Pengaruh Stres Kerja, Komitmen Organisasional, dan Kepuasan Kerja terhadap Turnover Intention
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Table 1.1 menunjukkan bahwa sejak bulan Januari sampai Juli selama tahun 2015, terdapat turnover karyawan pada PT. Selama enam bulan terakhir, turnover tertinggi terjadi
Robbins dan Judge (2015) menyatakan bahwa Job Satisfaction merupakan suatu perasaan positif yang karyawan rasakan terhadap pekerjannya.Karyawan yang memiliki tingkat
bantuan, karyawan kurang mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh hotel. Dari beberapa pernyataan karyawan tersebut mengindikasikan adanya turnover karyawan,
Penelitian oleh Hassan (2014) juga memaparkan hasil yang sama, bahwa stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Dengan kata lain
Variabel komitmen organisasional diukur dengan menggunakan 3 item pernyataan yang berhubungan dengan komitmen organisasional yang dirasakan oleh para karyawan. Data
Semakin tinggi komitmen organisasional karyawan, maka akan semakin rendah tingkat turnover intention karyawan karena sudah memiliki komitmen untuk tetap bertahan
Berdasarkan Tabel 4.20 dan Tabel 4.21 dapat menjelaskan hasil pengujian hipotesis keenam yang menganalisis pengaruh kepuasan kerja dalam memediasi hubungan antara
Dari beberapa teori di atas dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasional adalah sikap yang positif dan kondisi psikologis yang mengikat seorang karyawan kepada