• Tidak ada hasil yang ditemukan

MARAKNYA PEROKOK Murid DILINGKUNGAN SEKO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MARAKNYA PEROKOK Murid DILINGKUNGAN SEKO"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

MARAKNYA PEROKOK(Murid) DILINGKUNGAN SEKOLAH MENENGAH

ATAS KSATRYA

NAMA ANGGOTA:

 AMANDA

 PENTA PRATITA  SITI ROMELAH

(2)

SMA KSATRYA

YAYASAN PERGURUAN KSATRYA LIMA SATU

2017

LEMBAR PENGESAHAN

Penelitian ini sudah dibaca dan disetujui oleh :

Guru Sosiologi

SMA Ksatrya

(3)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah Swt Tuhan yang maha esa. karena atas rahmat dan bimbingannya kami dapat menyelesaikan penelitian ini tanpa ada hambatan dan halangan, dan tidak lupa kami haturkan shalawat serata salam kepada nabi besar kita Muhammad SAW.

(4)

DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN ………. 5

1. LATAR BELAKANG MASALAH……… 5

2. TUJUAN PENELITIAN………. 7

3. RUMUSAN MASALAH……… 8

4. HASIL WAWANCARA………. 8

BAB 2 ……….. 11

1. KAJIAN TEORI ………. …… 11

2. HIPOTESIS………. 12

BAB 3 ……….. 12

A. JENIS DAN METODE PENELITIAN………. 12

B. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN……….. 12

BAB 4 ………. 13

A.HASIL PENELITIAN ……… 13

BAB 5 A. KESIMPULAN ………. 13

B. SARAN………. 14

DAFTAR PUSTAKA ……… 14

(5)

PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG MASALAH

Fenomena merokok di kalangan ramaja usia sekolah bukan pemandangan asing lagi. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, sebelum tahun 1995 prevalensi remaja terhadap rokok hanya tujuh persen. Pada 2010 naik menjadi 19 persen. 54,1 persen orang di atas usia 15 tahun merokok dan 43,3 persen dari jumlah keseluruhan perokok mulai merokok pada rentang usia 14-19 tahun. Jumlah perokok usia remaja di Indonesia terus meningkat. Secara keseluruhan, Indonesia menempati peringkat lima di dunia sebagai jumlah perokok terbanyak di bawah China, AS, Jepang, dan Rusia1

2.Di Indonesia, pelajar semakin marak dalam hal melanggar peraturan, salah

satunya adalah MEROKOK DI LINGKUNGAN SEKOLAH. Banyak sekali

siswa yang melanggar peraturan tersebut. Adanya faktor yang mendorong para

siswa atau pelajar untuk melakukan tindakan negative tersebut,yaitu: Adanya

rasa ke ingin tahu-an tentang “apa itu rokok?”, Adanya dorongan dari dalam

diri “untuk mencoba rokok”, Adanya dorongan dari teman sebaya-nya “untuk

merokok”. Adanya rasa frustasi atas masalah yang di hadapi.”sehingga

merokok di jadikan pelarian”, Adanya anggapan bahwa “lo gak ngerokok itu

gak keren”,”Payah lo, ngerokok aja gak berani, cemen lu ah”,dll.

1.Dari factor diatas salah satu penyebab kebanyakan pelajar di Indonesia merokok di lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah adalah “pergaulan” sehari-hari serta sebagai bentuk “pelarian”. Banyak dampak yang terjadi karena “merokok” serta banyak kasus yang terjadi di Indonesia tentang “maraknya pelajar merokok di lingkungan sekolah.Adapun dampak negative dari merokok yaitu : Merokok dapat 1 Dedy Enha, MAKALAH PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA ,

(6)

menimbulkan penyakit Kanker Kerongkongan, menyebabkan kerusakan sel ginjal, Menyebabkan penyakit pada paru-paru hingga kronis, Pemborosan pada pengeluaran keuangan., Menyebabkan penyakit pada orang yang menghirup asap rokok, Menyebabkan penglihatan memburuk, Adanya rasa gelisah dan cemas yang berkelanjutan, Menyebabkan mata memerah dan berair, Menyebabkan gusi dan bibir menjadi hitam,Dll.

Banyaknya siswa yang merokok di lingkungan sekolah bukan hanya di wilayah lain di Indonesia, tetapi di Kota Jakarta Banyak kalangan pelajar melakukan tindakan tidak terpuji tersebut. Biasanya, beberapa pelajar di Jakarta, merokok karena factor pergaulan di lingkungan sekolahnya ataupun di luaran. Para pelajar itu sebenarnya tau dan mengerti dampak buruk dari “merokok” tersebut. Namun, Para remaja yang masih berstatus sebagai “pelajar” itu tetap mencoba dan “merokok” pada waktu tertentu. Biasanya waktu mereka merokok itu pada Siang hari (sewaktu istirahat di sekolah), ataupun sore hari (waktu sudah pulang sekolah). Para pelajar itu juga merokok pada saat mereka sedang berkumpul dengan teman-teman “tongkrongannya”. Jadi,

dapat di simpulkan bahwa perokok di kalangan pelajar bukan hanya banyak di lingkungan sekolah di wilayah lain di Indonesia. Tetapi, di kota Jakarta juga banyak pelajar yang merokok di lingkungan sekolah ataupun di luar lingungan sekolah.

(7)

1. Untuk mengetahui Mengapa para siswa itu malah Merokok. 2. Dapat mengetahui dampak buruk yang di timbulkan oleh rokok

3. Peneliti dapat mengetahui “awal mula alasan mereka merokok itu apa”. 4. Peneliti dapat mengetahui rokok apa yang di konsumsi oleh kalangan pelajar.

5. Untuk menyelidiki maraknya perokok di lingkungan sekolah dan maraknya remaja yang merokok.

6. Dapat mengambil kesimpulan, bahwa apapun jenis rokok, tetaplah berbahaya bagi tubuh. 7. Peneliti dapat mengetahui efek samping yang di timbulkan dari rokok menurut

narasumbernya.

Tidak hanya di lingkungan sekolah wilayah lain di Indonesia ataupun di Jakarta, tetapi di sekolah kami pun banyak siswa yang merokok di lingkungan sekolah kami, beberapa siswa di sekolah kami yang merokok tidak pernah di ketahui oleh guru kesiswaan ataupun guru di sekolah kami. Menurut survei dan penelitian yang kami lakukan pada siswa yang merokok di lingkungan sekolah kami ataupun di luaran sekolah, kebanyakan mereka melakukan tindakan itu karena pergaulan “tongkrongannya” dan adanya dorongan dari dalam diri sendiri untuk “mencoba rokok”, serta mereka merokok dengan merk rokok yang berbeda. Siswa SMA KSATRYA tidak hanya merokok batangan, tetapi siswa SMA KSATRYA juga Vaping (Rokok elektrik).

III. RUMUSAN MASALAH :

 Apa yang di maksud dengan vapping ?  Kapan pertama kali anda merokok?  Mengapa anda merokok?

 Berapa kisaran harga vape?  Bagaimana cara vapping?

 Di waktu apa saja mereka melakukan tindakan tersebut?

IV. HASIL WAWANCARA

(8)

mencantumkan bukti jawaban dari hasil wawancara kami, hanya sebagian saja, tidak semuanya. Karena jika di cantumkan semuanya akan banyak sekali dan ada beberapa yang privacy mereka.)

Pewawancara : Syafira Nanda Azzahra ( 11 ips 3 )

Narasumber : HZ (11 ips 2 )

Hari, tanggal : kamis, 06 April 2017

Hz:”Iye,kan waku itu gue dateng ke rumah lo sambil ngerokok karena emang gue kalo di luaran ngerokok juga, udah biasa gue.”

Hari,tanggal : kamis, 06 April 2017

HZ: “gue sih Mild biasanya, tapi gue juga ngevape sama shisa juga pernah. Tapi gue kadang nyesek sama batuk-batuk kalo kebanyakan ngerokok seharian.”

Hari,tanggal :Sabtu, 08 April 2017

“menurut gue, ngerokok itu enak-enak aja sih, tergantung mulut masing-masing.”

“harga vape itu varian, ada yang 1 jutaan lebih, ada juga yang 2 jutaan, tergantung kualitas”.

“biasanya sih gue nngevape rasa bubble gum, rasanya enak bagi gue”

“gue ngevape sama anak tongkrongan gue, tapi kalo beli isian vape di deket sagaju.”

(9)

Teman kami mewawancarai salah satu siswa SMA KASATRYA yang Mengkonsumsi Rokok Elektrik.

Pewawancara : Penta pratita dan Tasya kusumaningtyas

Narasumbernya berinisial DFS.

Hari,Tanggal : Selasa, 04 April 2017

DFS:”Gue suka ngeVape sejak SMP (Sekolah Menengah Pertama), Vapping itu ya ngerokok elektrik, itu rasanya macem-macem, ada pisang, bubble gum gitu, dan menurut gue, enakan vape dari pada rokok. Beberapa orang juga kalo ngerokok ada yang buat pelarian.”

Hari,Tanggal : Rabu, 05 April 2017

DFS:” Gue ngeVape mah Rasa apa aja, tergantung Mood gue.”. “gue ngeVape Cuma buat seneng-seneng, vapping mah sama aja kayak ngerokok Cuma bedanya vape itu asepnya lebih banyak.

Hari, Tanggal : kamis 06 April 2017 DFS :”Biasanya sih gue ngevape bareng anak tongkrongan gue dari satu sekolah atau sekolah lain.”

Teman kami juga mewawancarai salah satu siswa yang merokok di lingkungan sekolah. Yang berasal dari kelas 11 ips 2.

Pewawancara : Siti Romelah, Amanda

Hari,Tanggal : Kamis, 06 April 2017

NH :” Gue biasanya ngerokok Filter ti”.

(10)

NH :”gue ngerokok gak nyampe satu bungkus, terus juga gak nyampe 5 batang sehari”.

Hari,Tanggal :’’ Jumat, 07 April 2017

NH :”tapi gue gak pernah bawa rokok ke sekolah”. Awalnya si Cuma ikut-ikutan temen, tapi lama kelamaan jadi kecanduan ampe sekarang.”

NH: ” biasanye sih kalo ngerokok bisa bikin rileks, gue juga beli rokok pake uang gue sendiri.”

BAB II

A.Kajian Teori

dari yang awalnya hanya mencoba, lama-kelamaan menjadi “kecanduan merokok”.Bagi mereka, merokok adalah hal yang wajar. Sepertinya, “merokok”

(11)

menjadi berwarna kuning pekat (fakta, karena hasil penglihatan kami secara langsung pada Narasumber, Disekitar bola matanya berwarna kuning karena ia merokok, sera giginya berubah menjadi warna kuning pekat).

2. Bibir yang tadinya berwarna merah muda, lama-kelamaan menjadi warna hitam. Namun, ada juga yang hanya di pinggiran bibir atas ataupun bawahnya saja yang berubah warna menjadi kehitaman. (fakta, karena teman kami yang “perokok” memiliki ciri seperti ini). 3. Sering mengantuk dan tertidur di kelas ( Fakta,karena teman kami yang “perokok’’

memiliki ciri seperti ini.)

4. Gusi berubah menjadi hitam. (fakta, karena teman kami yang “perokok” memiliki gusi yang menghitam).

5. Mudah marah , cepat tersinggung, gelisah, serta sulit untuk memecahkan suatu masalah dengan pemikiran yang tepat dan kepala dingin. (fakta lapangan. Karena salah satu teman kami yang “perokok” memiliki sifat dan perilaku yang seperti ini).

B. HIPOTESIS

Menurut Dugaan kami, maraknya perokok di kalangan pelajar di sebabkan oleh pergaulan bebas yang tidak terkontrol dan di luar sepengetahuan orang tua. Dari pergaulan itulah para remaja mengikuti tren masa kini yang menjadi marak di kalangan pelajar. Bahkan ada yang beranggapan bahwa merokok itu adalah suatu hal yang lumrah dan wajar dilakukan. Bagi kebanyakan perokok di usia remaja banyak yang sudah mengetahui dampak merokok bagi tubuh ataupun psikologinya, tetapi mereka tetap mengkonsumsi rokok tanpa berniat untuk menghindarinya. Karena kebanyakan perokok yang awalnya hanya mencoba dan ikut-ikutan saja, akan menjadi kecanduan. Karena sering mengkonsumsi rokok dengan jumlah yang tidak bisa di perkirakan setiap harinya. Dugaan lain adalah, Para perokok di kalangan pelajar di jadikan sebuah “pelarian” karena banyaknya masalah yang di hadapi mereka.

BAB III

(12)

Jenis dan Pendakatan penelitian yang kita gunakan adalah dengan metode wawancara dan secara langsung dan melalui Via chat (Line, BBM dan WhatsApp). Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif analisis.

B.WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN

Waktu : 31 Maret – 21 April 2017 (Kurang lebih 3 minggu). Tempat : Disekolah dan diluar sekolah

BAB IV

A. HASIL PENELITIAN

Berdasarkan proses penelitian dan wawancara secara langsung maupun Via chat, kami menemukan hasil dari penelitian yang kami lakukan. Yaitu :

 Teman kami yang merokok di lingkungan sekolah ataupun di luar lingkungan sekolah, termasuk adalah perokok aktif.

 Mereka awalnya hanya mencoba saja, dan lama-kelamaan menjadi kecanduan.  Mereka kecanduan rokok karena sering menghisap ataupun mengkonsumsi Rokok

di setiap harinya.

 Teman kami yang merokok biasanya Merokok setelah pulang sekolah, tetapi ada juga beberapa yang berani merokok di lingkungan sekolah tanpa ketahuan oleh guru kesiswaan ataupun guru yang lainnya.

 Teman kami yang merokok, bukan hanya sekedar merokok batangan, tetapi juga ada yang vapping dan shisa.

(13)

BAB V

A. KESIMPULAN

Kami melakukan sebuah penelitian yang berjudul “maraknya perokok (murid) di lingkungan sekolah SMA KSATRYA”, berdasarkan penelitian yang kami lakukan dapat di simpulkan bahwa perokok bukan hanya di kalangan orang dewasa, tetapi anak remaja yang masih berstatus “pelajar” juga bisa menjadi prokok dan kecanduan. Mereka awalnya hanya mencoba karena penasaran, tetapi lama-kelamaan mereka menjadi kecanduan karena terbiasa merokok. Dan adanya dorongan dari dalam diri untuk mencoba ataupun karena pergaulan sekitar.

B. SARAN

Sebaiknya pihak sekolah lebih ketat dalam mengawasi para muridnya dan selalu memberikan penyuluhan terhadap para murid agar murid tau bahaya merokok dan memberitahukan tentang adanya undang-undang yang melarang adanya rokok di

lingkungan sekolah dan adanya peningkatan kesadaran dalam diri siswa atau murid yang merokok tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Enha Dedy. MAKALAH PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA . diakses pada pukul 10.00 Thursday, 8 March 2012

Referensi

Dokumen terkait

Untuk download soal dan pembahasan UN dan SBMPTN silakan kunjungi blog www.m4th-lab.net dan jangan lupa ikuti beberapa media sosial m4th-lab sebagai berikut untuk

Menurut hemat penulis salah satu pemecahan dalam mengatasi permasalahan penegakan hukum terhadap penyalahgunaan narkotika khusus di Kota Jambi, dengan cara

[r]

Elastisitas peningkatan Indeks Pembangunan Manusia sehubungan dengan kenaikan pendidikan adalah sebesar 0,213, apabila pendidikan turun 1 persen, maka secara rata-rata

Nama Paket Pekerjaan : Peningkatan Jalan Dusun II Desa Beji Mulyo Dengan Aspal

[r]

(2) Inovasi madrasah melalui pengembangan bakat dan minat siswa dilakukan dengan menerapkan program-program yang dikelola dengan baik mengacu pada fungsi

Kehadiran Islam di dunia Melayu merupakan babakan baru bagi kehidupan orang Melayu, karena sebelum datangnya Islam, orang Melayu hidup dalam dunia yang penuh mitos dan mistis.. Islam