• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP PRODUKTIVIT. doc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP PRODUKTIVIT. doc"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA DI PT.

KARYA LOGAM AGUNG

DINDA ANUGRAH PERTIWI 015914736

E-mail : [email protected]

FAKULTAS MANAJEMEN

UNIVERSITAS TERBUKA

2014.1

Abstract : Fokus manajemen adalah sekumpulan manusia mengordinasikan kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan dengan menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi. Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan syarat suatu usaha agar mencapai hasil yang telah ditetapkan. Manajemen sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan memegang peran yang paling menentukan. Sebab kunci sukses suatu perusahaan bukan hanya pada keunggulan teknologi dan tersedianya dana saja. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompensasi terhadap produktivitas kerja di PT. Karya Logam Agung. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 60 karyawan PT. Karya Logam Agung. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kompensasi terhadap produktivitas kerja. Disarankan kepada Pimpinan PT. Karya Logam Agung untuk selalu memberikan kompensasi dengan peraturan yang berlaku, dan dapat memberikan kompensasi lebih untuk karyawan yang bekerja dengan baik agar selalu termotivasi. Selain itu atasan juga sebaiknya dapat memberikan pelatihan-pelatihan kepada karyawan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan agar produktivitas kerja semakin baik..

(2)

PENDAHULUAN

Perusahaan merupakan sebuah organisasi karena pengelolaannya dilaksanakan oleh beberapa atau banyak orang. Dalam sebuah perusahaan pasti ada pihak manajemen. Fungsi manajemen didalam sebuah perusahaan adalah untuk mengkoordinasikan dan mengintegrasi kegiatan-kegiatan kerja sehingga dapat dirampungkan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain (Robbins dan Coulter,2005, hal 1.5). Fokus dari manajemen adalah bagaimana sebuah organisasi dikelola dan bagaimana manajer membantu organisasi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan.

PT. Karya Logam Agung merupakan perusahaan yang didirikan pada 30 Maret 2005 bergerak di bidang usaha pabrikasi dan jasa instalasi Tower PLN, Tower Telekomunikasi, Tower Radio Telekomunikasi, Gardu Induk, dan Konstruksi Baja dengan kapasitas produksi 1800 Ton per Bulan. PT. Karya Logam Agung mempunyai visi menjadi perusahaan yang terbaik dalam industri pabrikasi menara baja (Steel Tower) dan konstruksi baja (Steel Construction) dan Misi menghasilkan produk berkualitas yang dapat memuaskan pelanggan. Oleh karena itu, dengan visi dan misi tersebut manajemen harus merekrut dan mengelola sumber daya manusia yang baik dan berkualitas dalam menjalankan kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut. Keberadaan sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, mengurus dan menggunakan SDM sehingga dapat berfungsi secara produktif, efektif, dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan (Rivai,2005,hal 1.4). Tenaga kerja memiliki potensi yang besar untuk menjalankan aktivitas perusahaan. Potensi setiap sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu memberikan produktivitas yang optimal. Kompensasi merupakan salah satu fungsi manajemen sumber daya manusia yang berkaitan dengan persoalan penghargaan yang diberikan kepada karyawan sebagai imbalan dan pelaksanaan tugas yang diberikan oleh perusahaan.

Pada umumnya setiap perusahaan mengharapkan setiap karyawan untuk meningkatkan produktivitas kerjanya. Perusahaan dapat melakukan berbagai cara yang dapat ditempuh salah satunya dengan pemberian kompensasi yang optimal kepada seluruh karyawan. Karyawan yang merasa senang dengan kompensasi yang diberikan, akan termotivasi dan menimbulkan loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan untuk meningkatkan produktivitas kerjanya sesuai tujuan perusahaan. Tujuan dan Manfaat penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa penting kompensasi mempengaruhi produktivitas kerja karyawan.

(3)

TINJAUAN PUSTAKA 1. Pengertian Kompensasi

Kompensasi merupakan salah satu fungsi manajemen sumber daya manusia yang berkaitan dengan persoalan penghargaan yang diberikan kepada karyawan sebagai imbalan dari pelaksanaan tugas yang diberikan oleh perusahaan.

Menurut Mondy (dalam Manajemen Sumber Daya Manusia,2008,hal 6.3) menjelaskan arti dari kompensasi sebagai total dari keseluruhan penghargaan yang diberikan kepada karyawan sebagai penukar atau ganti dari jasa-jasa mereka. Fungsi kompensasi adalah menciptakan sistem penghargaan yang adil, baik terhadap organisasi maupun karyawan.

Jenis-Jenis Kompensasi Meliputi : a. Kompensasi Finansial

1. Langsung, meliputi ( upah, gaji, komisi, bonus-bonus)

2. Tidak langsung, meliputi ( jaminan sosial, tunjangan hari raya, asuransi jiwa, program pensiun, perawatan kesehatan, tunjangan cuti)

b. Kompensasi Non Finansial

1. Pekerjaan, meliputi (variasi keahlian, identitas tugas, signifikan tugas, otonomi, umpan balik)

2. Lingkungan pekerjaan, meliputi ( kebijakan yang sehat, karyawan yang kompeten, kondisi kerja yang nyaman, waktu kerja yang fleksibel )

Tujuan Kompensasi

Tujuan keseluruhan dari pemberian kompensasi adalah untuk menarik, mempertahankan, dan memotivasi karyawan.

Menurut Hasibuan (dalam Penelitian Ilmu Manajemen Tinjauan Filosofis dan Praktis 2000,hal 121) tujuan pemberian kompensasi adalah sebagai berikut:

1. Ikatan kerja sama

Dengan pemberian kompensasi terjalinlah ikatan kerja sama formal antara pengusaha dengan karyawan. Karyawan harus mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik. Sedangkan pengusaha wajib membayar kompensasi sesuai dengan perjanjian yang disepakati.

2. Kepuasan kerja

Dengan balas jasa, karyawan akan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisik, status sosial, dan egoistiknya sehingga memperoleh kepuasan kerja dan jabatannya.

(4)

Jika program kompensasi ditetapkan cukup besar, pengadaan karyawan yang qualified untuk perusahaan akan lebih mudah.

4. Motivasi

Jika balas jasa yang diberikan cukup besar, manajemen akan lebih mudah memotivasi karyawannya untuk bekerja lebih baik.

5. Stabilitas karyawan

Dengan program kompensasi atas prinsip adil dan layak serta eksternal konsistensi yang kompetitif maka stabilitas karyawan lebih terjamin.

6. Disiplin

Dengan pemberian balas jasa yang cukup besar maka disiplin karyawan semakin baik. Mereka juga akan menyadari serta mentaati peraturan yang berlaku.

7. Pengaruh serikat buruh

Dengan program kompensasi yang baik, pengaruh serikat buruh dapat dihindarkan dan karyawan akan berkonsentrasi pada pekerjaannya.

8. Pengaruh pemerintah

Jika program kompensasi sesuai dengan undang-undang perburuhan yang berlaku (batas upah minimum). Maka intervensi pemerintah dapat dihindarkan.

Supaya tujuan tercapai dan memberikan kepuasan bagi semua pihak, hendaknya program kompensasi ditetapkan berdasarkan prinsip adil dan wajar menurut undang-undang perburuhan serta memperhatikan internal dan eksternal konsistensi. Pemberian kompensasi harus dapat menjawab pertanyaan apa yang mendorong seseorang bekerja dan mengapa ada orang yang bekerja keras, sedangkan orang lain bekerjanya sedang-sedang saja.

2. Pengertian Produktivitas Kerja

Setiap perusahaan selalu berusaha agar karyawan bisa berprestasi dalam bentuk memberikan produktivitas kerja yang maksimal. Produktivitas kerja karyawan bagi suatu perusahaan sangatlah penting sebagai alat pengukur keberhasilan dalam menjalankan usaha. Karena semakin tinggi produktivitas kerja karyawan dalam perusahaan, berarti laba perusahaan akan meningkat.

Hasil penelitian Paul Mali seperti yang dikutip oleh Sedarmayanti (2001:57, Melalui E-journal on-line) yang mengemukakan bahwa produktivitas adalah bagaimana menghasilkan atau meningkatkan hasil barang dan jasa setinggi mungkin dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien. Oleh karena itu produktivitas sering diartikan sebagai rasio antara keluaran dan masukan dalam satuan waktu tertentu.

(5)

Hasil penelitian Sedarmayanti (2001:72, Melalui E-journal on-line) faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas secara umum adalah:

a. Sikap mental, yaitu berupa: 1. Motivasi kerja

2. Disiplin kerja 3. Etika kerja

b. Pendidikan, pada umumnya orang memiliki pendidikan lebih tinggi akan mempunyai wawasan yang lebih luas yang berpengaruh terhadap produktivitas.

c. Keterampilan, apabila karyawan semakin terampil maka akan lebih mampu bekerja serta menggunakan fasilitas kerja dengan baik.

d. Manajemen, berkaitan dengan sistem yang diterapkan oleh pimpinan untuk memimpin serta mengendalikan staff karena manajemen yang tepat dapat menimbulkan semangat kerja yang tinggi pada karyawan.

e. Tingkat penghasilan, dapat menimbulkan konsentrasi kerja, menimbulkan semangat kerja, dan karyawan juga dapat memanfaatkan kemampuan yang dia miliki untuk meningkatkan produktivitas kerja

f. Gizi dan kesehatan, apabila hal ini dapat dipenuhi maka karyawan akan dapat bekerja lebih kuat dan lebih bersemangat.

g. Jaminan sosial, untuk meningkatkan pengabdian karyawan pada perusahaan.

h. Lingkungan dan iklim kerja, akan mendorong karyawan senang bekerja dan meningkatkan rasa tanggung jawab untuk melakukan pekerjaan dengan baik menuju kearah peningkatan produktivitas.

i. Sarana produktivitas, sarana yang digunakan harus yang baik agar dapat menunjang produktivitas kerja.

j. Teknologi, apabila teknologi yang digunakan tepat dan lebih maju, maka hasil yang dicapai akan tepat waktu dan lebih bermutu.

k. Kesempatan berprestasi, akan menimbulkan dorongan psikologis untuk meningkatkan dedikasi serta pemanfaatan potensi yang dimiliki.

Indikator Produktivitas Kerja di PT. Karya Logam Agung dapat diukur melalui penilaian sebagai berikut, yaitu :

(6)

b. Berdasarkan perilaku, yaitu penilaian perilaku-perilaku kayawan yang berkaitan dengan pekerjaan.

c. Berdasarkan kualitas pekerjaan, kuantitas pekerjaan, koordinasi, pengetahuan pekerjaan, keterampilan, kreativitas, semangat kerja, kepribadian, keramahan dan dapat dipercaya dalam menyelesaikan tugas.

METODOLOGI

Dalam melakukan penelitian ini peneliti menggunakan metode Deskriptif yaitu dengan melakukan studi kasus yang merupakan suatu metode yang bertujuan untuk mengamati aspek-aspek tertentu secara sistematik,faktual dan akurat. Penulis juga melakukan pengamatan secara langsung di PT. Karya Logam Agung yang beralamat di Jalan Utama Modern Industri Cikande-Serang. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Karya Logam Agung dan dilakukan penarikan sampel sebanyak 60 karyawan dengan menggunakan alat ukur kuesioner. Dimana data tersebut diolah, dianalisis, dan diproses lebih lanjut dengan dasar teori-teori yang telah dipelajari sehingga data tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan. Diharapkan dengan melakukan analisa deskriptif ini dapat memberikan gambaran yang jelas dan cukup detail, sehingga bisa bermanfaat untuk pihak lain dan juga manajemen.

HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1.1

Gambaran Karyawan PT. Karya Logam Agung berdasarkan Identitas Responden

(7)

4. Status Perkawinan

Sumber : Data diolah Maret 2014

Dari tabel 1.1 dapat disimpulkan bahwa terdapat responden berjenis kelamin laki-laki berjumlah 47 atau (78,3%), dan hanya ada (21,7%) responden yang berjenis kelamin perempuan. Hal ini dikarenakan pekerjaan di PT. Karya Logam Agung bergerak di bidang jasa konstruksi baja. Responden usia terbanyak antara 26-30 tahun sebanyak (46,7%), (30%) responden berusia 18-25 tahun dan hanya (23,3%) yang berusia >31 tahun. Responden yang sudah berstatus karyawan tetap sebanyak (75%), dan hanya (25%) yang belum berstatus karyawan tetap . Jumlah responden yang sudah menikah lebih banyak dari yang belum menikah yaitu 41 orang (68,3%), hal ini sesuai dengan kelompok usia karyawan yang masuk dalam usia produktif, sedangkan yang belum menikah berjumlah (31,7%). Adapun tingkat pendidikan paling banyak adalah SMA/sederajat sebanyak 47 orang (78,3%), hal ini dikarenakan untuk karyawan produksi yang dipersyaratkan minimal lulusan SMA/sederajat sedangkan 11,7% di dominasi oleh responden yang berpendidikan sarjana, dan hanya 10% yang berpendidikan D3.

Tabel 1.2

Rekapitulasi Tanggapan Responden Terhadap Variabel X ( Kompensasi)

No Pernyataan Jawaban Total

Ya Tidak Ragu-ragu

1. Anda dapat mengerjakan tugas

dengan baik bersama teamwork 36 18 6 60

Persentase 60% 30% 10% 100%

2. Pembagian kerja di perusahaan ini baik sehingga saya dapat

mengerjakan tugas dengan baik

48 5 7 60

Persentase 80% 8,3% 11,7% 100%

3. Gaji dapat memberikan dorongan

dan penyemangat kerja untuk anda 53 7 60

Persentase 88,3% 11,7% 100%

(8)

perusahaan sudah konsisten dengan

Persentase 30 % 53,3% 16,7 100%

6. Saya memperoleh kesenangan

dalam pekerjaan itu sendiri 27 21 12 60

Persentase 45% 35% 20% 100%

Jumlah 346.6% 168.3% 85,1%

Rata-Rata 57,77% 28,05% 14,18% 100%

Sumber: Data diolah Maret 2014

Kesimpulan berdasarkan tabel 1.2 yang menggambarkan variabel kompensasi (X), yaitu: 1. Dari responden yang dapat mengerjakan tugas dengan baik bersama team work , yaitu

(60%), sedangkan (30%) menjawab tidak dan sisanya (10%) menjawab ragu-ragu.

2. Sebagian besar responden mengakui bahwa pembagian kerja di PT. Karya Logam Agung baik sehingga mereka dapat mengerjakan tugas dengan baik, yaitu (80%), sedangkan yang menjawab ragu-ragu (11,7 %) dan (8,3%) menjawab tidak.

3. Dari responden yang setuju bahwa gaji dapat memberikan dorongan dan penyemangat kerja yaitu (88,3%) sedangkan yang menjawab tidak sebanyak (11,7%).

4. Sebanyak (43,3%) responden menjawab setuju kompensasi yang diberikan perusahaan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku sedangkan (41,7%) menjawab tidak dan (15%) menjawab ragu-ragu.

5. Sebagian besar responden menjawab tidak dengan pernyataan bahwa perusahaan memberikan kompensasi lebih apabila kinerja baik yaitu (53,3%), sedangkan yang menjawab ya sebesar (30%) dan ragu-ragu sebesar (16,7%).

6. Dari responden yang memperoleh kesenangan dengan pekerjaannya,yaitu (45%) dan yang tidak memperoleh kesenangan dengan pekerjaannya yaitu (35%) sedangkan (20%) menjawab ragu-ragu.

Tabel 1.3

Rekapitulasi Tanggapan Responden Terhadap Variabel Y ( Produktivitas Kerja)

No Pernyataan Jawaban Total

Ya Tidak Ragu-ragu

1. Perusahaan selalu memberikan

(9)

Persentase 36,7% 21,6% 41,7% 100% 2. Perusahaan selalu menanamkan

disiplin kerja pada diri karyawan untuk di taati

5. Saya merasa puas dengan prestasi dan hasil kerja yang telah saya capai selama ini

37 15 8 60

Persentase 61,7% 25% 13,3% 100%

6. Hasil kerja karyawan selalu

dinilai dengan teliti dan benar 45 10 5 60

Persentase 75% 16,7% 8,3% 100%

Jumlah 311,7% 201,6% 86,7%

Rata-Rata 51,95% 33.6% 14,45% 100%

Sumber: Data diolah Maret 2014

Berdasarkan tabel 1.3 yang menggambarkan variabel produktivitas kerja (Y) di PT. Karya Logam Agung dapat disimpulkan bahwa:

1. Sebanyak (41,7%) berpendapat ragu-ragu bahwa perusahaan selalu memberikan motivasi untuk karyawannya, (36,7%) berpendapat setuju sedangkan (21,6%) menjawab tidak. 2. Sebanyak (53,3%) responden berpendapat setuju bahwa perusahaan selalu menanamkan

disiplin kerja pada diri karyawan (41,7%) menjawab tidak, dan (5%) menjawab ragu-ragu. 3. Dari responden yang menjawab atasan tidak memberikan pelatihan-pelatihan kepada

(10)

4. Sebanyak (60%) responden menjawab setuju untuk meningkatkan produktivitas kerja pada pekerjaannya dan (38,3%) menjawab tidak, dan hanya 1 orang responden (1,7%) yang menjawab ragu-ragu

5. Dari responden yang menjawab merasa puas dengan prestasi dan hasil kerja yang telah dicapai selama ini sebanyak (61,7%) sedangkan yang menjawab tidak (25%) dan sisanya yang menjawab ragu-ragu sebanyak (13,3%).

6. Sebanyak (75%) responden menjawab bahwa hasil kerja karyawan selalu dinilai dengan teliti dan benar, (15,7%) menjawab tidak dan (8,3%) menjawab ragu-ragu.

Hipotesis

Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat dikatakan terdapat pengaruh yang signifikan dari kompensasi terhadap produktivitas kerja. Dengan adanya pemberian kompensasi yang baik pada karyawan PT. Karya Logam Agung, secara nyata akan lebih meningkatkan Produktivitas kerja untuk mencapai tujuan perusahaan.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel X (Kompensasi) menunjukkan rata-rata responden menjawab Baik, karena memiliki nilai rata-rata (57,77%). Sedangkan untuk variabel Y (Produktivitas kerja) juga dikatakan Baik, karena memilki nilai rata-rata (51,95%). Terbukti bahwa pemberian kompensasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja di PT. Karya Logam Agung.

Saran

a. Bagi pimpinan dan manajemen PT. Karya Logam Agung sebaikanya bisa memberikan nilai kompensasi yang sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Banten No.561/Kep.583-Huk/2013 tanggal 27 November 2013 tentang penetapan upah minimum Kabupaten Serang tahun 2014 yaitu sebesar Rp 2.340.000,- dan juga harus bisa memberikan kompensasi yang adil dan wajar kepada karyawan dengan memperhatikan masa kerja dan jabatannya agar tidak terjadi kesenjangan. Sehingga tingkat keberhasilan produktivitas kerja dapat dicapai dengan baik sesuai harapan perusahaan pada saat sekarang maupun di masa mendatang. b. Bagi karyawan PT. Karya Logam Agung hendaknya terus meningkatkan produktivitas

kerjanya secara maksimal agar tercapai tujuan bersama.

(11)

mempengaruhi produktivitas kerja diharapkan untuk ruang lingkup aspek yang diteliti tidak hanya kompensasi saja, disarankan untuk menambah variabel lain untuk menyempurnakan hasil penelitian sehingga menambah wawasan baru pada bidang manajemen sumber daya manusia.

DAFTAR PUSTAKA.

Aslichati lilik, Bambang Prasetyo,H.I,Irawan Prasetya. (2011). Metode Penelitian Sosial. Edisi 1. Jakarta : Universitas Terbuka

Noor, Juliansyah. (2013). Penelitian Ilmu Manajemen Tinjauan Filosofis dan Praktis (p121). Edisi 1. Jakarta : Kencana Prenada Media Group

Iswanto Yun. (2010). Materi Pokok Manajemen Sumber Daya Manusia (p1.4, p6.3). Edisi 1. Jakarta : Universitas Terbuka

Supriyatna, Dadang., & Sylvana,Andi. (2010). Buku Materi Pokok Manajemen (p1.5). Edisi 1. Jakarta : Universitas Terbuka

Gambar

Tabel 1.2
Tabel 1.3

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa senyawa 2-(4'-hidroksibenzilidena)sikloheksana-1,3-dion dapat disintesis dari

Kompilasi Hukum Islam kata murtad disebutkan dalam 2 pasal, terdapat dalam pasal 75 dan pasal 116, yang mana Pasal 75 menjelaskan perbuatan murtad menjadikan

Berdasarkan teori di atas maka peneliti menyimpulkan pengukuran sikap antara pemilik dana dan pengelola dana terhadap condition of economic dalam pola pembiayaan bagi hasil

(8) Wajib Retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang telah memperoleh pelayanan kepelabuhanan perikanan dan/atau tempat pelelangan ikan yang disediakan, dimiliki dan

Danamon Simpan Pinjam adalah pada saat awal nasabah mengajukan kredit yang harus dilakukan yaitu pengisian permohonan setelah itu pihak bank melakukan peninjauan lokasi

a) Lingkungan perumahan merupakan bagian dari kawasan perkotaan sehingga dalam perencanaannya harus mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) setempat atau dokumen

Sila kedua Pancasila ini mengandung makna warga negara Indonesia mengakui adanya manusia yang bermartabat (bermartabat adalah manusia memiliki kedudukan, dan

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-NYA, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang