPU Nomor 9/2015 jika ternyata hasil verifikasi atas dukungan jumlahnya masih dibawah jumlah minimal yang dipersyaratkan, maka bakal paslon perseorangan tersebut wajib menyerahkan kembali dukungan baru sebanyak dua kali lipat. “Sudah dikomunikasikan dengan Tim Penghubung dari Paslon terkait kekurangan
syarat dukungan yang harus perbaiki sebesar 2 x 20.217 (40. 434). Paslon menyatakan siap melakukan perbaikan”, kata Ansori.
Masih menurut Ansori, selama masa verifikasi beberapa kendala ditemui oleh KPU dan jajarannya. Diantara kendala yang dihadapi adalah masa verifikasi faktual yang dirasa terlalu sempit sehingga menyebabkan hasil verifikasi yang dihasilkan tidak terlalu optimal. Selain itu, lanjut Ansori, persyaratan penggunaan KTP sebagai bukti dukungan terlalu longgar, sehingga rawan pemalsuan dan atau penyalahgunaan . “Bukti dukungan KTP dirasa sangat lemah karena masih banyak ditemukan beberapa perbedaan tanda tangan antara form daftar dukungan perseorangan (B1-KWK Perseorangan) dengan bukti dukungan (KTP dan sebagainya)”, katanya saat dihubungi oleh DERAP. Untuk selama masa verifikasi pihaknya senantiasa berkoordinasi dengan tim pasangan calon.
Meskipun bakal calon perseorangan tersebut masih belum memenuhi batas minimal dukungan, tetapi masih diperbolehkan untuk mendaftarkan diri menjadi bakal pasangan calon pada masa pendaftaran. Akan tetapi, mereka tetap diwajibkan menyerahkan kekurangan dukungan sampai batas masa pemeriksaan kelengkapan pencalonan dan syarat calon. (s_pa)
8
Edisi Juli 2015 News Letter Nomor #007
News
PURWOKERTO, DERAP - Tanggal 1 Juli 2015 kemarin merupakan HUT Bhayangkara ke-69. Untuk mengabadikan momentum tersebut Polres Banyumas mengadakan tasyakuran dengan mengundang anggota Muspida, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh anggota Polres Banyumas. Dengan mengangkat tema melalui revolusi mental, Polri Siap memantapkan soliditas dan profesionalisme guna mendukung pembangunan nasional, tasyakuran HUT Polri yang sekaligus dirangkai dengan buka puasa bersama tersebut digelar di halaman masjid Al Ikhlas Polres Banyumas.
Kapolres Banyumas AKBP Murbani Budi Pitono, S.Ik, M.Si mengungkapkan tanggal 1 Juli 2015 HUT Polri ke 69, bagi manusia umur tersebut sudah tua, namun untuk Organisasi usia masih berkembang, sesuai dengan tema Revolusi Mental masih banyak yang harus di benahi dari organisasi Polri. “Kehadiran polisi di tengah masyarakat untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, Polri merasa belum sempurna namun kami berupaya untuk menyempurnakan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat”, ungkapnya.
Acara Tasyakuran yang dihadiri oleh Danrem 071 Wijayakusuma Kolonel Inf Edison, Bupati Banyumas Ir. Achmad Husen,
Dandim 0701 Banyumas Letkol Inf Erwin Ekagita Yuana, Ketua DPRD Kab. Banyumas Juli Krisdianto serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Kab. Banyumas termasuk KPU Kabupaten Banyumas yang diwakili oleh Komisioner KPU Suharso Agung Basuki, SH, MH. “Polres Banyumas beserta seluruh jajarannya selalu aktif mengamankan seluruh kegiatan tahapan Pemilu. Terimakasih yang sebesar-besarnya atas kerjasama yang sangat baik, semoga Polri semakin solid dan profesional” ujarnya.
Sebelum dilaksanakan buka puasa, dilaksanakan pula pengajian yang diisi oleh Ustaz Mintaraga. Dalam tausiahnya, Ustadz mendoakan kepada anggota Polri khususnya Polres Banyumas agar selalu dilindungi olehNya dalam menjalankan tugas Negara. “Semoga Polri diberikan rahmat dan terus dicintai masyarakat, melalui acara tasyakuran sebagai bentuk syukur atas pencapaian yang selama ini dimiliki, di bulan penuh dengan Rahmat, Bulan Suci Ramadhan mari kita t i n g k a t k a n i b a d a h ” , u n g k a p n y a . Setelah Azan Magrib seluruh tamu undangan berbuka Puasa dengan memotong tumpeng secara bersama-sama dan dilanjutkan Sholat maghrib berjamaah di Masjid Al Ikhlas Polres Banyumas. (Sari)
Sumber: Humas Polres Bms
KPU BANYUMAS HADIRI TASYAKURAN
HUT BHAYANGKARA KE 69
News
PURWOKERTO, DERAP - Guna mengetahui pr ogr ess r eport (laporan perkembangan) riset partisipasi pemilih, KPU Kabupaten Banyumas mengadakan rapat koordinasi perkembangan riset di ruang tamu KPU Kabupaten Banyumas, Jumat (10/7) lalu. Rakoor langsung dipimpin oleh Ketua KPU Kabupaten Banyumas, Unggul Warsiadi didampingi oleh Komisoner lainnya, Sekretaris, para Kasubbag dan Anggota pokja riset. Adapun dari tim peneliti diwakili oleh Andi Ali Akbar Said dan Miftahudin.
Seperti diketahui, berdasarkan DIPA Tahun 2015 KPU Kabupaten Banyumas melakukan riset partisipasi pemilih yang mengambil tema dinamika praktik politik uang pada Pileg 2014 lalu. Sebagai pelaksana, KPU Kabupaten Banyumas telah menunjuk Andi Ali Akbar Said, pengajar Ilmu Politik Fisip Unsoed, sebagai ketua tim pelaksana yang akan dibantu oleh anggota tim lainnya.
Menurut Unggul, agenda pembahasan rapat terkait dengan progress report riset, kendala yang dihadapi oleh tim peneliti di lapangan dan mekanisme penyerahan hasil pekerjaan. Menurutnya, setelah mendengar laporan yang disampaikan oleh tim peneliti, pihaknya menilai bahwa 80 persen pekerjaan riset telah rampung. Untuk itu, mantan Ketua PPK Purwokerto Utara ini mengapresiasi kinerja Andi Ali Akbar Said dan anggota tim lainnya. “Secara u m u m s u d a h m e n u n j u k k a n perkembangan sesuai dengan proposal penelitian di awal. Saya apresiasi apa yang telah dikerjakan oleh Mas Ali dan kawan-kawan”, katanya.
Pada paparannya, Ali menuturkan bahwa ia bersama timnya sejauh ini telah menyelesaikan pekerjaan riset sekitar 80 persen. Ali lebih lanjut menyampaikan kendala yang dihadapi di lapangan diantaranya adalah sebagian informan tidak secara terbuka menjawab seluruh pertanyaan dalam daftar wawancara, apalagi yang menyangkut, misalnya, nominal uang yang dikeluarkan atau diterima pada masa kampanye Pileg 2014 lalu. Untuk itu agar mengecek kebenaran informasi tersebut, pria asal Sulawesi Selatan tersebut, biasanya melakukan cross check dengan informan lainnya.
Lebih lanjut, Ali mengatakan saat ini seluruh hasil riset telah dilakukan analisis dan draft atas hasil pengumpulan data. Adapun bab yang sedang dikerjakan adalah tentang rekomendasi atas hasil riset. Ada beberapa rekomendasi, lanjut Ali, yang akan digodok bersama timnya berdasarkan fakta di lapangan. “Kami optimis habis lebaran seluruh laporan akan kami serahkan (kepada KPU Kabupaten Banyumas)”, ujarnya saat ditanya target penyelesaian pekerjaan riset. (sp_a)
RISET TELAH SELESAI
80 PERSEN
News Letter Nomor #007
10
Edisi Juli 2015
12
News Letter Nomor #007Edisi Juli 2015
News
Foto: Dok. KPU Kab. Banyumas
PURWOKERTO, DERAP - Dalam rangka menjalin silaturahim dan mempererat persaudaraan, Senin (27/7), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas menggelar halal bi halal di Aula KPU Kabupaten Banyumas yang diikuti oleh Komisioner periode 2003-2008, 2008-2013 dan 2013-2018, Sekretaris periode 2006-2013 dan 2013-sekarang serta jajaran Sekretariat KPU Kabupaten Banyumas beserta keluarga.
Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Banyumas, Unggul Warsiadi menyampaikan terimakasih atas kehadiran dari seluruh hadirin khususnya para komisioner dan sekretaris periode sebelumnya.
“Ibarat ngumpulke balung pisah (mengumpulkan tulang yang terpisah), kesempatan yang baik sekali kita semua dapat berkumpul bersama di dalam gedung KPU Kabupaten Banyumas yang sudah menjadi milik KPU sendiri,” tutur Unggul.
Unggul berharap, kegiatan yang sangat baik ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya.
“Saya selaku pribadi dan Ketua KPU Kabupaten Banyumas memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan atau kesalahan selama melaksanakan tugas kepemiluan selama ini,” katanya.
HALAL BI HALAL
KELUARGA BESAR
KPU KABUPATEN BANYUMAS
Foto: Dok. KPU Kab. Banyumas
News
Dok. hannysetiawan.com
Dalam kesempatan berikutnya, Sekretaris KPU Kabupaten Banyumas, Hirawan Danan Putra juga menyampaikan ikrar halal bi halal dan permohonan maaf kepada seluruh jajaran.
“Momen ini merupakan bekal kedepan untuk meningkatkan persaudaraan, silaturahim, kekompakan dan kebersamaan dari seluruh jajaran di KPU Kabupaten Banyumas untuk berperan aktif demi terwujudnya visi KPU sebagai penyelenggara Pemilihan Umum yang memiliki integritas, profesional, mandiri, transparan dan akuntabel, demi terciptanya demokrasi Indonesia yang berkualitas berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam w a d a h N K R I . ,” ujar Hirawan.
Hikmah Silaturahim
Drs. Mashudi, Penyuluh Agama Kankemenag Kabupaten Banyumas yang diundang sebagai pengisi tausiah dalam halal bi halal menyampaikan uraian hikmah silaturahim.
Menurutnya, silaturahim berasal dari kata
shilah dan rahim. Shilah berarti hubungan atau menghubungkan, sedangkan rahim mempunyai makna peranakan atau kekerabatan yang masih ada pertalian darah (persaudaraan). Dengan demikian, silaturahim berarti menjalin
h u b u n g a n y a n g b a i k , m e m b a n g u n kekerabatan/persaudaraan dengan penuh kasih sayang.
