PENGARUH PEMANFAATAN KULIT PISANG DAN CANGKANG
TELUR TERHADAP PERTUMBUHAN Capsicum annum .L
Agung Dwita Septyani 1) , Indri Arista2) dan Fania Andyani3) 1
Pendidikan Biologi,Fakultas FTMIPA, Universitas Indraprasta PGRI [email protected]
2
Indri Arista, Fakultas FTMIPA, Universitas Indraprasta PGRI [email protected]
3
Fania Andyani, Fakultas FTMIPA, Universitas Indraprasta PGRI [email protected]
Abstract
The banana’s peeling is waste which has important role in the growth of plants because it contains nutrients such as calcium, potassium, phosphorus, etc. The eggshell is rich in calcium carbonate which has great potential on resistance against plant diseases. Capsicum annum L. is one of the big red chili class, it has high economic value, needed in home made foods and as the raw material of food industry. The purpose of this research is to know the effects of banana’s peeling and eggshell combination as the mixture of cropping media and to know that its calcium can increase the resistance of Capsicum annum L. against pests and plant diseases. This research used factorial pattern complete random design. The observed variables are leaves’ wide, plants’ height, leaves’ number, flowers’ number, and fruits’ number. The result of research showed that 75% concentration (banana’s peeling + eggshell = 375 gr/pot) is effective and efficient in the growth of Capsicum annum L.
Keywords : waste, eggshell, banana’s peeling, chili plant
Abstrak
Kulit pisang merupakan limbah yang berperan penting dalam pertumbuhan tanaman karena mengandung unsur hara seperti Ca, K, P, dsb. Cangkang telur kaya kalsium karbonat berpotensi besar pada ketahanan tanaman terhadap penyakit tanaman. Capsicum annum L. adalah salah satu golongan cabai merah besar, memiliki nilai ekonomi tinggi dibutuhkan setiap rumah tangga dan sebagai bahan baku industri. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh kombinasi kulit pisang dan cangkang telur sebagai campuran media tanam dan mengetahui apakah kalsiumnya dapat meningkatkan kekebalan Capsicum annum L. terhadap hama dan penyakit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan empat perlakuan. Variabel yang diamati yaitu, lebar daun, tinggi tanaman, jumlah helaian daun, jumlah bunga, jumlah buah. Hasil penelitian menunjukan dosis 75 %( Kulit pisang + Cangkang telur = 375 gr/pot) efektif dan efisien untuk pertumbuhan Capsicum annum. L.
Kata kunci: Limbah, Cangkang telur, Kulit pisang, Tanaman Cabai
1. PENDAHULUAN
Tanaman cabai (Capsicum sp) termasuk dalam suku terong-terongan
(Solanaceae) merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan oleh para petani di
Indonesia. Salah satu jenisnya yaitu, cabai merah besar (Capsicum annum L.)
industri makanan, maupun obat-obatan. Namun banyak kendala yang dihadapi
petani dalam berbudidaya cabai, salah satunya adalah hama dan penyakit seperti
Agrotis sp (ulat tanah), Dacus sp (lalat buah), Spoctopfera sp (ulat grayak),
Thrips parvispinus (trip), Myzus persicae (kutu daun)
Pisang (Musa Paradisiaca L) merupakan tumbuhan terna raksasa
berdaun besar dari suku Musaceae, mampu beradaptasi pada iklim tropis, panas,
dan lembab, terutama didataran rendah. Pada umumnya masyarakat hanya
memanfaatkan buahnya, sedangkan kulitnya dibuang begitu saja menjadi
tumpukan limbah yang tidak berguna. Padahal banyak manfaat yang terkandung
pada kulit pisang, antara lain mengandung kalium, kalsium, Posfor, potassium
dan lain sebagainya yang dapat menyuburkan tanah, serta diyakini bahwa kulit
pisang memiliki sifat antivirus dan antimikroba patogen. Kulit pisang
mengandung karbohidrat yang tinggi (18,5%), sehingga dapat dimanfaatkan
sebagai pembunuh larva serangga yang efektif, dengan cara kulit pisang
dihancurkan dulu hingga berbentuk larutan cair. Selanjutnya larutan ini diberi
bakteri Bacillus Thuringiensis yang berfungsi sebagai toksik yang dapat merusak
pencernaan serangga(Anggraeni dan Sian, 2004). Mokbel dan Hashinaga
(2005) menyatakan bahwa pisang merupakan salah satu buah paling popular dan
dengan berkembangnya zaman peneliti menemukan bahwa buah dan kulit pisang
mengandung komponen antibakteri dan antioksidan.
Sedangkan telur ayam merupakan sumber protein yang banyak
dikonsumsi oleh masyarakat luas. Biasanya telur hanya dimanfaatkan isinya dan
cangkang atau kulitnya dibuang. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya oleh
Miles, serbuk kulit telur ayam mengandung kalsium sebesar 401±7,2 gram atau
sekitar 39% kalsium, dalam bentuk kalsium karbonat. Terdapat pula strontium
sebesar 372±161μg, zat-zat beracun seperti Pb, Al, Cd, dan Hg terdapat dalam
jumlah kecil, begitu pula dengan V, B, Fe, Zn, P, Mg, N, F, Se, Cu, dan Cr
(Garry dan Richard; Zakiah 2014). Ternyata kalsium berpotensi sebagai
agensia pengimbas ketahanan tanaman terhadap penyakit layu Fusarium.
Menurut (Stadelman and Owen; P. Jaso 2009) jumlah mineral didalam cangkang
telur beratnya 2,25 gram yang terdiri dari 2,21 gram kalsium, 0,02 gram
magnesium, 0,02 gram fosfor serta sedikit besi dan Sulfur.
Kandungan kalsium yang cukup besar berpotensi untuk dimanfaatkan
ketahanan tanaman tidak terlepas dari peranannya memengaruhi kerja enzim
dalam metabolisme tanaman. Hal tersebut disebabkan dalam sistem metabolisme
tanaman dihasilkan senyawa metabolit sekunder, seperti fenol, fitoaleksin, dan
flavanoid, yang dapat menghambat perkembangan patogen (Irawati, 2001).
Upaya yang dilakukan untuk mendapatkan tanaman cabai merah besar
(Capsicum annum L.) dengan kualitas baik serta tidak mudah terserang virus dan hama penyakit dapat memanfaatkan bahan alami yang ramah lingkungan, seperti
kulit pisang dan cangkang telur yang mengandung banyak kalsium sehingga
dapat dihubungkan dengan masalah kemasaman tanah dan pengapuran, karena
merupakan kation yang paling cocok untuk mengurangi kemasaman atau
menaikan pH tanah (Widyawati, dkk., 2008). Dan dapat meningkatkan kualitas
pertumbuhan Capsicum annum L. Selain itu dengan pemanfaatan limbah tersebut
dapat mengurangi pemakaian pupuk kimia dan dapat menjadi alternative sebagai
pupuk organik.
Perumusan masalah yang dapat diketahui adalah
1. Pengaruh kombinasi kulit pisang dan cangkang telur sebagai campuran media
tanam pada pertumbuhan Capsicum annum L.
2. Apakah kalsium yang terkandung pada kulit pisang dan cangkang telur dapat
meningkatkan kekebalan Capsicum annum L. terhadap hama dan penyakit
tanaman
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi kulit
pisang dan cangkang telur sebagai campuran media tanam pada pertumbuhan
Capsicum annum L. dan untuk mengetahui apakah kalsium pada kulit pisang dan
cangkang telur dapat meningkatkan kekebalan Capsicum annum L. terhadap
hama dan penyakit tanaman.
Diduga dengan pemberian serbuk cangkang telur dan kulit pisang dengan
berbagai dosis akan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan
dan kualitas dari Capsicum annum L.
2. METODE PENELITIAN
Berlangsungnya penelitian dilakukan di Jl. Raya Tengah Gg. Rukun Rt
04/Rw 03 No.18 Kel. Gedong Kec. Pasar Rebo Jakarta Timur dalam waktu tiga
Alat yang dibutuhkan terdiri dari : Sekop, pot ukuran besar, gembor
ember, tali rafia, meteran/mistar, bambu penyangga, alat penghancur limbah
kering/blender, pengering/oven, alat tulis. Sedangkan Bahan yang dibutuhkan
terdiri dari : benih Capsicum annum L, gabah kering, limbah kulit pisang, limbah
cangkang telur, tanah hitam, air.
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalahRancangan Acak
Lengkap (RAL).(RAL) pola Faktorial yang terdiri dari satu faktor dengan empat
perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 6 ulangan. Pada capsicum annum L.
diberi 4 perlakuan yaitu: Perlakuan A : kombinasi 0% kulit pisang dan cangkang
telur dan 100% tanah (setara dengan 2 kg/pot), Perlakuan B : kombinasi 25%
kulit pisang dan cangkang telur (setara dengan 125 gr/pot) dan 75% tanah (setara
dengan 1,5 kg/pot, Perlakuan C : kombinasi 50% kulit pisang dan cangkang telur
(setara dengan 250 gr/pot) dan 50 % tanah (setara dengan 1 kg/pot Perlakuan D :
kombinasi 75 % kulit pisang dan cangkang telur (setara dengan 375 gr/pot) dan
25% tanah (setara dengan 0,5 kg/pot)
Pelaksanaan penelitian : Sebelum dilakukan penanaman, Dimulai dengan
pengumpulan limbah cangkang telur dan kulit pisang yang telah dikeringkan,
kemudian dihancurkan sampai menjadi serbuk agar unsur makro dan mikro yang
terkandung didalamnya dapat diserap dengan baik oleh tanaman. Kemudian tanah
dicampur dengan limbah yang telah dihancurkan sesuai dengan dosis yang telah
ditentukan. Pemeliharaannya (pemindahan bibit, penyiraman, penyiangan,
pengendalian hama dan penyakit) dan panen.
Analisis data: Analisis data secara kuantitatif dengan menggunakan
ANOVA kemudian data yang berpengaruh nyata akan dilanjutkan dengan uji
Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Variabel yang diamati yaitu, lebar daun, tinggi
tanaman, jumlah helaian daun, jumlah bunga, jumlah buah. Sedangkan analisis
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 1. Hasil pengukuran terakhir 22 juli 2015
0,5 6 360,6 60,1 65,496
Between Groups 5996,6433 3 1998,881 24,33036134
7,02806E-07 3,098391212
Within Groups 1643,1167 20 82,15583
Total 7639,76 23
F hitung > F tabel pada taraf 5% artinya terdapat pengaruh signifikan antara perbedaan konsentrasi bahan organik terhadap tinggi tanaman yang dihasilkan.
Tabel 2. Uji Anova: Single Factor (Konsentrasi bahan organik terhadap lebar daun) Groups Count Sum Average Variance
Between Groups 23,6883 3 7,8961111 15,77644578
1,69068E-05 3,098391212
Within Groups 10,01 20 0,5005
Total 33,6983 23
F hitung > F tabel pada taraf 5% artinya terdapat pengaruh signifikan antara perbedaan konsentrasi bahan organik terhadap lebar daun yang dihasilkan
Unsur hara yang berpengaruh penting bagi pertumbuhan tanaman, seperti
kandungan potassium atau kalium (K), berperan membantu pembentukan protein,
karbohidrat dan gula, pembelahan sel, memperkuat jaringan tanaman dan membantu
tanaman untuk tahan terhadap pengaruh suhu dan meningkatkan daya tahan tanaman
terhadap penyakit. Mangan (Mn) berfungsi sebagai komponen penting dalam proses
asimilasi, gejala dari defisiensi mangan memperlihatkan bintik nekrotik pada daun dan
menguningnya bagian daun diantara tulang-tulang daun. Sodium atau Natrium (Na) dapat
menyuburkan tanaman.
Dimana defisiensi unsur Natrium sangat berpengaruh bagi pertumbuhan tanaman,
pertumbuhan tanaman tidak dapat meningkatkan kandungan air dalam pembukaan
stomata, sedangkan kalsium (Ca) berfungsi untuk merangsang pembentukan bulu akar,
mengeraskan batang tanaman, dan merangsang pembentukan biji. Kalsium pada daun dan
batang berkhasiat menetralkan senyawa atau menyebabkan suasana yang tidak
menguntungkan pada tanah (Lingga dan Marsono, 2007). Jika tumbuhan kekurangan Ca
akan menunjukan hambatan pertumbuhan dan ujung-ujung akar atau batang mengering.
Phosphor (P) Bertugas mengedarkan energi keseluruh bagian tanaman. Merangsang
pertumbuhan dan perkembangan akar. Mempercepat pembungaan dan pembuahan
tanaman serta mempercepat pemasakan biji dan buah.
Unsur hara yang paling berperan dalam proses pembentukan buah adalah unsure
Kalium. Unsur kalium dapat memperlancar pengangkutan karbohidrat dan memegang
peranan penting dalam pembelahan sel, dapat mempengaruhi pembentukan dan
pertumbuhan buah sampai buah masak serta berperan dalam memperkuat tubuh tanaman
agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur. Kegiatan fotosintesis akan menurun
dengan menurunnya kadar kalium.
4. KESIMPULAN
1. Pemanfaatan kombinasi cangkang telur dan kulit pisang berpengaruh dimana
pada dosis yang tepat dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan Capsicum
annum L. Perlakuan D kombinasi 75 % kulit pisang dan cangkang telur (setara dengan 375 gr/pot) lebih efektif dan efisien terhadap pertumbuhan
Capsicum annum L. Hasil uji anova membuktikan perbedaan konsenterasi bahan organic berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman dan lebar
daun.
2. Pemanfaatan kombinasi cangkang telur dan kulit pisang dapat dijadikan
sebagai alternative pupuk organik.
3. Pemanfaatan kombinasi cangkang telur dan kulit pisang berpotensi untuk
ketahanan Capsicum annum L. terhadap hama dan penyakit
REFERENSI
Anggraeni, M dan L. Sian. 2004. Bioinsektisida Dari Kulit Pisang. Skripsi S1
Butcher, G.D. dan R. Miles. 1990. Concepts of Eggshell Quality. (On-line).
http://edis.ifas.ufl.edu/pdffiles/VM/VM01300.PDF 1990. Diakses 19
September 2014
Irawati, A. F. C. 2001. Pengimbasan Ketahanan Tanaman Tomat terhadap Penyakit Layu
Bakteri dengan Pseudomonas putida dan Strain Avirulen Ralstonia solanacearum.
Lingga P, Marsono. 2007. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar swadaya.
Jakarta. 146 hlm
Mokbel, M.S and F. Hashinaga, 2005, Antibacterial and Antioxidant Activities of
Banana (Musa, AAA cv. Cavendish) Fruits Peel, American Journal of Biochemistry and Biotechnology 1 (3): 125-131.
Nurjayanti, D. Zulfita, D. Raharjo.(2012).Pemanfaatan Tepung Cangkang Telur
Sebagai Substitusi Kapur dan Kompos Keladi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Merah Pada Tanah Aluvial. Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian 1(1):16-21.
P. Jaso (2009). Skripsi: Pemanfaatan Pemberian Tepung Cangkang Telur Ayam Ras
Dalam Ransum Terhadap Performans Burung Puyuh (Cortunix-cortunix japonica) umur 0 - 42 Hari.
Widyawati, W., W.Q. Mugnishah, dan A. Dhalimi. 2008. Pengaruh Pemupukan Kalsium
dan Magnesium terhadap Pertumbuhan dan Kesehatan Tanaman Panili (Vanilla planifolia Andrews) di Pembibitan.
Zakiah. (2014) Pengaruh Serbuk Cangkang Telur Ayam Terhadap Tinggi Tanaman