Presented in The 2nd Jakarta Meeting on Medical Education, 4-6th December 2009 1
EVALUATION OF STUDENT’S MASTERY OF CONTENT KNOWLEDGE AND SKILLS USING STUDENT ORAL CASE ANALYSIS
AS AN ASSESSMENT INSTRUMENT
Nurfitri Bustamam
Faculty of Medicine, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta ABSTRACT
Background: Faculty of Medicine, UPN Veteran Jakarta has been used problem-based learning (PBL) since 2006. The implementation of PBL requires student assessment which assesses mastery of content knowledge and skills that PBL supposed to promote. It is hoped that student’s knowledge and skills will be improved in accordance with their study time in PBL tutorial. Student Oral Case Analysis (SOCA) was selected as an assessment instrument. Due to three years implementation of SOCA in our medical school, the evaluation should be done to give feedback for the institution. The aims of this study were to compare student’s achievement in SOCA test and to identify the ability which needs to improve.
Methods: The SOCA test of all medical students group in year 1, 2, & 3 (n=435) during academic year 2008/2009 were analyzed. It was a cross sectional study using the average score for each component assessed in SOCA. The assessed component included: 1) the ability to identify problems & make hypotheses, 2) flow of thought & logic, 3) clinical reasoning, 4) biomedical knowledge, and 5) communication, presentation & attitude.
Results: Kruskal-Wallis test showed no difference in communication, presentation & attitude between groups (p > 0.050). Mann Whitney test showed a difference between year 1 students and the other groups (p < 0.050), but there was no difference between year 2 and year 3 students (p > 0,050). Student’s ability to explain biomedical science related to the case is the lowest, with average of 61-68% from the maximum score. Conclusions: As student’s knowledge and skills should be better in accordance with their study time in PBL tutorial, further evaluation of tutors, scenarios, and students, must be conducted to identify the cause of the SOCA results. Changing scenario and emphasizing the importance of biomedical sciences during tutorial should be done. Key words: student oral case analysis, problem-based learning, evaluation
Presented in the 2nd Jakarta Meeting on Medical Education, 4-6th December 2009 2
EVALUASI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MAHASISWA MENGGUNAKAN STUDENT ORAL CASE ANALYSIS
SEBAGAI INSTRUMEN PENILAIAN
Nurfitri Bustamam
Fakultas Kedokteran, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta ABSTRAK
Latar Belakang: Sejak Tahun 2006 Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta telah mengimplementasikan problem-based learning
(PBL). Implementasi PBL harus disertai student assessment yang tidak hanya menilai penguasaan pengetahuan, tetapi juga menilai keterampilan yang diharapkan tercapai dengan PBL. Diharapkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa akan menjadi lebih baik sejalan dengan lamanya pembelajaran menggunakan tutorial PBL. Student Oral Case Analysis (SOCA) dipilih sebagai instrumen ujian. Mengingat SOCA telah diimplementasikan selama tiga tahun, perlu dilakukan evaluasi sebagai masukan bagi institusi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pencapaian mahasiswa pada SOCA dan mengidentifikasi kemampuan yang perlu ditingkatkan.
Metode: Hasil SOCA seluruh mahasiswa pada tahun akademik 2008/2009 yang dikelompokan berdasarkan tahun ke-1, 2, dan 3 (N = 435) dianalisis. Penelitian ini merupakan studi potong lintang yang menggunakan rata-rata setiap komponen penilaian SOCA dari dua penguji. Komponen yang dinilai adalah 1) kemampuan mengidentifikasi masalah dan membuat hipotesis, 2) membuat alur pikir yang sistematis dan logis, 3) penalaran klinis, 4) ilmu biomedik, dan 5) komunikasi, sistematika penyajian dan sikap.
Hasil:. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak ada perbedaan dalam kemampuan komunikasi, sistematika penyajian dan sikap antarkelompok (p > 0,050). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan ada perbedaan hasil SOCA untuk setiap komponen penilaian antara mahasiswa tahun ke-1 dan kelompok mahasiswa lainnya (p < 0,050), tetapi tidak ada perbedaan antara mahasiswa tahun ke-2 dan ke-3 (p > 0,050). Kemampuan mahasiswa menjelaskan ilmu biomedik terkait kasus adalah yang terendah dengan kisaran rata-rata 61-68% dari skor maksimal.
