Laporan Ka Laporan Kasussus
DHF
DHF
Oleh :
Oleh :
Muhammad Arief I1A011077
Muhammad Arief I1A011077
Shinta Putri F I1A011078
Shinta Putri F I1A011078
Dian Septiana I1A011079
Dian Septiana I1A011079
Ikhwanda Ana ! I1A011080
Ikhwanda Ana ! I1A011080
Muhammad "i#k$ %ri Adit$a I1A011081
Muhammad "i#k$ %ri Adit$a I1A011081
Ahmad Maulana Putha I1A01108&
Ahmad Maulana Putha I1A01108&
Sil'ia Manurun I1A01108(
Sil'ia Manurun I1A01108(
Al'i)ha *adhila " I1A01108+
Al'i)ha *adhila " I1A01108+
Pem,im,in :
Pem,im,in :
Dr- dr- .dd$ Hart/$/ Sp-A23
Dr- dr- .dd$ Hart/$/ Sp-A23
4A5IA*6SMF I!M 2.S.HA%A* A*A2
4A5IA*6SMF I!M 2.S.HA%A* A*A2
F2 *!AM "SD !I*
F2 *!AM "SD !I*
4A*A"MASI*
4A*A"MASI*
anuari &01
anuari &01
1 1P.*DAH!A*
P.*DAH!A*
Dengue
Dengue Hemorrhagic Hemorrhagic Fever Fever (D(DHFHF) ) atatau au DemDemam am BeBerdrdararah ah DeDengngueue (DB
(DBD) D) adaadalah lah penypenyakiakit t yanyang g disdisebaebabkabkan n oleoleh h virvirus us dendengue gue (DE(DEN). N). ViVirus rus iniini terdiri dari serotipe yakni DEN 1! DEN "! DEN # dan DEN . Virus ini terdiri dari serotipe yakni DEN 1! DEN "! DEN # dan DEN . Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk
ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti Aedes aegypti dandan Aedes albopictus. Aedes albopictus.11 DHF
DHF menmenyeryerang ang baibaik k oraorang ng de$de$asa asa maumaupun pun anaanak%ak%anaknak! ! tetatetapi pi leblebihih banyak
banyak menimbulkan menimbulkan korban korban pada pada anak%anak anak%anak di di ba$ah ba$ah 1& 1& tahun. tahun. DHF DHF yangyang dis
disertertai ai dendengan gan perperdaradarahan han dapdapat at menmenimbimbulkulkan an renren'ata'atan n (sy(syok) ok) yanyang g dapdapatat menyebabkan kematian.
menyebabkan kematian. 2 2
DHF merupa
DHF merupakan kan masmasalah alah keskesehaehatan tan di di ndndoneonesia! sia! hal hal ini ini tamptampak ak dardarii kenyataan bah$a seluruh $ilayah ndonesia mempunyai risiko untuk ter'angkit kenyataan bah$a seluruh $ilayah ndonesia mempunyai risiko untuk ter'angkit penyakit
penyakit demam demam berdarah berdarah dengue! dengue! sebab sebab baik baik virus virus penyebab penyebab maupun maupun nyamuk nyamuk penularnya sudah tersebar luas di perumahan penduduk maupun asilitas umum di penularnya sudah tersebar luas di perumahan penduduk maupun asilitas umum di seluruh ndonesia. *e'ak +anuari sampai dengan & ,aret "-- total kasus DHF di seluruh ndonesia. *e'ak +anuari sampai dengan & ,aret "-- total kasus DHF di seluruh propinsi di ndonesia sudah menapai "/.-1&! dengan 'umlah kematian seluruh propinsi di ndonesia sudah menapai "/.-1&! dengan 'umlah kematian sebany
sebanyak #0 orang! sedangak #0 orang! sedangkan diprovikan diprovinsi nsi 2alima2alimantan *elatan selamntan *elatan selama periodea periode +anuari%3pril "--/ teratat &1 orang $arga menderita demam berdarah dengue +anuari%3pril "--/ teratat &1 orang $arga menderita demam berdarah dengue dan dua orang balita meninggal dunia.
dan dua orang balita meninggal dunia. 3,43,4
Ber
Berikuikut t akaakan n dildilapoaporkarkan n sebsebuah uah kaskasus us 4bs4bservervasiasi Dengue Dengue HemorrhagicHemorrhagic Fever
Fever pada seorang anak laki%laki bpada seorang anak laki%laki berumur bulan 1erumur bulan 1- hari yang d- hari yang dira$at di 5uangira$at di 5uang 3nak 5*6D 6lin Ban'armasin.
3nak 5*6D 6lin Ban'armasin.
" "
# #
%I*AA* PS%A2A
I- Defini)i
DHF adalah suatu penyakit ineksi yang disebabkan oleh virus dengue tipe %V dengan maniestasi klinis demam " 7 8 hari disertai ge'ala perdarahan dan bila timbul ren'atan! angka kematiannya ukup tinggi. 9ada keadaan yang lebih parah bisa ter'adi kegagalan sirkulasi darah dan penderita 'atuh dalam keadaan
syok akibat kebooran plasma. 2eadaan ini disebut Dengue *hok *yndrome (D**).
4aan 1- Denue 'iru) infe;ti/n
.1II- .ti/l/i
9enyakit Demam Berdarah atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) ialah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue (DEN). Virus ini terdiri atas
serotipe yaitu DEN%1! DEN%"! DEN%# dan DEN%. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. DEN%"! DEN%#! dan DEN%. *elama ini seara klinik mempunyai tingkatan maniestasi yang berbeda! tergantung dari serotipe virus Dengue. &
Virus Dengue merupakan virus 5N3 untai tunggal. *truktur antigen ke% serotipe ini sangat mirip satu dengan yang lain! namun antibodi terhadap masing% masing serotipe tidak dapat saling memberikan perlindungan silang. Variasi genetik yang berbeda pada ke% serotipe ini tidak hanya menyangkut antar serotipe! tetapi 'uga didalam serotipe itu sendiri! tergantung $aktu dan daerah penyebarannya. 9ada masing%masing segmen odon! variasi diantara serotipe dapat menapai "!/ 7 11!- : pada tingkat nukleotida dan 1!# 7 8!8 : untuk tingkat protein. 9erbedaan urutan nukleotida ini ternyata menyebabkan variasi dalam siat biologis dan antigenitasnya. &
Virus Dengue yang genomnya mempunyai berat molekul 11 2b tersusun dari protein struktural dan non%struktural. 9rotein struktural yang terdiri dari protein envelope (E)! protein pre%membran (pr,) dan protein ore (;) merupakan "&: dari total protein! sedangkan protein non%struktural merupakan bagian yang terbesar (8&:) terdiri dari N*%1 7 N*%&. Dalam merangsang pembentukan antibodi diantara protein struktural! urutan imunogenitas tertinggi adalah protein E! kemudian diikuti protein pr, dan ;. *edangkan pada protein non%struktural yang paling berperan adalah protein N*%1. /
Nyamuk mendapatkan virus ini pada saat melakukan gigitan pada manusia (makhluk vertebrata) yang pada saat itu sedang mengandung virus dengue didalam darahnya (viraemia). Virus yang sampai kedalam lambung nyamuk akan mengalami replikasi (memeah diri<kembang biak)! kemudian akan migrasi yang akhirnya akan sampai di kelen'ar ludah. Virus yang berada di lokasi ini setiap saat siap untuk dimasukkan ke dalam kulit tubuh manusia melalui gigitan nyamuk. 8! 0
Virus memasuki tubuh manusia melalui gigitan nyamuk yang menembus kulit. *etelah itu disusul oleh periode tenang selama kurang lebih hari! dimana virus melakukan replikasi seara epat dalam tubuh manusia. 3pabila 'umlah virus sudah ukup! maka virus akan memasuki sirkulasi darah (viraemia)! dan pada saat ini manusia yang terineksi akan mengalami ge'ala panas. Dengan adanya virus dengue dalam tubuh manusia! maka tubuh akan memberi reaksi. Bentuk reaksi tubuh terhadap virus ini antara manusia yang satu dengan manusia yang lain dapat berbeda! dimana perbedaan reaksi ini akan memaniestasikan perbedaan penampilan ge'ala klinis dan per'alanan penyakit. 8! 0
III- .pidemi/l/i
*e'ak +anuari sampai dengan & ,aret "-- total kasus DHF di seluruh propinsi di ndonesia sudah menapai "/.-1&! dengan 'umlah kematian sebanyak
#0 orang (;F5=1!&#:). 2asus tertinggi terdapat di 9ropinsi D2 +akarta (11.&# orang) sedangkan ;F5 tertinggi terdapat di 9ropinsi N>> (#!/:)1. 2?B DBD terbesar ter'adi pada tahun 10! dengan Incidence Rate (5) = #&!1 per 1--.--- penduduk dan ;F5 = ":. 9ada tahun 1 5 menurun ta'am sebesar 1-!18:!
namun tahun%tahun berikutnya 5 enderung meningkat yaitu 1&! (tahun "---)@ "1!// (tahun "--1)@ 1!" (tahun "--")@ dan "#!08 (tahun "--#)1. >idak tertutup kemungkinan peningkatan 'umlah kasus dan angka kematian yang epat disebabkan oleh virus dengue 'enis baru karena dengue adalah virus 5N3 (virus yang menggunakan 5N3 sebagai genomnya). Virus 5N3 bermutasi 'auh lebih epat dibanding dengan virus DN3.
I<- M/rtalita) 6 M/r,idita)
,orbiditas penyakit DHF menyebar di negara%negara >ropis dan *ubtropis. Disetiap negara penyakit DHF mempunyai maniestasi klinik yang berbeda. Demam berdarah dengue termasuk self-limiting disease dengan angka mortalitas yang sangat rendah. Dengan penanganan yang benar! angka mortalitas DBD sebesar &:! dan bila tidak dilakukan penangan maka angka mortalitas DHF meningkat sampai dengan &-:. 1-! 11
<- Pat/ene)a
Dengue Hemorrhagic Fever,enurut se'arah perkembangan patogenesis DHF kurun $aktu hampir seratus tahun ini dapat dibagi men'adi dua teori patogenesis! yaituA pertama! virus dengue mempunyai siat tertentu! dan yang ke dua! pada manusia yang terineksi mengalami suatu proses imunologi yang berakibat kebooran plasma! perdarahan! dan pelbagai maniestasi klinik. Dapat pula kemungkinan patogenesis ampuran dari kedua mekanisme tersebut. 1#
Infek)i 'iru) denue
Demam! anoreksia! muntah
,aniestasi perdarahan
hepatomegali trombositopenia
Dehidrasi
9ermeabilitas vaskular naik
2ebooran plasmaA hemokonsentrasi! hipoproteinemia! eusi pleura! dan asites.
hipovolemia
syok
anoksia
meninggal 9erdarahan saluran erna
9atogenesis DHF belum sepenuhnya dapat dipahami! namun terdapat dua
perubahan patoisiologis yang menolok! yaitu A 1"! 1#
1) ,eningkatnya permeabilitas kapiler yang mengakibatkan boornya
plasma! hipovolemia! dan ter'adinya syok. 9ada DHF terdapat ke'adian
unik yaitu ter'adinya kebooran plasma ke dalam rongga pleura dan
rongga peritoneal. 2ebooran plasma ter'adi singkat ("%0 'am).
") Hemostasis abnormal yang disebabkan oleh vaskulopati! trombositopeni!
4aan &
. 9atogenesa ineksi virus dengue.9atogenesis ter'adinya ren'atan berdasarkan the secondary heterologous infection hypothesis dapat dilihat pada bagan #. Hipotesis ini menyatakan bah$a DHF dapat ter'adi apabila seseorang setelah terineksi dengue pertama kali mendapat ineksi berulang dengan tipe virus dengue yang berlainan. 3kibat ineksi ke%" oleh tipe virus dengue yang berlainan pada seorang penderita dengan kadar antibodi anti dengue yang rendah! respon antibodi anamnestik yang akan ter'adi dalam $aktu beberapa hari mengakibatkan prolierasi dan transormasi
*eondary Heterologous Dengue inetion
Virus repliation
3naphylatoCin (;#a ;&a Virus antibody ompleC
3nnamnesti antibody response
;omplement ativation ;omplement
histamin level in " 7 hours urine vasular permeability
?eakage o plasma Ht Na
Fluid in the serous avities
SHO=2
Hypovolemia3noCia 3idosis
>
G #-: in shok ases " 7 0 hours4aan (-
9atogenesis syok pada Dengue Hemorrhagic Fever .<I- 2la)ifka)i 2lini)
Dera'at penyakit DHF dalam dera'at! yaitu sebagai berikutA1
Dera?at 1:
demam diikuti ge'ala tidak khas. *atu%satunya tanda perdarahan adalah tes torniuet positi atau mudah memar.Dera?at &:
ge'ala dera'at 1 ditambah dengan perdarahan spontan. 9erdarahan bisa ter'adi di kulit atau di tempat lain.Dera?at (:
ter'adi kegagalan sirkulasi yang ditandai dengan denyut nadi yang epat dan lemah ! hipotensi! suhu tubuh yang rendah! kulit lembab dan penderita gelisah.Dera?at +:
ter'adi syok berat dengan nadi yang tidak teraba dan tekanan darah yang tidak dapat diperiksa.<II- Dian/)i)
.&! 1#! 1&Diagnosis DHF ditegakkan berdasarkan kriteria diagnosis menurut IH4 tahun 18! terdiri dari kriteria klinis dan laboratoris. 9enggunaan kriteria ini dimaksudkan untuk mengurangi diagnosis yang berlebihan (overdiagnosis).
2riteria 2linis
1. Demam tinggi mendadak! tanpa sebab 'elas! berlangsung terus menerus selama 1%8 hari.
". >erdapat maniestasi perdarahan yang ditandai dengan A
9etekia! ekimosis! purpura
9erdarahan mukosa! epistaksis! perdarahan gusi Hematemesis dan atau melena
Hematuria
6'i tourniuet positi
#. 9embesaran hati (hepatomegali). . ,aniestasi syok < ren'atan
1. >rombositopeni (trombosit J 1--.---<ml)
". Hemokonsentrasi (kenaikan Hematokrit G "-:)
Ditemukannya dua atau tiga ge'ala klinis yang disertai dengan trombositopenia dan peningkatan hematokrit dapat digunakan sebagai dasar untuk menegakkan diagnosa demam berdarah dengue.
<III- Dian/)i) 4andin
Diagnosis banding menakup demam hikungunya!malaria dan tipoid 1/! 18
I@- Penatalak)anaan
9enatalaksanaan DHF tanpa penyulit antara lain A18! 10! 1 1. >irah baring
". ,akanan lunak. Bila belum ada nasu makan dian'urkan minum banyak 1!&%" liter dalam " 'am (susu! air dengan gula atau sirop) atau air ta$ar ditambah dengan garam sa'a.
#. ,edikamentosa yang bersiat simtomatis. 6ntuk hiperpireksia dapat diberikan kompres kepala! ketiak! dan inguinal. 3ntipiretik sebaiknya bukan dari golongan asetosal dan ibupropen.
. 3ntibiotik diberikan bila terdapat kekha$atiran ineksi sekunder.
,onitor vital sign tiap %/ 'amnisial kristaloid / <kgbb<'am *elama 1%" 'am
,embaik >idak ,embaik
Naikkan 1-<kgbb<'am 2ristaloid selama " 'am >urunkan #<kgbb<'am
2ristaloid selama /%1" 'am
>idak ,embaik ,embaik
,embaik
>urunkan /<kgbb<'am kemudian #<kgbb<'am Hentikan setelah 0 'am Hentikan airan V dalam " 'am Hematokrit turun Hematokrit naik >ransusi darah 1-<kgbb<'am selama 1 'am V koloid DeCtran - atau
plasma 1-<kgbb<'am selama 1 'am
anti dengan kristaloid
>urunkan 1- ke / ke #<kgBB<'am Dan hentikan setelah 0 'am
,onitor hematokrit dan trombosit minimal tiap hari
Balans airan ketat 2riteria membaik dan tidak membaikA ,embaik A1. >idak gelisah ". Nadi kuat
#. >ekanan darah stabil . Diuresis ukup
(1" ml<kgbb<'am)
&. Ht turun (" kali pemeriksaan) >idak ,embaik
1. Distress pernaasan
". Frekuensi nadi meningkat
#. Hematokrit tetap tinggi<meningkat . >ekanan darah J"- mmHg
&. Diuresis kurang<tidak ada
@- Pr/n/)i)
.9rognosa penderita demam berdarah dengue tergantung pada beberapa aktor sepertiA
"-1) ?ama dan beratnya ren'atan! $aktu! metode! serta adekuat tidaknya penangan.
") 3da tidaknya rekuren syok yang terutama ter'adi dalam / 'am pertama setelah pemberian airan parenteral dimulai.
#) 3danya demam selama ren'atan berlangsung! menun'ukkan prognosa yang lebih buruk.
) 3da tidaknya tanda%tanda penurunan ungsi serebral! dimana mengarahkan pemikiran kita pada ter'adinya ensealopati.
XI.
Pen;eahan
Belum ada vaksin untuk menegah penyakit demam berdarah dengue! dan belum ada obat%obatan khusus untuk penyembuhannya. Dengan demikian pengendalian Dengue Fever / Dengue Hemorrhagic Fever tergantung pada
pemberantasan nyamuk Aedes aegypty.1#
6ntuk menapai program pemberantasan vektor yang optimal! sangat penting untuk memusatkan pembersihan pada sumber larva dan harus beker'asama dengan sektor non%kesehatan seperti organisasi non%pemerintahan! organisasi s$asta! dan kelompok masyarakat! untuk memastikan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaannnya.1#
3tas dasar itu maka dalam pemberantasan penyakit demam berdarah dengue ini yang paling penting adalah upaya membasmi 'entik nyamuk penularnya di tempat perindukannya dengan melakukan K#,L! yaituA 1#
1. ,enguras tempat%tempat penampungan air seara teratur sekurang%
kurangnya seminggu sekali atau menaburkan bubuk abate ke dalmnya.
#. ,engubur < menyingkirkan barang%barang bekas yang dapat menampung air hu'an seperti kaleng bekas! plastik! dan lainnya.
DIS2SI
9ada kasus ini! seorang anak laki%laki berumur tahun 8 bulan dengan berat
badan "& kg diru'uk oleh dokter untuk mendapatkan pera$atan di 5*6D 6?N
Ban'armasin . 3nak dira$at mulai tanggal 0 4ktober "--8 dengan keluhan utama
demam tinggi yang ter'adi mendadak se'ak hari sebelum dira$at.
9ada kasus ini! berdasarkan anamnesa! pemeriksaan isik! serta pemeriksaan
penun'ang! sebagian besar mengarah pada penyakit DHF. 3nak didiagnosis DHF
karena memenuhi kriteria diagnosis DHF dari IH4 (minimal dua ge'ala klinis
ditambah satu ge'ala laboratorium). 2riteria diagnosis DHF dari IH4 yang
terpenuhi dari kasus ini! yaituA
2linis A
1. Demam tinggi dan bersiat akut se'ak hari sebelum pasien dira$at di 5*.
Demam disertai sakit kepala! sakit perut! mual! muntah! dan mialgia.
". Dari anamnesa diketahui ter'adi perdarahan gastro intestinal berupa melena.
9ada pemeriksaan isik ditemukan petehiae pada volar lengan kiri.
3. 9ada 9alpasi ditemukan pembesaran hati " m di ba$ah arus ostae dan "
m di ba$ah proessus Cypoideus.
?aboratorium A >rombositopenia (J 1--.---<ul)! nilai trombosit pada pasien ini ketika
diru'uk ke 5umah *akit adalah /8.---<ul.
Berdasarkan pembagian dera'at DHF menurut IH4 (1)! pasien dalam
kasus ini termasuk penderita DHF dera'at . Hal ini didasari oleh adanya maniestasi
yang tidak khas disertai petehiae pada volar lengan kiri serta maniestasi perdarahan yang lebih berat berupa perdarahan gastrointestinal yaitu melena.
hi!ungunya haemorragic fever (;HF) di'adikan diagnosa banding karena dari anamnesa pasien mengalami demam mendadak selama hari dan badan pegal serta adanya petehiae dari pemeriksaan isik. ;HF dapat disingkirkan karena ;HF hampir selalu diikuti dengan ruam makulopapular! in'eksi kon'ungtiva dan lebih sering di'umpai nyeri sendi! tidak pernah didapati ter'adinya melena dan pada laboratorium sedikit di'umpai kasus dengan trombositopenia.""
,alaria di'adikan sebagai diagnosa banding! karena dari anamnesa dan pemeriksaan ditemukan ge'ala yang mirip dengan klinis malaria antara lain demam! lemah! nyeri kepala! dan nasu makan menurun. Diagnosis banding malaria dapat disingkirkan karena pada kasus ini demam tidak disertai menggigil. 9ada malaria bisa ditemukan puat<anemia! splenomegali! kadang ikterik! kening ber$arna oklat (blak $ater ever) sedangkan pada kasus ini ge'ala tersebut tidak ditemukan. 9emeriksaan darah tebal dan tipis dilakukan untuk memastikan sekaligus menyingkirkan malaria sebagai diagnosa pada kasus ini. Dari hasil pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan adanya parasit plasmodium.
Demam tioid di'adikan sebagai diagnosa banding karena dari anamnesa pasien diketahui mual! muntah! adanya nyeri perut! dan nasu makan yang menurun. Berdasarkan pemeriksaan isik 'uga ditemukan hepatomegali. Diagnosis banding tioid dapat disingkirkan dengan melihat pola demam yang bersiat mendadak dan baru hari! dimana pada tioid demam G 8 hari dengan tipe stepladder temperature.
6'i serologi Iidal dilakukan untuk memastikan sekaligus menyingkirkan tioid sebagai diagnosa pada kasus ini.""
Demam yang ter'adi pada ineksi virus dengue timbulnya mendadak! tinggi (dapat menapai #%-Melius). Demam ini hanya berlangsung untuk "%8 hari. Dikenal istilah pola demam biphasi! ! yaitu demam yang berlangsung selama beberapa hari kemudian sempat turun mendadak men'adi normal! disertai dengan berkeringat banyak dan keadaan tampak lemah. 2emudian suhu naik lagi dan baru turun kembali saat ase penyembuhan (gambaran kurva panas seperti pelana kuda)/!""! .
ambar.1 9ola Demam Biasik
9ola demam pada kasus ini timbulnya mendadak dan tinggi. ?ima 'am sebelum masuk 5*! penderita diba$a ke dokter yang kemudian diru'uk ke 5*6D 6?N. *aat diba$a ke dokter sampai diru'uk ke 6D 5*6D 6?N panas anak sempat turun tanpa pemberian antipiretik! tetapi anak masih terlihat lemah.
2etika anak sampai di ruangan 3nak 5*6D 6?N! pola demam biasik yang menurut teori akan naik kembali setelah turun mendadak hampir tidak ditemukan pada kasus ini. Hal ini dapat disebabkan karena anak telah mendapatkan antipiretik
sehingga suhu badan dapat di'aga tetap dalam batas yang normal. *edangkan pada kepustakaan yang lain dikatakan bah$a bentuk kurve ini tidak ditemukan pada semua
penderita DHF sehingga tidak dapat dianggap patognomonik.""
9asien mendapatkan terapi sesuai standar pelayanan medis anak penderita DHF grade ! yaitu dengan pemberian airan parenteral berupa 5? sebanyak / <2gBB<'am selama " 'am. Dilihat dari tanda vital yang membaik dan perdarahan gastrointestinal tidak ada lagi! maka terapi airan diturunkan men'adi # <2gBB<'am selama / 'am. *elan'utnya diteruskan dengan # <2gBB<'am sebagai maintenane. *ebagai terapi suporti! anak dian'urkan untuk minum banyak ! tirah baring! dan pemberian antipiretik parasetamol 'ika suhu badan meningkat. 9emeriksaan Hb! Ht
dan trombosit 'uga dilakukan minimal tiap " 'am.1
9ada hari pertama pera$atan! anak di ruang observasi! didapatkan hepatomegali " m di ba$ah arus ostae dan " m di ba$ah proessus Cypoideus. Hepatomegali tidak berkorelasi dengan berat ringannya penyakit! tetapi banyak di'umpai pada keadaan syok. *elama ollo$ tiap / 'am di ruang observasi! pasien tidak mengalami demam. Frekuensi naas! tekanan darah dan nadi 'uga dalam rentang nilai normal. 3nak tidak ada B3B ber$arna hitam lagi! akan tetapi petehiae masih terlihat di bagian volar lengan kiri. Hal hal ini merupakan maniestasi klinik
9ada hari kedua pera$atan tanda vital dalam kisaran normal! keadaan umum 'uga membaik dilihat dari hilangnya petehiae! tidak adanya nyeri perut ! sudah mulai B32 serta pada palpasi abdomen! hepar sudah tidak teraba. *ayangnya anak masih malas makan. *elain mendapatkan terapi airan maintenane # <2gBB<'am! antipiretik parasetamol ('ika demam)! anak 'uga mendapatkan antibiotik 3mpiillin #C&--mg tiap / 'am. 3ntibiotik diberikan 'ika terdapat kekha$atiran ter'adinya
ineksi sekunder.1 1 2 3 4 5 0 20 40 60 80 100 120 N (x/m nt) T (0C) RR (x/mnt)
ambar ". raik Nadi! suhu! dan Frekuensi 9ernaasan *elama Follo$ 6p ,ulai hari ketiga sampai hari ke lima pera$atan tanda vital dalam kisaran nilai normal. 2eadaan umum anak semakin membaik.>erlihat dari nasu makan anak yang mulai meningkat! anak sudah mulai B3B seperti biasa (ber$arna kuning). 3nak 'uga tidak ada demam 1C" 'am tanpa pemberian antipiretik.
9emeriksaan laboratorium yang penting ialah hemokonsentrasi dan
peningkatan sampai menapai nilai normal pada hari ke%# dan ke% pera$atan. Hal ini menggambarkan kelainan hemostasis pada DHF berupa agregasi trombosit mulai mengalami perbaikan. 39394 39395 39396 39397 39398 0 50 100 150 200 250 300 Trombosit (ribu/u)
ambar #. raik Nilai >rombosit <Hari
Bukti adanya kebooran plasma karena meningkatnya permeabilitas vaskuler dapat diketahui dari adanya hemokonsentrasi. Hemokonsentrasi sendiri dilihat dari meningginya nilai hematokrit (G "- :) sebelum mendapat terapi parenteral dibandingkan dengan nilai hematokrit pada masa konvalesen. ;ara perhitungan seperti berikut A""!"#
(nilai Ht sebelum terapi 7 nilai Ht konvalesen)
2enaikan Ht = %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% C 1--:
nilai Ht konvalesen (# 7 ##)
## = #-!#- :.
Dari hasil tersebut didapatkan kenaikan Ht G "- :! artinya pada kasus ini memang ter'adi hemokonsentrasi. *elain itu! dari graik serial hematokrit terlihat adanya penurunan nilai hematokrit dari hari ke hari sampai menetap pada " kali pemeriksaan laboratorium terakhir dengan nilai hematokrit ## :. Diperkirakan ase
ini merupakan ase konvalesen! dimana permeabilitas dinding vaskuler mulai membaik! dan kebooran plasma berhenti.
39394 39395 39396 39397 39398 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 !"t (#o/$)
ambar . raik Nilai Hematokrit <Hari
9ada kasus ini 'uga didapatkan nilai leukosit berupa neutroil di ba$ah normal. 2emudian terlihat adanya kenaikan seiring dengan keadaan anak yang semakin membaik! $alaupun masih di ba$ah kisaran normal. >er'adinya leukositopenia berupa neutropenia umum ter'adi selama beberapa hari pertama
ineksi (biasanya virus) dan biasanya menetap selama #%/ hari. ,ekanisme ter'adinya neutropeni yang disebabkan ineksi masih belum dapat dimengerti dengan baik. >ampaknya bervariasi pada berbagai 'enis ineksi."
9enatalaksanaan DHF bersiat suporti simptomatik dengan tu'uan memperbaiki sirkulasi dan mengatasi syok. 9enatalaksanaan pada pasien ini adalah terapi airan sesuai untuk DHF dera'at ! tirah baring! diet lunak! pemberian antipiretik dan pemberian antibiotik 'ika dikha$atirkan ter'adi ineksi sekunder.
9ada kasus ini pasien dipulangkan dari 5* setelah pera$atan selama & hari dengan alasan seara klinis membaik yaitu tanda perdarahan tidak ditemukan lagi! demam satu hari tanpa antipiretik.! tanda vital stabil! serta turunnya nilai hematokrit.
P.*%P
>elah dilaporkan kasus dengue haemorrhagic fever (DHF) dera'at pada seorang anak laki%laki berusia tahun 8 bulan yang dira$at di ruang anak 5*6D 6lin Ban'armasin. 9asien datang dengan keluhan badan panas. >anda klinis! isik dan laboratorium mengarah padadengue haemorrhagic fever (DHF) dera'at .
9enatalaksanaan pasien selama pera$atan di 5umah *akit 6lin Ban'armasin! adalah terapi airan sesuai untuk DHF grade ! tirah baring! diet lunak! pemberian antipiretik. 9asien dipulangkan dari 5* setelah pera$atan selama & hari dengan alasan keadaan seara klinis membaik.
DAF%A" PS%A2A
1. ,ans'oer! 3. "apita #ele!ta "edo!teran. +ilid " Edisi #. +akartaA E;! "---@ #"%.
". 5! ,arshall +*. Dengue Virus *eletively ndues Human ,ast ;ell ;hemokine 9rodution. $our of virology "--"@ 8/ (1/)A 0-071
#. *ri 5HH dan Hindra *. Demam berdarah dengue. +akartaA Balai 9enerbit Fakultas 2edokteran 6niversitas ndonesia! 1.h.1%/.2ing ;3! 3nderson . Dit'en 99O9?. DBD terus anam $arga Ban'armasin! dua balita meninggal! (online) ($$$.ppmplp.depkes.go.id ! diakses November "--/) &. Iarta ,ikael. Demam berdara dengue! (online) (httpA<<$artamikael! diakses
& Februari "--")
/. Iorld Health 4rganiPation. Dengue haemorrhagi ever A diagnosis! treatment! prevention! and ontrol. "nd Ed. enevaA IH4 ?ibrary ;ataloguing in 9ubliation Data! 18.p.1%".
8. Henhal! Erik 3.! +. 5obert 9utnak. 1-. K>he Dengue VirusL.;linial ,irobiology 5evie$s. Vol.# No.. p.#8/%#/..
0. +ohn 3. Dengue ever. n. Dis Qserial onlineR "-- 3pril Qited "-- Feb
&@11sreensR. 3vailable romA
httpA<<$$$.emediine.om<derm<dengueSever.htm
. 5obert I >. Viral haemorrhagi ever. n Dis Qserial onlineR "--# Deember Qited "-- ,arh &@ 0 sreensR. 3vailable romA httpA<<$$$.emediine.om<derm<viral haemorrhagi ever.htm
10-
2ristina! sminah! ?eni Iulandari. K2a'ian 2esehatan Demam Berdarah DengueL. Badan 9enelitian dan 9engembangan 2esehatan Departemen 2esehatan +akarta! "--.11.Iorld Health 4rganiPation. ;ommuniable disease bulletin. 3vailable romA httpA<<$$$.$ho.om<ommuniableSdisease.htm
1". 5ebea eorge. ;onsensus statement on the management o dengue inetion in the paediatri population. ,alaysiaA ;hapter o paediatri! 3ademy o ,ediine o ,alaysia! "--".p.1%1.
1#.3gus *'ahrurahman. 2inetika respon imun pada ineksi dengue A suatu ka'ian serosurvai pada kasus ineksi dengue sekunder. DalamA 3gus *'arurahman! 9emeriksaan serologi pada penyakit ineksi! penyunting. +akartaA Bagian ,ikrobiologi F26! 1.h./#%8#.
1.>homas *uroso et al. 9enegahan dan penanggulangan penyakit demam dengue dan demam berdarah dengue. +akartaA Departemen 2esehatan 5epublik ndonesia! "---.h.1#%81.
1&. oel 3! et al. Dengue Fever 7 3 Dangerous Foe. 5evie$ 3rtile +3;, "--@ &(#)A "8%&0
1/. *umarmo *.9.*. Demam berdarah (dengue) pada anak. +akartaA 9enerbit 6niversitas ndonesia! 100.h."%##.
18. Hadinegoro *5H! *atari H. Demam berdarah dengue naskah lengkap pelatihan bagi pelatih dokter spesialis anak dan dokter spesialis dalam dalam
tatalaksana kasus DBD. +akarta A Balai 9enerbit F26! "--&.
10.,ans'oe 3! >riyanti! *avitri 5! Iarhani I! *etio$ulan I! ed. Demam Berdarah Dengue. Dalam A "apita #ele!ta "edo!teran %ilid &. +akarta A ,edia 3uesulapius! F26!
"---1. Hendar$anto. Dengue. Dalam Almu 9enyakit Dalam +ilid 1. +akarta A Balai 9enerbit F26! 10
"-. Tunanto 3! Hartoyo E! 3ndayani 9. *tandar pelayanan medis pedoman diagnosa dan terapi bagian<sm.ilmu kesehatan anak edisi . Ban'armasin A Bagian< *,F 3nak F2. 6N?3,<5*6D 6lin! "--/
"1. Nelson! IE. Demam Berdarah Dengue. DalamA lmu 2esehatan 3nak (Nelson >eCt Book o 9ediatris). +akartaA 9enerbit Buku 2edokteran E;! "---.h."/%0.
"". 3andi ,B! 3gusman *! Dahlan 3! 3minullah 3! Bakry F! Hassan 5! dkk.
'u!u "uliah Ilmu "esehatan Ana! . +ilid ". +akartaA Bagian lmu 2esehatan 3nak F26!18@ &#%0.
"#. *amsi > 2. 9enatalaksanaan Demam Berdarah Dengue di 5* *umber Iaras Bagian lmu 2esehatan 3nak! Fakultas 2edokteran 6niversitas >arumanegara! +akarta ermin Dunia "edo!teran. "---@ 1"/A &%1#.
". Brahm 6 (et al). 9edoman 2linis 9ediatri< , *h$artP (editor). +akartaA E;! "--@ #"%.