BAB I PENDAHULUAN. pembangunan sesuai dengan sektor-sektor yang perlu dibangun itu sendiri,

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada saat ini pembangunan nasional menunjuk pada kebutuhan pembangunan sesuai dengan sektor-sektor yang perlu dibangun itu sendiri, yang salah satunya adalah sektor industri. Perkembangan suatu industri terletak pada sumber daya manusia yang ada didalamnya. Sumber daya manusia menurut Y.S. Almadi yang dikutip oleh Soebagio Atmodiwirio (2002:3) adalah “...kekuatan daya pikir dan berkarya manusia yang masih tersimpan dalam dirinya yang perlu dibina dan digali, serta di kembangkan untuk di manfaatkan sebaik - baiknya bagi kesejasteraan kehidupan manusia”.

Salah satu faktor penting yang tidak dapat diabaikan dalam kerangka pembangunan nasional adalah menyangkut kualitas sumber daya manusia (SDM). SDM adalah aset yang mampu bekerja untuk mencapai tujuan, mengadakan inovasi, dan mencapai tujuan organisasi. Kualitas SDM ini berkaitan erat dengan kualitas tenaga kerja yang tersedia untuk mengisi kesempatan kerja di dalam dan diluar negeri. Menurut menteri tenaga kerja dan transmigrasi yang terdapat di http://www.lowongan.info/front/content/ view/1931/. Permasalahan rendahnya kualitas tenaga kerja tercermin pada TKI

yang bekerja di luar negeri, di mana 70% TKI masih bekerja pada jabatan berketerampilan rendah seperti pembantu rumah tangga. Di samping karena

(2)

2

rendahnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, juga karena kurangnya penguasaan bahasa, budaya, dan adat istiadat di negara tujuan. Hal tersebut telah mengakibatkan TKI kita kalah bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain seperti Filipina, Sri Langka, dan Bangladesh.

Meskipun pemerintah sudah mencanangkan beberapa program peningkatan produktivitas pegawai, namun ternyata masih banyak faktor yang menghambat pengadaannya. Bahkan terdengar nada-nada sumbang bahwa selama ini produktivitas manusia indonesia sangat rendah. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil penelitian yang dikemukakan oleh Bambang Kussrianto (1991:4) dari lembaga penelitian politik internasional, keuangan dan Bisnis di California. Penelitian ini melaporkan bahwa dari 42 negara yang telah diteliti, produktivitas tenaga kerja di Indonesia menduduki urutan ke-35. Lima negara yang tinggi produktivitas kerjanya adalah Singapura, Swiss, Taiwan, Jepang dan Korea Selatan. Dari kelompok ASEAN, Philipina menduduki urutan ke-8 dan Malaysia ke-14. Krisis produktivitas sumber daya manusia itu dialami baik oleh lembaga pemerintah, organisasi, juga oleh perusahaan-perusahaan.

Begitu pentingnya arti sumber daya manusia dalam suatu organisasi, maka tidak bisa dipungkiri bahwa sesungguhnya tantangan, peluang dan juga kekecewaan dalam pembentukan dan pengelolaan organisasi seringkali bersumber dari permasalahan yang berhubungan dengan sumber daya manusia. Hal ini mendorong lahirnya suatu strategi dan pola yang tepat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

(3)

3

Pengembangan sumber daya manusia mencakup baik pendidikan yang meningkatkan pengetahuan umum dan pemahaman keseluruhan maupun pelatihan yang menambah keterampilan dalam melaksanakan tugas yang spesifik. Pendidikan sumber daya manusia merupakan proses pengembangan jangka-panjang yang mencakup pengajaran dan praktek sistematik yang menekankan konsep-konsep teoritis dan abstrak. Sedangkan pelatihan yang kadang-kadang disebut latihan adalah salah satu jenis proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan diluar sistem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktek daripada teori.

Seluruh kebijaksanaan nasional dalam rangka pembangunan yang telah digariskan oleh para pembuat keputusan di bidang tersebut menunjukkan, bahwa pembangunan telah berorientasi kearah upaya-upaya promosi, dengan tujuan target dan sasaran yang jelas dan nyata, yang tegas sejalan dengan upaya mendukung dan menyongsong program pembangunan nasional salah satunya program pendidikan dan pelatihan.

Unsur sumber daya manusia merupakan prioritas utama, baik sebagai sasaran program maupun sebagai pelaku dalam program guna meningkatkan pelayanan, keterpaduan dan kesejahteraan. Dengan demikian keterlibatan semua unsur karyawan baik struktural maupun fungsional yang berada dilingkungan lembaga/badan/departemen/non departemen harus ditingkatkan pendayagunaannya demi keberhasilan program pembangunan nasional.

(4)

4

Semua institusi pada tingkat pemerintahan dan masyarakat dengan penuh harapan membutuhkan program diklat, oleh karena itu peningkatan pengelola dan pembantu pengelola sangat diperlukan. Di sisi lain, perkembangan program diklat yang lajunya sangat pesat pada gilirannya meminta semua unsur ketenagaan/pegawai agar melaksanakan tugasnya secara lebih mantap, sebagai realisasi tanggung jawab berdasarkan keterpaduan untuk mensukseskan program diklat.

Manusia sebagai SDM keberadaannya sangat penting dalam perusahaan karena SDM menunjang perusahaan melalui karya, bakat, kreativitas, dorongannya dan peran nyata seperti yang dapat disaksikan dalam setiap perusahaan ataupun dalam organisasi antara lain yaitu sebagai (1) pengusaha, (2) karyawan, (3) manajer, (4) komisaris, dan (5) pemilik perusahaan. Tanpa adanya unsur manusia dalam perusahaan, tidak mungkin perusahaan tersebut dapat bergerak dan berjalan menuju yang diinginkan. Dengan demikian SDM adalah seorang yang siap, mau dan mampu memberi sumbangan terhadap usaha pencapain tujuan organisasi. Selain itu, SDM juga merupakan salah satu unsur masukan ( input) yang bersama dengan unsur lainnya, seperti : modal, bahan, mesin, dan metode/tekonologi berproses dalam suatu sistem manajemen dalam usaha pencapaian tujuan perusahaan.

Pelatihan merupakan wahana untuk membangun SDM menuju era globalisasi yang penuh dengan tantangan. Hal ini selaras dengan pendapat menteri tenaga kerja dan transmigrasi (2007) yang terdapat di

(5)

5

http://ooyi.wordpress.com/2008/04/08/peningkatan-ketrampilan-dan-kualitas-tenaga-kerja/ yang menyatakan bahwa :

Lembaga pendidikan dan pelatihan sebagai salah satu institusi penghasil tenaga kerja terdidik yang masuk ke pasar kerja, harus memperhatikan proses mendidik untuk dapat menghasilkan tenaga kerja yang mempunyai daya saing tinggi di masyarakat.

Karena itu kegiatan pelatihan tidak dapat diabaikan begitu saja terutama dalam memasuki era persaingan yang semakin ketat, tajam dan berat. Hal ini ditunjukan dengan laporan hasil penelitian Aditya Wahyu Permana (2007) yang terdapat di http://www.damandiri.or.id/detail.php?id= 546 melaporkan bahwa dalam pemenuhan kebutuhan SDM di PT. Nusa Indo Agromadani, mengalami kesulitan karena hasil rekruitment yang ada selama ini adalah sebanyak 30% dari total karyawan yang memiliki latar belakang pendidikan S1 pertanian. Sisanya sebanyak 70% merupakan SDM dengan pendidikan terakhir D3 dan Sl non-agro. Untuk meminimalkan perbedaan antara ke-3 latar belakang pendidikan tersebut, maka PT. Nusa Indo Agromadani melakukan training yang pelaksanaannya dilakukan bersama-sama kepada ke-3 kelompok pendidikan tersebut.

Pendidikan dan pelatihan adalah suatu unit fungsional yang merupakan wahana pendidikan yang bertujuan memberikan latihan kepada unsur-unsur ketenagaan melalui kegiatan tatap muka dan forum-forum komunikasi, observasi dan kunjungan, dengan bimbingan pada fasilitator yang ahli dan berpengalaman luas untuk mengembangkan pengalaman dan kemampuan dalam bidang tersebut. Hal ini senada dengan pendapat Keneth R. Robinson (1988) yang di kutip oleh Soebagio Atmodiwirio (2002:37) menyatakan

(6)

6

bahwa diklat adalah proses kegiatan pembelajaran antara pengalaman untuk mengembangkan pola perilaku seseorang dalam bidang pengetahuan, keterampilan atau sikap untuk mencapai standar yang diharapkan.

Pelatihan merupakan salah satu bentuk pengembangan sumber daya manusia yang dikemas menjadi “Lembaga Pendidikan dan Pelatihan” atau sering di istilahkan dengan Diklat. Diklat merupakan sub sistem dari sistem pendidikan secara umum, yang tersebar di lingkungan perusahaan-perusahaan baik pemerintah maupun swasta. Aktivitas yang terdapat dalam pendidikan dan pelatihan dirancang untuk meningkatkan keahlian, sebagai contoh, karyawan dapat dilatih dalam teknik pengambilan keputusan atau sistem pengolahan data, mempengaruhi sikap dan tanggung jawab para karyawan untuk mau mencapai tujuan perusahaan bersama. Pada akhirnya, bila setiap perusahaan di negara ini bersinergi untuk mengembangkan sumber daya manusianya, maka dapat mencapai tujuan pembangunan negara yang salah satunya mempersiapkan tenaga kerja yang berdaya saing.

Lembaga diklat berada langsung dibawah tanggung jawab bidang ketenagaan, yang secara fungsional dikelola oleh pimpinan pembinaan ketenagaan. Penyusunan program berdasarkan kebutuhan dan tuntutan pembangunan yang disesuaikan dengan kondisi dan jenjang para peserta latihan, serta melibatkan secara aktif sumber-sumber masyarakat dan institusi pendidikan dan pelatihan. Dengan program ini diharapkan pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh secara bertahap dan terus menerus disampaikan ke kalangan masyarakat luas umumnya dan lingkungan

(7)

7

khususnya, dan secara langsung memberikan balikan untuk pengembangan yang dapat memberikan kontribusi masyarakat.

RCChem

Chem

Chem

Chem

Learning Centre - Pusat Penelitian Kimia - LIPI Bandung merupakan lembaga yang memiliki divisi pendidikan dan pelatihan. Lembaga ini melalui pengembang programnya menyusun program-program pelatihan untuk meningkatkan kinerja karyawan atau pegawai dilingkungannya.

Kebutuhan pelatihan merupakan keadaan dimana terdapat kesenjangan antara keadaan yang diinginkan dengan keadaan nyata. Apabila dirumuskan secara khusus, kebutuhan pelatihan merupakan kebutuhan anggota organisasi dalam hal peningkatan pengetahuan, keterampilan, kecakapan, sikap, dan perilaku kerja. Peningkatan ini untuk memenuhi tuntutan jabatan dan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan organisasi dan perkembangan teknologi. Seperti diketahui, bahwa organisasi dan teknologi selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman. Agar manusia (anggota organisasi) dapat mengikuti perkembangan itu, maka setiap anggota organisasi harus mengembangkan diri untuk mengejar ketinggalannya. Tanpa usaha seperti itu, produktivitas kerja yang diharapkan tidak akan tercapai. Demikian pula bahwa pelatihan harus sesuai dengan kebutuhan anggotanya. Ketetapan program pelatihan merupakan suatu hal yang utama, agar dihasilkan orang-orang yang memiliki kesiapan kerja yang tinggi. Kesiapan kerja ini, dikemudian hari dapat dimanfaatkan oleh organisasi semaksimal mungkin dalam mencapai produktivitas yang tinggi.

(8)

8

Langkah-langkah dalam program pendidikan dan pelatihan meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Apabila langkah-langkah tersebut dilakukan dengan cermat dan dengan hati-hati, maka organisasi yang menyelenggarakan pelatihan akan dapat dengan mudah mencapai tujuan.

Indikator keberhasilan sebuah pelatihan, dapat dilihat dari ketetapan menganalisa berbagai kebutuhan diklat untuk ketercapaian aspek-aspek dalam perencanaan program dan bagaimana diklat tersebut menyelenggarakan. Adanya analisis kebutuhan perencanaan diupayakan untuk mengantisipikasi kegagalan sebuah program pelatihan.

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka dirasakan perlu adanya kajian mengenai analisis program pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan oleh RCChem

Chem

Chem

Chem

Learning Centre - Pusat Penelitian Kimia – LIPI Bandung yang salah satunya adalah diklat “ Teknik Sampling Dan Pemantauan Limbah B3”

B. Perumusan Masalah

Masalah yang diteliti dalam proposal ini adalah “ Bagaimana Pengembangan Diklat Teknik Sampling Dan Pemantauan Limbah B3 Dapat Meningkatkan Kompetensi Peserta Diklat Di RC

Chem

Chem

Chem

Chem

Learning Centre – Pusat Penelitian Kimia - LIPI Bandung?”

Secara lebih khusus fokus penelitian tersebut dapat dijabarkan dalam sub masalah penelitian yaitu :

(9)

9

1. Bagaimana perencanaan diklat teknik sampling dan pemantauan limbah B3 dalam meningkatkan kompetensi peserta diklat di RCChem

Chem

Chem

Chem

Learning Centre – Pusat Penelitian Kimia - LIPI Bandung ?

2. Bagaimana pelaksanaan program diklat teknik sampling dan pemantauan limbah B3 dalam meningkatkan kompetensi peserta diklat di RCChem

Chem

Chem

Chem

Learning Centre – Pusat Penelitian Kimia - LIPI Bandung ?

3. Bagaimana sistem evaluasi program diklat teknik sampling dan pemantauan limbah B3 dalam meningkatkan kompetensi peserta diklat di RC

Chem

Chem

Chem

Chem

Learning Centre – Pusat Penelitian Kimia - LIPI Bandung ?

C. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian a. Tujuan umum

Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai program diklat teknik sampling dan pemantauan limbah B3 berbasis kompetensi di RC

Chem

Chem

Chem

Chem Learning Centre –

Pusat Penelitian Kimia - LIPI Bandung dalam meningkatkan kompetensi peserta diklat.

(10)

10 Secara khusus tujuan penelitian ini adalah :

1. Mendeskripsikan perencanaan program diklat teknik sampling dan pemantauan limbah B3 di RCChem

Chem

Chem

Chem

Learning Centre – Pusat Penelitian Kimia - LIPI Bandung dalam meningkatkan kompetensi peserta diklat.

2. Mendeskripsikan pelaksanaan program diklat teknik sampling dan pemantauan limbah B3 di RCChem

Chem

Chem

Chem

Learning Centre – Pusat Penelitian Kimia - LIPI Bandung dalam kompetensi peserta diklat.

3. Mendeskripsikan sistem evaluasi program diklat sampling dan pemantauan limbah B3 di RC

Chem

Chem

Chem

Chem

Learning Centre – Pusat Penelitian Kimia - LIPI Bandung dalam meningkatkan kompetensi peserta diklat.

b. Manfaat Penelitian

Penelitian ini di harapkan dapat memberikan masukan kepada berbagai pihak dalam mengoptimalkan pelayanan lembaga pendidikan dan pelatihan dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja kimia di industri – industri baik secara teoritis maupun secara praktis.

1. Secara teoritis.

Secara teoritis Bagi Peneliti lebih lanjut Penelitian ini dapat memberikan informasi umum tentang teknik pengolahan limbah bahan beracun berbahaya secara khusus bagi para tenaga kerja kimia yang ingin mengetahui teknik pengolahan limbah bahan beracun berbahaya, diharapkan

(11)

11

dari data yang diperoleh dapat dijadikan bahan pertimbangan dan kajian bagi kelanjutan penelitian berikutnya.

Bagi Peneliti lebih lanjut Penelitian ini dapat juga di jadikan sebagai umpan balik yang dapat digunakan untuk memanfaatkan lembaga – lembaga pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat industri yang digunakan sebagai wadah dalam meningkatkan kompetensi peserta diklat dan diharapkan dapat memberikan masukan bagi peneliti selanjutnya yang hendak mengembangkan dan merancang lembaga pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dimasa sekarang.

2. Secara Praktis.

Secara praktis hasil Penelitian ini diharapkan memperoleh informasi berupa data-data empirik tentang program diklat teknik sampling dan pemantauan limbah B3 yang di adakan oleh Lembaga Diklat RCChem

Chem

Chem

Chem

Learning Centre – Pusat Penelitian Kimia - LIPI Bandung.

Hasil penelitian ini bagi Lembaga diklat RCChem

Chem

Chem

Chem Learning Centre –

Pusat Penelitian Kimia - LIPI Bandung Melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan kebijakan dan masukan berharga khususnya bagi tim pengembang dan perancang program diklat untuk menghasilkan desain diklat yang mampu meningkatkan kompetensi yang menjadi peserta diklat di masa mendatang dengan memanfaatkan lembaga – lembaga pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang ada.

(12)

12 D. Definisi Operasional

Agar tidak terjadi kesalahpahaman dan untuk menghindari kekeliruan dalam memahami konteks permasalahan dalam penelitian ini, maka peneliti akan menjabarkan beberapa istilah-istilah yang terdapat dalam judul penelitian, diantaranya sebagai berikut :

1. Studi analisis

Yang dimaksud dengan studi analisis adalah studi yang berusaha mendeskripsikan atau menganalsis suatu gejala atau peristiwa, kejadian pada saat sekarang. Dalam penelitian ini studi analisis yang dimaksud adalah studi analisis kegiatan diklat teknik sampling dan pemantauan limbah B3 dalam meningkatkan kompetensi peserta diklat. Analisis kegiatan diarahkan untuk menganalisis kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan suatu tugas atau pekerjaan, dalm bidang industri, bisnis, pemerintahan, lembaga sosial dan lain-lain ( Nana Syaodih, 2005:81).

2. Pendidikan Dan Pelatihan

Pendidikan dan pelatihan (training) adalah pengalaman pembelajaran yang disiapkan oleh organisasi untuk meningkatkan kinerja pegawai pada saat sekarang (Leonard Nadler (1980) yang dikutip oleh Soebagio Atmodiwirio ( 2005 : 37 ). Pelatihan yang dimaksud adalah pelatihan teknik sampling dan pemantauan limbah B3 yang di adakan di Pusat Penelitian Kimia – LIPI Bandung.

(13)

13 a. Perencanaan diklat

Perencanaan diklat adalah proses perencanaan urutan kegiatan komponen diklat yang merupakan suatu kesatuan bulat dari program tersebut (Soebagio Atmodiwirio 2005 : 56 ) perencanaan yang di maksud adalah perencanaan program diklat teknik sampling dan pemantauan limbah B3 di pusat penelitian kimia – LIPI Bandung.

b. Pelaksanaan program diklat

Pelaksanaan program diklat adalah keseluruhan kegiatan pada program diklat teknik sampling dan pemantauan limbah B3 di pusat penelitian kimia – LIPI Bandung.

c. Evaluasi program diklat

Evaluasi program diklat adalah pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kenyataan terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam pribadi siswa ( Bloom 1971 yang dikutip oleh Daryanto 1999 : 1). Evaluasi yang dimaksud adalah evalusi program diklat teknik sampling dan pemantauan limbah B3 di pusat penelitian kimia – LIPI Bandung. 3. Peserta diklat

Peserta diklat adalah para sarjana dan teknisi berpengalaman yang bekerja dalam bidang keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan (LK3) dan laboratorium analisis kimia dan lingkungan.

(14)

14

4. RCChem

Chem

Chem

Chem Learning Centre Pusat Penelitian Kimia – LIPI Bandung.

RCChemChemChemChem Learning Centre Merupakan lembaga yang

menyelenggarakan pelatihan – pelatihan yang meliputi bidang kimia analisis, lingkungan, bahan alam pangan dan farmasi serta bidang manajemen & teknologi. Adapun faktor utama dalam mendirikan layanan jasa pembelajaran ini adalah adanya kebutuhan masyarakat industri terhadap pengembangan pengetahuan kimia, dan didukung dengan banyaknya jumlah sumber daya manusia di Pusat Penelitian Kimia – LIPI Bandung yang dapat diberdayakan sebagai staf pengajar, beranjak dari faktor tersebutlah maka layanan jasa pembelajaran kimia ini terbentuk.

E. Asumsi

Asumsi adalah yang menjadi tumpuan segala pandangan dan kegiatan terhadap masalah yang di hadapi. Dalam penelitian ini, peneliti memberikan asumsi sebagai berikut :

- Pelatihan (training) adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir, dimana pegawai non manajerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis dalam tujuan terbatas.

- Pendidikan dan Pelatihan Sampling Limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3) di RCChem

Chem

Chem

Chem

Learning Centre –Pusat Penelitian Kimia-LIPI Bandung dapat meningkatkan kompetensi peserta diklat.

(15)

15

- Melaksanakan suatu diklat berarti menanam (investasi) modal yang cukup besar yang harus membuahkan hasil yang sebanding dengan modal yang ditanamkan tersebut, sehingga organisasi mendapat keuntungan berupa tenaga – tenaga yang terampil dan berkemampuan dalam melaksanakan tugas – tugasnya.

- Pada dasarnya Pendidikan dan pelatihan lebih diartikan sebagai kegiatan pendidikan pegawai atau calon pegawai pada sebuah organisasi yang berkaitan dengan usaha peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan sikap dalam rangka pencapaian tujuan organisasi yang efektif dan efisien yang tidak dapat diperoleh maupun dipelajari dari pengalaman langsung dari kejadian – kejadian.

- Lembaga pendidikan dan pelatihan sebagai salah satu institusi penghasil tenaga kerja terdidik yang masuk ke pasar kerja, harus memperhatikan proses mendidik untuk dapat menghasilkan tenaga kerja yang mempunyai daya saing tinggi di masyarakat.

F. Fokus Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah program diklat teknik sampling dan pemantauan limbah B3 di Lembaga Diklat RC

Chem

Chem

Chem

Chem

Learning Centre – Pusat Penelitian Kimia - LIPI Bandung.

Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah instruktur, peserta diklat dan pengelola lembaga pendidikan dan pelatihan RCChem

Chem

Chem

Chem

Learning Centre – Pusat Penelitian Kimia - LIPI Bandung.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :