• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 1 PENDAHULUAN. 1.1 latar belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bab 1 PENDAHULUAN. 1.1 latar belakang"

Copied!
126
0
0

Teks penuh

(1)

1.1

latar belakang

Sebagai salah satu dinas teknis yang berada langsung di bawah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Tata Kota berperan untuk membantu mengatasi dan meminimalkan permasalahan-permasalahan yang timbul di Kota Jakarta terutama dalam bidang perencanaan kota. Bentuk pelayanan di bidang ketatakotaan sebagai bagian dari perencanaan kota, juga merupakan sebagian tugas pokok yang diemban oleh Dinas Tata Kota dalam melaksanakan Tugas Pokok tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Tata Kota setiap tahun anggaran merupakan bentuk antisipasi terhadap permasalahan tata ruang yang dihadapi oleh DKI Jakarta sekaligus dalam rangka pelaksanaan tugas-tugas pokok dan fungsinya. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain berupa pengkajian/studi dalam rangka menyusun dan menyiapkan ketentuan-ketentuan teknis/pedoman pelaksanaan dalam pengembangan dan pembangunan kota, peningkatan kualitas pelayanan masyarakat dan upaya untuk menciptakan kwalitas SDM yang berkualitas yang didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.

Seluruh kegiatan Dinas Tata Kota untuk tahun anggaran 2007, terangkum dalam Dokumen Pelaksana Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Tahun Anggaran 2007 Nomor : 058/DPA/2007 Tanggal 2 April 2007 yang anggarannya diambil dari APBD Provinsi DKI Jakarta tahun 2007. Proses pelaksanaan program kegiatan dan pelayanan yang dilaksanakan Dinas Tata Kota

(2)

Provinsi DKI Jakarta dan sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam melaksanakan tugas dan fungsinya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terangkum dan tersusun dalam Laporan Tahunan Dinas Tata Kota.

Dalam penyusunan Laporan Tahunan ini tentunya tidak lepas dari upaya Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta untuk menilai keberhasilan kinerjanya dalam pelaksanaan program-program tahunan yang telah ditetapkan dan keterkaitannya dengan program-program lima tahunan, yang tertuang dalam Rencana Strategis Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta tahun 2003-2007. Hal ini juga berkaitan dengan paradigma baru pembangunan sebagai jawaban dari tuntutan reformasi, sehingga mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas Tata Kota untuk menjalankan tata

pemerintahan yang baik (Good Governance). Dengan sikap masyarakat yang semakin kritis di era keterbukaan sekarang ini, Dinas Tata Kota dituntut untuk terus meningkatkan kinerjanya. Buku laporan tahunan ini yang memuat kegiatan dan hasil-hasil yang dicapai oleh Dinas Tata Kota di tahun 2007 diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan kegiatan di tahun berjalan dan menjadi arahan bagi pelaksanaan program yang akan datang, terutama dalam peningkatan mutu perencanaan kota maupun dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di DKI Jakarta.

1.2

maksud dan tujuan kegiatan

1.2.1

maksud kegiatan

Maksud kegiatan ini adalah untuk menyusun Laporan Tahunan Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta dalam rangka monitoring dan evaluasi program kerja dan pelayanan ketatakotaan dalam 1 (satu) tahun anggaran 2007.

(3)

1.2.2

tujuan kegiatan

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas program kerja dan pelayanan ketatakotaan di lingkungan Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta dengan diperolehnya informasi yang menggambarkan keberhasilan, hambatan dan kendala serta pemecahan permasalahan dalam pelaksanaan tupoksi Dinas Tata Kota di Tahun Anggaran 2007.

1.3

manfaat hasil kegiatan

Manfaat dari hasil kegiatan ini adalah :

1. Sebagai upaya Pemda Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas program kerja dan pelayanannya;

2. Sebagai bahan evaluasi bagi program kerja Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta serta perbaikan program kerja dan kegiatan-kegiatan di tahun anggaran berikutnya.

1.4

hasil yang diharapkan

Adapun hasil yang diharapkan adalah tersusunnya Laporan Tahunan Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta yang berisikan informasi hasil pelaksanaan tupoksi Dinas Tata Kota Tahun Anggaran 2007 sebagai bahan evaluasi untuk pelaksanaan program kerja dan pelayanan di tahun anggaran selanjutnya.

(4)

2.1

data umum organisasi

2.1.1

dasar hukum

Dasar hukum dari Dinas Tata Kota mengacu kepada :

a. Peraturan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 6 tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta;

b. Peraturan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 tahun 2001 tentang Bentuk Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta;

c. Peraturan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1 Tahun 2006 tentang Retribusi Daerah;

d. Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 147 tahun 2000 tentang Pendelegasian Kewenangan Pelayanan Penetapan Ketetapan Rencana Kota (KRK) dan Penerbitan Izin Pendahuluan (IP) Mendirikan Bangunan pada Seksi Kecamatan di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta;

e. Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 140 tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Tata Kota Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta;

(5)

f. Dokumen Pelaksana Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Dinas Tata Kota Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun Anggaran 2007 Nomor : 058/DPA/2007 Tanggal 2 April 2007.

2.1.2

visi dinas tata kota

Terwujudnya tata ruang yang dapat mewadahi kegiatan seluruh warga secara berkesinambungan dan siap menghadapi tantangan globalisasi dunia.

2.1.3

misi dinas tata kota

a. Menjabarkan kebijakan pengembangan kota ke dalam rencana rinci tata ruang; b. Menumbuhkembangkan profesionalitas SDM dalam penataan ruang kota;

c. Menumbuhkembangkan, memperkuat dan memberdayakan manajemen penataan ruang kota; d. Mengembangkan dan memberdayakan aplikasi teknologi informasi dalam penataan ruang kota.

2.1.4

tujuan

a. Meningkatkan upaya-upaya pengembangan profesionalitas dan pemberdayaan SDM dalam penataan ruang kota, guna mencegah dan atau menghilangkan hambatan-hambatan internal dan eksternal dalam rangka menumbuhkembangkan kesefahaman, kesamaan dan pemantapan persepsi akan arti penting penataan ruang kota; b. Meningkatkan pelayanan publik dalam pemberian layanan informasi dan layanan teknis penataan ruang kota;

(6)

c. Meningkatkan kapasitas dan peran kelembagaan, sehingga semakin efektif upaya penegasan, pengawasan, pemantapan dan kepastian hukum penataan ruang kota;

d. Meningkatkan manajemen penataan ruang kota termasuk di dalamnya meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana dalam rangka membangun persepsi mengenai arti pentingnya upaya penataan ruang kota; e. Meningkatkan pengembangan dan pemberdayaan sistem informasi sibernetik tentang penataan ruang kota yang

mudah, cepat dan murah bagi kalangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan stakeholder lainnya;

f. Meningkatkan penyelenggaraan aplikasi komputerisasiuntuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi.

2.1.5

sasaran

a. Meningkatnya upaya-upaya pengembangan profesionalitas dan pemberdayaan SDM dalam penataan ruang kota, guna mencegah dan atau menghilangkan hambatan-hambatan internal dan eksternal dalam rangka menumbuhkembangkan kesefahaman, kesamaan dan pemantapan persepsi akan arti penting penataan ruang kota; b. Meningkatnya pelayanan publik dalam pemberian layanan informasi dan layanan teknis penataan ruang kota;

c. Meningkatnya kapasitas dan peran kelembagaan sehingga semakin efektif upaya penegasan, pengawasan, pemantapan dan kepastian hukum penataan ruang kota;

d. Meningkatnya manajemen penataan ruang kota termasuk di dalamnya meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana dalam rangka membangun persepsi mengenai arti pentingnya upaya penataan ruang kota; e. Meningkatnya pengembangan dan pemberdayaan sistem informasi sibernetik tentang penataan ruang kota yang

mudah, cepat dan murah bagi kalangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan stakeholder lainnya;

f. Meningkatnya penyelenggaraan aplikasi komputerisasi untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi.

(7)

2.1.6

tugas pokok

Merumuskan kebijakan pengembangan kota ke dalam Rencana Teknik Ruang Kota, menyusun panduan rancang kota dan melaksanakan pelayanan kepada masyarakat di bidang penataan ruang kota.

2.1.7

fungsi

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang penataan ruang kota yang mencakup kebijakan perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang kota;

b. Survei dan pendataan primer dan atau sekunder baik untuk keperluan penataan ruang kota maupun penyusunan pedoman teknis perencanaan unsur kota;

c. Pengkajian struktur ruang kota yang meliputi persebaran dan kepadatan penduduk, peruntukan lahan, jaringan prasarana wilayah dan intensitas ruang kota untuk keperluan penjabaran rencana tata ruang dan atau evaluasi rencana tata ruang kota;

d. Perumusan arahan rencana tata ruang baik dua maupun tiga dimensi dalam rangka pengembangan kawasan baru, perbaikan lingkungan, peremajaan lingkungan dan pemugaran lingkungan;

e. Penyiapan rencana prasarana dan sarana kota yang diperlukan oleh instansi teknis maupun masyarakat; f. Pengkajian kelayakan pemanfaatan lahan untuk informasi dasar perencanaan lokasi;

g. Pelayanan pengukuran tanah untuk informasi dasar perencanaan lokasi;

h. Pengkajian untuk menyajikan informasi dan publikasi untuk mewujudkan keterbukaan rencana kota dalam rangka peningkatan peran serta masyarakat di bidang penataan ruang;

i. Pemberian izin tertentu/ rekomendasi rencana kota; j. Pemungutan retribusi di bidang ketatakotaan;

(8)

k. Pembinaan teknis operasional di bidang ketatakotaan; l. Pengelolaan dukungan teknis dan administratif; m. Pembinaan teknis pelaksanaan kegiatan Suku Dinas.

2.2

bidang/ sektor

Mengacu pada kebijakan umum Pemerintah Provinsi dan Struktur Program Pembangunan Provinsi DKI Jakarta tahun 2007, maka bidang/sektor/program kegiatan sesuai dengan tugas pokok Dinas Tata Kota adalah sebagai berikut :

Bidang : Sarana dan Prasarana Kota Fungsi : Tata Ruang

Program : ƒ Perencanaan Ruang

ƒ Pemanfaatan dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang

ƒ Pengembangan Kawasan Khusus/Strategis

2.3

program kerja/ kegiatan serta anggaran/ biaya

Dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, berdasarkan DPA-SKPD Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta Nomor: 058/DPA/2007 tanggal 2 April 2007, Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta mendapatkan anggaran sebesar Rp. 39.596.840.466,00 yang dikelompokkan ke dalam Anggaran Belanja Langsung sebesar Rp. 12.177.138.107,00 dan Anggaran Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 27.419.702.359,00.

(9)

2.3.1

anggaran belanja langsung

Generalisasi tugas pokok dan fungsi Dinas Tata Kota, meliputi kegiatan-kegiatan penting yang ditangani seksi-seksi di lingkungan Dinas Tata Kota, yaitu sebagai berikut :

a. Bidang Penjabaran Rencana Tata Ruang, terdiri atas : 1. Pengukuran dan Pengolahan Data Dasar Perencanaan; 2. Pengkajian Struktur Ruang Kota;

3. Perencanaan Pengembangan Ruang Kota; 4. Perencanaan Prasarana dan Sarana Kota;

5. Pengkajian dan Pengendalian Pemanfaatan Lahan;

6. Pengkajian dan Pembinaan Teknis Operasional Ketatakotaan; 7. Penanganan Ketatausahaan;

8. Pengadaan Peralatan bagi Perencanaan dan Pelayanan. b. Bidang Pelayanan Ketatakotaan kepada Masyarakat, meliputi:

1. Pencetakan Peta Tematis Ketatakotaan; 2. Pengukuran Situasi Tanah;

3. Ketetapan Rencana Kota (KRK);

4. Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB) dan Rencana Tata Letak Bangun Bangunan (Reklame); 5. Pematokan untuk Penerapan Rencana Kota;

6. Survei dan Perencanaan Trace Jalur Jalan, Jembatan, Saluran atau Utilitas; 7. Penataan Perpetakan pada Jalur Jalan Utama dan Sekunder;

8. Pemungutan Retribusi Persetujuan Prinsip Penyesuaian Rencana Peruntukan Tanah;

(10)

9. Pemungutan Retribusi Persetujuan Prinsip atas Kelebihan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Ketinggian Bangunan;

10. Pemungutan Retribusi Persetujuan Prinsip Pembebasan Lokasi/ Lahan (SP3L); 11. Pemungutan Retribusi Ijin Penunjukkan Penggunaan Tanah (SIPPT).

c. Bidang Pemungutan Retribusi, meliputi kegiatan pemungutan retribusi pada kesebelas bidang pelayanan pada butir (b) diatas.

d. Bidang Kegiatan selaku Sekretariat Badan Pertimbangan Urusan Tanah.

Pengelolaan Anggaran Belanja Langsung terdiri dari 3 (tiga) program dengan rincian :

No. Uraian Anggaran Realisasi %

I. Perencanaan Ruang Rp. 6.914.638.107 Rp. 3.839.534.085 55.52 II. Pemanfaatan dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Rp. 4.272.500.000 Rp. 696.304.948 16.29 III. Pengembangan Kawasan Khusus/ Strategis Rp. 990.000.000 Rp. 0 0 Jumlah Rp. 12.177.138.107 Rp. 4.535.839.033 37.24

10

(11)

Untuk lebih rincinya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 2.1 : Rincian Kegiatan Belanja Langsung Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2007

PROGRAM / KEGIATAN / RINCIAN KEGIATAN ANGGARAN

(Rp.)

REALISASI (Rp.)

01 PERENCANAAN RUANG 6.914.638.107 3.839.534.085

001 PENGUATAN ORGANISASI KETATAKOTAAN 1.021.500.000 910.149.933

001 Penyusunan Program Kerja DTK 2008 157.500.000 137.096.688

002 Pembinaan Teknis Operasional Ketatakotaan 144.000.000 114.281.450

003 Pelatihan Pelayanan Administrasi dan Grafis Ketatakotaan 90.000.000 68.807.785

004 Pelatihan dan Penyegaran Tugas Pokok Perencanaan dan Pelayanan

Ketatakotaan

90.000.000 89.804.760

005 Sertifikasi ISO 9001:2000 157.500.000 145.341.425

006 Penunjang Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 202.500.000 187.722.575

007 Evaluasi Program Kerja/ Renstra SKPD 2002-2007 90.000.000 83.645.250

008 Penyusunan Renstra SKPD 2007-2012 90.000.000 83.450.000

002 PENGOLAHAN DATA DASAR 450.000.000 418.199.349

001 Opname Lapangan Daerah Terbangun 90.000.000 85.383.100

004 Peningkatan Informasi Peta Data Dasar 45.000.000 40.364.375

005 Upgrading dan Updating Peta Operasional Pelayanan 270.000.000 251.788.574

007 Survey dan Pendataan Titik Ikat Lapangan 45.000.000 40.663.300

003 PENGKAJIAN STRUKTUR RUANG KOTA 2.250.000.000 340.964.936

001 Desiminasi dan Penetapan Peraturan tentang Pedoman Pembuatan Panduan Rancang Kota

180.000.000 170.462.468

002 Desiminasi dan Penetapan Peraturan tentang Pedoman Pembuatan Rencana Tata Ruang Bawah Tanah

180.000.000 170.502.468

(12)

PROGRAM / KEGIATAN / RINCIAN KEGIATAN ANGGARAN (Rp.)

REALISASI (Rp.)

004 Penyusunan RRTRW-Kecamatan 1.890.000.000 0

004 PEMBINAAN ADMINISTRASI UMUM DAN KEUANGAN 72.000.000 63.735.757

001 Pemutakhiran Data Ketatausahaan 27.000.000 26.610.757

002 Penyusutan Arsip Dinas 45.000.000 37.125.000

005 PENGADAAN PERALATAN PENUNJANG TI KETATAKOTAAN 147.148.107 132.860.750

001 Pengadaan Personal Komputer 90.000.000 87.439.000

002 Pengadaan Notebook (Laptop) 39.148.107 31.735.000

003 Pengadaan Printer Colour A3 18.000.000 13.686.750

006 SOSIALISASI DAN PEMBINAAN PERENCANAAN KOTA 427.500.000 404.644.242

001 Pengelolaan Infobox Jakarta 67.500.000 63.998.200

002 Pembuatan Materi Exhibition Center Ketatakotaan 360.000.000 340.646.042

007 PENDUKUNG KEGIATAN OPERASIONAL KANTOR 146.490.000 134.970.000

001 Upah Pegawai Tidak Tetap 113.490.000 109.560.000

002 Tunjangan Kesra PTT 33.000.000 25.410.000

008 BUSWAY (KORIDOR 9 DAN 10) 900.000.000 0

001 Perencanaan dan Penarikan Trace Jalur Bus Priority (Koridor 9 dan 10), Pembuatan KRK dan TLB Halte Bus serta JPO

900.000.000 0

009 PENGUATAN AKTIFITAS MASYARAKAT TERHADAP TATA RUANG 1.500.000.000 1.434.009.118

001 Sosialisasi Pelayanan Ketatakotaan kepada Masyarakat 250.000.000 238.047.192

002 Sosialisasi Ketatakotaan kepada Lembaga Pendidikan 250.000.000 237.149.942

003 Sosialisasi Ketatakotaan melalui Media Massa 500.000.000 481.614.242

004 Dialog Interaktif tentang Penataan Kota Jakarta 500.000.000 477.197.742

02 PEMANFAATAN DAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG 4.272.500.000 696.304.948

001 MONITORING / EVALUASI PROGRAM KERJA DAN PELAYANAN KETATAKOTAAN 540.000.000 405.500.546

(13)

PROGRAM / KEGIATAN / RINCIAN KEGIATAN ANGGARAN (Rp.)

REALISASI (Rp.)

002 Penyusunan Laporan Pelaksanaan Program Kerja Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta

90.000.000 0

003 Penyusunan LAKIP Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta 67.500.000 62.841.380

004 Penyusunan Laporan Tahunan DTK Provinsi DKI Jakarta 45.000.000 40.339.850

006 Pengembangan dan Pembangunan Sistem Integrasi Aplikasi Administrasi dan Data Spasial (GIS)

270.000.000 240.845.816

007 Updating Materi Basis Data Ketatakotaan (KRK, RTLB dan SIPPT) 67.500.000 61.473.500

002 PERENCANAAN PRASARANA DAN SARANA KOTA 3.575.000.000 134.432.470

001 Pembuatan Masterplan Pola Penyebaran SPBU dan SPBG di Wilayah DKI Jakarta 450.000.000 0

003 Pembuatan Trace Jalan untuk Aksesibilitas ke Sentra Primer Timur 135.000.000 134.432.470

004 Perencanaan dan Persebaran Pola Ruang Terbuka Hijau di Wilayah DKI Jakarta 360.000.000 0

005 Penataan Pola Persebaran Menara Telekomunikasi 2.450.000.000 0

006 Pembangunan Sistem Informasi Sarana Pendidikan (SD-SMP-SMU) 180.000.000 0

003 PENGKAJIAN PEMANFAATAN LAHAN 157.500.000 156.371.932

001 Pengkajian Pemanfaatan Lahan 90.000.000 89.549.500

002 Sinkronisasi LRK 1:1000 di 5 SDTK Kodya 67.500.000 66.822.432

03 PENGEMBANGAN KAWASAN KHUSUS / STRATEGIS 990.000.000 0

001 PERENCANAAN PENGEMBANGAN RUANG KOTA 540.000.000 0

001 Penyusunan Panduan Rancang Kota Sentra Primer Timur 540.000.000 0

002 PERENCANAAN PENATAAN KAWASAN KOTA TUA 450.000.000 0

001 Penyusunan Rencana Teknik Ruang Kota (RTRK) Kawasan Kota Tua (Kawasan Fatahillah dan sekitarnya)

450.000.000 0

JUMLAH TOTAL ANGGARAN BELANJA LANGSUNG 12.177.138.107 4.535.839.033

(14)

Dari anggaran Belanja Langsung Tahun 2007 terserap sebesar Rp. 4.535.839.033 atau 37.24 % dari anggaran yang tersedia sebesar Rp. 12.177.138.107. Kecilnya persentase penyerapan anggaran disebabkan karena tidak semua rincian kegiatan dapat diserap. Hal ini disebabkan karena kurangnya waktu pelaksanaan rincian kegiatan tersebut, sehingga rincian kegiatan tersebut ditunda/ dibatalkan.