“Hikmah silaturahim antara lain merupakan tiket ke surga, terjaga rahmatNya serta pertanda kuatnya iman”, jelasnya. Silaturahim sangatlah penting, bahkan Rasulullah SAW pun bersabda, “Tidak akan masuk surga pemutus tali silaturahim.”
Adapun silaturahim memiliki minimal enam unsur, antara lain tarahum (kasih sayang),
t a s a m u h ( m e n g h a r g a i ) , a l - u k h u w a h
(persaudaraan), ta'awun (tolong menolong), al-adlii (adil) dan qaamus (sederajat),” lanjutnya.
Di dalam silaturahim terdapat banyak keutamaan dan keistimewaan, dengan silaturahim, kasih sayang, persatuan dan kesatuan bisa diwujudkan, akan timbul rasa saling membutuhkan, solidaritas, dialog, pengertian, dan menguatkan kerjasama, memudahkan mengatasi berbagai persoalan dengan damai, serta berbagai ide dan gagasan, inovasi, program dan kegiatan yang positif juga bisa diwujudkan sehingga dapat memberikan kemajuan untuk bersama.
“Marilah kita selalu menjaga tali silaturahim agar semakin kuat persaudaraan dan kekompakan antara kita,” pungkasnya. (Sari)
Foto: Dok. KPU Kab. Banyumas
News Letter Nomor #007
12
Edisi Juli 2015
News
PENILAIAN PEGAWAI BERPRESTASI
DI KPU KAB. BANYUMAS
PURWOKERTO, DERAP - Pegawai di lingkungan kesekretariatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki peranan penting dan strategis dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan Pemilu, baik di tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan modal utama suatu lembaga termasuk KPU yang berperan penting dalam kehidupan demokrasi di Indonesia.
Dan sebagai salah satu bentuk apresiasi, tanggal 23 Juli 2015, Sekjen KPU RI menerbitkan surat nomor 1021/SJ/VII/2015 perihal Pemberian penghargaan Bagi PNS di lingkungan Setjen KPU, Sekretariat KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota, yang ditindaklanjuti oleh KPU Kabupaten Banyumas dengan melaksanakan kegiatan pengisian kuisioner penghargaan bagi pegawai di lingkungan Sekretariat KPU Kabupaten Banyumas pada Rabu (29/7) di aula KPU Kabupaten Banyumas.
Dasar penilaian pegawai fungsional umum mengacu pada beberapa parameter yaitu orientasi pelayanan, integritas, komitmen, disiplin dan kerjasama. Sedangkan untuk pegawai struktural ditambah satu parameter yaitu kepemimpinan. Penilaian dilakukan oleh atasan dan rekan kerja serta absensi.
“Bentuk penghargaan berupa piagam akan diberikan pada saat upacara peringatan HUT RI ke-70 di bulan Agustus 2015 nanti,” jelas Hirawan Danan Putra, Sekretaris KPU Kabupaten Banyumas.
“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, bisa menambah motivasi seluruh pegawai untuk meningkatkan kinerja dan prestasi kerja secara kompetitif ” pungkasnya. (sari)
News
RAPAT PERSIAPAN MENJELANG PERINGATAN
HUT RI KE 70
PURWOKERTO,
Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris KPU Kabupaten Banyumas, Hirawan Danan Putra, dihadiri para Kasubag serta seluruh staf sekretariat. Rapat persiapan membahas rencana kegiatan perlombaan dan kepanitiaan dalam rangka memeriahkan peringatan HUT RI Ke -70.
"Pada prinsipnya peringatan ini dilaksanakan agar komisioner dan sekretariat termotivasi dan berpartisipasi untuk menjunjung tinggi nilai-nilai semangat perjuangan dan kebersamaan serta persatuan dan kesatuan," ujarnya.
Rencana kegiatan lomba yang akan dilaksanakan antara lain tenis meja, gaple, nyunggih tampah, pecah air, giring ban, ambil koin, karaoke dan bowling bambu.
“Seperti tahun sebelumnya, seluruh ko m i s i o n e r d a n s e k r e t a r i a t a g a r menyumbangkan minimal 1 (satu) buah hadiah dengan nilai Rp. 15.000,-/hadiah
ke pada panitia, banyaknya jumlah kegiatan lomba, maka pelaksanaan kegiatan rencananya akan dimulai hari Rabu sampai dengan Jum'at, 12-14 Agustus 2015.
Persiapan Upacara 17 Agustus
Dalam rapat ini, disampaikan pula rencana pembagian petugas untuk pelaksanaan upacara tanggal 17 Agustus 2015 di halaman kantor KPU Kabupaten Banyumas yang disampaikan oleh Kasubag Teknis dan Hupmas, Kasworo.
Selaku Inspektur Upacara yaitu Ketua atau Anggota atau Sekretaris KPU, Perwira Upacara, Komandan Pasukan dan Komandan Peleton oleh para Kasubbag, Paskibra oleh Satpam, MC, Dirigen, Pembaca Teks dan Doa dilakukan oleh para Staf.
“Mengenai pakaian saat upacara nanti, kita menunggu surat atau petunjuk selanjutnya dari KPU RI” jelas Kasworo. (sari)
Sosok
News Letter Nomor #007
14
Edisi Juli 2015
Ia tak menyangka lawan bicara di telepon selulernya di suatu sore pertengahan bulan September 2013 silam adalah Aan Rohaeni, SH, Ketua KPU Kabupaten Banyumas saat itu, yang mengabarkan bahwa dirinya akan segera dilantik menjadi Sekretaris KPU Kabupaten Banyumas, menyisihkan dua kandidat lain. “Saudara akhirnya di pilih Sekjen KPU menjadi Sekretaris KPU Banyumas, tinggal menunggu pelantikan oleh KPU Provinsi”, ujar Hirawan, menirukan ucapan Aan saat itu. Akhirnya, pria kelahiran Banyumas, 22 April 1973 ini resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Drs. Gatot Bambang Hastowo, M.Pd, Sekreteris KPU Provinsi Jawa Tengah bersamaan dengan pelantikan anggota KPU Kabupaten Banyumas periode 2013-2018, 11 Oktober 2013. Padahal pada saat itu ia sedang menjabat Kabid Pengadaan, Pengembangan Jabatan dan Pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD), jabatan yang telah diembannya selama dua tahun dan sedang
d i s i b u k k a n d e n g a n p e n y e l e s a i a n pemberkasan tenaga hononer kategori II. Tetapi akhirnya nasiblah yang menuntunnya untuk menduduki jabatan nomor satu di Sekretariat KPU Kabupaten Banyumas sampai saat ini.
Hirawan mengaku bahwa dirinya ditugaskan di KPU Kabupaten Banyumas seperti kembali ke tanah leluhurnya, mengingat masa kecil dan remajanya tinggal tak jauh dari lokasi kantor KPU Kabupaten Banyumas saat ini di Jalan HM Bachroen, Berkoh. Lokasi kantornya saat ini, lanjut Hirawan, merupakan tempat dia bermain semasa kecil. Maklum, rumah orang tua Hirawan terletak di Jalan Yayasan (Depan Perumahan Berkoh Indah) yang letaknya sekitar 200 meter dari lokasi kantor KPU Kabupaten Banyumas saat ini.“Saat itu (lokasi kantor KPU) masih jarang sekali rumah, malah tempat ini dulu masih berupa hamparan sawah” imbuhnya mengenang masa-masa kecilnya.
“Saya tidak menyangka akan
ditugaskan di KPU Banyumas”. Itulah
komentar Drs. HIRAWAN DANAN
PUTRA, M.Si begitu ditanya tentang
kesan pertama mulai mengemban tugas
sebagai sekretaris KPU Kabupaten
Banyumas sejak Oktober 2013 lalu.
Drs. HIRAWAN DANAN PUTRA, M.Si
Sekretaris KPU Kabupaten Banyumas
KERJAKAN SELALU
SECARA
PROFESIONAL
Sosok
Foto: Dok. KPU Kab. Banyumas
Selain itu, ada hal lain yang bersifat pribadi, yaitu lokasi kantor KPU juga berseberangan dengan tempat istirahat terakhir mendiang kedua orang tuanya. “Hal ini mengingatkan Saya untuk sering berziarah ke makam mereka”, katanya.
Sebagai seorang PNS, menurut ayah dari Kirana dan Kemala ini, prinsipnya harus selalu ikhlas siap menjalankan tugas kapanpun dan dimanapun. Sejak lulus dari STPDN tahun 1994, dirinya kerap berpindah-pindah tugas. Beruntung dirinya ditempatkan di daerah asalnya: Kabupaten Banyumas. Sebagai PNS Dirjen Bangdes Depdagri, Hirawan pernah mendapatkan tugas untuk menjadi plt. Kepala Desa Kediri, salah satu desa di Kecamatan Karanglewas selama dua tahun. Kepala desa saat itu berhalangan tetap, sehingga tidak dapat menjalankan tugas seperti biasa. Akhirnya, dia ditunjuk oleh Camat setempat untuk menjalankan roda pemerintahan desa yang sempat lowong itu. “Umur saya waktu itu baru 23 tahun dan masih single, tetapi harus membawahi perangkat desa yang umurnya jauh di atas saya”, ujarnya mengingat masa-masa dinas di Pemerintah Desa Kediri.
Pengalaman menjadi pelaksana tugas
Kepala Desa itulah untuk pertama kalinya Hirawan bersentuhan dengan kegiatan penyelenggaraan tahapan pemilu, yaitu dalam posisinya sebagai aparat pemerintah yang berada pada garis terdepan. Sudah bukan menjadi rahasia, sambung Hirawan, jika saat itu seluruh aparat pemerintah dari pusat sampai tingkat desa/kelurahan tidak hanya harus mensukseskan penyelenggaraan Pemilu, tetapi juga menjadi agen yang aktif untuk ikut memenangkan salah satu organisasi peserta Pemilu 1997, Pemilu terakhir menjelang kejatuhan Orde Baru. Ia bersama seluruh perangkat desa diharuskan untuk mengkondisikan wilayah desanya menjelang pelaksanaan kegiatan coblosan agar perolehan suara salah satu peserta pemilu tersebut mengungguli organisasi peserta pemilu lainnya.
Prinsip Kerja Profesional
H i r awa n m e n e m p u h j e n j a n g pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahirannya, Purwokerto, dari SD Karitas (1985), SMP N 8 (1988), dan SMA N 1 (1991). Lalu putra Almarhum Sudiro, mantan Wali Kotatip Purwokerto pertama di awal 1980-an ini, mel1980-anjutk1980-an Diploma III di Sekolah
News Letter Nomor #007
16
Edisi Juli 2015
Sosok
Foto: Dok. KPU Kab. Banyumas
Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) di Jatinangor (1994) dan selanjutnya menempuh jenjang Diploma IV dengan gelar doktorandus (Drs) di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta antara tahun 1997-1999.
Di saat menempuh pendidikan di IIP inilah, Hirawan ikut menyaksikan proses pergantian kepemimpinan nasional dari Presiden Soeharto kepada Presiden Habibie. “Karena Saya berada di Jakarta saat itu jadi bisa lihat demonstrasi mahasiswa di Senayan sampai dengan melihat sisa-sisa kerusuhan pada bulan Mei 1998. Pokoknya kondisi Jakarta mencekam lah”, katanya. Setelah menyelesaikan pendidikan setingkat S-1, akhirnya Hirawan mengambil program pascasarjana Magister Administrasi Publik di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan berhasil menggondol gelar Magister Sains (M.Si) pada 2006.
Suami Wahyu Prasetyowati ini juga telah kenyang dengan pengalaman bertugas di beberapa tempat dan berpindah-pindah dari satu SKPD ke SKPD lainnya di lingkungan pemerintah Kabupaten Banyumas. Jabatan struktrual pertamanya adalah sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Gumelar, kecamatan di ujung barat Kabupaten Banyumas yang jaraknya lebih kurang 40 KM dari rumahnya di Purwokerto. Selepas itu, tahun 2001 ia dimutasi menjadi Sekcam Ajibarang sampai tahun 2004. Setelah dari Ajibarang, pria pencinta batu akik ini juga pernah “mencicipi” jabatan Sekcam Purwokerto Barat (2010) dan Baturraden (2011). Karena telah lama berkarir di wilayah, Hirawan akhirnya diberikan kesempatan untuk menduduki salah satu kepala bidang di BKD. Sebelum menjadi Kabid pengadaan, pengambangan jabatan dan pegawai, Hirawan
pernah menjabat sebagai Kabid umum dan kepegawaian pada kantor yang sama. “Prinsipnya kerjakan selalu secara profesional apa yang menjadi tupoksi kita dimanapun kita bertugas”, ujarnya ketika ditanya tentang prinsip dalam bekerja selama ini.
Harapan Ke Depan
Meski baru menjabat sebagai Sekretaris KPU Kabupaten Banyumas kurang dari dua tahun, tetapi sebetulnya dunia kepemiluan bukan hal yang asing bagi PNS golongan Pembina ini. Pasalnya, ketika menjadi Sekcam Ajibarang, ia sudah ditunjuk sebagai S e k r e t a r i s P P K s e t e m p a t d a l a m penyelenggaraan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2004. Hal yang sama juga saat menjadi Sekcam Purwokerto Barat. Saat itu Hirawan juga ditunjuk menjadi Sekretaris PPK Purwokerto Barat dalam penyelenggaraan Pilbup Banyumas dan Pilgub Jateng tahun 2008 sampai dengan penyelenggaraan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2009. “Bedanya kalau saat itu melayani lima orang PPK di tingkat kecamatan, kalau sekarang harus melayani lima orang anggota KPU Kabupaten Banyumas, jelas lebih kompleks dan dinamis di tingkat kabupaten”, ujarnya mencoba membandingkan menjadi sekretariat PPK dan KPU Kabupaten Banyumas.
News
PURWOKERTO, DERAP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) merupakan badan publik, hal inilah yang mendasari kunjungan dari Anggota Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah, Handoko Agung Saputro, Kamis (30/7) dan diterima oleh Ketua KPU Kabupaten Banyumas, Unggul Warsiadi beserta seluruh komisioner dan sekretariat di Kantor KPU Kabupaten Banyumas.
“Sebagai badan publik yang fokus pada penyelenggaraan Pemilu, KPU Kabupaten Banyumas hendaknya sudah m e n j a l a n k a n k e w a j i b a n d a l a m menyampaikan hak-hak publik yang terkait dengan kepemiluan,' ujar Handoko.
Menurut dia, hal yang termasuk informasi kepemiluan adalah berbagai informasi yang dikategorikan wajib diumumkan, tersedia setiap saat, serta merta dan dikecualikan.
"KPU berkewajiban mengelola dan mendokumentasikan informasi-informasi yang dikuasainya," ujarnya.
Agar KPU dapat menjalankan kewajiban menyampaikan informasi publik, selain harus membuat Standar Operasional Prosedur (SOP), KPU juga harus menyusun pedoman dalam bentuk Daftar Informasi Publik (DIP).
"Tujuannya agar diketahui mekanisme pelayanan permintaan informasi serta jenis dan
bentuk informasi macam apa yang boleh diberikan dan tidak boleh diberikan kepada masyarakat," katanya.
Permasalahan di badan publik adalah pergeseran atau mutasi dalam sekretariat, selain itu pelayanan informasi masih dianggap pekerjaan sampingan bukan tupoksi dan non anggaran.
"Dengan adanya SOP dan DIP, akan memudahkan pegawai yang baru dalam melayani pelayanan informasi publik," ujarnya.
KPU berhak menolak memberikan informasi publik, antara lain karena informasi yang dikecualikan oleh UU KIP atau peraturan lainnya, menolak bila pemohon informasi tidak jelas identitasnya, dan informasi publik yang diminta belum dikuasai atau didokumentasikan.
