• Tidak ada hasil yang ditemukan

NERACA MASSA DAN NERACA PANAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "NERACA MASSA DAN NERACA PANAS"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

PERHITUNGAN NERACA MASSA

1. shredder (S-101) Kapasitas Produksi 74.000/ton

Kapasitas Bahan Baku 178.207 ton/tahun Masa Aktif Produksi 330 hari/tahun

Bahan Baku TKKS F1

Produk Bioetanol 99,5% Bahan

Waktu Operasi/tahun 330 hari baku

waktu operasi/hari 24 Jam

basis perhitungan 1 hari F2

Limbah TKKS kapasitas bahan baku (kg/jam) 22500.88 Neraca massa total

F1 = F1 + F2 =

asumsi bahan baku yang hilang pada shred F2 = 0,1% * 22500.88

Serbuk TKKS

-Jumlah 22500.88

komposisi kimia dari Tandan Kosong K

No komponen

1 Lignin

2 selulosa

3 hemiselulosa

(2)
(3)
(4)
(5)

2. Digester

H2O sebagai cairan pemasak yang digunakan adalah 5 kali F3 + F4 = F5

22500.88 kg/jam F3 = 22478.38 kg/jam

pada shredder sebesar 0,1 % F4 = 112391.9 kg/jam

sehingga laju alir masuk = F3 + F4 =

kg/jam F3 + F4 =

untuk mencari F5, maka digunakan persamaan F5 = F3 + F4

F5 = 134870.28 kg/jam

kg/jam aliran F3

Rumus laju komponen :

F No aliran = W no aliran komponen × F no aliran

F2 F3 selulosa : F3 selulosa = W3 selulosa

= 10452.45

22.50 22478.38

hemiselulosa : F3 hemiselulosa = W3 hemiselulosa

= 5821.90

ng Kelapa Sawit

komposisi (%) komposisi × bahan baku lignin : F3 lignin = W3 lignin

27.6 6207.14

=

6204.03

46.5 10457.68

25.9 5824.81

aliran F5

100 22489.63 komponen TKKS %komponen keluaran F5

selulosa 44.78

hemiselulosa 35.99

lignin 19.23

keluar (kg/jam)

(6)

Total 100 Laju massa komponen pada TKKS

selulosa : F5 selulosa = W5 selulosa × F3 10065.82

hemiselulosa : F5 hemiselulosa = W5 hemiselulosa 8089.97

cairan steam : Pulp

komponen masuk (kg/jam)

(7)
(8)
(9)

3. Tangki delignifikasi

F6

F5 F5

massa masuk aliran F5 pulp

selulosa :

5 kali berat bahan baku hemiselulosa :

lignin :

air :

total F5 pulp

22478.38 + 112391.90

134870.28 kg/jam Penambahan NaOH 10% dengan rasio solid liquid 1 : 5 operasi berlangsung 1 jam dengan suhu 100° C F6 = 5 × 22478.38 kg/jam = 112391.9 sehingga laju alir keluarnya :

F7 = F5 + F6

F7 = 247262.18 kg/jam

× F3

kg/jam Neraca Massa komponen

Proses delignifikasi dapat menghilangkan lignin 68.86 × F3

kg/jam PULP

- lignin : F7 lignin = (F5 × W5 lignin) ×

× F3 = 2976.54

kg/jam

W5 lignin = F5 lignin/F5 0.032 W7 lignin = F7 lignin/F7

0.012

3 chip TKKS - Hemiselulosa :

kg/jam F7 × W7 hemiselulosa = F5 × W5 hemi + F6 × W6 hem

247262.18 × W7 hemi = 8089.97

W7 hemi = 0.033

AIR sehingga, F7 hemi = F7 × W7 hemi

kg/jam = 8089.97

W5 hemi = 0.06

- air :

F7 ×W7 air = F5 × W5 air + F6 × W6 air

(10)

