• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS LAPORAN KEUANGAN PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk. Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2008 dan 2007

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS LAPORAN KEUANGAN PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk. Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2008 dan 2007"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

ATAS

LAPORAN

KEUANGAN

PT.

ASURANSI

HARTA

AMAN

PRATAMA

Tbk

Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2008 dan 2007

d b s

&

d

Doli, Bambang, Sudarmadji & Dadang

Registered Public Accountants

Cabang Jakarta Selatan License number :

Minister of Finance : Kep-444/KM.5/2005 Jl. Mampang Prapatan Raya No. 82 Jakarta Selatan 12790 Phone : (021) 797 55 42 (021) 706 411 38 (021) 799 68 51 Fax : (021) 799 68 51 email : [email protected]

An independent member of BKR International with offices throughout the World

(2)

DAFTAR ISI

KETERANGAN

HALAMAN

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Auditor Independen

Laporan Auditor Independen

31 Desember 2008 dan 2007

1

Laporan Keuangan

N e r a c a

31 Desember 2008 dan 2007

2 - 3

Laporan Laba Rugi

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007

4

Laporan Perubahan Ekuitas

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007

5

Laporan Arus Kas

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007

6

Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan Atas Laporan Keuangan

7 – 37

(3)

dbs

&

d

Doli, Bambang, Sudarmadji & Dadang

Registered Public Accountants

(4)
(5)

dbs

&

d

Doli, Bambang, Sudarmadji & Dadang

Registered Public Accountants

LAPORAN

AUDITOR

INDEPENDEN

(6)
(7)

dbs

&

d

Doli, Bambang, Sudarmadji & Dadang

Registered Public Accountants

(8)

Halaman 2

PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk

NERACA

31 DESEMBER 2008 DAN 2007

(Dinyatakan dalam rupiah, kecuali dinyatakan lain)

ASET

Catatan

2008

2007

INVESTASI

Deposito berjangka

2b,2h,3,27,&34

37,607,000,000

10,775,700,000

Saham:

tersedia untuk dijual

320,347,880

106,432,020

Obligasi:

yang dimiliki hingga jatuh tempo

2,941,917,992

3,230,755,307

Investasi lainnya:

Penyertaan pada Menara Proteksi

4,000,000

4,000,000

Penyertaan pada Perusahaan Asuransi Resiko Khusus

190,000,000

190,000,000

Jumlah Investasi

41,063,265,872

14,306,887,327

KAS DAN BANK

2b,2i,4,27,&34

8,645,191,323

6,747,980,178

PIUTANG PREMI - Setelah Dikurangi Penyisihan

Piutang Tak Tertagih sebesar masing-masing

Rp 2,380,606,534 dan Rp 1,980,606,534 per

31 Desember 2008 dan 2007

Pihak Ketiga

2b,2j,5,27,&34

18,181,392,151

18,206,061,854

PIUTANG REASURANSI

Pihak Ketiga

2b,2j,6,27&34

3,704,841,904

2,218,210,452

PAJAK DIBAYAR DIMUKA

2m & 14

-

340,423,304

PIUTANG LAIN-LAIN

Pihak Ketiga

2j & 7

373,171,588

203,718,800

ASET TETAP - Setelah Dikurangi Akumulasi

Penyusutan sebesar masing-masing

Rp 4,768,253,759 dan Rp 4,517,169,269 per

31 Desember 2008 dan 2007

2k,8&34

5,506,691,939

5,084,445,839

ASET PAJAK TANGGUHAN

2m & 14

1,407,654,680

1,238,307,600

ASET LAIN-LAIN

2l & 9

1,290,556,204

1,157,343,031

JUMLAH ASET

80,172,765,661

49,503,378,385

Lihat Catatan atas laporan keuangan yang merupakan

(9)

Halaman 3

KEWAJIBAN & EKUITAS

Catatan

2008

2007

KEWAJIBAN

Hutang Klaim

Pihak Ketiga

2d ,10&34

7,387,667,431

2,078,483,599

Estimasi Klaim Retensi Sendiri

Pihak Ketiga

2d,11&34

6,364,315,773

4,801,403,048

Premi yang Belum Merupakan Pendapatan

2c,12,34&35

Pihak Ketiga

13,904,830,395

10,140,530,760

Hubungan Istimewa

150,173,001

-Hutang Reasuransi

Pihak Ketiga

2b,13,27&34

2,890,451,856

356,257,108

Hutang Pajak

2m,14&34

408,168,480

124,596,020

Biaya Masih Harus Dibayar

Pihak Ketiga

15&34

132,563,440

69,788,376

Premi Diterima di Muka

Pihak Ketiga

16&34

570,682,000

1,395,200,293

Hutang Lain-lain

Pihak Ketiga

17&34

43,266,235

87,415,940

Estimasi Kewajiban Imbalan Pasca Kerja

2n,30,&34

1,854,340,223

1,530,750,534

Jumlah Kewajiban

33,706,458,834

20,584,425,678

EKUITAS

Modal saham - nilai nominal Rp 50 per saham

Modal Dasar - 2,000,000,000 saham untuk tahun 2008

dan 1,000,000,000 saham untuk tahun 2007

Modal ditempatkan dan Disetor Penuh

-500,000,000 saham untuk tahun 2008 dan

310,000,000 saham untuk tahun 2007

18

25,000,000,000

15,500,000,000

Tambahan Modal Disetor

19

5,700,000,000

-Cadangan

330,000,000

300,000,000

Rugi yang Belum Direalisasi atas Efek Tersedia

untuk Dijual

2h & 3

(422,268,220)

(204,865,580)

Saldo Laba

2k, 8 & 26

15,858,575,047

13,323,818,287

Jumlah Ekuitas

46,466,306,827

28,918,952,707

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS

80,172,765,661

49,503,378,385

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan

bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan ini

PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk

31 DESEMBER 2008 DAN 2007

(Dinyatakan dalam rupiah, kecuali dinyatakan lain)

NERACA

(10)

Halaman 4

PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk

LAPORAN LABA RUGI

TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2008 DAN 2007

(Dinyatakan dalam rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan

2008

2007

PENDAPATAN PREMI

Premi Bruto

2c,20,28&35

70,815,963,990

54,155,422,297

Premi reasuransi

2c,2f 20,28,&29

(13,479,531,971)

(7,608,664,886)

Penurunan (Kenaikan) Premi yang Belum

Merupakan Pendapatan

2c,20,&28

(3,914,472,636)

(3,794,143,847)

Jumlah Pendapatan Premi

53,421,959,383

42,752,613,564

BEBAN UNDERWRITING

Beban Klaim

Klaim Bruto

2d,21&28

31,860,612,433

19,442,313,708

Klaim Reasuransi

2d, 21,28& 29

(13,340,247,930)

(8,204,873,589)

Kenaikan Estimasi Klaim Retensi Sendiri

2d,21,&28

1,562,912,724

1,912,352,067

Jumlah Beban Klaim

20,083,277,227

13,149,792,186

Beban komisi netto

2e,22,&28

18,738,134,814

18,550,860,295

Jumlah Beban Underwriting

38,821,412,041

31,700,652,481

HASIL UNDERWRITING

14,600,547,342

11,051,961,083

HASIL INVESTASI

2h & 23

2,430,900,296

897,064,690

BEBAN USAHA

2g,24 & 30

(14,579,234,681)

(11,890,829,812)

LABA (RUGI) USAHA

2,452,212,957

58,195,961

PENGHASILAN LAIN-LAIN - BERSIH

2b,2k & 25

140,051,823

912,627,511

LABA SEBELUM TAKSIRAN PAJAK

PENGHASILAN

2,592,264,780

970,823,472

TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN

2m & 14

Pajak Kini

(196,855,100)

-Pajak Tangguhan

169,347,080

338,150,400

LABA BERSIH

2,564,756,760

1,308,973,872

LABA BERSIH PER SAHAM

2p & 31

5.13

2.62

bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan ini

Lihat Catatan atas laporan keuangan yang merupakan

(11)

Halaman 5

Rugi Belum

Direalisasi atas

Modal

Tambahan

Efek Tersedia

Ditentukan

Belum Ditentukan

Catatan

Saham

Modal Disetor

untuk Dijual

Penggunaannya

Penggunaannya

Jumlah

(Disajikan Kembali)

SALDO PER 31 DESEMBER 2006

13,000,000,000

250,000,000

(200,292,180)

270,000,000

15,074,844,415

28,394,552,235

PENGELUARAN SAHAM BONUS

2,500,000,000

(250,000,000)

-

-

(2,250,000,000)

-Laba (rugi) Belum Direalisasi Atas Efek Tersedia

Untuk Dijual

2h & 3

-

-

(4,573,400)

-

-

(4,573,400)

LABA BERSIH TAHUN 2007

-

-

-

-

1,308,973,872

1,308,973,872

PENGGUNAAN SALDO LABA SELAMA TAHUN 2007

26

Deviden Tunai

(780,000,000)

(780,000,000)

Cadangan Umum

-

-

-

30,000,000

(30,000,000)

-SALDO PER 31 DESEMBER 2007

15,500,000,000

-

(204,865,580)

300,000,000

13,323,818,287

28,918,952,707

LABA YANG BELUM DIREALISASI ATAS EFEK

TERSEDIA UNTUK DIJUAL

Laba (rugi) Belum Direalisasi Atas Efek Tersedia

Untuk Dijual

2h & 3

-

-

(217,402,640)

-

-

(217,402,640)

PENAWARAN UMUM TERBATAS 1

9,500,000,000

5,700,000,000

-

-

-

15,200,000,000

LABA BERSIH TAHUN BERJALAN

-

-

-

-

2,564,756,760

2,564,756,760

PENGGUNAAN SALDO LABA PER 31 DESEMBER 2008

26

Cadangan Umum

-

-

-

30,000,000

(30,000,000)

-SALDO PER 31 DESEMBER 2008

25,000,000,000

5,700,000,000

(422,268,220)

330,000,000

15,858,575,047

46,466,306,827

bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan ini

Lihat Catatan atas laporan keuangan yang merupakan

Saldo Laba

(Dinyatakan dalam rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

(12)

Halaman 6

2008

2007

Arus Kas Dari Aktivitas Operasi

Penerimaan premi

70,840,633,693

49,453,385,282

Penerimaan klaim dan potongan reasuransi

13,484,586,549

9,983,728,267

Pembayaran premi asuransi

(10,945,337,223)

(8,616,623,836)

Pembayaran klaim

(26,551,428,601)

(18,674,759,668)

Pembayaran potongan premi kepada tertanggung dan

potongan premi atas premi diterima dimuka

(20,369,104,885)

(20,724,319,505)

Pembayaran beban usaha

(12,975,777,268)

(11,207,322,497)

Penerimaan (pembayaran) pajak penghasilan badan

(83,784,726)

(356,499,200)

Lain-lain

(904,024,843)

2,552,599,990

Kas bersih diperoleh dari aktifitas operasi

12,495,762,696

2,410,188,833

Arus Kas Dari Aktivitas Investasi

Hasil investasi

2,376,671,572

920,083,168

Perolehan aset tetap pemilikan langsung

(1,331,330,590)

(1,006,609,650)

Hasil penjualan aset tetap pemilikan langsung

263,200,000

114,300,000

Peningkatan aset lain-lain

(133,213,173)

-Penurunan Investasi

15,709,509,703

10,621,012,106

Peningkatan Investasi

(42,683,290,888)

(8,382,675,290)

Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi

(25,798,453,376)

2,266,110,334

Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan

Penawaran Umum Terbatas I

15,200,000,000

-Pembayaran deviden tunai

(98,175)

(776,763,874)

Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan

15,199,901,825

(776,763,874)

Peningkatan (Penurunan) Bersih Dari Kas dan Bank

1,897,211,145

3,899,535,293

Kas dan Bank, Awal Tahun

6,747,980,178

2,848,444,885

Kas dan Bank, Akhir Tahun

8,645,191,323

6,747,980,178

AKTIVITAS PENDANAAN YANG TIDAK MELALUI KAS DAN BANK

Peningkatan Modal Saham yang Berasal dari Saham Bonus

-

2,500,000,000

(Dinyatakan dalam rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan

dari laporan keuangan secara keseluruhan

PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk

LAPORAN ARUS KAS

(13)

dbs

&

d

Doli, Bambang, Sudarmadji & Dadang

Registered Public Accountants

CATATAN

ATAS

LAPORAN

KEUANGAN

(14)

Halaman 7

PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2008 DAN 2007

1.

Gambaran Umum Perusahaan

a.

Pendirian Perusahaan

PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (Perusahaan) d/h PT Asuransi Harapan

Aman Pratama didirikan pada tanggal 28 Mei 1982 berdasarkan Akta Notaris

Trisnawati Mulia, SH No. 76 yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman

Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-1325.HT.01.01.Th.82

tangga1 21 September 1982.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir

dengan Akta Notaris Fathiah Helmi, SH No. 13 tanggal 18 Nopember 2008

mengenai Peningkatan Modal ditempatkan dan disetor Perseroan melalui

Penawaran Umum Terbatas I (“PUT I”) dengan menerbitkan Hak Memesan

Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) dan peningkatan Modal Dasar Perseroan

menjadi Rp. 100.000.000.000 (seratus miliar rupiah) yang terdiri atas 2 (dua)

miliar saham dengan nilai nominal Rp 50 per saham.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan

perusahaan adalah mendirikan dan menjalankan usaha dalam bidang asuransi

kerugian.

Perusahaan berkantor pusat di Jalan Balikpapan Raya No.6, Jakarta dan

memiliki jaringan operasi sebanyak 3 (tiga) kantor cabang dan 5 (lima) kantor

pemasaran yang tersebar di wilayah Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya,

Semarang dan Denpasar.

Perusahaan mulai beroperasi komersial sebagai perusahaan asuransi kerugian

sejak tahun 1983 berdasarkan Surat Ijin Usaha dari Menteri Keuangan Republik

Indonesia No. 633/MD/1983 tanggal 11 Pebruari 1983.

b.

Penawaran Umum Efek Perusahaan

Pada tanggal 30 Juli 1990, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No. SI-128/SHM/ MK.10/1990

untuk melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat melalui Bursa

Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya sebanyak 1.000.000 saham.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 16 Juni 1992, para

pemegang saham menyetujui pembagian saham bonus yang berasal dari

kapitalisasi agio saham dengan rasio setiap pemilik 2 (dua) saham lama akan

mendapat 1 (satu) saham bonus. Pencatatan saham bonus dilakukan di Bursa

Efek pada tanggal 1 Maret 1993 dan bersamaan dengan itu dilakukan

pencatatan saham pendiri (company listing) sehingga seluruh saham tercatat di

Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya berjumlah 6.000.000 saham.

(15)

Halaman 8

PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2008 DAN 2007

1.

Gambaran Umum Perusahaan (Lanjutan).

b.

Penawaran Umum Efek Perusahaan (Lanjutan)

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 30 Juni 1997 ditetapkan

pemecahan saham (stock split) atas nilai nominal saham dari Rp 1.000 per

saham menjadi Rp 500 per saham sehingga seluruh saham Perusahaan menjadi

sebanyak 12.000.000 saham. Namun stock split tersebut baru efektif

dilaksanakan pada tanggal 4 September 2000.

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 21 Mei

2003. Perusahaan memutuskan untuk membagikan dividen saham kepada

seluruh pemegang saham secara proporsional sesuai dengan jumlah saham yang

dimilikinya dan tercatat dalam Daftar Pemegang Saham di mana jumlah saham

yang akan dikeluarkan adalah sebanyak 2.000.000 saham dengan perbandingan

setiap pemegang 6 saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham

akan mendapatkan 1 dividen saham. Sehubungan dengen pembagian dividen

saham, maka modal ditempatkan dan disetor Perusahaan meningkat sebesar Rp

1.000.000.000 atau 2.000.000 saham sehingga jumlah modal ditempatkan dan

disetor Perusahaan meningkat sebesar Rp. 1.000.000.000 atau 2.000.000 saham

sehingga jumlah modal ditempatkan dan disetor Perusahaan menjadi sebesar

Rp. 7.000.000.000 atau 14.000.000 saham.

Selain itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 21 Mei

2003 telah disetujui untuk melakukan pemecahan saham (stock split) atas nilai

nominal saham dari Rp 500 per saham menjadi Rp 50 per saham sehingga

jumlah keseluruhan saham Perusahaan menjadi sebanyak 140.000.000 saham.

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar

Biasa tanggal 1 Juli 2004, para pemegang saham telah menyetujui pembagian

saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham sampai dengan tahun

buku 2003 sebesar Rp 6.000.000.000 yang akan dikonversi menjadi saham

dimana pemilik 7 saham lama dengan nilai nominal Rp 50 akan memperoleh

6 saham bonus. Jumlah saham yang dikeluarkan sehubungan dengan

pembagian saham bonus adalah sejumlah 120.000.000 saham. Modal

ditempatkan dan disetor perseroan akan meningkat dari 140.000.000 saham

atau seluruhnya sebesar Rp 7.000.000.000 menjadi 260.000.000 saham atau

seluruhnya sebesar Rp 13.000.000.000. Selain itu, dalam Rapat Umum

Pemegang Saham Tahunan tanggal 24 Mei 2004, para pemegang saham setuju

dengan pembagian dividen tunai sebesar Rp 20 setiap saham, yang akan

dibayarkan atas 140.000.000 saham atau seluruhnya sebesar Rp 2.800.000.000

(16)

Halaman 9

PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2008 DAN 2007

1. Gambaran Umum Perusahaan (Lanjutan)

b.

Penawaran Umum Efek Perusahaan (Lanjutan)

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar

Biasa yang telah diaktakan dengan akta No. 47 dari Notaris Fathiah Helmi,SH

Tanggal 25 Juni 2007, para pemegang saham telah menyetujui pembagian

saham bonus yang berasal dari:

a.

Kapitalisasi Agio Saham sampai dengan tahun buku 2006 sebesar Rp.

250.000.000 yang akan dikonversi menjadi saham, dimana pemilik 52

saham lama memperoleh 1 saham bonus dengan nilai nominal Rp. 50

setiap saham.

b.

Kapitalisasi Selisih Penilaian Kembali Aset Tetap perseroan sebesar

Rp.2.250.000.000 berdasarkan surat keputusan Direktorat Jendral Pajak

No.394/WPJ.07/ BD.04/2004 Tanggal 23-12-2004 akan dikonversi menjadi

saham, dimana pemilik 52 saham lama memperoleh 9 saham bonus dengan

nilai nominal Rp. 50 setiap saham.

Setelah pembagian saham bonus maka modal ditempatkan dan modal disetor

Perseroan meningkat dari 260.000.000 saham menjadi 310.000.000 lembar

saham atau seluruhnya sebesar Rp. 15.500.000.000

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar

Biasa yang telah diaktakan dengan akta No. 13 dari Notaris Fathiah Helmi,SH

Tanggal 18 Nopember 2008, para pemegang saham telah menyetujui

Peningkatan Modal ditempatkan dan disetor Perseroan melalui Penawaran

Umum Terbatas I (“PUT I”) dengan menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih

Dahulu (“HMETD”) sebanyak 190.000.000 saham biasa atas nama baru dengan

nilai nominal Rp. 50 (lima puluh rupiah)per saham yang ditawarkan dengan

harga penawaran Rp. 80 (delapan puluh rupiah) setiap sahamnya. Setiap

pemegang 31 (tiga puluh satu) saham lama mempunyai 19 (sembilan belas)

HMETD dimana setiap 1 (satu) HMETD berhak membeli 1 (satu) saham baru

yang berasal dari portepel Perseroan.

Setelah pelaksanaan PUT I maka modal ditempatkan dan disetor perseroan

meningkat dari 310.000.000 lembar saham menjadi 500.000.000 lembar saham

atau seluruhnya sebesar Rp. 25.000.000.000

(17)

Halaman 10

PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2008 DAN 2007

1. Gambaran Umum Perusahaan (Lanjutan)

b.

Penawaran Umum Efek Perusahaan (Lanjutan)

Berdasarkan Berita Acara Rapat umum Pemegang Saham Tahunan yang telah

diaktakan dengan Akta No. 46 dari Notaris Fathiah Helmi, SH tanggal 25 Juni

2007, para pemegang saham menyetujui penetapan penggunaan keuntungan

dan pembagian dividen tahun buku 2006 di mana :

Pembagian dividen tunai sebesar Rp 3 setiap saham yang akan dibayarkan

atas 260.000.000 saham atau seluruhnya sebesar Rp 780.000.000;

Sebesar Rp 30.000.000 disisihkan sebagai dana cadangan;

Sisanya sebesar Rp 1.347.155.642 dimasukkan sebagai Saldo Laba.

Berdasarkan Berita Acara Rapat umum Pemegang Saham Tahunan yang telah

diaktakan dengan Akta No. 58 dari Notaris Fathiah Helmi, SH tanggal 16 Juni

2008, para pemegang saham menyetujui penetapan penggunaan keuntungan

tahun buku 2007 di mana :

Sebesar Rp 30.000.000 disisihkan sebagai dana cadangan;

Sisanya sebesar Rp 1.278.973.871 dimasukkan sebagai Saldo Laba.

c.

Direksi, Dewan Komisaris, Karyawan dan Komite Audit

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar

Biasa yang telah diaktakan dengan Akta No. 13 dari Notaris Fathiah Helmi, SH,

tanggal 18 Nopember 2008, susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai

berikut :

Komisaris Utama

: Tuan Teddy Hailamsah

Komisaris Independen

: Tuan Budi Santoso Tanuwibowo

Komisaris Independen

: Tuan Bambang Heryanto

Komisaris

: Tuan Pardjo

Direktur Utama

: Tuan Sunyata Wangsadarma, MA,AAI, HIA, AIS

Direktur Keuangan

: Tuan Eng Tjiang, SE

Direktur Marketing

: Tuan Bayu Widdhisiadji, MM, AAAIK

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham

Tahunan yang telah diaktakan dengan Akta No. 46 dari Notaris Fathiah Helmi,

SH, tanggal 25 Juni 2007, susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai berikut :

Komisaris Utama

: Tuan Teddy Hailamsah

Komisaris Independen

: Tuan Budi Santoso Tanuwibowo

Komisaris

: Tuan Hendra Lukman

Direktur Utama

: Tuan Sunyata Wangsadarma, MA,AAI, HIA, AIS

Direktur Keuangan

: Tuan Eng Tjiang, SE

(18)

Halaman 11

PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2008 DAN 2007

1. Gambaran Umum Perusahaan (Lanjutan)

c. Direksi, Dewan Komisaris, Karyawan dan Komite Audit (Lanjutan)

Sesuai dengan Peraturan Bapepam No.IX.1.5 tahun 2004 tentang Pembentukan

dan Pedoman Pelaksanaan Komite Audit, Perseroan telah membentuk Komite

Audit berdasarkan surat Keputusan Dewan Komisaris No.001/HGI-DK/X/08

tanggal 30 Oktober 2008, Komisaris Perseroan menetapkan Susunan Komite

Audit sebagai berikut:

Ketua

: Tuan Budi Santoso Tanuwibowo

Anggota

: Ibu Sri Hadiah Watie

Anggota

: Tuan Bolim Handaya

Berdasarkan Surat Keputusan Komisaris Independent No:140/HGI-K/II/06

Tanggal 10 Pebruari 2006 dan No.154/HGI-K/VII/06 Tanggal 3 Juli 2006,

susunan komite Audit Perusahaan adalah sebagai berikut:

Ketua

: Tuan Budi Santoso Tanuwibowo

Anggota

: Ibu Sri Hadiah Watie

Anggota

: Tuan Bolim Handaya

Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 perusahaan mempunyai

masing-masing 69 dan 69 orang karyawan tetap.

Untuk tahun 2008 kompensasi yang diterima Komisaris, Direksi dan Komite

Audit masing-masing sebesar Rp. 120.333.250, Rp. 1.144.305.898, Rp.

30.000.000.

Untuk tahun 2007 kompensasi yang diterima Komisaris, Direksi dan Komite

Audit masing-masing sebesar Rp. 104.000.000, Rp. 913.422.968, Rp

30.000.000.

(19)

Halaman 12

PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2008 DAN 2007

2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi

a.

Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan Keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku

umum di Indonesia yaitu Standar Akuntansi Keuangan, khususnya Standar

Akuntansi Keuangan No. 28 (revisi 1996) mengenai Asuransi Kerugian,

Peraturan No. VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang

ditetapkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal. Dasar pengukuran Laporan

Keuangan ini adalah konsep Biaya Perolehan, kecuali beberapa akun tertentu

disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan

akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan Arus Kas disusun

menggunakan metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas dasar

aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Dasar penyusunan Laporan Keuangan, kecuali Laporan Arus Kas adalah dasar

Akrual. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan Laporan

Keuangan adalah mata uang Rupiah (Rp).

b.

Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Pembukuan Perusahaan disusun dalam mata uang Rupiah.

Transaksi dalam mata uang asing selama tahun berjalan dicatat berdasarkan

kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan.

Pada tanggal Neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing

dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah

transaksi wesel ekspor yang ditetapkan Bank Indonesia yang berlaku pada

tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi, dikreditkan atau dibebankan

pada Laporan Laba Rugi tahun berjalan.

Per tanggal 31 Desember 2008 dan 31 Desember 2007, kurs yang digunakan

untuk penjabaran pos-pos moneter dalam mata uang asing adalah Rp. 10.950 /

USD 1 dan Rp. 9.419 / USD 1.

c.

Pengakuan Pendapatan Premi

Premi yang diperoleh sehubungan dengan kontrak asuransi dan reasuransi

diakui sebagai pendapatan selama periode polis (kontrak) berdasarkan proporsi

jumlah proteksi yang diberikan. Premi dari polis bersama diakui sebesar pangsa

premi yang diperoleh perusahaan. Premi yang menjadi hak reasuradur diakui

sebagai premi reasuransi selama periode kontrak reasuransi secara proporsional

dengan proteksi yang diberikan.

Premi yang belum merupakan pendapatan untuk masing-masing jenis

pertanggungan dihitung secara agregatif dengan menggunakan persentase

(20)

Halaman 13

PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2008 DAN 2007

2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi (Lanjutan)

c. Pengakuan Pendapatan Premi (Lanjutan)

sebesar 40% dari premi retensi sendiri untuk polis-polis dengan masa

pertanggungan lebih dari 30 hari, dan sebesar 10 % dari premi retensi sendiri

untuk polis-polis dengan masa pertanggungan kurang dari 30 hari.

Kenaikan (penurunan) premi yang belum merupakan pendapatan merupakan

selisih dari premi yang belum merupakan pendapatan periode berjalan dan

periode lalu.

Penyajian pendapatan premi dalam Laporan Laba Rugi menunjukkan jumlah

premi bruto, premi reasuransi dan penurunan (kenaikan) premi yang belum

merupakan pendapatan. Premi reasuransi disajikan sebagai pengurang premi

bruto.

Atas pertanggungan yang lebih dari satu tahun tidak diakui sebagai pendapatan

dan dicatat sebagai premi diterima dimuka setelah diperhitungkan dengan

Potongan Preminya.

d.

Beban Klaim

Beban klaim meliputi klaim yang disetujui (settled claims), klaim dalam proses

penyelesaian, klaim yang terjadi namun belum dilaporkan dan beban

penyelesaian klaim.

Klaim diakui sebagai beban pada saat timbulnya kewajiban untuk memenuhi

klaim. Bagian klaim yang diterima dari reasuradur diakui dan dicatat sebagai

pengurang beban klaim pada periode yang sama dengan periode pengakuan

beban klaim. Hak subrogasi diakui sebagai pengurang beban klaim pada saat

realisasi.

Jumlah klaim dalam proses penyelesaian (estimasi klaim retensi sendiri)

dihitung berdasarkan estimasi kerugian wajar yang menjadi retensi sendiri dari

klaim yang pada tanggal Neraca masih dalam proses penyelesaian. Untuk

klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan (Incurred But Not Reported

/ IBNR) dihitung berdasarkan estimasi yang wajar atas klaim yang sudah terjadi

tetapi belum dilaporkan.

Perubahan dalam estimasi klaim retensi sendiri diakui dalam Laporan Laba

Rugi pada periode terjadinya perubahan. Kenaikan (penurunan) estimasi klaim

retensi sendiri merupakan selisih estimasi klaim retensi sendiri periode

berjalan dan periode lalu. Penyajian beban klaim dalam Laporan Laba Rugi

menunjukkan jumlah klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenaikan

(penurunan) estimasi klaim retensi sendiri. Klaim reasuransi disajikan sebagai

pengurang klaim bruto.

(21)

Halaman 14

PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2008 DAN 2007

2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi (Lanjutan)

e.

Komisi Neto

Komisi yang diberikan kepada pialang asuransi, agen dan perusahaan asuransi

lain serta diskon yang diberikan kepada tertanggung sehubungan dengan

penutupan pertanggungan dicatat sebagai Beban Komisi, sedangkan komisi

yang diperoleh dari transaksi reasuransi dicatat sebagai pengurang beban

komisi, dan diakui dalam Laporan Laba Rugi pada saat terjadinya.

Dalam hal jumlah komisi yang diperoleh lebih besar dari jumlah beban

komisi, maka selisih tersebut disajikan sebagai pendapatan dalam Laporan Laba

Rugi.

f.

R e a s u r a n s i

Perusahaan mereasuransikan sebagian risiko atas akseptasi pertanggungan yang

diperoleh kepada perusahaan asuransi lain dan perusahaan reasuransi. Jumlah

premi dibayar atau bagian premi atas transaksi reasuransi prospektif diakui

sebagai premi reasuransi selama periode kontrak reasuransi secara proporsional

dengan proteksi yang diberikan. Pembayaran atau kewajiban atas transaksi

reasuransi retrospektif diakui sebagai piutang reasuransi sebesar kewajiban yang

dicatat sehubungan kontrak reasuransi tersebut.

Sifat transaksi reasuransi proporsional treaty mengikat selama periode kontrak

secara proporsional berdasarkan prosentase tertentu.

Tujuan transaksi reasuransi proporsional treaty adalah mereasuransi secara

otomatis setiap penutupan asuransi yang dilakukan Perseroan.

Efek transaksi proporsional treaty terhadap operasional Perseroan adalah dapat

menutup pertanggungan asuransi yang melebihi kemampuan retensi perseroan.

g.

Beban Usaha

Beban usaha dan beban lain-lain diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang

bersangkutan (Accrual basis).

h.

I n v e s t a s i

Investasi dalam bentuk deposito wajib dan deposito biasa dicatat berdasarkan

nilai nominal.

Investasi dalam bentuk Reksa Dana dinyatakan berdasarkan Nilai Aset Bersih.

Investasi dalam saham yang merupakan sekuritas ekuitas yang diperdagangkan

di Bursa Efek Indonesia dinyatakan berdasarkan harga pasar.

(22)

Halaman 15

PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2008 DAN 2007

2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi (Lanjutan)

h. I n v e s t a s i (Lanjutan)

Investasi dalam saham yang tidak diperdagangkan di bursa efek dengan

persentase pemilikan kurang dari 20 % dicatat sebesar biaya perolehan.

Investasi dalam bentuk Reksa Dana dan Saham diklasifikasikan dalam

kelompok tersedia untuk dijual, karena tidak akan dijual kembali dalam jangka

pendek. Oleh karena itu, laba atau rugi yang belum direalisasi akibat kenaikan

(penurunan) harga pasar disajikan sebagai komponen ekuitas.

Investasi dalam obligasi yang dimaksudkan untuk dimiliki hingga jatuh tempo

dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi atau ditambahkan

dengan amortisasi premium atau diskonto. Premium atau diskonto obligasi

diamortisasi secara Garis Lurus selama jangka waktunya.

Penghasilan investasi dari deposito dan obligasi diakui sesuai dengan periode

berjalan. Penghasilan dividen diakui pada saat dividen diumumkan.

Keuntungan (kerugian) penjualan saham diakui pada saat realisasi penjualan.

Penghasilan bunga, dividen, dan keuntungan (kerugian) penjualan saham diakui

dalam Laporan Laba Rugi tahun berjalan sebagai hasil investasi.

i.

Kas Dan Bank

Kas dan Bank terdiri dari kas dan rekening giro yang dimiliki perusahaan dan

tidak digunakan sebagai jaminan hutang.

j.

Penyisihan Piutang Tak Tertagih

Perusahaan melakukan penyisihan piutang tak tertagih berdasarkan penelaahan

manajemen terhadap keadaan masing-masing akun Piutang pada akhir tahun.

k.

Aset Tetap

Aset tetap pemilikan langsung dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah

dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Pengukuran aset tetap pemilikan

langsung setelah pengakuan awal menggunakan model biaya (cost model)

termasuk bangunan yang telah direvaluasi pada akhir tahun 2004. Revaluasi

atas bangunan telah mendapat persetujuan dari Dirjen Pajak dalam Surat

Keputusan No. KEP-394/WPJ.07/BD.04/2004 tanggal 23 Desember 2004.

Efektif tanggal 1 Januari 2008, Perusahaan menerapkan PSAK 16 (Revisi 2007),

Aset Tetap, dimana Perusahaan diperbolehkan untuk memilih antara model

biaya atau model revaluasi sebagai kebijakan akuntansi atas aset tetap dan

diterapkan secara konsisten terhadap seluruh aset tetap pada kategori yang sama.

(23)

Halaman 16

PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2008 DAN 2007

2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi (Lanjutan)

k. Aset Tetap (Lanjutan)

Perusahaan menetapkan model biaya sebagai kebijakan akuntansinya. Atas

selisih penilaian kembali aset tetap yang timbul dari revaluasi aset tetap

sebelum penerapan PSAK 16 (Revisi 2007) direklasifikasi ke saldo laba.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode Saldo Menurun Berganda

(Double-Declining-Balance method) kecuali bangunan menggunakan metode

Garis Lurus (Straight-line method) berdasarkan persentase penyusutan sebagai

berikut :

B a n g u n a n

:

5 % d a r i B i a y a P e r o l e h a n

K e n d a r a a n M o t o r :

2 5 % d a r i J u m l a h T e r c a t a t

P e r a l a t a n K a n t o r

: 2 5 % d a n 5 0 % d a r i J u m l a h T e r c a t a t

Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Beban

pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada Laporan Laba Rugi pada saat

terjadinya. Perbaikan dan pemugaran dalam jumlah besar yang menambah

masa manfaat keekonomian aset dikapitalisasi sebagai Aset Tetap Pemilikan

Langsung. Aset tetap pemilikan langsung yang sudah tidak digunakan lagi atau

yang dijual dikeluarkan dari kelompok Aset Tetap Pemilikan Langsung dan

keuntungan atau kerugian yang terjadi dibukukan dalam Laporan Laba Rugi

tahun yang bersangkutan.

Aset dalam penyelesaian merupakan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk

memperoleh aset sampai siap untuk digunakan. Aset tersebut akan

dipindahkan ke dalam Aset Tetap Pemilikan Langsung dan disusutkan pada

saat selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan.

l.

Aset Lain-lain

Uang jaminan, uang muka dan biaya dibayar di muka serta pos-pos yang tidak

layak digolongkan dalam aset tetap dan juga tidak dapat digolongkan dalam aset

lancar, investasi/penyertaan maupun aset dimasukkan sebagai aset lain-lain.

m.

Taksiran Pajak Penghasilan

Taksiran pajak penghasilan - pajak kini pada Laporan Laba Rugi dihitung

berdasarkan taksiran laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan dengan

menggunakan tarif pajak yang berlaku.

Perusahaan menerapkan metode penangguhan pajak penghasilan untuk

menentukan taksiran pajak penghasilan sesuai Pernyataan Standar Akuntansi

Keuangan No. 46 tentang "Akuntansi Pajak Penghasilan". Penangguhan pajak

penghasilan dilakukan untuk mencerminkan pengaruh pajak atas beda waktu

antara pelaporan komersial dan fiskal.

(24)

Halaman 17

PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2008 DAN 2007

2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi (Lanjutan)

k. Taksiran Pajak Penghasilan (Lanjutan)

Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode

mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan kewajiban

menurut Laporan Keuangan. Kewajiban pajak dan aset pajak tangguhan diakui

untuk perbedaan waktu yang boleh dikurangkan, sepanjang besar

kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada

masa mendatang.

Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau

secara substansial telah berlaku pada tanggal Neraca. Pajak tangguhan

dibebankan atau dikreditkan dalam Laporan Laba Rugi.

Aset dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di Neraca, kecuali aset dan

kewajiban pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, atas dasar kompensasi

sesuai penyajian aset dan kewajiban pajak kini.

n.

Estimasi Kewajiban Imbalan Pasca Kerja

Berlaku efektif 1 Januari 2005, Perusahaan menerapkan PSAK No. 24 (Revisi

2004), "Imbalan Kerja", dengan basis retrospektif dan mengubah metode

akuntansi imbalan kerja seluruhnya menjadi metode yang diatur oleh standar

akuntansi.

Pada PSAK No. 24 (Revisi 2004), biaya penyisihan imbalan kerja berdasarkan

Undang-undang No. 13 tahun 2003 ditentukan dengan menggunakan metode

"Projected Unit Credit". Keuntungan atau kerugian aktuaria diakui sebagai

pendapatan atau beban apabila akumulasi bersih dari keuntungan atau kerugian

aktuarial yang belum diakui untuk setiap program pada akhir tahun pelaporan

sebelumnya melebihi 10 % dari nilai kini kewajiban imbalan pasti pada

tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian tersebut diakui secara garis lurus

selama rata-rata sisa masa kerja yang diperkirakan dari para karyawan.

Selanjutnya, biaya jasa lalu yang timbul dari penerapan awal suatu program

manfaat pasti atau perubahan-perubahan pada kewajiban imbalan kerja atas

program manfaat pasti yang sudah ada harus diamortisasi selama periode sampai

manfaat tersebut menjadi hak karyawan.

(25)

Halaman 18

PT. ASURANSI HARTA AMAN PRATAMA Tbk.

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2008 DAN 2007

2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi (Lanjutan)

o.

Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

Seluruh transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa,

baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat harga, persyaratan dan

kondisi normal sebagaimana dilakukan dengan pihak di luar hubungan

istimewa diungkapkan dalam Laporan Keuangan sesuai dengan Pernyataan

Standar Akuntansi Keuangan No. 7, tahun 1994.

p.

Laba Bersih Per Saham

Sesuai dengan PSAK No. 56, "Laba Per Saham", laba bersih per saham dihitung

berdasarkan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar pada tahun yang

bersangkutan. Tambahan saham yang terjadi karena dividen saham, saham

bonus dan stock split dianggap telah merubah jumlah saham sejak awal tahun

dan dihitung secara retrospektif untuk seluruh tahun penyajian. Rata-rata

tertimbang saham yang beredar pada tanggal 31 Desember 2008 dan 31

Desember 2007 adalah 500.000.000 saham.

q.

Informasi Segmen

Informasi segmen disajikan menurut ketentuan PSAK No. 5 (revisi) tentang

Akuntansi Segmen dengan mengadopsi segmen usaha sebagai bentuk pelaporan

segmen.

Segmen usaha tersebut digolongkan berdasarkan segmen primer dan segmen

sekunder.

r.

Penurunan Nilai Aset

Perusahaan mengakui rugi penurunan nilai aset apabila taksiran jumlah yang

dapat diperoleh kembali (recoverable amount) dari suatu aset lebih rendah dari

nilai tercatatnya. Pada setiap tanggal Neraca, Perusahaan melakukan penelaahan

untuk menentukan apakah terdapat indikasi pemulihan penurunan nilai.

Pemulihan penurunan nilai diakui sebagai laba pada periode terjadinya

pemulihan.

s.

Penggunaan Estimasi

Penyusunan laporan Keuangan Konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang

berlaku umum mengharuskan manajemen membuat taksiran dan asumsi yang

mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan pada tanggal

Laporan Keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan.

Dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam pembuatan estimasi,

realisasi dapat berbeda dengan estimasi tersebut.

(26)

Halaman 19

3 INVESTASI

Rincian sebagai berikut :

2008 2007

Pihak Ketiga : a. Deposito Berjangka

Deposito Wajib

Dalam Rupiah

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 500,000,000 500,000,000

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 200,000,000 200,000,000 PT Bank Negara Indonesian (Persero) Tbk 200,000,000 200,000,000

Jumlah Deposito Wajib 900,000,000 900,000,000

Deposito Biasa

Dalam Rupiah

PT Bank Mega, Tbk 4,000,000,000 1,000,000,000

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 2,050,000,000 2,050,000,000

PT Bank Artha Graha, Tbk 7,000,000,000 2,000,000,000

PT Bank Mayapada Tbk 3,500,000,000 2,000,000,000

PT Bank Capital Indonesia, Tbk 4,000,000,000 -PT Bank Danamon, Tbk 3,000,000,000 -PT Bank Permata, Tbk 3,000,000,000 -PT Bank Tabungan Negara Syariah 2,000,000,000 -PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 2,500,000,000 -PT Bank Negara Indonesian (Persero) Tbk 5,000,000,000

-Jumlah 36,050,000,000 7,050,000,000

Dalam US Dollar (31 Desember 2008: USD 60,000 dan 31 Desember 2007: USD 300,000)

PT Bank Central Asia Tbk - 2,543,130,000

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 657,000,000 282,570,000

Jumlah 657,000,000 2,825,700,000

Jumlah Deposito Biasa 36,707,000,000 9,875,700,000

Jumlah Deposito Berjangka 37,607,000,000 10,775,700,000

b. Saham Yang Tersedia Untuk Dijual (Rupiah)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 248,733,500 248,733,500 PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk - 14,292,750

PT Ades Waters Indonesia Tbk 48,271,350 48,271,350

PT Bank Central Asia Tbk 99,750,000 -PT Alam Sutera Reality, Tbk 99,247,500 -PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 246,613,750 -Kerugian Yang Belum Direalisasi akibat Penurunan Nilai Pasar (422,268,220) (204,865,580)

Nilai Pasar 320,347,880 106,432,020

c. Obligasi yang Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (Rupiah) Indah Kiat Pulp & Paper I Tahun 99 :

Seri A (idD,Jatuh Tempo 1 Oktober 2014) - 587,316,203 Seri B (idD, Jatuh Tempo 1 Okotber 2017) - 1,000,000,000

Lontar Papyrus Pulp 1 Tahun 2000 :

Seri A (idD, Jatuh Tempo 1 Oktober 2014) 300,000,000 350,000,000 Seri B (idD, Jatuh Tempo 1 Okotber 2017) 500,000,000 500,000,000

Tjiwi Kimia

Seri A (idBBB,Jatuh Tempo 1 Oktober 2014) 211,960,360 293,439,104 Seri B (idBBB, Jatuh Tempo 1 Okotber 2017) 500,000,000 500,000,000 ORI th 2005 seri fr0027 1,500,000,000 -Diskonto yang belum diamortisasi (70,042,368)

(27)

Halaman 20

3 INVESTASI (Lanjutan)

2008 2007

d. Lain-Lain

Penyertaan Pada PT Menara Proteksi 4,000,000 4,000,000

Penyertaan Pada Perusahaan Asuransi Risiko Khusus 190,000,000 190,000,000

Jumlah Lain-Lain 194,000,000 194,000,000 Jumlah Investasi 41,063,265,872 14,306,887,327 2008 2007 Deposito Wajib 5,75%-6,75% 6.75% Deposito Biasa : Dalam Rupiah 6,50%-14% 6,5 % - 8,25 % Dalam US Dollar 3,5% 3,5 % - 3,75 % Obligasi 9,50% -11,71% 9,29 % - 14 %

4 KAS DAN BANK

Rincian sebagai berikut :

2008 2007 Kas 24,000,000 22,000,000 Pihak Ketiga : Bank BCA 3,709,941,379 3,440,704,573 BCA USD 4,276,562,906 2,177,271,174 Bank Jateng 108,603,950 360,929,697 Bank Mandiri 51,434,918 202,144,895

Bank Mandiri USD 58,893,480 275,333,853

Citi Bank Rp 35,500,131 35,572,131

Citi Bank USD 79,253,682 68,556,380

Bank CNB 12,307,765 60,069,938

Bank Agroniaga 21,635,068 39,355,724

Bank Jabar 36,551,090 33,294,546

Bank Danamon Syariah - 27,631,683

BRI 225,107,843 3,118,514

Bank Indomonex 5,399,111 1,997,070

Sub Jumlah Bank 8,621,191,323 6,725,980,178

Jumlah Kas dan Bank 8,645,191,323 6,747,980,178

2008 2007

Jasa Giro

Dalam Rupiah 2 % - 4,5 % 2 % - 4,6 %

Dalam US Dollar 0 % - 1% 0 % - 1,5 %

5 PIUTANG PREMI

Rincian sebagai berikut :

2008 2007

Dalam Rupiah 17,179,372,098 17,506,226,699

Dalam USD

(USD 308,915.67 31 Desember 2008 dan USD 284,578.16 31 Desember 2007) 3,382,626,587 2,680,441,689 Penyisihan piutang ragu-ragu (2,380,606,534) (1,980,606,534)

Jumlah 18,181,392,151 18,206,061,854

Tingkat bunga per tahun atas investasi adalah sebagai berikut:

Lembaga Pemeringkat yang menilai obligasi perusahaan adalah PT. Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Tingkat bunga jasa giro per tahun adalah sebagai berikut:

Deposito wajib merupakan dana jaminan dalam bentuk deposito berjangka atas nama Menteri Keuangan qq Perusahaan. Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 424/KMK.06/2003 tanggal 30 September 2003, deposito wajib adalah sebesar 20% dari modal disetor minimum yang dipersyaratkan dan ditambah 1% dari premi netto.

(28)

Halaman 21

5 PIUTANG PREMI (Lanjutan)

Rincian piutang premi berdasarkan jenis asuransi sebagai berikut :

2008 2007

Kendaraan Bermotor 8,301,417,179 11,163,995,304

Kebakaran 4,469,967,482 3,763,655,919

Pengangkutan 748,708,286 2,697,860,130

Aneka 7,041,905,738 2,561,157,032

Penyisihan piutang ragu-ragu (2,380,606,534) (1,980,606,531)

Jumlah 18,181,392,151 18,206,061,854

Mutasi penyisihan piutang tak tertagih adalah sebagai berikut :

2008 2007

Saldo Awal Tahun 1,980,606,534 1,580,606,534

Perubahan Selama Periode Berjalan :

Penambahan Penyisihan 400,000,000 400,000,000

Penghapusan Piutang -

-Saldo Akhir Tahun 2,380,606,534 1,980,606,534

Ringkasan umur piutang premi adalah sebagai berikut :

2008 2007

1 - 60 Hari 9,929,766,569 9,168,218,024

Lebih dari 60 Hari 8,251,625,582 9,037,843,830

Jumlah 18,181,392,151 18,206,061,854

Piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan Solvabilitas adalah piutang premi yang jatuh tempo 1-60 hari yaitu :

Piutang Premi Yang Diperkenankan Dalam Perhitungan Solvabilitas 9,929,766,569 9,168,218,024

6 PIUTANG REASURANSI

Rincian sebagai berikut :

2008 2007

UIB Asia Re 1,819,435,500

-Badan Pengelola Pusat Data Asuransi Nasional (BPPDAN) 621,596,805 -The Toa Reinsurance Co. Ltd.

Dalam Rupiah 331,557,611 355,928,283.00

Dalam USD 41.953,67 Pada Tahun 2007 - 395,161,618 PT Reasuransi International Indonesia

Dalam Rupiah 277,727,376 -PT Indosurance

Dalam Rupiah 6,142,363 199,571,624

Dalam USD 22.779,93 Pada Tahun 2008 249,440,234 -PT Fahdent Mahkota Sahid

Dalam Rupiah 103,163,716

-PT Asei 73,012,150

-Everest Reinsurance Co. Ltd.

Dalam Rupiah 25,061,729 27,197,502

Dalam USD 26.238,59 Pada tahun 2007 - 247,141,279 PT Asuransi Indah Tamporok 23,087,958 -PT Jasa Tania 21,630,000 -PT Tugure

Dalam Rupiah 17,287,500 -Dalam USD 786,54 Pada Tahun 2008 8,612,633 -PT Nasional Re (Dalam Rupiah) 16,800,000 -PT Asuransi Mega Re 12,950,000 -PT Asuransi Himalaya Pelindung 12,823,527 -PT Maskapai Reasuransi Indonesia 12,798,848 -Konsorsium Asuransi Resiko Khusus (Dalam Rupiah) 11,561,500 664,885,187 PT Bintang

Dalam Rupiah 9,705,623 -Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah penyisihan piutang tak tertagih yang telah dibukukan adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya piutang premi

Piutang reasuransi merupakan piutang yang timbul dari transaksi reasuransi sehubungan dengan hak penerimaan komisi, premi asuransi dan klaim asuransi kepada reasuradur.

(29)

Halaman 22

6 PIUTANG REASURANSI (Lanjutan)

2008 2007

Ibu Reasuransi 8,071,909 -PARARE (Dalam Rupiah) 7,710,000 13,156,035.00

PT Jamindo Perkasa (Dalam Rupiah) 6,571,442

Best Re (Dalam Rupiah) - 135,123,607 PT Dekai Indonesia (Dalam Rupiah) - 125,780,213 PT Pool Asuransi Indonesia

Dalam Rupiah - 1,909,627 Dalam USD 729.79 Pada tahun 2007 - 6,873,892 Lain-lain (Saldo masing-masing di bawah Rp 5.000.000

Dalam Rupiah 25,969,705 38,910,143

Dalam USD 794,08 Pada Tahun 2008 8,695,217

-Jumlah 3,704,841,904 2,218,210,452

Ringkasan umur piutang reasuransi adalah sebagai berikut :

2008 2007

1 - 60 Hari 1,209,818,753 1,015,203,950

Lebih dari 60 Hari 2,495,023,151 1,203,006,502

Jumlah 3,704,841,904 2,218,210,452

Piutang reasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan Solvabilitas adalah piutang premi yang jatuh tempo 1-60 hari, yaitu:

Piutang Reasuransi Yang Diperkenankan Dalam Perhitungan Solvabilitas 1,209,818,753 1,015,203,950

Pada tahun 2008 dan tahun 2007 Perseroan tidak melakukan kompensasi antara piutang reasuransi dan hutang reasuransi.

7 PIUTANG LAIN-LAIN

Rincian per 31 Desember sebagai berikut :

2008 2007

Pihak Ketiga :

Pinjaman Karyawan 26,055,861 46,934,397

Pendapatan Bunga Deposito 100,833,496 23,891,070

Pendapatan Bunga Obligasi 26,612,545 49,326,247

SKP Pajak Lebih Bayar PPh Badan 2007 219,669,686

-Lain-lain - 83,567,086

Jumlah Pihak Ketiga 373,171,588 203,718,800

Perusahaan membebankan bunga sebesar 12% per tahun atas pinjaman karyawan untuk tahun 2008 dan tahun 2007.

8 ASET TETAP

Rincian sebagai berikut :

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir

Biaya Perolehan dan Penilaian kembali

Tanah 484,464,000 - - 484,464,000 Bangunan 4,232,224,300 - - 4,232,224,300 Kendaraan Bermotor 3,019,898,300 1,024,370,000 658,000,000 3,386,268,300 Peralatan kantor 1,865,028,508 306,960,590 - 2,171,989,098 Jumlah 9,601,615,108 1,331,330,590 658,000,000 10,274,945,698 Akumulasi Penyusutan : Bangunan 903,596,345 211,611,215 - 1,115,207,560 Kendaraan Bermotor 2,107,484,077 457,990,603 628,783,234 1,936,691,446 Peralatan Kantor 1,506,088,847 210,265,906 - 1,716,354,753 Jumlah 4,517,169,269 879,867,724 628,783,234 4,768,253,759 Jumlah Tercatat 5,084,445,839 5,506,691,939 31 Desember 2008

Perusahaan tidak menetapkan penyisihan piutang tak tertagih, karena berdasarkan hasil penelaahan, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa piutang reasuransi tersebut dapat tertagih seluruhnya.

Pada tahun 2008 dan tahun 2007, Perusahaan tidak menetapkan penyisihan atas piutang lain-lain karena berdasarkan hasil penelaahan manajemen, piutang tersebut dapat tertagih seluruhnya.

(30)

Halaman 23

8 ASET TETAP (Lanjutan)

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir

Biaya Perolehan dan Penilaian kembali

Tanah 350,400,000 134,064,000 - 484,464,000 Bangunan 3,640,288,300 591,936,000 - 4,232,224,300 Kendaraan Bermotor 3,121,398,300 91,500,000 193,000,000 3,019,898,300 Peralatan kantor 1,675,918,858 189,109,650 - 1,865,028,508 Jumlah 8,788,005,458 1,006,609,650 193,000,000 9,601,615,108 Akumulasi Penyusutan : Bangunan 704,317,130 199,279,215 - 903,596,345 Kendaraan Bermotor 1,673,893,255 533,079,942 99,489,120 2,107,484,077 Peralatan Kantor 1,335,026,135 171,062,712 - 1,506,088,847 Jumlah 3,713,236,520 903,421,869 99,489,120 4,517,169,269 Jumlah Tercatat 5,074,768,938 5,084,445,839

Seluruh aset tetap termasuk tanah dan bangunan yang dimiliki perusahaan tidak ada yang disewakan maupun dijaminkan kepada pihak lain.

Tahun Perolehan Nilai Perolehan

Nilai Buku Fiskal Tahun Buku Terakhir

Sebelum Penilaian Kembali

Nilai Buku Fiskal Tahun Berjalan Sebelum Penilaian

Kembali

Nilai Buku Fiskal (Nilai Pasar) Setelah Penilaian Kembali Selisih Lebih 1989 1,097,600,000 806,800,000 761,066,667 3,300,000,000 2,538,933,333 2008 2007 Biaya Perolehan 658,000,000 193,000,000 Akumulasi Penyusutan (628,783,234) (99,489,120) Jumlah Tercatat 29,216,766 93,510,880 Nilai Penjualan 263,200,000 114,300,000

Laba Penjualan Aset Tetap 233,983,234 20,789,120

9 ASET LAIN-LAIN

Rincian sebagai berikut :

2008 2007

Jaminan

PT Taman Olahraga Jagorawi 60,000,000 60,000,000

W.K. Webster & Co., London 26,602,875 26,602,875

Konsorsium Asuransi Resiko Khusus 30,000,000 30,000,000

Jaminan Telepon 5,000,000 5,000,000

Dewan Asuransi Indonesia 1,000,000 1,000,000

Jaminan Giro 500,000 500,000

Sewa 10,466,000

-Jumlah 133,568,875 123,102,875

Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.16 saldo selisih nilai (surplus) revaluasi aset tetap dimasukkan ke dalam saldo laba dan disajikan secara retrospektif sesuai dengan tahun penyajian.

Jenis: Bangunan di Jl Balikpapan Raya No .8 Jakarta Pusat

Kecuali atas tanah, aset tetap pemilikan langsung telah diasuransikan kepada PT Asuransi Bina Dharma Arta Tbk, PT Asuransi Dayin Mitra, PT Asuransi Bhakti Bhayangkara, PT Asruansi Mutli Arta Guna, PT Asuransi Bumida, PT Asuransi Raksa Pratika dengan nilai pertanggung masing-masing sebesar Rp. 6,376,500,000 dan Rp 9,220,600,000 untuk tahun 2008 dan tahun 2007. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut adalah cukup untuk menutup risiko kerugian yang mungkin timbul.

Rincian penjualan aset tetap pemilikan langsung adalah sebagai berikut :

Berdasarkan Laporan Penilai No. IUP/PV/10779/2004 tanggal 28 Oktober 2004 oleh PT Inti Utama Penilai berdasarkan pedekatan perbandingan Data Pasar (Sales Comparison Approach), telah dilakukan penilaian atas aset tetap berupa 2 unit ruko 4 1/2 lantai yang terletak di Jl. Balikpapan Raya No. 6, Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Penilaian kembali aset tetap telah disetujui berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pajak No. KEP-394/WPJ.07/BD.04/2004 tanggal 23 Desember 2004. Surplus revaluasi aset tetap sebelum dikurangi pajak yang harus dibayar dibukukan sebesar sebagai berikut:

Berdasarkan penelaahan manajemen, manajemen berpendapat tidak terdapat indikasi terjadinya peristiwa atau perubahan keadaan yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan nilai aset tetap sehingga tidak perlu melakukan penurunan nilai aset pada tahun 2008 dan tahun 2007

Beban penyusutan untuk tahun 2008 dan tahun 2007 masing-masing sebesar Rp. 879,867,724 dan Rp 903,421,869.

(31)

Halaman 24

9 ASET LAIN-LAIN (Lanjutan)

2008 2007

Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka

Sewa 546,998,050 446,674,008

Asuransi - 21,939,840

Biaya penawaran umum saham terbatas 1 341,813,061 -Biaya pemeliharaan gedung 48,176,548 55,131,707

Biaya di bayar dimuka 181,699,670 472,194,601

Lain-lain 38,300,000 38,300,000

Jumlah 1,156,987,329 1,034,240,156

JUMLAH 1,290,556,204 1,157,343,031

10 HUTANG KLAIM

Rincian sebagai berikut :

2008 2007 Kendaraan Bermotor 1,654,775,336 747,814,482 Kebakaran 112,000,122 1,199,093,129 Pengangkutan 29,723,313 82,519,885 Aneka 5,591,168,660 49,056,104 Jumlah 7,387,667,431 2,078,483,599

Rincian Hutang Klaim Berdasarkan Tertanggung sebagai berikut :

2008 2007 Manalagi/Solo Sun 4,080,637,500 -Saseka QQ Surya/Tl 1 1,350,000,000 -PT Kaltimex Energy 119,363,487 -PT Grahamitra 102,700,000 -Mickey QQ Anom T - 526,500,000 Mickey QQ Lili M - 175,500,000 Sentana Adidaya - 103,812,130 Pemprop DKI Jakarta - 90,815,710 Lain-lain Kurang Dari Rp.50 Juta 1,734,966,444 1,181,855,759

Jumlah 7,387,667,431 2,078,483,599

Rincian hutang klaim bedasarkan mata uang sebagai berikut :

2008 2007

Hutang Klaim

Dalam Rupiah 7,329,104,641 1,974,671,431

Dalam USD 5,348.20 31 Desember 2008; USD 11,021.57 31 Desember 2007; 58,562,790 103,812,168

Jumlah 7,387,667,431 2,078,483,599

11 ESTIMASI KLAIM RETENSI SENDIRI

Rincian sebagai berikut :

2008 2007 Kendaraan Bermotor 4,450,298,916 3,555,758,355 Kebakaran 1,470,859,943 776,946,246 Pengangkutan 69,991,636 51,245,870 Aneka 373,165,278 417,452,578 Jumlah 6,364,315,773 4,801,403,048

Rincian Estimasi Klaim Retensi Sendiri Berdasarkan Tertanggung sebagai berikut :

2008 2007

PT Cipta Multi 400,000,000

-PT Cipta Multi-Smrind 341,981,250

-PT Hastra Perkasa 155,465,617

-Toko Empat Lima 121,875,000

-PT Orix Indo 100,000,000

-PT Orix Indo 100,000,000

-Komponen terbesar dari aset lain-lain adalah biaya yang tidak dilaporkan sebagai beban pada periode terjadinya karena memberikan manfaat bagi periode-periode selanjutnya. Oleh karena itu aset lain-lain jenis ini diamortisasi selama periode-periode yang memberikan manfaatnya.

Perusahaan tidak menetapkan penyisihan penghapusan aset lain-lain, karena berdasarkan hasil penelaahan, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa aset lain tersebut dapat direalisir dan sebagian dari aset lain-lain tersebut telah dan akan diamortisasi sesuai dengan masa manfaatnya.

(32)

Halaman 25

11 ESTIMASI KLAIM RETENSI SENDIRI (Lanjutan)

Rincian Estimasi Klaim Retensi Sendiri Berdasarkan Tertanggung sebagai berikut :

2008 2007 PT Indojasa 100,000,000 -PT Prioritas W 100,000,000 -PT Astrido Pacific 100,000,000 -PT Astrido Pacific 100,000,000 -BCA Finance 100,000,000 -PT Orix Indo 100,000,000 -Pers.Radio Swasta 97,500,000 -PT Chandrakarya 95,950,000 -Inti Sejahtera/Ism Iv 87,500,000 -PT Indojasa Pratama 84,915,000 -Salam Pacific/Dhaseng 84,066,728 -PT Agro Rubberindo 72,000,000 -Manalagi/Bayu Prima 64,800,000 -PT Indojasa Pratama 64,386,000 -BCA Finance 60,000,000 -Riyadin 55,000,000 -Pemkot Bandung 50,000,000

-Woen Tjun Jan 50,000,000

-Tjahjono A 50,000,000

-Egy (Js Motor) - 400,000,000 Salam Pacific/Dhaseng - 204,980,728 Yasa P/TK Damai Sejahtera - 146,250,000

Bjj QQ Edy S - 100,000,000 Tandy Setiawan - 100,000,000 PT Astrindo Pasific - 100,000,000 Gina Lolita - 99,900,000 Saseka/TB TL-1 - 82,500,000 UD Sarijaya QQ Ma'amun - 76,090,909 DLLAJ PROP Jateng - 68,250,000 BPR Sarana Utama - 65,900,000

PT Indojasa - 65,000,000

Laura Fransisca - 60,000,000 Manalagi/Solo Sun - 56,250,000 PT Armada Multi - 55,900,000 Klaim Yang Terjadi Tetapi Belum Dilaporkan (IBNR) 474,618,340 360,248,200 Lain-lain Kurang Dari Rp.50 Juta 3,154,257,838 2,760,133,211

Jumlah 6,364,315,773 4,801,403,048

Rincian estimasi klaim retensi sendiri bedasarkan mata uang sebagai berikut :

2008 2007

Estimasi klaim retensi sendiri

Dalam Rupiah 6,255,932,344 4,662,653,360

Dalam USD 9,898.03 31 Desember 2008; USD 14,730.86 31 Desember 2007; 108,383,429 138,749,688

Jumlah 6,364,315,773 4,801,403,048

12 PREMI YANG BELUM MERUPAKAN PENDAPATAN

Rincian sebagai berikut :

2008 2007 Kebakaran 940,068,309 1,177,186,054 Kendaraan Bermotor 9,979,010,639 8,496,664,493 Pengangkutan 376,484,386 218,131,551 Aneka 2,609,267,061 248,548,662 Jumlah 13,904,830,395 10,140,530,760

Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa

Kebakaran 150,173,001

-Jumlah 14,055,003,396 10,140,530,760

Akun ini merupakan cadangan atas premi yang belum merupakan pendapatan, untuk masing-masing jenis pertanggungan dihitung secara agregatif dengan menggunakan persentase sebesar 40% dari premi retensi sendiri untuk polis-polis dengan masa pertanggungan lebih dari 30 hari, dan persentase sebesar 10 % dari premi retensi sendiri untuk polis-polis dengan masa pertanggungan kurang dari 30 hari.

Referensi

Dokumen terkait

Menyetujui untuk membagikan dan mengeluarkan saham bonus yang berasal dari Agio Sahamdengan ketentuan setiap pemegang 4 (empat) saham lama dengan nilai nominal Rp 1.000,- akan

Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan untuk

Aset keuangan diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo hanya jika investasi tersebut memiliki pembayaran yang tetap atau telah ditentukan dan

Pada tanggal 15 Juli 2016, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa menyetujui peningkatan Modal Disetor dan Modal Ditempatkan Perseroan melalui penambahan modal Perseroan dengan

Pada tanggal 22 Juni 2004, PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin), pemegang saham, melakukan transaksi penjualan saham Perusahaan melalui PT Bursa Efek Jakarta sebanyak

03 pada tanggal yang sama, pemegang saham Bank telah menyetujui antara lain peningkatan modal dasar Bank dari Rp900.000 terdiri dari 1.800.000.000 saham menjadi Rp3.200.000

Pada tanggal 30 Juni 2008 dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang memutuskan antara lain menerima baik dan menyetujui Laporan Direksi tentang kegiatan

Toto Limited, Jepang sebesar 0,25% per tahun atas saldo pinjaman sebesar JPY1.444.030.000 atau setara dengan Rp119.941.131.800 yang dijamin oleh Toto Limited, Jepang. g)