PAPER PAPER
PENGANTAR OSEANOGRAFI PENGANTAR OSEANOGRAFI
KEANEKARAGAMAN BIOTA LAUT DALAM KEANEKARAGAMAN BIOTA LAUT DALAM
NAMA : YUNI MAHARANI NAMA : YUNI MAHARANI
NIM
NIM : : L221 L221 12 12 12691269
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR MAKASSAR 2013 2013
KEANEKARAGAMAN BIOTA LAUT DALAM KEANEKARAGAMAN BIOTA LAUT DALAM 1.
1. Pengertian Pengertian laut laut dalamdalam
Laut dalam merupakan semua zona yang terletak di bawah zona eufotik (zona Laut dalam merupakan semua zona yang terletak di bawah zona eufotik (zona bercahaya) mencakup zona batipelagis, abilsal dan hadal (Nontji,2002). Bagian dari bercahaya) mencakup zona batipelagis, abilsal dan hadal (Nontji,2002). Bagian dari lingkungan bahari yang terletak di bawah kedalaman yang dapat diterangi sinar lingkungan bahari yang terletak di bawah kedalaman yang dapat diterangi sinar matahari di laut terbuka dan lebih dalam dari paparan benua (>200m)
matahari di laut terbuka dan lebih dalam dari paparan benua (>200m) Laut dalam adalah lapisan terbawah dari
Laut dalam adalah lapisan terbawah dari lautan,lautan, berada dibawah lapisan berada dibawah lapisan thermocline
thermocline pada kedalaman lebih dari 1828 m. Sangat sedikit atau bahkan tidakpada kedalaman lebih dari 1828 m. Sangat sedikit atau bahkan tidak ada
ada cahayacahaya yang dapat masuk ke area ini, dan sebagian besar organismeyang dapat masuk ke area ini, dan sebagian besar organisme bergantung pada material organik yang jatuh dari
bergantung pada material organik yang jatuh dari zona fotik.zona fotik. Karena alasan inilah Karena alasan inilah para saintis mengira bahwa kehidupan di tempat ini akan sangat sedikit, namun para saintis mengira bahwa kehidupan di tempat ini akan sangat sedikit, namun dengan adanya peralatan yang dapat menyelam ke kedalaman, ditemukan bahwa dengan adanya peralatan yang dapat menyelam ke kedalaman, ditemukan bahwa ditemukan cukup banyak kehidupan di arena ini.
ditemukan cukup banyak kehidupan di arena ini. Di tahun 1960,
Di tahun 1960, Bathyscaphe Trieste Bathyscaphe Trieste menuju ke dasar darimenuju ke dasar dari Palung MarianaPalung Mariana dekatdekat Guam,
Guam, pada kedalaman 35.798 kaki (10.911 m), titik terdalam di bumi. Jika pada kedalaman 35.798 kaki (10.911 m), titik terdalam di bumi. Jika Gunung Gunung Everest
Everest ditenggelamkan, maka puncaknya akan berada lebih dari satu mil dariditenggelamkan, maka puncaknya akan berada lebih dari satu mil dari permukaan. Pada kedalaman ini,
permukaan. Pada kedalaman ini, ikanikan kecil miripkecil mirip flounderflounder terlihat. Kapal selamterlihat. Kapal selam penelitian
penelitian Jepang,Jepang, Kaiko,Kaiko, adalah satu-satunya yang dapat menjangkau kedalaman adalah satu-satunya yang dapat menjangkau kedalaman ini, dan lalu hilang di tahun 2003.
ini, dan lalu hilang di tahun 2003.
Hingga tahun 1970, hanya sedikit yang diketahui tentang kemungkinan adanya Hingga tahun 1970, hanya sedikit yang diketahui tentang kemungkinan adanya kehidupan pada laut dalam. Namun penemuan koloni
kehidupan pada laut dalam. Namun penemuan koloni udang udang dan organisme lainnyadan organisme lainnya di sekitar
di sekitar hydrothermal ventshydrothermal vents mengubah pandangan itu. Organisme-organismemengubah pandangan itu. Organisme-organisme tersebut hidup dalam keadaan
tersebut hidup dalam keadaan anaerobikanaerobik dan tanpa cahaya pada keadaandan tanpa cahaya pada keadaan kadarkadar garam
garam yang tinggi dan temperatur 149yang tinggi dan temperatur 149 ooC. Mereka menggantungkan hidup merekaC. Mereka menggantungkan hidup mereka pada
pada hidrogen sulfida, hidrogen sulfida, yang sangat beracun pada kehidupan di daratan. Penemuan yang sangat beracun pada kehidupan di daratan. Penemuan revolusioner tentang kehidupan tanpa cahaya dan
revolusioner tentang kehidupan tanpa cahaya dan oksigenoksigen ini meningkatkanini meningkatkan kemungkinan akan adanya kehidupan di tempat lain di alam semesta ini.
kemungkinan akan adanya kehidupan di tempat lain di alam semesta ini.
Ekosistem air laut luasnya lebih dari 2/3 permukaan bumi ( ±70 % ), karena Ekosistem air laut luasnya lebih dari 2/3 permukaan bumi ( ±70 % ), karena luasnya dan potensinya sangat besar, ekosistem laut menjadi perhatian orang luasnya dan potensinya sangat besar, ekosistem laut menjadi perhatian orang banyak, khususnya yang berkaitan dengan Revolusi Biru. Ekosistem laut dalam banyak, khususnya yang berkaitan dengan Revolusi Biru. Ekosistem laut dalam merupakan ekosistem laut yang tidak terjangkau oleh sinar matahari. Oleh sebab itu, merupakan ekosistem laut yang tidak terjangkau oleh sinar matahari. Oleh sebab itu, pada ekosistem ini tidak mungkin hidup produsen yang fotoautotraf. Komunitas yang pada ekosistem ini tidak mungkin hidup produsen yang fotoautotraf. Komunitas yang ada pada ekosistem laut dalam kemungkinan adalah hewan-hewan saprovora, ada pada ekosistem laut dalam kemungkinan adalah hewan-hewan saprovora, karnivora, dan detritivora. Karena terbatasnya sumber materi dan energi, maka karnivora, dan detritivora. Karena terbatasnya sumber materi dan energi, maka keanekaragaman jenis makhluk hidup pada ekosistem laut dalam paling rendah keanekaragaman jenis makhluk hidup pada ekosistem laut dalam paling rendah dibandingkan ekosistem laut lainnya.
1.1 Ciri
1.1 Ciri – – ciri lingkungan hidup laut ciri lingkungan hidup laut dalamdalam
laut dalam memiliki perbedaan yang sangat besar dibandingkan laut dangkal. laut dalam memiliki perbedaan yang sangat besar dibandingkan laut dangkal. Keadaan tersebut juga mempengaruhi individu
Keadaan tersebut juga mempengaruhi individu – – individu biota laut dalam tersebut. individu biota laut dalam tersebut. Adapun ciri
Adapun ciri – – ciri lingkungan hidup laut dalam tersebut ciri lingkungan hidup laut dalam tersebut adalahadalah
Cahaya matahari hampir dikatakan tidak menembus laut dalam sehinggaCahaya matahari hampir dikatakan tidak menembus laut dalam sehingga kondisi laut dalam tersebut gelap gulita dan tidak terjadi proses fotosintesis kondisi laut dalam tersebut gelap gulita dan tidak terjadi proses fotosintesis pada ekosistem ini
pada ekosistem ini
Tekanan hidrostatik yang tinggi karena semakin turun sejauh 10 meter dariTekanan hidrostatik yang tinggi karena semakin turun sejauh 10 meter dari permukaan laut maka tekanan akan bertambah sebesar 1 atm.
permukaan laut maka tekanan akan bertambah sebesar 1 atm.
Pengaruh salinitas yang tinggi. Salinitas juga di pengaruhi oleh meningkatnyaPengaruh salinitas yang tinggi. Salinitas juga di pengaruhi oleh meningkatnya suhu karena semakin tinggi suhu maka semakin tinggi prnguapan sehingga suhu karena semakin tinggi suhu maka semakin tinggi prnguapan sehingga terjadi pemekatan yang mengakibatkan salinitas meningkat. Curah hujan dan terjadi pemekatan yang mengakibatkan salinitas meningkat. Curah hujan dan masuknya air tawar dari aliran sungai juga mempengaruhi salinitas karena masuknya air tawar dari aliran sungai juga mempengaruhi salinitas karena semakin banyak suplay air tawar yang masuk maka akan terjadi
semakin banyak suplay air tawar yang masuk maka akan terjadi pengenceranpengenceran sehingga salinitas menururn.
sehingga salinitas menururn.
Suhu, semakin dalam laut maka suhu semakin rendah karena ketidakSuhu, semakin dalam laut maka suhu semakin rendah karena ketidak mampuan penetrasi cahaya matahari hingga ke laut dalam.
mampuan penetrasi cahaya matahari hingga ke laut dalam.
Kadar Oksigen rendah karena oksigen yang masuk ke laut dalam digunakanKadar Oksigen rendah karena oksigen yang masuk ke laut dalam digunakan terus
terus – – menerus oleh organisme laut dalam tanpa adanya organisme menerus oleh organisme laut dalam tanpa adanya organisme penghasil oksigen.
penghasil oksigen.
Pakan yang sedikit, pakan pada ekosistem laut dalam berasal dari sisaPakan yang sedikit, pakan pada ekosistem laut dalam berasal dari sisa – – sisa sisa makanan dari ekosistem laut dangkal. Selain itu pakan bagi organisme makanan dari ekosistem laut dangkal. Selain itu pakan bagi organisme – – organisme ialah organisme yang telah mati dan lain
organisme ialah organisme yang telah mati dan lain – – lain. lain. 1.2
1.2 Kondisi Fisik LingkungKondisi Fisik Lingkungan Laut dalaman Laut dalam
Ekosistem laut dalam memiliki perbedaan yang sangat besar dibandingkan Ekosistem laut dalam memiliki perbedaan yang sangat besar dibandingkan ekosistem laut dangkal. Keadaan tersebut juga mempengaruhi individu-individu biota ekosistem laut dangkal. Keadaan tersebut juga mempengaruhi individu-individu biota laut dalam tersebut. Cahaya matahari hampirdikatakan tidak menembus laut dalam laut dalam tersebut. Cahaya matahari hampirdikatakan tidak menembus laut dalam sehingga kondisi laut dalam tersebut gelap gulita dan dipastikan hampir tidak ada sehingga kondisi laut dalam tersebut gelap gulita dan dipastikan hampir tidak ada proses
proses fotosintesis. fotosintesis. Organisme Organisme yang yang hidup hidup di di perairan perairan ini ini merupakan merupakan organismorganism yang
yang sangat sangat hebat, hebat, karena karena dapat dapat bertahan bertahan hidup hidup dengan dengan kadar kadar oksigen oksigen yangyang sangat minim.
sangat minim.
Contoh organisme laut dalam adalh sebagai berikut Contoh organisme laut dalam adalh sebagai berikut
a.
a. Tekanan Tekanan HidrostatisHidrostatis
Tekanan hidrostatis di lingkungan laut dalam (>300m) sangat tinggi karena Tekanan hidrostatis di lingkungan laut dalam (>300m) sangat tinggi karena tekanan hidrostatik bertambah secara konstan seiring dengan bertambahnya tekanan hidrostatik bertambah secara konstan seiring dengan bertambahnya kedalaman air. Setiap kedalaman 10 m tekanan hidrostatik bertambah sebesar 1 kedalaman air. Setiap kedalaman 10 m tekanan hidrostatik bertambah sebesar 1 atm yang setara dengan 1,03 kg/cm
atm yang setara dengan 1,03 kg/cm22 atau 14,7 lbs/in atau 14,7 lbs/in22. Dengan demikian pada. Dengan demikian pada kedalaman 100 m ikan akan mengalami tekanan sebesar 10 atm
kedalaman 100 m ikan akan mengalami tekanan sebesar 10 atm atau setara denganatau setara dengan 10,03 kg pada setiap luasan 1 cm2 dari tubuhnya yang berlaku secara proporsional, 10,03 kg pada setiap luasan 1 cm2 dari tubuhnya yang berlaku secara proporsional, artinya tekanan hidrostatik yang dialami ikan tersebut sama pada seluruh bagian artinya tekanan hidrostatik yang dialami ikan tersebut sama pada seluruh bagian tubuhnya.
tubuhnya.
Besar tekanan hidrostatik pada permukaan air laut cenderung berubah-ubah Besar tekanan hidrostatik pada permukaan air laut cenderung berubah-ubah setiapwaktu yang
setiapwaktu yang disebabkan oleh addisebabkan oleh adanya ombak, sedanganya ombak, sedangkan pada bagian yakan pada bagian yangng lebih
lebih dalam dalam tekanan secara tekanan secara konstan bertambah konstan bertambah sesuai sesuai dengan bertambahnyadengan bertambahnya kedalaman. Tekanan hidrostatik berhubungan erat dengan mekanisme pengaturan kedalaman. Tekanan hidrostatik berhubungan erat dengan mekanisme pengaturan daya apung pada ikan. Ikan-ikan yang melakukan migrasi vertikal atau hidup dekat daya apung pada ikan. Ikan-ikan yang melakukan migrasi vertikal atau hidup dekat permukaan harus mampu mengatur daya apungnya untuk mengimbangi perubahan permukaan harus mampu mengatur daya apungnya untuk mengimbangi perubahan tekanan hidrostatik yang drastis.
tekanan hidrostatik yang drastis. b.
b. Kadar Kadar OksigenOksigen
Sumber oksigen utama di perairan laut dalam berasal dari air
Sumber oksigen utama di perairan laut dalam berasal dari air permukaanpermukaan laut di Antartika dan Arktik yang kaya Oksigen. Kadar oksigen dalam air laut akan laut di Antartika dan Arktik yang kaya Oksigen. Kadar oksigen dalam air laut akan bertambah dengan semakin rendahnya suhu dan berkurang dengan semakin bertambah dengan semakin rendahnya suhu dan berkurang dengan semakin tingginya salinitas. Pada lapisan permukaan, kadar
tingginya salinitas. Pada lapisan permukaan, kadar oksigen akan lebih tinggi, oksigen akan lebih tinggi, karenakarena adanya proses difusi antara air dengan udara bebas serta adanya proses adanya proses difusi antara air dengan udara bebas serta adanya proses fotosintesis. Dengan bertambahnya kedalaman akan terjadi penurunan kadar fotosintesis. Dengan bertambahnya kedalaman akan terjadi penurunan kadar oksigen terlarut, karena proses fotosintesis semakin berkurang dan kadar oksigen oksigen terlarut, karena proses fotosintesis semakin berkurang dan kadar oksigen yang ada banyak digunakan untuk pernapasan dan oksidasi bahan-bahan organik yang ada banyak digunakan untuk pernapasan dan oksidasi bahan-bahan organik dan anorganik Keperluan organisme terhadap oksigen relatif bervariasi tergantung dan anorganik Keperluan organisme terhadap oksigen relatif bervariasi tergantung pada jenis, stadium dan aktifitasnya. Kebutuhan oksigen untuk ikan dalam keadaan pada jenis, stadium dan aktifitasnya. Kebutuhan oksigen untuk ikan dalam keadaan diam relatif lebih sedikit apabila dibandingkan dengan ikan pada saat bergerak atau diam relatif lebih sedikit apabila dibandingkan dengan ikan pada saat bergerak atau memijah. Jenis-jenis ikan tertentu yang dapat menggunakan oksigen dari udara memijah. Jenis-jenis ikan tertentu yang dapat menggunakan oksigen dari udara bebas, memiliki daya tahan yang lebih terhadap perairan yang kekurangan oksigen bebas, memiliki daya tahan yang lebih terhadap perairan yang kekurangan oksigen terlarut
terlarut
c. Suhu c. Suhu
Keadaan suhu air laut dipengaruhi oleh penetrasi cahaya yang mampu Keadaan suhu air laut dipengaruhi oleh penetrasi cahaya yang mampu menembus kedalaman laut. Semakin dalam laut maka suhu semakin rendah karena menembus kedalaman laut. Semakin dalam laut maka suhu semakin rendah karena ketidak mampuan penetrasi cahaya matahari hingga ke laut dalam. Di laut yang ketidak mampuan penetrasi cahaya matahari hingga ke laut dalam. Di laut yang sangat dalam, suhu umumnya seragam dengan kisaran
sangat dalam, suhu umumnya seragam dengan kisaran 11 – –3300C (kecuali wilayahC (kecuali wilayah
hydrothermal vents
d. Salinitas d. Salinitas Secara sederhana
Secara sederhana, salinitas diartikan s, salinitas diartikan sebagai ebagai jumlah dari seluruh gjumlah dari seluruh garam- aram-garaman dalam gram pada setiap kilogram air laut. Secara praktik, sangat sukar garaman dalam gram pada setiap kilogram air laut. Secara praktik, sangat sukar untuk mengukur salinitas di laut, oleh karena itu penentuan harga salinitas dilakukan untuk mengukur salinitas di laut, oleh karena itu penentuan harga salinitas dilakukan dengan meninjau komponen yang terpenting saja yaitu klorida (Cl). Di laut dalam, dengan meninjau komponen yang terpenting saja yaitu klorida (Cl). Di laut dalam, salinitas umumny
salinitas umumnya seraga seragam (35 ppam (35 ppm) m) pada daerahpada daerah cold hydrocarbonseepscold hydrocarbonseeps (hipersain = 40 permil).
(hipersain = 40 permil).
Salinitas di daerah subpolar (yaitu daerah di atas daerah subtropis hingga Salinitas di daerah subpolar (yaitu daerah di atas daerah subtropis hingga mendekati kutub)
mendekati kutub) rendah di permukarendah di permukaan dan bertambah san dan bertambah secara konstan terhadecara konstan terhadapap kedalaman. Di daer
kedalaman. Di daerah ah subtropis (atau ssubtropis (atau semi tropis, yaitu daemi tropis, yaitu daerah antara 23,5erah antara 23,500 – – 404000 LU atau 23,5 - 40oLS), salinitas di permukaan lebih besar daripada di kedalaman LU atau 23,5 - 40oLS), salinitas di permukaan lebih besar daripada di kedalaman akibat tingginya
akibat tingginya aktifitas evaporasi (pengaktifitas evaporasi (penguapan). Di uapan). Di kedalaman skedalaman sekitar 500 sampaiekitar 500 sampai 1000 meter harga salinitas
1000 meter harga salinitasnya rendah dan knya rendah dan kembali bertambah embali bertambah secara tetapsecara tetap terhadap kedalaman.
terhadap kedalaman. Sementara itu, di daerah Sementara itu, di daerah tropis salinitas di permuktropis salinitas di permukaan aan lebihlebih rendah daripada di kedalaman akibat tingginya presipitasi (curah hujan).
rendah daripada di kedalaman akibat tingginya presipitasi (curah hujan). e.
e. Sirkulasi Sirkulasi AirAir
Sirkulasi air di laut dalam Sangat lamban (< 5 cm/detik), tergantung pada Sirkulasi air di laut dalam Sangat lamban (< 5 cm/detik), tergantung pada bentuk dan topografi dasar laut. Sikulasi air dan ventilasi dalam palung sangat bentuk dan topografi dasar laut. Sikulasi air dan ventilasi dalam palung sangat menentukan kadar oksigen di laut dalam.
menentukan kadar oksigen di laut dalam. f.
f. persediaan persediaan makananmakanan
Laut dalam tidak memiliki lokasi dimana produksi primer dapat berlangsung Laut dalam tidak memiliki lokasi dimana produksi primer dapat berlangsung kecuali diaderah dimana terdapat bakteri kemosintetik.Karena itu semua organisme kecuali diaderah dimana terdapat bakteri kemosintetik.Karena itu semua organisme penghuni laut dalam menggantungkan makanannya pada produksi dari tempat lain penghuni laut dalam menggantungkan makanannya pada produksi dari tempat lain yang dapat melakukan forosintetis. Pakan ini kemudian diangkut atau terangkut ke yang dapat melakukan forosintetis. Pakan ini kemudian diangkut atau terangkut ke laut dalam.
laut dalam.
Pakan yang tenggelam biasanya berupa pakan pelet tinja organisme di laut Pakan yang tenggelam biasanya berupa pakan pelet tinja organisme di laut permukaan atau kulit crustacea yang lepas pada saat molting. Karena kebanyakan permukaan atau kulit crustacea yang lepas pada saat molting. Karena kebanyakan organisme tidak dapat mencerna kitin dari kulit crustacea, biasanya kulit tersebut organisme tidak dapat mencerna kitin dari kulit crustacea, biasanya kulit tersebut akan diserang oleh bakteri dan dicerna kemudian di keluarkan dalam bentuk pakan akan diserang oleh bakteri dan dicerna kemudian di keluarkan dalam bentuk pakan protoplasma bakteri. Akibatnya di dasar laut dalam banyak terdapat bakteri yang protoplasma bakteri. Akibatnya di dasar laut dalam banyak terdapat bakteri yang merupakan makanan dari organisme yang lebih besar. Bahkan kelimpahan merupakan makanan dari organisme yang lebih besar. Bahkan kelimpahan organisme pemakan bakteri akan lebih banyak daripada organisme pelagik di organisme pemakan bakteri akan lebih banyak daripada organisme pelagik di kedalaman yang sama.
kedalaman yang sama.
Pakan yang dapat langsung dimanfaatkan adalah organisme laut dalam Pakan yang dapat langsung dimanfaatkan adalah organisme laut dalam adalag organisme yang pada saat larvanya berada di zona fotik dan dewasanya adalag organisme yang pada saat larvanya berada di zona fotik dan dewasanya bermigrasi ke laut dalam dimana ia akan menjadi mangsa para predator. Jenis bermigrasi ke laut dalam dimana ia akan menjadi mangsa para predator. Jenis
pakan lain yang dapat langsung dimanfaatkan adalah organisme mati yang berasal pakan lain yang dapat langsung dimanfaatkan adalah organisme mati yang berasal dari laut permukaan yang pada saat sampai ke dasar laut dalam belum seluruhnya dari laut permukaan yang pada saat sampai ke dasar laut dalam belum seluruhnya habis dimakan oleh organisme lain di zona atasnya.
habis dimakan oleh organisme lain di zona atasnya.
2.
2. Adaptasi Adaptasi OrganismeOrganisme Adaptasi
Adaptasi adalah adalah cara cara bagaimanabagaimana organismeorganisme mengatasi tekanan lingkunganmengatasi tekanan lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup. Adaptasi tersebut seperti warna tubuhnya. Pada sekitarnya untuk bertahan hidup. Adaptasi tersebut seperti warna tubuhnya. Pada organisme mesopelagik ikan-ikannya berwarna hitam dan gelap sementara organisme mesopelagik ikan-ikannya berwarna hitam dan gelap sementara crustacea dan hewan lainnya berwarna ungu kelam atau merah. Dengan demikian crustacea dan hewan lainnya berwarna ungu kelam atau merah. Dengan demikian organisme tersebut tidak akan tampak di perairan. Warna merah adalah warna organisme tersebut tidak akan tampak di perairan. Warna merah adalah warna pertama yang diadsorbsi oleh air laut, sehingga warna merah tersebut akan tampak pertama yang diadsorbsi oleh air laut, sehingga warna merah tersebut akan tampak seperti warna hitam. Pada organisme yang hidup di zona abisal dan hadal biasanya seperti warna hitam. Pada organisme yang hidup di zona abisal dan hadal biasanya berwarna putih atau bahkan transparan da tidak berpigmen, tetapi ikan-ikannya berwarna putih atau bahkan transparan da tidak berpigmen, tetapi ikan-ikannya berwarna hitam.
berwarna hitam.
Dengan keadaan tanpa adanya cahaya matahari, tekanan tinggi, salinitas Dengan keadaan tanpa adanya cahaya matahari, tekanan tinggi, salinitas tinggi dan faktor
tinggi dan faktor – – faktor khusus di laut dalam tersebut yang membuat organisme di faktor khusus di laut dalam tersebut yang membuat organisme di daerah tersebut melakukan adaptasi, yakni :
daerah tersebut melakukan adaptasi, yakni : 1.1 Adapasi morfologi
1.1 Adapasi morfologi Adaptasi
Adaptasi morfologi morfologi adalah adalah penyesuaian penyesuaian pada pada organ organ tubuh tubuh yang yang disesuaikandisesuaikan dengan kebutuhan organisme hidup. Secara morfologis, senjata pembunuh seperti dengan kebutuhan organisme hidup. Secara morfologis, senjata pembunuh seperti rahang, tengkorak dan dimensi mulut mengalami perubahan pada organisme laut rahang, tengkorak dan dimensi mulut mengalami perubahan pada organisme laut dalam. Ciri umum mereka adalah mulut yang melebar, rahang yang kuat dan dalam. Ciri umum mereka adalah mulut yang melebar, rahang yang kuat dan gigi-gigi tajam. Mereka harus seoptimal mungkin mencari mangsa yang jarang di laut gigi tajam. Mereka harus seoptimal mungkin mencari mangsa yang jarang di laut dalam. Kanibalisme juga sering terjadi di
dalam. Kanibalisme juga sering terjadi di beberapa spesies.beberapa spesies.
Pada organisme mosopelagik umumnya memiliki mata yang besar. Mata ini Pada organisme mosopelagik umumnya memiliki mata yang besar. Mata ini digunakan untuk memeksimalkan penglihatan pada intensitas cahaya yang begitu digunakan untuk memeksimalkan penglihatan pada intensitas cahaya yang begitu minim. Mata ini akan menangkap bayangan dari cahaya yang dihasilkan oleh organ minim. Mata ini akan menangkap bayangan dari cahaya yang dihasilkan oleh organ penghasil cahaya. Ikan-ikan ini berenang dibagian atas zona mesopelagik yang penghasil cahaya. Ikan-ikan ini berenang dibagian atas zona mesopelagik yang masih sedikit terdapat cahaya dan bermigrasi ke zona epipelagik seaat malam hari, masih sedikit terdapat cahaya dan bermigrasi ke zona epipelagik seaat malam hari, dan menggunakan matanya untuk mendeteksi adanya cahaya berintensitas rendah dan menggunakan matanya untuk mendeteksi adanya cahaya berintensitas rendah baik dari cahaya matahari maupun cahaya dari organ penghasil cahaya. Ikan
baik dari cahaya matahari maupun cahaya dari organ penghasil cahaya. Ikan -ikan ini-ikan ini memiliki penglihatan senja karena memiliki pigmen rodopsin dan kepadatan batang memiliki penglihatan senja karena memiliki pigmen rodopsin dan kepadatan batang retina yang tinggi.
retina yang tinggi. Adapun
Adapun organisme organisme yang yang memiliki memiliki mata mata tubuler tubuler yang yang berbentuk berbentuk silinder silinder pendekpendek dengan lensa setengah lingkaran di ujung silinder. Mata tersebut memiliki dua retina. dengan lensa setengah lingkaran di ujung silinder. Mata tersebut memiliki dua retina. Retina yang yang satu untuk melihat jauh dan
Karena zona ini memiliki tekanan yang sangat besar yaitu mencapai 600 atm,maka Karena zona ini memiliki tekanan yang sangat besar yaitu mencapai 600 atm,maka makhluk hidup di lapisan ini memiliki kulit yang berongga dan tulang yang lunak dan makhluk hidup di lapisan ini memiliki kulit yang berongga dan tulang yang lunak dan fleksibel. Sehingga mereka mampu beradaptasi dengan tekanan
fleksibel. Sehingga mereka mampu beradaptasi dengan tekanan tinggitinggi
1.2 Adaptasi fisiologi 1.2 Adaptasi fisiologi
Adaptasi
Adaptasi fisiologi fisiologi adalah adalah penyesuaian penyesuaian yang yang dipengaruhi dipengaruhi oleh oleh lingkunganlingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada fungsi alat-alat tubuh untuk sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada fungsi alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik. Di ekosistemlaut dalam dapat dikatakan tidak mempertahankan hidup dengan baik. Di ekosistemlaut dalam dapat dikatakan tidak terdapat produsen karena tidak adanya sinar matahari yang menyebabkan tidak terdapat produsen karena tidak adanya sinar matahari yang menyebabkan tidak adanya proses fotosintesis pada ekosistem tersebut, sehingga biota laut dalam adanya proses fotosintesis pada ekosistem tersebut, sehingga biota laut dalam melakukan
melakukan adaptasi fisiologi. Badaptasi fisiologi. Bentuk adaptasi entuk adaptasi fisiologi biota laut dalfisiologi biota laut dalam adalaham adalah adalah organisme laut dalam mempunyai kapasitas untuk mengolah energi yang adalah organisme laut dalam mempunyai kapasitas untuk mengolah energi yang jauh
jauh lebih lebih efektif efektif dari dari makhluk makhluk hidup hidup di di darat darat dan dan zona zona laut laut atas. atas. Mereka Mereka bisabisa mendaur energinya sendiri dan menentukan seberapa banyak energi yang akan mendaur energinya sendiri dan menentukan seberapa banyak energi yang akan terpakai dengan stok makanan yang didapat.
terpakai dengan stok makanan yang didapat. 1.3
1.3 Adaptasi Adaptasi tingkah tingkah lakulaku Adaptasi
Adaptasi tingkah tingkah laku laku adalah adalah penyesuaian mahkluk penyesuaian mahkluk hidup hidup pada pada tingkah tingkah lakulaku terhadap lingkungannya. Beberapa organisme yang mengalami siklus reproduksi, terhadap lingkungannya. Beberapa organisme yang mengalami siklus reproduksi, akan mempunyai perilaku yang unik untuk menarik pasangannya di tengah akan mempunyai perilaku yang unik untuk menarik pasangannya di tengah kegelapan. Mereka akan memendarkan cahaya yang tampak kontras dengan kegelapan. Mereka akan memendarkan cahaya yang tampak kontras dengan kondisi sekitar yang serba gelap. Dalam ekosistem dasar laut sebisa mungkin kondisi sekitar yang serba gelap. Dalam ekosistem dasar laut sebisa mungkin mereka dapat memperoleh sumber energi atau
mereka dapat memperoleh sumber energi atau makanan agar dapat bertahan hidup,makanan agar dapat bertahan hidup, oleh karena itu beberapa ikan yang hidup di ekosistem ini dilengkapi keahlian oleh karena itu beberapa ikan yang hidup di ekosistem ini dilengkapi keahlian khusus agar dapat memperbesar kemungkinan mendapatkan mangsa, seperti Ikan khusus agar dapat memperbesar kemungkinan mendapatkan mangsa, seperti Ikan Fang Tooth yang memiliki tingkat agresifitas yang tinggi sehingga ketika ada Fang Tooth yang memiliki tingkat agresifitas yang tinggi sehingga ketika ada mangsa yang lewat didepannya ia langsung dapat dengan cepat memakannya, mangsa yang lewat didepannya ia langsung dapat dengan cepat memakannya, karena memang tidak banyak hewan laut yang mampu hidup dalam ekosistem ini. karena memang tidak banyak hewan laut yang mampu hidup dalam ekosistem ini. Kemudian contoh lainnya adalah Ikan Hairyangler yang tubuhnya dipenuhi dengan Kemudian contoh lainnya adalah Ikan Hairyangler yang tubuhnya dipenuhi dengan atena sensitif, antena tersebut sangat sensitif sekali terhadap setiap gerakan, atena sensitif, antena tersebut sangat sensitif sekali terhadap setiap gerakan, fungsinya untuk mendeteksi mangsa yang ada didekatnya. Di laut dalam sering fungsinya untuk mendeteksi mangsa yang ada didekatnya. Di laut dalam sering terlihat cahaya yang berkedip-kedip, cahaya tersebut
terlihat cahaya yang berkedip-kedip, cahaya tersebut adalah Bioluminescence.adalah Bioluminescence. Bioluminescence adalah cahaya yang dapat dihasilkan
Bioluminescence adalah cahaya yang dapat dihasilkan oleh beberapa hewanoleh beberapa hewan laut, cahaya tersebut berasal dari bakteri yang hidup secara permanen didalam laut, cahaya tersebut berasal dari bakteri yang hidup secara permanen didalam sebuah perangkap.
sebuah perangkap. Asosiasi Asosiasi dari organisme dan bakteri yang menghasilkan dari organisme dan bakteri yang menghasilkan bioluminescence ini digunakan oleh hewan laut dalam sebagai alat perangkap atau bioluminescence ini digunakan oleh hewan laut dalam sebagai alat perangkap atau alat untuk menarik m
alat untuk menarik mangsa, kurang lebih bioluminescence berfungsi sebagai umpan.angsa, kurang lebih bioluminescence berfungsi sebagai umpan. Pada umumnya bioluminescence dimiliki oleh setiap hewan laut dalam, baik betina Pada umumnya bioluminescence dimiliki oleh setiap hewan laut dalam, baik betina maupun jantan. Namun beberapa diantaranya ada yang hanya dimiliki oleh hewan maupun jantan. Namun beberapa diantaranya ada yang hanya dimiliki oleh hewan
laut betina. Cahaya bioluminescence yang dihasilkan biasa berwarna biru atau laut betina. Cahaya bioluminescence yang dihasilkan biasa berwarna biru atau kehijauan, putih, dan merah. Walau sebagian besar bioluminescence digunakan kehijauan, putih, dan merah. Walau sebagian besar bioluminescence digunakan untuk mekanisme bertahan hidup, namun beberapa diantara hewan laut dalam untuk mekanisme bertahan hidup, namun beberapa diantara hewan laut dalam tersebut menggunakan bioluminescence untuk menarik lawan jenisnya. Asosiasi tersebut menggunakan bioluminescence untuk menarik lawan jenisnya. Asosiasi seperti ini merupakan adaptasi tingkah laku dari penghuni perairan laut bawah.
seperti ini merupakan adaptasi tingkah laku dari penghuni perairan laut bawah. ..