• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Stres Kerja, Komitmen Organisasional, dan Kepuasan Kerja terhadap Turnover Intention

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Stres Kerja, Komitmen Organisasional, dan Kepuasan Kerja terhadap Turnover Intention"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel  11 menunjukkan hasil tingkat  signifikansi  tiap variabel  bebas  yaitu  berada  diatas  0,05  sehingga  dapat  disimpulkan  model  regresi  terbebas  dari  heteroskedastisitas

Referensi

Dokumen terkait

Table 1.1 menunjukkan bahwa sejak bulan Januari sampai Juli selama tahun 2015, terdapat turnover karyawan pada PT. Selama enam bulan terakhir, turnover tertinggi terjadi

Robbins dan Judge (2015) menyatakan bahwa Job Satisfaction merupakan suatu perasaan positif yang karyawan rasakan terhadap pekerjannya.Karyawan yang memiliki tingkat

bantuan, karyawan kurang mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh hotel. Dari beberapa pernyataan karyawan tersebut mengindikasikan adanya turnover karyawan,

Penelitian oleh Hassan (2014) juga memaparkan hasil yang sama, bahwa stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Dengan kata lain

Variabel komitmen organisasional diukur dengan menggunakan 3 item pernyataan yang berhubungan dengan komitmen organisasional yang dirasakan oleh para karyawan. Data

Semakin tinggi komitmen organisasional karyawan, maka akan semakin rendah tingkat turnover intention karyawan karena sudah memiliki komitmen untuk tetap bertahan

Berdasarkan Tabel 4.20 dan Tabel 4.21 dapat menjelaskan hasil pengujian hipotesis keenam yang menganalisis pengaruh kepuasan kerja dalam memediasi hubungan antara

Dari beberapa teori di atas dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasional adalah sikap yang positif dan kondisi psikologis yang mengikat seorang karyawan kepada