• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUATION OF STUDENT S MASTERY OF CONTENT KNOWLEDGE AND SKILLS USING STUDENT ORAL CASE ANALYSIS AS AN ASSESSMENT INSTRUMENT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EVALUATION OF STUDENT S MASTERY OF CONTENT KNOWLEDGE AND SKILLS USING STUDENT ORAL CASE ANALYSIS AS AN ASSESSMENT INSTRUMENT"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

Presented in The 2nd Jakarta Meeting on Medical Education, 4-6th December 2009 1

EVALUATION OF STUDENT’S MASTERY OF CONTENT KNOWLEDGE AND SKILLS USING STUDENT ORAL CASE ANALYSIS

AS AN ASSESSMENT INSTRUMENT

Nurfitri Bustamam

Faculty of Medicine, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta ABSTRACT

Background: Faculty of Medicine, UPN Veteran Jakarta has been used problem-based learning (PBL) since 2006. The implementation of PBL requires student assessment which assesses mastery of content knowledge and skills that PBL supposed to promote. It is hoped that student’s knowledge and skills will be improved in accordance with their study time in PBL tutorial. Student Oral Case Analysis (SOCA) was selected as an assessment instrument. Due to three years implementation of SOCA in our medical school, the evaluation should be done to give feedback for the institution. The aims of this study were to compare student’s achievement in SOCA test and to identify the ability which needs to improve.

Methods: The SOCA test of all medical students group in year 1, 2, & 3 (n=435) during academic year 2008/2009 were analyzed. It was a cross sectional study using the average score for each component assessed in SOCA. The assessed component included: 1) the ability to identify problems & make hypotheses, 2) flow of thought & logic, 3) clinical reasoning, 4) biomedical knowledge, and 5) communication, presentation & attitude.

Results: Kruskal-Wallis test showed no difference in communication, presentation & attitude between groups (p > 0.050). Mann Whitney test showed a difference between year 1 students and the other groups (p < 0.050), but there was no difference between year 2 and year 3 students (p > 0,050). Student’s ability to explain biomedical science related to the case is the lowest, with average of 61-68% from the maximum score. Conclusions: As student’s knowledge and skills should be better in accordance with their study time in PBL tutorial, further evaluation of tutors, scenarios, and students, must be conducted to identify the cause of the SOCA results. Changing scenario and emphasizing the importance of biomedical sciences during tutorial should be done. Key words: student oral case analysis, problem-based learning, evaluation

(5)

Presented in the 2nd Jakarta Meeting on Medical Education, 4-6th December 2009 2

EVALUASI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MAHASISWA MENGGUNAKAN STUDENT ORAL CASE ANALYSIS

SEBAGAI INSTRUMEN PENILAIAN

Nurfitri Bustamam

Fakultas Kedokteran, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta ABSTRAK

Latar Belakang: Sejak Tahun 2006 Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta telah mengimplementasikan problem-based learning

(PBL). Implementasi PBL harus disertai student assessment yang tidak hanya menilai penguasaan pengetahuan, tetapi juga menilai keterampilan yang diharapkan tercapai dengan PBL. Diharapkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa akan menjadi lebih baik sejalan dengan lamanya pembelajaran menggunakan tutorial PBL. Student Oral Case Analysis (SOCA) dipilih sebagai instrumen ujian. Mengingat SOCA telah diimplementasikan selama tiga tahun, perlu dilakukan evaluasi sebagai masukan bagi institusi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pencapaian mahasiswa pada SOCA dan mengidentifikasi kemampuan yang perlu ditingkatkan.

Metode: Hasil SOCA seluruh mahasiswa pada tahun akademik 2008/2009 yang dikelompokan berdasarkan tahun ke-1, 2, dan 3 (N = 435) dianalisis. Penelitian ini merupakan studi potong lintang yang menggunakan rata-rata setiap komponen penilaian SOCA dari dua penguji. Komponen yang dinilai adalah 1) kemampuan mengidentifikasi masalah dan membuat hipotesis, 2) membuat alur pikir yang sistematis dan logis, 3) penalaran klinis, 4) ilmu biomedik, dan 5) komunikasi, sistematika penyajian dan sikap.

Hasil:. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak ada perbedaan dalam kemampuan komunikasi, sistematika penyajian dan sikap antarkelompok (p > 0,050). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan ada perbedaan hasil SOCA untuk setiap komponen penilaian antara mahasiswa tahun ke-1 dan kelompok mahasiswa lainnya (p < 0,050), tetapi tidak ada perbedaan antara mahasiswa tahun ke-2 dan ke-3 (p > 0,050). Kemampuan mahasiswa menjelaskan ilmu biomedik terkait kasus adalah yang terendah dengan kisaran rata-rata 61-68% dari skor maksimal.

Simpulan: Oleh karena pengetahuan dan keterampilan mahasiswa seharusnya lebih baik sejalan dengan lama pembelajaran menggunakan tutorial PBL, evaluasi lebih lanjut terhadap tutor, skenario atau mahasiswa harus dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab hasil SOCA tersebut. Mengubah skenario dan menekankan ilmu biomedik dalam tutorial perlu dilakukan.

(6)

Presented in the 2nd Jakarta Meeting on Medical Education, 4-6th December 2009 3

PENDAHULUAN

Standar Pendidikan Profesi Dokter Indonesia yang diterbitkan pada tahun 2007 menekankan implementasi kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dengan strategi Student-centered, Problem-based, Integrated, Elective and Systematic

(SPICES).1 Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FKUPN) telah lebih dahulu mengimplementasikan metode Problem Based Learning (PBL) dalam kurikulumnya pada Tahun 2006. Implementasi PBL perlu disertai student assessment yang tidak hanya menilai penguasaan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang diharapkan tercapai dengan PBL, misalnya kemampuan mengidentifikasi masalah dan mengaplikasikan pengetahuan.2

Student Oral Case Analysis (SOCA) dipilih FKUPN sebagai instrumen ujian lisan untuk mengevaluasi kemampuan mahasiswa menggunakan ilmu dasar dalam menganalisis dan menjelaskan kasus. SOCA memungkinkan untuk menilai proses penalaran dan pemecahan masalah oleh mahasiswa secara langsung. Komponen penilaian SOCA mencakup: 1) kemampuan mengidentifikasi masalah dan membuat hipotesis (10%), 2) membuat alur pikir yang sistematis dan logis (20%), 3) penalaran klinis (30%), 4) ilmu biomedik (25%), serta 5) komunikasi, sistematika penyajian dan sikap (15%). Pada saat SOCA, setiap mahasiswa diberi waktu selama 30 menit untuk menyiapkan presentasi di kertas flip chart, melakukan presentasi selama 20 menit, selanjutnya mendapatkan umpan balik selama 10 menit. Dua orang penguji memberikan penilaian dengan menggunakan daftar tilik yang dilengkapi dengan kisaran nilai. Penguji tidak diperkenankan melakukan interupsi selama mahasiswa presentasi.

Mengingat SOCA telah dilaksanakan selama tiga tahun, perlu dilakukan evaluasi sebagai sebagai masukan bagi institusi untuk perbaikan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pencapaian mahasiswa pada SOCA dan mengidentifikasi kemampuan yang perlu ditingkatkan.

METODE

Penelitian ini merupakan studi potong lintang yang menggunakan sampel berupa rata-rata dari dua penguji untuk setiap komponen penilaian SOCA. Hasil SOCA tahuan akademik 2008/2009 dari seluruh populasi mahasiswa dianalisis (N = 435) menggunakan program komputer.

(7)

Presented in the 2nd Jakarta Meeting on Medical Education, 4-6th December 2009 4

HASIL

Hasil analisis SOCA secara deskriptif dapat dilihat pada Tabel 1. Secara umum persentase rata-rata setiap komponen SOCA jika dibandingkan dengan skor maksimal daftar tilik sudah cukup ( 70%), kecuali komunikasi, sistematika penyajian dan sikap dianggap memuaskan ( 85%), sedangkan penguasaan ilmu biomedik masih kurang (61-68%).

Tabel 1. Deskripsi Hasil SOCA FKUPN Tahun Akademik 2008/2009

No Penilaian Tahun ke- N Rata-rata SD Mini mum Maksi mum % mean dari skor maksimal daftar tilik 1 Identifikasi masalah dan membuat hipotesis 3 144 7,5 1,1 2,0 10,0 74,7 2 136 7,6 0,9 5,0 9,5 76,0 1 155 7,1 1,4 2,0 10,0 70,6 2 Membuat alur pikir yang

sistematis & logis

3 144 14,5 2,4 4,0 19,0 72,6 2 136 14,7 2,1 9,0 18,0 73,5 1 155 13,7 2,8 4,0 20,0 68,6 3 Penalaran Klinis: anamnesis, pemerik-saan, diagnosis & penatalaksanaan 3 144 21,0 3,8 8,5 28,0 70,2 2 136 20,7 3,7 11,0 27,0 69,0 1 155 19,4 4,6 8,0 28,5 64,6 4 Ilmu biomedik berkaitan dengan kasus 3 144 16,4 3,6 7,0 24,0 65,6 2 136 17,0 3,0 9,5 22,0 68,0 1 155 15,2 4,1 7,0 24,0 61,0 5 Komunikasi, sistematika penyajian & sikap 3 144 12,8 1,5 8,5 15,0 85,2 2 136 12,9 1,4 8,5 15,0 86,0 1 155 12,9 1,5 6,0 15,0 85,7 6

Total Skor SOCA 144 72,2 10,8 32,5 92,5 72,2 136 72,8 9,5 49,0 87,5 72,8 155 68,3 12,8 28,0 93,5 68,3 Analisis uji Kruskal-Wallis (Tabel 2) menunjukkan paling tidak terdapat perbedaan hasil SOCA pada setiap komponen penilaian antara dua kelompok (p < 0,050), kecuali kemampuan komunikasi, sistematika penyajian dan sikap menunjukkan tidak ada perbedaan antarkelompok (p > 0,050).

(8)

Presented in the 2nd Jakarta Meeting on Medical Education, 4-6th December 2009 5

Tabel 2. Hasil Uji Kruskal-Wallis

No. Penilaian Tahun ke- N Rata-rata p 1 Identifikasi masalah dan

membuat hipotesis

3 144 7.5

0,002

2 136 7.6

1 155 7.1

2 Membuat alur pikir yang sistematis & logis

3 144 14.5

0,006 2 136 14.7

1 155 13.7 3 Penalaran klinis: anamnesis,

pemeriksaan, diagnosis & penatalaksanaan

3 144 21.0

0,004 2 136 20.7

1 155 19.4 4 Ilmu biomedik berkaitan

dengan kasus 3 144 16.4 0,000 2 136 17.0 1 155 15.2 5 Komunikasi, sistematika

penyajian & sikap

3 144 12.8

0,678 2 136 12.9

1 155 12.9

6 Total skor SOCA 3 144 72.2

0,003 2 136 72.8

1 155 68.3

Selanjutnya uji Mann-Whitney (Tabel 3) menunjukkan ada perbedaan hasil SOCA untuk setiap komponen penilaian antara mahasiswa tahun ke-1 dan kelompok mahasiswa lainnya (p < 0,050), tetapi tidak ada perbedaan antara mahasiswa tahun ke-2 dan ke-3 (p > 0,050) .

Tabel 3. Hasil Uji Mann Whitney

No. Penilaian p Tahun 3-2 Tahun 3-1 Tahun 2-1 1 Identifikasi masalah dan membuat

hipótesis 0,513 0,009 0,001

2 Membuat alur pikir yang sistematis &

logis 0,569 0,016 0,003

3 Penalaran klinis: anamnesis, pemeriksaan,

diagnosis & penatalaksanaan 0,345 0,001 0,022 4 Ilmu biomedik berkaitan dengan kasus 0,195 0,011 0,000

(9)

Presented in the 2nd Jakarta Meeting on Medical Education, 4-6th December 2009 6

PEMBAHASAN

Mahasiswa yang belajar dengan PBL seharusnya lebih baik dalam belajar dan mengingat informasi, sebab terdapat tiga kondisi yang memfasilitasi pembelajaran dalam PBL, yaitu: aktivasi pengetahuan awal, elaborasi pengetahuan baru, dan pembelajaran yang bersifat kontekstual.3 PBL juga dianggap mampu menyiapkan mahasiswa untuk menjadi profesional dalam praktek karena mendorong kemandirian, menstimulasi refleksi dan self-directed learning, memperkenalkan penalaran klinis, meningkatkan critical thinking, membuat putusan berdasarkan bukti, menjamin bahwa pengetahuan diperoleh dalam konteks yang terintegrasi, dan mendukung kerja kelompok yang efektif.Oleh karena pendekatan PBL didasarkan pada pembelajaran aktif dalam kelompok kecil, menggunakan masalah klinis sebagai stimulus pembelajaran, dan menggunakan prinsip-prinsip pendidikan dasar yang berasal dari teori pembelajaran orang dewasa, PBL diharapkan memberikan efektivitas yang lebih besar terhadap perolehan pengetahuan dasar dan keterampilan klinis.4

Diharapkan semakin sering mahasiswa belajar dengan tutorial PBL, penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang terkait PBL akan semakin baik. Hasil SOCA tahun ke-1 berbeda dari kelompok mahasiswa lainnya, tetapi tidak ada perbedaan hasil SOCA antara mahasiswa tahun ke-2 dan ke-3. Secara umum hasil SOCA FKUPN belum maksimal (rata-rata 70%), sebab menurut hasil penelitian seharusnya retensi informasi dengan cara belajar teach other seperti yang seharusnya terjadi dalam tutorial PBL adalah 80%.5 Mengingat bahwa kunci keberhasilan PBL bertumpu pada diskusi tutorial6 dan ada tiga elemen dalam proses tutorial PBL, yaitu: mahasiswa, problem, dan tutor7, kemungkinan penyebab hasil SOCA tersebut adalah belum maksimalnya kinerja tutor, rendahnya kualitas problem, atau kemampuan mahasiswa yang memang kurang.

Kinerja tutor berpengaruh langsung terhadap kualitas tutorial. Kemampuan tutor menggunakan keterampilan memfasilitasi proses pembelajaran dalam tutorial adalah penentu utama kualitas dan suksesnya metode pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam berpikir/bernalar (metacognition, problem solving, dan critical thinking), serta membantu mahasiswa menjadi independent, self-directed learners.6 Ada kemungkinan tutor belum menjalankan tugas dan fungsinya dalam tutorial. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi kinerja tutor. Jika kinerja tutor belum maksimal perlu diadakan refreshing

(10)

Presented in the 2nd Jakarta Meeting on Medical Education, 4-6th December 2009 7

PBL. Terkait dengan rendahnya nilai ilmu biomedik, tutor perlu menekankan pentingnya penguasaan ilmu biomedik sebagai dasar penalaran klinis kepada mahasiswa.

Di FKUPN digunakan skenario dengan tipe multi-level problem dengan format SOEP untuk setiap angkatan. Penggunaan skenario tersebut perlu dievaluasi kembali dengan menggunakan kuesioner kepada mahasiswa dan tutor untuk mengetahui apakah skenario sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam kurikulum, prior knowledge mahasiswa, memotivasi serta mendorong belajar mandiri.8 Tipe multi-level problem memang menarik sebab menceritakan langsung tentang masalah klinis pasien, tetapi mahasiswa dan tutor dapat melupakan/mengabaikan ilmu dasar (biomedik) terkait kasus tersebut. Multi-level problem lebih sesuai digunakan oleh mahasiswa di akhir blok untuk mendorong kemampuan aplikasi pengetahuan dalam masalah klinis, sedangkan di awal blok lebih baik digunakan tipe explanation problem atau strategy problem sehingga mahasiswa lebih memahami mekanisme yang mendasari suatu masalah dan mengetahui strategi penatalaksanaan disertai rasionalnya. Agar mahasiswa tidak jenuh dapat dipilih beberapa format problem yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, misalnya

narrative, phenomenon, problem pack, AVA (gambar, film, grafik), atau menggunakan stimulated patient.

Ada sejumlah faktor lain yang mempengaruhi hasil akhir pembelajaran dengan tutorial PBL, antara lain: motivasi dan persepsi mahasiswa, relevansi pembelajaran untuk masa datang, pengalaman pembelajaran sebelumnya, gaya belajar, serta konteks dan lingkungan terjadinya pembelajaran.9 Berdasarkan hal tersebut perlu diingatkan oleh tutor tentang tugas dan peran mahasiswa dalam metode PBL serta apa yang akan mereka capai dengan PBL.

SIMPULAN

Secara umum hasil SOCA FKUPN Tahun Akademuk 2008/2009 belum maksimal. Hasil SOCA mahasiswa tahun ke-1 berbeda dari kelompok mahasiswa lainnya, tetapi tidak ada perbedaan hasil SOCA mahasiswa tahun ke-2 dan ke-3. Ada tiga kemungkinan penyebabnya, yaitu tutor, skenario atau mahasiswa. Perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi penyebab hal tersebut serta usaha perbaikan sehingga hasil ujian SOCA di masa datang menjadi lebih baik. Nilai ilmu biomedik masih kurang, sehingga perlu dilakukan perubahan tipe dan format skenario agar

(11)

Presented in the 2nd Jakarta Meeting on Medical Education, 4-6th December 2009 8

mendorong mahasiwa belajar ilmu biomedik serta usaha tutor yang menekankan pentingnya penguasaan ilmu biomedik sebagai dasar penalaran klinis pada saat tutorial.

UCAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih kepada koordinator nilai mahasiswa tahun ke-1, 2 dan 3 FKUPNVJ yang berkenan untuk memberikan data hasil SOCA tahun akademik 2008/ 2009.

DAFTAR PUSTAKA

1. Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Pendidikan Profesi Dokter. Jakarta; 2006. 2. Amin Z, Khoo HE. Basics in medical education. Singapore: World Scientific;

2003.

3. Dolmans D, Schmidt H. The advantages of problem-based curricula. Maastricht: Department of Education Development and Research; 1995.

4. Sefton A. Problem-based learning. In: Dent JA, Harden RM, editors. A practical guide for medical teachers. 2nd ed. Edinburgh: Elsevier Churchill Livingstone; 2005.p.143-50

5. The Learning Pyramid. National Training Laboratories, Bethel, Maine, USA. Rahayu GR. Handout Pelatihan Advanced Tutor Pada Problem Based Learning Startegy. FKUGM, April 2009.

6. Barrows HS. The tutorial process. Illinois: Southern Illinois University; 1992. 7. Dolmans DHJM, De Grave W, Wolfhagen IHAP, vander Vleuten CPM.

Problem-based learning: future challenges for educational practice and research. Medical Education. 2005;39:732-41.

8. Dolmans D, Snellen-Balendong H. Problem construction. Maastrich: Department of Educational Development and Research; 2000.

9. Hutchinson L. ABC of learning and teaching: educational environment. BMJ. 2003;326:810-2.

(12)

Evaluation of Student’s Mastery of

Content Knowledge and Skills

Using Student Oral Case Analysis

as an Assessment Instrument

Nurfitri Bustamam

Faculty of Medicine, UPN Veteran Jakarta

(13)

2

Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009

Background

Implementation of PBL in Faculty of Medicine

UPN Veteran Jakarta since 2006

Student assessment which assesses mastery of content

knowledge & skills that PBL supposed to promote

Student Oral Case Analysis

Three years implementation of SOCA in our medical school

Evaluation

(14)

3

Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009

Objectives

1.

To compare student’s achievement in

SOCA test between three groups of

students

2.

To identify the ability which needs to

(15)

4

Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009

SOCA in Faculty of Medicine

UPN Veteran Jakarta

1.

Student prepare presentation on flipchart

papers for 30 minutes

2.

Presentation, 20 minutes. During

presentation the examiners are prohibited

to interrupt.

3.

Two examiners assess the student using

checklist

(16)

5

Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009

Assessed Component in SOCA

10%

20%

30%

25%

15%

The ability to identify problems

& make hypotheses

Flow of thought & logic

Clinical reasoning

Biomedical knowledge

Communication, presentation,

& attitude

(17)

6 Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009

Methods

Cross sectional

Total population (n=435):

Year 1 students (2008): 155

Year 2 students (2007): 136

Year 3 students (2006): 144

The average score for each components

assessed in SOCA were analyzed using

computer program

(18)

7

Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009

No.

Assessed Component

Students

Mean

SD

Min

Max

Persen

tage

1

SOCA

Year 3

72.2

10.8

32.5

92.5

72.2

Year 2

72.8

9.5

49.0

87.5

72.8

Year 1

68.3

12.8

28.0

93.5

68.3

2

The ability to identify problems &

make hypotheses

Year 3

7.5

1.1

2.0

10.0

74.7

Year 2

7.6

0.9

5.0

9.5

76.0

Year 1

7.1

1.4

2.0

10.0

70.6

3

Flow of thought & logic

Year 3

14.5

2.4

4.0

19.0

72.6

Year 2

14.7

2.1

9.0

18.0

73.5

Year 1

13.7

2.8

4.0

20.0

68.6

4

Clinical reasoning

Year 3

21.0

3.8

8.5

28.0

70.2

Year 2

20.7

3.7

11.0

27.0

69.0

Year 1

19.4

4.6

8.0

28.5

64.6

5

Biomedical knowledge

Year 3

16.4

3.6

7.0

24.0

65.6

Year 2

17.0

3.0

9.5

22.0

68.0

Year 1

15.2

4.1

7.0

24.0

61.0

6

Communication, presentation, &

attitude

Year 3

12.8

1.5

8.5

15.0

85.2

Year 2

12.9

1.4

8.5

15.0

86.0

(19)

8

Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009

No.

Assessed Component

Students

N

Mean

p Kruskal

Wallis test

1

SOCA

Year 3

144

72.2

0.003

Year 2

136

72.8

Year 1

155

68.3

2

The ability to identify problems & make

hypotheses

Year 3

144

7.5

0.002

Year 2

136

7.6

Year 1

155

7.1

3

Flow of thought & logic

Year 3

144

14.5

0.006

Year 2

136

14.7

Year 1

155

13.7

4

Clinical reasoning

Year 3

144

21.0

0.004

Year 2

136

20.7

Year 1

155

19.4

5

Biomedical knowledge

Year 3

144

16.4

0.000

Year 2

136

17.0

Year 1

155

15.2

6

Communication, presentation, & attitude

Year 3

144

12.8

0.678*

Year 2

136

12.9

Year 1

155

12.9

(20)

9

Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009

Post Hoc Analyses: Mann Whitney Test

No.

Assessed Component

Year 3 &

Year 2

Students

Year 3 &

Year 1

Students

Year 2 &

Year 1

Students

1

SOCA

0.696

0.005

0.002

2

The ability to identify problems &

make hypotheses

0.513

0.009

0.001

3

Flow of thought & logic

0.569

0.016

0.003

4

Clinical reasoning

0.345

0.001

0.022

(21)

10

Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009

PBL students are assumed to be

better able to learn & recall

information through:

activation of prior knowledge

elaboration of newly acquired knowledge

contextual learning

(22)

11

Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009

The Learning Pyramid

(National Training Laboratories, Maine, USA)

Average Retention Rate

5%

10%

20%

30%

50%

75%

80%

Teach Others

practice by doing

discussion group

demonstration

audiovisual

reading

lecture

(23)

12

Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009

It is hoped that student’s knowledge &

skills will be improved in accordance

with their study time in PBL tutorial.

Mann Whitney test showed a difference

between year 1 students & the other

groups, but there was no difference

between year 2 & year 3 students.

(24)

13 Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009

Critical Incident

Tutorial

group

process

tutor

problem

students

(25)

14

Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009

Tutor

The ability of tutor to facilitate learning

process is the major determinant of the

quality & success of educational method

aimed at 1) developing students’

reasoning skills & 2) helping them to

become independent,

self-directed

learners

(Barrows 1992).

(26)

15

Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009

Multi-level problem, SOEP format

Interesting, but students & tutor often

forgot to discuss biomedical science

In the beginning of block: explanation or

strategy problem

Tutor emphasizing the importance of biomedical

sciences as the basic of clinical reasoning

(27)

16 Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009

Structure

Function

Molecular

Cell

Tissue

Organ

System

Anatomy &

Histology

Physiology &

Biochemistry

Abnormality

C

ongenital

I

nfection

N

eoplasm

T

rauma

A

nd others

Disease

Sign & Symptom

Pathogenesis

Pathophysiology

(28)

17 Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009

Student

motivation

perception of task

perceived relevance

previous experience (Hutchinson 2003)

prepare students for PBL: help them

shift their mind set, communicate the

goal & expectation, what they might

experience (Oon-Seng 2003)

(29)

18

Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009

Conclusions

As student’s knowledge and skills should be

better in accordance with their study time in

PBL tutorial, further evaluation of tutors,

scenarios, and students, must be conducted

to identify the cause of the SOCA results.

Changing scenario and emphasizing the

importance of biomedical sciences during

tutorial should be done.

(30)

19

Presented in The 2nd JAKMED, 4-6 Dec. 2009

Gambar

Tabel 2. Hasil Uji Kruskal-Wallis

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam kesenian Leak dan Kuda Kepang Turonggo Manunggal Sakti bedasarkan tujuan

Bab ini membahas mengenai perhitungan dan perancangan antena Mikrostrip Array Patch Segitiga Dual Band dengan penggunaan Stub menggunakan software AWR Microwave

[r]

Berdasarkan hasil pengujian mekanis yang berupa uji tarik, buckling, bending, modulus elastis, impact, dan uji nyala api sebagaimana diperlihatkan pada gambar 1 sampai dengan

dilakukan dengan cara individu yang bersangkutan tidak. bergerak dan menerima begitu saja agen yang melukai

The objective of the Procurement Legal Regime (PLR) is to establish the general rules for budget execution 4 , aiming at 5 the acquisition of goods and services or at the

Prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini dengan memeriksa gigi pada anak sindroma Down untuk melihat debris makanan maupun kalkulus (karang gigi) yang ada

Analisa kesiapan tiap-tiap pemangku kepentingan dalam penggunaan penuh IPv6 Analisis kesiapan Indonesia untuk penggunaan penuh IPv6 Akselerasi integrasi kemampuan IPv6