TRANSKIP TALKSHOW MATA NAJWA EPS 100 HARI ANIS SANDI

32 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1

TRANSKIP TALKSHOW MATA NAJWA EPS 100 HARI ANIS SANDI

SEGMEN 1

VIDEO CUPLIKAN KE TANAH ABANG

NAJWA : Selamat malam yang baru saja anda saksikan adalah rekaman Mata Najwa bersama Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan 2 hari lalu di pasar Tanah Abang. Dan kini sudah hadir di studio mata najwa Gubernur Anis Baswedan tepat di 100 harinya memegang tampuk Ibu Kota Negara. Selamat malam mas Anis.

ANIS : Selamat malam.

NAJWA : Terimakasih sudah hadir di Mata Najwa Pak Gubernur.

ANIS : Alhamdulillah terimakasih sudah mengundang persis dihari ke 100.

NAJWA : Kebetulan yang tidak juga kebetulan persis 100 hari dan ada banyak isu yang mau dibahas, dan saya ingin kita mulai satu- satu.

ANIS : Siap.

NAJWA : Dimulai dari yang barusan kita saksikan 2 hari yang lalu kita ke Tanah Abang kurang dari 30 menit ada 3 orang menghampiri anda dan protes atas kebijakan yang anda lakukan Pak Gubernur. Apakah ini artinya kebijakan itu tidak dipikirkan secara matang?.

ANIS : Inilah kenyataan di lapangan justru ketika seperti itu ini ditempatkan sebagai feedback bahwa kita mencoba menyelesaikan masalah kemudian ada muncul reaksi dan karna kita waktu itu datangnya pagi kebanyakan dari pembeli dan penjual belum muncul disitu jadi sebagian, dan saya ingin sampaikan ketika… , NAJWA : Sudah agak ramai mas ketika kita datang… ,

ANIS : Oh itu belum apa- apa

NAJWA : Ketika datang sudah mulai buka- buka… ,

ANIS : Mbak Nana berapa kali ke Tanah Abang ? kalau datang kesana siang wuh lebih rame lagi… ,

NAJWA : Jadi artinya 3 orang yang datang itu, yang protes kepada anda bukan cerminan keadaan sesungguhnya? Anda mau mengatakan seperti itu?

ANIS : Nah disitulah kenapa kita perlu metode ilmiah kalau mendapatkan pendapat, karena kalau itu kita pakai survei untuk mereview. Kenapa kita memakai survei?

(2)

2

Agar sampel yang kita dengar adalah sampel yang mewakili populasi, karena kalau tidak berbahaya nanti kalau pada kesimpulan kita dengar oh ini benar oh ini salah, kenapa? karena kita mendengar dari yang tidak tepat, tetapi valid apa yang mereka katakan untuk jadi feedback, karena tujuan kita , saya ingin jelaskan sedikit kenapa kita melakukan kebijakan ini. Tanah Abang itu adalah pusat untuk kegiatan perbelanjaan… ,

NAJWA : Oke

ANIS : … , tapi juga pusat untuk kegiatan pindah transportasi… , NAJWA : Iya

ANIS : iyaa, kereta api stasiun Tanah Abang itu barat timur utara kesana semua, 178 ribu per hari disitu, dan mereka keluar didepan mana? Jalan Jatibaru Raya… ,

NAJWA : Oke

ANIS : … , Kemudian pasar ada juga, nah jadi kita yang mau kita lakukan adalah mengelola agar lalu lintas orang yang datang lewat stasiun Tanah Abang dan kegiatan perbelanjaan bisa dikelola dengan baik… ,

NAJWA : Dengan cara menutup ruas jalan didepan stasiun dan kemudian agar trotoarnya lancar dengan orang, itu salah satu… ,

ANIS : Bukan, bukan, dengan cara membuka trotoar dari PKL… , NAJWA : Membuka trotoar dari PKL… ,

ANIS : Iya betul

NAJWA : Sehingga pedestrian bisa lancar. Baik.

Yang hari itu juga Mas Anis anda didemo, kita lihat dulu demo angkot terhadap pemerintah provinsi, berikut ini.

VIDEO CUPLIKAN –VIDEO DEMO ANGKOT- NAJWA : Bagaimana pak Anis?

ANIS : Sebetulnya kalau komentar itu di Jatibaru itu pas, kenapa? Karena kita

melakukan rekayasa di Jalan Jatibaru Raya. Coba lihat Jatibaru 10 itu gak ada lagi jalan, 100% dipakai untuk perdagangan bertahun tahun dan tidak ada dari kita yang bicara jalan itu dipakai untuk dagang. Jatibaru 10 yang persis ada disampingnya… ,

(3)

3 NAJWA : Oke

ANIS : Jadi memang ini adalah satu solusi yang akan menimbulkan keseimbangan baru, keseimbangan baru artinya apa? Yang selama ini terbiasa pola rute kendaraan bergeser, yang selama ini terbiasa jalan kaki ada pergeseran, yang mau ke grosir ada pergeseran. Jadi memang perlu waktu untuk menyesuaikan, karena apa?... , NAJWA : Oke.

ANIS : Ini sebuah tata kelola baru yang sedang kita lakukan.

NAJWA : Ini kan sudah 1 bulan mas Anis atau baru 1 bulan dan kemudian evaluasi- evaluasi tentunya dilakukan oleh pemerintah propinsi, yang juga melakukan evaluasi adalah Dirlantas Polda Metro Jaya dan spesifik Dirlantas

merekomendasikan kita akan tunjukan agar merubah kebijakan ini, menurut Dirlantas ini dampaknya tidak sedikit mulai dari macet, kecelakaan, semrawut. Apakah Pemprov akan mengikuti rekomendasi dari POLDA untuk membuka kembali jalan?

ANIS : Tentunya kita akan bicara dengan semua pihak. Jadi kita melakukan survei itu rutin, jadi setiap 2 minggu kita survei kita kumpulkan datanya, termasuk data tentang lalu lintas… ,

NAJWA : Mas Anis apakah berarti waktu itu Polda tidak diajak bicara ya? ANIS : Oh diajak bicara, terlibat, bahkan terlibat, bahkan gini kalau… , NAJWA : Tapi kemudian kalau saranya sekarang seperti ini apa yang terjadi? ANIS : saya tidak tahu apa yang terjadi… ,

NAJWA : Berarti sudah melihat kenyataan dilapangan berarti ya?

ANIS : … , Saya jelaskan sedikit, saya jelaskan sedikit soal ini. Bahkan ketika kita mau melaksanakan kita undur waktu pelaksanannya sampai bulan Desember, kenapa? Karena kita ingin memastikan semua pihak yang terkait itu diajak bicara, baik itu dari kepolisian, baik itu dari warga, baik itu angkot, baik itu pedagang semua itu kita ajak bicara satu- satu dan memang… ,

NAJWA : Oke, yang spesifik mas Anis yang spesifik bahwa Polda merekomendasikan setelah mereka melakukan, mereka juga melakukan kajian mas Anis, kajian yang kemudian disebutkan bukan hanya evaluasi suaradis tetapi kajian khusus selama 1 bulan, akan diikuti tidak mas?

(4)

4

ANIS : Yang menarik begini, banyak yang membicarakan soal jalan ditutup. Saya ingin sampaikan disamping kedutaan Inggris jalan ditutup, di depan kedutaan Amerika jalan ditutup… ,

NAJWA : Karena objek vital mas Anis, saya ingin tanya spesifik yang satu ini… ,

ANIS : Sabar, satu lagi. Dijalan pasar baru yang disebut sebagai pasar baru itu tidak ada jalannya lagi, 100% dipakai untuk pedestrian … ,

NAJWA : Pertanyaan saya, anda akan mengikuti saran dari Polda atau tidak? ANIS : Kita akan mengikuti semua saran, tetapi… ,

NAJWA : Semua saran? Tetapi dari Polda belum tentu akan diikuti?... ,

ANIS : … , Keputusannya adalah dengan mempertimbangkan seluruh faktor jadi jangan begini… ,

NAJWA : Oh jadi Polda bukan faktor yang terlalu penting untuk didengarkan?... , ANIS : Karena begini, salah satu faktornya… ,

NAJWA : Bukan yang satu satunya?

ANIS : Tentu bukan yang satu satunya… , NAJWA : Baik

ANIS : Kita ikut pada UU, Peraturan dan Perda disitu pegangan kita, bukan kata orang perorangan… ,

NAJWA : Jadi anda bisa jamin tidak ada Perda, tidak ada aturan, tidak ada UU yang dilanggar dengan anda memperbolehkan PKL untuk berjualan dijalan raya?... , ANIS : Boleh betul

NAJWA : Anda bisa pastikan itu? Diijinkan?... ,

ANIS : Boleh betul, biarkan saya baca ini UU nya Nomor 38 tahun 2004… , NAJWA : … , Jadi berarti Polda sebagai penegak hukum salah ya?... ,

ANIS : … , Sebentar anda jangan begitu. Ketika Polda mengatakan menurut

pengamatan lapangan kan mereka tidak mengatakan menurut UU, menurut pengamatan lapangan, karena itu kita cek dengan pengamatan lapangan yang kita lakukan dan itu bukan untuk debatnya ya? Tapi kita untuk menunjukan… , NAJWA : Oke

ANIS : … , ini dalam rangka menyelesaikan masalah kemacetan, sekarang bayangkan, saya teruskan dulu… ,

(5)

5

NAJWA : Mas Anis, saya harus break dulu, masih panjang waktu kita. Kita harus break dulu, kita masih akan bahas karena persoalan Tanah Abang memang masih panjang. Jadi setelah ini saya janji akan kasih kesempatan ke anda. Kita masih bahas soal Tanah Abang, termasuk salah satunya kita akan bahas soal ini. Tim Naras.TV, beberapa waktu yang lalu mas Anis, saya juga sudah menunjukan ke anda, menemukan praktek jual beli trotoar, apakah hal yang sama masih terjadi setelah penataan. Kita lihat dulu cuplikan jual beli trotoar berikut ini.

VIDEO CUPLIKAN JUAL BELI TROTOAR

SEGMEN 2

NAJWA : Emm Pak Gubernur itu pengakuan dari salah seorang pedagang tanah abang yang tim Narasi.TV dapatkan. Itu pada hari yang sama pak gubernur. Jadi pada hari kita datang itu banyak yang waktu itu kita temui sendiri ada banyak yang ragu- ragu untuk langsung curhat ke gubernur, karenanya setelah itu mereka mendatangi tim kami mas dan kemudian mengatakan salah satunya seperti yang kita dengarkan tadi, tanggapan anda?

ANIS : Sangat mungkin, sangat mungkin. Jadi kita tdak berada di sebuah negeri yang sempurna yang bebas dari praktek premanisme, praktek pungli. Di Indonesia oh yang berdasi , berpangkat tinggi aja korupsi, dibawah juga macem macem, jadi di lapangan kenyataan itu ada dan karena itulah kenapa kita harus tata jadi kita membereskan satu-satu. Pertama kita bereskan dulu soal trotoarnya, kosongkan trotoar, karena itu ketika ada yang mengatakan hari ini macet, sebentar begini, kalau mau membandingkan… ,

NAJWA : Mas mengosongkan trotoar itu, itu tadi trotoar dijual beli 1,5 sampai 2,5 juta mas Anis … ,

ANIS : … , Saya teruskan dulu ini kemarin . jadi kalau kita mau membandingkan antara sekarang dan dulu bukan bagaimana sekarang… ,

NAJWA : kalau dulu jual belinya lebih berani, kalau sekarang jual belinya trotoar sembunyi- sembunyi.

(6)

6

karena PKL, sekarang ratusan ribu orang bisa jalan leluasa yang muncul,lalu kemudian PKL nya ditengah nah lalu kemudian kita harus tata diberikutnya termasuk soal penanggung jawab Satpol PP disana… ,

NAJWA : oke

ANIS : Jadi ketika saya melakukan inspeksi mendadak disitu tanpa diketahui oleh mereka saya juga menemukan pelanggaran di depan mata dan apa yang dikerjakan?... ,

NAJWA : Yang jual beli itu juga ada mas?

ANIS : Yang jual beli itu saya tidak lihat tetapi pelanggaran yang satpol PP… , NAJWA : Untung tadi saya tunjukan ya mas jadi bisa lihat

ANIS : Oke kalau itu kita dengar begini, jadi satpol pp itu… , NAJWA : … , Mas Anis ada satu… ,

ANIS : …, Kalau itu kita dengar begini, jadi satpol PP itu mendiamkan ketika ada orang bekerja didiamkan artinya ada sesuatu disitu harusnya dia bertindak

dan saya panggil semuanya saya tegur dan bukan hanya itu ada mutasi diantara mereka… ,

NAJWA : Anda mengganti seluruh satpol PP ?

ANIS : Iya, jadi bulan Desember kemarin seluruh Satpol PP di Jakarta seluruhnya dilakukan rotasi sehingga tidak ada lagi Satpol PP bertugas ditempat yang sama… ,

NAJWA : Kepala dinasnya ketuanya mas masih sama? ANIS : Masih sama, jadi kita terus… ,

NAJWA : Masih sama? Pak Yani? Yang kemarin juga mendampingi kita pergi… , ANIS : Iya masih pak Yani

NAJWA : … , Yang kemudian saya tanya spesifik ke Pak Yani apakah masih ada oknum anda yang melakukan pungli- pungli, dia bilang tidak, sudah bisa saya pastikan tidak ada, tetapi pada kenyataannya kita dengarkan yang berikut ini.

VIDEO CUPLIKAN PUNGLI TROTOAR

ANIS : Jadi dengan kita menyiapkan tempat maka kita bisa memenuhi trotoar dengan jelas, siapa yang bekerja disitu dan kalau kemudian sampai ada pemalakan dll

(7)

7

pada mereka menggunakan area yang kita siapkan maka siapapun akan saya pecat, siapapun. Ini keputusan Tegas, kenapa? Karena kita jelas wilayahnya tapi ketika lahan itu dibuka kosong, oke trotoar itu, siapa saja berjualan dimana saja seperti kemarin, jadi kanan kiri jalan penuh dengan orang berjualan kemudian ditengahnya ada angkot mangkal, ada ojek mangkal, ngetem, macetnya luar biasa kanan kirinya tidak bisa diatur, karena itu yang kita kerjakan sekarang adalah di kanan kiri dibawa ke tengah satu jalur dipakai untuk trans Jakarta yang siapapun bisa naik secara gratis muter, jadi… ,

NAJWA : Mas Anis tadi anda katakan bahwa yang tengah itu PKL berjualan di tengah mereka mendapatkan tenda secara gratis, tetapi kemudian kita juga ada pengakuan Mas Anis yang mengatakan bahwa tenda itu pertama diperoleh bukan oleh PKL yang seharusnya berhak dan yang kedua mereka tetap harus membayar untuk mendapatkan tenda itu, kita dengarkan.

VIDEO CUPLIKAN BAYAR TENDA

NAJWA : Bagaimana mas anis?

ANIS : Bagus, itu standarnya kalau ada laporan seperti itu maka investigasi dan saya akan lakukan investigasi, sekaligus apa? Untuk menegaskan bahwa tidak semua laporan benar dan semua laporan adalah salah. Saya harus skeptis pada setiap laporan artinya mata najwa juga harus skeptis, bisa jadi yang dikatakan benar bisa jadi yang dikatakan salah.

NAJWA : Karena ditunjukan ke pak Gubernur untuk melakukan evaluasi dan insvestigasi jadi saya titip ya pak yang bagian itu untuk dilakukan investigasi

ANIS : Bukan hanya itu bukan hanya itu, semuanya kita lakukan 2 mingguan dengan atau tanpa Mata Majwa kita akan lakukan evaluasi.

NAJWA : Saya senang bisa membantu Mas Anis untuk melakukan evaluasi itu. Bagian dari tugas sebagai warga DKI membantu untuk melaporkan kalau ada hal- hal yang dicurigai dilakukan salah. Mas Anis tetapi yang jelas ada banyak kepentingan di Tanah Abang, stakeholdernya bermacam- macam, bagaimana kemudian Pemprov mengambil kebijakan untuk menyeimbangkan berbagai kepentingan yang berbeda beda ini Mas Anis. Ada yang pedagang ketutupan akses, ada yang PKL

(8)

8

tidak dapat tenda, ada yang PKL lain juga minta jualan di tengah jalan, bagaimana menyeimbangkan ini?

ANIS : Satu jangan merasa paling tau dan jangan pernah merasa paling benar, kenapa? Yang kita kelola ini kepentingan yang bervariasi jadi harus bicara. Lakukan seperti yang kita kerjakan sekarang, 1 bulan yang kita kerjakan kita akan panggil semuanya dan yang panggil itu pihak yang relevan, grosir yang di dalam yang di pinggir , yang PKL, yang jalan kaki dan kita tunjukkan ini survei yang kita kerjakan terus. Pengalaman di lapangan seperti apa lalu kita lakukan modifikasi- modifikasi penyesuaian. Jadi kita tidak boleh berpikir begini solusi paling benar pada siapapun kita akan mempertahankan. Ini adalah trobosan yang coba kita lakukan kita review kita liat, kenapa? Karena tanah abang bukan sesuatu yang baru jadi kemarin, kita ini berinterkasi dengan perilaku orang yang jumlahnya ratusan ribu. Jadi itu mind set dari pemprov dan itu yang saya tegaskan kepada semua yang bertugas, liat dilapangan lakukan penyesuaian, lakukan review dan kemudian kita coba lagi.

NAJWA : Jadi penyesuain- penyesuain akan terus dilakukan. Mas satu lagi, bagaimana kemudian keinginan PKL di daerah lain di Tanah Abang di depan blok G juga mau berjualan di jalan raya, kemudian PKL di Pasar Senen, di Jatinegara, di Asemka semuanya sekarang minta boleh dong PKL berjualan di jalan raya seperti di Tanah Abang. Bagaimana menanggapi permintaan itu?

ANIS : Iya, yang pertama yang ini dulu yang kita bereskan, kita cari sampai ketemu kestabilan, jadi sebagai sebuah sistem ya, ini kan baru nih, ini kan perilaku orang,

lain ya kalau dengan kita membangun gedung dibuat rancangannya di ruang tertutup dilaksanakan dilapangan. Kalau ini tidak, ini kita uji kita lihat kan menyangkut perilaku orang, jadi… ,

NAJWA : Jadi tidak menutup kemungkinan pasar-pasar lain juga akan boleh PKL berjualan di jalan raya?

ANIS : Dan tidak menutup kemungkinan pasar lain tidak boleh, jadi bukan kemudian satu solusi untuk semua masalah, tidak. Setiap masalah punya solusinya sendiri, ini juga solusi yang khusus untuk tanah abang.

(9)

9

NAJWA : Khusus untuk Tanah Abang. Jadi yang lain belum tentu akan dapat treatment yang sama begitu ya, nanti dibilang gak adil gubernur.

ANIS : Adil itu tidak sama, adil itu proporsional.

NAJWA : Jadi jangan geer dulu PKL di tempat yang lain ya mas, belum tentu boleh PKL jualan di jalan raya. Mas Anis yang juga ramai itu kontroversi soal becak mas, ini juga ramai kita akan bahas soal becak setelah pariwara, kita lihat dulu yang ini.

VIDEO CUPLIKAN BECAK SEGMEN 3

NAJWA : 100 hari Anis Sandi, di segmen ini kita akan bicara soal yang juga kontroversi ya Mas Anis ramai soal becak, itu memang sengaja mancing kontroversi ketika bilang becak atau betul- betul ingin becak ada lagi di Jakarta mas?

ANIS : Iya, kita kadang- kadang terimakasih juga pada yang meramaikan, kalau kita gak mencoba meramaikan dan becak ini diramaikan secara gak proporsional. Tapi gakpapa saya dengan senang hati saya menjelaskan di Jakarta kira kira 13 juta motor, ada 3 juta mobil dan becak ini jumlahnya bervariasi dari temuan survei ada yang menyebut 300 ada yang menyebut 1000 kira- kira itu, jadi bayangkan dari 16 juta kendaraan bermotor di Jakarta ada kira- kira maskimal 1000 minimal 300 becak itu masih ada banyak, dari kita termasuk saya juga tidak menyadari dulu bahwa di Jakarta ini, dikampung- kampung terutama di utara,Jakarta utara dan Jakarta timur bagian utara bahwa ibu ibu, anak anak di kampung itu menggunakan becak sebagai angkutan lingkungan mereka, itu kenyataan.

NAJWA : Oke

ANIS : Jadi saya ketika mengatakan ini bukan mengundang becak kembali ke jalan raya, sama sekali tidak tapi adalah kenyataanya harus diatur.

NAJWA : Harus diatur , jadi ide anda adalah memperbolehkan em bukan memperbolehkan, kemudian… ,

ANIS : Mereka yang sudah ada… , NAJWA : Mereka yang sudah tidakpapa

ANIS : Kenapa bermasalah sekarang ini? Mereka itu kasihan dipalakin karena perdanya ada tuh yang melarang. Jakarta satu satunya provinsi di Indonesia yang melarang becak, UU lalulintas kita tidak pernah melarang becak… ,

(10)

10 NAJWA : Perdanya tapi kan mas?

ANIS : Betul

NAJWA : Perda nomor 8 tahun 2007, artinya ini kalau diberlakukan apakah akan mengubah perda atau seperti apa?

ANIS : Saya menjadi Gubernur adalah membawa amanat dari rakyat dan salah satu amanatnya soal keadilan karena itu saya tidak hanya mengurusi yang 13 juta kendaraan bermotor tapi juga artinya saya bisa mengubah perda… ,

NAJWA : Oke mas pertanyaannya apakah akan mengubah perda? ANIS : … , Saya bisa mengubah perda

NAJWA : Akan mengubah perda? ANIS : Saya bisa mengubah perda

NAJWA : Mengubah perda bersama DPRD? ANIS : Harus bersama DPRD… ,

NAJWA : Betul

ANIS : Sekarang saya jelaskan sebentar, kenapa becak ini harus diatur? Supaya mereka bisa melayani, kalau tidak ada kebutuhan tidak ada becak

NAJWA : ok ANIS : Jadi… ,

NAJWA : Pertanyaan saya sebetulnya apakah akan memang mengubah Perda untuk memungkinkan ini berlaku, jawabanya iya akan mengubah perda itu?

ANIS : Kalau memang harus diubah kita ubah tapi kalau tidak harus mengubah tapi kalau tidak harus mengubah bisa mengatur kita atur. Jadi yang penting disini… ,

NAJWA : Perdanya spesifik melarang… , ANIS : Betul

NAJWA : Jadi kalau harus, harus memberlakukan ya harus diubah mas Anis tidak ada pilihan mengatur lewat cara yang lain mas Anis

ANIS : Betul, betul. Jadi begini ada strategi juga, strategi untuk kendaraan ini berada ditempat wisata itu salah satu, kenapa saya sampaikan ini? Tidak mau pendekatannya seakan – akan saya paling tahu solusi saya paling benar. Tidak, justru yang mau saya lakukan adalah ini masalah ini yang kita cari dimana tempat becak ini bisa beroperasi

(11)

11

NAJWA : Tadi anda katakan intinya bukan becak kemudian berada di jalan raya, tetapi Faktanya pun sekarang becak tidak berada di lingkungan tetapi dijalan raya kita lihat liputan berikut ini.

VIDEO CUPLIKAN BECAK DIJALAN RAYA

NAJWA : Bagaimana Mas Anis tanggapan anda?

ANIS : Iya jadi karena tidak ada pengaturan, kalau ada pengaturan ya pelanggaran dan seluruhnya pelanggaran karena itu kenapa kita mau mengatur supaya jelas dimana mereka. Dikampung ini mereka bisa beroperasi, kan ada persyaratannya jadi nomor 1 harus ada kesepakatan warga bahwa disitu dibutuhkan becak kalau tidak ada kesepakatan berarti gak ada kebutuhan becak, gausah gak ada becak… , NAJWA : Ini kesepakatan jadi dari forum RW begiu?

ANIS : Forum RW

NAJWA : Forum RW jadi semua harus sepakat mau ada becak?

ANIS : Becak ini adalah sesuatu yang ditawarkan, jadi kalau tidak ada yang naik ya kosong gak ada kendaraan

NAJWA : Jadi syarat utamanya itu?

ANIS : Satu, terus yang kedua mereka yang bertugas disitu dicatat, becaknya dicatat sehingga jumlah dan rute mereka itu ditentukan lalu kita mengawasinya jelas, selama ini praktis dimana mana melanggar dijalan melanggar jadi ketika Mata Najwa menunjukan dijalanan itu melanggar, dikampung juga melanggar gak ada tatanan. Jadi yang mau kita lakukan menata itu dan ini yang saya sampaikan bahwa kalau di kampung itu tidak ada yang berminat butuh gak ada yang naik becak.

NAJWA : Mas kemudian kita ingat sebetulnya sudah pernah terjadi beberapa waktu yang silam gubernurnya saat itu pak Sutiyoso dan pak Sutiyoso ada cerita pengalaman bagaimana repotnya pengaturan becak ini, kita dengarkan.

VIDEO GUBERNUR SUTIYOSO

NAJWA : Pak Gubernur adakah cara- cara yang lebih ampuh untuk mengatasi prediksi Pelanggaran yang akan timbul seperti tadi yang disebutkan oleh bang yos?

(12)

12

ANIS : Pertama, janganlah kita ini pandangan seperti priyayi ke ningrat seakan akan yang punya naluri melanggar rakyat kecil, yang membuat Jakarta masuk New York Time jadi perhatian dunia karena tanahnya turun kenapa? Karena gedung-gedung besar menyedot air dari dalam tanah mereka bukan miskin mereka amat kaya artinya yang memiliki naluri melanggar itu banyak sekali karenannya perlu diatur NAJWA : Bagaimana pertanyaanya kemudian adakah cara yang lebih ampuh untuk

mengatur itu mas anis?

ANIS : Kenapa kita perlu menata, pertama saya ingin ingatkan kita hidup di tahun 2018, di 2018 ini malah kalau ditanya apasih kendaraan yang paling banyak dipakai? Ojek, baik itu ojek pangkalan maupun online, jadi… ,

NAJWA : Oke, Pertanyaannya bagaimana cara mengaturnya mas anis?

ANIS : … , Jadi ketika kemudian kita masih melihat masalah becak yang dulu yaitu tahun itu belum ada kendaraan kalau misal di pramuka mau ke Thamrin masih bisa naik becak hari ini ya naik ojek, kalau kemudian di kampung… ,

NAJWA : Oke anda mau mengatakan alternatifnya sekarang menjadi lebih banyak tapi mengaturnya supaya tidak melanggar mengaturnya?

ANIS : Nomor 1 tentukan wilayah. Begitu ada wilayahnya pengaturan menjadi lebih mudah sama seperti bajaj. Bajaj waktu itu diatur wilayahnya disini tidak boleh kemana maka aparat kita tahu… ,

NAJWA : Yang dilakukan oleh pemerintah propinsi yang dulu Bang Yos juga seperti itu mengatur ada wilayahnya tapi kemudian keluar, jadi adakah cara yang lain? ANIS : Ada perbedaannnya tidak ada ojek tidak ada taksi tidak ada angkotan seperti

sekarang ini. Hari ii berubah kita ini melihat becak dengan kacamata 95 96 2005 2007 dan 2018…,

NAJWA : Mas Anis kalau tidak ada alternatif yang lain bagaimana itu akan membuat becak tidak akan melanggar?

ANIS : gini becak itu hanya melayani orang yang membutuhkan, ibu- ibu di kampug membutuhkan, mereka yang turun naik angkot bawa belanjaan banyak naiknya becak bawa belanjaan yang besar pokoknya becak.

NAJWA : Dan memastikan tidak melanggar? Saya masih belum mendapatkan jawaban. ANIS : Nah kalau masalah melanggar itu pertama wilayah tentukan, kedua begitu ada

(13)

13

pelanggaran ada sanksi, kenapa diberi sanksi? Karena tercatat… , NAJWA : Oke

ANIS : … , Kalau gak tercatat gimana kita bisa beri sanksi dengan begitu mereka khawatir kehilangan pekerjaan.

NAJWA : Jadi cara caranya kurang lebih sama seperti yang sudah dilakukan oleh pemprov yang sebelumnya tetapi situasinya yang berbeda?

ANIS : Bedanya kira akan mengatur becak, jadi mengatur ini saya beri catatan ya jadi ketika ada masalah bukan becaknya yang ditiadakan hari ini, kenapa? Jumlahnyandibawah seribu… ,

NAJWA : Tidak, yang kemudian tadi kita diskusikan adalah cara mengaturnya itu yang kemudian kita diskusikan. Mas Anis yang kemudian juga tadi juga disebutkan Bang Yos yang menarik adalah ketika itu becak berbondong- bondong datang ke Jakarta apakah juga sudah diantisipasi soal ini?

ANIS : Sangat sederhana, begitu kita sudah menentukan mereka yang berada disini dan sekarang sudah dicatati, Dishub sudah bekerja maka mereka yang selama ini tidak disitu keluar, tapi sekarang dishub sudah mencatat, jadi kita tahu persis yang diberikan kesempatan untuk bekerja disini… ,

NAJWA : Jadi yang datang dari daerah ke Jakarta becak tidak boleh? ANIS : … , Dengan mudah kita mengatakan anda kembali

NAJWA : Karena sudah mulai ada Mas Anis, kita lihat beritanya. Kita lihat beritanya Tukang becak Indramayu sewa truk siap hijrah ke Jakarta iuran kumpulkan uang kemudian juga ada pengakuan salah satu tukang becak yang dimuat di salah satu media online yang mengatakan bahwa ia sodaranya akan datang.

ANIS : Jangankan begitu ditemukan batu ribuan orang orang datang kok bukan orang sakti ribuan orang datang itulah orang Indonesia jadi ketika melihat sesuatu yang menarik mereka akan datang karena itulah kita siapkan, mereka sudah dicatat. NAJWA : Jadi bagaimana itu konkritnya, akan dijaga di daerah-daerah masuk Jakarta atau

bagaimana?

ANIS : Enggak, kita akan rutin cek, kenapa identitasnya orang dan becaknya begitu mereka tidak terdaftar maka becak itu harus keluar dari Jakarta.

(14)

14 ANIS : Ya urusan merekalah

NAJWA : Oke jadi datang yang masuk langsung dipulangkan lagi ANIS : Tapi itu seru loh kalau sampai terjadi

NAJWA : Mas Anis tapi itu kesannya terlalu menggampangkan tidak ya mas, kan prakteknya tidak semudah itu loh mas anis ?

ANIS : Begini loh kalau kita, saya perspektif lain kalau saya melihat ini untuk

menunjukan Jakarta adalah rumah bagi semua, Jakarta adalah tempat bagi semua bisa berkarya

NAJWA : Saya nyambung kesitu, anda sempat ada janji politik kan yang kemudian anda katakan ini bagian dari janji politik yang anda katakan, apakah itu?

ANIS : Betul ketika kami komit waktu itu dengan jaringan miskin rakyat kota,mereka mereka 16 kampung disana dan sekarang kita mulai tata kampong miskin itu NAJWA : Mas Anis kontrak politiknya spesifik menyebut apakah karena ini yang saya dapat

apabila salah silahkan bantah, kontrak politiknya itu perlindungan dan penataan ekonomi informal di dalamnya PKL, becak, nelayan tradisional, pekerja rumah tangga, asongan, pedagang kecil dan pasar tradisional. Jadi kalimatnya perlindungan dan penataan ekonomi informal.

ANIS : Karena itu kita jangan membayangkan ketika becak berhenti disitu yang ingin kita lakukan adalah mereka mendapatkan seragam yang baik, mereka mendapatkan pelatihan yang rutin sehingga mereka bisa menjdai entrepreneur, karena sejujurnya mereka adalah entrepreneur jasanya adalah transportasi jadi yang kita rencanakan adalah membuat mereka terbedayakan lebih sejahtera dimulainya dari yang sedang mereka kerjakan sekarang.

NAJWA : Dimulainya dari tetap melakukan profesi yang ini, nanti kemudian karena itu juga seperti misalnya yang dilakukan oleh pemerintah Surabaya Mas Anis dengan Bu Risma kemudian pendekatannya mengangkat ekonomi informal dengan cara mengalih profesikan mereka.

ANIS : Dan Surabaya itu perdanya tahun 73 dan perdanya melarang perda nomor 15 tahun 73 tapi juga sejak 73 sampai sekarang ada becak itu karena itulah kita atur bukan menghilangkan… ,

(15)

15

dialihkan, misalkan dialihkan menjadi satpam, dialihkan menjadi tukang sapu dan mereka bisa mendapatkan upah minimum 3,2 juta jadi pendekatannya berbeda bukan membiarkan mereka untuk melakukan profesinya sekarang?

ANIS : Kalau UU nya melarang becak maka saya akan laksanakan, kalau UU nya, UU nya tidak, dan tidak ada pemaksaan bagi siapapun untuk bekerja seperti kemauan saya, berikan pada mereka kesempatan yang kita lakukan adalah memberdayakan, mengatur sehingga tidak ada ketidaktertiban dan memastikan bahwa aparat pemerintah itu bekerja melaksanakan aturan aturan kita, jadi ketika nanti kita mengatur ini semua maka saya akan bisa berkata saya lunasi yang saya janjikan. NAJWA : Tadi anda katakan tidak melanggar UU, bukankah diawal kita sempat bahas

bahwa ada perda dan ketika perda itu dilanggar dan anda mengubah dan mau merevisinya?

ANIS : Kenapa saya mau merevisinya karena saya mempunyai otoritas kalu UU saya tidak karena saya melakasanakan tapi kalo perda ya gubernur itu salah satu tugasnya membuat perda yak arena itu saya membuat.

NAJWA : Bersama DPRD tidak sendirian Mas Anis kalau sendirian pergub namanya kalau perda bersama DPRD jadi ini bukan keputusan yang bisa anda ambil sepihak? ANIS : Betul karena itulah saya katakan mungkin, mungkin direvisi dan saya teruskan

sedikit, saya tidak mau membuat janji tahun ini, 5 tahun lagi ada yang baca janji saya dan saya tidak laksanakan.

NAJWA : Ini anda mengacu pada siapa ni?

ANIS : Ya mengacu pada diri sendiri dong masak kepada yang lain

NAJWA : Karena bicara janji politik anda sempat mengatakan sesungguhnya janji politik itu anda hanya melaksanakan janji politik pemimpin yang sebelumnya jadi anda tidak mengacu ke pemimpin sebelumnya?

ANIS : Tidak saya tidak mengatakan sepertiitu, janji saya adalah yang saya tanda tangani itu yang akan saya laksanakan orang lain tanta tangan itu urusanya bagi saya ini janji saya, saya akan laksanakan dan satu hal lagi kenapa saya sebut 5 tahun lagi karena orang akan lihat ini janji gak nih mana pelaksanaannya karena itu lebih baik laksanakan yang dijanjikan dan dengan cara sesusai dengan peraturan yang ada, UU mengizinkan dan kebutuhannya ada… ,

(16)

16

NAJWA : Mas ngomong dengan UU direktur lalu lintas Polda orang yang sama meminta anda untuk mengubah kebijakan Tanah Abang juga meminta anda untuk mengkaji ulang soal legalisasi becak ini, jadi 2 kebijakan anda diminta diubah oleh 2 aparat penegak hukum, tidakpapa ya?

ANIS : Tidakpapa kalau ada yang meminta dikaji ulang, tidak mengubah dan mengkaji ulang beda, ketika siapa meminta pak tolong dikaji ulang boleh yuk kita kaji ulang justru kita harus openminded jangan kalau ada yang mengatakan kaji ulang gak bisa ini sudah keputusan anda akan saya hadapi pokoknya jalan seperti saya, tidak kita kaji ulang.

NAJWA : Pertimbangannya salah satunya itu mas, apa katanya, melanggar peraturan daerah kemudian juga kesemrawutan yang mungkin akan ditimbulkan jadi konsernnya soal itu

ANIS : Kebanyakan orang membayangkan bahwa becak itu dipakai untuk lintasan yang jauh, bukan ini untuk didalam kampung dan saya kasih proporsi, pembicaraan kita 1 segmen urusan ini padahal secara jumlah 10 juta penduduk 16 juta kendaraan bermotor dan ini adalah 1000 memang menarik sebagai topik perdebatan tapi justru disingkat menurut saya kuncinya Jakarta harus menyadari ini rumah bagi semua termasuk bagi mereka yang belum sejahtera.

NAJWA : Menarik sebetulnya, sebetulnya dibahas 1 segmen karena bahkan perdanya pun mau diubah, padahal kita tau mengubah perda itu bukan persoalan yang mudah jadi kalau perdanya saja mau diubah ini persoalan yang serius. Kita akan bahas soalan DP 0 rupiah setelah pariwara, persoalannya pun juga penting.

SEGEMEN 4

VIDEO CUPLIKAN JANJI DP 0%

NAJWA : Teman- teman ingat tidak sih pada saat kampanye rasanya DP 0 rupiah ini Pak Gubernur itu salah satu topik yang ramai dibicarakan belum lama ini karena banyak yang bertanya tanya sudah ground breaking karena mekanisme spesifik soal syarat syaratnya belum diumumkan Mas Anis, apakah bisa disampaikan sekarang gambarannya?

(17)

17

ANIS : Secara umumnya ini adalah mekanisme pembiayaan warga Jakarta bisa punya rumah dan kenapa punya rumah itu penting? Kami tidak ingin sekedar rumah sewa karena kalau sewa seumur hidup meskipun murah maka dia tidak bertumbuh asetnya Jakarta itu kita yang harga tanah dan bangunan naik terus nah mereka yang punya rumah kelas menengah keatas itu kekayaannya bertambah karena nilai tanahnya yang naik

NAJWA : Saya tahu ini adalah program yang sangat dekat di hati anda dan Mas Sandi yang saya ingin tahu bagaimana kemudian kan sudah ground breaking tetapi belum diumumkan resmi nih jadi saya ingin tahu sebetulnya jadi apa saja itu syarat syaratnya?

ANIS : Kita sekarang sedang membangun PT Sarana Jaya membangun 703 unit itu ada tipe 21 dan tipe 36 jadi nanti kita akan bentuk BLUD yang nanti akan mengelola program ini insyaAllah bulan Aapril selesai BLUD nya dan dengan BLUD nya ini maka warga Jakarta akan bisa mendaftar kemudian mendapatkan tempat ini… , NAJWA : Badan layanan Umum Daerah untuk yang belum tahu.

ANIS : … , P embangunan imi kira kira 1,5 tahun, pertengahan 2019 InsyaAllah sudah selesai yang pertama.

NAJWA : Mas Anis ini yang spesifik anda sasar untuk yang berpenghasilan berapa? ANIS : Jadi kali ini nanti untuk yang pnghasilan dibawah 7 juta… ,

NAJWA : Di bawah 7 juta?

ANIS : Dibawah 7 juta dan cicilannya kira kira yang ukuran 36 cicilannya kira- kira 2,1 juta/bulan, kalau yang tipe 21 itu cicilannya kira-kira 1,25/ juta bulan NAJWA : oke

ANIS : Ini yang akan di tawarkan pertama

NAJWA : Bayar 20 tahun itu cicilan? bayar tenornya 20 tahun

ANIS : Nah kita berharap mereka yang hari ini mudah kredit motor, kredit mobil sekarang bisa juga mudah mendapatkan rumah supaya setelah 10 tahun nilai kekayaan mereka juga meningkat tentu ada syaratnya, 1 orang Jakarta pakai KTP yang pertama tuh yang ke-2 untuk yang sekarang kita prioritaskan yang sudah menikah karena untuk keluarga… ,

(18)

18

ANIS : … , sebentar bukan belum boleh masih ada setahun jadi siap siaplah

NAJWA : Mas Anis itu syarat yang ditetapkan dan anda bilang detailnya akan ada di BLUD itu, tetapi kemudian ada kritikan yang Mas Anis dari DPRD yang mengatakan sesungguhnya konsep ini belum terlalu matang dan sudah diluncurkan terlebih dulu, kita dengarkan apa kritikan DPRD berikut ini

VIDEO CUPLIKAN KRITIKAN DPRD

ANIS : Pertama soal matang dan tidak, Alhamdulillah InsyaAllah matang kalau tidak matang tidak diluncurkan InsyaAllah matang

NAJWA : Tapi belum diumumkan syarat- syaratnya, meluncurkan jangan jangan ANIS : Kan sudah di umumkan syarat- syaratnya

NAJWA : itu sudah fix?

ANIS : Sudah, saya sudah umumkan tadi soal warga Jakarta kemudian sudah menikah diprioritaskan sudah menikah dan ancar- ancar biayanya sudah jelas.

NAJWA : Ancar- ancar tapi belum fix kan? ANIS : Begini kira kira 2,1 lah

NAJWA : Kira kira? Mas ngaruh tahu 2,1 2,5 ANIS : No no, kalau 2,1 nya iya kalau 2,3 iya NAJWA : Sudah fix?

ANIS : Kenapa? Perlu saya teruskan begini, Jakarta itu… , NAJWA : Karena kemudian terkait dengan tadi… ,

ANIS : Saya selesaikan sebentar, Jakarta itu ada pusat timur barat utara, tiap- tiap daerah itu… ,

NAJWA : Sisi lainya beda- beda?

ANIS : … , Bukan sisi lainya beda- beda aturan dari pemerintah pusatnya beda- beda NAJWA : Karena ini menggunakan FPLP, aturan dari pemerintah pusat bukan dari

pemerintah provinsi?

ANIS : Betul karena itu ijinkan saya selesaikan sebentar, gini abis motong motong terus. Jadi seperti ini kalau Jakarta selatan angkanya lebih tinggi dibandingkan misalkan Jakarta barat

(19)

19 diumumkan resmi tuh

ANIS : Jakarta selatan itu harga per/m 9,2 juta kalau di Jakarta barat 8,9 juta lalu Jakarta timur 9 karena itulah nanti angkanya kira- kira seperti itu, karena apa? Karena bukan kita yang mengatur dengan cara begitu insyaAllah bagi teman- teman yang berharap bisa mendapatkan program ini go there, lalu yang ke-2 kami betul- betul berterimakasih kenapa? Kami itu mau menawarkan program DP 0% itu kampanye sulit sekali, untung saat debat ditanyakan oleh lawan kita dan ditanyakan 2 kali sehingga apa? Kita bisa menjelaskan dan jadi populer yang mempopulerkan bukan kami yang mempopulerkan adalah lawan kita.

NAJWA : Karena itu Mas Anis saya potong dulu karena pas banget anda bilang soal debat kita jadi ingat memang debat itu dibahas kita ingatkan lagi yuk apa yang dikatakan Mas Anis saat debat. Kita lihat cuplikannya.

VIDEO CUPLIKAN DEBAT PILGUB DKI

NAJWA : Mas Anis masih bisakah memilih rumah yang mereka mau seperti yang anda sampaikan itu?

ANIS : Jadi pertama program ini dari awal kita katakana bentuknya, bentuk rumahnya bisa bervariasi karena ini adalah program pembiayaan dari awal kita katakana pembiayaan, pembiayaan artinya hari ini suplai rumahnya macem- macem jadi nanti ketika ada ini BLUD, BLUD yang kemarin ground breaking itu adalah PT Sarana Jaya mereka menyiapkan yang membangun kontraktornya lalu kita akan melakukan pembiayaan untuk orang yang membeli ya kedua kita mewajibkan bagi mereka yang beli ini adalah pembeli rumah pertama jadi mereka belum pernah punya rumah sebelumnya.

NAJWA : Mas Anis jadi kalau ada yang ingin membeli rumah lewat situs online kan waktu itu didebat Mata Najwa anda pernah mengatakan tuh situs online banyak hanya rumahnya yang masih terjangkau, bisakah menggunakan mekanisme yang ini? Jadi tidah harus rumah susun yang disediakan pemprov?

(20)

20

2 BLUD ini nanti akan menjadi of taker, of taker artinya apa artinya rumah- rumah sederhana yang akan dijual kita bisa beli dan rumah inilah yang kemudian dibeli oleh warga kenapa?karena kita yang mengambil, kita yang mengambil warga yang membeli.

NAJWA : Jadi warga tidak langsung membeli tetapi membeli dari BLUD ini?

ANIS : Betul dengan program kita termasuk juga dengan rumah ini, misalnya contoh ya saya beri contoh… ,

NAJWA : Walaupun mungkin proporsinya akan lebih banyak rusun yang vertikal dibanding yang tapak ya mas?

ANIS : Belum tahu kita tergantung suplainya dimanapun tergantung suplainya

NAJWA : Kalau menurut Wagub sulit mencari lahan untuk membangun rumah atau rumah yang tapak jadi memang vertical… ,

ANIS : Bukan membangun buka membangun ini membeli yang sudah jadi yang dijual itulah yang terjadi

NAJWA : Disampaikan di prioritaskan untuk yang vertical memang?

ANIS : Tentu kalau membangun yang sepeti baru itu vertical tapi ketika ada rumah murah yang dijual kita ambil. Ada satu hal mereka sudah membeli ini tidak diperbolehkan menjual lagi jadi ini adalah dibeli untuk dipakai, kenapa? Karena kita punya pengalaman di beberapa tempat di Jakarta rumah sederhana untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tapi kemudian setelah dibeli dijual lagi dan harganya berlipat- lipat naik, karena itu salah satu fungsi BLUD ini adalah menjaga harga, misalkan contoh saya beli rumah disini kemudian 2 tahun lagi tugas saya dipindahkan ke kota lain sementara aturannya saya tidak boleh menjual apa yang terjadi? BLUD ini akan menjadi of taker dia akan membeli dengan harga yang sudah diapresisasi sesuai dengan kenaikan di tempat itu.

NAJWA : Jadi yang boleh menjual spesifik hanya ke BLUD tidak bisa dijual bebas? ANIS : Betul supaya harganya tetap terjangkau untuk warga dan tidak memunculkan

second re-market

NAJWA : Mas Anis oke itu yang untuk berpenghasilan 7 juta kebawah yang berpenghasilan dibawah itu dibawah UMR 3,6 itu skemanya akan berbeda lagi pastinya?

(21)

21

skema perbankan kita semua tahu aturan tidak memungkinkan karena itu bagi yang miskin yang betul betul miskin maka programnya adalah sewa beli. Sewa beli itu artinya mereka mereka menyewa dipake periode 15 atau 20 tahun dengan mebayar rutin sesudah itu dia menjadi pemilik tempat itu jadi mereka menyewa terus setelah 20 tahun menjadi pemilik untuk mereka yang dibawah karena ga mungkin

NAJWA : Mas menyewa berapa ya supaya bisa menjadi hak milik?

ANIS : Menyewa iu bisa dari 250 sampai 500 ribu sekitar itu range nya.

NAJWA : Tapi yang sekarag saja rusunawa tunggakannya 160 ribu/ bulan itu tinggi sekali? ANIS : Kenapa? Karena mereka tidak punya harapan untuk memiliki tempat itu

dikemudian hari, ketika dia tahu saya membayar 250 rutin dan suatu saat akan memiliki tempat ini, I will do it kenapa? Karena saya punya harapan

NAJWA ; Alasan mereka menunggak karena tidak ada uang mas bukan karena tidak punya harapan

ANIS : Ya begini selalu akan ada masalah uang tapi orang bisa ngoyo kenapa? Karena dia bisa memiliki disitu konsepnya.

NAJWA : Faktanya 31 M sekarang tunggakan di rusunawa

ANIS : Wah kalau 31 M itu kecil dibandingkan dengan jumlah yang ada banyak NAJWA : Jadi akan dihapuskan?

ANIS : Bukan dihapuskan, lain. Kecil apa besar mah penghapusan beda NAJWA : Karena yang saya baca anda mengatakan akan dihapuskan?

ANIS : Ini adalah kenyataan bahwa ada penunggakan artinya ada problem tapi begitu orang punya harapan dia akan terus kerja keras.

NAJWA : Penunggakan itu akan diapakan Mas Anis? ANIS : Nanti kita lah yang itu, udah.

NAJWA : Jangan dulu mas harus dipikirkanakan diapakan karena yang saya abaca dikoran tempo hari ini anda mengatakan penunggakan itu akan berusaha untuk diputihkan jadi tidak perlu membayar yang nunggak- nunggak, betul tidak Mas Anis? ANIS : Nanti seperti becak lagi pesanya jadi keliru saya tidak ingin kebijakan yang

(22)

22

sensitif seperti ini dijelaskan dengan cara debat hitungganya detik, tidak. Itu berbahaya sekali intinya adalah kalau ada penunggakan maka dia harus diselesaikan karena itu adalah kewajiban tapi solusi tiap kasus pasti beda- beda. NAJWA : Berarti kutipan itu tidak benar? Tidak benar anda akan memutihkan penunggakan

itu?

ANIS : Saya tidak tahu kutipan dimana tapi saya selalu hati- hati selalu sangat hati- hati soal ini.

NAJWA : Di Koran tempo hari ini, rubrik metropolitan saya bawa korannya mas anis. ANIS : Begini bukan korannya kalau kutipan itu adalah rekamannya kalau kutipan ini bisa

salah.

NAJWA : Nanti saya tanyakan Mas Budi Sudiarso pemimpin redaksi Koran tempo bisa menyediakan

ANIS : Saya teruskan sedikit mereka yang berada dirumah susun ada yang karena digusur mereka terpaksa masuk disitu. ketika mereka menunggak beda faktornya dengan orang yang memang berada disana mendaftar, jadi saya ingin sampaikan tidak ada penyederhanaan kasus- kasus seperti ini tapi yang jelas tanggung jawab harus ditunaikan.

NAJWA : Yang jelas pendekatannya akan berbeda untuk yang penghasilan diatas 7 juta ada pendekatan ini, untuk yang berpenghasilan dibawah ada pendekatan lain. Detailnya seperti apa kita tunggu karena masih dipikirkan nanti bulan april akan disampaikan. Kita akan break kita akan bahas soal reklamasi setelah ini.

SEGMEN 5

VT 3 KATA UNTUK ANIES SANDI DARI WARGA JAKARTA

NAJWA : 100 Hari Anies Sandi tak lengkap kalau tak menghadirkan pasangan gubernurnya, sudah hadir di mata najwa Wakil Gubenur DKI Jakarta Sandiaga Uno, selamat malam Mas Sandi.

SANDI : Assalamualaikum

NAJWA : Waalaikumsalam terimakasih sudah hadir dan menemani pak gubernur SANDI : Sudah cukuplah mestinya dari Mas Anies

(23)

23

NAJWA : kenapa? Kan wakil gubernur juga harus ada peran SANDI : Seru banget tadi liat

NAJWA : Mas Sandi saya memperhatikan pasangan anda ini turun berat badannya banyak ya apa saya salah atau kalau ada yang melihat satu satu

SANDI : Saya juga memperhatikan itu yang paling terlihat adalah celananya udah mulai longgar, jadi kalau hari Senin, Selasa, Rabu kan dimasukin bajunya, kalau Kamis kan pakai batik dikeluarin, kalau Jumat baju sadaria dikeluarin tapi kalau Senin, Selasa, Rabu bajunya dimasukin tuh melorot melorot celananya yang dulu NAJWA : begitu ya, saya mau cek sendiri turun berapa kilo pak gubernur?

ANIES : begini yang penting sehat memang ukurannya mengecil begitu kan NAJWA : Jadi berapa kilo turunya transparan

SANDI : Presure pressure

NAJWA : diatas 10 kilo berat badanya?

ANIES : Alhamdulillah pokoknya gini deh cukup keliatan di mata najwa

NAJWA : kalau bang Sandi 100 hari ini tidak ada perubahan? Apa kayaknya rambutnya uda banya yang putih deh itu

SANDI : Saya naik 1,5 kilo berat badanya NAJWA : malah naik ya?

ANIES : Tapi dia olahraga terus jadi ruangan saya itu kalau pagi misalnya masuk pagi datang ke kantor banyak air pasti Sandi datang mandi, terus kalau saya datang sudah ada baju bajunya berate Sandi is on the way mau mandi dan dia kalau mandi selalu diruangan saya

SANDI : Soalnya, jangan berprasangka dulu NAJWA : Enggak

SANDI : Kita bukan mandi bareng, enggak mandi bareng NAJWA : Enggak soudzon saya orangnya

SANDI : Kalau masuk door stop itu, 1 kamar mandi Mas Anies lebih besar dari kamar mandi Wakil Gubernur , terus on the way setelah door stop ketemu warga itu biasanya meeting kita itu disekitar situ daripada bolak balik keatas saya pinjam kamar mandinya

(24)

24

NAJWA : Akrab ya, saya ingin tahu akrab disini, akrab dikantor apakah juga karab dimata media, saya ingin ke Mb Rustika Herlambang ini direktur komunikasi Indonesia Indikator, bagaimana media memotret pasangan gubernur dan wakil gubernur, selamat malam Mba Rustika terimakasih sudah hadir

RUSTIKA : Selamat malam, sama seperti tadi Mas Anies sampaikan bahwa setiap hal itu harus dengan survey. Ini survey dari 86000 pemberitaan dari 1901 media online di Indonesia. Nah dari situ terlihat bahwa figure yang paling banyak dibicarakan terkait dengan DKI Jakarta adalah Anies Baswedan

NAJWA : Kita lihat dulu surveynya kemudian ini wajar dong gubernur pasti banyak dibicarakan

RUSTIKA : Pasti banyak dibicarakan tapi menariknya fenomena yang sangat jarang terjadi menjadi figure untuk top influencer tentang DKI adalah Sandiaga Uno

NAJWA : Jadi bedanya apa ini mba?

RUSTIKA : Jadi bedanya kalau top person itu dia dibicarakan NAJWA : Namanya disebut?

RUSTIKA : Namanya disebut saja dipemebritaan jadi semacam sebagai objek pemberitaan tapi kalau influencer adalah figure yang pernyataanya oaling banyak dikutip oleh media bahkan jauh lebih tinggi dari gubernur

NAJWA : biasanya kalau yang top person itu juga top influencer? RUSTIKA : Betul sekali

NAJWA : Kalau disini beda RUSTIKA : Beda sekali

NAJWA : Artinya apakah ada persaingan diantara keduanya ni? RUSTIKA : Nah itu dia

NAJWA : Ini kan harus agak dramatis namanya, apa artinya?

RUSTIKA : Artinya bahwa ternyata dalam banyak hal media lebih banyak di drive oleh pernyataan dari Sandiaga Uno dan dari analisis di media terutama judul

pemberitaan Mas Anies maupun Mas Sandi terlihat bahwa Mas Anies lebih tampil menonjol sebagai konseptor sementara Mas Sandiaga lebih banyak sebagai eksekutor + sebagai pemadam kebakaran sebenarnya

(25)

25

RUSTIKA : Yang lebih ngetop dibicarakan sebagai objek adalah Mas Anies Baswedan sementara sebagai objek adalah Mas Sandiaga Uno

NAJWA : Ini juga ada grafis sentiment figure

RUSTIKA : Iya ini menarik lagi memang sebenarnya rada kasian sih Mas Anies Baswedan sudah panggungnya banyak direbut sama Mas Sandi ternyata dari sisi sentiment negative lebih banyak Anies Baswedan, kenapa begitu? Karena dari beberapa program yang cukup kontroversial itu memberikan respon yang negative memberikan kontribusi yang negative kepada Mas Anies sebagai gubernur, sementara untuk Mas Sandiaga Uno itu agak diuntungkan karena beberapa isu yang dia sampaikan yang sifatnya positif seperti DP 0%, penataan tanah abang, kemudian oke oce itukan yang tidak mendapatkan sentimen lebih

NAJWA : Ini kemudian ada top isu nya ya top isu yang kemudian disorot oleh media, ` reklamasi pulau kita akan bahas setelah ini, penutupan alexis, tanah abang, pidato

dan dari yang Mas Sandi juga ada yang spesifik

RUSTIKA : Jadi kalau yang dari Mas Anies Baswedan itu banyak yang eksternalnya karena ada pidato dan pilpres sementara 5 isu terbesar Sandiaga Uno lebih banyak bicara soal program

NAJWA : Rustika Herlambang, terimakasih Mba Tika. Ada komentar pak gubernur dan pak wakil gubernur?

ANIES : Baguslah kita berbagi artinya justru kita melihat selama ini ketika kita

berkomunikasi kalau saya sendiri melihat begitu kita sudah menyiapkan sesuatu kita sampaikan dan kalau ada pertanyaan dari media kalau pertanyaanya bukan sesuatu yang saya mau respon saya katakan saya tidak akan merespon karena itu saya berharap pesan itu bisa lebih konsisten dan Mas Sandi plas plos beliau kira kira apa ajaya bro

NAJWA : Apa aja kan dijawab, ini Mas Anies maksudnya negur Mas Sandi?

SANDI : Ini mesti ati ati jawabnya bagian dari sindiran atau bagian dari peringatan pertama, kok bisa gitu ya

NAJWA : Wah saya takut Bang Sandi akan diem aja abis ini padahal masih akan bahas banyak. Mas Anies itu tadi dari media, kita juga minta tanggapan dari DPRD apa komentar mereeka atas 100 hari kinerja pemerintah provinsi kita dengarkan ini

(26)

26

VT KRITIK DPRD TERHADAP KINERJA 100 HARI PEMPROV NAJWA : Mata najwa melihat ke wakil gubernur, bagaimana Mas Sandi? SANDI : Pernyataan Pak Gembong?

NAJWA : Pernyataan Pak Gembong ketua fraksi PDIP DPRD

SANDI : Ya itu masukan lah buat kita, kalau ranah politik gausa debatlah kita sih fokusnya kerja aja, kita fokus lapangan pekerjaan bagaimana, bagaimana oke oce sukses bukan hanya di pelatihan pendampingan tapi bisa menciptakan lapangan pekerjaan

NAJWA : Jadi itu dianggap sebagai masukan saja? SANDI : Iya jadi masukan kita

ANIES : Apalagi nata najwa Cuma ambil 1 fraksi NAJWA : Yang diambil PDIP

ANIES : Ya tentu aja sudah namanya oposisi, oposisi tentu begitu masa oposisi bilang gubernur udah bener, gubernur udah bagus salah tempat itu nanti

NAJWA : Sebetulnya mengambil PDIP karena ada bahkan politisinya itu samapi sejauh akan meng hak interpelasi pemprov loh memang sengaja diambil yang ekstrim ekstrim, kalau gerindra partainya Mas Anies mah bukan kritik namanya masukan yang bersifat politis

ANIES : Yang netral yang netral

NAJWA : Bagus Pak Gembong kata Mas Anies. Kita akan lanjutkan sebetulnya juga masih ada yang seru loh hari ini Mas Anies setelah ini kita akan bicara, kita akan bahas setelah pariwara tetaplah di mata najwa.

SEGMEN 6

VIDEO CUPLIKAN REKLAMASI

NAJWA : iya itu adalah kali pertama gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan melihat

langsung pulau reklamasi dari udara, apa kesan pertama yang anda dapatkan ketika melihat langsung itu Mas Anis?

(27)

27

diijinkan dengan benar dengan seksama lalu melihat dilapangan 312 Ha hamparan tanah disitu dan saya katakan itu tanah kita air kita tanah air kita dan perasaan itu rasanya luar biasa besar sekali. Ini PR yang harus kita tuntaskan, kenapa? Karena kita berkepentingan sekali. Ini adalah ibu kota dan didepan ibu kota ada sebuah wilayah baru yang ukurannya besar yang tata kelola perijinanya banyak masalah karenanya saya merasa yakin ini harus tuntaskan untuk kepentingan bangsa kita RI.

NAJWA : Mas Anis yang jelas pemerintah pusat tampaknya sikapnya adalah reklamasi jalan terus minimal itu yang kita dapat dari Menko Maritim Pak Luhut, kita dengarkan statemen Pak Luhut berikut ini.

VIDEO CUPLIKAN WAWANCARA PAK LUHUT

NAJWA : Tanggapan anda Pak Gubernur?

ANIS : InsyaAllah saya akan terus dan tetap pegang aturan- aturan yang ada. Justru karena kita menggunakan aturan itulah kita mau mentertibkan ya yang tadi dirujuk keputusan era Pak Harto namanya Kepres Nomor 52 Tahun 95 jelas sekali pasal 4 dikatakan disitu bahwa wewenang tanggung jawab reklamasi pantura di tangan Gubernur jelas itu dikatakan ,lalu ini menarik nih kemudian Gubernur harus membentuk untuk melaksanakan reklamasi itu, ini pasal 8 untuk menyelenggarakan reklamasi pantura Gubernur membuat sebuah badan pelaksana itu kata Kepres kemudian sesudah ada Kepres ini tahun 95 Pemprov DKI membuat tahun 95 dan perda itu mengatakan pasal 33 penyelenggara reklamasi dilakukan oleh badan pelaksana nah sekarang yang terjadi jangan sampai ada sebuah pihak membangun sesuatu., saya ini bangun rumah disitu sudah saya bangun rumah atau membangun gedung tinggi yang besar tanpa mengikuti aturan kemudian saya bilang tolong ini beri izin karena saya sudah membangun sudah keluar banyak saya sudah investasi maka beri saya izin, tidak bisa kalau anda melanggar, melanggar dan ini pelanggaran.

NAJWA : Mas Anis yang apakah ini artinya kalau pemerintah pusat mengatakan bisa jalan terus anda akan mengambil jalan yang berbeda ini tidak bisa jalan terus jadi akan

(28)

28

ANIS : Kita pakai aturan saja siapa yang sebenarnya memiliki tanggung jawab

reklamasi itu nomor 1 karena yang menentukan jalan atau tidak yang memegang mandat itu, siapa yang memegang mandat itu? Menurut Kepres yang tadi dirujuk yang memegang mandat adalah Gubernur dan Gubernur harus membentuk badan pelaksana, hari ini tidak ada badan pelaksana itu jadi sekarang ini ketika berjalan apakah ada kerjasama badan pelaksana? Tidak ada perdanya mengatur jadi badan pelaksana itu sudah dibubarkan tahun 2011.

NAJWA : Karena itu kemudian anda menarik raperda yang sudah masuk ke DPRD dan kemudian anda berkirim surat ke BPN meminta agar HBG dibatalkan

ANIS : Iya

NAJWA : Kita akan lanjutkan reklamasi masih ada waktu membahas ini saya harus break jangan kemana mana tetap disni.

SEGMEN 7

NAJWA : Kita masih bahas reklamasi, Bang Sandi saya ingat kita pernah membahas isu reklamasi itu di Mata Najwa 25 Januari waktu itu anda berdua masih berkampanye saya akan tunjukan apa yang waktu itu sempat anda katakan soal reklamasi ini, saya tahu kalau kita duduk sama-sama pasti ada solusi caranya adalah jangan mau menangnya sendiri itu saja. Kita akan lihat kita dengarkan apa pebisnisnya bagaimana mereka kan sudah invest malah sudah jualan juga di luar negeri kita tahu kan kasihan mereka, mereka membangun itu saya tidak mau menyalahkan teman-teman saya pengembang ini mereka invest berdasarkan reality statemen pemerintah walaupun mungkin landasan hukumnya belum bisa dipertanggung jawabkan. Apakah sikap anda ini di 25 Januari 2017 tahun lalu ketika masih berkampanye berbeda dengan sekarang ketika sudah jadi pejabat?

SANDI : Sama NAJWA : Sama?

SANDI : Sama, saya yakin dan dengan penataan ini justru kepastian hukum hadir disini jadi kalau kita bicara mengenai kepastian dalam investasi justru yang ingin kita hadirkan disini adalah kepastian kan bilang ada ketidakpastian justru yang kita

(29)

29

berikan ada kepastian hukum dengan menata tentunya semua peraturan dan ketentuan sesuai dengan perundang- undangan akan ada kepastian hukum jadi ini semua nanti on clear… ,

NAJWA : on clear walaupun artinya investasi yang mereka sudah bayarkan mungkin saja akan rugi nih para pebisnis ini mas?

SANDI : Hampir perhitungan saya selama berinvestasi di Indonesia dan di Jakarta investasi diproperti itu sangat- sangat menguntungkan dan sedikit sekali yang investasi properti yang berpandangan long term dan berorientasi jangka panjang itu merugi. NAJWA : Jadi anda tidak khawatir para pengembang yang sudah menanamkan uangnya

disana itu akan rugi jadi ini bukan sesuatu yang merugikan para pengembang? SANDI : InsyaAllah tidak rugi justru kita berikan kepastian hukum

NAJWA : Tidak rugi ya mas Anis?

ANIS : Dan begini ini mendasar sekali kalau anda mau investasi milikilah izin sederhana, bayangkan ini tau tau pulau muncul sekarang kalau saya tanya nih makanya kenapa HGB kita mau tarik itu ada di kelurahan pulau apa itu gak ada yang bisa jawab dikecamatan mana? Gak ada. Pertanyaan sederhana adalah lakukan ini dengan benar kami sering dengar ya bahwa ini tidak ada kepastian hukum, ketidakpastian hukum itu muncul kalau orang melakukan kegiatan usaha tanpa mengikuti aturan kita belum memiliki perda soal zona.

NAJWA : Tadi poin saya adalah saya hanya menanyakan ulang begitu, apakah sikap itu berubah tapi anda katakan anda tetap tidak berubah dan anda juga yakin para pengembang tidak akan rugi begitu ya? Baik Mas Anis di tanggal yang sama tahun lalu bertemu dengan warga- warga di Jakarta Utara yang pernah ikut membeli dan saya sampaikan bahwa jika nanti pembeli tidak mendapatkan yang seharusnya dari penjual maka negara berkewajiban membantu menyelesaikan persoalan ini, anda bilang negara bisa ikut ambil posisi misalnya apa namanya sebagai pengembang, pengembang melanggar dia melakukan kegiatan- kegiatan transaksi tanpa ada landasan hukumnya kita akan membantu mendampingi dengan memberikan bantuan hukum. Apakah hal yang sama sudah dilakukan?

ANIS : Jadi begini nomor 1 yang kita lakukan adalah kita ingin tata ini dengan benar jadi hak guna banguna di wilayah itu kita cabut kita minta untuk dibatalkan… ,

(30)

30

NAJWA : Hal yang tidak bisa dijawab kemudian silahkan ke petun, soal HGB kan Pak Sofyan mengatakan seperti itu silahkan ke petun. Baik.

ANIS : Betul tapi sebenernya kepala BP/ BPN itu memiliki otoritas untuk bisa mengeluarkan ataupun membatalkan karena itu saya mengirim surat lagi. NAJWA : Pertanyaanya mas soal pembeli yang kemudian anda katakan waktu itu negara

akan ambil bagian, bagaimana sekarang negara… ,?

ANIS : Sekarang belum ada pembicaraan sama sekali jadi ini adalah2 pihak yang 1 muncul barang yang tidak ada izin yang 1 membeli barang yang tanpa izin dua duanya bekerja begitu.

NAJWA : Ketika mereka membeli mereka pikir ada izinya mas, izinya sudah keluar? ANIS : Izin apa?

NAJWA : Izin ketika mereka membeli itu kemudian HGB nya sudah ada makanya kemudian dicabut

ANIS : Itu ketika HGB keluar itu sesudah saya bicara HGB itu baru keluar bulan Agustus dan ini menarik nih dikukur tanggal 23 HGB nya keluar tanggal 24

NAJWA : Hanya selang 1 hari?

ANIS : Fantastis keliatanya Cuma proklamasi dan reklamasi yang harus keluar secepat- cepatnya.

NAJWA : Baik pertanyaannya kemudian saya sebetulnya saya hanya ingin menanyakan sesuatu yang saya tanyakan juga ke Mas Sandi apakah sikap yang anda sebutkan saat kampanye akan berubah sekarang?

ANIS : Tidak

NAJWA : Akan membantu?

ANIS : Kita fasilitasi karena ini adalah 2 warga Negara yang sama sama berada di Jakarta maka setiap sengketa tanah itu para walikota itu sehari hari itu menghadapi sengketa tanah

NAJWA : Jadi bantuan hukumnya akan diberikan dalam bentuk pendampingan?

ANIS : Difasilitasi macem- macem artinya banyak sekali di Jakarta kasus sertifikat dobel banyak dan pekerjaan pemprov salah satunya melakukan mediasi kalau mediasi itu tidak tercapai lalu mereka ke pengadilan jadi itu pekerjaan kepamongan yang dikerjakan normal oleh pemerintah

(31)

31

NAJWA : Jadi karena yang sekarang misalnya sudah ada gugatan nih yang berlangsung itu kemudian nanti anda akan memerintahkan untuk kemudian…

ANIS : Klau sudah sampai ke pengadilan maka serahkan ke pengadilan

NAJWA : Badan penyelesaian sengketa dan konsumen sekarang kasusnya masuk di BPSK mas, mereka menggugat menuntut pengembalian 36M jadi anda akan tetap dengan posisi anda ketika iu anda akan memberikan bantuan hukum ?

ANIS : Begitu mereka masuk ke wilayah pengadilan maka ada aturannya kita kalau ada orang bersengketa kita fasilitasi jadi saya juga tidak ingin sama sekali tidak ingin orang mengambil keputusan tentang membeli tentang menjual tanpa melihat dokumen lengkap HGB ini baru keluar Agustus yang kita bicarakan itu Januari bayangkan pada saat itu saja belum ada HGB. Hari ini tidak ada IMBnya cek semua bangunan yang ada disitu tidak ada IMBnya

NAJWA : Baik saya ingin menegaskan sekali lagi utnuk menutup juga isu reklamasi ini isu yang sangat disorot dan anda tetap pada posisi sejak awal dengan tegas akan menolak reklamasi?

ANIS : Iya ini tanah air kita dan diatur dengan hukum yang ada di tanah air kita itu keputusannya

NAJWA : Kita akan lihat bagaimana perkembangannya, terimakasih banyak pak gubernur ANIS : Kita tidak akan memarahi orang- orang tidak akan membentak tapi posisi kita

amat tegas dan kita akan tegaskan lewat aturan- aturan yang kita buat. NAJWA : Terimakasih sudah hadir di Mata Najwa Pak Gubenur Pak Wakil Gubernur

terimakasih sudah hadir di Mata Najwa kita kasih tepuk tangan Gubernur DKI dan Wakil Gubernur DKI. Terimakasih kepada anda sudah menyaksiskan Mata Najwa, tanggal 10 Februari kita ketemu di Malang ada Mata Najwa On Stage disana. Saya Najwa Shihab sampai jumpa.

(32)

32 CATATAN NAJWA

100 hari bukan waktu yang terlalu lama, tak cukup menilai kepemimpinan dengan seketika. Namun kekuasaan harus terus diawasi agar potensi serong bisa diantisipasi.

Apalagi jika berbiara tentang Jakarta yang dampaknya bisa kemana- mana.

Sudah cukup waktu untuk belajar dan adaptasi, saatnya berlalri dan menjauhi sekadar kontroversi. Tak ada waktu untuk berleha-leha kebijakan tak bisa diambil dengan coba- coba.

Tumpukan persoalan lama yang kadung akut ditambah janji-janji kampanye yang niscaya diuntut. Tidak mungkin lagi untuk balik badan jangan sampai lancing ke ujian.

Inilah tugas terbesar bagi Anies dan Sandi merealisasikan mimpi- mimpi yang tidak terbeli Jangan sampai kata- kata menguap tak berarti agar politik tak menjelma kuburan janji- janji.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :