Pokok - Pokok Kesepahaman ini (selanjutnya disebut MoU ) efektif mulai dari tanggal, 17 Desember 2014 ( Tanggal Efektif ), oleh dan antara:

Teks penuh

(1)

{N2386322.3}

1

Only for academic purposes

POKOK - POKOK KESEPAHAMAN

ANTARA

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

DAN

PT FREEPORT INDONESIA

TENTANG

PEMBANGUNAN GEDUNG FREEPORT

INDONESIA BUSINESS RESEARCH CENTER

MEMORANDUM OF UNDERSTANDING

BETWEEN

BANDUNG INSTITUTE OF TECHNOLOGY

AND

PT FREEPORT INDONESIA

REGARDING

THE CONSTRUCTION OF FREEPORT INDONESIA

BUSINESS RESEARCH CENTER BUILDING

Pokok - Pokok Kesepahaman ini (selanjutnya disebut “​MoU​”) efektif mulai dari tanggal, 17 Desember 2014 (“​Tanggal Efektif​”), oleh dan antara:

1. Institut Teknologi Bandung adalah suatu lembaga perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah, sesuai dengan Keppres No. 44/2012 dan Peraturan Pemerintah No. 65/2013, dalam hal ini diwakili oleh ​PQPQPQPQ​, sebagai ​Dekan Sekolah ​(selanjutnya disebut sebagai "​ITB​"); dan 2. PT Freeport Indonesia, suatu perseroan terbatas

yang diatur dan tunduk pada hukum Republik Indonesia, dalam hal ini diwakili oleh​PRDR PRDR PRDR sebagaiPresiden Direktur (selanjutnya disebut sebagai "​PTFI​").

Selanjutnya, ITB dan PTFI bersama-sama akan disebut sebagai "​Para Pihak​" dan secara individu akan disebut sebagai "​Pihak​".

This Memorandum of Understanding (hereinafter referred to as this “ ​MoU​”) is made effective as of 17 December 2014 (the “​Effective Date​”), by and between:

1. The Bandung Institute of Technology, is a government-managed higher education institution, as mandated by the Presidential Decree no. 44/2012 and Governmental Statute No. 65/2013, in this matter is represented by Prof. PQPQPQPQ as its Dean of the School (hereinafter referred to as “​ITB”); and

2. PT Freeport Indonesia, a limited liability company organized and existing under the laws of the Republic of Indonesia, in this matter is represented by ​PRDR PRDR PRDR as its President Director​ (hereinafter referred to as “​PTFI”). Hereinafter, ITB and PTFI together shall be referred to as the “​Parties​” and individually shall be referred to as a “​Party​”.

MENYATAKAN: WITNESSETH​:

BAHWA, ​PTFI melakukan operasi pertambangan di wilayah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia, sesuai dengan Kontrak Karya dengan Pemerintah Indonesia tanggal 30 Desember 1991 ("​Kontrak Karya​");

WHEREAS, PTFI conducts mining operations in the area of Mimika Regency, Papua Province, Indonesia, pursuant to the Contract of Work with the Government of Indonesia dated December 30, 1991 (the “​Contract of Work​”);

BAHWA, ITB memiliki Hak Pakai Bangunan gedung eks UPT Olahraga dan KBL yang terletak di dalam kampus ITB, di Jl. Ganesha 10, Bandung, Jawa Barat, Indonesia, yang merupakan bagian dari lahan dengan Sertifikat Hak Pakai No. 9 tanggal 29-09-1997, Kel. Lebak Siliwangi, Kec. Coblong, GS No. 6505/1997

WHEREAS, ITB holds Right to Use title of the building which is known as UPT Olahraga and KBL Building located in ITB Campus, at Jl. Ganesha 10, Bandung, Jawa Barat Indonesia, which is a part of a property under Sertifikat Hak Pakai No. 9 tanggal 29-09-1997, Kel. Lebak Siliwangi, Kec. Coblong, GS No. 6505/1997

(2)

{N2386322.3}

2

Only for academic purposes tanggal 02-07-1997, luas tanah = 286.830 M2, a.n

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Cq. Institut Teknologi Bandung, yang dikenal sebagai Kampus ITB. Lokasi gedung eks UPT Olahraga dan KBL di bagian barat laut Kampus ITB sebagaimana tertera dalam Siteplan Bangunan ITB (Lampiran A) dan selanjutnya disebut sebagai Lokasi Proyek. Perubahan gedung eks UPT Olahraga dan KBL ini sudah mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan No. 503.642.3/1123/BPPT (Lampiran B).

tanggal 02-07-1997, luas tanah = 286.830 M2, a.n Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Cq. Institut Teknologi Bandung, known as ITB Campus. The location of UPT Olahraga and KBL Building is north-west of the ITB Campus as depicted in the Siteplan Bangunan ITB (Annex A) and this site is termed as the Project Site. ITB is already permitted to replace the mentioned building with the Freeport Business Research Center as stated in the Izin Mendirikan Bangunan No. 503.642.3/1123/BPPT (Annex B).

BAHWA, atas permintaan ITB dan sesuai dengan (A) Letter of Intent antara Para Pihak tanggal 17 Oktober 2013 dan (B) Komitmen PTFI dimaksud diatur dalam Pasal 27 Kontrak Karya, PTFI, secara individu atau melalui satu atau lebih subkontraktor, telah menyetujui, untuk mengelola pengadaan dan pembangunan Freeport Indonesia Business Research Center di Lokasi Proyek dan menyerahkan dengan pola ​turnkey atas bangunan dan fasilitas terkait

(secara kolektif, “Bangunan”) sesuai dengan gambar design rinci yang dilampirkan sebagai Lampiran C MoU ini (“Gambar Rancangan”, yang juga akan mencakup Gambar Interior yang akan diserahkan kemudian).

WHEREAS, at the request of ITB and pursuant to (A) the Letter of Intent between the Parties dated 17 October 2013 and (B) PTFI’s undertaking referred set forth in Article 27 of the Contract of Work, PTFI, individually or through one or more subcontractors, has agreed, to manage procure and construct the Freeport Indonesia Business Research Center on the Project Site and deliver on a turnkey basis the building and related facilities (collectively, the “​Building​”) in accordance with the detailed design drawings attached as Annex C hereto (the “ ​Design Drawings​”, including and Interior Drawings which will be submitted soon).

OLEH KARENANYA, dengan mempertimbangkan kesepakatan bersama yang diuraikan dalam perjanjian ini, dan melalui pertimbangan yang baik dan ketat, penerimaan dan kecukupan dari hal tersebut yang diketahui, Para Pihak menyetujui syarat - syarat dan kondisi – kondisi sebagai berikut:

NOW THEREFORE, in consideration of the mutual covenants set forth herein, and other good and valuable consideration, the receipt and sufficiency of which is hereby acknowledged, the Parties agree to the following terms and conditions:

Pasal 1 Definisi

Selain istilah yang didefinisikan pada bagian lain dalam MoU ini, istilah - istilah berikut mempunyai arti yang diatur dalam Pasal 1 ini:

Perintah Perubahan yang Disetujui” berarti setiap amandemen, perintah perubahan atau modifikasi lainnya ke salah satu dari Dokumen – Dokumen Kontrak yang telah disetujui oleh PTFI secara tertulis. "​Kontrak Konstruksi​" memiliki arti yang dijelaskan dalam Pasal 2, Ayat (1) dan termasuk Perintah Perubahan yang Disetujui terhadapnya.

Article 1 Definitions

In addition to terms that are defined elsewhere in this MoU, the following terms have the meanings set forth in this Article 1:

Approved Change Orders” means any subsequent amendments, change orders or other modifications to any of the Contract Documents that have been approved by PTFI in writing.

“​Construction Contract​” has the meaning provided in Article 2, Clause (1) and shall include any Approved Change Orders with respect thereto.

(3)

{N2386322.3}

3

Only for academic purposes "Dokumen - Dokumen Kontrak " berarti MoU ini,

Lingkup Pekerjaan, Gambar Rancangan, Kontrak Konstruksi dan lampiran-lampiran lainnya untuk Kontrak Konstruksi, dan Perjanjian Manajemen Proyek.

"​Komitmen Maksimal​" memiliki arti yang diberikan dalam Pasal 2, Ayat (4).

"​Subkontraktor Utama​" memiliki arti yang diberikan dalam Pasal 2, Ayat (2).

"​Proyek​" berarti Gedung di Lokasi Proyek dan setiap pengadaan terkait, yang sesuai dengan Lingkup Pekerjaan.

"​Biaya - Biaya Proyek ​" berarti biaya yang dikeluarkan oleh PTFI sehubungan dengan Proyek yang meliputi termasuk namun tidak terbatas pada: (i) seluruh biaya Bangunan dan setiap pengadaan terkait; (ii) seluruh pembayaran ke Subkontraktor Utama berdasarkan Kontrak Konstruksi; (iii) seluruh pembayaran kepada Manajer Proyek berdasarkan Perjanjian Manajemen Proyek; (iv) semua pembayaran oleh PTFI kepada kontraktor-kontraktor lainnya, subkontraktor-subkontraktor atau pemasok-pemasoknya; (v) seluruh biaya untuk persiapan Lokasi Proyek; (vi) seluruh biaya bahan-bahan yang termasuk dalam Bangunan, termasuk tidak terbatas, Penyertaan Dalam Bentuk Tailing; (vii) seluruh biaya pasokan dan peralatan yang digunakan dalam pelaksanaan Pekerjaan, termasuk tidak terbatas, biaya sewa peralatan; (viii) seluruh upah, gaji, tunjangan, dan asuransi kompensasi pekerja untuk personil PTFI selama waktu mereka dihabiskan untuk melaksanakan Pekerjaan; (ix) biaya perjalanan yang berhubungan dengan Pekerjaan; (x) biaya untuk risiko pembangun dan seluruh asuransi lainnya yang diperlukan dalam MoU ini, atau biaya yang setara apabila PTFI memilih untuk mengasuransikan dirinya; (xi) utilitas, biaya jarak jauh dan faksimili; (xii) pajak-pajak, tarif-tarif, izin atau biaya sejenis, dan setiap pendapatan non-pajak lainnya yang dikenakan oleh pemerintah yang berwenang dalam kaitannya dengan Proyek; dan (xiii) kerugian - kerugian yang tunduk pada kewajiban ganti rugi oleh PTFI berdasarkan Pasal 7.

Contract Documents” means, collectively, this MoU, the Scope of Work, the Design Drawings, the Construction Contract including any attachments to the Construction Contract, and the Project Management Agreement.

“​Maximum Commitment​” has the meaning provided in Article 2, Clause (4).

“​Prime Subcontractor​” has the meaning provided in Article 2, Clause (2).

“​Project​” means the construction of the Building on the Project Site and any related procurement, all in accordance with the Scope of Work.

“​Project Costs​” means the costs incurred by PTFI in connection with the Project which shall include but not be limited to: (i) all costs of the construction of the Building and any related procurement; (ii) all payments to the Prime Subcontractor under the Construction Contract; (iii) all payments to the Project Manager under the Project Management Agreement; (iv) all payments by PTFI to any other contractors, subcontractors or suppliers; (v) all costs for preparation of the Project Site; (vi) all costs of materials incorporated into the Building, ; (vii) all costs of supplies and equipment used in the performance of the Work, including, without limitation, any equipment rental costs; (viii) all wages, salaries, benefits, and workers’ compensation insurance for PTFI’s personnel to the extent their time is spent in performing the Work; (ix) costs of travel relating to the Work; (x) expenses for builder’s risk and all other insurance required by this MoU, or the equivalent costs if PTFI elects to self-insure; (xi) utility, long distance and facsimile charges; (xii) any taxes, tariffs, permit or similar fees, and any other non-tax revenue imposed by any governmental authority in relation to the Project; and (xiii) any losses that are subject to an indemnification obligation by PTFI under Article 7.

(4)

{N2386322.3}

4

Only for academic purposes "Perjanjian Manajemen Proyek" berarti perjanjian

antara Manajer Proyek dan PTFI untuk manajemen konstruksi dari Proyek, bersama dengan Perintah Perubahan yang Disetujui terhadapnya.

"​Manajer Proyek​" berarti pihak yang ditunjuk oleh PTFI, dalam kebijakannya sendiri, sebagai manajer konstruksi untuk Proyek dalam Perjanjian Proyek Manajemen.

“​Lingkup Pekerjaan​” berarti lingkup pekerjaan sebagaimana dinyatakan di bawah judul Tanggungjawab PTFI dalam Lampiran D terlampir pada tanggal MoU ini, bersama dengan Perintah Perubahan yang Disetujui terhadapnya.

"​Pekerjaan​" berarti pekerjaan yang harus dilakukan dan/atau bahan-bahan, mesin dan peralatan yang harus diberikan oleh PTFI dan subkontraktornya, sebagaimana yang dipersyaratkan oleh MoU ini.

Project Management Agreement” means the agreement between the Project Manager and PTFI for the construction management of the Project, together with any Approved Change Orders with respect thereto.

“​Project Manager​” means the party appointed by PTFI, in its sole discretion, as the construction manager for the Project under the Project Management Agreement.

“​Scope of Work​” means the scope of work as set forth under the heading PTFI RESPONSIBILITIES on Annex D attached hereto as of the date hereof, together with any Approved Change Orders with respect thereto.

“​Work​” means the work to be performed and/or the materials, machinery and equipment to be supplied by PTFI and its subcontractors, as required by this MoU.

Pasal 2 Konstruksi

Article 2 Construction (1) (a) Dalam jangka waktu yang wajar

setelah Tanggal Efektif, PTFI akan menggunakan upaya yang wajar secara komersial untuk memasuki kontrak konstruksi untuk konstruksi Bangunan berdasarkan Gambar Rancangan ("​Kontrak Konstruksi​")

(b) Kontrak Konstruksi tersebut akan berisi istilah-istilah yang mungkin konsisten dengan MoU ini (termasuk Gambar Rancangan dan Lingkup Pekerjaan) dan sebagaimana yang dinyatakan dalam kebiasaan yang wajar, beralasan dan dapat diterima oleh PTFI, menurut kebijakannya sendiri.

(2) (a) Para Pihak sepakat bahwa konstruksi Bangunan berdasarkan Gambar Rancangan dan Kontrak Konstruksi harus dilakukan oleh

(1) (a) Within a reasonable time period following the Effective Date, PTFI will use commercially reasonable efforts to enter into a construction contract for the construction of the Building based on the Design Drawings (the “​Construction Contract​”).

(b) The Construction Contract will contain such terms as may be consistent with this MoU (including the Design Drawings and Scope of Work) and as are otherwise customary, reasonable and acceptable to PTFI, in its sole discretion.

(2) (a) The Parties agree that the construction of the Building based on the Design Drawings and the Construction Contract shall be performed by 1 (one) subcontractor of PTFI (the “​Prime Subcontractor​”).

(5)

{N2386322.3}

5

Only for academic purposes 1 (satu) subkontraktor dari PTFI

("Subkontraktor Utama").

(b) Subkontraktor Utama akan dipilih oleh PTFI, menurut kebijakannya, sesuai dengan proses tender yang dilakukan oleh PTFI. Subkontraktor Utama kemudian dapat melakukan subkontrak dengan berbagai pihak lainnya untuk konstruksi dan pengadaan yang konsisten dengan Kontrak Konstruksi; dengan ketentuan bahwa PTFI memiliki hak untuk menyetujui terlebih dahulu subkontraktor - subkontraktor dari Subkontraktor Utama sesuai dengan Kontrak Konstruksi.

(c) PTFI tidak memiliki kewajiban untuk mengungkapkan informasi penawaran yang diterima dari setiap subkontraktor potensial kepada ITB, dan ITB tidak turut serta dalam setiap proses pengadaan apapun juga. (3) (a) Berdasarkan Perjanjian Manajemen Proyek,

PTFI, dengan melakukan konsultasi dengan ITB, setuju untuk menunjuk Manajer Proyek untuk mengawasi dan mengelola pelaksanaan Pekerjaan yang dilakukan oleh Subkontraktor Utama dan subkontraktornya serta pemasok dengan syarat dan ketentuan yang dapat diterima oleh PTFI, menurut kebijakannya sendiri.

(b) Manajer Proyek hanya akan memiliki tanggung jawab sebagaimana terdapat dalam Perjanjian Manajemen Proyek.

(4) (a) Para Pihak sepakat bahwa sesuai dengan persyaratan Kontrak Konstruksi dan MoU ini, (i) konstruksi Bangunan akan dilakukan dengan pola​turnkey

pada umumnya, dan (ii) PTFI akan membayar atau bertanggung jawab atas semua Biaya Proyek sampai dengan jumlah keseluruhan namun tidak melebihi US $ X.XXX.XXX ("​Komitmen Maksimal​").

(b) Namun demikian, ITB mengakui dan setuju bahwa total Biaya Proyek untuk menyelesaikan Proyek dapat melebihi

(b) The Prime Subcontractor will be selected by PTFI, in its sole discretion, pursuant to a tender process conducted by PTFI . The Prime Subcontractor may then subcontract with various other parties for construction and procurement consistent with the Construction Contract; provided, that PTFI shall have the right to pre-approve any subcontractors of the Prime Subcontractor in accordance with the Construction Contract.

(c) PTFI shall not have any obligation to disclose to ITB any bid information received from any potential subcontractors, and ITB shall not have any involvement in the procurement process in any manner.

(3) (a) Pursuant to the Project Management Agreement, PTFI, in consultation with the ITB, agrees to appoint a Project Manager to oversee and manage the Work performed by the Prime Subcontractor and its subcontractors and suppliers on terms and conditions acceptable to PTFI, in its sole discretion.

(b) The Project Manager shall have only those responsibilities set forth in the Project Management Agreement.

(4) (a) The Parties agree that subject to the terms of the Construction Contract and this MoU, (i) the construction of the Building will be on a customary turnkey basis, and (ii) PTFI shall pay or otherwise be responsible for all Project Costs up to an aggregate amount not to exceed US $ X.XXX.XXX (the “ ​Maximum Commitment”).

(b) Notwithstanding the foregoing, the ITB acknowledges and agrees that the total Project Costs to complete the Project may exceed the Maximum Commitment, and that PTFI has not represented or otherwise guaranteed that the Project is capable of

(6)

{N2386322.3}

6

Only for academic purposes Komitmen Maksimal, dan bahwa PTFI tidak

menyatakan atau sebaliknya menjamin bahwa Proyek dapat diselesaikan dalam batasan Komitmen Maksimal.

(c) Setelah PTFI mengeluarkan Biaya Proyek dalam jumlah Komitmen Maksimal, PTFI berhak untuk segera menangguhkan pelaksanaan Pekerjaan dan tidak bertanggung jawab atas timbulnya biaya tambahan atau kewajiban yang terkait dengan MoU atau Proyek jika melebihi jumlah tersebut kecuali apabila disetujui oleh PTFI secara tertulis. Apabila tidak disetujui oleh PTFI secara tertulis, ITB sepakat untuk bertanggung jawab terhadap biaya ataupun kewajiban apapun juga yang terkait dengan penyelesaian Proyek yang melebihi Komitmen Maksimal.

(d) Dalam hal Biaya-Biaya Proyek yang dikeluarkan oleh PTFI untuk menyelesaikan Proyek sesuai dengan MoU ini kurang dari Komitmen Maksimal, PTFI tidak memiliki kewajiban untuk mendanai pekerjaan atau proyek tambahan apapun dan keberadaan dari Komitmen Maksimal tidak menyiratkan atau merupakan suatu kewajiban untuk mengeluarkan dana hingga jumlah tersebut. (5) (a) Jadwal pelaksanaan Pekerjaan harus

dikoordinasikan oleh Subkontraktor Utama dan Manajer Proyek sesuai dengan Kontrak Konstruksi dan Perjanjian Manajemen Proyek.

(b) Dengan tunduk pada ketentuan MoU dan Kontrak Konstruksi, PTFI akan melakukan upaya yang wajar secara komersial untuk mencapai penyelesaian substansial dari Bangunan dalam jangka waktu sebagaimana diatur dalam ketentuan Kontrak Konstruksi ("​Tanggal Penyelesaian Substansial​"), dengan tunduk pada perpanjangan yang wajar dari Tanggal Penyelesaian Substansial (i) suatu Keadaan Kahar sebagaimana didefinisikan dibawah ini atau didefinisikan dalam Kontrak Konstruksi, (ii) sengketa atau

completion within the Maximum Commitment.

(c) Once PTFI has incurred Project Costs in the amount of the Maximum Commitment, PTFI shall have the right to immediately suspend the performance of the Work and shall not be responsible for incurring any additional costs or liabilities associated with this MoU or the Project beyond such amount unless as agreed in writing by PTFI. If it is not agreed by PTFI in writing, ITB agrees to be responsible for any costs or liabilities associated with the completion of the Project in excess of the Maximum Commitment.

(d) In the event that the Project Costs incurred by PTFI to complete the Project in accordance with this MoU are less than the Maximum Commitment, PTFI shall not have any obligation to fund any additional work or projects and the existence of the Maximum Commitment shall not imply or constitute any obligation to expend funds up to such amount.

(5) (a) The schedule for the performance of the Work shall be coordinated by the Prime Subcontractor and the Project Manager in accordance with the Construction Contract and the Project Management Agreement. (b) Subject to the terms of this MoU and the

Construction Contract, PTFI shall use commercially reasonable efforts to achieve substantial completion of the Building within the time period provided by the terms of the Construction Contract (the “​Substantial Completion Date”), subject to an appropriate and reasonable extension of the Substantial Completion Date due to (i) any event of Force Majeure as defined below or as defined under the Construction Contract, (ii) disputes or non-performance by or related to either the ITB under this MoU, the Project Manager under the Project Management Agreement or

(7)

{N2386322.3}

7

Only for academic purposes tidak dipenuhinya kewajiban oleh atau

terkait dengan ITB dalam MoU ini, Manajer Proyek berdasarkan Perjanjian Manajemen Proyek atau Subkontraktor Utama dalam Kontrak Konstruksi, atau (iii) keterlambatan yang disebabkan oleh ITB atau kontraktor-kontraktornya.

(c) Apabila PTFI gagal dalam melakukan penyelesaian substansial dari bangunan pada Tanggal Penyelesaian Substansial, ITB tidak berhak atas ganti rugi atau kompensasi lainnya dari kegagalan tersebut (dengan ini hak tersebut dikesampingkan dan dilepaskan oleh ITB), melainkan merupakan hak tunggal dan upaya hukum ITB untuk dapat mengakhiri MoU ini, mengambil alih Bangunan ini pada tahap penyelesaian apapun, dan untuk melibatkan kontraktor lain untuk menyelesaikan Proyek atas biaya ITB sendiri, sebagaimana diatur dalam Pasal 9, Ayat (3).

(d) Untuk tujuan MoU ini, istilah "Keadaan Kahar" memiliki arti sebagaimana terdapat dalam Kontrak Konstruksi dan juga berarti dan termasuk (tidak terbatas) setiap keadaan di luar kendali PTFI yang menyebabkan keterlambatan dalam melakukan atau kegagalan untuk melaksanakan Pekerjaan, termasuk namun tidak terbatas pada kekeringan, banjir, gempa bumi, kondisi cuaca yang buruk yang mengganggu Pekerjaan, kebakaran, petir, epidemi, perang, huru-hara, gangguan masyarakat, sabotase, peledakan, pemogokan, perselisihan tenaga kerja, keberadaan zat-zat berbahaya, tindakan otoritas pemerintah, perubahan dalam hukum atau peraturan, kekurangan pasokan, dan ketidakmampuan untuk mendapatkan bahan atau tindakan buruh atau kehendak Tuhan atau musuh masyarakat.

(6) (a) ITB setuju dan mengakui bahwa PTFI dan subkontraktor-subkontraktornya hanya akan melakukan Pekerjaan sebagaimana yang telah dijelaskan dan didefinisikan dalam

the Prime Subcontractor under the Construction Contract, or (iii) any delays caused by ITB or its contractors.

(c) If PTFI fails to achieve substantial completion of the Building by the Substantial Completion Date, the ITB shall not have the right to any damages or other compensation for such failure (any such right being hereby waived and released by ITB), but rather the ITB’s sole right and remedy shall be to terminate this MoU, take possession of the Building in whatever stage of completion, and to engage another contractor to complete the Project, at ITB’s sole cost and expense, as provided in Article 9, Clause (3).

(d) For purposes of this MoU, the term “Force Majeure” has the meaning set forth in the Construction Contract and in addition means and includes (without limitation) any event or circumstances beyond the control of PTFI that causes any delay in performing or failure to perform the Work, including, without limitation, drought, flood, earthquake, adverse weather conditions which interfere with the Work, fire, lightening, epidemic, war, riot, civil disturbance, sabotage, explosions, strikes, labor disputes, the existence of hazardous substances, acts of any governmental authority, changes in laws or regulations, supply shortages, and the inability to obtain materials or labor or acts of God or the public enemy.

(6) (a) ITB agrees and acknowledges that PTFI and its subcontractors will perform only the Work as specifically described and defined in the Scope of Work, and that PTFI has established the Maximum Commitment based upon the Scope of Work.

(8)

{N2386322.3}

8

Only for academic purposes Lingkup Pekerjaan, dan bahwa PTFI telah

menetapkan Komitmen Maksimal berdasarkan Lingkup Pekerjaan.

(b) ITB memahami dan setuju bahwa pekerjaan yang tidak dijelaskan atau tidak termasuk dalam Lingkup Pekerjaan, tidak termasuk dalam Komitmen Maksimal. Setiap pekerjaan tambahan atau pekerjaan yang berbeda merupakan risiko dan biaya ITB dan tidak akan disertakan dalam Biaya Proyek yang diterapkan pada Komitmen Maksimal, dan ITB akan bertanggung jawab secara sendiri-sendiri untuk setiap dan semua biaya dan kewajiban yang timbul dari setiap pekerjaan tambahan atau pekerjaan yang berbeda tersebut.

(c) ITB secara tegas mengesampingkan segala tuntutan apapun untuk pembayaran dari PTFI terhadap setiap pekerjaan yang dilakukan oleh ITB atau kontraktornya yang tidak termasuk dalam Pekerjaan sebagaimana diatur dalam MoU ini.

(7) (a) Setiap keputusan yang terkait dengan pembayaran atas jumlah yang terhutang kepada Manajer Proyek berdasarkan Perjanjian Manajemen Proyek atau Subkontraktor Utama berdasarkan Kontrak Konstruksi, atau mengenai apakah Manajer Proyek atau Subkontraktor Utama telah secara benar melakukan kewajiban mereka sehubungan dengan Pekerjaan merupakan kebijaksanaan PTFI sepenuhnya.

(b) Manajer Proyek akan bekerja dengan Subkontraktor Utama dan tenaga ahli desain lainnya yang terlibat dalam Proyek untuk memutuskan hal yang berhubungan dengan interpretasi persyaratan dari Gambar Rancangan, dan keputusan tersebut tidak perlu ditinjau oleh ITB.

(b) ITB understands and agrees that any work not described or included in the Scope of Work is not included in the Maximum Commitment. Any such additional or different work will be at ITB’s sole risk and cost and will not be included in the Project Costs applied to the Maximum Commitment, and ITB will be solely responsible for any and all costs and liabilities arising from any such additional or different work.

(c) ITB expressly waives any claim to payment from PTFI for any work performed by ITB or its contractors which is not included within the Scope of Work .

(7) (a) Any determinations with respect to whether to pay any amounts due to the Project Manager under the Project Management Agreement or the Prime Subcontractor under the Construction Contract, or whether the Project Manager or the Prime Subcontractor have properly performed their obligations with respect to the Work shall be in the complete discretion of PTFI.

(b) The Project Manager will work with the Prime Subcontractor and any other design professionals involved in the Project to decide matters relating to any interpretations of the requirements of the Design Drawings, and such decisions shall not be subject to review by ITB.

Pasal 3 Tanggung Jawab

Article 3 Responsibilities

(9)

{N2386322.3}

9

Only for academic purposes (1) PTFI, secara sendiri ataupun melalui

Subkontraktor Utama ataupun subkontraktor lainnya, akan memiliki tanggung jawab penuh untuk pembelian, memperkirakan jumlah,

penjadwalan, memperlancar dan

mengkoordinasikan pengiriman semua bahan-bahan dan peralatan untuk memungkinkan pelaksanaan Pekerjaan. PTFI akan memiliki hak untuk menentukan rute perjalanan menuju Lokasi Proyek untuk seluruh pengiriman bahan baku atau peralatan dari fasilitas PTFI, serta untuk subkontraktor atau pemasok kepada PTFI ataupun subkontraktornya.

(2) PTFI, secara sendiri atau melalui Subkontraktor Utama atau subkontraktor-subkontraktor lainnya, akan menyediakan semua transportasi, peralatan, perlengkapan, konsumsi, persediaan, mesin dan kendaraan yang diperlukan untuk pelaksanaan Pekerjaan, apakah untuk sementara ataupun permanen, dan apakah dimasukkan atau tidak ke dalam Pekerjaan, dengan tunduk pada Komitmen Maksimal.

(3) Dengan mengabaikan pihak mana yang mempunyai kepemilikan, semua risiko kerusakan atau kerugian dari bahan material, peralatan, perlengkapan atau properti lainnya yang digunakan sehubungan dengan pembangunan Bangunan, apakah disimpan di dalam atau di luar Lokasi Proyek, akan tetap dimiliki PTFI hingga Tanggal Penerimaan (sebagaimana diuraikan di bawah).

(4) Masing-masing ITB dan PTFI akan merencanakan dan melakukan operasi masing-masing sehingga masing-masing karyawan, agen dan subkontraktornya dapat bekerja dalam hubungan yang harmonis dengan kelompok-kelompok pekerja lainnya di Lokasi Proyek dan agar mereka tidak menunda, membahayakan atau mengganggu operasi lain.

(5) ITB akan mengkoordinasikan pekerjaannya pada setiap bagian dari Lokasi Proyek sehingga tidak akan menghambat pembangunan, penyelesaian dan penyerahan dari Bangunan oleh PTFI dan subkontraktor- subkontraktornya. Dalam hal

(1) PTFI, itself or through the Prime Subcontractor or other subcontractors, will have full responsibility for purchasing, estimating quantities, scheduling, expediting and coordinating deliveries of all materials and equipment to permit the performance of the Work. PTFI will have the right to specify the routing to the Project Site of all shipments of materials or equipment from the facilities of PTFI, its subcontractors or any supplier to PTFI or its subcontractors.

(2) PTFI, itself or through the Prime Subcontractor or other subcontractors, will provide all transportation, tools, equipment, consumables, supplies, machinery and vehicles necessary for the performance of the Work, whether temporary or permanent, and whether or not incorporated or to be incorporated into the Work, subject to the Maximum Commitment.

(3) Notwithstanding which party has title, all risk of damage to or loss of any material, equipment, supplies or other property used in connection with the construction of the Building, whether stored on or off the Project Site, will remain with PTFI until the Acceptance Date (as defined below).

(4) Each of ITB and PTFI will plan and conduct their respective operations so that their respective employees, agents and subcontractors work in harmonious relationship with other groups of workers at the Project Site and so that they do not delay, endanger or unreasonably interfere with the operations of others.

(5) ITB shall coordinate its work on any other facilities on or in proximity to the Project Site so that it does not impede the construction, completion and hand-over of the Building by PTFI and its subcontractors. In the event that the activities of

(10)

{N2386322.3}

10

Only for academic purposes kegiatan ITB merupakan penyebab dari

keterlambatan dalam konstruksi atau penyelesaian Bangunan dan/atau menyebabkan PTFI menanggung Biaya Proyek tambahan, maka PTFI berhak, atas kebijakannya sendiri, (i) untuk menangguhkan atau mengakhiri MoU ini dan Dokumen Kontrak dengan segera dan/atau (ii) untuk menerima perpanjangan Tanggal Penyelesaian Substansial dan untuk menerima pembayaran atau penggantian atau kompensasi terhadap setiap tambahan Biaya-Biaya Proyek. (6) (a) ITB bertanggung jawab dalam

menyediakan Lokasi Proyek untuk Proyek dan menjamin hak-hak yang tidak terbatas atas jalan masuk ke dan jalan keluar dari Lokasi Proyek. ITB juga bertanggung jawab dalam menyediakan akses ke dan menanggung biaya penyambungan ke seluruh utilitas. (b) ITB juga bertanggung jawab untuk

keadaan-keadaan Lokasi Proyek yang tidak biasa dihadapi dan mempengaruhi pelaksanaan PTFI terhadap Pekerjaan secara buruk, termasuk namun tidak terbatas pada bahan berbahaya ataupun penghalang dibawah tanah. Jika ada perubahan Pekerjaan yang diharuskan karena kondisi seperti diatas maka biaya yang digunakan untuk pekerjaan tersebut merupakan tanggung jawab dari ITB dan tidak dimasukkan kedalam Biaya-Biaya Proyek. (7) ITB juga tidak diperkenankan secara sendiri untuk

mencoba memberikan kontrak atas bagian manapun dari Pekerjaan atau mengubah atau menyebabkan perubahan apapun dari Pekerjaan hingga setelah Tanggal Penerimaan, tanpa persetujuan dari PTFI.

(8) PTFI berhak untuk bergantung pada keakuratan dan kelengkapan dari Gambar Rancangan dan informasi yang diberikan oleh ITB yang berkaitan dengan Proyek, dan PTFI akan dibebaskan dari tanggung jawab atau kewajiban yang terkait dengan kelalaian atau kesalahan dalam informasi tersebut.

ITB cause delay in the construction or completion of the Building and/or cause PTFI to incur additional Project Costs, then PTFI reserves the right, in its sole discretion, (i) to suspend or terminate this MoU and the Contract Documents immediately and/or (ii) to receive an extension to the Substantial Completion Date and to receive payment or reimbursement or otherwise be compensated for any such additional Project Costs.

(6) (a) ITB shall be responsible for providing the Project Site for the Project and shall assure rights of unrestricted ingress to and egress from the Project Site. ITB shall also be responsible for providing access to and shall bear the cost of hook up to all utilities.

(b) ITB also is responsible for any Project Site conditions that are not ordinarily encountered and that adversely affect PTFI’s performance of the Work, including, without limitation, the existence of hazardous materials or underground obstructions. If there are any changes to the Work necessitated by such conditions, the costs associated with any such additional Work shall be the sole responsibility of the ITB and shall not be included in the Project Costs.

(7) ITB shall also not attempt to independently contract any portion of the Work or alter or cause the alteration of any of the Work until after the Acceptance Date, without the consent of PTFI.

(8) PTFI shall have the right to rely on the accuracy and completeness of the Design Drawings and any other information provided by ITB relating to the Project, and PTFI shall be relieved from any responsibility or liability associated with any omissions or errors in such information.

(11)

{N2386322.3}

11

Only for academic purposes (9) Setiap Pihak wajib menunjuk dan

mengidentifikasi perwakilannya dengan memberitahukan kepada Pihak lainnya yang akan bertindak sebagai kontak utama Pihak tersebut sehubungan dengan Proyek.

(9) Each Party shall designate and identify by notice to the other Party a representative who shall act as such Party’s primary point of contact in connection with the Project.

Pasal 4

Penerimaan Pekerjaan

(1) (a) Setelah menerima pemberitahuan tertulis dari PTFI bahwa Bangunan siap untuk diserahkan, ITB akan melakukan pemeriksaan akhir Pekerjaan bersama-sama dengan PTFI, Manajer Proyek dan Subkontraktor Utama. (b) Pekerjaan akan dianggap telah mencapai

"Penyelesaian Substansial" jika Bangunan secara substansial telah diselesaikan sesuai dengan Lingkup Pekerjaan. Penyelesaian Substansial juga harus dianggap telah terjadi pada saat ITB mengambil alih Proyek, untuk alasan apapun.

(c) Apabila Bangunan telah mencapai Penyelesaian Substansial, ITB segera akan menerima Bangunan dengan menyerahkan sertifikat penerimaan kepada PTFI dalam waktu lima (5) hari yang diantara hal-hal lainnya dipersyaratkan oleh PTFI, yang harus menyatakan tanggal penerimaan ("​Tanggal Penerimaan​").

(d) Apabila Bangunan belum mencapai Penyelesaian Substansial, PTFI akan meminta Subkontraktor Utama untuk melakukan perbaikan guna mencapai Penyelesaian Substansial, dengan tunduk pada Komitmen Maksimum. Inspeksi tambahan terhadap Pekerjaan akan dilakukan kembali oleh ITB, PTFI, Manajer Proyek dan Subkontraktor Utama sampai Penyelesaian Substansial tercapai.

(e) Adanya hal-hal kecil yang belum selesai tidak akan menunda penerimaan ITB atas Bangunan; dengan syarat bahwa hal-hal dan penyesuaian tersebut dapat dimasukkan

Article 4

Acceptance of the Building

(1) (a) Upon receipt of written notice from PTFI that the Building is ready for acceptance, ITB will perform a final inspection of the Building jointly with PTFI, the Project Manager and the Prime Subcontractor.

(b) The Building shall be deemed to have achieved “​Substantial Completion​” if the Building has been completed substantially in accordance with the Scope of Work and Design Drawings. Substantial Completion shall also be deemed to have occurred at any time that ITB takes possession of the Project, for whatever reason.

