• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KELAYAKAN BISNIS Untuk Ukm

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STUDI KELAYAKAN BISNIS Untuk Ukm"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

Dosen : Abdul Rochim, SE.,M.Si.

Oleh

NAMA : SITI NUR FA’IZAH NIM : 1162097

PRODI : AKUNTANSI REGULER A2

STIE PGRI DEWANTARA JOMBANG

(2)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Sekarang ini setiap orang dituntut untuk memiliki keahlian, ketrampilan dan juga kreatifitas sebagai nilai jual lebih pada dirinya, untuk mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Apalagi sekarang ini dunia bisnis sudah menggunakan alat-alat teknologi dan informasi teknologi untuk memudahkan akses dan juga operasi usahanya.

Contohnya seperti sekarang ini usaha manufaktur yang dulunya masih menggunakan cara tradisional yakni masih menggunakan sebagian besar tenaga manusia dan sekarang sudah tergantikan oleh mesin-mesin yang canggih dengan kemampuan memproduksi berkali-kali lipat daripada menggunakan tenaga manusia. Dengan adanya pergeseran budaya dari menggunakan tenaga manusia menjadi tenaga mesin seperti sekarang ini membuat orang-orang yang tidak memiliki keahlian, keterampilan dan juga kreatifitas sebagai nilai jualnya akan tersingkir.

Bertambah tingginya angka pengangguran di Indonesia selain karena kualitas sumber daya manusianya yang rendah juga disebabkan lebih sedikitnya jumlah lapangan pekerjaan dibandingkan jumlah tenaga kerja yang ada. Di Indonesia sudah banyak berdiri universitas-universitas yang dapat menghasilkan sumber daya manusia yang siap untuk terjun ke dunia kerja. Dengan jumlah universitas yang ada saat ini calon-calon tenaga kerja yang dihasilkan sangat banyak sedangkan pertumbuhan lapangan pekerjaan tidak sebanding. Ditambah lagi harus bersaing dengan calon-calon tenaga kerja dengan kualitas yang berbeda.

(3)

Menurut saya usaha penjualan benda-benda yang dijadikan kado dan aksesoris ini merupakan peluang usaha yang menarik dikembangkan. Hal ini dikarenakan tingginya minat konsumen di beberapa daerah Jombang untuk menjadikan benda-benda sebagai kado misalnya: dompet, boneka, tas, gelang dan lain-lain ataupun juga aksesoris yang dapat membuat penampilan semakin terlihat trendy seperti bros kedurung, bando, kacamata, anting-anting dan lain sebagainya. Walaupun usaha ini cukup banyak ditemui di daerah Jombang seperti : toko serba seribu, an-naja, toko sarjana dan lain-lainnya. Namun toko-toko penjualan kado masih jarang ditemui di beberapa daerah jombang seperti Blimbing, Cukir, Diwek dan sekitarnya.

1.2. IDENTIFIKASI MASALAH

Apakah usaha aksesoris ini layak untuk dijalankan dilihat dari semua aspek yaitu aspek pasar dan pemasaran; aspek teknis dan teknologi; aspek manajemen; aspek sumber daya manusia; aspek ekonomi, sosial dan politik; aspek yuridis dan aspek lingkungan hidup ?

1.3. TUJUAN

Studi ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah usaha aksesoris ini layak untuk dijalankan dilihat dari segala aspek-aspek yaitu aspek pasar dan pemasaran; aspek teknis dan teknologi; aspek manajemen; aspek sumber daya manusia; aspek ekonomi, sosial dan politik; aspek yuridis dan aspek lingkungan hidup, dan selain itu juga untuk dapat menambah pendapatan saya sebagai mahasiswa dan agar dapat tercipta rasa mandiri.

1.4. MANFAAT

(4)

1.5. IKHTISAR LAPORAN

Penelitian ini saya lakukan di beberapa toko penjualan aksesoris dan kado yang ada di daerah Jombang. Pada siang dan sore harinya toko-toko tersebut ramai dikunjungi, tidak hanya kalangan pelajar dan mahasiswa saja tetapi kalangan masyarakat umum juga dan dari beberapa orang yang sempat saya tanyai berpendapat bahwa toko tersebut menjual benda-benda yang harganya relatif tinggi yang lebih ditujukan pada masyarakat kalangan menengah ke atas sehingga pelajar dan mahasiswa yang memiliki keterbatasan dana tidak cukup mampu untuk membelinya.

 Resume dari hasil penelitian

(5)

BAB II

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

2.1 Bentuk Pasar

Untuk memasarkan produk, maka telah ditentukan tujuan pasar mana yang akan saya masuki, dalam hal ini ada 2 bentuk pasar, yaitu:

1) Pasar produsen yang dipilih adalah Pasar Persaingan Sempurna, karena usaha aksesoris ini dapat dijalankan oleh berbagai pihak selagi mereka mampu.

2) Pasar konsumen yang dipilih adalah Pasar Konsumen dan Pasar Reseller, karena produk ini selain dibeli untuk digunakan pribadi juga dapat dibeli untuk dijual kembali.

2.2 Mengukur dan Meramal Permintaan

Asumsi-asumsi :

Jumlah toko aksesoris di Tebuireng (dalam gang) = 5 toko Jumlah toko aksesoris di Cukir (dalam pasar) = 5 toko Jumlah pembeli tiap-tiap toko/hari = ± 5 orang

Jumlah pembeli di pasar = 50org x 30hr x 12bln =18.000org Harga rata-rata = Rp 50.000

Jumlah yang dibeli oleh rata-rata pembeli/tahun = 360 buah

Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui berapa total permintaan pasar selama satu tahun, dengan menggunakan rumus :

Q = n x p x q

Q = 18.000org x Rp50.000 x 360 buah Q = Rp 324.000.000.000

2.3 Meramal Permintaan Mendatang

(6)

2.4 Segmentasi, Target dan Posisi di Pasar

a) Segmentasi

Berdasarkan wilayah pemasaran, sikap dan kemampuan konsumen, yang akan menjadi segmen pemasaran produk ini adalah masyarakat yang ada di Cukir-Tebuireng karena saya lihat untuk lokasinya yang sangat strategis dan keramaian masyarakatnya, hal ini dikarenakan banyaknya pelajar-pelajar disekitaran cukir tebuireng dan peziarah makam gusdur yang sekarang ini daerah Tebuireng sudah menjadi objek wisata religi, jadi saya simpulkan bahwa lokasi ini sangat cocok untuk direncanakan usaha aksesoris dan kado.

b) Target

Setelah menentukan segmentasi pasar, maka yang akan dijadikan target pemasaran produk ini adalah pria dan wanita yang tinggal di Tebuireng. Produk ini banyak diminati oleh masyarakat baik yang

Dilihat dari keunggulan yang dimiliki produk ini, seperti bahan baku yang berkualitas baik, desainnya yang unik, differensiasi produk pada satu jenis, keberagaman produk yang dihasilkan dan proses produksi yang baik, serta dapat mengikuti selera konsumen, maka posisi produk ini adalah produk yang berkualitas tinggi dan akan disukai oleh target pemasaran produk ini.

2.5 Sikap, Perilaku dan Kepuasan Konsumen

(7)

2.6 Analisis Persaingan

Analisis persaingan ini dilakukan dengan analisis SWOT, yaitu sebagai berikut :

Strength

 Memiliki kreativitas yang tinggi, penuh inovasi dan terampil

 Memiliki teknologi yang handal secara kuantitas dan kualitas

 Lokasi berada pada tempat yang strategis

 Layanan yang ramah dan memuaskan

Weak

 Karena usaha ini sudah banyak di daerah Tebuireng (dalam pasar, maka jumlah pesaing menjadi banyak)

Oportunity

 Potensi cukup besar karena masyarakat Tebuireng menyukai produk ini, dan produk ini juga didesain sesuai dengan selera dan berkualitas.

 Semakin tingginya animo para remaja dan dewasa akan aksesoris yang mereka pakai dalam berpenampilan.

Threat

 Menurunnya daya beli masyarakat

 Munculnya pesaing modal yang kuat

 Munculnya pesaing dengan kualitas yang lebih baik sesuai keinginan pasar

2.7 Bauran Pemasaran

a) Faktor Harga

Harga yang di tawarkan sangat beragam, tergantung dengan produk apa yang dihasilkan dan itupun juga akan memperhitungkan desain yang ada. Kami membuka penawaran dengan harga terendah yaitu sebesar Rp. 2000,- dan harga tertinggi bersaing.

b) Faktor Produk

(8)

c) Faktor Promosi

Untuk memudahkan pelaksanaan penjualan, akan dilakukan usaha promosi. Upaya yang dilakukan untuk strategi pengiklanan ini dengan pembuatan brosur/pamflet dan yang akan disebarkan ke sekolah-sekolah, kampus-kampus dan tempat-tempat bimbingan belajar dan juga via internet. Strategi public relation penting untuk meningkatkan ketertarikan konsumen. Kegiatan yang berhubungan dengan public relation ini adalah keikutsertaan dalam even-even lokal seperti pameran kebudayaan. Berikut program periklanan yang direncanakan secara terperinci:

 Pada tahun pertama promosi akan dilakukan sangat gencar, yaitu dengan menyebarkan poster, pamflet, dan brosur di daerah Tebuireng dan via internet.

 Grand opening yang akan dilaksanakan pada saat peresmian usaha ini, akan diberikan harga promosi untuk menarik pelanggan agar tetap berlangganan dengan produk ini.

 Pada tahun-tahun berikutnya, promosi yang dilakukan tidak jauh berbeda dari tahun pertama. Hanya kuantitasnya saja yang dikurangi.

d) Faktor Tempat

(9)

BAB III

ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI

3.1 Pemilihan dan Perencanaan Produk

Untuk menghasilkan aksesoris yang unik dan berkualitas diperlukan bahan baku dengan kualitas yang baik pula dan juga kreativitas dan inovasi yang tinggi dari tenaga kerjanya. Aksesoris yang dihasilkan atau diproduksi sendiri berupa dompet gelang, tas sandang, gantungan hp, dompet hp, bantal kursi tamu, boneka, tirai manik-manik dan lainnya. Dan aksesoris lainnya juga akan dibeli dari luar kota seperti Surabaya, Mojokerto, Pasuruan. Untuk proses pembuatan dompet atau tas dilakukan dengan beberapa tahap. Pertama-tama potong pola pada busa, bahan kain dan puring sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Kemudian jahit resleting pada bagian puring untuk membuat saku tas atau dompet. Setelah itu jahit bahan kain yang telah dibuat polanya dengan dilapisi busa dan puring. Setelah itu jahit tas atau dompet pada kedua sisi dan jahit resleting pada sisi bagian atas. Setelah berbentuk dompet pada bagian dalam ujung kain disirsak agar benang tidak lepas. Untuk sentuhan akhir diberi hiasan sesuai selera.

3.2 Rencana Kapasitas Produksi

Produksi aksesoris diperkirakan rata-rata 40-50 unit untuk tiap model per harinya. Jumlah tersebut akan disesuaikan dengan persediaan barang yang ada, jika minat masyarakat pada suatu model tertentu sangat tinggi maka akan diproduksi lebih banyak dari biasanya. Selain itu juga disesuaikan dengan tingkat kerumitan pembuatan barang tersebut. Untuk barang yang mempunyai tingkat kerumitan cukup tinggi, proses pembuatannya pun akan membutuhkan waktu yang lebih lama.

3.3 Manajemen Persediaan

(10)

trend yang ada di masyarakat dan jenis barang yang paling digemari para konsumen pada saat itu.

3.4 Rencana Operasional dalam Hal Jumlah Produksi

Dalam usaha ini, akan dipekerjakan 12 orang selaku pegawai operasional, jumlah tersebut termasuk pemilik usaha. Setiap hari ada 6 orang akan bekerja sebagai tenaga produksi aksesoris dan 2 orang sebagai tenaga pemasaran/penjaga toko usaha ini. Apabila departemen pembelian tidak ada bahan atau barang yang harus dibeli maka tenaga kerja yang menganggur akan difungsikan sebagai tenaga produksi. Untuk Jam kerja seluruh pegawai/karyawan dimulai dari jam 08.00 sampai 18.00, sedangkan untuk jam buka toko adaah jam 10.00 sampai jam 20.00.

3.5 Rencana Pengendalian Persediaan, Bahan Baku dan Barang Jadi

Untuk pembuatan produk akan selalu inovatif dan mengikuti perkembangan trend. Setiap pengambilan persediaan aksesoris dari gudang harus disertai tanda bukti pengambilan yang sudah disetujui oleh pemilik atau karyawan tertentu yang sudah diberi wewenang yang akan diperiksa oleh pemilik tiap harinya. Untuk penentuan jenis dan jumlah barang yang akan diproduksi ditentukan oleh pemilik. Untuk pengendalian barang jadi, setiap ada barang yang sudah selesai di buat harus dicatat untuk menghindari pencurian yang mungkin dilakukan oleh karyawan. Selain itu, harus dilakukan penghitungan secara berkala agar jumlah yang diproduksi sesuai dengan yang diestimasikan sebelumnya.

3.6 Resiko Persaingan

Pesaing mungkin saja meniru produk yang dibuat padahal produk yang kita ciptakan adalah produk eksklusif. Hal ini jelas akan merusak dan mengganggu penjualan dari toko aksesoris ini.

3.7 Pemilihan Teknologi

(11)

dokumen-dokumen serta data-data perusahaan. Sistem keamanan PC merupakan hal yang terpenting, mengingat banyaknya pembobolan data yang sangat merugikan.

3.8 Perencanaan Jumlah Produksi

Dengan pemilihan teknologi yang canggih di atas, yaitu menggunakan mesin jahit, mesin border, mesin sulam yang masing-masing telah menggunakan tenaga listrik, maka kapasitas produksi dapat dihasilkan 2 kali lipat atau bahkan lebih dari pada menggunakan kerajinan tangan atau mesin yang manual.

3.9 Perencanaan Tata Letak Ruangan

Tata letak ruangan pada suatu usaha sangat penting untuk direncanakan, sebab hal ini berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan yang nantinya akan berkaitan dengan pendapatan perusahaan. Untuk itu, pada usaha ini letak tempat produksi dengan gudang dan tempat pemasaran saling berdekatan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pengawasan terhadap karyawan yang sedang bekerja. Rencananya tempat produksi akan diletakkan di bagian paling belakang, kemudian gudang dan selanjutnya tempat pemasaran produk.

3.10 Pengawasan Kualitas

Agar kualitas produk tetap terjaga, maka hal yang paling penting dilakukan adalah pegawasan terhadap bahan baku yang seharusnya dilakukan oleh orang-orang yang telah dipercaya. Kemudian lakukan pengawasan terhadap proses produksi, apakah masih berjalan sebagaimana mestinya atau apakah ada sistem yang harus diperbaiki. Selain itu, pengawasan terhadap mesin juga perlu dilakukan supaya proses produksi tidak terhambat karena adanya mesin yang rusak dan harus diperbaiki.

(12)

BAB IV

ASPEK MANAJEMEN

4.1 Perencanaan (Planning)

Untuk perencanaan sudut pandang manajemen direncanakan untuk membuat iklan-iklan dan akan di promosikan dengan menyebarkan brosur/pamflet ke sekolah-sekolah, kampus-kampus dan tempat-tempat bimbingan belajar dan juga via internet. Semua usaha periklanan itu di maksudkan untuk dapat mencapai sasaran atau target yang diingikan.

Aspek manajemen pada bagian perencanaan dapat dikaji dari bentuk perencanaannya antara lain perencanaan jangka panjang yaitu agar produk ini dapat diterima oleh masyarakat sehingga dapat menembus pasar lokal, nasional bahkan internasional. Perencanaan jangka menengah yaitu terus meningkatkan kualitas, inovasi dan kreativitas. Perencanaan jangka pendek yaitu agar penjualan tahun ini dapat terus menerus meningkat sehingga memperoleh laba yang tinggi.

Rencana jangka pendek :

1. Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana kerja

2. Penataan administrasi kepegawaian, kearsipan, dan keuangan

3. Pelaksanaan program pemasaran dengan lebih intensif, misalnya melakukan promosi usaha.

4. Pemenuhan kebutuhan bahan baku untuk proses produksi

5. Mengisi posisi-posisi yang masih kosong dalam perusahaan dengan karyawan yang kompeten di bidangnya

6. Pelaksanaan produksi sesuai dengan rencana produksi yang telah disusun.

Rencana jangka menengah :

1. Mengembangkan perusahaan melalui pengembangan produk

2. Peningkatan integritas dan loyalitas karyawan

3. Pemantauan dan evaluasi proses dan hasil produksi

(13)

Rencana jangka panjang :

1. Merancang strategi untuk pengembangan pasar yang lebih luas

2. Pengembangan produk dengan inovasi lain sesuai perkembangan zaman

3. Peningkatan keuntungan/laba perusahaan

4. Peningkatan modal kerja melalui penarikan investor-investor baru

4.2 Pengorganisasian (Organizing)

Agar usaha ini dapat berjalan lancar dan dapat mencapai target-target yang telah ditetapkan maka perlu dibentuk sebuah organisasi di mana dalam organisasi ini terdiri dari 5 departemen, yaitu departemen keuangan, departemen produksi, departemen pembelian, departemen pemasaran dan departemen gudang. Dari pembagian departemen-departemen itu maka dapat ditentukan pembagian kerja di mana pada :

Departemen akuntansi melakukan pencatatan atas segala aktivitas aliran kas dan aliran persediaan.

Departemen produksi melakukan kegiatan produksi/ menghasilkan barang yang terdiri atas menjahit dan mendesain produk-produk.

Departemen pembelian melakukan kegiatan pembelian bahan baku serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan demi kelangsungan operasional.

Departemen pemasaran bertugas memasarkan produk baik yang dijual di toko, selain itu juga melakukan promosi ke masyarakat. Bentuk organisasi usaha ini adalah garis, karena bercirikan:

a) Jumlah karyawan relatif sedikit b) Organisasi relatif kecil

c) Karyawan saling mengenal secara akrab d) Spesialisasi kerja masih relatif rendah

(14)

Agar pembagian aktivitas kerja, hubungan fungsi dan aktivitas, serta tingkat spesialisasi aktivitas antar departemen terlihat jelas maka perlu disusun atau dibuat struktur organisasinya, yaitu sebagai berikut:

Keterangan : 1. Manager

Tugasnya mengontrol aktivitas perusahaan secara keseluruhan dan melakukan kerja sama dengan pihak-pihak berkepentingan. Dan untuk sementara ini bagian manajer juga merangkap jabatan sebagai kasir, karena bagian ini akan diduduki oleh pemilik usaha ini sendiri.

2. Departemen Akuntansi

Bertugas untuk mengkoordinasi kegiatan keuangan perusahaan dan pengawasan serta pencatatan atas kegiatan keuangan,

3. Departemen Produksi

Bertugas mengkoordinasikan, memberi pengarahan dan pengawasan atas pelaksanan kegiatan produksi, kualitas dan pemeliharaan mesin serta peralatan produksi.

4. Departemen Pembelian

Bertugas melakukan pembelian bahan baku untuk diproduksi dan juga persediaan untuk dijual.

5. Departemen Pemasaran/penjaga toko

Tugasnya adalah menetapkan strategi pemasaran untuk mencapai penjualan yang lebih banyak, ramah kepada pembeli.

6. Departemen Gudang

Bertugas untuk menyimpan barang jadi untuk siap jual dan persediaan bahan baku. Dan juga mencatat mutasi kuantitas persediaan.

MANAJER

(15)

BAB V

ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA

5.1 Kepemilikan

Bisnis atau usaha aksesoris dan kado yang akan didirikan ini adalah atas inisiatif sendiri. Sehingga kepemilikikan usaha tersebut merupakan kepemilikan milik pribadi atau perseorangan. Sehingga usaha ini dijalankan dengan kepemimpinan sendiri. Dengan mempertimbangan dari segi keuntungan dan kerugian dalam mendirikan suatu usaha baru tersebut, kemudian diputuskan usaha yang didirikan tersebut adalah sebuah toko yang menjual segala macam aksesoris, baik untuk anak kecil, remaja maupun untuk orang dewasa. Untuk usaha ini barang-barang aksesoris dibuat sendiri oleh perusahaan dan bahan produksinya membeli dari dalam dan luar kota.

5.2 Perencanaan Sumber Daya Manusia

Perencanaan yang akan di tetapkan adalah perencanaan top-down di mana penentuan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang akan direkrut telah disesuaikan dengan rencana yang menyeluruh dari perusahaan baik untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Selain itu keputusan atas merekrut sumber daya manusia yang baru didasarkan atas keputusan bersama. Pada tahap awal ini, jumlah tenaga kerja yang di rencanakan adalah sebanyak 12 (duabelas) orang yang terdiri dari:

 Manajer : 1 orang

 Departemen Akuntansi : 1 orang

 Departemen Produksi : 6 orang

 Departemen Pembelian : 1 orang

 Departemen Pemasaran : 2 orang (penjaga toko)

 Departemen Gudang : 1 orang Jumlah tenaga kerja : 12 orang

(16)

5.3 Kompensasi

Pemberian kompensasi akan diberikan kepada setiap karyawan ketika mengalami peningkatan penjualan pada waktu-waktu tertentu. Dan besarnya kompensasi adalah sebesar 5% dari laba yang diperoleh.

5.4 Keselamatan kerja

Program keselamatan kerja sangat penting agar setiap karyawan dapat bekerja secara efektif dan efisien selain itu juga dapat meningkatkan produktivitas. Untuk itu program keselamatan kerja yang diberikan adalah memberi jatah waktu libur selama 1 hari kepada karyawan setiap minggunya. Sedang untuk kesehatan, akan diberikan tunjangan khusus yaitu apabila ada karyawan sakit, maka diberikan sejumlah uang sesuai dengan kondisi karyawan.

5.5 Koordinasi, Implementasi, Controlling

Koordinasi dilakukan oleh manajer maupun menyeluruh bersama-sama tentang tugas mereka masing-masing dan barang yang akan diproduksi. Koordinasi dilakukan setiap pagi sebelum toko buka yaitu pada pukul 08.00 WIB. Sebelum toko tutup pada pukul 21.00 manager melakukan evaluasi atas produk yang telah dibuat oleh karyawan dalam 1 hari penuh.

Setiap perencanaan atas suatu inovasi atau program baru akan dianalisis oleh manajer dari setiap aspek, setelah hasil analisis mengindikasikan bahwa inovasi tersebut layak untuk dilakukan maka inovasi tersebut akan diimplementasikan pada perusahaan.

Dalam tahap controlling ini dilakukan evaluasi kepada para karyawannya melalui produktifitas karyawan setiap minggunya dengan melihat berapa jumlah yang dapat diproduksi. Selain itu juga mengevaluasi kualitas produk yang diproduksi oleh karyawan agar produk yang diproduksi sesuai dengan kualitas yang diharapkan.

5.6 Kecepatan

(17)

5.7 Rekruitmen, Seleksi dan Orientasi

Usaha ini membutuhkan tenaga kerja yang terampil di bidang seni ketrampilan membuat produk-produk aksesoris. Tetapi tidak banyak orang yang memiliki ketrampilan di bidang ini. Maka dalam proses rekrutmen pegawai, kami akan memasang iklan lowongan pekerjaan di koran, dan juga akan menghubungi beberapa tempat kursus yang bergerak dalam bidang yang sama dengan dengan bisnis ini, untuk mencari pegawai dari anak didik mereka yang mungkin akan tertarik bekerja di tempat ini.

Selain ketrampilan memadai yang dibutuhkan untuk merekrut pegawai, kami juga membutuhkan orang-orang yang memiliki attitude yang baik seperti jujur, disiplin, bertanggung jawab, kemauan bekerja keras serta ramah dan sabar,

Setelah merekrut para pegawai, kami juga akan mengadakan calon pegawai dalam bentuk wawancara dan tes praktek langsung dalam membuat produk aksesoris. Dan bila dalam hasil seleksi tersebut dinyatakan bahwa lulus dalam wawancara tetapi belum mahir dalam membuat produk maka pegawai akan diberi pelatihan khusus terlebih dahulu kurang lebih 1 bulan dan sudah terikat kontrak untuk bekerja di tempat kami setelah pelatihan tersebut.

5.8 Pemberhentian

PHK akan dilakukan kepada karyawan apabila sering bolos kerja tanpa alasan yang jelas kepada owner, dalam melakukan tugasnya sering bermasalah dengan pelanggan, dan apabila dalam bekerja bermalas-malasan dan tidak melakukan pekerjaannya dengan semestinya.

5.9 Costs (Jumlah vs Kapabilitas)

(18)

10.200.000,-5.10 Pelatihan dan Pengembangan

Perusahaan ini melakukan pengembangan dan pelatihan terhadap karyawan guna meningkatkan kualitas produk yang akan dihasilkan. Pelatihan diperuntukkan kepada karyawan baru yaitu selama 1 bulan di bawah pengawasan pemilik. Sedangkan pengembangan diperuntukkan kepada karyawan yang telah bekerja guna meningkatkan keterampilan, daya kreatifitasnya sehingga dapat memproduksi barang-barang yang modelnya mengikuti perkembangan zaman.