Simpulan: Oleh karena pengetahuan dan keterampilan mahasiswa seharusnya lebih baik sejalan dengan lama pembelajaran menggunakan tutorial PBL, evaluasi lebih lanjut terhadap tutor, skenario atau mahasiswa harus dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab hasil SOCA tersebut. Mengubah skenario dan menekankan ilmu biomedik dalam tutorial perlu dilakukan.
Presented in the 2nd Jakarta Meeting on Medical Education, 4-6th December 2009 3
PENDAHULUAN
Standar Pendidikan Profesi Dokter Indonesia yang diterbitkan pada tahun 2007 menekankan implementasi kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dengan strategi Student-centered, Problem-based, Integrated, Elective and Systematic
(SPICES).1 Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FKUPN) telah lebih dahulu mengimplementasikan metode Problem Based Learning (PBL) dalam kurikulumnya pada Tahun 2006. Implementasi PBL perlu disertai student assessment yang tidak hanya menilai penguasaan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang diharapkan tercapai dengan PBL, misalnya kemampuan mengidentifikasi masalah dan mengaplikasikan pengetahuan.2
Student Oral Case Analysis (SOCA) dipilih FKUPN sebagai instrumen ujian lisan untuk mengevaluasi kemampuan mahasiswa menggunakan ilmu dasar dalam menganalisis dan menjelaskan kasus. SOCA memungkinkan untuk menilai proses penalaran dan pemecahan masalah oleh mahasiswa secara langsung. Komponen penilaian SOCA mencakup: 1) kemampuan mengidentifikasi masalah dan membuat hipotesis (10%), 2) membuat alur pikir yang sistematis dan logis (20%), 3) penalaran klinis (30%), 4) ilmu biomedik (25%), serta 5) komunikasi, sistematika penyajian dan sikap (15%). Pada saat SOCA, setiap mahasiswa diberi waktu selama 30 menit untuk menyiapkan presentasi di kertas flip chart, melakukan presentasi selama 20 menit, selanjutnya mendapatkan umpan balik selama 10 menit. Dua orang penguji memberikan penilaian dengan menggunakan daftar tilik yang dilengkapi dengan kisaran nilai. Penguji tidak diperkenankan melakukan interupsi selama mahasiswa presentasi.
Mengingat SOCA telah dilaksanakan selama tiga tahun, perlu dilakukan evaluasi sebagai sebagai masukan bagi institusi untuk perbaikan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pencapaian mahasiswa pada SOCA dan mengidentifikasi kemampuan yang perlu ditingkatkan.
METODE
Penelitian ini merupakan studi potong lintang yang menggunakan sampel berupa rata-rata dari dua penguji untuk setiap komponen penilaian SOCA. Hasil SOCA tahuan akademik 2008/2009 dari seluruh populasi mahasiswa dianalisis (N = 435) menggunakan program komputer.
Presented in the 2nd Jakarta Meeting on Medical Education, 4-6th December 2009 4
HASIL
Hasil analisis SOCA secara deskriptif dapat dilihat pada Tabel 1. Secara umum persentase rata-rata setiap komponen SOCA jika dibandingkan dengan skor maksimal daftar tilik sudah cukup ( 70%), kecuali komunikasi, sistematika penyajian dan sikap dianggap memuaskan ( 85%), sedangkan penguasaan ilmu biomedik masih kurang (61-68%).
