Guntur Rhoma Dony
4209100046
Yuno Priandoko
4210100060
Taufiq Adi P
4210100093
Wahyu Anggara
4211100001
Kib Angga R
4211100003
Victor Augusto
4211100004
Engine
Starting
System
Definisi
Komponen
Prinsip Kerja
Sangatlah penting untuk memutar poros mesin
dengan kecepatan tertentu, yang nantinya akan
mengakibatkan temperature saat kompresi
berlangsung akan menjadi cukup tinggi dan
memastikan bahan bakar dapat terinjeksi ke dalam
silinder saat terjadi proses pembakaran. Starting
system merupakan metode penyuplaian energy
untuk memutar mesin.
Ada beberapa tipe starting pada diesel engine, yaitu
Secara umum motor diesel pada kapal-kapal besar akan
menggunakan udara bertekanan sebagai sistem
startingnya, karena jika dengan bantuan elektrik maka
generator yang diperlukan akan sangat besar.
Dimana udara bertekanan yang disuplai kedalam
silinder untuk menggerakkan piston sehingga dalam
beberapa kali langkah kerja piston sudah dapat
Pada sistem starter mesin utama kapal, udara dikompresikan dari kompressor dan ditampung pada botol angin utama (main air
receiver) pada tekanan udara 30 bar menurut ketentuan klasifikasi.
Sistem udara bertekanan yang digunakan engine pada start awal mempunyai prinsip-prinsip kerja sebagai berikut :
Udara tekan mempunyai tekanan yang harus lebih besar dari
tekanan kompresi, ditambah dengan hambatan yang ada pada mesin kapal, yaitu tenaga untuk menggerakkan bagian yang bergerak lainnya seperti engkol, shaft, dan lain-lain.
Udara tekan diberikan pada salah satu silinder dimana toraknya
sedang berada pada langkah ekspansi.
Penggunaannya dalam engine membutuhkan katup khusus yang
Kapasitas total tabung harus memperhatikan
paling tidak dapat digunakan start 12x baik
maju atau mundur untuk engine yang
reversibel
dan tidak kurang dari 6x start
untuk engine
non-reversibel
.
Jumlah start berdasar pada engine saat
Kompresor
Separator
Main air receiver
Reducing valve
Reducing station
Kompressor
merupakan alat yang berfungsi
untuk menghasilkan udara yang akan
dikompresi ke dalam tabung udara start.
Separator
berfungsi untuk memisahkan
kandungan air yang turut serta dalam
udara/udara lembab (air humidity) kompresi
yang diakibatkan oleh pengembunan sebelum
masuk ke tabung botol angin. Sehingga
separator disediakan steam trap guna
menampung air tersebut untuk selanjutnya
dibuang ke bilga.
Main air receiver
berfungsi sebagai penampung
udara yang dikompresi dari kompressor dengan
tekanan 30 bar sehingga selain dilengkapi indikator
tekanan (pressure indicator), main air receiver juga
dilengkapi dengan safety valve yang berfungsi secara
otomatis melepaskan udara yang tekanannya
melebihi tekanan yang telah ditetapkan.
Reducing valve
berfungsi untuk mereduksi takanan
keluaran dari main air receiver guna keperluan
pengujian katup bahan bakar.
Reducing station
berfungsi untuk mengurangi
tekanan dari 30 bar menjadi 7 bar guna keperluan
untuk pembersihan turbocharger.
Udara tekan dihasilkan oleh kompresor.
Selanjutnya udara yang dikompresikan tersebut ditampung
dalam tabung bertekanan. Sebelum menuju ke main air
receiver, udara tersebut terlebih dahulu melewati separator guna memisahkan air yang turut dalam udara yang
disebabkan proses pengembunan sehingga hanya udara kering saja yang masuk ke tabung.
Sedangkan untuk proses start, udara bertekanan sebesar 30
bar dimasukkan/disalurkan melalui pipa ke starting air
distributor, kemudian oleh distributor regulator dilakukan penyuplaian udara bertekanan secara cepat sesuai dengan firing sequence.
Udara bertekanan dimasukkan ke dalam
silinder untuk mendorong piston dari TMA ke
TMB (langkah ekspansi)
Untuk mengetahui posisi piston,
Selain itu udara bertekanan yang di simpan pada air
receiver bisa digunakan untuk:
1. Untuk starting permesinan bantu 2. Untuk membunyikan klakson 3. Untuk keperluan cleaning
4. Untuk keperluan peralatan pneumatis
Sistem ini dipakai oleh mesin diesel yang memiliki daya sedang yaitu < 500 PK. Sistem ini menggunakan motor DC dengan
suplai listrik dari baterai/accu 12 atau 24 volt untuk menstart diesel. Saat start, motor DC mendapat suplai listrik dari baterai atau accu dan menghasilkan torsi yang dipakai untuk
menggerakkan diesel sampai mencapai putaran tertentu. Baterai atau accu yang dipakai harus dapat dipakai untuk
menstart sebanyak 6 kali tanpa diisi kembali, karena arus start yang dibutuhkan motor DC cukup besar maka dipakai dinamo yang berfungsi sebagai generator DC.
Jika main engine distart dengan listrik maka harus
tersedia dua bateray yang independen. Total
kapasitas bateray harus cukup untuk operasi
selama 30 menit tanpa pengisian.
Jika dua atau lebih auxiliary engine distart dengan
listrik paling tidak tersedia dua bateray yang
independen. Kapasitas bateray harus cukup paling
tidak 3x operasi start-up untuk setiap engine.
Bateray start hanya boleh digunakan untuk starting
dan untuk memonitor peralatan yang ada pada
engine.
Komponen Starting sistem secara hidrolis
terdiri atas:
Reservoir
Engine-driven charging pump
Manually operated pump
Piston jenis akumulator (dengan sisi fluida dan
nitrogen)
Vane-type starting motor
Connecting lines dan fitting
Minyak cairan hidrolik mengalir karena gravitasi (atau dengan sedikit
vakum) dari reservoir ke salah satu inlet engine-driven charging pump atau pompa tangan.
Cairan dibuang oleh salah satu pompa pada tekanan tinggi ke dalam
akumulator dan disimpan pada 3250 psi di bawah tekanan gas nitrogen terkompresi (Nitrogen digunakan sebagai pengganti udara terkompresi karena nitrogen tidak akan meledak jika kebocoran las memungkinkan minyak untuk memasuki sisi nitrogen akumulator)
Ketika starter terlibat dengan gear pada fly-wheel mesin dan katup
kontrol terbuka, cairan tekanan tinggi keluar dari akumulator dengan gerakan piston dari gas nitrogen yang berkembang.
Cairan mengalir ke motor starter, yang dengan cepat mempercepat
mesin untuk kecepatan cranking tinggi. Ketika tuas mulai dilepaskan, pegas akan melepaskan pinion awal dan menutup katup kontrol.
Tindakan ini akan menghentikan aliran minyak hidrolik dari akumulator. Cairan yang digunakan kembali dari starting mototr langsung ke
Selama operasi mesin, engine-driven charging pump berjalan terus
menerus dan secara otomatis mengisi akumulator. Ketika tekanan yang dibutuhkan dicapai dalam akumulator, katup dalam pompa terbuka dan cairan dikeluarkan oleh pompa dilewati ke reservoir. Ketika sistem
dimatikan, tekanan di akumulator akan dipertahankan.
Pompa tangan dari sistem hydrostarter adalah pompa double-action
piston. Ini berfungsi untuk memompa cairan ke dalam akumulator untuk cranking awal ketika akumulator telah mengeluarka semua fluida yang tersimpan di dalamnya. Starter dilindungi dari kecepatan tinggi dari mesin dengan aksi kopling over-berjalan.
Hydraulic starting system dapat digunakan dengan mesin paling kecil
dalam service tanpa modifikasi selain kopling dan perakitan pinion, yang harus berubah ketika konversi dari kiri untuk rotasi kanan.
Sedangkan dalam rules BKI. Vol. III tentang Konstruksi Mesin, kapasitas
OUR TOPIC
SUB BAB
Starting Manual
Starting dengan Udara Bertekanan
MANUAL
System start manual dengan menggunakan tangan
hanya dapat dilakukan pada mesin yang berukuran
kecil, yang mempunyai lubang silinder tidak lebih
dari empat in dan hanya mempunyai satu atau dua
silinder, karena tenaga manusia tidak akan bisa
mencapai tekanan yang dibutuhkan oleh mesin
untuk mengkompresi udara dalam silinder, apabila
mesin yang akan distart berukuran besar.
Jadi untuk menstart mesin besar harus
menggunakan alat bantu seperti udara tekan
ataupun tenaga listrik.
UDARA BERTEKANAN
Secara umum mesin-mesin pada kapal-kapal besar akan menggunakan udara bertekanan sebagai sistem startingnya, dimana udara bertekanan yang disuplai kedalam silinder untuk meggerakkan piston sehingga dalam beberapa kali gerak dan langkah kerja piston sudah dapat menghidupkan mesin tersebut.
UDARA BERTEKANAN
1. Udara bertekanan di dihasilkan dari kompresor dan
disimpan pada tabung (air receiver).
2. Udara bertekanan lalu di suplai oleh pipa menuju
automatic valve dan kemudian ke katup udara start silinder.
3. Pembukaan katup start akan memberikan udara
bertekanan ke dalam silinder.
4. Pembukaan katup silinder dan automatic valve dikontrol
oleh pilot air system.
5. Pilot air ini diberi dari pipa besar dan menerus ke katup
pengontrol yang dioperasikan dengan lengan udara start pada engine.
UDARA BERTEKANAN
Lalu darimana kita bisa mengetahui kapan
engine siap untuk di starting dengan
menggunakan udara bertekanan
? Karena prinsip dari starting engine sendiri ada menekan piston yang berada pada posisi TMA ke TMB ( ekspansi ), caranya adalah dengan melihat tanda yang ada di
UDARA BERTEKANAN
CATATAN:
Udara bertekanan yang disimpan dalam air receiver tidak hanya digunakan untuk starting engine saja, melainkan bisa untuk:
1. Starting permesinan bantu 2. Membunyikan klakson
3. Keperluan cleaning
4. Keperluan peralatan pneumatis
UDARA BERTEKANAN
Menurut aturan yang ada pada BKI (Biro Klasifikasi Indonesia), volume 3 section 2, starting udara berkompresi :
Mesin utama yang dinyalakan dengan udara berkompresi harus
menggunakan paling tidak dua starting kompresor. Paling tidak 1
kompresor udara harus dijalankan secara independen dari mesin utama dan harus menyuplai minimum 50% dari total kapasitas yang
dibutuhkan
Total kapasitas dari starting air compressor sedemikian rupa seperti
desain starting air receiver sesuai dengan 2.4 atau 2.5, sebagaimana berlaku, dapat diisi dari tekanan atmosphere hingga tekanan akhir
dalam waktu satu jam. Normalnya, kompresor yang dipakai adalah yang memiliki kapasitas yang sama. Ini tidak berlaku untuk kompresor udara darurat yang mungkin diberikan untuk memenuhi persyaratan H1
UDARA BERTEKANAN
Jika mesin utama dinyalakan dengan udara
berkompresi, The available starting air setidaknya
dibagi antara paling tidak dua starting air receiver
yang setidaknya memiliki ukuran yang sama yang
dapat digunakan secara independen satu sama lain
Dengan instalasi multi-engine jumlah start-up
operations per engine dapat, dengan kesepakatan
Society, dikurangi berdasarkan konsep perencanaan
propulsi
UDARA BERTEKANAN
Jika sistem Starting Air untuk pembantu atau untuk
penyuplai pengatur dan operasi pneumatic dan peralatan
manoevering atau tyfon units maka harus didapatkan dari
starting air receiver utama, berdasarkan adalah harus
diganti dengan konsumsi udara dari peralatan tersebut
ketika perhitungan kapasitas dari starting air receiver
utama.
Penggunaan lain dengan konsumsi udara yang tinggi
selain yang disebutkan pada 2.6 mungkin tidak terhubung
dengan sistem utama starting air. Penyupai udara
terpisah harus disediakan pada unit-unit ini.
ELEKTRIK
Jumlah daya yang diperlukan untuk memutar poros engkol mesin diesel dingin dan membawanya sampai kecepatan start biasanya sedikit dibawah 10 persen dari keluaran daya ternilai, tetapi dalam beberapa kasus dapat sebesar 20
persen, terutama dengan mesin kecil. Pada mesin yang
berukuran lebih besar, daya ini lebih kecil, yaitu turun sampai sekitar 3 atau 4 persen dari keluaran daya ternilai.
Sistem start elektrik menggunakan arus searah karena energi listrik dalam bentuk ini dapat disimpan dalam batere/accu dan ditarik keluar kalau diperlukan untuk menstart.
Setelah menstart, batere/accu diisi kembali atau sering disebut di charger dengan generator yang digerakan oleh mesin.
ELEKTRIK
Sistem start dengan menggunakan listrik (sistem start elektrik) terdiri dari :
a) Batere penyimpan
b) Motor listrik arus searah (d-c)
c) Penghubung mekanis antara motor star dan poros engkol roda gila mesin.
d) Generator listrik bantu untuk mengisis batere
e) Kabel, kawat dan saklar yang diperlukan untuk melengkapi system start
ELEKTRIK
Menurut aturan yang ada pada BKI (Biro Klasifikasi
Indonesia), volume 3 section 2, peralatan electrical starting : Dimana mesin utama dijalankan dengan kelistrikan, dua baterai
independen yang sama harus dipasang. Baterai harus diatur sedemikian rupa sehingga baterai tersebut tidak dapat
dihubungkan secara parallel dengan satu sama lain. Setiap baterai harus mampu menyalakan mesin utama dari keadaan dingin. Total kapasitas dari starter batteries harus cukup untuk mengeksekusi dalam waktu 30 menit, tanpa pengisian
kembali baterai, dengan jumlah operasi start-up yang sama seperti yang ditentukan dalam 2.4. atau 2.5. dengan tepat, untuk menyalakan dengan kompresi udara
ELEKTRIK
Jika dua atau lebih mesin pembantu yang dinyalakan dengan kelistrikan, paling tidak dua batera independen yang sama harus disediakan. Dimana starter batteries untuk mesin
utama sudah terpasang, penggunan baterai tersebut dapat diterima.Kapasitas baterai harus cukup selama setidaknya tiga operasi start-up tiap mesin.Jika hanya salah satu mesin bantu yang dinyalakan dengan kelistrikan, satu baterai sudah cukup
Starter baterai hanya dapat digunakan untuk starting (dan preheating jika diaplikasikan) untuk peralatan monitoring untuk mesin
Langkah-langkah yang harus diambil untuk memastikan