ABSTRAK ABSTRAK
Da
Dalalam m lalapoporaran n inini i hahal l yayang ng didibabahahas s adadalalah ah memengngenenai ai prprakaktitikukumm peme
pemeriksaariksaan n peralperalatan atan listrilistrik, k, praktipraktikum kum ini ini bertubertujuan juan untuk mengetahuntuk mengetahuiui kon
kondisdisi i awaawal l dardari i perperalaalatan tan lislistritrik k tertersebsebut, ut, apaapakah kah alaalat t tertersebsebut ut daldalamam keadaan optimal untuk dioperasikan atau tidak. Selain itu apabila diketahui keadaan optimal untuk dioperasikan atau tidak. Selain itu apabila diketahui ba
bahwhwa a kokondndisisi i peperaralalatatan n liliststrik rik titidadak k opoptitimamal l mamaka ka dadapapat t didilalakukukakann pe
perarawawatatan n teterhrhadadap ap peperaralalatatan n liliststririk k sesehihingngga ga alalat at tetersrsebebut ut dadapapatt dioperasikan untuk waktu yang lebih lama. Hal-hal yang perlu diperhatikan dioperasikan untuk waktu yang lebih lama. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
dalam pemepemeriksariksaan an peralperalatan atan listrilistrik k PePemeriksmeriksaan aan bentubentuk k dan dan PePemerikmeriksaansaan kiner
kinerja. ja. Dalam pemeriksaDalam pemeriksaan an peralperalatan atan listrlistrik ik dapadapat t mengmenggunakagunakan n berbaberbagaigai macam alat diantaranya adalah Multitester dan Megger. Alat yang diperiksa macam alat diantaranya adalah Multitester dan Megger. Alat yang diperiksa me
melilipuputi ti momototor r dadan n gegeneneraratotorr, , PPaada da pepememeririksksaaaan n peperaralalatatan n tatahahananann kump
kumparan aran medamedan n jauh jauh lebilebih h besabesar r dibandibanding ding tahantahanan an jangkjangkarar, kemudian, kemudian perlu diperhatikan
perlu diperhatikan tahanan isoltahanan isolasinya apabila asinya apabila tahanan isolasitahanan isolasinya nya memenuhimemenuhi bat
batas as minminimuimum m sesesuasuai i spespesisiikaikasi si motmotor or tertersebsebut ut makmaka a dapdapat at didiketketahuahuii ba
bahwhwa a memekakaninisnsnya ya mamasisih h babagugus s sesehihingngga ga dadapapat t didisisimpmpululkakan n babahwhwaa kondisinya masih bagus.
BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
Peralatan daya besar dan proses ! proses menggunakan gaya ! gaya yang Peralatan daya besar dan proses ! proses menggunakan gaya ! gaya yang besar. "istrik, mekanikal, thermal, dan perubahan ! perubahan kimia menghasilkan besar. "istrik, mekanikal, thermal, dan perubahan ! perubahan kimia menghasilkan op
opererasasioionanal l yayang ng didiiningiginknkanan. . #i#ilalai i yayang ng titingnggi gi dadari ri tetegagangnganan, , ararusus, , dadayaya,, temperatur
temperatur, gaya, tekanan, dan lain , gaya, tekanan, dan lain ! lain ! lain menciptakan kemungkinan bahaya dalammenciptakan kemungkinan bahaya dalam suatu sistem engineering. $ntuk meminimalkan risiko keamanan terhadap personel suatu sistem engineering. $ntuk meminimalkan risiko keamanan terhadap personel dan peralatan suatu sistem harus dirancang dan dibuat dengan memenuhi standard dan peralatan suatu sistem harus dirancang dan dibuat dengan memenuhi standard tinggi yang paling akhir dan
tinggi yang paling akhir dan dipasang secara benar.dipasang secara benar.
Selama masa kerjanya %working lie& peralatan harus secara terus ! menerus Selama masa kerjanya %working lie& peralatan harus secara terus ! menerus dimonitor dan dirawat secara benar oleh orang yang proesional yang mengerti dimonitor dan dirawat secara benar oleh orang yang proesional yang mengerti operasionalnya dan keperluan kemanannya.
operasionalnya dan keperluan kemanannya. Seb
Sebeluelum m melmelakuakukan kan usausaha ha pekpekerjerjaan aan lislistritrik, k, ada ada bebbeberaerapa pa babasic sic sasaetyety precaution %dasar ! dasar tindakan pencegahan keamanan& yang harus dipahami. precaution %dasar ! dasar tindakan pencegahan keamanan& yang harus dipahami. 'e
'emunmungkigkinan nan babahayhaya a timtimbul bul dardari i salsalah ah penpengguggunaanaan n padpada a perperalaalatan tan lislistrik trik yanyangg sud
sudah ah dikdiketaetahuihui. . SenSengatgatan an lislistritrik k dadan n kebkebakaakaran ran bisbisa a menmenyebyebabkabkan an kehkehilailangangann nyawa dan merusakkan peralatan.
nyawa dan merusakkan peralatan. Pe
Peraratuturaran n ! ! peperatraturauran n didibubuat at ununtutuk k memengngonontrotrol l kokonsnstrtrukuksisi, , ininststalalasasi,i, ope
operasrasionional, al, dan dan perperawaawatan tan dardari i perperalaalatan tan lislistritrik, k, sehsehingingga ga bahbahaya aya ! ! bahbahayaaya tersebut bisa dieliminir sejauh mungkin. Standar ! standar keamanan dikeluarkan tersebut bisa dieliminir sejauh mungkin. Standar ! standar keamanan dikeluarkan ole
oleh h bebbeberaerapa pa badbadan an tertermasmasuk uk pempemerierintantah, h, kokon(en(ensi nsi intinternernasiasionaonal l %co%contontoh h )) S*
S*"A"AS&S&, , nanasisiononal al dadan n asasososiaiasi si ststanandadar r ininteternrnasasioionanal l %c%conontotoh h ) ) +S +S dadan n &&,, masyarakat terpelajar %contoh ) &, masyarakat klasiikasi %contoh ) "loyds&, dan masyarakat terpelajar %contoh ) &, masyarakat klasiikasi %contoh ) "loyds&, dan sebagainya dimana bahaya muncul dan menyebabkan kecelakaan, biasanya karena sebagainya dimana bahaya muncul dan menyebabkan kecelakaan, biasanya karena mengabaikan peraturan ! peraturan.
mengabaikan peraturan ! peraturan.
Awak kapal harus mengoperasikan peralatan dengan cara yang aman dan Awak kapal harus mengoperasikan peralatan dengan cara yang aman dan merawat peralatan itu dalam kondisi aman pada setiap saat. +ila tidak melakukan merawat peralatan itu dalam kondisi aman pada setiap saat. +ila tidak melakukan itu akan menyebabkan bahaya dengan munculnya konsekuensi .
BAB II DASAR TEORI
/ahanan solasi
Semua peralatan listrik mempunyai isolasi. /ujuan dari isolasi adalah untuk menjaga arus listrik di dalam konduktor dan menjaga kontak dengan kabel hidup.
/ahanan isolasi listrik harus sangat tinggi %M0& untuk mencegah kebocoran arus keluar dari konduktor. /ahanan isolasi diukur antara konduktor dengan earth dan konduktor dengan konduktor.
/ahanan isolasi termasuk tahanan dari material isolasi dan juga tahanan dari kotoran ! kotoran yang mengendap di permukaan, minyak, kelembaban dan sebagainya. ndapan ! endapan kotoran di permukaan bisa mengurangi tahanan isolasi.
Aliran dari kebocoran arus ! arus melalui seperti endapan permukaan disebut tracking yang juga dipengaruhi oleh creepage dan clearance jarak antara terminal ! terminal seperti ditunjukkan pada gambar 1. Peralatan harus dirawat dalam kondisi bersih untuk mencegah tracking dan untuk menjaga tahanan isolasi yang tinggi %biasanya paling tidak 1 M0&.
+ahan isolasi adalah non-metalic. solasi dipengaruhi banyak aktor seperti kelembaban, temperatur, tegangan %stress& elektrikal dan mekanikal getaran, kimia, kotoran, dan tentu saja usia. +ahan ! bahan isolasi tradisional termasuk silk, cotton, kertas, dan sebagainya. +ahan tersebut mungkin kering atau dikerjakan dengan (arnish yang cocok atau resin untuk mengeluarkan bahan ! bahan yang lembab dan merugikan. +ahan yang lain termasuk mika, iberglass, dan bahan ! bahan yang lebih modern seperti P2 dan compounds. Secara luas medium yang bukan merupakan bahan isolasi adalah udara di sekeliling komponen listrik.
Sebagian besar bahan isolasi secara umum digunakan tidak bisa untuk temperatur lebih tinggi dari 1334.
Semua peralatan listrik akan bertambah panas jika dialiri arus beban dengan konsekuensi temperatur yang meningkat. 'enaikan temperatur ini di atas dari temperatur udara pendingin ambient.
Semua peralatan listrik kapal dikonstruksi dan terbatas untuk kerja yang memuaskan dalam temperatur udara ambient maksimum 564 %"loyds&. Di bawah kondisi ini kenaikan temperatur yang diharapkan tidak melebihi dari batas temperatur yang diijinkan untuk bahan tersebut.
/est isolasi harus dilakukan terutama untuk mendapatkan indikasi apakah motor ini masih layak dioperasikan atau tidak. Pemeriksaan dan test perlu dilakukan lebih dulu, jika hasil cukup dapat di terima baru kemudian dapat dilakukan HP /est. /est lainnya juga perlu dilakukan yang hasilnya dapat membantu mengetahui sebagai indikasi kondisi motor tsb. % Stds 76&
nspeksi 8 Pemeriksaan )
solasi harus diuji tingkat degradasi 8 kerusakannya )
1. 'ondisi isik, cracking 8 retak, pecah atau berubah warna, sebagai indikasi dari adanya thermal aging.
9. 'ontaminasi pada coil dan sambungan ! sambungan. :. Abrasi atau mekanikal stress
5. Parsial discharge atau corona
6. ;edges, ikatan, ring, atau bagian ! bagian lain yang lepas 8 kendor
<. =reeting pada support, bracing, crossing, apa ada indikasi lepas, kendor atau berubah posisi.
IEEE Stds.43 memberikan pandan sbb! D" #$%ta&e tk Test Ta'anan Is$%asi
;inding >ated nsolation >esistance /est 2oltage %2&? Direct 2oltage %2&
@1333 633
1333 - 9633 633 - 1333 9631 - 6333 1333 - 9633 6331 - 19.333 9633 - 6333 19.333 6333- 13.333
?>ated (oltage line to line untuk : phase motor A, line to ground untuk phase tunggal, dan direct (oltage untuk D motor.
Rek$mendasi (Ta'anan minimm pd 4)*" + Satan ,e&a
O'm-,inimm Ins%ati$n Test Speiment Resistane
IR(1min) = kV + 1 untuk winding yg di buat sebelum 1970
IR(1min) = 100 untuk DC armature & winding yg di buat setela 1970
IR(1min) = ! untuk am"ir semua m#t#r$w#und %#ils rated 1kV
Catatan '
1. > % min& adalah tahanan isolasi yang direkomendasikan, Mega*hm pada 53B untuk semua winding.
'2 >ated mesin antar terminal (oltage, dalam rms '2. Re* I ,tds -. table .
Pengujian ! pengujian utama adalah untuk )
/ahanan isolasi Menggunakan megger tester %pada 633 2
dc untuk suatu sirkuit 553 2& ontinuity >esistance %0 rendah&
omponent >esistance %0 atau k0& 2oltage %ac atau dc&
Menggunakan multimeter
nsulation /esting %Pengujian isolasi&
Pengukuran tahanan isolasi %>& memberikan satu dari petunjuk ! petunjuk paling baik untuk menyatakan kelayakan dari peralatan listrik. /ahanan harus diukur antara konduktor ! konduktor yang diisolasi dengan earth, dan antara konduktor ! konduktor.
/ester isolasi adalah meter pembacaan tahanan tinggi yang menggunakan tegangan tinggi dan biasanya 633 2 dc.
/egangan pengetesan dihasilkan dari generator internal yang diputar dengan tangan atau dengan baterai dan charger tegangan elektronik. /egangan pengetesan 633 2 dc cocok untuk pengetesan peralatan kapal yang umumnya 553 2 ac.
/egangan pengetesan 1333 2 dan 6333 2 digunakan untuk sistem tegangan tinggi %H2& di atas kapal.
Ada beberapa pabrik tester isolasi tetapi merk dagang Megger sudah dikenal luas. $ntuk membuktikan operasi dasar dari tester, sambungkan dua probe %ujung&, lalu switch ke M0 dan tekan tombol test atau rockerswitch. Penunjuk akan mengindikasikan kira ! kira 3 0.
Sebelum melakukan pengetesan, peralatan yang akan ditest diputus hubungan dari catu daya yang akti dan kunci sesuai dengan prosedur standar keamanan. /ester Megger tipe > bisa digunakan untuk mengecek apakah sirkuit yang akan ditest masih hidup. Switch instrument ke M0 dan hubungkan probe ! probe ke pasangan ! pasangan terminal ! terminal. Meter sekarang akan mengindikasikan apakah sirkuit itu tetap hidup atau tidak. +ila sirkuit itu mati maka akan aman untuk menekan tombol test. 'onirmasikan bahwa hubungan ke massa %earth& didapatkan dengan menghubungkan probe ! probe ke titik ! titik massa %earth& yang terpisah selagi pengetesan continuity untuk tahanan rendah.