W7 air = 0.455 sehingga, F7 air = F7 × W7 air

112391.90 kg/jam - larutan NaOH :

kg/jam F7 × W7 larutan NaOH = F6 × W6 Larutan NaOH

W7 larutan NaOH = 0.455

× F3 Sehingga, F7 Larutan NaOH = F7 × W7 NaOH

kg/jam 112391.9

- selulosa :

kg/jam W7 selulosa = 1-(W7 lignin + W7 hemi + W7 NaOH +

0.046

keluar (kg/jam) sehingga F7 selulosa = F7 × W7 Selulosa

F5 11411.874

F5 F6

Selulosa 10065.82

Hemiselulosa 8089.97

lignin 4322.59

10065.82 Air 112391.90

8089.97 Cairan pengencer

4322.59 larutan NaOH 10% 112391.9

112391.90 Pulp

134870.28 Selulosa

Hemiselulosa Air

larutan NaOH 10% Lindi hitam lignin

total 247262.18

Pulp

(11)
(12)
(13)

4. Rotary Filter F8

F7 F7

F10 aliran F7 pulp :

10065.82 kg/jam data didapat dari aliran F7 pulp

8089.97 kg/jam selulosa :

4322.59 kg/jam hemiselulosa :

112391.90 kg/jam lignin :

134870.28 kg/jam air :

larutan NaOH 10% :

1 : 5

neraca massa total pada rotary filter

kg/jam F7 + F8 = F9 +F10

Diketahui

- air pencuci yang dibutuhkan 2 kali berat holoselulosa sehingga air yang dibutuhkan

F7 Holo = F7 selulosa + F7 hemi

= 19501.84 kg/jam

8.86 % (derman,2018) F8 AIR = 2 × F7 holoselulosa

= 39003.69 kg/jam

Aliran F10

in) × 0.6886 - Hasil yang diinginkan dari rotary fiter yaitu selulosa dan

kg/jam dimana diasumsikan untuk komponen lain tetap terikut k

akan tetapi dalam presentasi yang sangat kecil - diasumsikan : - hemiselulosa yang terikut dalam pulp

- selulosa yang terikut pu - 5 % air terikut pada pu - lignin yang terikut pu - larutan NaOH yang t hemi

Jumlah massa komponen F10 :

(14)

- hemiselulosa : F10 hemi = 0.5 ×

(F7 × W7 hemi)

= 4044.98

- selulosa : F10 selulosa = 0.999 × (F7 × W7 selulosa)

= 11400.46

F10 = F10 air + F10 larutan NaOH + F10 lignin + F10 Hem

kg/jam 23071.72 kg/jam

Karena laju alir massa total F10 sudah diketahui, maka dap

OH + W7 Air fraksi masing - masing komponen

- air : W10 air = F10 air/ F10 = 0.328

- Larutan NaOH : W10 larutan NaOH = F10 Lar.NaOH /

keluar (kg/jam) =

F7 - Lignin : W10 lignin = F10 lignin / F10

= 0.000013

- Hemiselulosa : W10 hemiselulosa = F10 hemi / F10 = - selulosa : W10 selulosa = F10 selulosa / F10

= F7 + F8 = F9 + F10

F9 = F7 + F8 - F10

11411.87 263194.15 kg/jam

8089.97

112391.90 Aliran F9 :

112391.90 Neraca massa komponen :

- Air : W9 lignin = 0.0113

- F9 lignin = F9 × W9 lignin 2976.24 kg/jam - Larutan NaOH :

(15)

- F9 Lar.NaOH = F9 × W9 Lar.NaOH 112335.70 kg/jam - Hemiselulosa :

(F9 × W9 hemiselulosa) = (F7 × W7 hemi) - (F10 × W W9 selulsoa = 0.000043

- F9 selulosa = F9 × W9 selulosa

F9 selulosa = 11.41 kg/jam

F7 F8 F9

Selulosa 11411.87

Hemiselulosa 8089.97

lignin 2976.54

Air 112391.90

larutan NaOH 10% 112391.90

Air (H2O) 39003.69

Hemiselulosa 4044.98

Air 143825.81

larutan NaOH 10% 112335.70

Selulosa 11.41

larutan NaOH 10% Total

Pulp

286265.87 286265.87

Cairan Pencuci Lindi hitam

komponen masuk (kg/jam) keluar (kg/

(16)
(17)

5. Tangki Penampung

F11

F9 F10 F12

Massa masuk Aliran F10

Air : 7569.78

11411.87 kg/jam selulosa : 11400.46

8089.97 kg/jam hemiselulosa : 4044.98

2976.54 kg/jam Lignin : 0.298

112391.90 kg/jam Larutan NaOH : 56.20

112391.90 kg/jam 23071.72

247262.18 kg/jam

Neraca Massa F10 + F11 = F12

Air yang ditambahkan untuk pengenceran pulp adalah 20%

selulosa dari berat pulp pada aliran masuk

Air : F11 = 0.2 × F10 pulp

F11 = 4614.34 kg/jam sehingga, dapat dihitung keluaran F12 F12 = F10 + F11

F12 = 27686.06 kg/jam

losa dan hemiselulosa Massa keluar

terikut ke dalam pulp, neraca massa komponen

- Air : F12 × W12 air = (F11 × W11 air )+( F10 × W10 air)

pulp yaitu 50% W12 air = 0.440

erikut pulp yaitu 99.9 % - selulosa : F12 × W12 selulosa = ( F10 × W10 selulosa)

ada pulp W12 selulosa = 0.412

erikut pulp sebesar 0.01 % - hemiselulosa : F12 × W12 hemi = ( F10 × W10 hemi)

ang terikut dalam pulp 0.05% W12 hemi = 0.146

- Larutan NaOH : F12 × W12 NaOH = ( F10 × W10 NaOH) W12 NaOH = 0.00203 - Lignin = F12 × W12 lignin = ( F10 × W10 lignin)

kg/jam W12 Lignin = 0.0000108

× W7 lar.NaOH) untuk komponen larutan NaOH dan lignin terlarut dalam pulp kg/jam dengan konsentrasi yang sangat kecil ketika dilakukan pengenceran

dengan air sehingga diasumsikan komponen tersebut sudah tercampur kedalam komponen air sehingga dianggap tidak ada

(18)

Menghitung laju massa keluar

W7 hemi)

- Air : F12 air = F12 × (W12 lignin + W12 lar.NaOH + W12 air)

kg/jam = 12240.62 kg/jam

losa) holoselulosa : F12 holoselulosa = F12 × (W12 selulosa + W12 hemiselulo

= 15445.45

F10 Hemi + F10 selulosa keluar (kg/jam)

F10 F11 F12

i, maka dapat dihitung Selulosa 11400.46

Hemiselulosa 4044.98

lignin 0.30

Air 7569.78

larutan NaOH 10% 56.20

aOH / F10 Air pengencer

0.002 Air (H2O) 4614.34

air 12240.62

F10 holoselulosa 15445.45

0.175 Total 27686.06

0.494

(19)

× W10 hemi)

W10 selulosa)

F10

11400.46 4044.98 0.299 7569.78 56.20 65.87

(20)
(21)

6. Reaktor saccharafication and fermentation

kg/jam Massa Masuk

kg/jam aliran F12 :

kg/jam - Holoselulosa : F12 holoselulosa = 15445.45 kg/jam kg/jam Air : F12 air = 12240.62 kg/jam 27686.06 kg/jam aliran F13 enzim cellulast dan F14 enzim novozym

- pada proses hidrolisa digunakan cellulast 1.5 L dan novozym 188 - dosis enzim cellulast 15 FPU/gr biomassa

- dosis enzim novozym 15 IU/gr biomassa

- 1 FPU (filter paper unit) setara dengan 0.0016 kg - 1 IU (International unit) setara dengan 0.0000001 kg

- suhu hidrolisis 48°C, Ph sekitar 4.8 dan proses dilakukan selama 24 jam enzim cellulast yang dibutuhkan = 15 × 0.0016 × F12

664.47 kg/jam enzim novozym yang dibutuhkan = 15 × 0.0000001 × F12

0.042 kg/jam

Aliran F15 S.cerevisiae

- pada fermentasi digunakan khamir s.cerevisiae - kecepatan putaran pengaduk 150 rpm

- suhu fermentasi 32° C

- Proses tersebut dilakukan selama 24 jam

- S.cerevisiae yang dibutuhkan = 0.5 % total substrat

F15 cerevisiae = 138.43 kg/jam

aliran F16

- Nutrien ditambahkan untuk menjaga kebutuhan nutrisi S.Cerevisiae yaitu dengan menambahkan (NH4)2SO4

pur - Banyaknya (NH4)2SO4 yang dibutuhkan 0.4 % total substrat

(22)

aliran F17 - pengaturan Ph

untuk menurunkan Ph dari 7 menjadi 4.8, ditambahkan asam sulfat 95% iselulosa) dimana Ph yang dikehendaki reaktor adalah 4.8. Diketahui :

kg/jam ρ H2SO4 = 1.84 kg/ml BM H2SO4 = 98 g/mol persamaan reaksi

H2SO4 2H + SO4

Pada PH 7 H2SO4 ekuivalen dengan [H+] [H+] = 2 × 10^-7

m H2SO4 = [H+] × BM H2SO4 / ρ H2SO4 × massa pulp m H2SO4 = 0.29 kg/jam

Pada PH 4.8 H2SO4 ekuivalen dengan [H+] [H+] = 2 × 10^-7

m H2SO4 = [H+] × BM H2SO4 / ρ H2SO4 × massa pulp m H2SO4 = 46.74 kg/jam

H2SO4 yang harus ditambahkan = 46.45 kg/jam Massa keluar

F12 + F13 + F14 + F15 + F16 + F17 = F18 + F19 reaksi yang terjadi pada reaktor

C6H10O5 + H20 2C2H5OH + 2CO2 Aliran F18

Konversi selulosa sebesar 97 % membentuk etanol BM selulosa = 162 gr/kmol

menghitung laju reaksi

menghitung laju reaksi dan laju alir molar komponen menggunakan persamaan - persamaan pada reklaitis

N in Holoselulosa = Fin holoselulosa / BM

N in Holoselulosa = 95.34 kmol/jam N out holoselulosa = Nin holo - (Nin holo × X holo)

2.86 kmol/jam F out holoselulosa = N out holoselulosa × BM

F out holoselulosa = 463.36 kg/jam R holoselulosa = Nout holo - Nin holo

(23)

r holoselulosa = R holoselulosa / σ holoselulosa 92.48 kg/mol

keterangan :

BM : berat molekul komponen N : laju alir molar komponen F : laju alir massa komponen

R : laju pembentukkan molar komponen r : laju reaksi

menghitung laju alir massa komponen F out = Fin + σ × r × BM

CO2 : F18 CO2 = 0 + (2 × 92.48 × 44)

= 8138.42 kg/mol

air : F19 H2O = 10575.94 kg/jam etanoL : F19 etanol = 8508.34 kg/jam

enzim cellulast : F19 enzim cellulast = 664.47 kg/jam enzim novozym : F19 Novozym = 0.042 kg/jam S. cerevisiae : F19 cerevisiae = 138.43 kg/jam holoselulosa : F19 holo = 463.36 kg/jam

H2SO4 : F19 H2SO4 = 46.45 kg/jam

(NH4)2SO4 : F19 = 110.74 kg/jam

Total F19 20507.78 kg/jam

F12 F13 F14 F15 F16

Air 12240.62

(24)

CO2

(25)

7. Centrifuge

F19

F20 Massa masuk

aliran F19

Neraca massa komponen

- air :

- etanol :

- enzim celluclast :

- enzim novozym :

- S.cerevisiae :

- (NH4)2SO4 :

- H2SO4 :

- holoselulosa :

massa keluar F19 = F19 + F20 Diasumsikan :

- komponen akan terpisah cake (holoselulosa, celluclast, novozym, s. cerevisiae, (NH4)2SO4 sebesar 99.995 % dan terikut (air dan etanol sebesar 10%) pada unit ini.

- ampas akan keluar dari unit pada laju alir F20, sedangkan cairan akan melalui laju alir F21

Jumlah massa komponen F20

- holoselulosa : F20 holo = (F19 × W19 holoselulosa) × 0.99995 463.34 - enzim celluclast : F20 celluclast =

- enzim novozym : F20 novozym = - s.cerevisiae : F20 cerevisiae = - (NH4)2SO4 : F20 (NH4)2SO4 =

(26)

- AIR : F20 air = 1057.59

- ETANOL : F20 etanol = 850.83

F20 = 3331.85 kg/jam

- holoselulosa : W20 holo = (F20 holo / F20)

0.14 - enzim celluclast : W20 celluclast = (F20 celluclast / F20)

- enzim novozym : W20 novozym = (F20 novozym / F20) - s.cerevisiae : W20 cerevisiae = (F20 cerevisiae / F20)

0.042 aliran F21 cairan

- Air :

(F21 * W21 air) = (F19 * W19 air) - (F20 * W20 air)

W21 air = 0.55

F21 air = 9518.35 kg/jam

- etanol

(F21 * W21 etanol) = (F19 * W19 etanol) - (F20 * W20 etanol)

W21 etanol = 0.45 kg/jam

F21 etanol = F21 × W21 etanol 7657.51 kg/jam enzim selulase

(F21 * W21 selulase) = (F19 * W19 selulase) - (F20 * W20 selulase)

W21 selulase = 0.0000019

F21 selulase = 0.03 kg/mol

(27)

(F21 * W21 novozym) = (F19 * W19 novozym) - (F20 * W20 novo W21 novozym = 0.000000000121

F21 Novozym = 0.00000208 kg/jam

(NH4)2SO4

(F21 * W21 (NH4)2SO4) = (F19 * W19 (NH4)2SO4) - (F20 * W20 (

W21 novozym = 3.22E-07

F21 (NH4)2SO4 = 5.54E-03 kg/jam

s.cerevisiae

(F21 * W21 cerevisiae) = (F19 * W19 cerevisiae) - (F20 * W20 cerev W21 cerevisiae = 4.03E-07

F21 cerevisiae = 0.00692 kg/jam

H2SO4

(F21 * W21 H2SO4 ) = (F19 * W19 H2SO4) - (F20 * W20 H2SO4) W21 cerevisiae = 0.00000014 kg/jam

F21 H2SO4 = 0.0023

holoselulase

(F21 * W21 cerevisiae) = (F19 * W19 cerevisiae) - (F20 * W20 cerev W21 Holoselulase = 1.35E-06

F21 holoselulase = 0.023 kg/jam

masuk (kg/jam) F19

F17 F18 F19 etanol 8508.34

air 10575.94

(28)

8138.42 celluclast novozym s.cerevisiae (NH4)2SO4 H2SO4

total 20507.78

(29)

8. MENARA DISTILASI

0.042 kg/jam F23

138.43 kg/jam

110.74 kg/jam Massa masuk (aliran F21)

46.45 kg/jam - Air : 9518.35 kg/jam

463.36 kg/jam - etanol : 7657.51 kg/jam

20507.78 kg/jam 17175.86 kg/jam

massa keluar : F21 = F22 + F23

17175.86

zym, F22 = 17175.86 kg/jam - F23

Persamaan neraca massa komponen pada distilasi etanol :

kan cairan Xe.F21 = Xe.F22 + Xe. F23

7657.48 = 0.96*F22 + 0.04* F23 7657.48 = 0.96 (17175.86 - F23) + 0.04

7657.48 = 16488.822

-- 0.92 F23 = -8831.34

kg/jam F23 = 9599.29 kg/jam

664.43 kg/jam F22 = F21 - F23

= 7576.57 kg/jam

0.042 kg/jam

Aliran F23

138.42 kg/jam F 23 air = Xe 23 . F23

= 9215.32 kg/jam

110.74 kg/jam F23 etanol = Xe 23. F23

= 383.97 kg/jam

kg/jam Aliran F22

(30)

kg/jam = 303.06 kg/jam F22 Etanol = Xe 22. F22

kg/jam = 7273.51 kg/jam

Masuk (kg/jam)

F21 F22 F23

air 9518.35

0.20 etanol 7657.51

0.0000125 etanol 7273.51

air 303.06

etanol 383.97

air 9215.32

total 17175.86

untuk menentukan temperatur umpan masuk, tergantung dari kὶ = Ῥ*/ Ῥ

dimana : Ῥ* = tekanan uap murni komponen Ῥ = tekanan operasi total

distilasi dilakukan pada tekanan operasi 1 atm persamaan antoine, ditemukan harga tekanan penentuan dew point pada distilat

komponen A B C

Etanol 16.1952 3423.53 -55.7154

Air 16.5362 3985.44 -38.9974

(sumber : G.V Reklaitis, p.649) persamaan tekanan uap :

untuk etanol dan H2O : ln PA = A - B/T+C NERACA MASSA MOLAR PADA DISTILASI

N (kmol) xf N (kmol)

etanol 166.47 0.45 158.12

air 528.80 0.55 16.84

jumlah 695.26 1 174.96

lulase)

Mol = n / mr Mr H2O = 18 Mr C2H5OH = 46

F22 (distila komponen F21 (aliran masuk)

distilat :

bottom

17175.86

komponen keluar (kg/jam)

(31)

novozym) Temperatur dew point dilakukan dengan cara trial and error dan trial temperatur dew point =

tekanan = trial titik embun :

20 (NH4)2SO4) komponen

(32)
(33)

9. MOLECULAR SIEVE F22

F25

MASSA MASUK (aliran F22)

- etanol : 7273.51 kg/jam

- air : 303.06 kg/jam

7576.57 kg/jam etanol yang keluar dari kolom adsorpsi mencapai kemurnia 99.5 % pada aliran F25

Persamaan neraca massa total F24 + F25 = F22

ALIRAN F24 : asumsi :

- etanol yang terjerap 0%

- air yang terjerap 99.5 % dari kandungan air yang masuk massa komponen aliran F24

- etanol : 0%

+ 0.04 F23 - air : (F22 × W22 air) × 0.995

0.96*F23 + 0.04 F23 301.547486

ALIRAN F25

0.04 masuk (kg/jam)

F22 F24 F25

etanol 7273.51 0 7275.02

air 303.06 301.5475 1.51

7576.57 301.5475 7276.54

Komponen Keluar (kg/jam)

(34)

7578.08

produksi liter/jam = 7276.54 kg/jam = 9218.97 liter/jam 0.7893

produksi ton/jam = 9218.97 liter/jam × 24 jam/ 1 hari × 330 hari / 1 tahun 73014.26254 ton/jam

73000 ton/jam

tung dari harga k

atm. Berdasarkan

anan uap murni komponen

yi N (kmol) xi

0.96 8.35 0.04

0.04 511.96 0.96

1 520.31 1

(distilat) F23 (Bottom)

total

(35)
(36)
(37)
(38)

Referensi

Dokumen terkait

Reaksi terjadi di dalam reaktor dengan suhu 70 0 C pada tekanan 1 atm, dimana magnesium oksida akan bereaksi dengan asam sulfat sehingga menghasilkan magnesium

bahwa Prarancangan pabrik asam borat dari boraks dan asam sulfat layak untuk didirikan.. Kata kunci : Asam borat, asidifikasi , reaktor tangki alir berpengaduk,

1) Asam sulfat pekat sering ditambahkan ke dalam sampel untuk mempercepat terjadinya oksidasi. Asam sulfat pekat merupakan bahan pengoksidasi yang kuat. Meskipun

Karena di Belt Conveyor hanya mengalirkan sulfur ke Hopper dan tidak terjadi reaksi ataupun pengurangan dan penambahan maka komponen dan massa output Belt Conveyor

1) Asam sulfat pekat sering ditambahkan ke dalam sampel untuk mempercepat terjadinya oksidasi. Asam sulfat pekat merupakan bahan pengoksidasi yang kuat. Meskipun

Kondisi yang relatif baik untuk proses hidrolisis titanyl sulfat pada pembuatan titanium dioksida (TiO 2 ) dari mineral ilmenit dengan asam sulfat adalah pH 1.5 dan suhu reaksi 95

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan laju korosi baja Hardox 450 dalam medium asam sulfat (H 2 SO 4 ) 3% dan natrium sulfat (Na 2 SO 4 ) 3% yang ditambahkan dan tanpa

Tahap ketiga adalah hidrolisis yang bertujuan untuk menghilangkan sebagian gugus asetil dari selulosa trimester dan untuk menurunkan kombinasi ester sulfat asam dimana larutan