2.3.2

anggaran belanja tidak langsung

Anggaran Belanja Tidak Langsung Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta tahun 2007 dibagi menjadi 2 (dua) program dengan rincian :

No. Uraian Anggaran Realisasi %

I. Aparatur Daerah

1. Belanja Pegawai Rp. 24.280.264.659 Rp. 21.678.990.451 89.28 2. Belanja Barang dan Jasa Rp. 1.748.875.700 Rp. 1.461.314.214 83.55 3. Belanja Pemeliharaan Rp. 800.000.000 Rp. 491.080.071 61.38

II. Pelayanan Publik

1. Belanja Barang dan Jasa Rp. 590.562.000 Rp. 480.868.516 81.42

Jumlah Rp. 27.419.702.359 Rp. 24.112.253.252 87.93

(15)

Untuk lebih rinci dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 2.2 : Rincian Kegiatan Belanja Tidak Langsung Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2007

URAIAN PENGGUNAAN ANGGARAN ANGGARAN

(Rp.)

REALISASI (Rp.)

I. APARATUR DAERAH 26.829.140.359 23.631.384.736

01 BELANJA PEGAWAI 24.280.264.659 21.678.990.451

001 GAJI DAN TUNJANGAN PEGAWAI 5.145.546.459 4.675.334.351

001 Gaji Pokok 3.477.817.896 3.205.908.600

002 Tunjangan Keluarga 383.982.308 337.462.514

003 Tunjangan Jabatan 305.805.500 358.540.000

004 Tunjangan Non Struktural 392.262.000 299.240.000

005 Tunjangan Khusus (PPh) 165.725.181 165.256.158

006 Tunjangan Beras 419.813.823 308.828.298

007 Pembulatan Gaji 139.751 98.781

002 TUNJANGAN PEGAWAI 18.984.718.200 16.868.159.100

001 Tunjangan Penambahan Penghasilan 18.984.718.200 16.868.159.100

003 BIAYA PEMBINAAN ROHANI PEGAWAI 150.000.000 135.500.000

001 Biaya Ceramah Agama 150.000.000 135.500.000

02 BELANJA BARANG DAN JASA 1.748.875.700 1.461.314.214

001 BIAYA BAHAN PAKAI HABIS 1.175.102.700 1.040.525.018

001 Biaya Alat Tulis Kantor 779.746.700 675.687.208

002 Biaya Perkakas Kerja (Pakai Habis) 54.414.000 47.630.000

003 Biaya Sarana Penunjang Teknologi Informasi dan Komunikasi 340.942.000 317.207.810

002 BIAYA JASA 107.500.000 86.684.500

(16)

URAIAN PENGGUNAAN ANGGARAN ANGGARAN (Rp.)

REALISASI (Rp.)

001 Biaya Koran /Majalah /Media Cetak 7.500.000 7.484.500

002 Biaya Registrasi / Keanggotaan 100.000.000 79.200.000

003 BIAYA CETAKAN UMUM 256.273.000 185.878.042

001 Biaya Kop Surat Dinas 3.773.000 3.630.000

002 Biaya Amplop Dinas 4.532.000 4.526.500

003 Biaya Map Dinas 243.700.000 173.651.542

004 Biaya Lembar Disposisi 3.168.000 3.014.000

005 Biaya Lembar Pengantar 1.100.000 1.056.000

004 BIAYA SEWA 90.000.000 68.656.454

001 Biaya Sewa Mesin Fotocopy 90.000.000 68.656.454

005 BIAYA AKOMODASI 120.000.000 79.570.200

001 Biaya Konsumsi 120.000.000 79.570.200

03 BELANJA PEMELIHARAAN 800.000.000 491.080.071

001 BELANJA PEMELIHARAAN ALAT-ALAT ANGKUTAN 286.518.320 159.763.579

001 Belanja Pemeliharaan Alat Angkutan Darat Bermotor 286.518.320 159.763.579

002 BELANJA PEMELIHARAAN ALAT-ALAT KANTOR DAN RUMAH TANGGA 257.090.780 144.071.536

001 Belanja Pemeliharaan Alat Kantor 28.961.856 9.346.150

002 Belanja Pemeliharaan Teknologi Informasi dan Komunikasi 228.128.924 134.725.386

003 BELANJA PEMELIHARAAN ALAT STUDIO DAN ALAT KOMUNIKASI 241.390.900 172.807.456

001 Belanja Pemeliharaan Alat Studio 241.390.900 172.807.456

004 BELANJA PEMELIHARAAN BUKU DAN PERPUSTAKAAN 15.000.000 14.437.500

001 Barang-barang Perpustakaan 15.000.000 14.437.500

II. PELAYANAN PUBLIK 590.562.000 480.868.516

01 BELANJA BARANG DAN JASA 590.562.000 480.868.516

(17)

URAIAN PENGGUNAAN ANGGARAN ANGGARAN (Rp.)

REALISASI (Rp.)

001 BELANJA CETAKAN KHUSUS 590.562.000 480.868.516

001 Biaya Cetakan Form Kalkir Blok Plan 590.562.000 480.868.516

JUMLAH TOTAL ANGGARAN BELANJA TIDAK LANGSUNG 27.419.702.359 24.112.253.252

Dari Anggaran Belanja Tidak Langsung pada tahun 2007 terserap sebesar Rp. 24.112.253.252 atau 87.93 % dari anggaran yang tersedia sebesar Rp. 27.419.702.359.

2.4

tujuan/ sasaran

Tujuan dari pelaksanaan program kerja/ kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2007 pada dasarnya bertitik tolak dari misi dan visi pembangunan sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Strategis DTK Provinsi DKI Jakarta 2003-2007.

Pelaksanaan program kerja/ kegiatan tahun 2007 dimasukan ke dalam kegiatan Belanja Langsung dan kegiatan Belanja Tidak Langsung. Pada prinsipnya penggolongan kegiatan Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung dilakukan secara saling terkait dan mengisi agar visi dan misi dinas dalam penataan ruang kota di DKI Jakarta tetap tercapai.

(18)

3.1

pelaksanaan tupoksi

3.1.1

dinas tata kota provinsi dki jakarta

Penyelenggaraan tugas Dinas Tata kota yang memberikan pengarahan dan petunjuk dalam rangka kegiatan pembangunan fisik kota bertujuan menciptakan kesadaran masyarakat untuk berperan serta aktif dalam setiap usaha yang menyangkut perencanaan pembangunan fisik sesuai dengan rencana kota yang telah digariskan demi tercapainya pembangunan kota yang tertib, teratur, terarah dan indah. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 140 Tahun 2001, tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Tata Kota Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Susunan Organisasi Dinas Tata Kota terdiri dari :

1. Kepala Dinas

Kepala Dinas mempunyai tugas :

ƒ Memimpin dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Tata Kota;

ƒ Memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan Bagian, Sub Dinas, Suku Dinas dan Kelompok Jabatan Fungsional;

(19)

ƒ Kepala Dinas dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh seorang Wakil Kepala Dinas.

2. Wakil Kepala Dinas

Wakil Kepala Dinas mempunyai tugas :

ƒ Membantu Kepala Dinas dalam memimpin pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Tata Kota;

ƒ Menyelenggarakan koordinasi dan pengendalian atas pelaksanaan segala kebijaksanaan yang ditetapkan Kepala Dinas;

ƒ Mewakili Kepala Dinas apabila Kepala Dinas berhalangan melaksanakan tugasnya;

ƒ Dalam melaksanakan tugasnya Wakil Kepala Dinas bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.

3. Bagian Tata Usaha

Bagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha terdiri dari :

ƒ Sub Bagian Umum, mempunyai tugas :

- Menerima, mencatat dan menyampaikan surat masuk dan keluar; - Melaksanakan pengendalian dan penggandaan naskah dinas;

- Menyusun, memberi nomor, cap stempel, mengatur penyiapan dan menyajikan surat-surat atau arsip.

ƒ Sub Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga, mempunyai tugas :

- Menyusun rencana kebutuhan dan melaksanakan pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian serta pemeliharaan perlengkapan kantor dan pelaksanaan teknis;

- Mengurus penggunaan dan memelihara barang-barang inventaris dinas;

- Mengendalikan pelaksanaan pengadaan barang dan kerumahtanggaan serta penyajian laporan dan arsip data perlengkapan barang dan rumah tangga;

(20)

- Menyelenggarakan urusan kerumahtanggaan, termasuk menyiapkan keperluan rapat, pertemuan, upacara atau kegiatan protokoler serta melaksanakan tugas menjaga tata tertib dan kebiasaan lingkungan kerja.

ƒ Sub Bagian Kepegawaian, mempunyai tugas :

- Menyusun, menyimpan dan memelihara berkas dan arsip kepegawaian; - Menyiapkan dan menyajikan data kepegawaian;

- Mengurus dan menyiapkan kelengkapan administrasi dalam rangka peningkatan kemampuan pegawai;

- Mengurus dan menyiapkan bahan mutasi, pengangkatan dalam jabatan, pemerintahan, kenaikan gaji, cuti, kenaikan pangkat dan pensiun pegawai;

- Memantau dan memproses pelaksanaan disiplin pegawai;

- Mengurus dan mengusahakan kesejahteraan pegawai dan keluarganya.

ƒ Sub Bagian Anggaran, mempunyai tugas :

- Melaksanakan kegiatan pengelolaan anggaran belanja rutin meliputi menerima, menyimpan, membayar dan mempertanggungjawabkan atas pelaksanaan anggaran;

- Menyusun rencana anggaran belanja rutin dan anggaran belanja pembangunan;

- Melakukan pengendalian atas pelaksanaan anggaran serta menyusun laporan realisasi keuangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pemutakhiran data;

- Melaksanakan pembukuan anggaran rutin dan belanja pembangunan;

- Menyiapkan dan memproses pembayaran gaji, uang kesra dan tunjangan pegawai lainnya, serta melakukan pemeriksaan posisi kas serta menghimpun dan menyetor PPh 21, 22 dan PPn;

- Melaksanakan pembinaan teknis di bidang administrasi keuangan yang mencakup anggaran belanja rutin dan belanja pembangunan.

(21)

ƒ Sub Bagian Pendapatan, mempunyai tugas :

- Melaksanakan kegiatan pengelolaan keuangan yang berhubungan dengan pendapatan di bidang retribusi yang meliputi Balai Dinas, Suku Dinas dan Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan;

- Menghimpun usulan dan menyusun rancangan target penerimaan retribusi pelayanan ketatakotaan;

- Melaksanakan pembukuan atas pungutan retribusi berdasarkan ayat-ayat penerimaan serta menyusun laporan atas realisasi penerimaan retribusi untuk disampaikan ke instansi terkait;

- Meneliti, mengevaluasi serta mengadakan usaha-usaha intensifikasi dan ekstensifikasi dalam rangka peningkatan penerimaan retribusi;

- Melaksanaan koordinasi dengan instansi terkait dalam hal konfirmasi data penerimaan retribusi dan proses penyelesaian permohonan keberatan dari wajib retribusi;

- Melaksanakan pembinaan teknis pembukuan di lingkungan Dinas Tata Kota, Suku Dinas Tata Kota dan Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan.

Setiap Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Tata Usaha

4. Sub Dinas Bina Program

Sub Dinas Bina Program mempunyai tugas melaksanakan pendataan dalam rangka penyusunan program kerja dinas jangka menengah dan tahunan, evaluasi kinerja dan akuntabilitas organisasi dan pengendaliannya serta pembinaan teknis ketatakotaan dalam rangka peningkatan kemampuan.

Untuk menjalankan tugasnya, Sub Dinas Bina Program mempunyai fungsi :

ƒ Pendataan dalam rangka pengkajian system informasi dan pengembangan kegiatan organisasi;

ƒ Penyusunan dan pemaduan program kerja organisasi;

(22)

ƒ Evaluasi kinerja penjabaran rencana tata ruang kota dan pelayanan kepada masyarakat;

ƒ Pembinaan teknis operasional di bidang ketatakotaan dan penyusunan peraturan dan panduan ketatalaksanaan pelayanan masyarakat;

ƒ Pemantauan kinerja dan akuntabilitas serta pemodelan kebijakan pengembangan ruang kota.

Sub Dinas Bina Program terdiri dari :

ƒ Seksi Penyusunan dan Pemaduan Program Kerja, mempunyai tugas :

- Menyusun dan menyajikan program kerja dinas secara menyeluruh berdasarkan program kerja masing-masing subdinas, suku dinas dan bagian;

- Menyusun dan menyajikan rencana anggaran kegiatan dinas;

- Mensinergikan program kerja tahunan antara dinas dengan suku dinas serta antara seksi dan atau subbagian; - Menyusun rencana pelaksanaan program pembinaan teknis ketatakotaan, termasuk bidang perencanaan dan

pelayanan masyarakat;

- Menyiapkan sumber daya manusia untuk diusulkan mengikuti program pendidikan perjenjangan dan pelatihan teknis fungsional.

ƒ Seksi Evaluasi Pelayanan, mempunyai tugas :

- Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program kerja;

- Mengevaluasi pelaksanaan prosedur dan mekanisme kerja sistem pelayanan; - Mengevaluasi hasil pelayanan ketatakotaan secara berkala;

- Menyusun dan menyajikan laporan tahunan dinas;

- Menyusun dan menyajikan laporan evaluasi kinerja dan akuntabilitas dinas;

- Menyiapkan bahan-bahan tanggapan atas keluhan masyarakat di bidang pelayanan ketatakotaan; - Menyusun arahan dan melaksanakan sosialisasi pelaksanaan program kerja.

(23)

ƒ Seksi Pemantauan dan Pemodelan, mempunyai tugas :

- Mengolah dan menyajikan data informasi untuk pengembangan kegiatan dinas; - Menghimpun peraturan-peraturan yang berhubungan dengan kegiatan ketatakotaan; - Merancang dan mengembangkan sistem informasi ketatakotaan;

- Menyusun model pengkajian kebijakan dan pengembangan kegiatan ketatakotaan;

- Menyelenggarakan kegiatan studio teknik yang meliputi pembuatan desain sistem dan pemutakhiran informasi bagi publik;

- Mengkoordinasikan penyediaan bahan publikasi dan penyelenggaraan pembudayaan aspek ketatakotaan di Kotamadya, Kecamatan dan Kelurahan bersama Suku Dinas Tata Kota;

- Menyelenggarakan kegiatan keputusan dinas.

5. Sub Dinas Pengkajian Struktur Ruang Kota

Sub Dinas Pengkajian Struktur Ruang Kota mempunyai tugas menyelenggarakan pengkajian struktur ruang kota melalui kegiatan survey, analisis, perumusan rencana kota dan evaluasi rencana tata ruang wilayah serta menyiapkan peraturan dan pedoman teknis dan penggandaan peta, dokumentasi, publikasi rencana kota.

Untuk menjalankan tugasnya, Sub Dinas Pengkajian Struktur Ruang Kota mempunyai fungsi :

ƒ Perencanaan struktur tata ruang wilayah regional dan kota;

ƒ Evaluasi rencana struktur tata ruang kota, meliputi kependudukan, aktifitas kota, jaringan prasarana dan intensitas ruang;

ƒ Pengkajian dan penyusunan peraturan dan pedoman teknis perencanaan tata ruang kota.

(24)

Sub Dinas Pengkajian Struktur Ruang Kota terdiri dari :

ƒ Seksi Perencanaan Struktur Ruang Kota, mempunyai tugas : - Menghimpun data perkembangan kota;

- Mempersiapkan pengkajian atas perkembangan tata ruang kota berdasarkan aspek fisik, sosial ekonomi dan sosial budaya serta hukum tata lingkungan;

- Mempersiapkan penyusunan data ruang makro kota;

- Memberikan arahan persebaran penduduk, pengembangan aktifitas, sistem jaringan dan intensitas ruang.

ƒ Seksi Evaluasi Rencana Ruang Kota, mempunyai tugas :

- Menyelenggarakan evaluasi rencana ruang kota pada bagian jenjang rencana; - Melaksanakan komputerisasi perencanaan pada berbagai jenjang rencana.

ƒ Seksi Pengembangan Peraturan dan Pedoman, mempunyai tugas :

- Menyusun peraturan pelaksanaan dan pengendalian pembangunan kota serta penyempurnaannya;

- Menyusun pedoman teknis penjabaran rencana makro ke dalam rencana mikro kawasan ataupun unsur kota; - Menyusun metodologi evaluasi pada berbagai jenjang rencana;

- Menyusun mekanisme peran serta masyarakat pada berbagai jenjang rencana;

- Mengumpulkan, memelihara dan menyajikan produk perundang-undangan yang berkaitan dengan rencana tata ruang.

6. Sub Dinas Perencanaan Pengembangan Ruang Kota

Sub Dinas Perencanaan Pengembangan Ruang Kota mempunyai tugas penyelenggaraan perencanaan pengembangan pola tata ruang kota, perencanaan tata lingkungan serta arah dan tahapan pembangunan lingkungan

(25)

perkotaan yang merupakan penjabaran rencana makro menjadi rencana antara dalam rangka pembangunan baru, peremajaan, perbaikan dan pemugaran kota.

Untuk menjalankan tugasnya, Sub Dinas Perencanaan Pengembangan Ruang kota mempunyai fungsi :

ƒ Pengkajian struktur tata ruang dalam rangka perencanaan kawasan dan lingkungan;

ƒ Pengkajian struktur tata ruang dalam rangka perencanaan peremajaan dan perbaikan kota;

ƒ Pengkajian struktur tata ruang dalam rangka pemugaran dan pemeliharaan ruang kota.

Sub Dinas Perencanaan Pengembangan Ruang Kota terdiri dari :

ƒ Seksi Perencanaan Pembangunan Kawasan dan Lingkungan, mempunyai tugas :

- Menyiapkan pola-pola super blok dan blok/perpetakan, peruntukan, tipe bangunan, intensitas bangunan dan ketinggian bangunan dalam rangka pembangunan lingkungan baru;

- Menyiapkan rencana dan petunjuk teknis pembangunan beserta tahapanya; - Menentukan kebutuhan dan alokasi sarana dan prasarana lingkungan; - Mengkaji dan menyiapkan rencana pembangunan terpadu ant lingkungan;

- Menetapkan cara-cara pengembangan potensi lingkungan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat penghuni lingkungan;

- Mengkaji dan menyiapkan penyesuaian rencana peruntukan tanah.

ƒ Seksi Perencanaan, Peremajaan dan Perbaikan Kota, mempunyai tugas :

- Mengadakan pengkajian secara menyeluruh atas lingkungan yang perlu diremajakan dan atau diperbaiki kualitas ruang kotamadya dalam rangka revitalisasi bagian-bagian kota;

(26)

- Menyiapkan pola-pola penataan blok dan lingkungan perpetakan, pola peruntukan tanah, pola intensitas bangunan dan pola ketinggian bangunan serta pola perbaikan dan pembaharuan struktur lingkungan dalam rangka peremajaan;

- Menyiapkan panduan rencana kota yang berisi konsep kawasan, panduan pembangunan kawasan/blok/subblok, pengelolaan kawasan dan starategi tahapan penanganan;

- Mennetukan kebutuhan dan alokasi prasarana maupun sarana lingkungan;

- Mengkaji dan menyiapkan rencana pembangunan terpadu dengan lingkungan sekitarnya.

ƒ Seksi Pemugaran dan Pemeliharaan Ruang Kota, mempunyai tugas :

- Mengadakan pengkajian atas lingkungan yang perlu dilindungi dalam rangka konservasi lingkungan pemugaran;

- Menyiapkan panduan rencana kota yang berisi konsep perlindungan kawasan pemugaran, panduan pembangunan kawasan blok/subblok, pengembangan fasilitas, pengelolaan kawasan dan strategi tahapan penanganan;

- Mengkaji dan menyiapkan rencana pembangunan terpadu dengan lingkungan sekitarnya; - Mengadakan pengkajian atas kualitas ruang kota;

- Menyiapkan panduan teknis pembangunan dalam rangka pemeliharaan dan peningkatan kualitas ruang kota.

7. Sub Dinas Perencanaan Prasarana dan Sarana Kota

Sub Dinas Perencanaan Prasarana dan Sarana Kota mempunyai tugas melakukan analisis untuk menyusun rencana geometrik prasarana dan sarana kota yang meliputi rencana prasarana jalan dan transportasi, utilitas kota, prasarana tata air, sarana sosial budaya kota dan ruang terbuka hijau dan media luar ruang kota serta pedoman dan petunjuk pelaksanaannya.

(27)

Sub Dinas Perencanaan Prasarana dan Sarana Kota mempunyai fungsi :

ƒ Perencanaan jalan dan transportasi;

ƒ Perencanaan utilitas kota;

ƒ Perencanaan ruang terbuka hijau dan tata air;

ƒ Perencanaan sarana kota yang meliputi sarana sosial dan sarana budaya.

Sub Dinas ini terdiri dari 4 Seksi, yaitu :

ƒ Seksi Perencanaan Jalan dan Transportasi, mempunyai tugas :

- Melakukan penelitian, evaluasi dan kajian dalam rangka mengusulkan sistem, pola dan hirarki jeringan jalan;

- Menyiapkan dan mengembangkan petunjuk teknis yang berkenaan dengan perencanaan jeringan jalan dan drainasenya;

- Mengadakan penelitian, evaluasi dan pengkajian dalam rangka mengusulkan sistem dan pola transportasi kota dan sarana pelengkapnya;

- Menyusun petunjuk teknis yang berkaitan dengan pola transportasi kota.

ƒ Seksi Perencanaan Utilitas Kota, mempunyai tugas :

- Mengadakan penelitian, evaluasi dan pengkajian sistem serta usulan pola utilitas meliputi jeringan listrik, air minum, telekomunikasi, gas dan jeringan utilitas kota lainnya;

- Membuat petunjuk teknis pengarahan berkenaan dengan perencanaan utilitas kota.

(28)

ƒ Seksi Perencanaan Ruang Terbuka Hijau dan Tata Air, mempunyai tugas :

- Mengadakan penelitian, evaluasi dan pengkajian dalam rangka mengusulkan pola ruang terbuka hijau dan rekreasi;

- Membuat usulan petunjuk teknis pengarahan yang berkenaan dengan ruang terbuka hijau dan rekreasi; - Membuat usulan petunjuk teknis pengarahan yang berkenaan dengan perencanaan tata air, jeringan saluran

makro pengendalian banjir, waduk dan air limbah;

- Mengadakan penelitian, evaluasi dan kajian dalam rangka mengusulkan sistem dan pola kebijaksanaan tata air, jeringan saluran makro pengendalian banjir, waduk dan air limbah.

ƒ Seksi Perencanaan Sarana Kota, mempunyai tugas :

- Mengadakan penelitian, evaluasi dan pengkajian dalam rangka mengusulkan sarana social busaya dan ekonomi kota;

- Menyiapkan dan menyusun petunjuk teknis serta penerapan sarana sosial budaya dan ekonomi kota; - Merumuskan dan mengarahkan rencana sarana social budaya dan ekonomi kota;

- Melakukan koordinasi dalam rangka perencanaan pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan sarana kota dengan unit terkait.

8. Sub Dinas Pengkajian Pemanfaatan Lahan

Sub Dinas Pengkajian Pemanfaatan Lahan mempunyai tugas menyelenggarakan pengkajian kelayakan pemanfaatan lahan, penyusunan naskah-naskah perjanjian pengembangan lokasi/lahan dan evaluasi pemanfaatan lahan serta pemberian petunjuk teknis dalam rangka pelaksanaan program kerjasama pembangunan kawasan yang ditetapkan Gubernur.

(29)

Dalam melaksanakan tugasnya, Sub Dinas Pengkajian Pemanfaatan Lahan mempunyai fungsi :

ƒ Pengkajian kelayakan administrasi, ekonomis dan teknis pemanfaatan lahan;

ƒ Pemantauan pemanfaatan lahan dan evaluasi kesesuaian pemanfaatan lahan dengan rencana tata ruang kota;

ƒ Penyusunan rencana teknis dan administrasi pemanfaatan lahan.

Sub Dinas Pengkajian Pemanfaatan Lahan terdiri dari :

ƒ Seksi Pengkajian Kelayakan Pemanfaatan Lahan, mempunyai tugas :

- Mengkaji kelengkapan administrasi dan studi kelayakan pemanfaatan lahan dalam rangka pemberian izin Gubernur;

- Mempersiapkan dan mengusulkan penilaian kelayakan pemanfaatan lahan;

- Menyiapkan hasil penilaian sebagai bahan dalam rangka pengambilan keputusan kebijakan operasional pemanfaatan lahan;

- Mengumpulkan dan merawat dokumen naskah hukum pemanfaatan lahan.

ƒ Seksi Pemantauan dan Evaluasi Pemanfaatan Lahan, mempunyai tugas : - Melaksanakan monitoring kesesuaian pemanfaatan lahan terhadap izin Gubernur; - Menghimpun hasil pendataan di lapangan dan melakukan evaluasi pemanfaatan lahan; - Menyajikan informasi pemanfaatan lahan dan rekomendasi tindakan terhadap penyimpangan.

ƒ Seksi Penyusunan Rencana Teknis dan Administratif Pemanfaatan Lahan, mempunyai tugas : - Menyusun naskah hukum pemanfaatan lahan;

- Melakukan koordinasi dengan unit terkait dalam rangka penyusunan pemanfaatan lahan dalam rangka izin Gubernur.

(30)

9. Sub Dinas Pengendalian Peta Rencana Kota

Sub Dinas Pengendalian Peta Rencana Kota mempunyai tugas melaksanakan pengendalian atas pelaksanaan rencana kota, yang meliputi penerapan rencana kota, pengusulan rencana kota serta mendokumentasikan dan mengadakan peta rencana. Dalam menjalankan tugasnya, Subdin ini mempunyai fungsi :

ƒ Pemantauan ketelitian rencana kota dalam rangka pelayanan masyarakat;

ƒ Penelitian usulan rencana kota dalam rangka pembakuan lembar rencana kota;

ƒ Penelitian lembar rencana kota dalam rangka pengesahan;

ƒ Pendokumentasian dan penggandaan peta rencana.

Sub Dinas Pengendalian Peta Rencana Kota terdiri dari :

ƒ Seksi Pemantauan Rencana Kota, mempunyai tugas :

- Melakukan pemantauan kesesuaian ketetapan rencana kota dengan lembar rencana kota;

- Menyelenggarakan koordinasi penelitian secara periodik terhadap semua peta rencana yang dikeluarkan; - Melaksanakan pembaharuan peta rencana;

- Mengusulkan tindak lanjut hasil pemantapan.

ƒ Seksi Penelitian Usulan Rencana Kota, mempunyai tugas :

- Meneliti dan menilai usulan rencana yang diajukan oleh Suku Dinas Tata Kota dan atau Sub Dinas lain;

- Menampung masalah dan pengaduan yang berkenaan dengan rencana kota atau perkembangan kota serta mengusahakan penyelesaiannya.

ƒ Seksi Legalisasi Rencana Kota, mempunyai tugas :

- Meneliti dan menilai kelengkapan berkas usulan yang diajukan; - Menyelenggarakan perubahan atas usulan rencana kota;

(31)

- Memproses pengesahan usulan rencana kota;

- Menyelenggarakan persidangan yang mempunyai kaitan dengan peningkatan perencanaan; - Menyusun dan menyiapkan laboran hasil sidang dan diskusi serta pertemuan tersebut di atas.

ƒ Seksi Dokumentasi dan Penggandaan Rencana Kota, mempunyai tugas :

- Mengumpulkan, memelihara dan menyajikan produk hukum yang telah diterbitkan;

- Menyusun, menyimpan dan mengadakan copy negatis serta dokumentasi peta rencana kota yang telah diperiksa.

10. Sub Dinas Pengolahan Data Dasar

Sub Dinas Pengolahan Data Dasar mempunyai tugas menyiapkan data dasar perkotaan secara numeris dan grafis untuk perencanaan kota. Dalam melaksanakan tugasnya, Sub Dinas ini mempunyai fungsi :

ƒ Penyelenggaraan survei topografi dan pengolahan data dalam rangka pembakuan peta dasar;

ƒ Pengolahan data digital dalam rangka pembakuan peta dasar;

ƒ Pengolahan data digital sebagai data dasar perencanaan.

Sub Dinas Pengolahan Data Dasar terdiri dari :

ƒ Seksi Survei dan Pemaduan Data Lapangan, mempunyai tugas :

- Menyusun dan menyiapkan kebutuhan prasarana dan sarana pengukuran; - Melaksanakan survei dan pengukuran topografi tanah;

- Melaksanakan pengumpulan data lapangan untuk keperluan perencanaan kota; - Melaksanakan penerapan rencana kota.

(32)

ƒ Seksi Pengolahan Peta Dasar, mempunyai tugas :

- Menyusun, menyiapkan dan menyajikan peta dasar, peta wilayah, peta tematik dalam bentuk digital dan bentuk analog untuk penyusunan rencana kota;

- Menyusun dan menyiapkan program komputerisasi pemetaan;

- Melengkapi data grafis peta dasar dan tingkat kedalamannya secara berkala.

ƒ Seksi Pengolahan Data Dasar Perencanaan, mempunyai tugas :

- Menyusun dan menyiapkansistem pendataan data dasar numerik untuk perencanaan kota; - Melaksanakan pendataan dan pengolahan data dasar perencanaan kota;

- Menyajikan data dasar dan informasi untuk perencanaan kota.

(33)

33

Gambar 3.1 : Struktur Organisasi Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta

SEKSI DINAS TATA KOTA KECAMATAN SUKU DINAS TATA KOTA

SUB BAGIAN TATA USAHA WAKIL Ka. DINAS TATA KOTA

BAGIAN TATA USAHA SUB BAGIAN UMUM SUB BAGIAN PERLENGKAPAN & R.T

SUB BAGIAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN ANGGARAN SUB BAGIAN PENDAPATAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI PERENCANAAN PEMBANGUNAN KAWASAN & LINGKUNGAN SEKSI PERENCANAAN PEREMAJAAN & PERBAIKAN KOTA

SEKSI PEMUGARAN & PEMELIHARAAN RUANG

KOTA SUBDINAS BINA

PROGRAM

SEKSI PEMANTAUAN & PEMODELAN SEKSI PENYULUHAN & PEMADUAN PROGRAM

KERJA

SEKSI EVALUASI PELAYANAN

SUBDINASPENGKAJIAN STRUKTUR RUANG KOTA

SEKSI PERENCANAAN STRUKTUR RUANG KOTA

SEKSI EVALUASI RENCANA RUANG KOTA

SEKSI PENGEMBANGAN PERATURAN & PEDOMAN

SUBDINAS PERENC. PENGEMBANGAN RUANG

KOTA

SUBDINAS PERENC. PRASARANA & SARANA

KOTA

SEKSI PERENCANAAN UTILITAS KOTA SEKSI PERENCANAAN JALAN & TRASNPORTASI

SEKSI PERENCANAAN RTH & TATA AIR

SEKSI PERENCANAAN SARANA KOTA SUBDINAS PENGKAJIAN PEMANFAATAN LAHAN SEKSI PENGKAJIAN KELAYAKAN PEMANFAATAN LAHAN

SEKSI PEMANTAUAN & EVALUASI PEMANFAATAN

LAHAN

SEKSI PENYUS. RANC. TEKNIS & ADM. PEMANFAATAN LAHAN SUBDINAS PENGENDALIAN PETA RENC. KOTA SEKSI PEMANTAUAN RENCANA KOTA SEKSI PENELITIAN USULAN RENCANA KOTA

SEKSI LEGALISASI RENCANA KOTA

SEKSI DOKUMENTASI & PENGGANDAAN RENCANA

KOTA

SUBDINAS PENGOLAHAN DATA DASAR

SEKSI SURVEY & PEMADUAN DATA LAPANGAN SEKSI PENGOLAHAN PETA DASAR SEKSI PENGOLAHAN DATA DASAR PERENCANAAN

STRUKTUR ORGANISASI DTK

STRUKTUR ORGANISASI DTK

KEPALA DINAS TATA KOTA

SUKU DINAS TATA KOTA

SEKSI PENGENDALIAN RENCANA

SEKSI PRASARANA DAN SARANA KOTA

SEKSI PELAYANAN PENGUKURAN SEKSI PELAYANAN RENCANA SEKSI PELAYANAN INFORMASI KETATAKOTAAN SEKSI DINAS TATA KOTA KECAMATAN

(34)

3.1.2

suku dinas tata kota

1. Berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 140 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Tata Kota Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta bahwa di setiap Kotamadya dibentuk Suku Dinas Tata Kota dan setiap Suku Dinas Tata Kota dipimpin oleh seorang Kepala Suku Dinas. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Kepala Suku Dinas Tata Kota bertanggung jawab secara teknis administratif kepada Kepala Dinas secara taktis operasional kepada Walikotamadya yang bersangkutan.

2. Suku Dinas Tata Kota mempunyai tugas melaksanakan kebijakan di bidang penataan struktur ruang bagian-bagian kota, koordinasi dan pengamatan teknis yang ditetapkan oleh Dinas serta pelayanan kebijakan teknis rencana kota melalui penerbitan Ketetapan Rencana Kota berbentuk petunjuk rencana yang mencantumkan persyaratan rencana kota dan tata letak bangunan sesuai ketentuan untuk pemanfaatan dan penggunaan tanahnya.

3. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 32 ayat 1 Surat Keputusan Gubernur Nomor 140 Tahun 2001 tersebut di atas, Suku Dinas Tata Kota mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan pelayanan ketatakotaan kepada masyarakat;

b. Menyediakan infomasi ketatakotaan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat; c. Melaksanakan pelayanan instansional di bidang rencana prasarana dan sarana kota; d. Penerbitan Ketetapan Rencana Kota dan atau rekomendasi rencana kota;

e. Melaksanakan pemungutan retribusi;

f. Pengelolaan dokumen teknis administratif di tingkat Kotamadya;

g. Pembinaan teknis pelaksanaan kegiatan Seksi Dinas Tata Kota tingkat Kecamatan.

(35)

4. Suku Dinas Tata Kota terdiri dari : a. Sub Bagian Tata Usaha; b. Seksi Pengendalian Rencana;

c. Seksi Pelayanan Informasi Ketatakotaan; d. Seksi Prasarana dan Sarana Kota;

e. Seksi Pelayanan Pengukuran; f. Seksi Pelayanan Rencana.

5. Pelaksanaan tugas dan fungsi Kepala Suku Dinas Tata Kota sebagaimana tercantum dalam pasal 31 dan 32 Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 140 Tahun 2001 tersebut dilengkapi juga oleh Keputusan Kepala Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pelimpahan wewenang kepada Suku Dinas Tata Kota menerbitkan Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB) sampai dengan luas lantai bangunan 2500 m2.

Untuk melihat lebih detail pelaksanaan Tupoksi dari Subdin/ Subbag dan Suku Dinas Tata Kota 5 Kotamadya terdapat pada Lampiran Laporan Tahunan ini.

3.1.3

seksi dinas tata kota kecamatan

1. Berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 140 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Tata Kota Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta bahwa di setiap Kecamatan dibentuk Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan yang dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab secara teknis administratif kepada Kepala Suku Dinas Tata Kota dan secara taktis operasional kepada Camat yang bersangkutan.

(36)

2. Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan mempunyai tugas :

a. Menyelenggarakan observasi lingkungan, termasuk penggunaan bangunan yang tidak sesuai dengan rencana kota dan atau izin mendirikan bangunan serta membuat laporannya;

b. Menyusun analisis tentang perkembangan fisik tata ruang kota serta mengajukan gagasan rencana kota dan perencanaan tiga dimensi;

c. Memfasilitasi penyusunan rencana tata ruang yang berbasis pada masyarakat; d. Melaksanakan sosialisasi rencana kota kepada masyarakat;

e. Melaksanakan kegiatan pelayanan ketatakotaan;

f. Melaksanakan pemutakhiran peta dasar bekerjasama dengan Seksi Pelayanan Pengukuran; g. Menerbitkan Surat Ketetapan Retribusi Daerah;

h. Mengajukan usulan kebutuhan operasional dinas.

3. Berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 147 Tahun 2000 tentang Pendelegasian Kewenangan Pelayanan Penetapan Ketetapan Rencana Kota (KRK) dan Penerbitan Izin Pendahuluan (IP) Mendirikan Bangunan pada Seksi Kecamatan di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta untuk permohonan luas tanah sampai dengan 200 m2 menurut data surat tanah di Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan.

4. Berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 18 Tahun 2003 tentang Peningkatan Pendelegasian Kewenangan Pelayanan Penetapan Ketetapan Rencana Kota (KRK) pada Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan Penjaringan, Kecamatan Kelapa Gading, Kotamadya Jakarta Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Kecamatan Kebayoran Lama, Kotamadya Jakarta Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Kecamatan Grogol Petamburan, Kotamadya Jakarta Barat, Kecamatan Menteng, Kecamatan Tanah Abang, Kotamadya Jakarta Pusat, Kecamatan

(37)

Duren Sawit dan Kecamatan Pulo Gadung, Kotamadya Jakarta Timur untuk permohonan luas tanah sampai dengan 400m2 menurut data surat tanah.

5. Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Tata Kota Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 99/2007 tentang Peningkatan Pendelegasian Kewenangan Pelayanan Penetapan Ketetapan Rencana Kota (KRK) pada 42 Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan di 5 (lima) Wilayah Kotamadya Provinsi DKI Jakarta untuk permohonan luas tanah sampai dengan 500m2.

3.2

sumber daya manusia

Sebagai Dinas Teknis yang mengemban tugas pokok di bidang pengadaan rencana kota dan sekaligus melayani penyediaan Ketetapan Rencana Kota, Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta dituntut untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan tersebut diantaranya adalah dengan melengkapi sarana dan prasarana penunjang serta SDM yang berkualitas. Perlu diketahui jumlah karyawan Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta saat ini berjumlah 561 orang, dengan perincian staf di Balai Dinas 150 orang dan di Suku Dinas Tata Kota serta Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan 411 orang, dimana 71 orang merupakan staf yang memasuki masa pensiun.

(38)

Tabel 3.1 : Jumlah Pegawai Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta berdasarkan Pangkat/ Golongan

NO SATUAN UNIT GOLONGAN IV

GOLONGAN III GOLONGAN II GOLONGAN I

JUMLAH

D C B A D C B A D C B A D C B A

1. DTK Prov. DKI Jakarta - - 2 5 18 24 47 16 9 21 4 2 0 2 0 0 150

2. SDTK Jakarta Pusat - - 1 - 9 6 34 6 8 8 2 5 2 - - - 81 3. SDTK Jakarta Utara - - 1 1 7 7 28 6 2 5 2 4 2 - - - 65 4. SDTK Jakarta Barat - - - 2 5 7 32 13 14 6 1 5 - - - - 85 5. SDTK Jakarta Selatan - - 1 - 9 6 46 3 7 10 - 6 1 - - - 89 6. SDTK Jakarta Timur - - - 1 7 10 51 7 7 3 1 4 - - - - 91 JUMLAH 0 0 5 9 55 60 238 51 47 53 10 26 5 2 0 0 561

Tabel 3.2 : Jumlah Pegawai Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta berdasarkan Pendidikan

NO SATUAN UNIT S2 S1 D3 SLTA SLTP SD JUMLAH

TEKNIK UMUM TEKNIK UMUM TEKNIK UMUM TEKNIK UMUM

1. DTK Prov. DKI Jakarta 13 16 22 5 6 31 44 10 - 3 150

2. SDTK Jakarta Pusat 2 5 6 3 4 22 24 10 - 5 81 3. SDTK Jakarta Utara 4 3 6 1 1 11 31 5 - 3 65 4. SDTK Jakarta Barat 1 5 7 1 3 25 25 14 - 4 85 5. SDTK Jakarta Selatan 3 6 6 3 2 28 28 8 - 5 89 6. SDTK Jakarta Timur 3 6 10 - 1 45 21 2 - 3 91 JUMLAH 26 41 57 13 17 162 173 49 0 23 561

38

(39)

Tabel 3.3 : Jumlah Pegawai Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta berdasarkan Usia

NO SATUAN UNIT USIA JUMLAH

< 30 31- 40 41 - 50 51 - 56

1. DTK Prov. DKI Jakarta - 31 41 78 150

2. SDTK Jakarta Pusat 1 2 15 63 81 3. SDTK Jakarta Utara - 4 8 53 65 4. SDTK Jakarta Barat - 3 8 74 85 5. SDTK Jakarta Selatan - 4 17 68 89 6. SDTK Jakarta Timur - 3 22 66 91 JUMLAH 1 47 111 402 561

Tabel 3.4 : Jumlah Pegawai Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta yang Memasuki Masa Pensiun Tahun 2007 berdasarkan Bulan

NO SATUAN UNIT BULAN JUMLAH

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP OKT NOV DES

1. DTK Prov. DKI Jakarta 2 - 1 1 - 1 4 2 2 1 1 - 15

2. SDTK Jakarta Pusat - 3 - - - - 1 - 2 1 - - 7 3. SDTK Jakarta Utara 1 1 - 3 1 1 - - - 1 8 4. SDTK Jakarta Barat 1 - - - 1 1 - - 2 - 1 2 8 5. SDTK Jakarta Selatan 2 1 - 3 2 - 1 - 1 2 3 3 18 6. SDTK Jakarta Timur 1 1 - 2 3 - - 1 1 1 2 3 15 JUMLAH 7 6 1 9 7 3 6 3 8 5 7 9 71

39

(40)

3.3

pelaksanaan program kerja

Berbagai upaya yang telah dilaksanakan oleh Dinas Tata Kota DKI Jakarta dalam kegiatan belanja langsung dan belanja tidak langsung yang terangkum dalam Dokumen Pelaksana Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Dinas Tata Kota Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun Anggaran 2007 Nomor : 058/DPA/2007 Tanggal 2 April 2007, merupakan perwujudan dari visi dan misi yang terangkum dalam Rencana Strategis (Renstra) Dinas Tata Kota 2003-2007, adalah sebagai berikut :

3.3.1

program kegiatan belanja langsung

Hasil yang dicapai dalam rincian kegiatan belanja langsung Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta tahun anggaran 2007 diuraikan dalam tabel berikut di bawah ini.

Tabel 3.5 : Pelaksanaan Program Kegiatan Belanja Langsung dan Hasil yang Dicapai

PROGRAM/ KEGIATAN/ RINCIAN KEGIATAN HASIL YANG DICAPAI

01 PERENCANAAN RUANG

001 Penguatan Organisasi Ketatakotaan

001 Penyusunan Program Kerja DTK 2008 Terprogramnya rencana kegiatan yang akan

dilaksanakan pada tahun anggaran 2008 sesuai dengan kebutuhan dan Repetada

002 Pembinaan Teknis Operasional Ketatakotaan Meningkatnya kemampuan pegawai DTK dalam teknis operasional ketatakotaan

(41)

PROGRAM/ KEGIATAN/ RINCIAN KEGIATAN HASIL YANG DICAPAI

003 Pelatihan Pelayanan Administrasi dan Grafis

Ketatakotaan Meningkatnya kemampuan pegawai DTK dalam administrasi dan grafis ketatakotaan 004 Pelatihan dan Penyegaran Tugas Pokok

Perencanaan dan Pelayanan Ketatakotaan Meningkatnya kemampuan pegawai DTK dalam pelaksanaan tugas pokok perencanaan dan pelayanan ketatakotaan

005 Sertifikasi ISO 9001:2000 Terciptanya manajemen mutu pelayanan yang

berstandar internasional 006 Penunjang Sistem Manajemen Mutu ISO

9001:2000 Dapat dipertahankannya Sertifikat ISO 9001:2000 pada 10 Seksi DTK Kecamatan dan 2 Suku Dinas 007 Evaluasi Program Kerja/ Renstra SKPD 2002-2007 Tersedianya hasil evaluasi dari pelaksanaan program

kerja dan Renstra Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta yang telah dilaksanakan selama 1 periode (2002-2007) 008 Penyusunan Renstra SKPD 2007-2012 Tersususnnya Renstra Dinas Tata Kota Provinsi DKI

Jakarta tahun 2007-2012 yang telah disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan masa kini dan masa yang akan datang

002 Pengolahan Data Dasar

001 Opname Lapangan Daerah Terbangun Tersedianya peta dasar daerah terbangun dengan

informasi yang lebih lengkap dan up to date

004 Peningkatan Informasi Peta Data Dasar Diperolehnya informasi yang up to date mengenai data-data aset Pemda sebagai kelengkapan peta data-data dasar perencanaan

(42)

PROGRAM/ KEGIATAN/ RINCIAN KEGIATAN HASIL YANG DICAPAI

005 Upgrading dan Updating Peta Operasional

Pelayanan Tersedianya peta operasional pelayanan dalam bentuk digital maupun hardcopy serta databasenya 007 Survey dan Pendataan Titik Ikat Lapangan Meningkatkan kualitas kerangka dasar horizontal peta dasar dan kualitas pelayanan pengukuran Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta

003 Pengkajian Struktur Ruang Kota

001 Desiminasi dan Penetapan Peraturan tentang

Pedoman Pembuatan Panduan Rancang Kota Tersedianya panduan yang memiliki kekuatan hukum dalam pembuatan panduan rancang kota yang dapat berdampak pada terciptanya lingkungan yang terpadu

002 Desiminasi dan Penetapan Peraturan tentang Pedoman Pembuatan Rencana Tata Ruang Bawah Tanah

Tersedianya panduan yang memiliki kekuatan hukum dalam pembuatan rencana tata ruang bawah tanah yang dapat berdampak pada terciptanya lingkungan yang terpadu

004 Penyusunan RRTRW Kecamatan DITUNDA

004 Pembinaan Administrasi Umum dan Keuangan

001 Pemutakhiran Data Ketatausahaan Meningkatnya operasionalisasi dalam pelaksanaan

pekerjaan

002 Penyusutan Arsip Dinas Meningkatnya kualitas sistem pengarsipan dinas

005 Pengadaan Peralatan Penunjang TI Ketatakotaan

001 Pengadaan Personal Komputer Tersedianya personal komputer penunjang kegiatan

ketatakotaan

(43)

PROGRAM/ KEGIATAN/ RINCIAN KEGIATAN HASIL YANG DICAPAI

002 Pengadaan Notebook (Laptop) Tersedianya notebook guna mendukung kegiatan

perencanaan dan program kegiatan DTK

003 Pengadaan Printer Colour A3 Tersedianya printer guna meningkatkan kualitas hasil

dan kecepatan cetak 006 Sosialisasi dan Pembinaan Perencanaan Kota

001 Pengelolaan Infobox Jakarta Terselenggaranya pengelolaan Infobox Jakarta sebagai

media informasi kegiatan pembangunan dan penataan ruang kota

002 Pembuatan Materi Exhibition Center Ketatakotaan Terbangunnya komunikasi yang efektif antara Dinas Tata Kota dengan masyarakat umum dalam mensosialisasikan produk-produk ketatakotaannya 007 Pendukung Kegiatan Operasional Kantor

001 Upah Pegawai Tidak Tetap Tersedianya Upah Pegawai Tidak Tetap

002 Tunjangan Kesra PTT Tersedianya Tunjangan Kesra PTT

008 Busway (Koridor 9 dan 10)

001 Perencanaan dan Penarikan Trace Jalur Bus Priority (Koridor 9 dan 10), Pembuatan KRK dan TLB Halte Bus serta JPO

DIMATIKAN

009 PENDUKUNG KEGIATAN OPERASIONAL KANTOR

001 Sosialisasi Pelayanan Ketatakotaan Kepada

Masyarakat Terselenggaranya kegiatan sosialisasi pelayanan ketatakotaan kepada masyarakat dalam bentuk seminar/ diskusi

(44)

PROGRAM/ KEGIATAN/ RINCIAN KEGIATAN HASIL YANG DICAPAI

002 Sosialisasi Ketatakotaan Kepada Lembaga

Pendidikan Terselenggaranya kegiatan sosialisasi pelayanan ketatakotaan kepada lembaga pendidikan dalam bentuk seminar/diskusi terbatas di kalangan unsur perguruan tinggi

003 Sosialisasi Ketatakotaan Melalui Media Massa Terinformasikannya kebijakan-kebijakan tata ruang kota Jakarta kepada masyarakat melalui media massa 004 Dialog Interaktif tentang Penataan Kota Jakarta Terselenggaranya dialog interaktif tentang kota Jakarta

melalui media TV

02 PEMANFAATAN DAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG

001 Monitoring/ Evaluasi Program Kerja dan Pelayanan Ketatakotaan 002 Penyusunan Laporan Pelaksanaan Program Kerja

Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta DIMATIKAN

003 Penyusunan LAKIP Dinas Tata Kota Provinsi DKI

Jakarta Diperolehnya gambaran kinerja Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta

004 Penyusunan Laporan Tahunan DTK Provinsi DKI

Jakarta Diperolehnya gambaran pelaksanaan tupoksi Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta 006 Pengembangan dan Pembangunan Sistem

Integrasi Aplikasi Administrasi dan Data Spasial (GIS)

Terbangunnya sistem integrasi aplikasi administrasi dan data spasial (GIS) di Dinas TAta Kota Provinsi DKI Jakarta serta tersedianya aparat Dinas Tata Kota yang terlatih dalam mengelola sistem aplikasi tersebut 007 Updating Materi Basis Data Ketatakotaan (KRK,

RTLB dan SIPPT) Tersedianya sistem informasi rencana kota

(45)

PROGRAM/ KEGIATAN/ RINCIAN KEGIATAN HASIL YANG DICAPAI

002 Perencanaan Prasarana dan Sarana Kota

001 Pembuatan Masterplan Pola Penyebaran SPBU dan

SPBG di Wilayah DKI Jakarta DITUNDA

003 Pembuatan Trace Jalan untuk Aksesibilitas ke

Sentra Primer Timur Tersedianya trace jalan untuk aksesibilitas ke Sentra Primer Timur yang akan diterbitkan guna mendukung pembuatan masterplan kawasan Sentra Primer Timur 004 Perencanaan dan Persebaran Pola Ruang Terbuka

Hijau di Wilayah DKI Jakarta DITUNDA

005 Penataan Pola Persebaran Menara Telekomunikasi DITUNDA

006 Pembangunan Sistem Informasi Sarana Pendidikan

(SD-SMP-SMU) DITUNDA

003 Pengkajian Pemanfaatan Lahan

001 Pengkajian Pemanfaatan Lahan Tersusunnya hasil pengkajian pemanfaatan lahan

sebagai bahan/ materi Rapim BPUT serta terselenggaranya kegiatan Rapim BPUT

002 Sinkronisasi LRK 1:1000 di 5 SDTK Kodya Terwujudnya data yang akurat mengenai kondisi dan legalitas LRK untuk pelayanan masyarakat

(46)

PROGRAM/ KEGIATAN/ RINCIAN KEGIATAN HASIL YANG DICAPAI

03 PENGEMBANGAN KAWASAN KHUSUS/ STRATEGIS

001 Perencanaan Pengembangan Ruang Kota

001 Penyusunan Panduan Rancang Kota Sentra Primer

Timur DITUNDA

002 Perencanaan Penataan Kawasan Kota Tua

001 Penyusunan Rencana Teknik Ruang Kota (RTRK) Kawasan Kota Tua (Kawasan Fatahillah dan sekitarnya)

DITUNDA

3.3.2

program kegiatan belanja tidak langsung

Hasil yang dicapai dalam rincian kegiatan belanja tidak langsung Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta tahun anggaran 2007 diuraikan dalam tabel berikut di bawah ini.

Tabel 3.6 : Pelaksanaan Program Kegiatan Belanja Tidak Langsung dan Hasil yang Dicapai

URAIAN PENGGUNAAN ANGGARAN HASIL YANG DICAPAI

01 BELANJA PEGAWAI

001 Gaji dan Tunjangan Pegawai Terbayarkannya hak seluruh pegawai Dinas Tata Kota

untuk mendapatkan gaji dan tunjangan pegawai

(47)

URAIAN PENGGUNAAN ANGGARAN HASIL YANG DICAPAI

002 Tunjangan Pegawai Terbayarkannya tunjangan penambahan penghasilan

003 Biaya Pembinaan Rohani Pegawai Terlaksananya kegiatan pembinaan rohani pegawai

02 BELANJA BARANG DAN JASA

001 Biaya Bahan Pakai Habis Tersedianya alat-alat tulis kantor yang dapat

meningkatkan dan menunjang kelancaran pelaksanaan tupoksi

002 Biaya Jasa Tersedianya biaya pembayaran koran/majalah/media

cetak dan Biaya Registrasi ISO yang dapat meningkatkan dan menunjang kelancaran pelaksanaan tupoksi

003 Biaya Cetakan Umum Tersedianya biaya cetak Kop Surat Dinas, Amplop

Dinas, Map Dinas, Lembar Disposisi dan Lembar Pengantar

004 Biaya Sewa Tersedianya biaya sewa mesin fotocopy yang dapat

meningkatkan dan menunjang kelancaran pelaksanaan tupoksi

005 Biaya Akomodasi Tersedianya biaya konsumsi yang dapat meningkatkan

dan menunjang kelancaran pelaksanaan tupoksi

03 BELANJA PEMELIHARAAN

001 Belanja Pemeliharaan Alat-alat Angkutan Terpeliharanya kendaraan-kendaraan dinas untuk

kegiatan pelayanan ukur dan survei pendataan lapangan.

(48)

URAIAN PENGGUNAAN ANGGARAN HASIL YANG DICAPAI

002 Belanja Pemeliharaan Alat-alat Kantor dan Rumah Tangga Terpeliharanya berbagai alat-alat kantor dan rumah tangga kantor yang menunjang operasional kegiatan dinas.

003 Belanja Pemeliharaan Alat Studio dan Alat Komunikasi Terpeliharanya peralatan cetak, peralatan computing dan peralatan pemetaan ukur/ alat ukur yang ada di Dinas Tata Kota

004 Belanja Pemeliharaan Buku dan Perpustakaan Terpeliharanya 750 lembar peta dasar hasil pemetaan yang ada di Dinas Tata Kota

3.4

kegiatan pelayanan masyarakat

Kegiatan pelayanan kepada masyarakat yang diberikan di tingkat Suku Dinas dan Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan yaitu berupa pelayanan Pengukuran, Ketetapan Rencana Kota (KRK) dan Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB). Untuk lebih jelasnya, rekapitulasi permohonan pelayanan ketatakotaan di tingkat Suku Dinas dan Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan selama tahun 2007 dapat dilihat pada tabel 3.7 dan tabel 3.8 di bawah ini :

(49)

Tabel 3.7 : Rekapitulasi Permohonan Pelayanan Ketatakotaan di Suku Dinas Tata Kota (Januari s/d Desember 2007)

NO SDTK

PELAYANAN

PENGUKURAN KRK RTLB

SELESAI (JUMLAH PERMOHONAN)

1 Jakarta Pusat 391 (419) 291 (426) 150 (211) 2 Jakarta Utara 1381 (1405) 1116 (1537) 3333 (3421) 3 Jakarta Barat 1438 (1531) 1412 (1475) 162 (192) 4 Jakarta Selatan 1387 (1474) 1307 (1523) 503 (503) 5 Jakarta Timur 866 (898) 806 (913) 322 (359) JUMLAH 5463 (5727) 4932 (5874) 4470 (4686)

Tabel 3.8 : Rekapitulasi Permohonan Pelayanan Ketatakotaan di Seksi Dinas Tata Kota Kecamatan (Januari s/d Desember 2007)

NO SEKSI DTK

KECAMATAN

PELAYANAN

PENGUKURAN KRK RTLB

SELESAI (JUMLAH PERMOHONAN)

1 Jakarta Pusat 1342 (1278) 1311 (1277) 217 (221) 2 Jakarta Utara 1990 (2067) 1953 (2042) 0 (0) 3 Jakarta Barat 2397 (2422) 2288 (2323) 259 (283) 4 Jakarta Selatan 1768 (1815) 1754 (1815) 0 (0) 5 Jakarta Timur 1941 (1994) 1911 (1961) 43 (69) JUMLAH 9438 (9576) 9217 (9418) 519 (573)

49

Gambar

Tabel 2.1  :  Rincian Kegiatan Belanja Langsung Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2007
Tabel 2.2  :  Rincian Kegiatan Belanja Tidak Langsung Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2007
Tabel 3.1  :  Jumlah Pegawai Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta berdasarkan Pangkat/ Golongan
Tabel 3.3  :  Jumlah Pegawai Dinas Tata Kota Provinsi DKI Jakarta berdasarkan Usia
+7

Referensi

Dokumen terkait

Peneliti melakukan penelitian ini dikarenakan ingin mengetahui pengaruh kualitas produk, kualitas pelayanan, dan kualitas lingkungan fisik terhadap kepuasan konsumen melalui

Sebelum diuraikan secara komprehensif analisis terhadap implementasi kebijakan restrukturisasi organisasi perangkat daerah di Provinsi DKI Jakarta beserta

Objek dalam penelitian wilayah yang diteliti yaitu Provinsi DKI Jakarta dengan data tiap kecamatan di DKI Jakarta (lima Kotamadya dan satu Kabupaten Administratif

memberi signal bahwa Kualitas Pelayanan IMB oleh Dinas P2B Propinsi DKI Jakarta masih perlu ditingkatkan seoptimal mungkin. Dinas P2B Propinsi DKI Jakarta sebagai

Provinsi DKI Jakarta, BPLHD Provinsi DKI Jakarta, Dinas Penataan Kota Prov. DKI Jakarta, Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. DKI Jakarta, Dinas Tata Air

Dalam visi pembangunan jangka panjang Kota Jakarta, sebagaimana tertuang dalam Draft Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi DKI Jakarta 2005-2025 adalah

Menentukan strategi kebijakan kerjasama bagi pihak – pihak yang terkait, dalam hal ini yaitu Pemerintah DKI Jakarta, Pemerintah Kota Bekasi, dan pihak lainnya terhadap

Berdasarkan data hasil pemantauan BPLHD DKI Jakarta terhadap kualitas air sungai Ciliwung di beberapa titik lokasi pemantauan (Tabel 1.1 dan Gambar 1.) di wilayah DKI