(c) If the Building has achieved Substantial Completion, ITB will promptly accept the Building by delivering an acceptance certificate to PTFI within five (5) days which, among other things required by PTFI, shall set forth the date of acceptance (the “ ​Acceptance Date​”).

(d) If the Building has not achieved Substantial Completion, PTFI shall cause the Prime Subcontractor to make any corrections to achieve Substantial Completion, subject to the Maximum Commitment. Additional inspections of the Building will be repeated by ITB, PTFI, the Project Manager and the Prime Subcontractor until Substantial Completion is achieved.

(e) The existence of minor incomplete items shall not delay the ITB’s acceptance of the Builder; provided, that such items and adjustments

(12)

{N2386322.3}

12

Only for academic purposes dalam daftar ​punchlist

yang disepakati oleh

PTFI dan Subkontraktor Utama.

(2) (a) Efektif sejak Tanggal Penerimaan, ITB akan menanggung semua risiko atas kehilangan dan perawatan, pengawasan dan pengendalian Bangunan.

(b) Semenjak Tanggal Penerimaan, PTFI akan mengalihkan pada ITB seluruh hak dan upaya hukum dalam Dokumen – Dokumen Kontrak dan ITB harus meminta semua garansi atau klaim-klaim lainnya yang berkaitan dengan Pekerjaan secara langsung terhadap Subkontraktor Utama atau subkontraktor lainnya tanpa bantuan dari PTFI. Dengan pertimbangan tersebut dan kecuali sebagaimana terdapat dalam Pasal 7, ayat (1), ITB akan melepaskan dan membebaskan PTFI dan Manajer Proyek dari setiap kewajiban atau kerugian yang timbul dari atau terkait dengan Proyek yang mencakup kewajiban dan kerugian yang timbul dari atau terkait pada rancangan dan konstruksi Bangunan. Pengalihan dan pelepasan tersebut harus dibuktikan dengan perjanjian yang ditandatangani oleh Para Pihak pada Tanggal Penerimaan dalam bentuk yang dapat diterima oleh PTFI.

(3) PTFI harus memastikan bahwa Subkontraktor Utama membayar seluruh jumlah yang terhutang kepada subkontraktornya pada Tanggal Penerimaan. Namun demikian, ITB harus bertanggung jawab untuk secara langsung meminta kepada Subkontraktor Utama atas pembebasan setiap hak gadai yang diajukan oleh setiap subkontraktor setelah Tanggal Penerimaan.

(4) Dalam waktu tiga puluh (30) hari setelah Tanggal Penerimaan atau penyelesaian atau pengesampingan dari setiap​punchlist

, mana yang lebih dulu, PTFI harus menarik semua personil dan peralatan dari Lokasi Proyek.

may be included in a punch list agreed to by PTFI and the Prime Subcontractor.

(2) (a) Effective as of the Acceptance Date, ITB shall assume all risk of loss and the care, custody and control of the Building.

(b) As of the Acceptance Date, PTFI will assign to ITB all of its rights and remedies under the Contract Documents and ITB shall pursue all warranty or other claims relating to the Work directly against the Prime Subcontractor or the other subcontractors without the assistance of PTFI. In consideration thereof and except as set forth in Article 7, Clause (1), ITB will release and hold PTFI and the Project Manager harmless from any liabilities or losses arising from or related to the Project which shall include liabilities and losses arising from or related to the design and construction of the Building. Such assignment and release shall be evidenced by an agreement entered into by the Parties as of the Acceptance Date in a form acceptable to PTFI.

(3) PTFI shall ensure that the Prime Subcontractor pays all amounts owed to its subcontractors through the Acceptance Date. However, the ITB shall be responsible for pursuing directly against the Prime Subcontractor the discharge of any liens filed by any subcontractors after the Acceptance Date.

(4) Within thirty (30) days after the Acceptance Date or the completion or waiver of any punch list items, whichever is greater, PTFI shall demobilize all of its personnel and equipment from the Project Site.

Pasal 5

Risiko Kerugian/Asuransi

Article 5 Risk of Loss/Insurance

(13)

{N2386322.3}

13

Only for academic purposes (1) Sampai Tanggal Penerimaan, PTFI harus

mempertahankan keberlakuan dan efek, atau memastikan sendiri, untuk asuransi risiko pembangun untuk Proyek sampai dengan jumlah Komitmen Maksimum secara "seluruh risiko/​all risk

" dan "pengganti biaya/replacement cost

". Dalam hal kerugian tertanggung berkaitan dengan Bangunan sebelum Tanggal Penerimaan, PTFI harus memiliki hak untuk seluruh hasil asuransi tersebut; dengan ketentuan bahwa PTFI akan menggunakan hasil-hasil tersebut untuk memperbaiki Bangunan, atau, dalam hal kerugian total secara substansial, untuk membersihkan segala puing-puing dari Lokasi Proyek. Penggunaan dana tersebut oleh PTFI tidak akan dimasukkan dalam Biaya-Biaya Proyek atau diperhitungkan terhadap Komitmen Maksimum. (2) Setelah Tanggal Penerimaan, ITB bertanggung

jawab untuk mempertahankan semua asuransi yang mencakup seluruh risiko kerugian dan kerusakan atas Bangunan, disebabkan oleh apapun.

(3) Setiap Pihak setuju untuk mengesampingkan, dan menyebabkan penanggung asuransi untuk mengesampingkan, seluruh hak subrogasi terhadap Pihak lainnya.

(1) Until the Acceptance Date, PTFI shall maintain in force and effect, or otherwise self-insure, for builders’ risk insurance for the Building up to the amount of the Maximum Commitment on an “all risk” and “replacement cost” basis. In the event of any insured loss relating to the Buildiing prior to the Acceptance Date, PTFI shall have the right to all of the proceeds of such insurance; provided, that PTFI shall use such proceeds to repair the Building, or, in the event of a substantially total loss, to clear the Project Site of any debris. The use of such proceeds by PTFI shall not be included within the Project Costs or count towards the Maximum Commitment.

(2) After the Acceptance Date, ITB shall be responsible for maintaining all insurance covering all risk of loss and damage to the Building, however caused.

(3) Each Party agrees to waive, and to cause its insurers to waive, all rights of subrogation against the other Party.

Article 6

Bahan Material Konstruksi

Article 6 Construction Materials Dalam melaksanakan pembangunan Bangunan, Para

Pihak setuju, sebanyak mungkin dalam batas wajar, untuk menggunakan tailing tambang PTFI sebagai campuran bahan bangunan.

In performing construction of the Building, the Parties agree, as much as may be commercially reasonable, to utilize PTFI’s mine tailings in the mixture of construction materials.

Pasal 7

Ganti Rugi/Kewajiban

Article 7

Indemnification/Liabilities (1) Kecuali untuk hal-hal dalam lingkup Ayat (3) dari

Pasal 7 ini atau meliputi pelaksanaan pelepasan pada Ayat (2) dari Pasal 4, dan mengacu pada Komitmen Maksimal, PTFI wajib dan dengan ini membela, melindungi, mengganti kerugian dan

(1) Except as to matters within the scope of Clause (3) of this Article 7 or covered by the releases executed under Clause (2) of Article 4, and subject to the Maximum Commitment, PTFI shall, and does hereby, defend, protect, indemnify and hold

(14)

{N2386322.3}

14

Only for academic purposes melepaskan ITB, afiliasi, atasan, direktur,

petugas, karyawan, perwakilan dan

agen-agennya (selain PTFI atau

subkontraktor-subkontraktornya), dan masing-masing dari mereka (secara bersama-sama, "Pihak ITB Yang Diganti Rugi"), untuk, dari dan terhadap setiap serta seluruh kerugian, kewajiban, klaim (yang meliputi klaim pihak ketiga), dan kerusakan (secara bersama-sama, "Kerugian"), yang timbul dari, disebabkan oleh, berkaitan dengan, merupakan hasil dari, atau sehubungan dengan (i) kelalaian, kesalahan yang disengaja, kesalahan atau kelalaian dari PTFI, subkontraktor-nya, atau agen atau karyawan masing-masing, kecuali sejauh bahwa kelalaian atau kesalahan yang disengaja dari Pihak ITB Yang Diganti Rugi berkontribusi terhadap Kerugian tersebut, atau (ii) pelanggaran oleh PTFI dari setiap pernyataan, jaminan atau janji-janji yang diatur dalam MoU ini.