5.12 Pola Gaji / Upah, Bonus, dan THR.

Gaji bersih yang akan diterima karyawan per bulan yaitu sebesar Rp.850.000, sedangkan uang bonus akan diberikan apabila ada karyawan yang memiliki inovasi-inovasi baru yang dapat bermanfaat untuk bisnis ini dan juga uang THR akan diberikan setiap menjelang lebaran yaitu sebesar 1 bulan gaji.

BAB VI

ASPEK EKONOMI, SOSIAL DAN POLITIK

6.1 Dampak Ekonomi

(19)

6.2 Dampak Sosial

Pendirian toko aksesoris dan kado yang direncanakan di Jalan Raya Cukir-Tebuireng ini akan memberikan produk kepada seluruh kalangan masyarakat baik dari anak-anak sampai orang dewasa. Dengan adanya rencana pendirian toko aksesoris dan kado ini akan membuka peluang untuk menyerap tenaga kerja langsung di sekitar lokasi pendirian usaha bisnis ini. Selain itu juga meningkatkan kreativitas anak muda baik di sekitar lingkungan bisnis maupun di luar lingkungan bisnis. Hal ini juga membantu program pemerintah dalam menanggulangi masalah keterbatasan lapangan pekerjaan dan masalah mengenai keternagakerjaan serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Pendirian toko aksesoris dan kado ini akan membawa perubahan tingkat pengetahuan dan perilaku kehidupan, baik bagi karyawan itu sendiri maupun bagi masyarakat sekitar lokasi. Perubahan bagi karyawan dapat dilihat melalui kelincahan/kemahiran karyawan dalam mengelola bisnis, mengoperasikan peralatan yang ada serta dapat menyalurkan kreativitas dari masing-masing karyawan. Dengan adanya bisnis ini kemahiran penggunaan alat-alat untuk membuat aksesoris dan kado oleh karyawan diharapkan bertambah sehingga secara langsung dan tidak langsung, jasa ini dapat ikut serta dalam usaha meningkatkan keterampilan masyarakat.

BAB VII ASPEK YURIDIS

(20)

BAB VIII

ASPEK LINGKUNGAN HIDUP

Pendirian toko aksesoris dan kado di Jalan Raya Cukir-Tebuireng sesuai dengan alternatif terbaik menurut analisis lokasi saya yang nantinya baik secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi dijalankan adalah pengembangan yang ramah lingkungan. Berdasarkan kebijakan tersebut, setiap kegiatan bisnis berkewajiban melaksanakan upaya menyeimbangkan dan melestarikan sumber daya alam serta mencegah timbulnya kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup sebagai akibat dari kegiatan bisnis ini.

(21)

BAB IX ASPEK FINANSIAL

9.1 Rencana Keuangan

Rencana keuangan mencakup seluruh masalah keuangan perusahaan, baik pendapatan maupun biaya-biaya mulai dari investasi awal sampai dengan rencana pendapatan ke depan. Pada rencana keuangan ini direncanakan untuk satu tahun ke depan.

9.2 Rencana Kebutuhan Keuangan

(22)

TABEL 1.1 INVESTASI AWAL

No

Nama Item

1Mesin Jahit listrik

2Mesin Bordir

(23)

MODAL KERJA

No

Nama Item

1Benang jahit

2Pita Kado

TABEL 1.3

(24)

No

Unit

Uraian

/bulan /tahun

1 25 300

Dompet

(25)

No

Unit

Uraian

/bulan /tahun

5 50 300

Bros manik-manik

(26)

TABEL 1.4

HARGA POKOK PENJUALAN

NO ITEM

1Dompet

25 300

2Bantal busa

22 264

UNIT/

(27)

TABEL 1.5

PROYEKSI PENJUALAN SELAMA 5 TAHUN KEDEPAN

BULAN

TAHUN

KE-1

(28)

TABEL 1.6

PROYEKSI LAPORAN LABA RUGI DEWANTARA ACCESORIES

UNTUK PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2014

PENJUALAN

HPP :

(29)

TABEL 1.7

PROYEKSI LAPORAN LABA RUGI DEWANTARA ACCESORIES

UNTUK PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2015

PENJUALAN

HPP :

(30)

TABEL 1.8

PROYEKSI LAPORAN LABA RUGI DEWANTARA ACCESORIES

UNTUK PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2016

PENJUALAN

HPP :

(31)

TABEL 1.9

PROYEKSI LAPORAN LABA RUGI DEWANTARA ACCESORIES

UNTUK PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2017

PENJUALAN

HPP :

(32)

TABEL 1.10

PROYEKSI LAPORAN LABA RUGI DEWANTARA ACCESORIES

UNTUK PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2018

PENJUALAN

HPP :

(33)

TABEL 1.11

PENYUSUTAN AKTIVA TETAP PER TAHUN

NO

NAMA BARANG

(34)

TABEL 1.12

PROYEKSI ALUR KAS 5 TAHUN DEWANTARA ACCESORIES

KETERANGAN

TAHUN KE

(35)

DISCOUNTED PAYBACK PERIOD

TAHUN

CF

0

Rp 64,448,400

1

Rp 98,165,000

2

Rp 112,970,000

Dilihat dari DDP bahwa tingkat pengembalian investasi adalah kurang dari 1 tahun, maka dari sisi payback period-nya proyek dikatakan layak.

NET PRESENT VALUE (NPV)

NPV = Rp 469.462.991 – Rp 64.448.400 = Rp 405.014.591

(36)

Kesimpulan

Mengingat persaingan dengan usaha yang sejenis masih relative rendah khususnya di daerah Cukir-Tebuireng . Sebagian besar toko aksesoris terpusat di daerah kota Jombang maka masih terdapat pasar yang luas bagi toko sejenis untuk membuka usaha aksesoris ini.

Yang mana lokasi usaha ini direncanakan di salah satu daerah yang masih termasuk kota jombang yakni Jl. Raya Tebuireng Jombang (sekitar jalan Tebuireng). Hasil dari survei lokasi bahwa pada daerah sekitaran Jalan Raya Cukir-Tebuireng ternyata hanya ada 1 usaha Aksesoris dan kado ditepi jalan, padahal banyak sekali konsumen yang berminat pada barang-barang aksesoris dan kado. Dan berdasarkan survei, hanya ada beberapa toko yang menjual aksesoris di dalam pasar cukir dan di dalam gang desa.

Dana yang dibutuhkan untuk investasi bisnis ini masih tergolong relatif kecil namun menghasilkan cashflow yang sangat menarik. Walaupun menggunakan utang, jumlahnya tidak terlalu besar dan dapat dilunasi dalam jangka waktu kurang dari 1 tahun.

Usaha aksesoris ini tidak menimbulkan pencemaran lingkungan karena sisa-sisa bahan hasil produksi berupa sampah kering selain itu masih dapat digunakan.

Gambar

TABEL 1.1INVESTASI AWAL
TABEL 1.3HARGA POKOK PRODUKSI
TABEL 1.4HARGA POKOK PENJUALAN
TABEL 1.5PROYEKSI PENJUALAN SELAMA 5 TAHUN KEDEPAN
+3

Referensi

Dokumen terkait

persaingan diantara pengusahapun semakin ketat untuk itu mereka dituntut untuk bisa unggul dalam persaingan di industri batik Lasem dengan berbagai strategi dan pemanfaatan

Jadi pengertian studi kelayakan bisnis adalah penelitian yang menyangkut berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar dan pemasaran, aspek

Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa usaha Yoghurt Hade layak untuk dijalankan dilihat dari hasil analisis terhadap aspek hukum, aspek

Pokok Bahasan : Permintaan dan penawaran; Perilaku konsumen; Perilaku produsen; Struktur pasar; Produk nasional dan pendapatan nasional; uang, bank dan kebijakan moneter;

Studi kelayakan peroyek atau bisnis adalah penelitihan yang menyangkut berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis

Dengan adanya pihak ketiga yang bersifat netral dalam menyampaikan komplain konsumen kepada produsen, maka kredibilitas suatu perusahaan akan semakin terlihat

Diharapkan usaha home industry ini mampu menghasilkan banyak konsumen yang selalu terkait dengan usaha ini, konsumen bisa kembali lagi terus menerus sebagai wujud tujuan keberhasilan

Analisis kondisi pasar saat ini, meliputi ; • Perkembangan permintaan & penawaran produk • Perkembangan harga misal 3 thn terakhir • Karakteristik konsumen yg dituju baik