• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 SISTEM PAKAR DAN KEGUNAANNYA SECARA UMUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 SISTEM PAKAR DAN KEGUNAANNYA SECARA UMUM"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 SISTEM PAKAR DAN KEGUNAANNYA SECARA UMUM

Dasar-dasar Expert System (Sistem Pakar) : adalah sebuah aplikasi komputer yang menjalankan sebuah task yang awal mulanya dilakukan oleh seorang pakar. Sebagai contoh, sistem pakar yang dapat mendiagnosa penyakit, membuat ramalan finansial, menjadwal rute untuk kendaraan layanan antar. Beberapa sistem pakar ada yang dirancang untuk menggantikan manusia melaksanakan tugasnya, sementara ada pula yang untuk membantu. Sistem pakar adalah bagian dari sebuah kategori umum aplikasi komputer yang dikenal sebagai Artificial Intelligence (AI). Untuk mendesain sebuah sistem pakar, perlu memiliki pengetahuan sebagai seorang insinyur ilmu pengetahuan, seorang individu yang mempelajari bagaimana para manusia pakar/ahli memuat keputusan dan menterjemahkan aturan-aturan ke dalam bentuk yang dimengerti komputer (www.webopedia.com , 2003)

Dasar-dasar Artificial Intelligence, yang mengemukakan bahwa ada 5 (lima) komponen dasar yang membangun sebuah inteligensia : learning, reasoning, problem-solving, perception, dan language-understanding (Copeland, 2000) Sistem Komputer Pakar memiliki syarat :

(2)

- domain yang dicakupnya spesifik

- knowledge mampu memecahkan masalah secara langsung. (Jackson, 1999) Expert System adalah program komputer yang merepresentasikan dan bernalar

dengan pengetahuan dari beberapa subjek kepakaran dengan kemampuan untuk menyelesaikan masalah/memberi saran (Jackson, 1999)

Expert System memiliki dua macam fungsi utama, yaitu :

- bisa berfungsi secara penuh sebagai pengganti seorang pakar

- bisa sebagai pembantu/asisten kepada manusia untuk membuat keputusan. (Jackson, 1999)

Expert System adalah turunan/derivatif dari disiplin penelitian Artificial Intelligence, dimana Artificial Intelligence merupakan cabang ilmu komputer yang berhubungan dengan perancangan dan implementasi dari program yang mampu menyamai kemampuan kognitif/pikiran/kesadaran/ manusia, seperti : penyelesaian masalah, penginderaan visual, dan pemahaman bahasa (Jackson, 1999)

Pekerjaan-pekerjaan Umum Expert System adalah : - interpretasi data (contoh: sonar)

- diagnosis kegagalan fungsi (contoh: diagnosis penyakit)

- analisis struktural dari objek-objek yang kompleks (contoh : bidang kimia) - konfigurasi objek-objek yang kompleks (contoh : sistem komputer)

(3)

• Tidak ada penjelasan/definisi yang pasti dari sistem pakar yang bisa mencakup keinginan semua pihak, tetapi ada fitur-fitur penting sistem pakar dimana sebuah sistem pakar tersebut mampu menunjukannya (Jackson, 1999)

Karakteristik Expert System (kelebihannya dibandingkan program konvensional) adalah :

- dapat mensimulasikan penalaran manusia tentang sebuah domain masalah daripada mensimulasikan domain itu sendiri; fokusnya adalah untuk menyamai kemampuan menyelesaikan masalah dari seorang pakar sehingga dapat bertindak selayaknya seperti pakar itu sendiri atau bahkan lebih baik

- melakukan penalaran terhadap perwakilan pengetahuan manusia selain melakukan perhitungan angka/mengambil data; ada pemisahan antara knowledge dengan kode-kode yang melakukan penalaran, yang selanjutnya disebut knowledge base dan inference engine

- metode penyelesaian masalah ada 2 (dua), yaitu Heuristik dan Aproksimasi (tidak membutuhkan data yang sempurna, dan solusi yang diturunkan sistem dapat diajukan dengan berbagai derajat kepastian yang bervariasi). (Jackson, 1999)

Perbedaan Expert System dengan Program-program AI lainnya adalah :

- sistem pakar berurusan dengan subjek yang mencerminkan kompleksitas realistik yang biasanya butuh kepakaran manusia yang cukup besar; program AI lain hanya berupa kendaraan untuk riset; berfokus pada

(4)

problem matematis/versi sederhana dari masalah sungguhan untuk mendapatkan gambaran/ menyempurnakan teknis

- menyelesaikan masalah ilmiah yang asli/kepentingan komersial. (Jackson, 1999)

Performa Expert System tinggi, dengan kecepatan dan keandalan, agar dapat menjadi alat yang bermanfaat; performa AI lain tidak terlalu cepat, dan kemungkinan akan memiliki banyak bugs, karena merupakan program dan bukan software yang di-support (Jackson, 1999)

Expert System mampu menjelaskan dan menimbang/mencari solusi-solusi/rekomendasi agar bisa meyakinkan user bahwa nalar Expert System itu secara fakta benar, sementara AI lain dijalankan oleh penciptanya (Jackson, 1999)

Knowledge-based sering disamakan dengan Expert System, dimana sebetulnya terdapat perbedaan di antara kedua terminologi tersebut :

- Knowledge-based adalah sistem apa saja yang melakukan kegiatan dengan mengaplikasikan ‘rules-of-thumb’ menjadi representasi simbolik ilmu pengetahuan, disamping menggunakan algoritma/metode statistik, contoh : Knowledge-based System dalam meteorologi seperti tentang cuaca akan menjadi Expert System apabila dapat menyediakan ramalan cuaca (Jackson, 1999)

- Expert System berfungsi untuk mengartikan pengetahuan yang domain-dependent dari para praktisi sehari-hari dan lebih menggunakan

(5)

pengetahuan untuk memecahkan masalah, daripada metode domain-independent dari matematika/ilmu komputer. (Jackson, 1999)

Knowledge Engineering adalah proses perancangan sebuah Expert System, dan disamakan dengan ‘Applied AI’ (Feigenbaum, 1977)

Knowledge Acquisition adalah perpindahan dan perubahan keahlian potensial pemecahan masalah dari sumber pengetahuan ke sebuah program (Buchanan, 1983)

Expert System Shell adalah sebuah perangkat lunak praktis yang ditujukan untuk memungkinkan pemakai non-programmer memperoleh keuntungan dari usaha-usaha programmer

Knowledge (ilmu pengetahuan) adalah keseluruhan dari tubuh data dan informasi yang dipergunakan manusia untuk dipakai dalam penggunaan praktis, dengan tujuan untuk melakukan berbagai pekerjaan dan menghasilkan informasi baru. Ilmu pengetahuan menambahkan dua aspek : pertama, tujuan, karena ilmu pengetahuan adalah ‘mesin intelektual’ yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan; kedua, kemampuan mencipta, karena satu dari antara fungsi-fungsi utama dari ilmu pengetahuan adalah untuk menghasilkan informasi baru (Schreiber, 2000)

• Tiga keuntungan utama dari pemakaian sistem ilmu pengetahuan adalah : pengambilan keputusan yang lebih cepat, produktivitas meningkat, dan kualitas pengambilan keputusan yang lebih baik (Schreiber, 2000)

• Tiga fungsi utama adanya knowledge engineering adalah : membantu melihat peluang dan hambatan pada perkembangan organisasi, menyediakan metoda

(6)

untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh terhadap struktur dan proses yang digunakan para praktisi ilmu pengetahuan, dan membantu membangun sistem ilmu pengetahuan yang lebih baik (Schreiber, 2000)

• Prinsip Knowledge Engineering adalah :

1. terdiri dari beberapa model aspek yang berbeda-beda dari ilmu pengetahuan milik manusia

2. dalam knowledge modelling, difokuskan pada struktur konseptual dari ilmu pengetahuan

3. ilmu pengetahuan memiliki struktur internal yang bisa dianalisis dengan cara mengenali rules dan tipe suatu ilmu pengetahuan spesifik

4. proyek ilmu pengetahuan harus diatur dengan cara belajar dari pengalaman secara terkontrol. (Schreiber, 2000)

Model Suite sebagai ekspresi praktis berdasarkan prinsip knowledge engineering adalah :

1. Why (mengapa sistem ilmu pengetahuan menjadi potensial , dan untuk masalah apa)

2. What (apa yang menjadi lingkungan dan struktur dari ilmu pengetahuan yang terlibat di dalamnya)

3. How (bagaimana seharusnya ilmu pengetahuan diimplementasi dalam sebuah sistem komputer, dan bagaimana arsitektur dan mekanisme komputasionalnya ). (Schreiber, 2000)

(7)

1. model Organisasional merupakan analisis fitur-fitur besar dari sebuah organisasi dalam rangka menemukan masalah dan peluang bagi sistem ilmu pengetahuan

2. model Task (Pekerjaan) adalah sub-bagian yang relevan dari sebuah proses bisnis; analisis layout pekerjaan, input dan output-nya, persyaratannya, dan kriteria performansi

3. model Agen adalah agen sebagai pelaksana pekerjaan (contoh : manusia, sistem informasi, atau entiti lain yang mampu melakukan sebuah pekerjaan); definisi karakteristik agen, kewenangan untuk melakukan aksi, dan hambatan-hambatan yang ada

4. model Ilmu Pengetahuan berfungsi untuk menjelaskan tipe dan struktur ilmu pengetahuan yang digunakan untuk melakukan suatu pekerjaan; berupa deskripsi yang bersifat implementation-independent dari komponen-komponen ilmu pengetahuan yang mengambil bagian dari penyelesaian masalah, dalam cara yang dimengerti oleh manusia

5. model Komunikasi berfungsi untuk memodelkan transaksi komunikatif antara agen-agen yang terlibat

6. model Desain dipergunakan untuk menjelaskan spesifikasi teknis untuk sistem ilmu pengetahuan dan dipecah-pecah menjadi beberapa aspek berbeda. (Schreiber, 2000)

• Enam peran proses dalam knowledge engineering dan manajemennya :

1. Knowledge provider/Specialist sebagai penyedia ilmu pengetahuan (expert) 2. Knowledge Engineer/Analyst sebagai perancang dan pembuat sistem ilmu

(8)

3. Knowledge-system Developer adalah yang bertanggung jawab terhadap desain dan implementasi; biasanya oleh engineer yang melakukan pembuatan sistem

4. Knowledge User merupakan pengguna sistem baik secara langsung maupun tidak; untuk desain dan implementasi, penting untuk memastikan user berinteraksi dengan system berdasarkan representasi antarmuka mereka sendiri

5. Project Manager adalah yang bertanggung jawab menjalankan proyek pembangunan sistem ilmu pengetahuan

6. Knowledge Manager secara tidak langsung terlibat dalam proyek pembangunan sistem ilmu pengetahuan; yang memformulasi sebuah strategi ilmu pengetahuan pada level bisnis. (Schreiber, 2000)

2.2 PRINSIP DASAR PERBANKAN DAN LAYANANNYA

• Definisi Bank, yang menjelaskan bahwa bank merupakan lembaga yang bergerak di bidang uang, yang kegiatan usahanya membeli uang dan menjual dalam bentuk produk jasa dan pemberian pinjaman (kredit) (Afiff,et al.1996) • Prinsip Pelayanan Pelanggan, pelayanan terhadap pelanggan sangat

mempengaruhi kesuksesan suatu usaha. Hal ini dapat dicapai perusahaan tersebut dengan memperhatikan beberapa aspek mendasar dalam meningkatkan

(9)

Acknowledge, Communicate, dan Help (www.Online-Business-Plans.com, 2003)

• Petugas Bank dan Mekanisme Pekerjaannya, dalam suatu bank terdapat Service Assistant yang bertugas melayani nasabah yang hendak memanfaatkan jasa pelayanan bank (Afiff,et al.1996)

• Fungsi Service Assistant, sebagai petugas yang melayani nasabah atau calon nasabah yang bermaksud untuk menggunakan/memanfaatkan jasa pelayanan bank. Service Assistant mememiliki beberapa fungsi dalam pelayanannya, yaitu :

- melayani nasabah dalam memberikan informasi kepada nasabah tentang produk-produk jasa bank dan persyaratan-persyaratan yang terkandung dari setiap jenis produk bank

- melaksanakan tahapan awal administrasi dalam pembukuan rekening - memelihara hubungan yang baik dengan nasabah dalam bentuk pemberian

informasi

- memberikan informasi produk-produk jasa bank kepada calon nasabah. (Afiff, et al.1996)

• Pentingnya Relationship Officer sebagai ujung tombak teruncing dalam kegiatan pemberian kredit. Pekerjaannya adalah mencari, melayani, dan membina nasabah bank (Afiff, Faisal.et al.1996)

• Tugas Relationship Officer, yang meliputi : - orientasi kredit marketing

(10)

- wawancara

- Call Program (kunjungan ke perusahaan/ke penjaminan) - Analisis kredit (dengan prinsip pemberian kredit 5C)

- Trade Checking (mengecek keadaan usaha nasabah melalui konsumen atau supplier atau saingan nasabah)

- Bank Checking

- Evaluasi rekening koran

- Pembinaan Kredit. (Afiff, et al.1996) • Tugas Credit Analyst bank adalah :

- menganalisis laporan keuangan nasabah - menunjukkan risiko keuangan nasabah - mengecek kredibilitas nasabah

- menyiapkan laporan keuangan dan merekomendasi. (Afiff, et al.1996) • Mekanisme Manajemen dan Administrasi Kredit, dengan tahapan-tahapan

sebagai berikut : permohonan – analisis kredit – keputusan kredit – persiapan dokumen – penutupan perjanjian – administrasi pinjaman dan pelayanan – pengawasan dan penagihan (Afiff, et al.1996)

• Prinsip-prinsip Pemberian Kredit dan Aspek yang Dianalisis, yaitu “5 C’s of Credit” yang meliputi :

- Character, yaitu : latar belakang, referensi, tingkah laku

- Capacity, yaitu : kemampuan/reputasi usaha, kemampuan manajemen

(11)

- Collateral, yaitu : kondisi jaminan, marketable

- Condition of Economy, yaitu : ekonomi stabil/inflasi, kebijakan pemerintah. (Afiff,et al.1996)

• Tahap Pengajuan Kredit/Permohonan Kredit, yaitu : - pemberian informasi tentang persyaratan kredit - wawancara

- pengisian formulir-formulir permohonan kredit. (Afiff, et al.1996) • Tahap Analisis Kredit terdiri:

- aspek umum, aspek produksi dan teknik, aspek pemasaran, aspek keuangan - analisis kebutuhan kredit

- menghitung kebutuhan kredit - jaminan kredit

- Letter of Credit (L/C) dalam negeri. (Afiff, et al.1996)

2.3 PENTINGNYA E-BUSINESS DAN POTENSI ONLINE BANKING DI INDONESIA

e-Business dan Keuntungannya, dengan membuat bisnisnya menjadi online di media Internet, sebuah perusahaan akan memiliki kesempatan besar untuk mengurangi biaya operasional, memperoleh pendapatan yang lebih besar, meningkatkan basis pelanggan, menciptakan kesempatan pasar yang baru,

(12)

meningkatkan pelayanan pelanggan (customer service), dan mentargetkan komunikasinya (www.weidenhammer.com , 2003)

• Menurut Dian (2000, www.infokomputer.com) mengenai potensi Online Banking di Indonesia, terbatasnya akses para pelanggan ke Internet, kurangnya kepercayaan terhadap operasi online banking, serta ketidakpastian mengenai profitabilitas online banking adalah tiga hambatan utama online banking di Indonesia. Jika rintangan tersebut berhasil diatasi, bisnis ini (online banking) akan tumbuh dengan pesat. (www.infokomputer.com, Juni 2000)

2.4 PRINSIP DASAR EFISIENSI, PEMBUATAN SISTEM PAKAR, DAN WEBSITE SEBAGAI PENUNJANG SISTEM ONLINE

Ada beberapa teori yang lebih spesifik lagi yang mengarah langsung kepada hal-hal yang bersifat teknis (pelaksanaan) yang mendukung analisis sistem pakar untuk perbankan ini, yaitu :

• Efisiensi adalah ketepatan cara (usaha, kerja) dalam menjalankan sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya) (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1988)

• Dasar Pemrograman JESS versi 6.1p7, yaitu sebuah bahasa pemrograman yang cukup sederhana dan sudah digunakan secara luas untuk berbagai keperluan pembangunan sistem pakar; dikembangkan oleh Sandia National Laboratories

(13)

• Fungsi dan Penggunaan Macromedia Dreamweaver MX, sebuah program andal yang digunakan untuk membangun sebuah website yang dinamis, terintegrasi, dan interaktif yang dapat mencakup berbagai media sebagai sumbernya; dapat digunakan untuk membuat sebuah web-database yang akan diperlukan nantinya untuk menampung data hasil penggunaan sistem pakar perbankan tersebut

• Fungsi dan Penggunaan Macromedia Flash MX/Swish Max, software yang berguna untuk menciptakan animasi 2 (dua) dimensi untuk keperluan web yang dinamis dan menarik

• Pemanfaatan Web Hosting di Internet, berfungsi sebagai tempat di-posting-nya isi website bank, di mana di dalamnya terdapat aplikasi sistem pakar yang dapat digunakan oleh user

Referensi

Dokumen terkait

memperoleh unsur-unsur pembeda, atau untuk menjelaskan struktur tertentu (Kridalaksanadalam Tarigan, 1987:100). Proses subsitusi merupakan hubungan gramatikal, dan lebih

Dalam paradigma positivisme defenisi hukum harus melarang seluruh aturan yang mirip hukum, tetapi tidak bersifat perintah dari otoritas yang berdaulat, kepastian hukum

Seperti telah kita ketahui bahwa, pada sistem yang menggunakan kecerdasan buatan, akan mencoba untuk memberikan output berupa solusi dari suatu masalah berdasarkan

Apabila script yang berguna untuk menampilkan gambar logo adalah bersifat server side maka pertama tama script tersebut akan diproses di server tempat web site

Desain fisikal basis data merupakan proses memproduksi sebuah deskripsi dari implementasi basis data dalam secondary storage, yang menjelaskan relasi dasar, organisasi file,

Tahapan pra proses merupakan tahapan untuk mengubah struktur isi dari suatu data menjadi format yang sesuai, berupa kumpulan term atau kata, agar dapat diproses

Perpustakaan merupakan fungsi bahan–bahan riset dan sekunder yang paling mutakhir sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan teknologi

Jalaluddin Rakhmat (2010: 17) menjelaskan mengenai karakteristik komunikasi lainnya yakni komunikasi bersifat irreversible atau tidak dapat dibalik memiliki