$ntuk test > pada mesin tiga phase, ukur dan catat nilai > dari phase ke phase. /iga pembacaan diukur $-2, 2-;, ;-$ seperti ditunjukkan pada gambar 9.
C#ntinuity /esting
Suatu tester isolasi biasanya dilengkapi dengan asilitas pengetesan tegangan rendah continuity. ni adalah instrument tahanan rendah untuk mengukur continuity dari konduktor ! konduktor. ni bisa digunakan untuk mengukur kabel tahanan rendah, gulungan ! gulungan motor, gulungan ! gulungan trao, pegangan massa dan lain ! lain. Prosedur penggunaan sama dengan tester isolasi.
• Cakinkan instrument beroperasi dengan benar • solasi dan kunci peralatan yang akan ditest • Cakinkan peralatan yang akan ditest mati • Switch instrument ke 0 atau continuity • Hubungkan probe ! probe ke sirkuit
• alankan switch pengetesan dan check indikasi pada skala 0
Dalam kasus ! kasus motor ! motor tiga phase dan trao, perbandingan antara pembacaan ! pembacaan biasanya lebih penting daripada nilai absolut dari pembacaan ! pembacaan. Semua pembacaan akan identik bila salah satu pembacaan lebih kecil secara signiikan dari yang lain ! lainnya, ini kemungkinan mengindikasikan adanya hubungan singkat lilitan pada gulungan. Sebaiknya nilai tahanan continuity yang tinggi mengindikasikan kemungkinan adanya sirkuit terbuka atau sambungan terputus.
+ebarapa model dan tester isolasi 8 continuity juga menyediakan asilitas untuk mengukur tahanan dalam kisaran k0 dan tegangan ac %ac2&.
$ntuk mengukur nilai tahanan continuity yang sangat rendah misalnya antara sambungan bus ! bar dan kontak ! kontak sirkuit breaker diperlukan suatu microohmmeter, tester tipe ini mengeluarkan set arus dc, misalnya 13 A, melalui sirkuit sewaktu pengukuran dan menghasilkan jatuh tegangan.
mpat test digunakan dua untuk memakai arus dan dua untuk mengukur jatuh tegangan langsung pada titik ! titik arus injeksi.
,%timeter
Multimeter adalah alat test yang sangat berguna. dengan mengoperasikan sakelar banyak posisi, meter dapat secara cepat dan mudah dijadikan sebagai sebuah/$%tmeter, sebuah ammeter atau sebuah $'mmeter. Alat ini mempunyai berbagai penepatan %disebut ErangeE& pada setiap mempunyai pilihan A atau D. +eberapa multimeter kelebihan tambahan layaknya sebagai pengukur transistor dan range untuk pengukuran kapasitansi dan rekuensi
Pemi%i'an m%timeter
=oto dibawah menunjukan multimeter dengan harga sedang dapat digunakan untuk elektronik umum, anda dapat membelinya dengan beberapa puluh ribu.sebuah di&ita% m%timeter merupakan pilihan terbaik pertama, berharga lebih murah dan cocok untuk pengujian proyek sederhana.
ika membeli m%timeter ana%$& yakinkan bahwa bersensiti/itas tin&&i setidaknya 93k 82 atau lebih pada jangkah8range D , kurang dari itu tidak cocok untuk pengukuran elektronik. Penandaan sentisiti(itas normalnya berada pada pojok skala meter, abaikan nilai A yang lebih rendah %sensiti(itas pada jangkah A tidak penting&, jika nilai D yang lebih tinggi menjadi sangat kritis.Cang ada pada analog multimeter yang dijual murah untuk pekerjaan listrik dalam mobil sensiti(itasnya sangat rendah.
iuid$Crystal Dis"lay (CD)
,%timeter Di&ita%
Seluruh multimeter digital mempunyai batteray untuk memberi daya pada penampilannya juga tidak membutuhkan daya dari rangkaian dalam pengukurannya . ni berarti dalam jangkah D mempunyai resistansi tinggi %biasa disebut impedansi input& dalam 1M atau lebih, biasanya 13M , dan sangat tidak mempengaruhi pada rangkaian yang diukur.
>ata-rata jangkah ukur untuk multimeter digital)
%merupakan nilai maksimum pembacaan pada setiap jangkahnya&
• /egangan D) 933m2, 9333m2, 932, 9332, <332. • /egangan A) 9332, <332.
• Arus D) 933FA, 9333FA, 93mA, 933mA, 13A?.
? angkah13A biasanya tak berpemutus arus disambung dengan socket khusus.
• Arus A) /ak ada. %Anda menginginkan mengukurnya&.
• >esistansi) 933 , 9333 , 93k , 933k , 9333k , Diode /est.
Meter digital mempunyai kekhususan pengetes diode sebab jangkah pengukur resistansinya tidak dapat untuk
mengukur diode dan komponen semikoduktor yang lain.
,%timeter Ana%$&
Meter-meter Analog mengambil sedikit tenaga dari rangkaian yang diuji untuk mengoperasikan jarum penunjuknya. Alat harus bersensiti(itas tinggi setidaknya 93k 82 atau memposisikan pembenahan pembacaan untuk rangkaian yang diuji. ermati pada sesi dibawah ini sensiti(itas untuk telitinya.
+attery didalam meter untuk menyediakan jangkah pengukuran resistansi, akan habis dalam masa tahunan tetapi membiarkan meter pada jangkah pengukuran resistansi akan membuat batteray terus bekerja sampai habis.
Multimeter Digital
angkah rata-rata multimeter analog seperti digambarkan)
%#ilai teganagan dan arus adalah nilai maksimum setiap jangkah ukur& • /egangan D) 3.62, 9.62, 132, 632, 9632, 13332.
• /egangan A) 132, 632, 9632, 13332. • Arus D) 63FA, 9.6mA, 96mA, 963mA.
angkah ukur arus tinggi hilang pada tipe meter ini. • Arus A) /ak ada. %Anda menginginkan mengukurnya&. • >esistansi) 93 , 933 , 9k , 93k , 933k .
#ilai resistansi adalah nilai tengah setiap jangkah pengukuran.
Merupakan ide yang bagus untuk multimeter analog meletakkan jangkah tegangan D layaknya 132 ketika tidak digunakan. Adalah agar tidak rusak oleh pemakaian sembrono jangkah ini, dan mudah diubah kemanapun sesuai yang diinginkanG
Pen&kran pada titik
Pada banyak titik rangkaian sangat membingungkan, sebagai contoh pin 9 dari chip pewaktu 666 . Maka gunakan multimeter kedua
• Hubungkan'itam ujung %negati -& ke 32, normalnya terminal negati batteray atau catu daya. mera' ujung %positi & titik dimana anda menginginkan mengukur tegangan. • $jung 'itam tetap tersambung pada
32 sementara ujung mera' ujung penduga berpindah keberbagai titik pengukuran.
• Anda dapat menggunakan jepit buaya ke ujung'itam multimeter terpegang sementara dilakukan pengukuran.
Te&an&an pada sat titik ini berarti perbedaan tegangan antara titik-titik dengan 32 %nol (olt& yang biasanya bagian negati batteray atau catu daya. +iasanya 32 sebagai merupakan kembalian dalam diagram rangkaian.
Pembaaan ska%a ana%$&
4engukuran teganagan "ada titik
/ilik penempatan sakelar jangkah ukur dan pi%i' ska%a 0an& ber'bn&an. $ntuk beberapa jangkah ukur anda perlu mengalikan atau membagi 13 atau 133 seperti ditunjukan pembacaan dibawah ini. $ntuk jangkah ukur teganagn A gunakan tanda mera' sebab calibrasi skala sedikit geser.
ontoh pembacaan skala ditunjukan pada)
angkah ukur D 132) 5.52 %baca langsung skala 3-13 & angkah ukur D 632) 992 %baca langsung skala 3-63 & angkah ukur D 96mA ) 11mA %baca 3-963 dan bagi dengan 13& angkah ukur A 132 ) 5.562 %gunakan skala merah, baca 3-13&
ika anda tidak biasa membaca skala analog sebaiknya menilik analogue display halaman seksi meter umum.
Pen&kran resistansi den&an m%timeter
$ntuk Pengukuran resistansi komponen harus tidak terhubung pada sebuah rangkaian. jika anda mencoba mengukur komponen dalam rangkaian anda akan mendapati kesalahan pembacaan %termasuk jika catu dilepas& anda akan merusak multimeter.
ara yang digunakan setiap meter sangat berbeda maka perlu latihan yang dipisahkan)
Pen&kran resistansi den&an DI1ITAL m%timeter
1. Letakan 2an&ka' kr resistansi 0an& mn&kin %ebi' besar dari 0an& ada. perhatikan penampil menunjukan Io dari skalaI %biasanya kosong atau 1 pada sisi kiri&. angan kuatir ini tidak salah,itu benar - resistansi udara sangat tinggiG
9. Sent'kan 2n& pen&kr meter bersama dan periksa apaka' terbaa n$%.
jika tidak nol, putar sakelar ke ESet JeroE jika tidak coba lagi. :. Letakkan 2n& pend&a ke k$mp$nen.
5. auhi sentuhan lebih dari satu sambungan pada waktu yang sama atau anda akan dapatkan kenaikan pembacaanG
Pen&kran resistansi den&an m%timeter ANALO1
Skala resistansi meter analog normalnya berada paling atas, skala ini tidak umum sebab pembacaannya terba%ik dan juga tidak %inear %pada penbagianya&. ni tidak menguntungkan, tetapi ini terjadi karena kerjanya meter.
1. Letakan 2an&ka' kr resistansi 0an& pa%in& sesai. Pilih jangkah ukur resistansi sehingga mendekati tengah skala. Sebagai contoh) dengan skala yang ditunjukkan dibawah dengan resistansi sekitar 63k
pilih K 1k range.
9. Pe&an& 2n& pen&kr meter bersama dan tepatkan pen&atran didepan 0an& biasan0a ditandai I3 ADI ptar sampai 2arm menn2kan n$% +in&at ska%a ) ba&ian kanan-.
ika tidak dapat ditera pembacaan nol, maka batteray didalam meter perlu diganti.
:. Letakkan pend&a pada simpan&an k$mp$nen .
auhi sentuhan lebih dari satu sambungan pada waktu yang sama atau anda akan dapatkan kenaikanpembacaanG
Pembaaanska%a resistansi
$ntuk resistansi gunakan ska%a %ebi' tin&&i, tidak hanya itu dia dibaca terbalik dan tidak linear %termasuk jaraknya&.
/ilik peletakan sakelar jangkah sehingga anda tahu berapa pengalinya untuk pembacaan .
ontoh pembacaan ditampilkan sebagai berikut) angkah K 13 ) 9<3
angkah K 1k ) 9<k
jika tidak terbiasa membaca skala analog mungkin baik jika mengunjungi analogue display halaman sesi umum meter.
BAB III
DATA PER"OBAAN
.1. /$$A# P>A'/'$M
Praktikum pemeriksaan mesin-mesin listrik ini memiliki tujuan agar praktikan dapat mengetahui kondisi mesin-mesin listrik baik secara mekanis maupun secara elektris sehingga dapat menentukan apakah mesin-mesin yang telah diperiksa layak untuk dipakai atau tidak.
.9. =*/* P>A'/'$M DA# P>A"A/A#
a&Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah)
1. Mesin yang ditest. 9. Multimeter.
:. Megger.
b- Pera%atan 0an& akan di%akkan pen&etesan 9.1 Spesiikasi alat • 2#t#r DC ,unt Spesiikasi ) /ype ) DDH ! # *utput ) 1 HP >at ) ont =rame ) 73 p ns. + • 2#t#r DC C#m"#und Spesiikasi ) /ype ) DDH ! # *utput ) 1 HP >at ) ont =rame ) 73 p ns. + Motor /Hn 11 M-1 9:3533 L3 M 181 3,6681,3 '+/ 5 #/ 99389:3
:,38:,7 A komn 99338:333 38MHH + <9 'r H : k . 57 17< 5 r • 5enerat#r . "ase ( 6 ) Spesiikasi ) enerator % ' M > + 119 M 5 & 5 k; 993 2 8 :N3 2 15:3 rpm 6.: A 8 N.N6 A 63 HO P 65 : M +: :Q kg D# 6Q6:3 8 2D 36:3 8 17N5
• Motor Sinkron : phase % L &
Spesiikasi 133" ' Mach 7 56:6 code 5199 31 /ype $' Q <3-5 9.9 8 : '; 8 P' 1593 :N3 2 6 A 3.N osϕ
• Motor nduksi 1 phase % L &
Spesiikasi /ype C
9A-*utput 1 HP cycles 63 rpm 1593 2olts 113 8 993 AMPs 1:1< 8 <.N
5ambar 2egger 5ambar 2ultimeter
5ambar 2#t#r 3sinkr#n . "ase DC 5ambar 5enerat#r . "ase
.:. DA/A P>A'/'$M
. ,OTOR
enis motor /ahanan 'umparan
/ahanan solasi
'umparan dgn body 'umparan dgn kumparan Motor D Shunt >. Shant >. angkar Q33 0 >. Shunt-+ody ) Q33 M0 >.Shunt->.angkar ) Q33 M0 16 0 >. angkar-+ody ) Q33 M0 Motor D ompound >. Shunt >. Seri >. angkar 1533 0 >. Shunt-+ody ) <33 M0 >.angkar-Shunt ) Q33 M0 1 0 >. Seri-+ody ) <33 M0 >.Shunt-Seri ) Q33 M0 Q 0 >. angkar-+ody ) <33 M0 >.Seri-angkar ) Q33 M0 Motor induksi 1 phase
D1 ! D: D9 ! D5
1,6 0 D1 ! +ody ) <33 M0
D1 ! D9 ) 533 M0 1 0 D9 ! +ody ) <33 M0
Motor induksi : phase phase $1-R 21-C ;1-J1 7 0 $ ! +ody ) 633 M0 P ! $ ) 633 M0 7 0 2 ! +ody ) 633 M0 P ! 2 ) 633 M0 7 0 ; ! +ody ) 633 M0 P ! ; ) 633 M0 5. ,ESIN SERE,PAK enis mesin /ahanan kumparan /ahanan isolasi
enerator sinkron : phase >.Shunt >.angkar P - # ) :9 6 $ - R ) Q 6 2 - C ) Q 6 ; - J ) Q 6 P - +ody ) 633 M6 $ - +ody ) 633 M6 2 - +ody ) 633 M6 ; - +ody ) 633 M6 P ! $ ) 633 M6 P - 2 ) 633 M6 P - ; ) 633 M6
BAB I#
ANALISA DATA DAN PE,BAHASAN 2.1 A#A"SA DA/A
1. Motor D
• Pengetesan secara mekanis
Dari hasil pengetesan secara mekanis, diketahui bahwa kondisinya cukup bagus. Hal ini dapat dilihat dari kondisi isiknya yang tidak ada kerusakan yang berarti % tidak keropos8rusak dll &.
• Pengukuran
Dari hasil pengukuran diperoleh hasil sebagai berikut )
1.1. Motor D Shunt • /ahanan 'umparan >. Shunt %'-& ) Q33Ω >. angkar %A-H& ) 16 Ω • /ahanan solasi >. Shunt %'-& ) Q33 MΩ >. angkar %A-H& ) Q33 MΩ
• /ahanan antar kumparan
>. Shunt ! >. angkar ) Q33 MΩ
• Analisa
Pada motor D Shunt antara tahanan jangkar dengan +ody %AH-+ody 663 M ohm & dan tahanan shunt dengan +ody%'-+ody Q33 M ohm& , jadi tahanan jangkar dan tahanan shunt tidak memiliki nilai tahanan yang sama jika dihubungkan dengan body. Sedangkan untuk tahanan shunt dengan tahanan jangkar Q33 M ohm. $ntuk motor D Shunt yang menggunakan multimeter, tahanan yang besar ada pada tahanan shunt %<N3 ohm&, jika dibanding dengan tahanan jangkar %16 ohm&
1.9. Motor D ompound
• /ahanan 'umparan
>. Shunt %-D& ) 1533 Ω
>. Seri %-=& ) 1 Ω
• /ahanan solasi
>. Shunt %-D& ) <33 M Ω
>. Seri %-=& ) <33 MΩ
>. angkar %A-H& ) <33 MΩ
/ahanan antar kumparan
>. Shunt ! >. angkar) Q33 M Ω
>. Shunt ! > Seri ) Q33 M Ω
>. Seri ! >. angkar ) Q33 MΩ
• Analisa )
Pada motor D ompound kumparan medan atau kumparan shunt memiliki hambatan yang lebih besar jika dibandingkan dengan kumparan jangkar. Disamping memiliki tahanan dalam kumparan juga memiliki tahanan yang disebabkan oleh ) tahanan yang diakibatkan kumparan jangkar dengan body %Q33 MΩ&, kumparan seri dengan body %Q33 MΩ&, kumparan medan dengan body %Q33 MΩ&. Dengan melihat hasil percobaan, dapat dikatakan bahwa motor D ompound tersebut kondisinya masih bagus sehingga dapat dioperasikan.
9. Motor nduksi 1 phase
• /ahanan 'umparan D1 ! D: ) 1.6 Ω D9 ! D5 ) 1 Ω • /ahanan solasi D1 ! +ody ) <33 M Ω D9 ! +ody ) <33 M Ω
• /ahanan Antar 'umparan D1 ! D9 ) 533 M Ω
• Analisa )
Pada motor induksi 1 phase memiliki tahanan kumparan sebesar 1 Ω dan 1,N Ω, tahanan isolasi antar kumparan %D1 ! D9 <33 MΩ&, sedangkan untuk tahanan isolasi antaran kumparan dengan body %D1 ! +ody <33 MΩ, D9 ! +ody 533 MΩ&.
:. Motor nduksi : phase • /ahanan 'umparan $1 ! R ) 7 Ω 21! C ) 7 Ω ;1! J ) 7 Ω • /ahanan solasi $1 ! +ody ) 633 M Ω 21 ! +ody ) 633 M Ω ;1! +ody ) 633 M Ω • /ahanan antar kumparan
$ ! 2 ) 633 M Ω
2 ! ; ) 633 M Ω
; ! $ ) 633 M Ω • Analisa
Pada motor asinkron : phase kumparan jangkar pada stator %$ ! R 7 Ω, 2 !
C Q7 Ω, ; ! J 7 Ω &. Motor : phase juga memiliki tahanan isolasi yang
disebabkan oleh tahanan yang diakibatkan kumparan jangkar dengan +ody %$ ! +ody 633 MΩ, 2 ! +ody 633 MΩ, ; ! +ody 633 MΩ&. Sedangkan pada tahanan antar
kumparan$ ! 2 633 M Ω, $ ! ; 633 M Ω dan ; ! 2 633 M Ω. Dari data-data di
atas dapat dianalisa bahwa motor induksi : phase ini masih dapat berungsi dengan baik.
9. Mesin Serempak
enerator sinkron : phase
• /ahanan 'umparan
P ! # ) :9 Ω
$ ! R ) Q Ω
; ! J ) Q Ω
• /ahanan solasi >otor dengan stator
P ! $ ) 633 M Ω
P ! 2 ) 633 M Ω
P ! ; ) 633 M Ω
• /ahanan solasi kumparan dengan body
P - body ) 633 M Ω
$ - body ) 633 M Ω
2 - body ) 633 M Ω
;- body ) 633 M Ω
• Analisa )
Pada generator : phase kumparan jangkar pada stator %$ ! R Q Ω, ; ! J
QΩ, 2 ! C Q Ω& memiliki hambatan yang lebih kecil jika dibandingkan dengan
kumparan medan pada rotor %P ! #& :9 Ω . Disamping itu tahanan dalam
kumparan pada generator : phase juga memiliki tahanan isolasi yang disebabkan oleh tahanan yang diakibatkan oleh rotor dengan stator %P ! $ 633 MΩ, P ! 2 633
MΩ, P ! ; 633 MΩ&, kumparan medan dengan body %P ! body 633 MΩ&,
kumparan jangkar dengan body %$ ! body 633 MΩ, 2 ! body 633 MΩ, ; ! body
633 MΩ &.
2.9 PM+AHASA#
Pada penggunaan multimeter, dilakukan pengukuran tahanan yang ditunjukkan dengan satuan ohm. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tahanan yang dimiliki tiap ! tiap peralatan yang akan di test. Semakin tinggi tahanan yang dimiliki, berarti peralatan itu memiliki kemampuan penghantar arus yang baik. Artinya peralatan sangat layak untuk digunakan.
Demikian pula pada penggunaan megger, dilakukan untuk mengukur tahanan isolasi yang dimiliki oleh tiap peralatan yang akan di test. Satuan yang digunakan adalah MΩ, dengan tujuan untuk memastikan bahwa arus tidak keluar dari
konduktor 8 bocor. Dari analisa di atas, peralatan ! peralatan listrik seperti motor dc shunt, motor dc compound, motor induksi 1 phase, motor induksi : phase dan generator : phase memiliki tahanan isolasi yang lebih dari 633 MΩ. Artinya arus
BAB # KESI,PULAN
Dari pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa peralatan ! peralatan listrik yang digunakan harus melewati suatu test kelayakan. /est kelayakan dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa alat, salah satunya adalah multimeter dan megger. /est kelayakan ini dapat diambil dengan mengukur tahanan dan tahanan isolasi. Semakin tinggi angka tahanan dan tahanan isolasi maka arus yang mengalir melalui alat 8 konduktor semakin baik. Artinya konduktor yang dialiri arus listrik tidak mengalami kebocoran dan perorma dari peralatan ! peralatan listrik tersebut masih bagus.
DA7TAR PUSTAKA
Juhal, Dasar Tena&a Listrik, /+ +andung, 1771.
Sardono, r. MSc, ,ateri K%ia' Listrik Perkapa%an, /S, 9339
Petn2k Praktikm Listrik Perkapa%an 8933N
ndratmo, 9335, Modul Sistem "istrik 'apal-1, akarta http)88soemarno.org893378398test-isolasi8