(2) ITB wajib dan dengan ini, membela, melindungi, mengganti kerugian dan melepaskan PTFI, baik direktur, petugas, karyawan, perwakilan dan agennya, dan masing-masing dari mereka (secara kolektif, "Pihak PTFI Yang Diganti Rugi"), untuk, dari dan terhadap setiap dan seluruh Kerugian yang timbul dari, disebabkan oleh, berkaitan dengan, hasil dari, atau sehubungan dengan, dan hingga sebatas (i) kelalaian, kesalahan yang disengaja, kesalahan atau kelalaian ITB, subkontraktor-subkontraktornya (selain PTFI atau subkontraktor nya), atau agen atau karyawannya masing-masing, kecuali hingga sejauh mana kelalaian atau kesalahan yang disengaja dari Pihak PTFI Yang Diganti Rugi berkontribusi terhadap Kerugian tersebut, atau (ii) pelanggaran oleh ITB dari pernyataan, jaminan atau janji-janji yang diatur dalam dalam MoU ini.

(3) ITB wajib, dan dengan ini membela, melindungi, mengganti kerugian dan membebaskan Pihak PTFI Yang Diganti Rugi untuk, dari dan terhadap setiap dan semua Kerugian yang timbul atau terkait dengan setiap limbah berbahaya atau bahan yang ditemukan atau terletak di Lokasi Proyek; dengan ketentuan bahwa limbah berbahaya dan materi tersebut tidak dibawa ke Lokasi Proyek oleh Pihak PTFI Yang Diganti Rugi.

harmless ITB, its affiliates, parents, directors, officers, employees, representatives and agents (other than PTFI or its subcontractors), and each of them (collectively, the “​ITB Indemnified Parties​”), for, from and against any and all losses, liabilities, claims (which shall include third party claims), and damages (collectively, “​Losses​”), arising out of, caused by, relating to, resulting from or in connection with, and to the extent of, (i) the negligence, willful misconduct, errors or omissions of PTFI, its subcontractors, or their respective agents or employees, except to the extent that the negligence or willful misconduct of an ITB Indemnified Party contributes to such Losses, or (ii) the breach by PTFI of any representation, warranty or provision provided in this MoU.

(2) ITB shall, and does hereby, defend, protect, indemnify and hold harmless PTFI, its directors, officers, employees, representatives and agents, and each of them (collectively, the “​PTFI Indemnified Parties”), for, from and against any and all Losses arising out of, caused by, relating to, resulting from or in connection with, and to the extent of (i) the negligence, willful misconduct, errors or omissions of ITB, its subcontractors (other than PTFI or its subcontractors), or their respective agents or employees, except to the extent that the negligence or willful misconduct of a PTFI Indemnified Party contributes to such Losses, or (ii) the breach by ITB of any representation, warranty or provision included in this MoU.

(3) ITB shall, and does hereby, defend, protect, indemnify and hold harmless the PTFI Indemnified Parties for, from and against any and all Losses arising out or related to any hazardous wastes or materials discovered or located at the Project Site; provided, that such hazardous wastes and materials were not brought to the Project Site by any PTFI Indemnified Parties.

(15)

{N2386322.3}

15

Only for academic purposes Article 8

Etika dan Praktik Korupsi

Article 8

Ethics and Prohibited Corrupt Practices Para Pihak hanya akan berurusan dengan pihak-pihak

yang menjunjung tinggi standar kejujuran, etika dan profesionalisme dalam melakukan bisnis atau kegiatan mereka. Para Pihak menyatakan bahwa sehubungan dengan MoU ini dan kepemilikan, konstruksi dan pengoperasian Bangunan, baik secara langsung atau tidak langsung, Para Pihak belum dan tidak akan membuat, menawarkan, atau menjanjikan pembayaran secara tidak sah atau tidak benar atau mentransfer benda-benda lainnya yang bernilai kepada pejabat pemerintah, pihak ketiga, atau karyawan PTFI.

The Parties will only deal with those persons who uphold the highest standards of honesty, ethics and professionalism in the conduct of their businesses or activities. Each of the Parties certify that in connection with this MoU and the ownership, construction and operation of the Building, whether directly or indirectly, the Parties have not and will not make, offer, or promise any illegal or otherwise improper payment or transfer of other things of value to any government official, third party, or PTFI’s employees.

Article 9

Pengakhiran dan Periode MoU

Article 9

Period of the MoU and Termination (1) MoU ini berlaku sejak Tanggal Efektif dan tetap

akan berlaku sampai Tanggal Penerimaan sebagaimana telah diatur di dalam MoU ini kecuali diakhiri lebih awal sesuai dengan ketentuan dalam MoU ini.

(2) Para Pihak dapat mengakhiri MoU ini dengan memberikan pemberitahuan secara tertulis kepada Pihak lainnya apabila Pihak lain melakukan pelanggaran material atas ketentuan MoU ini dan gagal untuk memperbaiki pelanggaran tersebut dalam jangka waktu 30 hari setelah diterimanya pemberitahuan tertulis dari Pihak yang memerinci mengenai sifat dari pelanggaran tersebut dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk memperbaiki pelanggaran tersebut.

(3) Setelah berakhirnya MoU ini PTFI akan menghentikan Pekerjaan dan ITB berhak untuk mengambil alih Bangunan pada tahap penyelesaian apapun dan berhak untuk melibatkan kontraktor lain guna menyelesaikan proyek, dengan menggunakan biaya sendiri dari ITB.

(1) This MoU is effective as of the Effective Date and shall remain in effect until the Acceptance Date as stipulated herein unless earlier terminated in accordance with the terms hereof.

(2) Either Party may terminate this MoU by giving notice in writing to the other Party if the other Party is in material breach of any provision of this MoU and shall have failed to cure such breach within 30 days after receipt of written notice thereof from the Party specifying the nature of the default and the steps necessary to cure the default.

(3) Upon termination of this MoU, PTFI shall cease the performance of the Work and ITB shall have the right to take possession of the Building in whatever stage of completion and to engage another contractor to complete the Project, at ITB’s sole cost and expense.

(16)

{N2386322.3}

16

Only for academic purposes (4) Setelah berakhirnya MoU ini PTFI juga harus

melakukan pengembalian semua personil dan peralatan dari Lokasi Proyek, dan sebaliknya PTFI dinyatakan bertanggung jawab atas semua Biaya Proyek yang dikeluarkan sebelum tanggal pemutusan dengan tunduk pada Komitmen Maksimal.

(5) Para Pihak telah sepakat untuk mengesampingkan ketentuan Pasal 1266 dan 1267 dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia sepanjang mengenai kewajiban untuk memperoleh keputusan pengadilan terlebih dahulu untuk mengakhiri MoU ini dan oleh karena itu MoU ini dapat diakhiri tanpa memerlukan keputusan pengadilan terlebih dahulu.

(6) Ketentuan dalam Pasal 7, 8 dan 10 akan tetap berlaku meskipun telah lewat periode atau MoU ini telah berakhir.

(4) Upon termination of this MoU, PTFI shall also demobilize all of its personnel and equipment from the Project Site, and shall otherwise be responsible for all Project Costs incurred prior to the date of termination subject to the Maximum Commitment.

(5) The Parties hereby expressly waive the provisions under Article 1266 and 1267 of Indonesian Civil Code with respect to the obligation to obtain prior court’s decision to terminate this MoU and therefore this MoU may be terminated without the need of a prior court’s decision.

(6) The provisions of Articles 7, 8 and 10 shall survive the expiration or termination of this MoU.

Article 10 Ketentuan Lain

Article 10 Other matters (1) PTFI dapat, menurut kebijakannya sendiri dan

dengan cara dan tempat yang sesuai, untuk menempatkan logo PTFI, buku, informasi, publikasi dan bahan material lainnya yang sama yang berhubungan dengan Papua, PTFI dan operasi PTFI di semua ruangan dan fasilitas yang merupakan bagian dari Bangunan, dan memiliki hak-hak penamaan terhadapnya sebagaimana ditentukan oleh PTFI seperti: penamaan gedung Freeport Indonesia Business Research Center. Dalam hal ini dan untuk lebih menerapkan MOU ini, Para Pihak sepakat untuk melakukan item dan kegiatan yang dijelaskan pada Lampiran ​

E

terlampir.

(2) ITB harus dalam seluruh hal, mematuhi seluruh hukum dan peraturan yang berkaitan dengan, rancangan, pembangunan, kepemilikan dan pengoperasian dari Bangunan, dan harus mendapatkan dan mempertahankan semua otorisasi, persetujuan, sertifikasi, lisensi dan izin yang berhubungan dengannya seperti yang dipersyaratkan oleh hukum atau peraturan.

(1) PTFI may, in its sole discretion and in a suitable manner and location, place the PTFI logo and books, information, publications and other similar materials related to Papua, PTFI and PTFI’s operations in all the rooms and facilities constituting the Building, and shall have the naming rights with respect thereto as preferred by PTFI such as: the naming of Freeport Indonesia Business Research Center Building. In this regard and to further implement this MOU, the Parties agree to undertake the items and activities described on Annex E attached hereto.

(2) The ITB shall comply​, in all material respects, with all applicable laws and regulations relating to the design, construction, ownership and operation of the Building, and shall obtain and maintain all authorizations, consents, certifications, licenses and permits in connection therewith as required by law or regulation.

(17)

{N2386322.3}

17

Only for academic purposes (3) Para Pihak sepakat bahwa MoU ini akan diatur

dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Republik Indonesia.

(4) Tidak satupun Pihak, tanpa persetujuan tertulis Pihak lainnya, diperbolehkan untuk mengalihkan hak dan kewajibannya berdasarkan MoU ini kepada pihak ketiga manapun, kecuali PTFI yang berhak untuk melibatkan subkontraktor sebagaimana diatur dalam MoU ini. ITB, tanpa persetujuan tertulis PTFI sebelumnya, tidak akan mengalihkan hak-hak atau kepentingan dalam atau Lokasi Proyek terhadap pihak ketiga manapun.

(5) MoU ini akan mengikat terhadap dan berlaku untuk keuntungan Para Pihak, serta untuk penerus masing-masing dan penerima pengalihan yang diperbolehkan.

(6) Semua pemberitahuan yang dipersyaratkan dalam MoU ini akan dianggap diberikan secara benar apabila dikirim melalui faksimili, pos tercatat atau pengiriman secara langsung ke alamat dibawah ini:

Apabila kepada ITB:

SBM-ITB

SBM Building

Jalan Ganesha 10

Bandung

Jawa Barat

Indonesia

Telepon:

+62-22-2531923

Faksimili:

+62-22-2534249

Attn:

Apabila kepada PTFI: PT Freeport Indonesia Office Building 1

Jl. Mandala Raya Selatan No. 1, Kuala Kencana

Kabupaten Mimika, Papua Indonesia

Telephone: +62 (901) 43 2030 Faksimili: +62 (901) 43 2070 Attn.:

(3) The Parties agree that this MoU shall be governed by and construed in accordance with the laws of the Republic of Indonesia.

(4) Neither Party, without the other Party’s prior written consent, shall assign any rights or obligations under this MoU to any third party, except that PTFI shall have the right to engage subcontractors as provided herein. ITB, without PTFI’s prior written consent, shall not assign any rights or interest in or the Project Site to any third party.

(5) This MoU shall be binding upon and shall inure to the benefit of the Parties hereto, and their respective, successors, and permitted assigns.

(6) Any notice required under this MoU shall be sufficiently given if sent by facsimile, registered mail or delivery by hand addressed as follows:

If to the ITB:

SBM-ITB

SBM Building

Jalan Ganesha 10

Bandung

Jawa Barat

Indonesia

Telephone:

+62-22-2531923

Faximile:

+62-22-2534249

Attn:

If to PTFI: PT Freeport Indonesia Office Building 1

Jl. Mandala Raya Selatan No. 1, Kuala Kencana

Mimika Regency, Papua Indonesia

Telephone: +62 (901) 43 2030 Facsimile: +62 (901) 43 2070 Attn.:

(18)

{N2386322.3}

18

Only for academic purposes (7) Setiap perubahan dan/atau penambahan pada

MoU ini akan mengikat kedua belah Pihak hanya jika dibuat secara tertulis dan ditandatangani oleh Para Pihak atau oleh perwakilan resmi Para Pihak.

(8) MoU ini disusun dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan isi yang sama. Apabila terdapat perbedaan arti dari bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris, maka Para Pihak setuju bahwa versi Bahasa Inggris yang akan berlaku.

(9) Semua judul yang terdapat dalam MoU ini tidak dapat ditafsirkan sebagai penafsiran dari teks atau kondisi MoU ini, tetapi untuk mempermudah referensi saja.

(10)MoU ini mewakilkan keseluruhan perjanjian antara Para Pihak sehubungan dengan dukungan atas konstruksi Bangunan, dan menggantikan

segala perjanjian-perjanjian,

kesepahaman-kesepahaman ataupun perjanjian-perjanjian sebelumnya yang dilakukan secara tertulis atau secara verbal antara Para Pihak mengenai dukungan atas pembangunan Bangunan.

(7) Any amendment and/or additions to this MoU shall only be binding upon the Parties hereto if they are made in writing and signed by both Parties hereto or by their authorized representative.

(8) This MoU is drawn up in Indonesian language and in English language with identical content. In case of different meaning of the Indonesian language from the English language in this MoU, then both Parties agree that this English language version shall prevail.

(9) All headings of this MoU shall not be interpreted as the interpretation of the text or conditions of this MoU, but for an easy reference only.

(10)This MoU represents the entire agreement between the Parties hereto with respect to the PTFI’s support of the construction of the Building, and supersedes any prior promises, understandings or written or verbal agreements between the Parties concerning the support of the construction of the Building.

DEMIKIAN MoU ini dibuat dalam dua rangkap, masing-masing merupakan naskah asli, bermaterai dan setara dimata hukum serta akan berlaku sejak Tanggal Efektif.

IN WITNESS WHEREOF, this MoU is made in duplicate, each copies being original, duly stamped, and legally equal, and shall be effective as of the Effective Date.

ITB/​ITB

,

Bandung Institute of Technology

Dekan / Dean

PTFI/​PTFI

,

PT Freeport Indonesia

President Director

(19)

{N2386322.3}

19

Only for academic purposes

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :