• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PERENCANAAN AGREGAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN PERENCANAAN AGREGAT"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

A.

A. LataLatar Br Belakelakangang Perencanaa

Perencanaan produksi dimulai n produksi dimulai dengan meramalkan permintaan secara tepat dengan meramalkan permintaan secara tepat sebagaisebagai input utamanya. Selain peramalan, input-input untuk permintaan produk tersebut juga input utamanya. Selain peramalan, input-input untuk permintaan produk tersebut juga harus memasukkan pesanan-pesanan aktual yang telah dijanjikan, kebutuhan spare-part harus memasukkan pesanan-pesanan aktual yang telah dijanjikan, kebutuhan spare-part da

dan n seservrvicice, e, kekebubututuhahan n pepersrsedediaiaan an gugudadangng, , dadan n pepenynyesesuauaiaian n titingngkakat t pepersrsedediaiaanan sebagaimana yang telah ditentukan dalam

sebagaimana yang telah ditentukan dalam perencanaaperencanaan strategi n strategi bisnis.bisnis.

Peramalan permintaan biasanya dibuat untuk kelompok-kelompok produk secara Peramalan permintaan biasanya dibuat untuk kelompok-kelompok produk secara kasar (tanpa memperhatikan perbedaan spesifikasi produk), khususnya selama periode kasar (tanpa memperhatikan perbedaan spesifikasi produk), khususnya selama periode waktu yang panjang. Perencanaan agregat kemudian dikembangkan untuk merencanakan waktu yang panjang. Perencanaan agregat kemudian dikembangkan untuk merencanakan ke

kebubututuhahan n prprododukuksi si bubulalananan n atatau au tritriwuwulalananan n babagi gi kekelolompmpokokk k elelomompopok k prprododuk uk  sebagaimana yang telah diperkirakan dalam

sebagaimana yang telah diperkirakan dalam peramalan permintaan.peramalan permintaan.

Perencanaan produksi akan mudah dibuat bila tingkat permintaan bersifat konstan Perencanaan produksi akan mudah dibuat bila tingkat permintaan bersifat konstan atau bila waktu produksi tidak menjadi kendala. Tetapi kedua kondisi mi jarang terjadi atau bila waktu produksi tidak menjadi kendala. Tetapi kedua kondisi mi jarang terjadi dalam keadaan sebenarnya, dimana secara nyata tingkat permintaan akan berfluktuasi dan dalam keadaan sebenarnya, dimana secara nyata tingkat permintaan akan berfluktuasi dan  perusahaan selalu dibatasi oleh

 perusahaan selalu dibatasi oleh tanggal waktu penyerahan produk.tanggal waktu penyerahan produk.

Perencanaan produksi yang tidak tepat dapat mengakibatkan tingginya/rendahnya Perencanaan produksi yang tidak tepat dapat mengakibatkan tingginya/rendahnya tin

tingkagkat t perpersedsediaaiaan, n, sesehinhingga gga menmengagakibkibatkatkan an penpeningingkakatan tan ongongkokos s simsimpapan/on/ongkngkosos keha

kehabisabisan n perspersediaediaan. Dan yang lebih an. Dan yang lebih fatalfatal, , hal tersebhal tersebut ut dapadapat t mengmenguranurangi pelayangi pelayananan kepada konsumen karena keterlambatan

kepada konsumen karena keterlambatan penyerahan produk.penyerahan produk. Pe

Pererencncananaaaan n prprododukuksi si sesebabagagal l susuatatu u pepererencncananaaaan n tataktktis is adadalalah ah bebertrtujujuauann me

membmbererikikan an kekepupututusasan n yayang ng opoptitimumum m beberdrdasasararkakan n susumbmber er dadaya ya yayang ng didimimililikiki  perusahaan dalam memenuhi permintaan akan produk yang dihasilkan. Yang dimaksud  perusahaan dalam memenuhi permintaan akan produk yang dihasilkan. Yang dimaksud dengan sumber daya yang dimiliki adalah kapasitas mesin, tenaga kerja, teknologi yang dengan sumber daya yang dimiliki adalah kapasitas mesin, tenaga kerja, teknologi yang dimiliki, dan Iainnya.

dimiliki, dan Iainnya. Ke

Keteterlrlibibatatan an mamananajejememen n pupuncncak ak papada da tatahahap p pepererencncananaaaan n prprododukuksi si sasangngatat dip

diperlerlukaukan, n, khukhusussusnya nya perperencencanaanaan an menmengegenai nai penpenententuan uan pabpabrikrikasiasi, , pempemasaasaran ran dadann keua

keuanganngannya. nya. Dan Dan sudusudut t pandpandang ang pabrpabrikasikasi, i, perenperencanacanaan an produproduksi ksi membmembantu antu daladalamm menentukan berapa peningkatan kapasitas yang

menentukan berapa peningkatan kapasitas yang dibutuhkan dan penyesuaian-penyesuaiadibutuhkan dan penyesuaian-penyesuaiann kapasitas apa saja yang perlu dilakukan. Dan sudut pandang pemasaran, perencanaan kapasitas apa saja yang perlu dilakukan. Dan sudut pandang pemasaran, perencanaan

(2)

  produksi menentukan berapa jumlah produk yang akan disediakan untuk memenuhi   produksi menentukan berapa jumlah produk yang akan disediakan untuk memenuhi  permintaan. Dan sudut pandang keuangan, perencanaan produksi mengidentifikasikan  permintaan. Dan sudut pandang keuangan, perencanaan produksi mengidentifikasikan  besarnya kebutuhan dana dan memberikan dasar

 besarnya kebutuhan dana dan memberikan dasar dalam pembuatan anggaran.dalam pembuatan anggaran. B.

B. BataBatasan san MasaMasalahlah

Adapun batasan masalah dan praktikum mi antara lain: Adapun batasan masalah dan praktikum mi antara lain: 1.

1. PerPermasmasalaalahahan yan yang ang akakan di n di babahas has adaadalah lah menmengegenai nai perperencencanaanaan aan agregregatgat..

2.

2. Pengolahan data perhitungan yang Pengolahan data perhitungan yang berhubungan dengan Perencanaan Agregat.berhubungan dengan Perencanaan Agregat.

3.

3. PenPenyelyelesaesaian ian perpersoasoalan lan yayang bng berherhubuubungangan den dengangan pen perenrencancanaan aan agagregregat.at.

C.

C. TujuTujuan an PraktPraktikumikum

Adapun tujuan dan praktikum ini adalah: Adapun tujuan dan praktikum ini adalah: 11.. MMeennggeettaahhuui ki koonnsseep mp meennggeennaai ai aggrreeggaatt 22.. MMaammppu u mmeennyyuussuun n rreennccaanna a aaggrreeggaatt 3.

3. MeMengngetetaahhui ui tutujjuuaan, n, dadan n sisifafat t PPerereencncaannaaaan n AgAgrereggaatt 44.. MMeennggeettaahhuui ii innppuut dt daan on ouuttppuut Pt Peerreennccaannaaaan An Aggrereggaatt.. 5.

5. MeMengngetetahahui ui onongkgkosos-o-ongngkokos ys yanang tg tererlilibabat dt dalalam am PePererencncananaaaan An Agrgregegatat.. 6.

6. MenMengegetahtahui ui strstrateategi gi PePerenrencancanaanaanAgrAgregaegat t besbeserterta a kekeuntuntungungan an dan dan kerkerugiugiannannyaya masing-masing.

masing-masing. 7.

7. Mengetahui cMengetahui contoh perhitunontoh perhitungan yang began yang berhubungan rhubungan dengan Perendengan Perencanaan Agrecanaan Agregat.gat. 8.

(3)

BAB II BAB II

TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA

A.

A. Pengertian Pengertian PerencanaaPerencanaan Agrn Agregategat

Perencanaa

Perencanaan agregat ( agregat planning) n agregat ( agregat planning) juga dikenal sebagjuga dikenal sebagai penjadwalan agreai penjadwalan agregatgat ada

adalah lah suasuatu tu penpendedekatkatan an yanyang g biabiasansanya ya dildilakakukaukan n oleoleh h parpara a manmanajajer er opeoperasrasi i untuntuk uk  menentukan kuantitas dan waktu produksi pada jangka menengah ( biasanya antara 3 menentukan kuantitas dan waktu produksi pada jangka menengah ( biasanya antara 3 hingga 12 bulan ke depan). Perencanaan agregat dapat digunakan dalam menentukan hingga 12 bulan ke depan). Perencanaan agregat dapat digunakan dalam menentukan  jalan terbaik untuk memenuhi permintaan yang diprediksi dengan menyesuaikan nilai  jalan terbaik untuk memenuhi permintaan yang diprediksi dengan menyesuaikan nilai  produksi, tingkat tenaga kerja, tingkat persediaan, pekerja lembur, tingkat subkontrak   produksi, tingkat tenaga kerja, tingkat persediaan, pekerja lembur, tingkat subkontrak 

dan variable lain yang dapat

dan variable lain yang dapat dikendalikandikendalikan..

Keputusan penjadwalan menyangkut perumusan rencana bulanan dan kuartalan Keputusan penjadwalan menyangkut perumusan rencana bulanan dan kuartalan yang

yang mengmengutamutamakan akan masamasalah lah mencmencocokocokkan kan produproduktifitktifitas as dengdengan an permipermintaantaan n yangyang flu

fluktuktuatiatif. f. OleOleh h karkarenaenanya nya perperencencanaanaan an agagregregat at tertermasmasuk uk daldalam am renrencacana na jajangkngkaa menengah.

menengah.

B.

B. TujuTujuan Perencan Perencanaaanaan Agregatn Agregat Pada

Pada dasadasarnya rnya tujutujuan an perenperencanacanaan an agreagregat gat adaladalah ah berusberusaha aha untuk untuk mempmemperoleerolehh suatu pemecaha

suatu pemecahan yang n yang optimal dalam biaya atau keuntuoptimal dalam biaya atau keuntungan pada periode perengan pada periode perencanaan.ncanaan.   Namun bagaimanapun juga, terdapat permasalahan starategis lain yang mungkin lebih   Namun bagaimanapun juga, terdapat permasalahan starategis lain yang mungkin lebih  penting daripada biaya rendah. Permasalahan strategis yang dimaksud itu antara lain  penting daripada biaya rendah. Permasalahan strategis yang dimaksud itu antara lain mengurangi permasalahan tingkat ketenagakerjaan, menekan tingkat persediaan, atau mengurangi permasalahan tingkat ketenagakerjaan, menekan tingkat persediaan, atau memenuhi tingkat pelayanan yang lebih tinggi. Bagi perusahaan manufaktur, jadwal memenuhi tingkat pelayanan yang lebih tinggi. Bagi perusahaan manufaktur, jadwal agregat bertujuan menghubungkan sasaran strategis perusahan dengan rencana produksi, agregat bertujuan menghubungkan sasaran strategis perusahan dengan rencana produksi, tetapi untuk perusahaan jasa, penjadwalan agregat bertujuan menghubungkan sasaran tetapi untuk perusahaan jasa, penjadwalan agregat bertujuan menghubungkan sasaran dengan jadwal pekerja.

dengan jadwal pekerja.

Ada empat hal yang diperlukan dalam perencanaan agregat antara lain: Ada empat hal yang diperlukan dalam perencanaan agregat antara lain:

(4)

1.

1. KeKeseselulururuhahan n ununit it yayang ng lologigis s ununtutuk k memengngukukur ur pepenjnjuaualalan n dadan n ououtptputut..

Maksudnya di sini adalah untuk meramalkan agregat yang Maksudnya di sini adalah untuk meramalkan agregat yang 2.

2. PrPrededikiksi psi perermimintntaaaan unn untutuk suk suatatu peu perioriode pde pererenencacananaan jan janangkgka mea menenengngah yah yanangg layak pada waktu agregat.

layak pada waktu agregat.

33.. mmeettoodde e uunnttuuk k mmeenneennttuukkaan n bbiiaayyaa..

44.. mmooddeel l yyaanng g mmeennggoommbbiinnaassiikkaan n pprreeddiikkssi i ddaan n bbiiaayya a sseehhiinngggga a kkeeppuuttuussaann  penjadwala

 penjadwalan dapat n dapat dibuat untuk dibuat untuk periode perencanaan.periode perencanaan.

C.

C. Sifat PerSifat Perencaencanaan Agnaan Agregaregatt Pere

Perencanncanaan aan agreagregat gat menumenurut rut istilaistilah h agreagregat gat beraberarti rti mengmengombinombinasikaasikan n sumbsumber er  daya yang sesuai ke dalam jangka waktu keseluruhan. Dengan prediksi permintaan, daya yang sesuai ke dalam jangka waktu keseluruhan. Dengan prediksi permintaan, kap

kapasasitaitas s fasfasiliilitastas, , tintingkagkat t perpersedsediaaiaan, n, ukuukuran ran tentenagaga a kekerjarja, , dan dan inpinput ut yanyang g salsalinging  berhubungan, perencana harus memilih tingkat output untuk sebuah fasilitas selama 3  berhubungan, perencana harus memilih tingkat output untuk sebuah fasilitas selama 3 hingga 12 bulan yang akan datang. Dalam perencanaan agregat, rencana produksi tidak  hingga 12 bulan yang akan datang. Dalam perencanaan agregat, rencana produksi tidak  menguraikan per produk tetapi menyangkut berapa banyak produk yang akan dihasilkan menguraikan per produk tetapi menyangkut berapa banyak produk yang akan dihasilkan tanpa mempermasalahkan jenis dan produk tersebut. Sebagai contoh pada perusahaan tanpa mempermasalahkan jenis dan produk tersebut. Sebagai contoh pada perusahaan  pembuat mobil, hanya memperhitungkan berapa banyak mobil yang akan dibuat, tetapi  pembuat mobil, hanya memperhitungkan berapa banyak mobil yang akan dibuat, tetapi   bukan berapa banyak mobil dua pintu atau empat pintu atau berapa banyak mobil   bukan berapa banyak mobil dua pintu atau empat pintu atau berapa banyak mobil  berwarna merah atau biru.

(5)

D.

D. Hubungan InHubungan Input dan Ouput dan Output Perencanatput Perencanaan Agregatan Agregat Input Dan Output

Input Dan Output PerencanaaPerencanaan Agregatn Agregat P

Peemmbbaattaassaan n kkaappaassiittaass AAllookkaassi i ppeerrmmiinnttaaaan n uunnttuuk  k    produksi

 produksi

uunnttuuk k aalltteerrnnaattiif f pprroodduukkssii KKeeppuuttuussaan n mmeenngggguunnaakkaan n aalltteerrnnaattiif f yyaanngg mungkin

mungkin

IINNPPUUTTSS OOUUTTPPUUTTSS

R

Raammaallaan n ppeerrmmiinnttaaaann RRaattaa--rraatta a pprroodduukkssii tiap periode

tiap periode A

Alltteerrnnaattiif f pprroodduukkssii UUkkuurraan n tteennaagga a kkeerrjjaa yang mungkin

yang mungkin D

Daatta a bbiiaayya a ppaadda a iitteem m 22 IInnvveennttoorri i tteerrssiimmppaann Kondisi inisial : P

Kondisi inisial : P11, I, I11 Jumlah subkontrak StJumlah subkontrak St

Untuk t = 1,2,...,12 Untuk t = 1,2,...,12 Kriteria Performan

Kriteria Performan

Peminimalan total biaya produksi Peminimalan total biaya produksi

E.

E. Ongkos-ongkosOngkos-ongkos yang Terlibat Dalam yang Terlibat Dalam PerencanaaPerencanaan Agregatn Agregat

Be

Berdrdasasararkakan n keketeterarangngan an didiatatasas, , mamaka ka onongkgkosos-o-ongngkokos s yayang ng teterlirlibabat t dadalalamm  perencanaa

 perencanaan n agregat adalah:agregat adalah: 1.

1. HIHIRIRING NG COCOST ST (O(Ongngkokos s PePenanambmbahahan an TeTenanaga ga KeKerjrja)a)

Perencana

Perencana

an

an

Agregat

Agregat

(6)

Penambahan tenaga kerja menimbulkan ongkos-ongkos untuk iklan, proses Penambahan tenaga kerja menimbulkan ongkos-ongkos untuk iklan, proses seleksi dan training. Ongkos training merupakan ongkos yang besar apabila tenaga seleksi dan training. Ongkos training merupakan ongkos yang besar apabila tenaga kerja yang direkrut

kerja yang direkrut adalah tenaga kerja yang belum adalah tenaga kerja yang belum berpengalamaberpengalaman.n. 2.

2. FIRINFIRING COST (OngkoG COST (Ongkos Pembes Pemberhentrhentian Tenaian Tenaga Kerjaga Kerja)) Pem

Pemberberhenhentiatian n tentenaga aga kerkerja ja biabiasansanya ya terterjajadi di karkarena ena semsemakiakin n renrendahdahnyanya  permintaan akan produk yang dihasilkan, sehingga tingkat produksi menurun dengan  permintaan akan produk yang dihasilkan, sehingga tingkat produksi menurun dengan

drast

drastis. is. PembPemberheerhentian ntian ini ini mengmengakibakibatkaatkan n perusperusahaaahaan n haruharus s mengmengeluaeluarkan rkan uanguang  pesangon bagi karyawan yang di-PHK, menurunnya moral kerja dan produktifitas  pesangon bagi karyawan yang di-PHK, menurunnya moral kerja dan produktifitas karyawan yang masih bekerja, dan tekanan yang bersifat sosial. Kesemua akibat ini karyawan yang masih bekerja, dan tekanan yang bersifat sosial. Kesemua akibat ini di

diananggggap ap sesebabagagai i onongkgkos os pepembmbererhehentntiaian n tetenanaga ga kekerjrja a yayang ng akakan an diditatangnggugungng  perusahaan.

 perusahaan. 3.

3. OVOVERERTITIME ME COCOST ST DADAN N UNUNDEDERTRTIMIME E COCOST ST (O(Ongngkokos s LeLembmbur ur DaDan n OnOngkgkosos Menganggur)

Menganggur) Pe

Pennggggununaaan an wawaktktu u lelemmbubur r bbeertrtuujjuauan n uuntntuuk k mmenenininggkakatktkaan n ooututpputut  produksi,tetapi konsekwensinya perusahaan harus mengeluarkan ongkos tambahan  produksi,tetapi konsekwensinya perusahaan harus mengeluarkan ongkos tambahan lembur yang biasanya 150% dari ongkos kerja reguler. Disamping ongkos tersebut, lembur yang biasanya 150% dari ongkos kerja reguler. Disamping ongkos tersebut, adanya lembur akan memperbesar tingkat absen karyawan karena capek. Kebalikan adanya lembur akan memperbesar tingkat absen karyawan karena capek. Kebalikan dar

dari i konkondisdisi i diadiatas tas adadalaalah h bilbila a peperusrusahaahaan an memmempunpunyai yai kelkelebiebihahan n tentenaga aga kerkerjaja dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk kegiatan produksi. dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk kegiatan produksi. Tenaga kerja berlebih ini kadang-kadang bisa dialokasikan untuk kegiatan lain yang Tenaga kerja berlebih ini kadang-kadang bisa dialokasikan untuk kegiatan lain yang  produktif meskipun tidak selamanya efektif. Bila tidak dapat dilakukan alokasi yang  produktif meskipun tidak selamanya efektif. Bila tidak dapat dilakukan alokasi yang efektif, maka perusahaan dianggap menanggung ongkos menganggur yang besarnya efektif, maka perusahaan dianggap menanggung ongkos menganggur yang besarnya merupakan perkalian antara jumlah jam kerja yang tidak terpakai dengan tingkat upah merupakan perkalian antara jumlah jam kerja yang tidak terpakai dengan tingkat upah dan tunjangan lainnya.

dan tunjangan lainnya. 4.

4. INVENINVENTORY COST DAN BACTORY COST DAN BACKORDEKORDER COST (Ongkos PeR COST (Ongkos Persedirsediaan Dan Ongkaan Dan Ongkosos Kehabisan Persediaan)

Kehabisan Persediaan)

Persediaan mempunyai fungsi mengantisipasi timbulnya kenaikan permintaan Persediaan mempunyai fungsi mengantisipasi timbulnya kenaikan permintaan  pada saat-saat tertentu. Konsekwensi dari kebijaksanaan persediaan bagi perusahaan  pada saat-saat tertentu. Konsekwensi dari kebijaksanaan persediaan bagi perusahaan adalah timbulnya ongkos penyimpanan (inventory cost/holding cost) yang berupa adalah timbulnya ongkos penyimpanan (inventory cost/holding cost) yang berupa ongk

ongkos tertahaos tertahannya nnya modamodal, pajak, asurl, pajak, asuransiansi, kerusak, kerusakan bahan, dan ongkoan bahan, dan ongkos sewas sewa gudang. Kebalikan dari kondisi diatas, kebijaksanaan tidak mengadakan persediaan gudang. Kebalikan dari kondisi diatas, kebijaksanaan tidak mengadakan persediaan seolah-olah menguntungkan, tetapi sebenarnya dapat menimbulkan kerugian dalam seolah-olah menguntungkan, tetapi sebenarnya dapat menimbulkan kerugian dalam

(7)

  ben

  bentuk tuk ongkongkos os kehakehabisabisan n perspersediaediaan. an. OngkOngkos os kehakehabisan bisan persepersediaadiaan n ini ini dihitdihitungung  berdasarkan berapa permintaan yang datang tetapi tidak dapat dilayani karena barang  berdasarkan berapa permintaan yang datang tetapi tidak dapat dilayani karena barang yang diminta tidak tersedia. Kondisi ini pada sistem MTO (Make TO Order = yang diminta tidak tersedia. Kondisi ini pada sistem MTO (Make TO Order = Memproduksi Berdasarkan Pesanan) akan mengakibatkan jadwal penyerahan order  Memproduksi Berdasarkan Pesanan) akan mengakibatkan jadwal penyerahan order  terlambat, sedangkan pada sistem MTS (Make To Stock = Memproduksi Untuk  terlambat, sedangkan pada sistem MTS (Make To Stock = Memproduksi Untuk  Memenuhi Persediaan) akan mengakibatkan beralihnya pelanggan pada produk lain. Memenuhi Persediaan) akan mengakibatkan beralihnya pelanggan pada produk lain. Kek

Kekececewaewaan an pelpelanganggan gan karkarena ena tidtidak ak tertersedsedianianya ya barbarang ang yanyang g diidiingingikan kan akakanan diperhitungkan sebagai kerugian bagi perusahaan, dimana kerugian tersebut akan diperhitungkan sebagai kerugian bagi perusahaan, dimana kerugian tersebut akan dikelompokkan sebagai ongkos kehabisan persediaan. Ongkos kehabisan persediaan dikelompokkan sebagai ongkos kehabisan persediaan. Ongkos kehabisan persediaan ini sama nilainya dengan ongkos pemesanan kembali bila konsumen masih bersedia ini sama nilainya dengan ongkos pemesanan kembali bila konsumen masih bersedia menunggu.

menunggu. 5.

5. SUBCSUBCONTRAONTRACT COST (CT COST (OngkoOngkos Subkos Subkontrantrak)k) Pad

Pada a sasaat at perperminmintaataan n memeleblebihi ihi kekemammampupuan an kapkapasasitaitas s regreguleuler, r, biabiasansanyaya  perusahaan mensubkontrakkan kelebihan permintaan yang tidak bisa ditanganinya  perusahaan mensubkontrakkan kelebihan permintaan yang tidak bisa ditanganinya sendiri kepada perusahaan lain. Konsekuensi dari kebijaksanaan ini adalah timbulnya sendiri kepada perusahaan lain. Konsekuensi dari kebijaksanaan ini adalah timbulnya ongk

ongkos os subkosubkontrakntrak, , dimandimana a biasabiasanya nya ongkongkos os mensmensubkoubkontrakntrakkan kan ini ini lebih lebih mahamahall dib

dibandandingingkan kan mememprmproduoduksi ksi sensendirdiri i dan dan adaadanya nya resresiko iko terterjajadindinya ya kelkelambambataatann  penyerahan dari kontraktor.

 penyerahan dari kontraktor. F.

F. StratStrategi Peegi Perencrencanaaanaan Agren Agregat.gat. Pad

Pada a umuumumnymnya, a, adada a empempat at jejenis nis strstrateategi gi yanyang g dapdapat at dipdipiliilih h daldalam am memmembuabuatt   pe

  perenrencancanaaaan n agagregregat. at. PemPemiliilihan han strstrateategi gi tertersebsebut ut tertergangantuntung g dardari i kebkebijaijaksaksanaanaann   pe

  perusrusahahaanaan, , keketerterbatbatasasan an peperusrusahaahaan an daldalam am prapraktekteknyknya, a, dan dan perpertimtimbanbangagan n biabiaya.ya. Keempat jenis strategi tersebut adalah sebagai berikut:

Keempat jenis strategi tersebut adalah sebagai berikut: 1.

1. MeMempmproroduduksksi i babanynyak ak babararang ng papada da sasaat at pepermrminintataan an rerendndahah, , dadan n memenynyimimpapann kelebihanny

kelebihannya sampai saat a sampai saat yang dibutuhkan. Alternative ini akan menghasilkan tingkatyang dibutuhkan. Alternative ini akan menghasilkan tingkat  produksi relative konstan, tetapi

 produksi relative konstan, tetapi mengakibatkamengakibatkan ongkos persediaan yang n ongkos persediaan yang tinggi.tinggi.

22.. MMeerreekkrruut t ((mmeennaammbbaahh) ) tteennaagga a kkeerrjja a ppaadda a ssaaaat t ppeerrmmiinnttaaaan n ttiinnggggi i ddaann memberhentikannya (mengurangi) pada saat permintaan rendah. Penambahan tenaga memberhentikannya (mengurangi) pada saat permintaan rendah. Penambahan tenaga kerja memerlukan biaya rekruitmen dan pelatihan. Biaya konpensasi dan reorganisasi kerja memerlukan biaya rekruitmen dan pelatihan. Biaya konpensasi dan reorganisasi sering kali harus dikeluarkan jika dilakukan pengurangan tenaga kerja. Biaya-biaya sering kali harus dikeluarkan jika dilakukan pengurangan tenaga kerja. Biaya-biaya

(8)

ini biasanya diikuti oleh biaya tak tampak seperti: kemerosotan moral kerja dan turn ini biasanya diikuti oleh biaya tak tampak seperti: kemerosotan moral kerja dan turn over tenaga kerja yang tinggi. Karena kapasitas fasilitas produksi adalah tetap, maka over tenaga kerja yang tinggi. Karena kapasitas fasilitas produksi adalah tetap, maka  penurunan produktivitas mungkin akan terjadi jika penambahan tenaga kerja tanpa  penurunan produktivitas mungkin akan terjadi jika penambahan tenaga kerja tanpa

disertai dengan penambahan peralatan produksi (mesin-mesin). disertai dengan penambahan peralatan produksi (mesin-mesin). 3.

3. MelMelembemburkurkan an pepekerkerja. Alterja. Alternatnative ive ini ini sersering dipaking dipakai ai daldalam am peperenrencancanaan agregaan agregat,at, tetapi ada keterbatasannya dalam menjadwalkan kapasitas mesin dan tenaga kerja tetapi ada keterbatasannya dalam menjadwalkan kapasitas mesin dan tenaga kerja yang ada. Jika permintaan naik, maka kapasitas produksi dapat dinaikkan dengan yang ada. Jika permintaan naik, maka kapasitas produksi dapat dinaikkan dengan melemburkan pekerja. Tetapi penggunaan lembur hanya dapat

melemburkan pekerja. Tetapi penggunaan lembur hanya dapat dilakukan dalam batas-dilakukan dalam batas- batas maksimum kerja lembur yang bisa dilakukan perusahaan, misalnya pemerintah  batas maksimum kerja lembur yang bisa dilakukan perusahaan, misalnya pemerintah mengatur kerja lembur tidak boleh melebihi 25% dari waktu total kerja regular. mengatur kerja lembur tidak boleh melebihi 25% dari waktu total kerja regular. Kenaikkan kapasitas produksi melebihi aturan tersebut

Kenaikkan kapasitas produksi melebihi aturan tersebut hanya dapat dilakukan melaluihanya dapat dilakukan melalui  penambahan tenaga kerja. Alternative lembur akan menyebabkan biaya tambahan  penambahan tenaga kerja. Alternative lembur akan menyebabkan biaya tambahan karena biasanya tarif upah lembur adalah 150% dari upah regular. Jika permintaan karena biasanya tarif upah lembur adalah 150% dari upah regular. Jika permintaan tu

tururun, n, mamaka ka kakapapasisitatas s prprododukuksi si dadapapat t didisesesusuaiaikakan n dedengngan an memengngatatur ur pepekekerjrjaa (undertime). Undertime akan mengakibatkan biaya tetap yang harus dibayar meskipun (undertime). Undertime akan mengakibatkan biaya tetap yang harus dibayar meskipun tenaga menganggur, kecuali manajemen dapat memberikan kerja tambahan selama tenaga menganggur, kecuali manajemen dapat memberikan kerja tambahan selama mereka menganggur seperti pemeliharaan mesin dan

mereka menganggur seperti pemeliharaan mesin dan lain-lain.lain-lain. 4.

4. MeMensnsububkokontntrarakkkkkakan n sesebabagigian an pepekekerjrjaaaan n papada da sasaat at sisibubuk. k. AlAlteternrnatativive e inini i akakanan men

mengakgakibaibatkatkan n tamtambahbahan an ongongkos kos kakarenrena a subsubkonkontratrak k dadan n ongongkokos s kekkekeceecewaawaann konsumen bila terjadi kelambatan penyerahan dari

konsumen bila terjadi kelambatan penyerahan dari barang yang disubkontakkan.barang yang disubkontakkan.

Masing-masing alternative tersebut akan mempunyai dampak yang berpengaruh Masing-masing alternative tersebut akan mempunyai dampak yang berpengaruh seca

secara ra psikpsikologiologis s (mora(moral, l, produproduktiviktivitas) tas) maupmaupun un non non psikpsikologiologis s (ongk(ongkos, os, efisiefisiensiensi).). Sebagai contoh, perusahaan yang menaikkan tingkat produksi dengan cara lembur pada Sebagai contoh, perusahaan yang menaikkan tingkat produksi dengan cara lembur pada saat permintaan tinggi ada kemungkinan akan mengalami penurunan semangat pekerja saat permintaan tinggi ada kemungkinan akan mengalami penurunan semangat pekerja   pada saat lembur ditiadakan. Biasanya bagian perencanaan produksi akan membuat   pada saat lembur ditiadakan. Biasanya bagian perencanaan produksi akan membuat   pe

  perenrencaacaan n agagregregat at dendengan gan menmengkogkombimbinasnasikaikan n altalternernateate-alt-alternernatiatif f di di ataatas s sehsehinginggaga fluktuasi permintaan dapat dikendalikan dan biaya total produksi yang direncanakan fluktuasi permintaan dapat dikendalikan dan biaya total produksi yang direncanakan dapat ditekan seminim mungkin.

(9)

G.

G. MetodMetode e PerePerencanncanaan Agregaaan Agregat.t.

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan  pada perencanaan produksi agregat. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

 pada perencanaan produksi agregat. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut: 

 Jumlah Tenaga Kerjanya Tetap dan Struktur Biayanya Linier Jumlah Tenaga Kerjanya Tetap dan Struktur Biayanya Linier 

• Trial and Error Trial and Error  •

• Program Linier Program Linier  •

• TransportasiTransportasi •

• Programa DinamisPrograma Dinamis

 Jumlah Tenaga Kerjanya Berubah-ubah dan Struktur Jumlah Tenaga Kerjanya Berubah-ubah dan Struktur Biayanya Linier Biayanya Linier 

• Programa Linier Programa Linier 

 Jumlah Tenaga Kerjanya Berubah-ubah dan Struktur Jumlah Tenaga Kerjanya Berubah-ubah dan Struktur Biayanya Non Linier Biayanya Non Linier 

• Linier Decision RuleLinier Decision Rule •

• Heuristic SearchHeuristic Search

Metode Trial-Error Metode Trial-Error

Metode trial-error ini merupakan metode yang paling sederhana, tetapi tidak  Metode trial-error ini merupakan metode yang paling sederhana, tetapi tidak  meng

menghasihasilkan lkan kepukeputusatusan n yang optimal. yang optimal. MetodMetode e ini ini memememerlukarlukan n keteketelitialitian n daladalamm  perhitungannya, karena sekali langkah awal salah, maka langkah berikutnya akan  perhitungannya, karena sekali langkah awal salah, maka langkah berikutnya akan

salah. salah.

Metode Transportasi Metode Transportasi

Perencanaan agregat dapat mengunakan metode transportasi yang merupakan Perencanaan agregat dapat mengunakan metode transportasi yang merupakan  bagian dari perencanaan produksi programa linier dengan jumlah tenaga kerja ( work   bagian dari perencanaan produksi programa linier dengan jumlah tenaga kerja ( work 

(10)

for

forcece) ) tettetap. ap. MetMetode ode ini ini memengingijinjinkan kan penpengguggunanaan an proprodukduksi si regreguleuler, r, oveovertimrtime,e, inventori, backorder, dan subkontrak. Hasil perencanaan yang diperoleh dapat dijamin inventori, backorder, dan subkontrak. Hasil perencanaan yang diperoleh dapat dijamin optimal dengan asumsi optimistik bahwa tingkat produksi (yang dipengaruhi oleh optimal dengan asumsi optimistik bahwa tingkat produksi (yang dipengaruhi oleh hiring dan training pekerja) dapat dirubah dengan cepat. Agar metode ini dapat hiring dan training pekerja) dapat dirubah dengan cepat. Agar metode ini dapat diaplikasikan, kita harus memformulasikan persoalan perencanaan agregat sehingga : diaplikasikan, kita harus memformulasikan persoalan perencanaan agregat sehingga : 1.

1. Kapasitas Kapasitas tersetersedia (sdia (supplaupplay) diny) dinyatayatakan dkan dalam alam unit yunit yang sang sama dama dengaengan kebn kebutuhautuhann ( demand).

( demand). 2.

2. TotTotal kapaal kapasitsitas untas untuk horiuk horison peson perenrencacanaanaan harus samn harus sama denga denga total pera total peramaamalanlan kebutuhan. Bila tidak sam, kita gunakan variabel bayangan (dummy) sebanyak  kebutuhan. Bila tidak sam, kita gunakan variabel bayangan (dummy) sebanyak   jumlah selisih tersebut dengan unit cost = 0.

 jumlah selisih tersebut dengan unit cost = 0. 3.

3. SemSemua hua hububungungan ban biayiaya mea meruprupakaakan hun hubunbungan gan linlinierier..

Metode Programa Dinamis Tanpa

Metode Programa Dinamis Tanpa BackorderBackorder

Pr

Progograrama ma didinanamimis s dadapapat t didiapaplilikakasisikakan n dadalalam m memenynyelelesesaiaikakan n prproboblelemm  perencanaan produksi agregat dengan batasan-batasan tertentu. Ada 2 algoritma yang  perencanaan produksi agregat dengan batasan-batasan tertentu. Ada 2 algoritma yang

dipe

diperkenarkenalkanlkan, , yaityaitu u AlgorAlgoritma itma WagnWagner er WithiWithin n yang digunakayang digunakan n untuuntuk k membmembuatuat   pere

  perencanncanaan aan produproduksi ksi tanptanpa a ada kasus ada kasus backbackorderorder, , dan dan AlgorAlgoritma Zangwill yangitma Zangwill yang digunakan untuk membuat perencanaan produksi yang melibatkan kasus backorder. digunakan untuk membuat perencanaan produksi yang melibatkan kasus backorder. Asumsikan bahwa biaya produksi pada periode-t (C(Pt)) mengikuti tungsi sebagai Asumsikan bahwa biaya produksi pada periode-t (C(Pt)) mengikuti tungsi sebagai  berikut :  berikut : 00 , , bbiilla a PPtt = 0= 0 C(P C(Ptt) =) = A Att + bP+ bPtt , bila P, bila Ptt >>00 ((11..11)) dimana : dimana : A

Att= biaya produksi tetap pada periode-t= biaya produksi tetap pada periode-t

 b = biaya produksi variabel

 b = biaya produksi variabel per-unitper-unit P

Ptt= jumlah produksi pada periode –t= jumlah produksi pada periode –t

Bila kita definisikan variabel-variabel berikut ini

Bila kita definisikan variabel-variabel berikut ini sedemikian, dimana :sedemikian, dimana : F

(11)

IItt= persediaan (inventory) pada akhir periode t= persediaan (inventory) pada akhir periode t

Maka Wagner dan Within menyatakan bahwa solusi optimal akan mempunyai Maka Wagner dan Within menyatakan bahwa solusi optimal akan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

sifat sebagai berikut :

IIt-1t-1. P. Ptt (1.2)(1.2)

P

Ptt= = 0, 0, FFtt, , FFtt+F+Ft+1t+1, , FFtt+ F+ Ft+1t+1+ F+ Ft+2t+2,..., ∑ F,..., ∑ Ftt (1.3)(1.3)

Per

Persamsamaan aan (1.(1.2) 2) menmenyatyatakakan an bahbahwa wa untuntuk uk perperiodiode-t e-t kakapanpanpun pun kitkita a dadapatpat memakai persediaan dari periode sebelumnya untuk memenuhi semua permintaan memakai persediaan dari periode sebelumnya untuk memenuhi semua permintaan  pada periode sekarang (I

 pada periode sekarang (It-1t-1> > FFtt, , PPtt = 0) atau kita dapat memenuhi semua permintaan= 0) atau kita dapat memenuhi semua permintaan

 pada periode sekarang hanya memproduksi saja tanpa menggunakan persediaan (P  pada periode sekarang hanya memproduksi saja tanpa menggunakan persediaan (P tt >>

F

Ftt, I, It-1t-1 = 0).= 0).

Persamaan (1.3) menyatakan bahwa jumlah produksi yang ditetapkan dalam Persamaan (1.3) menyatakan bahwa jumlah produksi yang ditetapkan dalam  periode kapanpun akan merupakan produksi keseluruhan periode atau kombinasi dari  periode kapanpun akan merupakan produksi keseluruhan periode atau kombinasi dari

keseluruhan periode. keseluruhan periode.

Asumsikan bahwa akan dibuat perencanaan produksi yang sederhana untuk dua Asumsikan bahwa akan dibuat perencanaan produksi yang sederhana untuk dua   pe

  perioriode de dendengan gan perperamaamalan lan perperminmintaataan n FF11 = = FF22 = = 1010. . JiJika ka babackckorordeder r titidadak k 

diperbolehkan, maka akan ada 11 kombinasi yang mungkin dan jumlah produksi (P diperbolehkan, maka akan ada 11 kombinasi yang mungkin dan jumlah produksi (P tt))

sebagai berikut : sebagai berikut : P P11 PP22 20 20 19 19 18 18 --12 12 11 11 00 11 22 --88 99

(12)

1100 1100

karena I

karena It-1t-1. . PPtt=0, maka kasus tersebut akan mengakibatkan dua jadwal utama yaitu : karena=0, maka kasus tersebut akan mengakibatkan dua jadwal utama yaitu : karena

kita hanya perlu mengevaluasi jadwal yang utama, maka akan ada pengurangan usaha yang kita hanya perlu mengevaluasi jadwal yang utama, maka akan ada pengurangan usaha yang  besar dalam perhitungan.

 besar dalam perhitungan.

P P11 PP22 20 20 10 10 00 10 10

Struktur dari situasi

Struktur dari situasi perencanaaperencanaan untuk banyak periode n untuk banyak periode ditunjukkan pada gambar dibawah iniditunjukkan pada gambar dibawah ini ::

Pada akhir periode ke-j kapanpun, dimana I

Pada akhir periode ke-j kapanpun, dimana I j j = 0, maka akan ada sejumlah strategi produksi= 0, maka akan ada sejumlah strategi produksi

yang mungkin sehingga memenuhi seluruh permintaan yang masih tersisa dalam horison yang mungkin sehingga memenuhi seluruh permintaan yang masih tersisa dalam horison  perencanaa

 perencanaan, J+1 n, J+1 sampai T.sampai T.

0 j k t

0 j k t

Bila C

Bila C jk  jk  = ong= ongkos prodkos produkuksi si papada da perperiodiode e –j+–j+1 1 untuntuk memenuk memenuhi permiuhi permintantaan an papada da j+1j+1,,

 j+2,....,k.  j+2,....,k.

C

C jk  jk diatas termasuk biaya produksi dan biaya persediaan selama sub-periode-j ke periode-k diatas termasuk biaya produksi dan biaya persediaan selama sub-periode-j ke periode-k 

adalah sebagai berikut : adalah sebagai berikut :

C(P

C(P jk  jk ) = A) = AII + b+ bII (F(F j+1 j+1 + F+ F j+2 j+2+...+ F+...+ Fk k ))

= A

(13)

]]  j < r < k   j < r < k  C (I C (Ir r ) =) = dimana : dimana :

hhr r  = biaya simpan untuk periode-r = biaya simpan untuk periode-r 

C(P

C(P jk  jk ) ) = = biaya biaya produksi produksi untuk untuk interval interval j j ke ke k k 

C (I

C (Ir r )) = b= biaiaya ya pepersrsedediaiaan an yayang ng didibabawa wa papada da akakhihir pr pererioiodede-r -r 

C(I

C(I jk  jk )) = b= biaiaya ya pepersrsedediaiaan an yayang ng didibabawa wa seselalama ma inintetervrval al j kj ke k e k 

Oleh karena itu, total biaya produksi dan persediaan selama periode –j ke –k dapat ditulis Oleh karena itu, total biaya produksi dan persediaan selama periode –j ke –k dapat ditulis sebagai berikut : sebagai berikut : TC TC jk  jk = C(P= C(P jk  jk ) + C(I) + C(I jk  jk )) = = AA j+1 j+1+ bP+ bP j+1 j+1++ TC

TC jk  jk merupakan semua biaya-biaya yang terlibat dalam subperiode ke-k dalam keseluruhanmerupakan semua biaya-biaya yang terlibat dalam subperiode ke-k dalam keseluruhan

horizon perencanaan dari 0 ke T. horizon perencanaan dari 0 ke T.

Untuk mendefinisikan persamaan, program dinamis rekursiv yang akan menghasilkan solusi Untuk mendefinisikan persamaan, program dinamis rekursiv yang akan menghasilkan solusi optimal, maka diperoleh persamaan ;

optimal, maka diperoleh persamaan ; Z

Zk k = = TCTC jk  jk }} , , k k = = 11,,22,,...,,TT

Ha

Hal l inini i beberarartrti i babahwhwa a sesetitiap ap tatahahap p rerekukursrsiviv, , kikita ta memencncarari i kokombmbininasasi i bibiayaya a prprododukuksisi mminimum diantara dua titik regenerasi (j dan k) ditambah dengan solusi optimal ke-j. mminimum diantara dua titik regenerasi (j dan k) ditambah dengan solusi optimal ke-j. Langkah rkursiv dihitung untuk ke T, dimana Zo* = 0.

Langkah rkursiv dihitung untuk ke T, dimana Zo* = 0.

Metode Programa Dinamis Dengan

Metode Programa Dinamis Dengan BackorderBackorder

Pa

Pada da babagigian an sesebebelulumnmnyaya, , alalgogoriritmtma a WaWagngner er –W–Witithihin n teterlrlihihat at dadapapatt dialokasikan pada kondisi dimana kurva biaya yang berbeda dari periode ke periode dialokasikan pada kondisi dimana kurva biaya yang berbeda dari periode ke periode tan

tanpa pa memmempunpunyayai i sifsifat at penpeningingkatkatan an biabiaya ya mamargirginalnal. . Hal Hal ini ini beberlarlaku ku padpada a kaskasusus dimana biaya-biaya bersifat konkav dan

dimana biaya-biaya bersifat konkav dan pada kasus khusus dengan:pada kasus khusus dengan: 00 , , bbiilla a PPtt = 0= 0

C(P C(Ptt) =) =

A

(14)

dimana b

dimana btt tidak konstan untuk semua periode-t.tidak konstan untuk semua periode-t.

Za

Zangngwiwill ll memempmpererbabaki ki alalgogoriritmtma a WaWagngnerer-W-Witithihin n ununtutuk k kakasusus s yayangng mem

memperperbolbolehehkan kan terterjadjadinyinya a babackockorderder. r. KepKeputuutusan san proprodukduksi si papada da kakasus sus dedengangann  backorder ini dapat digambarkan sebagai berikut :

 backorder ini dapat digambarkan sebagai berikut :

00 jj ll kk tt

Bila TC

Bila TC jk  jk  adalah biaya minimum untuk satu periode, j+1, j+2,..., k untuk adalah biaya minimum untuk satu periode, j+1, j+2,..., k untuk 

memenuhi permintaan yang terjadi selama periode j+1 sampai k, dan bila kegiatan memenuhi permintaan yang terjadi selama periode j+1 sampai k, dan bila kegiatan  produksi terjadi selama periode I, dimana terjadi backorder terakumulasi dari periode  produksi terjadi selama periode I, dimana terjadi backorder terakumulasi dari periode   j+1 sampai I, maka kegiatan produksi pada periode-I harus dapat dengan segera   j+1 sampai I, maka kegiatan produksi pada periode-I harus dapat dengan segera

mem

memenuenuhi hi konkondisdisi i babackockorderder r sebsebeluelumnymnya a dadan n jujuga ga harharus us dapdapat at menmenyedyediakiakanan inv

invententori ori untuntuk uk memmemenuenuhi hi perperminmintaataan n dardari i perperiodiode e I+1 I+1 sasampampai i k, k, sesecacara ra leblebihih tepatnya, karena tepatnya, karena C(P C(P jk  jk ) = A) = AII + b+ bII (F(F j+1 j+1 + F+ F j+2 j+2+...+ F+...+ Fk k )) = A = AII + b+ bII PPII dimana : dimana : P PII ==

Ongkos persediaan dan backorder adalah sebagai berikut : Ongkos persediaan dan backorder adalah sebagai berikut :

C(I

(15)

C(S

C(S jk  jk ) = ) = ==

dimana : dimana : S

Stt = backorder pada akhir periode-t= backorder pada akhir periode-t

P

Ptt = ongkos penalti per-unit terjadinya backorder (P= ongkos penalti per-unit terjadinya backorder (Pttbiasanya disimbolkan juga denganbiasanya disimbolkan juga dengan tt))

sehingga : sehingga : TC

TC jk  jk ==

dan programa dinamik rekursivnya adalah : dan programa dinamik rekursivnya adalah : Z

Zk k ==

11.8.

11.8. Fase-Fase Perencanaan AgregatFase-Fase Perencanaan Agregat

Pengembangan perencanaa agregat mengikuti prosedur yang terdiri dari empat fase. Pengembangan perencanaa agregat mengikuti prosedur yang terdiri dari empat fase. Setelah prosedur ini diaplikasikan beberapa kali dan persoalan-persoalan pokok yang terlibat Setelah prosedur ini diaplikasikan beberapa kali dan persoalan-persoalan pokok yang terlibat  pada fase 2 dan 3

 pada fase 2 dan 3 telah dapat dipecahkan, maka pihak manajemen dapat memproses langsungtelah dapat dipecahkan, maka pihak manajemen dapat memproses langsung dari fase 1 ke fase 4.

(16)

FASE 1

FASE 1 : Persiapan Peramalan Permintaan Agregat : Persiapan Peramalan Permintaan Agregat 

Pera

Peramalamalan n permpermintaaintaan n agreagregat gat mencmencakup akup bebebeberapa rapa permpermintaaintaan n yang yang dipediperkirakrkirakanan  pada tiap-tiap periode selama

 pada tiap-tiap periode selama horison perencanaan dalam satuan unit yang sama untuk horison perencanaan dalam satuan unit yang sama untuk semuasemua  jenis item produk yang dihasilkan. Peramalan ini dapat menggunakan analisis deret waktu,  jenis item produk yang dihasilkan. Peramalan ini dapat menggunakan analisis deret waktu,

rata-rata bergerak, dan lain-lain. rata-rata bergerak, dan lain-lain.

FASE 2 : Mengkhususkan Kebijaksanaan Organisasi Untuk Melancarkan Penggunaan FASE 2 : Mengkhususkan Kebijaksanaan Organisasi Untuk Melancarkan Penggunaan  Kapasitas

 Kapasitas

Pada

Pada fase fase ini, ini, manamanajemejemen n mencmencoba oba mengmengidenidentifikatifikasi si kebijkebijaksaaksanaannaan-kebij-kebijaksaaksanaannaan yang dapat melancarkan perkiraan permintaan agregat yang telah diramalkan pada fase yang dapat melancarkan perkiraan permintaan agregat yang telah diramalkan pada fase sebe

sebelumnlumnya. ya. KombKombinasi inasi dari dari kebikebijakjaksanasanaan-kean-kebijabijaksanksanaan aan yang yang palinpaling g diingdiinginkainkan n akanakan mer

merupaupakan kan strstrateategi gi terterbabaik ik ununtuk tuk menmengangantistisipaipasi si perperminmintaataan n dimdimasaasan n memendandatantang g yanyangg  bersifat musiman dan berfluktuasi secara acak. Penentuan kebijaksanaan ini akan melibatkan  bersifat musiman dan berfluktuasi secara acak. Penentuan kebijaksanaan ini akan melibatkan kerja sama divisi marketing dengan divisi produksi, dimana kebijaksanaan-kebijaksanaan kerja sama divisi marketing dengan divisi produksi, dimana kebijaksanaan-kebijaksanaan umum yang biasa diambil adalah:

(17)

1.

1. MemMemperperkenkenalkalkan an proproduk peleduk pelengkngkap ap padpada a saasaat t perperminmintaataan n tahtahunaunan n proproduk utamaduk utama menurun, misalnya produsen AC akan memperkenalkan produk berupa unit pemanas menurun, misalnya produsen AC akan memperkenalkan produk berupa unit pemanas  pada saat musim dingin tiba.

 pada saat musim dingin tiba. 2.

2. MemMemberberikaikan n disdiskon hargkon harga a padpada a sasaat yang tidak sibuat yang tidak sibuk, misalk, misalnya tarinya tarif f pulpulsa telepsa teleponon  pada malam hari lebih

 pada malam hari lebih murah 75% dibanding jam-jam sibuk.murah 75% dibanding jam-jam sibuk. 3.

3. MeninMeningkatkgkatkan kegian kegiatan proatan promosi untmosi untuk mempuk mempengaengaruhi konruhi konsumesumen.n. 4.

4. MenMenawaawarkarkan n peperjarjanjnjian ian khukhususus s kepkepada ada konkonsumsumen en untuntuk uk menmendapdapatkatkan an batbatas as wakwaktutu  pengiriman barang yang fleksibel

 pengiriman barang yang fleksibel sehingga kegiatan produksi dapat dijadwalkan lebihsehingga kegiatan produksi dapat dijadwalkan lebih merata.

merata.

FASE 3 :

FASE 3 : Menentukan Alternatif Produksi yang Layak Menentukan Alternatif Produksi yang Layak 

Fase ini terdiri dari 2 alternati,

Fase ini terdiri dari 2 alternati, yaitu :yaitu : 1.

1. MerubMerubah tingah tingkat produkat produksi dengksi dengan tenaan tenaga kerjga kerja yang samaa yang sama, hal ini dilaku, hal ini dilakukan denkan dengangan melemburkan karyawan yang ada pada saat permintaan tingggi, dan mengalokasikan melemburkan karyawan yang ada pada saat permintaan tingggi, dan mengalokasikan karyawan yang ada ke pekerjaan non produksi pada saat permintaan turun.

karyawan yang ada ke pekerjaan non produksi pada saat permintaan turun. 2.

2. MerMerubaubah h tintingkagkat t proprodukduksi si dendengan merugan merubah jumlbah jumlah ah tentenaga kerjaga kerja, hal a, hal ini dilakini dilakukaukann dengan merekrut tenaga kerja baru pada saat permintaan tinggi dan memberhentikan dengan merekrut tenaga kerja baru pada saat permintaan tinggi dan memberhentikan tenaga kerja pada saat permintaan turun.

tenaga kerja pada saat permintaan turun.

FASE 4 :

FASE 4 : Menentukan Strategi Produksi yang Optimal Menentukan Strategi Produksi yang Optimal 

Setelah alternatif produksi yang layak telah dipilih dan dihitung perkiraan ongkosnya, Setelah alternatif produksi yang layak telah dipilih dan dihitung perkiraan ongkosnya, lan

langkagkah h berberikuikutnytnya a adadalaalah h menmenententukaukan n strstrateategi gi proprodukduksi si yanyang g optoptimaimal. l. LanLangkagkah h iniini melibatkan pengalokasian peramalan permintaan dengan menggunakan alternatif-alternatif  melibatkan pengalokasian peramalan permintaan dengan menggunakan alternatif-alternatif  da

dalalam m sesetitiap ap pepeririodode e yayang ng mememimininimamasisikakan n onongkgkos os tototatal l ununtutuk k kekeseselulururuhahan n hohoririsosonn  perencanaa

 perencanaan. Metode n. Metode perencanaperencanaan agregat an agregat untuk mengalokasikan permintaan selama periodeuntuk mengalokasikan permintaan selama periode  produksi adalah bervariasi tergantung asumsi-asumsi yang dibuat pada alternatif-alternatif   produksi adalah bervariasi tergantung asumsi-asumsi yang dibuat pada alternatif-alternatif  yang dianggap layak dan biayanya (Linier atau Non Linier). Secara matematis, maka ongkos yang dianggap layak dan biayanya (Linier atau Non Linier). Secara matematis, maka ongkos  produksi selama periode-t adalah;

 produksi selama periode-t adalah; C

Ctt = C= CR R + C+ COO+ C+ CII+ C+ CBB+ C+ CHH+ C+ CFF+ C+ CSS

dimana : dimana :

C

Ctt = ongkos produksi pada periode-t= ongkos produksi pada periode-t

C

CR R = ongkos produksi reguler = ongkos produksi reguler 

C

COO= ongkos produksi overtime (lembur)= ongkos produksi overtime (lembur)

C

(18)

C

CBB = ongkos backorder = ongkos backorder 

C

CHH= ongkos hiring = ongkos hiring (penambaha(penambahan tenaga n tenaga kerja)kerja)

C

CFF = ongkos firing (pemberhentian tenaga kerja)= ongkos firing (pemberhentian tenaga kerja)

C

CSS = ongkos subkontrak = ongkos subkontrak 

Sedangkan ongkos total produksi selama horison perencanaan (TPC) adalah : Sedangkan ongkos total produksi selama horison perencanaan (TPC) adalah :

TPC – C TPC – C11+ C+ C22+ ... + C+ ... + C1212 = ∑ C= ∑ Ctt BAB IV BAB IV PENGOLAHAN DATA PENGOLAHAN DATA 1.

(19)

Diketahui : tenaga kerja regular sebanyak 5 orang, dimana setiap tenaga kerj Diketahui : tenaga kerja regular sebanyak 5 orang, dimana setiap tenaga kerj arata-rata menghasilkan 5 unit/bulan , persediaan awal sebesar 35 unit dan biaya tenaga rata menghasilkan 5 unit/bulan , persediaan awal sebesar 35 unit dan biaya tenaga kerja rata-rata Rp 500.000,- per

kerja rata-rata Rp 500.000,- per bulan. Strategi yang digunakan yaitu :bulan. Strategi yang digunakan yaitu : a.

a. BerprBerprodukoduksi dengsi dengan jumlan jumlah tenaah tenaga kerjga kerja tetap, daa tetap, dan melakn melakukan suukan subkonbkontrak unttrak untuk uk  memenuhi kekurangan permintaan dan biaya marginal sebesar Rp 30.000,- per  memenuhi kekurangan permintaan dan biaya marginal sebesar Rp 30.000,- per  unit. Biaya penyimpangan persediaan ditetapkan Rp 10.000,- per unit.

unit. Biaya penyimpangan persediaan ditetapkan Rp 10.000,- per unit.  b.

 b. MelakMelakukan variukan variasi jumlasi jumlah tenaga keah tenaga kerja sesurja sesuai dengaai dengan kebutun kebutuhan produhan produksi. Biayksi. Biayaa   pe

  penamnambahbahan an tentenaga aga kekerja rja sebsebesaesar r Rp Rp 400400.00.000,- 0,- per per oraorang, ng, sedsedangangkan kan biabiayaya  penurangan tenaga kerja sebesar Rp 600.000,- per orang.

 penurangan tenaga kerja sebesar Rp 600.000,- per orang. c.

c. BuBuat at prprododukuksi si kokonsnstatan n sesebabanynyak ak 60 60 ununit it peper r bubulalan n yayang ng akakan an memememenunuhihi  permintaan minimal kemudian gunakan subkontrak.

 permintaan minimal kemudian gunakan subkontrak. d.

d. PerPertahtahankankan an tentenaga kerjaga kerja a stastabil bil dedengangan n memempemperthrthanaanakan tingkkan tingkat at proprodukduksi si yayangng B BUULLAANN PPEERRMMIINNTTAAAANN JJaannuuaarrii 6655 F Feebbrruuaarrii 6600 M Maarreett 5500 A Apprriill 4455 M Meeii 7755 JJuunnii 7700

(20)

 beragam. Jika hari kerja/bulan : Jan = 21, Feb = 18, Mar = 21, Apr = 20, Mei =  beragam. Jika hari kerja/bulan : Jan = 21, Feb = 18, Mar = 21, Apr = 20, Mei = 20, Jun= 21, dan biaya penjualan yang hilang karena persediaan yang kososng 20, Jun= 21, dan biaya penjualan yang hilang karena persediaan yang kososng adalah Rp 6.000,- setiap unit.

adalah Rp 6.000,- setiap unit. 2.

2. RamRamalaalan n pepermirmintantaan agregan agregat at daldalam satuaam satuan n uniunit t serserta waktu produta waktu produksksi i yanyang g tertersedsediaia  pada PT. UNTUNG adalah :

 pada PT. UNTUNG adalah :

Dik : Dik :

Persediaan awal 50 unit Persediaan awal 50 unit Biaya waktu regular : $1/unit Biaya waktu regular : $1/unit Biaya lembur :$2/unit

Biaya lembur :$2/unit Biaya subkontrak : $1/unit Biaya subkontrak : $1/unit

Biaya penanganan persediaan : $0,20/unit Biaya penanganan persediaan : $0,20/unit Biaya tunggakan pesanan :

Biaya tunggakan pesanan : $0,50/unit$0,50/unit

Dit : Dapatkan rencana optimal dengan menggunkan metode transportasi, jumlah Dit : Dapatkan rencana optimal dengan menggunkan metode transportasi, jumlah  biaya.

 biaya. B

Buullaann PPrreeddiikkssi i ((uunniitt)) WWaakkttu u rreegguullaarr WWaakkttu u lleemmbbuurr SSuubbkkoonnttrraak  k  

11 110000 220000 113300 110000

22 220000 5500 -- 220000

33 115500 117755 110000 7755

(21)

--3.

3. RamRamalaalan pern perminmintaan taan PT UPT UNTUNTUNGNG

Pasokan dari

Pasokan dari Bulan 1Bulan 1

Bulan Bulan 2 2 Bulan Bulan 3 3 Bulan Bulan 4 4  Tidak  Tidak  Terpakai  Terpakai (dummy (dummy )) Kapasitas Total Kapasitas Total yang tersedia yang tersedia (pasokan) (pasokan) Persediaan Persediaan Awal Awal 5050 Bulan Bulan 1 1 5 500 115500 110000 -- 113300 -- 110000 Bulan Bulan 2 2 50 50 -- -- 220000 1 1550 0 5500 Bulan Bulan 3 3 1 1550 0 2255 -- 110000 115500 - - 7575 Bulan Bulan 4 4 1 10000 115500 110000 -- 115500 -- --T Toottaal l 110000 220000 115500 110000 993300 555500 B.Bulan 1 = 50 x 1 = 50 B.Bulan 1 = 50 x 1 = 50 B.Bulan 2 = (50x1,2) + (150x1,2) = 60 + B.Bulan 2 = (50x1,2) + (150x1,2) = 60 + 180 = 240 180 = 240 B.Bulan 3 = (150x1,4)= B.Bulan 3 = (150x1,4)= 210 210 B.Bulan 4 = (100x1,6) = B.Bulan 4 = (100x1,6) = 160 160  TOTAL BIAYA = B.Bln 1 + B.Bln 2+ B.Bln  TOTAL BIAYA = B.Bln 1 + B.Bln 2+ B.Bln 3+B.Bln 4 3+B.Bln 4 = 50+240+210+160 = 50+240+210+160

(22)

= = 470 470

(23)

2.a 2.a BULAN BULAN PERSEDI PERSEDI AAN AAN PRODU PRODU KSI KSI PERMINT PERMINT AAN AAN PERUBA PERUBA HAN HAN SUBKONT SUBKONT R RAAKK UUPPAAH H TTEENNAAGGA A KKEERRJJAA BBIIAAYYA A SSUUBBKKOONNTTRRAAK  K   AWAL

AWAL PERSEDIPERSEDI

AAN AAN

(∑

(∑ UNITX UNITX BIAYABIAYA T.KERJA/BLN) T.KERJA/BLN) (Rp.500.000) (Rp.500.000) (∑ UNITX BIAYA (∑ UNITX BIAYA SUBKONTRAK/BULAN) SUBKONTRAK/BULAN) (Rp.30.000)) (Rp.30.000)) (UNIT)

(UNIT) (UNIT)(UNIT) (UNIT)(UNIT) ((UUNNIITT)) ((UUNNIITT)) ((RRPP)) ((RRPP))  JANUA  JANUA R RII 3355 2525 6655 55 2..5250000..000000 115500..000000 FEBRU FEBRU A ARRII 2255 6600 3355 22..550000..000000 11..005500..000000 M MAARREETT 2255 5500 2255 22..550000..000000 775500..000000 A APPRRIILL 2255 4455 2200 2..52 50000..000000 660000..000000 M MEEII 2255 7755 5500 22..550000..000000 11..550000..000000 JJUUNNII 2255 7700 4455 22..550000..000000 11..335500..000000 T TOOTTAAL L 115500 33665 5 118800 1155..000000..000000 55..440000..000000

Jadi biaya total

Jadi biaya total produksi = ∑ produksi = ∑ biaya tenaga kerja + biaya tenaga kerja + ∑ biaya subkontrak∑ biaya subkontrak = Rp. 15.000.000 + Rp.

= Rp. 15.000.000 + Rp. 5.400.0005.400.000 = Rp.20.400.000

= Rp.20.400.000

SUARMAN(D22106007)/TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS HASANUDDIN SUARMAN(D22106007)/TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS HASANUDDIN

PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI III/

PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI III/PERENCANAAN AGREGATPERENCANAAN AGREGAT

2.b 2.b

BIAYA TOTAL PRODUKSI = ∑ B.PEREKRUTAN+ ∑ BIAYA UPAH TENAGA KERJA BIAYA TOTAL PRODUKSI = ∑ B.PEREKRUTAN+ ∑ BIAYA UPAH TENAGA KERJA

= = Rp. 14.400.00Rp. 14.400.000 + Rp. 10 + Rp. 15.000.0005.000.000 BULAN BULAN PERSEDI PERSEDI AAN AAN PRODU PRODU KSI KSI PERMINTA PERMINTA AN AN SUBKONT SUBKONT RAK  RAK  ∑PEREKRU ∑PEREKRU T TAANN ∑ ∑ PPHHKK BB..PPEERREEKKRRUUTTAANN BIAYA BIAYA PHK  PHK  UPAH TENAGA UPAH TENAGA KERJA KERJA AWAL AWAL (PEKERJAXPENAM (PEKERJAXPENAM BAHAN T.K) BAHAN T.K) (∑

(∑ UNITX UNITX BIAYABIAYA T.KERJA/BLN) T.KERJA/BLN) (Rp.400 (Rp.400 ..000000) ) ((RRpp..550000..000000)) (UNIT)

(UNIT) (UNIT)(UNIT) ((UUNNIITT)) ((UUNNIITT)) ((PPEEKKEERRJJAA))

(PEKER (PEKER JJAA)) ((RRpp)) ((RRPP)) ((RRPP))  JANUA  JANUA R RII 3355 2255 6655 55 11 440000..000000 22..550000..000000 FEBRU FEBRU A ARRII 2255 6600 3355 77 2..82 80000..000000 22..550000..000000 M MAARREETT 2255 5500 2525 55 22..000000..000000 22..550000..000000 A APPRRIILL 2255 4455 2200 44 11..660000..000000 22..550000..000000 M MEEII 2255 7755 5500 1100 44..000000..000000 22..550000..000000  JUNI  JUNI 2255 7700 4455 99 33..660000..000000 22..550000..000000 T TOOTTAAL L 115500 336655 118800 336 6 1144..440000..00000 0 1155..000000..000000

(24)

BIAYA TOTAL PRODUKSI = ∑ B.PEREKRUTAN+ ∑ BIAYA UPAH TENAGA KERJA BIAYA TOTAL PRODUKSI = ∑ B.PEREKRUTAN+ ∑ BIAYA UPAH TENAGA KERJA

=

= Rp. 14.400.00Rp. 14.400.000 + Rp. 10 + Rp. 15.000.0005.000.000 = Rp.29. 400.000

= Rp.29. 400.000

SUARMAN(D22106007)/TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS HASANUDDIN SUARMAN(D22106007)/TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS HASANUDDIN

BULAN BULAN PERSEDI PERSEDI AAN AAN PRODU PRODU KSI KSI PERMINTA PERMINTA AN AN SUBKONT SUBKONT RAK  RAK  ∑PEREKRU ∑PEREKRU T TAANN ∑ ∑ PPHHKK BB..PPEERREEKKRRUUTTAANN BIAYA BIAYA PHK  PHK  UPAH TENAGA UPAH TENAGA KERJA KERJA AWAL AWAL (PEKERJAXPENAM (PEKERJAXPENAM BAHAN T.K) BAHAN T.K) (∑

(∑ UNITX UNITX BIAYABIAYA T.KERJA/BLN) T.KERJA/BLN) (Rp.400 (Rp.400 ..000000) ) ((RRpp..550000..000000)) (UNIT)

(UNIT) (UNIT)(UNIT) ((UUNNIITT)) ((UUNNIITT)) ((PPEEKKEERRJJAA))

(PEKER (PEKER JJAA)) ((RRpp)) ((RRPP)) ((RRPP))  JANUA  JANUA R RII 3355 2255 6655 55 11 440000..000000 22..550000..000000 FEBRU FEBRU A ARRII 2255 6600 3355 77 2..82 80000..000000 22..550000..000000 M MAARREETT 2255 5500 2525 55 22..000000..000000 22..550000..000000 A APPRRIILL 2255 4455 2200 44 11..660000..000000 22..550000..000000 M MEEII 2255 7755 5500 1100 44..000000..000000 22..550000..000000  JUNI  JUNI 2255 7700 4455 99 33..660000..000000 22..550000..000000 T TOOTTAAL L 115500 336655 118800 336 6 1144..440000..00000 0 1155..000000..000000

PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI III/

PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI III/PERENCANAAN AGREGATPERENCANAAN AGREGAT

2.c 2.c BULAN BULAN PERSEDI PERSEDI AAN AAN PERMINT PERMINT AAN AAN SUBKONT SUBKONT R RAAKK UUPPAAH H TTEENNAAGGA A KKEERRJJAA BBIIAAYYA A SSUUBBKKOONNTTRRAAK  K   AWAL AWAL (∑

(∑ UNITX UNITX BIAYABIAYA T.KERJA/BLN) T.KERJA/BLN) (SUBKONTRAKXB.MARGIN (SUBKONTRAKXB.MARGIN AL) AL) ((RRpp..550000..000000)) ((RRpp..3300..000000)))) ((UUNNIITT)) ((UUNNIITT)) ((UUNNIITT)) ((RRPP)) ((RRPP))  JANUA  JANUA R RII 6600 6655 55 22..550000..000000 115500..000000 FEBRU FEBRU A ARRII 6600 6600 22..550000..000000 M MAARREETT 6600 5500 --1100 22..550000..000000 A APPRRIILL 6600 4455 --1155 22..550000..000000 M MEEII 6600 7755 1155 22..550000..000000 445500..000000 JJUUNNII 6600 7700 1100 2..52 50000..000000 330000..000000 T TOOTTAALL 336600 33665 5 1515..000000..000000 990000..000000

(25)

2.c 2.c

SUARMAN(D22106007)/TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS HASANUDDIN SUARMAN(D22106007)/TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS HASANUDDIN

BULAN BULAN PERSEDI PERSEDI AAN AAN PERMINT PERMINT AAN AAN SUBKONT SUBKONT R RAAKK UUPPAAH H TTEENNAAGGA A KKEERRJJAA BBIIAAYYA A SSUUBBKKOONNTTRRAAK  K   AWAL AWAL (∑

(∑ UNITX UNITX BIAYABIAYA T.KERJA/BLN) T.KERJA/BLN) (SUBKONTRAKXB.MARGIN (SUBKONTRAKXB.MARGIN AL) AL) ((RRpp..550000..000000)) ((RRpp..3300..000000)))) ((UUNNIITT)) ((UUNNIITT)) ((UUNNIITT)) ((RRPP)) ((RRPP))  JANUA  JANUA R RII 6600 6655 55 22..550000..000000 115500..000000 FEBRU FEBRU A ARRII 6600 6600 22..550000..000000 M MAARREETT 6600 5500 --1100 22..550000..000000 A APPRRIILL 6600 4455 --1155 22..550000..000000 M MEEII 6600 7755 1155 22..550000..000000 445500..000000 JJUUNNII 6600 7700 1100 2..52 50000..000000 330000..000000 T TOOTTAALL 336600 33665 5 1515..000000..000000 990000..000000

PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI III/

PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI III/PERENCANAAN AGREGATPERENCANAAN AGREGAT

Jadi Biaya total Produksi = ∑ Biaya Tenaga Kerja + ∑ Biaya Subkontrak Jadi Biaya total Produksi = ∑ Biaya Tenaga Kerja + ∑ Biaya Subkontrak

= Rp. 15.000.000 + Rp. = Rp. 15.000.000 + Rp. 900.000900.000 = Rp.15.900.000 = Rp.15.900.000 2.d 2.d BULAN BULAN PERSEDI PERSEDI AAN AAN PRODU PRODU KSI KSI PERMINT PERMINT AAN AAN KEKURAN KEKURAN GAN GAN B. PENJUALAN YANG B. PENJUALAN YANG H HIILLAANNGG UUPPAAH H TTEENNAAGGA A KKEERRJJAA AWAL AWAL PERSEDIA PERSEDIA AN AN (∑ UNITXB.P.YANG (∑ UNITXB.P.YANG HILANG) HILANG) (∑

(∑ UNITX UNITX BIAYABIAYA T.KERJA/BLN) T.KERJA/BLN) (Rp.500.000) (Rp.500.000) ((UUNNIITT)) ((UUNNIITT)) ((UUNNIITT)) ((UUNNIITT)) ((RRpp)) ((RRPP))  JANUA

 JANUA R

(26)

Jadi Biaya total Produksi = ∑ Biaya Tenaga Kerja + ∑ Biaya Subkontrak Jadi Biaya total Produksi = ∑ Biaya Tenaga Kerja + ∑ Biaya Subkontrak

= Rp. 15.000.000 + Rp. = Rp. 15.000.000 + Rp. 900.000900.000 = Rp.15.900.000 = Rp.15.900.000 2.d 2.d BULAN BULAN PERSEDI PERSEDI AAN AAN PRODU PRODU KSI KSI PERMINT PERMINT AAN AAN KEKURAN KEKURAN GAN GAN B. PENJUALAN YANG B. PENJUALAN YANG H HIILLAANNGG UUPPAAH H TTEENNAAGGA A KKEERRJJAA AWAL AWAL PERSEDIA PERSEDIA AN AN (∑ UNITXB.P.YANG (∑ UNITXB.P.YANG HILANG) HILANG) (∑

(∑ UNITX UNITX BIAYABIAYA T.KERJA/BLN) T.KERJA/BLN) (Rp.500.000) (Rp.500.000) ((UUNNIITT)) ((UUNNIITT)) ((UUNNIITT)) ((UUNNIITT)) ((RRpp)) ((RRPP))  JANUA  JANUA R RII 3355 2255 6655 4400 242400..000000 22..550000..000000 FEBRU FEBRU A ARRII 2255 6600 3355 212100..000000 22..550000..000000 M MAARREETT 2255 5500 2255 115500..000000 22..550000..000000

SUARMAN(D22106007)/TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS HASANUDDIN SUARMAN(D22106007)/TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS HASANUDDIN

PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI III/

PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI III/PERENCANAAN AGREGATPERENCANAAN AGREGAT

A APPRRIILL 2255 4455 2200 121200..000000 22..550000..000000 M MEEII 2255 7755 5500 303000..000000 22..550000..000000 JJUUNNII 2255 7700 4455 272700..000000 22..550000..000000 T TOOTTAAL L 115500 336655 221155 11..229900..000000 1155..000000..000000

Jadi Total Biaya Produksi = ∑ Biaya Penjualan Hilang+ ∑ Biaya Upah Tenaga Kerja Jadi Total Biaya Produksi = ∑ Biaya Penjualan Hilang+ ∑ Biaya Upah Tenaga Kerja

= Rp. 1.290.000 + Rp. 15.000.000 = Rp. 1.290.000 + Rp. 15.000.000 =

(27)

M

MEEII 2255 7755 5500 303000..000000 22..550000..000000

JJUUNNII 2255 7700 4455 272700..000000 22..550000..000000 T

TOOTTAAL L 115500 336655 221155 11..229900..000000 1155..000000..000000

Jadi Total Biaya Produksi = ∑ Biaya Penjualan Hilang+ ∑ Biaya Upah Tenaga Kerja Jadi Total Biaya Produksi = ∑ Biaya Penjualan Hilang+ ∑ Biaya Upah Tenaga Kerja

= Rp. 1.290.000 + Rp. 15.000.000 = Rp. 1.290.000 + Rp. 15.000.000 =

= Rp.16.290.0Rp.16.290.00000

SUARMAN(D22106007)/TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS HASANUDDIN SUARMAN(D22106007)/TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS HASANUDDIN

PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI III/

PERANCANGAN TEKNIK INDUSTRI III/

PERENCANAAN AGREGATPERENCANAAN AGREGAT

BAB V BAB V

PEMBAHASAN PEMBAHASAN

IV.1 Metode Transportasi IV.1 Metode Transportasi

Model transportasi adalah aplikasi dari model PL

Model transportasi adalah aplikasi dari model PL merupakan suatu prosedur iteratif merupakan suatu prosedur iteratif  untuk pemecahan masalah minimisasi biaya pengiriman (distribusi) dari pabrik atau untuk pemecahan masalah minimisasi biaya pengiriman (distribusi) dari pabrik atau sumber supplai m ke tujuan (pasar) n.

sumber supplai m ke tujuan (pasar) n. Selain untuk persoalan distribusi, metode ini Selain untuk persoalan distribusi, metode ini dapatdapat digunakan untuk menentukan lokasi fasilitas pabrik baru.

digunakan untuk menentukan lokasi fasilitas pabrik baru.

A A B B

1

1

2

2

(28)

BAB V BAB V

PEMBAHASAN PEMBAHASAN

IV.1 Metode Transportasi IV.1 Metode Transportasi

Model transportasi adalah aplikasi dari model PL

Model transportasi adalah aplikasi dari model PL merupakan suatu prosedur iteratif merupakan suatu prosedur iteratif  untuk pemecahan masalah minimisasi biaya pengiriman (distribusi) dari pabrik atau untuk pemecahan masalah minimisasi biaya pengiriman (distribusi) dari pabrik atau sumber supplai m ke tujuan (pasar) n.

sumber supplai m ke tujuan (pasar) n. Selain untuk persoalan distribusi, metode ini Selain untuk persoalan distribusi, metode ini dapatdapat digunakan untuk menentukan lokasi fasilitas pabrik baru.

digunakan untuk menentukan lokasi fasilitas pabrik baru.

Model transportasi Model transportasi

Ada empat langkah dasar dalam model transportasi, yaitu (Krajewski dan Ritzman, 1993, Ada empat langkah dasar dalam model transportasi, yaitu (Krajewski dan Ritzman, 1993, 852) :

852) :

a.

a. Menterjemahkan permasalahan menjadi bentuk tabel: pabrik pada baris danMenterjemahkan permasalahan menjadi bentuk tabel: pabrik pada baris dan

da

daererah ah tutujujuan an papada da kokololom. m. SeSetitiap ap sesel l dadalalam m tatabebel l memerurupapakakan n susuatatu u rurutete  pengiriman dari pabrik ke daerah tujuan.

 pengiriman dari pabrik ke daerah tujuan.

b.

b. Menentukan solusi fisibel awal (initial Menentukan solusi fisibel awal (initial fesible solution).fesible solution).

c.

c. Melakukan perbaikan pada solusi awal hingga kemungkinan perbaikan tidak Melakukan perbaikan pada solusi awal hingga kemungkinan perbaikan tidak 

mungkin dilakukan lagi (solusi optimal telah

mungkin dilakukan lagi (solusi optimal telah tercapai).tercapai). d.

d. MengMengidenidentifikatifikasi dan mensi dan mengevagevaluasluasi solusi akhi solusi akhir.ir. Contoh soal :

Contoh soal :

Sebuah perusahaan pertanian Subur Makmur memproses dan melakukan pengalengan Sebuah perusahaan pertanian Subur Makmur memproses dan melakukan pengalengan sayur 

sayur 

mayur dan buah-buahan untuk dijual pada took makanan segar. Saat ini perusahaan mayur dan buah-buahan untuk dijual pada took makanan segar. Saat ini perusahaan memiliki dua

memiliki dua

 pabrik yang berlokasi di kota A dan B. perusahaan juga memiliki dan mengoperasikan  pabrik yang berlokasi di kota A dan B. perusahaan juga memiliki dan mengoperasikan empat toko yang berlokasi di kota M, D, L dan J. Diperkirakan bahwa sebuah pabrik  empat toko yang berlokasi di kota M, D, L dan J. Diperkirakan bahwa sebuah pabrik    b

  bararu u dedengngan an kakapapasisitatas s 8.8.00000 0 kakaleleng ng didibubututuhkhkan an ununtutuk k memememenunuhi hi pepeniningngkakatatann A A B B C C

1

1

2

2

3

3

(29)

 permintaan ini. Pihak manajemen telah menyetujui pembangunan pabrik baru, tetapi  permintaan ini. Pihak manajemen telah menyetujui pembangunan pabrik baru, tetapi

lokasinya masih belum ditentukan. lokasinya masih belum ditentukan.

(30)

Langkah I :

Langkah I : MenterjemahkaMenterjemahkan permasalahan menjadi bentuk n permasalahan menjadi bentuk tabletable

Langkah II: Solusi Fisibel Awal Langkah II: Solusi Fisibel Awal

a.

a. NorthWest Corner Rule Metode NWCR, sesuai dengan namanya, memulai NorthWest Corner Rule Metode NWCR, sesuai dengan namanya, memulai

alokasi awal dari sel pada sisi paling kiri atas dengan cara: alokasi awal dari sel pada sisi paling kiri atas dengan cara:

b.

b. Mengalokasikan semua kapasitas pada setiap baris sebelum pindahMengalokasikan semua kapasitas pada setiap baris sebelum pindah

 pada baris berikutnya;  pada baris berikutnya;

c.

c. Memenuhi semua kebutuhan pada setiap kolom sebelum pindah padaMemenuhi semua kebutuhan pada setiap kolom sebelum pindah pada

kolom sebelah kanan; dan kolom sebelah kanan; dan d.

d. MeMenynyeieimbmbanangkgkan an kakapapasisitatas ds dan an kekebubututuhahan.n. b.

b. Vogel’s Approximation Method Vogel’s Approximation Method (VAM)(VAM)

Ada enam langkah dalam aplikasi VAM, yaitu: Ada enam langkah dalam aplikasi VAM, yaitu:

1.

1. Menentukan selisih antara dua biaya transportasi terendah pada setiapMenentukan selisih antara dua biaya transportasi terendah pada setiap

kolom dan baris. kolom dan baris.

(31)

2.

2. MeMemimililih h kokololom m atatau baau bariris s dedengngan sean selilisisih h teterbrbesesarar. . DaDalalam m kakasusus s inini,i, kita memilih kolom M.

kita memilih kolom M.

33.. MMeennggaallookkaassiikkaan n uunniit t sseemmaakkssiimmaal l mmuunnggkkiin n ppaadda a sseel l bbeerrbbiiaayyaa transportasi terkecil pada kolom atau baris terpilih. Dalam kasus ini, kita transportasi terkecil pada kolom atau baris terpilih. Dalam kasus ini, kita mengalokasik

mengalokasikan 70 unit an 70 unit pada sel BM.pada sel BM. 4.

4. MeMennghghapapus us sseetitiap ap kokololom m aatatau u babariris s yyanang g tetelalah h teterprpeenunuhi hi ddeengnganan memberikan tanda X pada setiap sel.

memberikan tanda X pada setiap sel. 5.

5. MenMenghighituntung keg kembambali sli selielisih sih biabiaya ya tratranspnsportortasi asi setsetelaelah meh menghnghapuapus bs bariariss atau kolom pada

(32)

2.

2. KeKembmbalali mui mulalai dari dari lai langngkakah 2 hih 2 hingngga sga sololususi awi awal tal telelah dah dipipererololeheh..

Langkah III: Melakukan perbaikan pada solusi awal Langkah III: Melakukan perbaikan pada solusi awal

1.

1. MetMetode ode SteSteppipping ng StoStonene Jumlah rute atau sel

Jumlah rute atau sel yang mendapat alokasi harus sebanyak:yang mendapat alokasi harus sebanyak: Jumlah Kolom + Jumlah Baris – 1 = 4

Jumlah Kolom + Jumlah Baris – 1 = 4 + 3 – 1 = 6+ 3 – 1 = 6 a.

a. MeMemimililih sah salalah sah satu stu sel kel kososonong (yg (yanang tig tidadak mek mendndapapatatkakan aln alokokasasi)i)

b.

b. Mulai dari sel ini, kita membuat jalur tertutup melalui sel-sel yangMulai dari sel ini, kita membuat jalur tertutup melalui sel-sel yang

mendapatkan alokasi menuju sel kosong terpilih kembali. Jalur tertutup ini mendapatkan alokasi menuju sel kosong terpilih kembali. Jalur tertutup ini  bergerak secara horisontal dan vertikal saja.

 bergerak secara horisontal dan vertikal saja.

c.

c. Mulai dengan tanda (+) pada sel kosong terpilih, kita menempatkanMulai dengan tanda (+) pada sel kosong terpilih, kita menempatkan

tanda (-) dan (+) secara bergantian pada setiap sudut jalur tertutup. tanda (-) dan (+) secara bergantian pada setiap sudut jalur tertutup.

d.

d. MenMenghighituntung g indindekeks s perperbaibaikan kan dendengan gan carcara a memenjunjumlamlahkahkan n biabiayaya

transportasi pada sel bertanda (+) dan mengurangkan biaya transportasi pada transportasi pada sel bertanda (+) dan mengurangkan biaya transportasi pada sel bertanda (-).

sel bertanda (-).

e.

e. Mengulangi tahap 1 sampai 4 Mengulangi tahap 1 sampai 4 hingga indeks perbaikan untuk semua selhingga indeks perbaikan untuk semua sel

kosong telah terhitung. Jika indeks perbaikan dari sel-sel kosong lebih besar  kosong telah terhitung. Jika indeks perbaikan dari sel-sel kosong lebih besar  atau sama dengan nol, solusi optimal

(33)

Mengikuti arah jalur tertutup, indeks perbaikan untuk

Mengikuti arah jalur tertutup, indeks perbaikan untuk sel AL adalah:sel AL adalah:

AL – AD + BD – BL = 4 – 2 + 1 – 5 = - 2 AL – AD + BD – BL = 4 – 2 + 1 – 5 = - 2

(34)

Metode Modified Distribution (Modi) Metode Modified Distribution (Modi)

Metode Modi menghitung indeks perbaikan untuk setiap sel kosong tanpa Metode Modi menghitung indeks perbaikan untuk setiap sel kosong tanpa men

mengguggunanakan kan jajalur lur tertertuttutup. up. IndIndekeks s perperbaibaikakan n dihdihi-ti-tung ung dendengan gan terterleblebih ih dahdahuluulu menentukan nilai baris dan kolom. Notasi dalam metode MODI terdiri dari:

menentukan nilai baris dan kolom. Notasi dalam metode MODI terdiri dari: Ri = nilai yang ditetapkan untuk baris i

Ri = nilai yang ditetapkan untuk baris i Kj = nilai yang ditetapkan untuk kolom j Kj = nilai yang ditetapkan untuk kolom j

Cij = biaya transportasi dari sumber i ke tujuan j Cij = biaya transportasi dari sumber i ke tujuan j Ada lima langkah dalam aplikasi metode MODI,

Ada lima langkah dalam aplikasi metode MODI, yaitu:yaitu: 1.

1. MengMenghitunhitung nilai setiag nilai setiap baris dan kolop baris dan kolom, dengam, dengan menetan menetapkan Ri + Kj = Cij.pkan Ri + Kj = Cij. Formula tersebut berlaku untuk sel yang mendapat alokasi saja.

Formula tersebut berlaku untuk sel yang mendapat alokasi saja. 2.

2. SeteSetelah semlah semua persaua persamaan temaan telah tertulah tertulis, tetalis, tetapkan Ri = 0pkan Ri = 0 3.

3. MencMencari soari solusi ulusi untuk ntuk semusemua R daa R dan K.n K. 4.

4. MengMenghitunhitung indeks peg indeks perbaikrbaikan dengan dengan mengan menggunagunakan formukan formula Iij = Cij - Ri la Iij = Cij - Ri - Kj- Kj ..

5.

5. MenMengagapliplikakasiksikan an krikriterteria ia optoptimaimalitalitas s sebsebagaagaimaimana na papada da memetodtode e stesteppippingng stone.

stone.

http://www.tekn

http://www.teknokrat.ac.id/peokrat.ac.id/perangkat_ajarrangkat_ajar/New/New

%20Folder/TRO

%20Folder/TRO/Bab6_Transpor/Bab6_Transportasi_Transpartasi_Transparansi_Edit.pdf ansi_Edit.pdf 

IV.2 Aplikasi di Perusahaan IV.2 Aplikasi di Perusahaan

Gambar

Gambar 1. Data Permintaan April 1998
Gambar 3. Peramalan dengan Metode Multiplicative
Tabel 1. Data MesinTabel 1. Data Mesin

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian diketahui bahwa mayoritas responden memiliki persepsi positif terhadap definisi dan tujuan pendidikan seks (96,7%), bimbingan dalam pendidikan seks (76,6%),

kegiatan usaha bagi Pemanfaatan BKP Tidak Berwujud dan JKP dari Luar Daerah Pabean.. Pemusatan Tempat Pajak

Analisis data yang digunakan yaitu statistik nonparametrik dengan tes tanda ( sign test ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan VCD “Alam dan Teknologi”

 75 - 400 DPL meliputi wilayah Kecamatan Mojosongo, Teras, Sawit, Banyudono, Sambi, Ngemplak, Simo, Nogosari, Karanggede, Andong ,Klego, Kemusu, Wonosegoro, Juwangi dan

SOLVENT HC Aliphatic HC Cyclic HC Aromatic HC Halogenated Alcohol Ketone Ether HEALTH EFFECT Bersifat anestetik.. Bahayanya disebabkan adanya kecenderungan berubah menjadi

Pada prinsipnya seorang pendidik merupakan pemberi nasihat, bertugas membentuk kepribadian seseorang. Di dalam membentuk kepribadian itu unsur utamanya adalah

Oleh karena itu, dalam penyusunan RPS diperlukan adanya pengambilan keputusan yang tepat agar program-program yang ada didalam RPS tepat guna dan sasaran, jika

(2) Kendala yang dialami pada siklus I, II dan III sebagai berikut: (a) Pada pelaksanaan pembelajaran siklus I kendala yang diha-dapi oleh guru adalah sebagian