“Untuk informasi yang belum jelas boleh tidaknya diberikan dapat dilakukan uji konsekuensi parsial,” jelasnya.
Khusus bagi KPU, keharusan menetapkan daftar informasi publik secara jelas diatur dalam Peraturan KPU No. 1 Tahun 2015 tentang Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik di Lingkungan KPU. (sari)
KUNJUNGAN
KOMISI INFORMASI PROVINSI JATENG
Foto: Dok. KPU Kab. Banyumas
News Letter Nomor #007
18
Edisi Juli 2015
News
PRAKTEK JUAL BELI SUARA
LEBIH MASIF DI PEDESAAN
Andi Ali Said Akbar , S.IP., MA
doc: KPU Banyumas
PURWOKERTO, kpu.go.id- Praktek jual-beli suara (vote buying) pada Pemilu Legislatif tahun 2014 lebih masif terjadi di wilayah pedesaan dibandingkan dengan wilayah perkotaan. Hal tersebut terjadi dikarenakan faktor ketertinggalan pembangunan masyarakat desa di bandingkan dengan masyarakat perkotaan. Pada umumnya pemberian uang dan/atau barang kepada para pemilih oleh kandidat untuk lebih untuk memenuhi kebutuhan komunal pedesaaan, seperti sumbangan uang kepada kas RT, fasilitas masjid/musholla, kebutuhan kelompok dasawisa dan sumbangan untuk pembangunan infrastruktur desa. Hanya sedikit diantara pemilih yang berinisiatif langsung meminta uang kepada para kadidat. Demikian salah satu paparan yang disampaikan oleh Andi Ali Said Akbar, S.IP., MA pada rapat kerja serah terima dan pemaparan hasil riset partisipasi Pemilu di aula KPU Kabupaten Banyumas, Jumat (31/7). Ali bersama timnya melakukan riset selama tiga bulan sebagai bagian dari kerja samanya dengan KPU Kabupaten Banyumas untuk mengetahui dinamika politik uang (money politic) pada Pemilu Legislatif tahun 2014 lalu. Selain di wilayah pedesaan, Ali dan timnya juga menemukan bahwa masyarakat yang tinggal di pinggiran kota termasuk yang rentan menjadi sasaran jual-beli suara. Adapun faktor yang mempengaruhi perbedaan pola jual-beli suara di wilayah desa dan kota, menurut Ali, adalah struktur demografi, kultur politik dan teknis penyelenggara Pemilu. “Ruang geraknya terbatas karena faktor heterogenitas dan literasi politik kota lebih memadai”, kata Ali menjelaskan perbedaan masyarakat desa dan kota yang mempengaruhi perbedaan intensitas praktek jual-beli suara.
Habis Rp 800 juta
Lebih lanjut, menurut Ali, penelitian yang dilakukannya memilih lokasi di Dapil 4 dan Dapil 5. Dipilihnya Dapil 4 dan Dapil 5 dipilih untuk mewakili Dapil wilayah perkotaan dan wilayah pedesaan. Adapun para informan selain diambil dari para pemilih juga mengambil dari para kandidat calon anggota DPRD Kabupaten Banyumas, baik yang terpilih maupun yang tidak terpilih. Hasilnya sebagaimana di tempat lain, masif dan vulgarnya praktek jual-beli suara juga terjadi di Kabupaten Banyumas pada pemilu tahun 2014 lalu. Hal tersebut dapat diketahui dari
ongkos politik yang dikeluarkan oleh beberapa caleg yang menjadi informan penelitian ini. Meskipun beberapa informan menampik telah melakukan jual-beli suara, tetapi mereka mengakui telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk menarik simpati pemilih, bahkan salah satu informan mengaku telah mengeluarkan biaya sekitar Rp 800 juta. “Rel (demokrasi) selanjutnya menyatakan kereta
demokrasi membutuhkan biaya suksesi yang mahal. Uang dan Demokrasi tidak dapat dipisahkan. Terkadang hanya kandidat yang bermodal kuat yang dapat selamat dari persaingan uang yang kian anarkhis dan vulgar”, tulis Ali dalam salah satu paragraf kesimpulan riset untuk menanggapi mahalnya ongkos politik para kandidat.
Foto: Dok. KPU Kab. Banyumas Foto: Dok. KPU Kab. Banyumas
News
Foto: Dok. KPU Kab. Banyumas
N O P A R T A I P O L I T I K JU M L A H S U A R A S A H %
1 P D I -P E R JU A N G A N 1 1 .8 0 5 3 5 ,3 2 % 2 P A R T A I G O L K A R 6 .4 9 2 1 9 ,4 2 % 3 P K B 4 .6 2 5 1 3 ,8 4 % 4 P A R T A I G E R I N D R A 2 .8 5 7 8 ,5 5 % 5 P K S 2 .6 9 0 8 ,0 5 % 6 P A N 2 .5 2 7 7 ,5 6 % 7 P A R T A I H A N U R A 8 5 2 2 ,5 5 % 8 P A R T A I D E M O K R A T 5 7 1 1 ,7 1 %
9 P P P 5 0 0 1 ,5 0 %
1 0 P A R T A I N a s D e m 3 9 7 1 ,1 9 %
1 1 P B B 7 8 0 ,2 3 %
1 2 P K P I 2 8 0 ,0 8 %
JU M L A H 3 3 .4 2 2 1 0 0 %
N O P A S A N G A N C A P R E S & C A W A P R E S JU M L A H S U A R A S A H %
1 P R A B O W O - H A T T A 1 1 .4 9 8 3 3 ,8 6 % 2 JO K O W I - JK 2 2 .4 5 7 6 6 ,1 4 %
JU M L A H 3 3 .9 5 5 1 0 0 %
P E R O L E H A N S U A R A S A H P A R T A I P O L I T I K
D I K E C A M A T A N JA T I L A W A N G P A D A P E M I L U T A H U N 2 0 1 4
P E R O L E H A N S U A R A S A H P A S A N G A N C A P R E S & C A W A P R E S D I K E C A M A T A N JA T I L A W A N G P A D A P I L P R E S T A H U N 2 0 1 4 (Juga) anak-anak berprestasi dikasih sumbangan”,
kata Ali mengutip jawaban salah satu informan. Cara inilah yang banyak dilakukan oleh kandidat
incumbant untuk menarik simpati pemilih, sebab mereka dapat memobilisasi sumberdaya negara untuk meningkatkan elektabilitasnya. “Fenomena meningkatnya anggaran bansos pemerintah menjelang akhir masa jabatan adalah gejala yang tidak terbantahkan”, katanya menambahkan.
Rekomendasi
Untuk mengatasi maraknya jual-beli suara di masa datang, Ali mengusulkan kepada para pemangku kepentingan kepemiluan untuk menempuh dua cara kebijakan. Pertama, kebijakan yang menitikberatkan kepada pemberdayaan (empowerment) masyarakat pemilih di level bawah, misalnya dengan mengkampanyekan gerakan penistaan terhadap politik uang, merintis gerakan
desa anti-politik uang dan peningkatan kapasitas kampanye. Kedua, kebijakan yang sifatnya regulatif, yaitu dengan penyusunan regulasi yang ditujukan untuk meminimalisir praktek jual-beli suara, seperti penyempurnaan sistem pemilu proposional terbuka.
News Letter Nomor #007
20
Edisi Juli 2015
Ramadhan
PURWOKERTO, DERAP - Salah satu keistimewaan bulan suci Ramadlan adalah Al Quran diturunkan dalam bulan suci ini, Al Quran diturunkan sebagai pegangan hidup dan petunjuk bagi umat manusia, serta menjelaskan kepada manusia yang batil dan yang haq (QS Al Baqoroh ayat : 185)
Al Quran tidak sekedar dibaca dan disimpan dalam almari tapi harus dipelajari dan diamalkan, untuk itu dalam pembahasan ini akan kita bahas salah satu surat dalam Al Quran yakni surat Al Maun yang menjelaskan tentang tanda-tanda orang yang mendustakan agama.
Tanda tanda orang yang mendustakan agama disebutkan dalam ayat yang ke dua sampai ke tujuh (akhir surat), mereka ialah:
1. Orang yang menghardik anak yatim
Ajaran islam melarang keras kita bersikap kasar kepada anak yatim, jangankan melakukan kekerasan, menghardik saja sudah dikategorikan sebagi pendusta agama. Ajaran Islam sangat menganjurkan untuk mengasihi dan merawat anak yatim, sebagaimana sabda Nabi yang menjanjikan siapa saja yang mau merawat dan memelihara anak yatim akan dijanjikan masuk surga bersama dengan Nabi, dengan posisi sangat dekat sampai sampai beliau mengibaratkan dekatnya jari telunjuk dan jari tengah.
Jika kita melihat fenomena yang ada sekarang tentang banyaknya tindakan kekerasan terhadap anak-anak, jika kita sebagai muslim benar benar menghayati dan mengamalkan ayat tersebut dan juga ajaran ajaran Nabi, tentu kejadian kekerasan terhadap anak tidak akan terjadi, karena anak yatim yang bukan notabene anak sendiri saja kita dianjurkan untuk merawat dan mengasihi apalagi anak kandung .
2. Orang yang enggan memberi makan kepada orang miskin
Jika kita mau menengok di sekitar kita sebenarnya masih banyak orang miskin yang membutuhkan uluran tangan kita. Terkadang
sehari hari kita makan sampai bingung mau makan apa, karena semua makanan kita sudah bosan, sebaliknya masih ada orang orang di sekeliling kita yang bingung mau makan apa hari ini. Ayat ini menegur kita, agar kita jangan jadi golongan orang yang mendustakan agama dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan, sehingga tidak ada orang yang kelaparan di sekeliling kita.
3. Orang yang lalai dari shalatnya
Lalai dalam ayat ini bisa bermakna waktu, karena sholat merupakan ibadah yang sudah ditetapkan waktunya. Sehingga orang yang mengulur ulur waktu shalat maka bisa digolongkan sebagai pendusta agama. Makna lalai juga bermakna orang Islam yang sengaja meninggalkan sholat, karena sholat merupakan sendi dasar atau tiang agama, “Ashsholaatu 'imadduddin”.
4. Orang yang tidak mau menolong dengan barang yang berguna
AlMaun berarti barang barang yang berguna, maksudnya adalah orang yang tidak mau memberikan pertolongan kepada orang lain dengan barang yang berguna atau barang barang yang dibutuhkan orang lain , atau mau meminjami ketika orang lain membutuhkan apa yang kita miliki.
Sebagian ulama memaknai ayat ini dengan orang yang tidak mau mengeluarkan zakatnya. Zakat sebagai rukun Islam yang ke empat memiliki makna dan hikmah yang sangat penting dan strategis dalam 'memerangi kemiskinan”, karena bayangkan saja jika setiap muslim yang mampu menunaikan zakat, terutama zakat mal, kemudian dikelola dengan baik dan benar kemudian diserahkan kepada mustahik ( orang yang berhak menerima zakat) maka kemiskinan dapat ditanggulangi, minimal di sekitar kita. Dan jika kita tidak ingin di kategorikan sebagai pendusta agama, maka tunaikanlah zakat dari sebagian harta kita, karena di sebagian harta yang kita peroleh ada hak-hak bagi orang orang miskin.
TANDA-TANDA
PENDUSTA AGAMA
Foto: Dok. KPU Kab. Banyumas
Serba-Serbi
Mengapa Kita Merasa
Malas di Hari Senin
?
Foto: Dok. KPU Kab. Banyumas
PURWOKERTO, DERAP - Monday blues, ungkapan modern di mana kita merasa sangat amat malas di Senin pagi. Seperti dikutip dari boldsky.com, berikut adalah beberapa penjelasan ilmiah mengapa kita merasa malas di hari Senin.
1. Masalah utamanya adalah gaya hidup kita berubah total di akhir pekan. Tubuh yang biasanya sangat sibuk sepanjang pekan, menjadi sangat malas di akhir pekan.
2. Perubahan gaya hidup ini mengubah jam tubuh Anda. Akibatnya, jam biologis ini tidak lagi "patuh" saat Anda harus bangun pagi di hari Senin dan menimbulkan
Monday blues.
3. Apakah kemudian Anda merasa pusing saat bangun di Senin pagi? Itu karena Anda tidur terlalu lama. Makin lama Anda tidur, semakin Anda merasa mengantuk.
4. Terkadang perjalanan yang terlalu panjang di akhir pekan juga berpengaruh pada Monday blues. Sebabnya, perjalanan yang dimulai sejak Jumat malam dan berakhir pada Minggu malam, akan menguras energi Anda. Anda sebaiknya beristirahat dengan cukup di akhir pekan agar energi yang terkuras lima hari sebelumnya bisa terisi lagi.
5. Namun, jika Anda merasa malas di hari Senin karena ingat ada meeting atau tenggat waktu di kantor, maka itu lebih ke masalah psikis. Alasan utama Anda merasa malas adalah kejenuhan mental. Anda sudah lelah bekerja di minggu sebelumnya dan tidak sanggup bekerja lagi minggu yang baru.
Lalu bagaimana cara mengatasinya? Berikut adalah beberapa tips mudah untuk menghilangkan sindrom rasa malas di awal pekan.
1. Mengenali masalah
Pertama-tama, Anda harus mengenali masalah Anda sebelum menemukan solusi yang tepat. Mungkin hal itu terdengar sepele, namun sangat berguna untuk
menyingkirkan rasa malas yang muncul pada hari senin.
2. Mempersiapkan agenda hari Senin
Anda bisa melakukannya dengan membuat catatan tugas penting yang dijadwalkan untuk hari Senin. Perencanaan yang matang akan membantu Anda untuk mengusir rasa malas yang muncul tiba-tiba.
3. Memanfaatkan waktu weekend secara berkualitas
Ketika weekend telah tiba, hindari untuk berkutat dengan gadget atau smartphone. Gunakan waktu Anda untuk berlibur atau bersantai dengan anggota keluarga serta teman-teman Anda.
4. Beristirahat yang cukup
Benjamin Franklin pernah mengatakan, "Tidur cukup membuat seorang pria sehat, kaya dan bijaksana." Jadi, supaya Anda merasa fit dan segar di hari senin, usahakan untuk tidur malam selama 8 jam. Tidak kurang, juga tidak lebih. Pasalnya, jika Anda terlalu banyak tidur di akhir pekan, hal itu juga dapat menimbulkan perasaan malas di hari senin.
5. Ceria
Jadilah seceria mungkin. Sikap itu bisa membuat mood Anda tetap terjaga dan dapat melawan rasa malas di hari Senin. 6. Tersenyum
Seperti halnya menguap, tersenyum ternyata bisa menular. Jadi, jika perasaan Anda dirundung duka karena hari senin, cobalah untuk tersenyum kepada setiap orang yang Anda temui. Niscaya mereka akan tersenyum balik kepada Anda. Selain meningkatkan mood Anda, tersenyum juga dapat membuat Anda awet muda.
Dengan mengkondisikan perasaan Anda menjadi bahagia dan bersemangat, hasil kerja Anda akan maksimal dan prestasi Anda pun juga akan meningkat.
News Letter Nomor #007
22
Edisi Juli 2015
Semoga Allah menerima amalanku dan amalanmu (amalan kita), puasaku dan puasamu (puasa kita), menjadikan hari-hariku dan hari-harimu (hari-hari kita) selalu dalam kebaikan
Mohon Maaf
News Letter Nomor #007
24
Edisi Juli 2015
Kegiatan Pembuatan Foto Dinding Pemilu di Kab. Banyumas Tahun 1955 - 2004 Kultum Ramadhan Jum’at (10/7) oleh Komisioner KPU, Ikhda Aniroh, S.Ag, M.Pd.I Kultum Ramadhan Jum’at (3/7) oleh Komisioner KPU Waslam Makhsid, SH, MH
Rapat Staf Sekretariat KPU Kab. Banyumas, Senin (6/7)