MODEL-MODEL PUSAT SUMBER BELAJAR
(Studi Kasus: Model PSB di SMAN 16 Palembang)
Disusun dan Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengembangan Pusat Sumber Belajar
DISUSUN OLEH:
ELCE PURWANDARI (06032681318015)
DOSEN PENGAMPU: 1. Dr. Hartono, M. A.
2. Dr. Nyayu Khodijah, M. Si.
PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
2014 DAFTAR ISI
Halaman Judul ... i
Daftar Isi ... ii
BAB I PENDAHULUAN... 1
A. Latar Belakang... 1
B. Rumusan Masalah... 2
C. Tujuan... 2
BAB II PEMBAHASAN... 3
A. Model-Model PSB di Sekolah... 3
B. Model PSB di Balai Tekkom... 18
C. Model PSB di SKB... 20
BAB III PENUTUP... 24
A. Kesimpulan... 24
B. Saran... 24
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada dasarnya sumber belajar dapat berupa manusia dan bukan manusia. Pusat Sumber Belajar (PSB) merupakan pemusatan secara terpadu berbagai sumber belajar yang meliputi orang, bahan, peralatan, fasilitas lingkungan, tujuan dan proses. Secara umum PSB berisi komponen-komponen perpustakaan, pelayanan audio-visual, peralatan dan produksi, tempat berlatih mengembangkan kegiatan program instruksional dan tempat mengembangkan alat-alat bantu dalam pengembangan sistem instruksional. PSB juga merupakan tempat bagi tenaga kependidikan untuk mengembangkan bahan-bahan pengajaran dengan bantuan multimedia pendidikan terpadu yang terdiri atas unsur-unsur perpustakaan, workshop, audio-visual dan laboratorium.
Dalam kenyatannya, PSB yang ideal masih sulit ditemui, terlebih di kota-kota kecil, bahkan PSB masih langka ditemukan pada satuan pendidikan ataupun lembaga pendidikan di Indonesia. Sumber belajar yang jelas dapat dilihat masih dalam bentuk perpustakaan yang pada dasarnya merupakan salah satu komponen Pusat Sumber Belajar itu sendiri. Namun demikian pengembangan PSB sesuai kebutuhan yang baik akan memberikan tujuan-tujuan lembaga yang optimal pula.
Sebagaimana suatu lembaga, untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam proses pembelajaran dan mengoptimalkan fungsi PSB perlu didukung dengan sistem pengelolaan yang memadai, yaitu organisasi yang baik, dan tenaga profesional yang mampu mengelola dan mengembangkan sumber-sumber belajar. Tulisan ini dibatasi dalam lingkup model-model PSB. Bagaimana model-model PSB yang ada di sekolah, Balai tekkom, dan SKB yang dapat dikembangkan dalam upaya peningkatan maksud dan tujuan diadakannya PSB sehingga memperoleh hasil yang optimal akan dibahas dalam makalah ini.
B. Rumusan Masalah
1) Bagaimana Model-model Pusat Sumber Belajar di Sekolah?
2) Bagaimana Model Pusat Sumber Belajar di Balai Tekkom (Tingkat Provinsi)?
3) Bagaimana Model Pusat Sumber Belajar di SKB (Tingkat Kabupaten/ Kota)?
C. Tujuan
Bertolak dari rumusan masalah di atas maka penulisan makalah ini bertujuan untuk:
1) Mengetahui Model-model Pusat Sumber Belajar di Sekolah
BAB II PEMBAHASAN
A. Model-Model PSB di Sekolah
Ada beberapa model/ tipe PSB yang dapat dikembangkan di sekolah. Tipe PSB yang akan dikembangkan di sekolah hendaklah disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pada masing-masing sekolah. Berdasarkan kompleksitas dan keluasan fungsi yang ada pada PSB, maka tipe PSB sekolah dapat dikategorikan menjadi 4 tipe, yaitu tipe A, B, C, dan D (Rahadi, 2005: 194).
1. PSB Berbasis Sekolah Tipe A
PSB tipe A merupakan PSB yang memiliki fungsi-fungsi yang paling lengkap sehingga PSB ini memiliki struktur organisasi yang paling besar dibandingkan dengan ketiga tipe PSB lainnya. Di samping itu, PSB tipe A memiliki kualifikasi ketenagaan paling tinggi dengan sarana/ prasarana dan koleksi bahan ajar yang paling lengkap.
Fungsi PSB Tipe A
Adapun fungsi PSB Tipe A memiliki 4, yaitu sebagai berikut: a. Fungsi administrasi
Fungsi administrasi meliputi kegiatan: penyusunan rencana dan program PSB; inventarisasi sarana dan prasarana PSB; pengadaan koleksi sumber belajar; pengelolaan sistem informasi PSB; supervisi dan evaluasi layanan PSB dan penyusunan laporan kegiatan PSB.
b. Fungsi pengembangan sistem pembelajaran
Fungsi pengembangan sistem pembelajaran meliputi: pelayanan konsultasi dalam perencanaan pembelajaran; pelayanan konsultasi dalam pelaksanaan pembelajaran; pelayanan konsultasi dalam evaluasi belajar; pelatihan dalam penyusunan rencana pembelajaran; pelatihan dalam pengembangan media pembelajaran; pelatihan dalam pemanfaatan media dan Pelatihan dalam evaluasi hasil belajar.
Fungsi pelayanan dan pemeliharaan meliputi kegiatan: pelayanan dalam pemanfaatan bengkel kerja, misalnya otomotif, bangunan, listrik, tata boga, tata busana, kesekretariatan, perhotelan, kesenian, keolahragaan; pelayanan dalam pemanfaatan perpustakaan, baik cetak, maupun non cetak; pelayanan dalam pemanfaatan laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa, Teknologi Informasi dan Komunikasi; pemeliharaan peralatan bengkel kerja, perpustakaan, laboratorium dan pemeliharaan peralatan produksi media.
d. Fungsi pengembangan media
Fungsi pengembangan media meliputi kegiatan: penyusunan bahan ajar cetak; penyusunan program multimedia pembelajaran; produksi program audio; produksi program visual; dan produksi program audio-visual.
Struktur Organisasi PSB tipe A
Ketenagaan PSB Tipe A
Berdasarkan fungsi dan struktur PSB berbasis sekolah Tipe A sebagaimana yang telah dikemukakan maka jumlah dan kualifikasi tenaga yang diperlukan untuk menyelenggarakan PSB berbasis sekolah Tipe A adalah sebagai berkut:
Jumlah Tenaga
a. Seorang penanggungjawab PSB (kepala sekolah); b. Seorang koordinator PSB;
c. Seorang tenaga administrasi;
d. Seorang ketua unit pelayanan dan pemeliharaan dibantu pengelola perpustakaan, laboratorium, dan bengkel kerja sesuai kebutuhan sekolah ; e. Seorang ketua unit pengembangan sistem dibantu beberapa tenaga yang
memiliki kompetensi di bidang desain pembelajaran, materi pelajaran, dan media;
f. Seorang Ketua Unit Pengembangan Media dibantu oleh beberapa tenaga yang memiliki keahlian di bidang media cetak, audiovisual, audio, grafis, dan multimedia.
Kualifikasi Tenaga
a. Koordinator PSB bertanggung jawab kepada kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi di sekolah. Koordinator PSB dijabat oleh salah seorang guru yang menguasai bidang pengembangan pembelajaran (instruksional) atau pengembangan media. Kualifikasi pendidikan untuk koordinator PSB minimal S1 bidang pendidikan
b. Tenaga administrasi harus memiliki kemampuan mengelola administrasi ketatausahaan (kesekretariatan)seperti surat menyurat dan pembuatan laporan pengoperasian komputer, dan inventarisasi barang dna pemeliharaannya. Kualifikasi pendidikan untuk tenaga administrasi minimal D3 Sekretaris. c. Ketua unit pengembangan sistem pembelajaran dipersyaratkan memiliki
kemampuan dalam:
1) Mendesain dan mengembangkan sistem pembelajaran, menganalisis kebutuhan, merumuskan tujuan pembelajaran dengan baik, menentukan prosedur evaluasi dan menyusun tes, mengembangkan strategi pembelajaran, dan mengembangkan bahan pembelajaran.
2) Merevisi program pembelajaran yang dinilai kurang efektif untuk meningkatkan kemampuan tenaga pembelajaran.
Kualifikasi untuk ketua unit pengembangan sistem pembelajaran minimal berlatar belakang pendidikan S1 bidang pendidikan terutama teknologi pembelajaran.
d. Ketua unit pelayanan dan pemeliharaan bertugas mengatur sirkulasi bahan pustaka baik cetak maupun non cetak termasuk bahan untuk melakukan penyimpanan, pemeliharaan, dan peminjaman produk-produk PSB serta mengontrol bengkel dan laboratorium. Kualifikasi untuk ketua unit pelayanan dan pemeliharaan minimal berlatar belakang pendidikan S1 bidang pendidikan, dan pernah mengikuti diklat tentang perpustakaan dan pengelolaan media pembelajaran.
e. Ketua unit pengembangan media merupakan orang yang mampu mendesain, memproduksi, dan mengevaluasi media pembelajaran. Kualifikasi yang harus dimiliki adalah kemampuan di bidang pengembangan media, perpustakaan, teknologi informasi dan komunikasi, grafis, dan komputer. Kualifikasi untuk ketua unit pengembangan media minimal berlatar belakang pendidikan S1 sesuai bidangnya.
Sarana dan Prasarana PSB Berbasis Sekolah Tipe A
Sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan PSB berbasis sekolah tipe A adalah sebagai berikut:
a. Ruangan:
12) Pelatihan; 3) Meja dan kursi baca; 4) Meja peminjaman;
5) Meja pelayanan pengguna (front office); 6) Meubeler berupa sofa; dan
7) Meja dan kursi untuk petugas. c. Peralatan Media:
e) Peralatan perekam audio; dan
f) Peralatan produksi untuk media grafis. 2) Peralatan Penyaji (hardware):
h) Peralatan Laboratorium untuk Biologi, Fisika, Kimia, dan Bahasa. i) Peralatan Bengkel (untuk SMK):
3) Bengkel listrik; 4) Bengkel mesin; dan 5) Bengkel otomotif. Bahan Ajar (Software)
1) Media cetak (buku, jurnal, hasil penelitian, dll).
2) Media non-cetak (audio, video, CD pembelajaran, CAI). 3) Media realia model/tiruan, specimen.
2. Tipe B
Fungsi PSB Tipe B
a. Fungsi Pelayanan dan Pemeliharaan meliputi: 1) kegiatan perpustakaan;
2) kegiatan laboratorium; dan
3) kegiatan pemanfaatan media audiovisual dan pemeliharaannya. b. Fungsi Pengembangan Media meliputi:
1) media cetak; 2) media audiovisual; 3) multimedia;
4) pengadaan perangkat keras & pemeliharaannya
Struktur Organisasi
Lingkup Kerja PSB Tipe B
a. Pengelolaan kegiatan perpustakaan; b. Pengelolaan kegiatan laboratorium; dan c. Pengelolaan kegiatan pengembangan media.
Ketenagaan PSB Tipe B
a. 1 orang koordinator PSB. b. 1 orang tenaga perpustakaan. c. 1 orang tenaga laboran.
d. 3 orang pengelola kegiatan pengembangan media.
Sarana dan Prasarana PSB Tipe B
a. Ruangan (perpustakaan, laboratorium, dan pengembangan media). b. Peralatan untuk:
1) Perpustakaan (rak buku, katalog, perangkat komputer, TV monitor, CD/DVD player, radio, tape recorder, OHP, dan LCD).
Siswa, Guru, Karyawan Kepala Sekolah
Kepala TU
Wa Ka Sek
Kurikulum
Sarana Kesiswaan PSB
Pelayanan Pemeliharaan Pengembangan Media
Multi Media Audio
Visual Cetak
Laboratorium
2) Laboratorium (peralatan laboratorium disesuaikan dengan kebutuhan dan materi pembelajaran)
3) Pengembangan Media (kamera foto, kamera video, komputer animasi, peralatan perekam audio, peralatan produksi untuk media grafis)
Bahan ajar PSB Tipe B
a. Media Cetak (buku, majalah, surat kabar, referensi, jurnal, hasil penelitian). b. Media Audiovisual (kaset audio,kaset video, CD/VCD pembelajaran,
multimedia)
c. Media Visual (OHT, peta, globe, carta, realia/ model). d. Media grafis
3. Tipe C
Fungsi PSB Tipe C
Memiliki fungsi pelayanan dan pemeliharaan meliputi pelayanan perpustakaan, laboratorium, pemanfaatan media audio visual, dan pemeliharaan/ perawatan perangkat lunak dan keras.
Struktur Organisasi
Lingkup Kerja PSB Tipe C
Perpustakaan
a. Pengelolaan Perpustakaan
Pengelolaan perpustakaan adalah bagaimana pengelolaan perpustakaan tersebut. Pengelolaan perpustakaan sebagai pusat belajar adalah sebuah wadah dimana dikumpulkan bebagai informasi, data-data ilmu pengetahuan, gagasan manusia, baik dalam bentuk bahan-bahan tercetak (misalnya buku, brosur, pamphlet, majalah dll) maupun dalam bentuk non cetak (misalnya film, filmstrip, kaset, video cassette, dan lain-lain).
b. Pelayanan perpustakaan dapat pula berarti;
Suatu kerja pengoragnisasian secara teratur untuk mencatat, mengklasifikasi, mengkatalog, memproses bahan pustaka, serta menyusun semua bahan yang masuk dan yang ada di perpustakaan. Suatu kerja penyampaian semua fasilitas tersebut kepada pemakai seefisien-efisiennya dan seefektif-efektifnya. Hal ini merupakan pelayanan langsung.
Siswa, Guru, Karyawan Kepala Sekolah
Kepala TU
Wa Ka Sek
Kurikulum
Sarana Kesiswaan
Koordinator PSB
Jenis layanan perpustakaan, terdiri dari :
1) Open Access System atau sistem layanan terbuka yaitu layanan bagi semua pengguna baik yang sudah menjadi anggota atau pun belum menjadi anggota diberi kebebasan mencari, memilih, dan mengambil sendiri bahan perpustakaan yang diinginkan secara langsung ke rak sesuai dengan kebutuhannya.
2) Layanan Terbitan Berkala yaitu layanan yang meliputi Surat Kabar, Tabloid, Majalah, Jurnal, dan Buletin.
3) Layanan Sirkulasi yaitu layanan kepada masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan informasi terhadap koleksi bahan pustaka aik berupa peminjaman dan pengembalian buku oleh anggota perpustakaan ataupun sebaliknya.
4) Layanan Referensi atau Rujukan yaitu layanan informasi bahan pustaka kepada masyarakat meliputi kamus-kamus, ensiklopedi dan tidak di pinjamkan.
5) Layanan Story Telling yaitu layanan bercerita kepada anak-anak pra sekolah dan taman kanak-kanak.
6) Layanan MUPK yaitu layanan perpustakaan dengan menggunakan Mobil Pintar, Mobil Pusteling, Motor Pintar ke beberapa Kecamatan, Desa/Kelurahan yang melayani siswa siswi sekolah (SD, SMP, SMU dan Pondok Pesantren).
7) Layanan GMB (Gebyar Minat Baca) yaitu layanan perpustakaan melayani seluruh lapisan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan informasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada saat santai, rekreasi atau berolah raga setiap hari Minggu.
8) Layanan Perpustakaan Berbasis Informasi dan Teknologi yaitu layanan berbasis Internet, OPAC (on-line public accses catalog).
Unsur-unsur yang menyebabkan terjadinya suatu pelayanan di Perpustakaan adalah:
2) Fasilitas, bagaimana ragam layanan, sistem, aturan layanan, lokasi penempatan gedung, dan lain-lain.
3) Pelayanan/petugas, sebagai jembatan penghubung dapat berupa seorang ahli, teknisi ataupun pembantu teknisi.
4) Pemakai, perorangan yang memanfatkan layanan, dapat seorang ahli, pelajar, mahasiswa, atau umum.
Apabila salah satu unsur tersebut tidak ada, atau masing-masing diselenggarakan asal jadi saja, tidak diselenggarakan secara baik, pelayanan tidak akan tercipta seperti yang dikehendaki.
Tiga karakteristik Pelayanan
1) Mudah dimengerti, menggunakan cara yang mudah dimengerti oleh pengunjung/pemakaimaupun oleh petugas itu sendiri.
2) Efisien dan ekonomis, menggunakan peralatan atau bahan-bahan pelengkap dengan jumlah macam-macam sesedikit-sedikitnya.
3) Kelambatan yang minimal, menguasahakan tidak adanya kelambatan dalam melayani pemakai.
Laboratorium
a. Pengertian laboratorium
Laboratorium (disingkat lab) adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali.
b. Apek pengelolaan laboratorium
1) Perencanaan yaitu Sebuah proses pemikiran yang sistematis, analitis, logis tentang kegiatan yang harus dilakukan, langkah-langkah, metode, SDM, tenaga dan dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan secara efektif dan efisien.
2) Penataandaninventarisasi alat didasarkan pada: Keadaan laboratorium, yang ditentukan oleh:
b) Keadaan alat seperti: jenis alat, jenis bahan pembuat alat, seberapa sering alat tersebut digunakan, termasuk alat mahal atau tidak. c) Keadaan bahan seperti: wujud (padat, cair, gas), sifat bahan
(asam/basa) seberapa bahaya bahan tersebut dan seberapa sering digunakan
3) Pengadministrasian/inventarisasi adalah pencatatan seluruh barang-barang yang ada didalam laboratorium. Dengan adanya inventarisasi yang tepat, semua fasilitas dan activitas laboratoriun dapat terorganisir. Nilai postif yang dapat diperoleh jika ada inventarisasi laboratorium, antara lain :
a) Memudahkan penggadaan dan pengecek bahan dan alat. b) Mengefisiensikan pengguna budget.
c) Memperlancar pelaksanaan praktikum
d) Memudahkan membuat laporan pertanggungjawaban.
4) Pengamanan,perawatan dan pengawasan. Dalam pembelajaran, untuk memonitor aktifitas siswa kita harus berkeliling melihat monitor mereka, apa saja yang sedang mereka lakukan. Untuk mempermudah kegiatan pengamanan di laboratorium sekolah, bisa digunakan beberapa software seperti dibawah ini:
a) NetSupport School b) NetOpSchool c) LanSchool d) Insight Ketenagaan PSB Tipe C
1) Seorang koordinator PSB memiliki tugas untuk mengelola, memelihara, serta mengkoordinasikan anggota, selain itu ia juga harus mampu memanfaatkan semua pusat sumber belajar yang terintegrasi satu sama lain.
tinggi, jumlahnya mencukupi sesuai dengan ukuran sekolah dan kebutuhan khusus sekolah menyangkut jasa perpustakaan. Pengertian “tenaga”, dalam konteks ini, adalah pustakawan dan asisten pustakawan berkualifikasi. Di samping itu, mungkin masih ada tenaga penunjang, seperti para guru, teknisi, orang tua murid dan berbagai jenis relawan.
3) Pustakawan sekolah hendaknya memiliki pendidikan profesional dan berkualifikasi, dengan pelatihan tambahan di bidang teori pendidikan dan metodologi pembelajaran. Salah satu tujuan utama manajemen tenaga perpustakaan sekolah ialah agar semua anggota staf harus memiliki pemahaman yang jelas mengenai kebijakan jasa perpustakaan, tugas dan tanggung jawab yang jelas, kondisi peraturan yang sesuai menyangkut pekerjaan dan gaji yang kompetitif yang mencerminkan profesionalisme pekerjaan.
Sarana dan Prasarana PSB Tipe C Sarana dan Prasarana PSB Tipe C meliputi : a. Ruangan (perpustakaan dan laboratorium); b. Peralatan:
1) Perpustakaan (rak buku, katalog, seperangkat komputer, TV monitor, VCD/DVD player, radio, tape recorder, OHP dan LCD).
2) Laboratorium ( sesuai kebutuhan pembelajaran).
Bahan Belajar 1) Media cetak 2) Media audio visual 3) Media visual 4) Media grafis
4. Tipe D
ketenagaan yang tidak terlalu tinggi, serta sarana/ prasarana, dan koleksi bahan ajar yang paling sedikit.
Fungsi PSB Tipe D
PSB sekolah Tipe D memiliki fungsi administrasi dan layanan perpustakaan. Fungsi ini mencakup kegiatan:
Administrasi meliputi kegiatan:
1) Penyusunan rencana dan program PSB 2) Inventarisasi sarana dan prasarana PSB 3) Pengadaan koleksi sumber belajar 4) Pengelolaan sistem informasi PSB 5) Supervise dan evaluasi layanan PSB 6) Penyusunan laporan kegiatan PSB
Layanan Perpustakaan
Struktur Organisasi
Ketenagaan PSB Tipe D
Berdasarkan fungsi dan struktur PSB berbasis sekolah tipe D sebagaimana yang telah dikemukakan, maka jumlah dan kualifikasi tenaga yang diperlukanuntuk mengelola penyelenggaraan PSB berbasis sekolah Tipe D adalah sebagai berikut:
Jumlah Tenaga:
1) Seorang penanggungjawab PSB (Kepala Sekolah) 2) Seorang koordinator PSB
3) Seorang tenaga admnistrasi
4) Seorang Ketua Unit Pelayanan perpustakaan cetak yang dibantu oleh pengelola perpustakaan.
5) Seorang Ketua Unit Pelayanan Perpustakaan non cetak dibantu oleh pengelola media non cetak.
Kualifikasi Tenaga
1) Koordinator PSB minimal D2 bidang pendidikan 2) Tenaga Administrasi minimal SLTA
3) Ketua Unit Pelayanan Perpustakaan Cetak minimal D2 dan pernah mengikuti diklat tentang perpustakaan
4) Ketua Unit Pelayanan Perpustakaan Non Cetak minimal D2 dan pernah mengikuti diklat tentang perpustakaan
Sarana dan Prasarana PSB Tipe D
Sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan PSB sekolah Tipe D adalah sebagai berikut:
a. Sebuah ruangan yang berfungsi untuk:
1) penyimpanan buku dan layanan perpustakaan; 2) sekretariat; dan
3) pelayanan audiovisual. b. Peralatan pendukung:
c. Peralatan penyaji (hardware) seperti:
Bahan Ajar (Software) PSB Tipe D
1) Media cetak (buku, jurnal, hasil penelitan, dll); 2) Media non cetak (audio, VCD pembelajaran, CAI); 3) Media realia (model, tiruan, specimen); dan
4) Media grafis.
2) Ketenagaan
Berdasarkan struktur organisasi yang dikembangkan di atas, maka tenaga yang dibutuhkan PSB di Balai Tekkom adalah:
a. Kepala PSB langsung dijabat oleh kepala Balai Tekkom yang bertugas merencanakan, mengkoordinir, mengawasi, dan mengevaluasi seluruh kegiatan PSB. Kualifikasi kepala PSB minimal Sarjana di bidang pendidikan dengan pengalaman kerja pada bidang Teknologi Pendidikan minimal 3 tahun.
b. Unit Administrasi berperan menunjang unit-unit lain dalam melaksanakan fungsi-fungsi PSB agar berjalan sesuai tujuan. Kualifikasi yang harus dimiliki adalah sarjana bidang ekonomi, hukum, atau administrasi dan berpengalaman dibidang ketatausahaan minimal 3 tahun.
c. Unit Kerjasama dan Informasi bertugas membantu kepala PSB dalam sosialisasi dan kerjasama kepada sekolah, lembaga pendidikan lain, dan masyarakat dalam pemanfaatan sumber belajar secara maksimal; menerbitkan berbagai media informasi yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber belajar; mengadakan penyuluhan dan pengenalan produk-produk media pembelajaran kepada masyarakat;menyelenggarakan forum-forum komunikasi dalam hal pendayagunaan sumber belajar; dan mengembangkan database. Kualifikasi yang harus dimiliki adalah sarjana pendidikan bidang komunikasi.
e. Unit Produksi Media bertugas membantu kepala dalam hal perawatan studio produksi; menyusun naskah program-program instruksional; memproduksi program-program media pembelajaran; menilai dan mempernaiki program-program media bersama dengan unit yang lain; mendukung unit lain dalam melaksanakan pelatihan produksi media; dan mendokumentasikan semua program media yang pernah diproduksi dalam bentuk master. Kualifikasi yang harus dimiliki adalah sarjana pendidikan bidang teknologi pendidikan.
f. Unit Pengembangan Sistem Instruksional bertugas membantu kepala PSB dalam hal menganalisis permasalahan dan kebutuhan pembelajaran yang berada diwilayah kerjanya serta mencari alternative pemecahannya secara sistematis; melakukan pengembangan model-model pembelajaran sesuai kebutuhan lapangan; mengembangkan model-model produk media pembelajaran; mengadakan berbagai pelatihan dalam bidang pengembangan sistem instruksional; dan melakukan pengkajian dan evaluasi terhadap berbagai produk media instruksional beserta sistem pemanfaatannya. Kualifikasi yang harus dimiliki adalah sarjana bidang teknologi pendidikan.
g. Unit Pelatihan bertugas menyelenggarakan pelatihan, dalam hal pengembangan sistem instruksional bagi guru dan instruktur, widyaiswara, dll; produksi media pembelajaran; pemanfaatan media pembelajaran; pemeliharaan dan pengoperasian peralatan media pembelajaran; pengelolaan PSB bagi lembaga yang menyelenggarakan; kemampuan jurnalistik dan penyiaran; dan pengelolaan perpustakaan dan teknologi informasi. Kualifikasi yang harus dimiliki adalah S1 bidang pendidikan.
C. Model PSB di SKB (Tingkat Kabupaten/ Kota) 1) Struktur Organisasi
2) Ketenagaan
Berdasarkan struktur organisasi yang dikembangkan di atas, maka tenaga yang dibutuhkan PSB di SKB adalah:
a. Kepala PSB langsung dijabat oleh kepala SKB yang bertugas merencanakan, mengkoordinir, mengawasi, dan mengevaluasi seluruh kegiatan PSB. Kualifikasi kepala PSB minimal Sarjana di bidang pendidikan dengan pengalaman kerja pada bidang Teknologi Pendidikan minimal 3 tahun.
c. Unit pelayanan Media bertugas membantu kepala PSB dalam hal mengelola pelayanan perpustakaan baik cetak maupun non cetak; melaksanakan pemanfaatan/ peminjaman berbagai program media oleh pengguna, baik cetak maupun non cetak; melaksanakan pemeliharaan sarana cetak dan non cetak; melayani pemesanan reproduksi program media dari pengguna/lembaga lain; mengusahakan penambahan jumlah dan jenis koleksi program media pembelajaran; melayani permintaan lembaga lain dalam hal pengadaan, pemanfaatan, dan perawatan media. Kualifikasi yang harus dimiliki adalah sarjana dalam bidang pengembangan dan pemanfaatan media atau minimal pernah mengikuti pelatihan pengembangan media pembelajaran.
d. Unit Produksi Media bertugas membantu kepala dalam hal perawatan studio produksi; menyusun naskah program-program instruksional; memproduksi program-program media pembelajaran; menilai dan mempernaiki program-program media bersama dengan unit yang lain; mendukung unit lain dalam melaksanakan pelatihan produksi media; dan mendokumentasikan semua program media yang pernah diproduksi dalam bentuk master. Kualifikasi yang harus dimiliki adalah sarjana pendidikan bidang teknologi pendidikan/ pengembangan media atau minimal pernah mengikuti pelatihan pengembangan media/ teknologi pendidikan.
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Model-model PSB yang telah dikembangkan terdiri dari model PSB di sekolah, model PSB di Balai Tekkom, dan Model PSB di SKB. Model PSB di sekolah terdapat 4 model/ tipe yang dapat dikembangkan sesuai kondisi, kebutuhan dan keterpentingan masing-masing sekolah terhadap PSB. 4 tipe model PSB di sekolah terdiri dari tipe A, tipe B, tipe C, dan tipe D. Tipe A merupakan tipe PSB yang paling lengkap karena memiliki 4 fungsi yaitu fungsi administrasi, fungsi pengembangan sistem pembelajaran, fungsi pelayanan dan pemeliharaan, dan fungsi pengembangan media. Tipe B memiliki 2 fungsi yaitu fungsi pelayanan pemeliharaan, dan fungsi pengembangan media. Tipe C hanya memiliki fungsi pelayanan dan pemeliharaan. Sedangkan Tipe D merupakan PSB yang memiliki fungsi yang paling sedikit yaitu fungsi administrasi dan layanan perpustakaan sehingga PSB ini memiliki struktur organisasi yang paling kecil, kualifikasi ketenagaan yang tidak terlalu tinggi, sarana dan prasarana serta bahan ajar yang paling sedikit. Selain di sekolah PSB juga dikembangkan di tingkat provinsi dengan nama Balai Tekkom (Teknologi dan Komunikasi) sehingga Model pengembangan ini disebut dengan Model PSB di Balai Tekkom. Model PSB di Balai Tekkom memiliki 7 pembagian ketenagaan dengan tugasnya masing-masing. Selanjutnya PSB juga dikembangkan di tingkat Kabupaten/ Kota dengan nama SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) sehingga model pengembangan ini disebut dengan Model PSB di SKB. Model PSB di SKB memiliki 6 pembagian ketenagaan dengan tugasnya masing-masing.
B. Saran
Daftar Rujukan