Tabel 1. Deskripsi Hasil SOCA FKUPN Tahun Akademik 2008/2009
No Penilaian Tahun ke- N Rata-rata SD Mini mum Maksi mum % mean dari skor maksimal daftar tilik 1 Identifikasi masalah dan membuat hipotesis 3 144 7,5 1,1 2,0 10,0 74,7 2 136 7,6 0,9 5,0 9,5 76,0 1 155 7,1 1,4 2,0 10,0 70,6 2 Membuat alur pikir yang
sistematis & logis
3 144 14,5 2,4 4,0 19,0 72,6 2 136 14,7 2,1 9,0 18,0 73,5 1 155 13,7 2,8 4,0 20,0 68,6 3 Penalaran Klinis: anamnesis, pemerik-saan, diagnosis & penatalaksanaan 3 144 21,0 3,8 8,5 28,0 70,2 2 136 20,7 3,7 11,0 27,0 69,0 1 155 19,4 4,6 8,0 28,5 64,6 4 Ilmu biomedik berkaitan dengan kasus 3 144 16,4 3,6 7,0 24,0 65,6 2 136 17,0 3,0 9,5 22,0 68,0 1 155 15,2 4,1 7,0 24,0 61,0 5 Komunikasi, sistematika penyajian & sikap 3 144 12,8 1,5 8,5 15,0 85,2 2 136 12,9 1,4 8,5 15,0 86,0 1 155 12,9 1,5 6,0 15,0 85,7 6
Total Skor SOCA 144 72,2 10,8 32,5 92,5 72,2 136 72,8 9,5 49,0 87,5 72,8 155 68,3 12,8 28,0 93,5 68,3 Analisis uji Kruskal-Wallis (Tabel 2) menunjukkan paling tidak terdapat perbedaan hasil SOCA pada setiap komponen penilaian antara dua kelompok (p < 0,050), kecuali kemampuan komunikasi, sistematika penyajian dan sikap menunjukkan tidak ada perbedaan antarkelompok (p > 0,050).
Presented in the 2nd Jakarta Meeting on Medical Education, 4-6th December 2009 5
Tabel 2. Hasil Uji Kruskal-Wallis
No. Penilaian Tahun ke- N Rata-rata p 1 Identifikasi masalah dan
membuat hipotesis
3 144 7.5
0,002
2 136 7.6
1 155 7.1
2 Membuat alur pikir yang sistematis & logis
3 144 14.5
0,006 2 136 14.7
1 155 13.7 3 Penalaran klinis: anamnesis,
pemeriksaan, diagnosis & penatalaksanaan
3 144 21.0
0,004 2 136 20.7
1 155 19.4 4 Ilmu biomedik berkaitan
dengan kasus 3 144 16.4 0,000 2 136 17.0 1 155 15.2 5 Komunikasi, sistematika
penyajian & sikap
3 144 12.8
0,678 2 136 12.9
1 155 12.9
6 Total skor SOCA 3 144 72.2
0,003 2 136 72.8
1 155 68.3
Selanjutnya uji Mann-Whitney (Tabel 3) menunjukkan ada perbedaan hasil SOCA untuk setiap komponen penilaian antara mahasiswa tahun ke-1 dan kelompok mahasiswa lainnya (p < 0,050), tetapi tidak ada perbedaan antara mahasiswa tahun ke-2 dan ke-3 (p > 0,050) .
Tabel 3. Hasil Uji Mann Whitney
No. Penilaian p Tahun 3-2 Tahun 3-1 Tahun 2-1 1 Identifikasi masalah dan membuat
hipótesis 0,513 0,009 0,001
2 Membuat alur pikir yang sistematis &
logis 0,569 0,016 0,003
3 Penalaran klinis: anamnesis, pemeriksaan,
diagnosis & penatalaksanaan 0,345 0,001 0,022 4 Ilmu biomedik berkaitan dengan kasus 0,195 0,011 0,000
Presented in the 2nd Jakarta Meeting on Medical Education, 4-6th December 2009 6
PEMBAHASAN
Mahasiswa yang belajar dengan PBL seharusnya lebih baik dalam belajar dan mengingat informasi, sebab terdapat tiga kondisi yang memfasilitasi pembelajaran dalam PBL, yaitu: aktivasi pengetahuan awal, elaborasi pengetahuan baru, dan pembelajaran yang bersifat kontekstual.3 PBL juga dianggap mampu menyiapkan mahasiswa untuk menjadi profesional dalam praktek karena mendorong kemandirian, menstimulasi refleksi dan self-directed learning, memperkenalkan penalaran klinis, meningkatkan critical thinking, membuat putusan berdasarkan bukti, menjamin bahwa pengetahuan diperoleh dalam konteks yang terintegrasi, dan mendukung kerja kelompok yang efektif.Oleh karena pendekatan PBL didasarkan pada pembelajaran aktif dalam kelompok kecil, menggunakan masalah klinis sebagai stimulus pembelajaran, dan menggunakan prinsip-prinsip pendidikan dasar yang berasal dari teori pembelajaran orang dewasa, PBL diharapkan memberikan efektivitas yang lebih besar terhadap perolehan pengetahuan dasar dan keterampilan klinis.4
Diharapkan semakin sering mahasiswa belajar dengan tutorial PBL, penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang terkait PBL akan semakin baik. Hasil SOCA tahun ke-1 berbeda dari kelompok mahasiswa lainnya, tetapi tidak ada perbedaan hasil SOCA antara mahasiswa tahun ke-2 dan ke-3. Secara umum hasil SOCA FKUPN belum maksimal (rata-rata 70%), sebab menurut hasil penelitian seharusnya retensi informasi dengan cara belajar teach other seperti yang seharusnya terjadi dalam tutorial PBL adalah 80%.5 Mengingat bahwa kunci keberhasilan PBL bertumpu pada diskusi tutorial6 dan ada tiga elemen dalam proses tutorial PBL, yaitu: mahasiswa, problem, dan tutor7, kemungkinan penyebab hasil SOCA tersebut adalah belum maksimalnya kinerja tutor, rendahnya kualitas problem, atau kemampuan mahasiswa yang memang kurang.
Kinerja tutor berpengaruh langsung terhadap kualitas tutorial. Kemampuan tutor menggunakan keterampilan memfasilitasi proses pembelajaran dalam tutorial adalah penentu utama kualitas dan suksesnya metode pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam berpikir/bernalar (metacognition, problem solving, dan critical thinking), serta membantu mahasiswa menjadi independent, self-directed learners.6 Ada kemungkinan tutor belum menjalankan tugas dan fungsinya dalam tutorial. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi kinerja tutor. Jika kinerja tutor belum maksimal perlu diadakan refreshing
Presented in the 2nd Jakarta Meeting on Medical Education, 4-6th December 2009 7
PBL. Terkait dengan rendahnya nilai ilmu biomedik, tutor perlu menekankan pentingnya penguasaan ilmu biomedik sebagai dasar penalaran klinis kepada mahasiswa.
Di FKUPN digunakan skenario dengan tipe multi-level problem dengan format SOEP untuk setiap angkatan. Penggunaan skenario tersebut perlu dievaluasi kembali dengan menggunakan kuesioner kepada mahasiswa dan tutor untuk mengetahui apakah skenario sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam kurikulum, prior knowledge mahasiswa, memotivasi serta mendorong belajar mandiri.8 Tipe multi-level problem memang menarik sebab menceritakan langsung tentang masalah klinis pasien, tetapi mahasiswa dan tutor dapat melupakan/mengabaikan ilmu dasar (biomedik) terkait kasus tersebut. Multi-level problem lebih sesuai digunakan oleh mahasiswa di akhir blok untuk mendorong kemampuan aplikasi pengetahuan dalam masalah klinis, sedangkan di awal blok lebih baik digunakan tipe explanation problem atau strategy problem sehingga mahasiswa lebih memahami mekanisme yang mendasari suatu masalah dan mengetahui strategi penatalaksanaan disertai rasionalnya. Agar mahasiswa tidak jenuh dapat dipilih beberapa format problem yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, misalnya
narrative, phenomenon, problem pack, AVA (gambar, film, grafik), atau menggunakan stimulated patient.
Ada sejumlah faktor lain yang mempengaruhi hasil akhir pembelajaran dengan tutorial PBL, antara lain: motivasi dan persepsi mahasiswa, relevansi pembelajaran untuk masa datang, pengalaman pembelajaran sebelumnya, gaya belajar, serta konteks dan lingkungan terjadinya pembelajaran.9 Berdasarkan hal tersebut perlu diingatkan oleh tutor tentang tugas dan peran mahasiswa dalam metode PBL serta apa yang akan mereka capai dengan PBL.
SIMPULAN
Secara umum hasil SOCA FKUPN Tahun Akademuk 2008/2009 belum maksimal. Hasil SOCA mahasiswa tahun ke-1 berbeda dari kelompok mahasiswa lainnya, tetapi tidak ada perbedaan hasil SOCA mahasiswa tahun ke-2 dan ke-3. Ada tiga kemungkinan penyebabnya, yaitu tutor, skenario atau mahasiswa. Perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi penyebab hal tersebut serta usaha perbaikan sehingga hasil ujian SOCA di masa datang menjadi lebih baik. Nilai ilmu biomedik masih kurang, sehingga perlu dilakukan perubahan tipe dan format skenario agar
Presented in the 2nd Jakarta Meeting on Medical Education, 4-6th December 2009 8
mendorong mahasiwa belajar ilmu biomedik serta usaha tutor yang menekankan pentingnya penguasaan ilmu biomedik sebagai dasar penalaran klinis pada saat tutorial.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih kepada koordinator nilai mahasiswa tahun ke-1, 2 dan 3 FKUPNVJ yang berkenan untuk memberikan data hasil SOCA tahun akademik 2008/ 2009.
DAFTAR PUSTAKA
1. Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Pendidikan Profesi Dokter. Jakarta; 2006. 2. Amin Z, Khoo HE. Basics in medical education. Singapore: World Scientific;
2003.
3. Dolmans D, Schmidt H. The advantages of problem-based curricula. Maastricht: Department of Education Development and Research; 1995.
4. Sefton A. Problem-based learning. In: Dent JA, Harden RM, editors. A practical guide for medical teachers. 2nd ed. Edinburgh: Elsevier Churchill Livingstone; 2005.p.143-50
5. The Learning Pyramid. National Training Laboratories, Bethel, Maine, USA. Rahayu GR. Handout Pelatihan Advanced Tutor Pada Problem Based Learning Startegy. FKUGM, April 2009.
6. Barrows HS. The tutorial process. Illinois: Southern Illinois University; 1992. 7. Dolmans DHJM, De Grave W, Wolfhagen IHAP, vander Vleuten CPM.
Problem-based learning: future challenges for educational practice and research. Medical Education. 2005;39:732-41.
8. Dolmans D, Snellen-Balendong H. Problem construction. Maastrich: Department of Educational Development and Research; 2000.
9. Hutchinson L. ABC of learning and teaching: educational environment. BMJ. 2003;326:810-2.
Evaluation of Student’s Mastery of
Content Knowledge and Skills
Using Student Oral Case Analysis
as an Assessment Instrument
Nurfitri Bustamam
Faculty of Medicine, UPN Veteran Jakarta
2
Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009
Background
Implementation of PBL in Faculty of Medicine
UPN Veteran Jakarta since 2006
Student assessment which assesses mastery of content
knowledge & skills that PBL supposed to promote
Student Oral Case Analysis
Three years implementation of SOCA in our medical school
Evaluation
3
Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009
Objectives
1.
To compare student’s achievement in
SOCA test between three groups of
students
2.
To identify the ability which needs to
4
Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009
SOCA in Faculty of Medicine
UPN Veteran Jakarta
1.
Student prepare presentation on flipchart
papers for 30 minutes
2.
Presentation, 20 minutes. During
presentation the examiners are prohibited
to interrupt.
3.
Two examiners assess the student using
checklist
5
Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009
Assessed Component in SOCA
10%
20%
30%
25%
15%
The ability to identify problems
& make hypotheses
Flow of thought & logic
Clinical reasoning
Biomedical knowledge
Communication, presentation,
& attitude
6 Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009
Methods
Cross sectional
Total population (n=435):
Year 1 students (2008): 155
Year 2 students (2007): 136
Year 3 students (2006): 144
The average score for each components
assessed in SOCA were analyzed using
computer program
7
Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009
No.
Assessed Component
Students
Mean
SD
Min
Max
Persen
tage
1
SOCA
Year 3
72.2
10.8
32.5
92.5
72.2
Year 2
72.8
9.5
49.0
87.5
72.8
Year 1
68.3
12.8
28.0
93.5
68.3
2
The ability to identify problems &
make hypotheses
Year 3
7.5
1.1
2.0
10.0
74.7
Year 2
7.6
0.9
5.0
9.5
76.0
Year 1
7.1
1.4
2.0
10.0
70.6
3
Flow of thought & logic
Year 3
14.5
2.4
4.0
19.0
72.6
Year 2
14.7
2.1
9.0
18.0
73.5
Year 1
13.7
2.8
4.0
20.0
68.6
4
Clinical reasoning
Year 3
21.0
3.8
8.5
28.0
70.2
Year 2
20.7
3.7
11.0
27.0
69.0
Year 1
19.4
4.6
8.0
28.5
64.6
5
Biomedical knowledge
Year 3
16.4
3.6
7.0
24.0
65.6
Year 2
17.0
3.0
9.5
22.0
68.0
Year 1
15.2
4.1
7.0
24.0
61.0
6
Communication, presentation, &
attitude
Year 3
12.8
1.5
8.5
15.0
85.2
Year 2
12.9
1.4
8.5
15.0
86.0
8
Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009
No.
Assessed Component
Students
N
Mean
p Kruskal
Wallis test
1
SOCA
Year 3
144
72.2
0.003
Year 2
136
72.8
Year 1
155
68.3
2
The ability to identify problems & make
hypotheses
Year 3
144
7.5
0.002
Year 2
136
7.6
Year 1
155
7.1
3
Flow of thought & logic
Year 3
144
14.5
0.006
Year 2
136
14.7
Year 1
155
13.7
4
Clinical reasoning
Year 3
144
21.0
0.004
Year 2
136
20.7
Year 1
155
19.4
5
Biomedical knowledge
Year 3
144
16.4
0.000
Year 2
136
17.0
Year 1
155
15.2
6
Communication, presentation, & attitude
Year 3
144
12.8
0.678*
Year 2
136
12.9
Year 1
155
12.9
9
Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009
Post Hoc Analyses: Mann Whitney Test
No.
Assessed Component
Year 3 &
Year 2
Students
Year 3 &
Year 1
Students
Year 2 &
Year 1
Students
1
SOCA
0.696
0.005
0.002
2
The ability to identify problems &
make hypotheses
0.513
0.009
0.001
3
Flow of thought & logic
0.569
0.016
0.003
4
Clinical reasoning
0.345
0.001
0.022
10
Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009
PBL students are assumed to be
better able to learn & recall
information through:
activation of prior knowledge
elaboration of newly acquired knowledge
contextual learning
11
Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009
The Learning Pyramid
(National Training Laboratories, Maine, USA)
Average Retention Rate
5%
10%
20%
30%
50%
75%
80%
Teach Others
practice by doing
discussion group
demonstration
audiovisual
reading
lecture
12
Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009
It is hoped that student’s knowledge &
skills will be improved in accordance
with their study time in PBL tutorial.
Mann Whitney test showed a difference
between year 1 students & the other
groups, but there was no difference
between year 2 & year 3 students.
13 Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009
Critical Incident
Tutorial
group
process
tutor
problem
students
14
Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009
Tutor
The ability of tutor to facilitate learning
process is the major determinant of the
quality & success of educational method
aimed at 1) developing students’
reasoning skills & 2) helping them to
become independent,
self-directed
learners
(Barrows 1992).
15
Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009
Multi-level problem, SOEP format
Interesting, but students & tutor often
forgot to discuss biomedical science
•
In the beginning of block: explanation or
strategy problem
•
Tutor emphasizing the importance of biomedical
sciences as the basic of clinical reasoning
16 Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009
Structure
Function
Molecular
Cell
Tissue
Organ
System
Anatomy &
Histology
Physiology &
Biochemistry
Abnormality
C
ongenital
I
nfection
N
eoplasm
T
rauma
A
nd others
Disease
Sign & Symptom
Pathogenesis
Pathophysiology
17 Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009
Student
motivation
perception of task
perceived relevance
previous experience (Hutchinson 2003)
prepare students for PBL: help them
shift their mind set, communicate the
goal & expectation, what they might
experience (Oon-Seng 2003)
18
Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009
Conclusions
As student’s knowledge and skills should be
better in accordance with their study time in
PBL tutorial, further evaluation of tutors,
scenarios, and students, must be conducted
to identify the cause of the SOCA results.
Changing scenario and emphasizing the
importance of biomedical sciences during
tutorial should be done.
19
Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009