BAB I PENDAHULUAN. Seiring perkembangan zaman, serta tuntutan masyarakat dan. pendidikan yang tinggi sehingga mereka menjadi manusia yang mampu

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Seiring perkembangan zaman, serta tuntutan masyarakat dan pemerintah yang mengharapkan generasi muda memperoleh standar pendidikan yang tinggi sehingga mereka menjadi manusia yang mampu menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang disebabkan oleh adanya perkembangan teknologi yang pesat dan global. Untuk menghadapi dinamika demikian peserta didik perlu dibekali ilmu pengetahuan profesionalitas dan keterampilan yang diperlukan agar dapat berperan serta secara efektif di tengah-tengah masyarakat, bangsa dan negara.

Tuntutan dan harapan yang ada pada masyarakat maupun pemerintah dapat terwujud jika semua terlibat di dalam kegiatan pendidikan bersama-sama memikirkan masalah tersebut. Berbagai upaya pemerintah telah dilakukan melalui pembenahan termasuk dalam bidang penyusunan kurikulum.

Sejalan dengan kenyataan di atas, maka para guru khususnya guru Ekonomi hendaknya menguasai berbagai pendekatan pembelajaran dan mampu memilih di antara pendekatan tersebut yang tepat dan sesuai sehingga mendukung peserta didik untuk berpikir lebih kritis, menggunakan nalar secara efektif dan efisien serta menanam benih sikap ilmiah, disiplin, bertanggung jawab, keteladanan dan rasa percaya diri disertai dengan iman dan taqwa.

(2)

2

Nurhadi dan Agus Gerrad Senduk (2003: 28) menyatakan :

Salah satu peran guru adalah menyediakan jalan bagi siswa untuk memperoleh pelayanan pendidikan sebaik-baiknya. Untuk mencapai tujuan semacam itu guru harus mengingat bahwa perbedaan nilai dan sikap budaya yang dipegang oleh siswa akan dipengaruhi oleh situasi pembelajaran di dalam kelas. Pilihan guru mengenai konteks belajar yang sesuai, guru harus mendorong siswa untuk maju meningkatkan pengetahuannya sehari-hari ke arah yang lebih luas dan mendalam. Berangkat dari pemikiran di atas, guru harus memiliki kemampuan memilih metode, teknik model, pendekatan yang sesuai dengan kepentingan tujuan pendidikan saat ini, khususnya pada mata pelajaran ekonomi. Berdasarkan pendapat tersebut, guru harus memilih konteks belajar yang sesuai agar semua peserta didik berhasil mencapai tujuan pembelajaran.

Gagalnya peserta didik untuk memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang dimungkinkan sebagai akibat pembelajaran yang dilaksanakan selama ini seperti di SMA XI khususnya pelajaran Ekonomi menggunakan strategi belajar mengajar dengan cara klasikal. Pada saat proses pembelajaran berlangsung aktifitas pembelajaran di dominasi oleh guru. Guru mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilannya dalam menyelesaikan latihan soal-soal tanpa melibatkan peserta didik. Peserta didik pasif hanya mencatat apa yang dituliskan guru di papan tulis atau mencatat apa yang diperintahkan oleh guru.

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut:

1. Rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran Ekonomi 2. Masih banyak siswa yang tidak memperhatikan guru

(3)

3

3. Masih banyak siswa yang mengobrol atau bermain pada saat proses belajar mengajar berlangsung

4. Metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar kurang bervariasi Berdasarkan latar belakang, identifikasi, dan pembatasan masalah, penulis tertarik untuk melakukan tinjauan ilmiah dengan judul: “Pemberdayaan Tutor Sebaya dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: “Apakah peranan model tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Ekonomi?”

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model tutor sebaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Ekonomi D. Kegunaan Penelitian

1. Kegunaan Teoretis

a. Memberikan penjelasan mengenai pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar;

b. Sebagai bahan informasi mengenai penggunaan model pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa; dan

c. Menciptakan proses pembelajaran yang kreatif dan terampil sehingga dapat menjadi salah satu solusi bagi perkembangan dunia pendidikan.

(4)

4 2. Kegunaan Praktis

a. Bagi guru

1) Memberikan sumbangan pemikiran, pengetahuan, dan informasi untuk mencoba menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan terutama dalam pelajaran ekonomi; dan

2) Memberikan gambaran tentang penggunaan model pembelajaran dengan pemberdayaan tutor sebaya.

b. Bagi siswa

1) Menumbuhkan dan mengembangkan motivasi belajar siswa dalam mempelajari ekonomi; dan

2) Dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi.

c. Bagi sekolah

1) Memberikan masukan kepada sekolah untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan mencoba menggunakan model pembelajaran yang bervariasi; dan

2) Membantu sekolah dalam menemukan model-model pembelajaran baru yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

(5)

6 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Model Pemberdayaan Tutor Sebaya

1. Pengertian Model Pemberdayaan Tutor Sebaya

Arikunto (1986: 77) menyatakan bahwa tutor sebaya adalah seseorang atau beberapa orang siswa yang ditunjuk oleh guru sebagai pembantu guru dalam melakukan bimbingan terhadap kawan sekelas. Untuk menentukan seorang tutor ada beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh seorang siswa yaitu siswa yang dipilih nilai prestasi belajar Pendidikan Ekonominya lebih baik dari temannya, dapat memberikan bimbingan dan penjelasan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar dan memiliki kesabaran serta kemampuan memotivasi siswa dalam belajar.

Tutor sebaya menurut Ishak dan Warji dalam mulyanto (2005) adalah pemberian bantuan perbaikan kepada siswa yang menemui kesulitan belajar oleh teman-teman mereka sekelas yang mempunyai teman sebaya. Pengertian model tutorial menurut Martinis Yamin (2007:153) merupakan cara penyampaian bahan pelajaran yang telah dikembangkan dalam bentuk modul untuk dipelajari siswa secara mandiri.

Berdasarkan penjelasan diatas, peneliti menyimpulkan defenisi model tutor sebaya adalah guru melalui tes atau istrumen tertentu menunjuk siswa sebagai tutor yang bertugas memberikan pemahaman

(6)

7

kepada siswa lainya dalam proses pembelajaran. Salah seorang atau beberapa orang yang pantas ditunjuk, dan ditegaskan membantu siswa tertentu yang mengalami kesulitan dalam belajar. Dalam hal ini fungsi tutor hanyalah membantu guru dan bekerja sesuai dengan petunjuk yang diberikan, ia bukanlah guru atau pengganti guru.

Arikunto (1986: 62) mengemukakan bahwa dalam memilih tutor perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Tutor dapat diterima (disetujui) oleh siswa yang mendapat program perbaikan sehingga siswa tidak mempunyai rasa takut atau enggan untuk bertanya kepadanya.

b. Tutor dapat menerangkan bahan perbaikan yang dibutuhkan oleh siswa yang menerima program perbaikan.

c. Tutor tidak tinggi hati, kejam atau keras hati terhadap sesama kawan. d. Tutor mempunyai daya kreativitas yang cukup untuk memberikan

bimbingan, yaitu dapat menerangkan pelajaran kepada kawannya. 2. Tahap-tahapan Tutor Sebaya

Menurut Hamalik (1998:163) tahap-tahap kegiatan pembelajaran di kelas dengan menggunakan pendekatan tutor sebaya adalah sebagai berikut:

a. Tahap persiapan

1) Guru membuat program pengajaran satu pokok bahasan yang dirancang dalam bentuk penggalan-penggalan sub pokok bahasan. Setiap penggalan satu pertemuan yang didalamnya mencakup judul penggalan tujuan pembelajaran, khususnya petunjuk pelaksanaan tugas-tugas yang harus diselesaikan.

(7)

8

tutor sebaya. Jumlah tutor sebaya yang di tunjuk disesuaikan dengan jumlah kelompok yang dibentuk.

3) Mengadakan latihan bagi para tutor. Dalam pelaksanaan tutorial atau bimbingan ini, siswa yang menjadi tutor bertindak sebagai guru. Sehingga latihan yang diadakan oleh guru merupakan semacam pendidikan guru atau siswa itu. Latihan di adakan dengan dua cara yaitu melalui latihan kelompok kecil dimana dalam hal ini yang mendapatkan latihan hanya siswa yang akan menjadi tutor, dan melalui latihan klasikal, dimana siswa seluruh kelas dilatih bagaimana proses pembimbingan ini berlangsung.

4) Pengelompokan siswa dalam kelompok-kelompok kecil yang yang terdiri atas 4-6 orang. Kelompok ini disusun berdasarkan variasi tingkat kecerdasan siswa. Kemudian tutor sebaya yang telah ditunjuk di sebar pada masing-masing kelompok yang telah ditentukan. b. Tahap pelaksanaan

1) Setiap pertemuan guru memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang materi yang di ajarkan.

2) Siswa belajar dalam kelompoknya sendiri. Tutor sebaya menanyai anggota kelompoknya secara bergantian akan hal-hal yang belum dimengerti, demikian pula halnya dengan menyelesaikan tugas. Jika ada masalah yang tidak diselesaikan barulah tutor meminta bantuan guru.

3) Guru mengawasi jalannya proses belajar, guru berpindah-pindah dari satu kelompok ke kelompok yang lain untuk memberikan bantuan jika ada masalah yang tidak dapat diselesaikan dalam kelompoknya. c. Tahap evaluasi

1) Sebelum kegiatan pembelajaran berakhir, guru memberikan soal-soal latihan kepada anggota kelompok (selain tutor) untuk mengetahui apakah tutor sudah menjelaskan tugasnya atau belum. 2) mengingatkan siswa untuk mempelajari sub pokok bahasan

sebelumnya di rumah. B. Hasil Belajar Siswa

Menurut Nana Sudjana (2005: 3) hakikat hasil belajar adalah perubahan tingkah laku individu yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Menurut Nana Sudjana (1989: 38-40) hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yakni faktor dari dalam diri siswa itu dan faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. Faktor yang datang dari diri siswa terutama kemampuan yang

(8)

9

dimilikinya. Faktor kemampuan siswa besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar yang dicapai. Disamping faktor kemampuan yang dimiliki siswa, juga ada faktor lain, seperti motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis.

Hasil belajar merupakan segala upaya yang menyangkut aktivitas otak (proses berfikir) terutama dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Proses berfikir ini ada enam jenjang, mulai dari yang terendah sampai dengan jenjang tertinggi (Suharsimi Arikunto, 2003: 114-115). Keenam jenjang tersebut adalah: (1) Pengetahuan (knowledge) yaitu kemampuan seseorang untuk mengingat kembali tentang nama, istilah, ide, gejala, rumus-rumus dan lain sebagainya, tanpa mengharapkan kemampuan untuk menggunakannya. (2) Pemahaman (comprehension) yakni kemampuan seseorang untuk memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat melalui penjelasan dari kata- katanya sendiri. (3) Penerapan (application) yaitu kesanggupan seseorang untuk menggunakan ide- ide umum, tata cara atau metode- metode, prinsip- prinsip, rumus- rumus, teori- teori, dan lain sebagainya dalam situasi yang baru dan kongkret. (4) Analisis (analysis) yakni kemampuan seseorang untuk menguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian- bagian yang lebih kecil dan mampu memahami hubungan diantara bagian- bagian tersebut. (5) Sintesis (synthesis) adalah kemampuan berfikir memadukan bagian- bagian atau unsur- unsur secara logis, sehingga menjadi suatu pola yang

(9)

10

baru dan terstruktur. (6) Evaluasi (evaluation) yang merupakan jenjang berfikir paling tinggi dalam ranah kognitif menurut Taksonomi Bloom. Penelitian disini adalah kemampuan seseorang untuk membuat pertimbangan terhadap suatu situasi, nilai atau ide, atas beberapa pilihan kemudian menentukan pilihan nilai atau ide yang tepat sesuai kriteria yang ada (Anas Sudijono, 2005: 50- 52).

(10)

11 BAB III PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Kegiatan Pendahuluan

Berdasarkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan dari pertemuan pertama untuk mengetahui kemampuan awal, diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 1

Hasil Belajar Siswa

No Subjek Nilai Keterangan

1 Acep Rifat Rahmatuloh 55 BELUM TUNTAS

2 Arini Nopiana 53 BELUM TUNTAS

3 Asep Hidayat 50 BELUM TUNTAS

4 Elsa Syifa Fauziah 70 TUNTAS

5 Fahmy Raihan Muzaky 55 BELUM TUNTAS

6 Galih Wijaya Suparman 72 TUNTAS

7 Gin gin Ginanjar 55 BELUM TUNTAS

8 Hera Febriani 55 BELUM TUNTAS

9 Laeli Pauziah Muchsin 80 TUNTAS

10 Mesa Trimulya 72 TUNTAS

11 Mia Nurul Silmi 50 BELUM TUNTAS

12 Milda Musyafa 50 BELUM TUNTAS

13 Mochamad Luthfi A 55 BELUM TUNTAS

14 Neng Eva Siti Fatimah 70 TUNTAS

15 Nina Inarotul Huda 50 BELUM TUNTAS

(11)

12

No Subjek Nilai Keterangan

17 Oki Kurniawan 83 TUNTAS

18 Renaldi Saputra 55 BELUM TUNTAS

19 Resti Herdianti 50 BELUM TUNTAS

20 Risma Nuraeni 50 BELUM TUNTAS

21 Rizal Agustin 55 BELUM TUNTAS

22 Salma Nabila Mawarni 50 BELUM TUNTAS

23 Salman Alfarizi 55 BELUM TUNTAS

24 Samrotul Fu”adah 73 TUNTAS

25 Sangki Irmansyah 55 BELUM TUNTAS

26 Siti Nurhafidiah 55 BELUM TUNTAS

27 Siti Robiah Adawiyah 50 BELUM TUNTAS

28 Syifa Nurafifah 75 TUNTAS

29 Syahiidah Ees Saepudin 88 TUNTAS

30 Tina Agustina 84 TUNTAS

31 Titin Mustikawati 80 TUNTAS

Jumlah 1905

Rata-Rata 61,5

Terkecil 50

Terbesar 88

Dari tabel di atas, diperoleh hasil belajar siswa yang mendapat sekor nilai paling kecil 50, sedangkan sekor nilai yang paling besar 88. Siswa yang tuntas dari KKM hanya berjumlah 11 orang, sedangkan siswa siswa yang belum tuntas dari KKM sebanyak 20 orang. Dan nilai rata-rata dari seluruh hasil belajar siswa sebesar 61,5.

Berdasarkan data dari tabel hasil belajar siswa pada data diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar siswa masih rendah. Ini

(12)

13

terlihat dari persentase hasil belajar siswa, siswa yang belum tuntas lebih besar dibandingkan dengan siswa yang sudah tuntas. Dimana siswa yang tuntas hanya mencapai 35,5%. Sedangkan siswa yang belum tuntas dari KKM pada mata pelajaran Pendidikan Ekonomi lebih tinggi yaitu mencapai 64,5%.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa permasalahan yang dihadapi siswa selama pembelajaran adalah rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran karena guru cenderung menggunakan metode ceramah dan menyuruh siswa untuk menulis materi terlebih dahulu hal ini menyebabkan siswa merasa jenuh dalam belajar dan tidak adanya penugasan yang diberikan guru kepada siswa.

Hal-hal yang dipersiapkan dalam tahap perencaaan antara lain membuat silabus, RPP dengan menggunakan model pemberdayaan Tutor Sebaya, pedoman lembar kerja siswa, mempersiapkan absensi siswa dan mempersiapkan alat evaluasi.

Tabel 2

Hasil Pengamatan Aktifitas Guru Pada penerapan model pemberdayaan Tutor Sebaya

No. Aspek yang Diamati Penilaian

Baik Cukup kurang 1. Pendahuluan

a. Memberikan motivasi 

b. Memberikan acuan belajar yang akan dibserikan

c. Mengadakan apersepsi 

2. Kegiatan Inti

a. Penyajian bahan sesuai indicator  b. Bahan-bahan pelajaran disesuaikan

dengan pengalaman belajar yang direncanakan

(13)

14 c. Menampakan kedalam pokok

bahasan

 d. Kesesuaian penggunaan strategi

atau metode dengan materi pembelajarn

e. Kejelasan dalam menerangkan dan memberi contoh

 f. Mengaktifkan siswa dalam diskusi

kelompok

 g. Ketepatan dalam menggunakan

media

 h. Membantu meningkatkan proses

pembelajaran siswa

3. Penutup

a. Evaluasi sesuai dengan indikator  b. Penilaian sesuai dengan yang

direncanakan  c. Menginformasikan materi selanjutnya  4. Refleksi

Di akhir kegiatan guru memberi penguatan konsep-konsep yang ditemukan siswa

Berdasarkan hasil observasi pada tabel di atas menunjukan hal-hal sebagai berikut:

a. Proses pembelajaran yang sudah dikategorikan baik dalam pelaksanaanya adalah:

1) Memberikan acuan belajar yang akan diberikan. 2) Penyajian bahan sesuai indikator.

3) Bahan-bahan pelajaran disesuaikan dengan pengalaman belajar yang direncanakan.

4) Kesesuaian penggunaan strategi atau metode dengan materi pembelajaran.

(14)

15

6) Ketepatan dalam menggunakan media. 7) Evaluasi sesuai dengan indikator.

8) Penilaian sesuai dengan yang direncanakan.

b. Proses pembelajaran yang sudah dikategorikan cukup dan masih perlu ditingkatkan lagi pada penerapan model pemberdayaan Tutor Sebaya adalah sebagai berikut:

1) Mengadakan apersepsi.

2) Menampakan kedalam pokok bahasan. 3) Menginformasikan materi selanjutnya.

4) Mengaktifkan siswa dalam diskusi kelompok.

c. Proses pembelajaran yang masih kurang dan perlu diperbaiki lagi pada melalui penerapan model pemberdayaan Tutor Sebaya berikut:

1) Memberikan motivasi.

2) Membantu meningkatkan proses pembelajaran siswa. 3) Konsep-konsep yang ditemukan siswa harus diperjelas lagi.

Penulis menyimpulkan bahwa hasil pembelajaran ini sebagai berikut.

a. Guru kurang dalam memotivasi belajar siswa, sehingga sebagian siswa dalam mengikuti pembelajaran kurang begitu aktif.

b. Siswa yang tidak aktif dalam pembelajaran maka siswa tersebut tidak serius dalam pembelajaran.

c. Dalam proses diskusi, masih ada siswa yang tidak mau dan tidak serius dalam mengerjakan tugas diskusi.

(15)

16

d. Dalam proses diskusi, guru tidak bisa mengaktifkan proses diskusi siswa dalam kelompok.

Dengan adanya berbagai kekurangan-kekurangan tersebut, maka perlu adanya perbaikan-perbaikan dalam kegiatan belajar mengajar melalui penerapan model pemberdayaan Tutor Sebaya, perbaikan itu dengan cara lebih banyak melibatkan siswa dalam pembelajaran berlangsung dan memberi penugasan terhadap siswa itu sendiri.

Setelah berakhirnya pelaksanaan tindakan melalui penerapan model pemberdayaan Tutor Sebaya dengan diakhiri dengan evaluasi untuk mengetahui perkembangan Ekonomi hasil belajar siswa pada mata pelajaran, maka diketahui hasil belajar pada tindakan melalui penerapan model pemberdayaan Tutor Sebaya adalah sebagai berikut:

Tabel 3

Hasil Belajar Siswa melalui penerapan model pemberdayaan Tutor Sebaya

No Subjek Nilai Keterangan

1 Acep Rifat Rahmatuloh 70 TUNTAS

2 Arini Nopiana 75 TUNTAS

3 Asep Hidayat 75 TUNTAS

4 Elsa Syifa Fauziah 80 TUNTAS

5 Fahmy Raihan Muzaky 75 TUNTAS

6 Galih Wijaya Suparman 80 TUNTAS

7 Gin gin Ginanjar 75 TUNTAS

8 Hera Febriani 70 TUNTAS

9 Laeli Pauziah Muchsin 90 TUNTAS

(16)

17

No Subjek Nilai Keterangan

11 Mia Nurul Silmi 60 TUNTAS

12 Milda Musyafa 60 TUNTAS

13 Mochamad Luthfi A 65 TUNTAS

14 Neng Eva Siti Fatimah 85 TUNTAS

15 Nina Inarotul Huda 85 TUNTAS

16 Nuriatul Idharia 60 TUNTAS

17 Oki Kurniawan 100 TUNTAS

18 Renaldi Saputra 60 TUNTAS

19 Resti Herdianti 60 TUNTAS

20 Risma Nuraeni 65 TUNTAS

21 Rizal Agustin 75 TUNTAS

22 Salma Nabila Mawarni 60 TUNTAS

23 Salman Alfarizi 75 TUNTAS

24 Samrotul Fu”adah 90 TUNTAS

25 Sangki Irmansyah 65 TUNTAS

26 Siti Nurhafidiah 75 TUNTAS

27 Siti Robiah Adawiyah 75 TUNTAS

28 Syifa Nurafifah 90 TUNTAS

29 Syahiidah Ees Saepudin 100 TUNTAS

30 Tina Agustina 100 TUNTAS

31 Titin Mustikawati 100 TUNTAS

Jumlah 2395

Rata-Rata 77,6

Terkecil 60

Terbesar 100

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui hasil belajar siswa dengan hasil nilai terkecil yang peroleh siswa yaitu 60 sedangkan untuk

(17)

18

nilai terbesar yang diperoleh siswa yaitu 100. Dari jumlah siswa dalam satu kelas yaitu 31 siswa, diperoleh siswa yang sudah mencapai ketuntasan KKM sebanyak 31 siswa, sedangkan tidak ada siswa yang belum mencapai ketuntasa KKM pada mata pelajaran Ekonomi. Dengan demikian dalam proses pembelajaran pada tindakan siklus II semuanya dinyatakan tuntas dengan nilai rata-rata 77,6.

Berdasarkan data grafik di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar pada tindakan siklus II dilihat dari nilai rata-rata hasil belajar siswa yaitu 77,3, sudah mengalami peningkatan yang begitu besar bila dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran sudah optimal. Dengan demikian hasil belajar pada siklus II sudah memuaskan, karena semua siswa yang sudah mencapai ketuntasan dari KKM pada mata pelajaran Ekonomi.

Hasil observasi keaktifan siswa pada siklus II ini dapat dilihat pada tabel berikut.

Keaktifan Siswa dalam Proses

Pembelajaran melalui penerapan model pemberdayaan Tutor Sebaya

No. Nama Siswa

Keaktifan

Baik cukup Kurang 1 Acep Rifat Rahmatuloh

2 Arini Nopiana

3 Asep Hidayat

4 Elsa Syifa Fauziah

(18)

19 6 Galih Wijaya Suparman

7 Gin gin Ginanjar

8 Hera Febriani

9 Laeli Pauziah Muchsin

10 Mesa Trimulya

11 Mia Nurul Silmi

12 Milda Musyafa

13 Mochamad Luthfi A

14 Neng Eva Siti Fatimah

15 Nina Inarotul Huda

16 Nuriatul Idharia  17 Oki Kurniawan  18 Renaldi Saputra  19 Resti Herdianti  20 Risma Nuraeni  21 Rizal Agustin

22 Salma Nabila Mawarni

23 Salman Alfarizi

24 Samrotul Fu”adah

25 Sangki Irmansyah

26 Siti Nurhafidiah

27 Siti Robiah Adawiyah

28 Syifa Nurafifah

29 Syahiidah Ees Saepudin

30 Tina Agustina

31 Titin Mustikawati

Jumlah 19 12 0

(19)

20

Guru terlihat dapat mengelola diskusi dengan baik, sehingga tidak terlihat lagi siswa yang asyik ngobrol dengan temannya. Guru berhasil mengatur dalam diskusi sehingga siswa bekerja sama dengan kelompoknya. Pada tindakan ini guru lebih bisa dalam mengatur waktu. berikut aktivitas guru pada melalui penerapan model pemberdayaan Tutor Sebaya.

Tabel 5

Data Aktivitas Guru Pada penerapan model pemberdayaan Tutor Sebaya

No. Aspek yang Diamati Penilaian

Baik Cukup kurang 1. Pendahuluan

Memberikan motivasi 

Memberikan acuan belajar yang akan diberikan

Mengadakan apersepsi 

2. Kegiatan Inti

Penyajian bahan sesuai indikator  Bahan-bahan pelajaran disesuaikan

dengan pengalaman belajar yang direncanakan

Menampakan kedalam pokok bahasan  Kesesuaian penggunaan strategi atau

metode dengan materi pembelajarn

 Kejelasan dalam menerangkan dan

memberi contoh

 Mengaktifkan siswa dalam diskusi

kelompok

 Ketepatan dalam menggunakan media  Membantu meningkatkan proses

pembelajaran siswa

3. Penutup

Evaluasi sesuai dengan indicator  Penilaian sesuai dengan yang

direncanakan

(20)

21

Menginformasikan materi selanjutnya  4. Refleksi

Di akhir kegiatan gutu member penguatan konsep-konsep yang ditemukan siswa

Berdasarkan hasil observasi pada tabel di atas menunjukan bahwa guru sudah baik dalam melakukan pembelajaran. Hal ini terlihat saat guru memberikan motivasi kepada siswa sehinga siswa semakin giat belajar, memberikan acuan belajar yang harus dicapai maka siswa akan mengetahui hal yang harus dicapai dalam pembelajaran. Dalam melakukan apersepsi dan memberikan materi dengan metode yang digunakan guru sudah bisa dikategorikan baik begitupun dalam membantu meningkatkan proses pembelajaran mengaktifkan siswa dalam diskusi.

Dengan demikian proses pembelajaran dengan menggunakan model pemberdayaan Tutor Sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi dan sudah berjalan dengan apa yang diharapkan dan sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya. Terbukti hasil belajar yang cukup signifikan dan banyaknya siswa yang aktif dalam proses pembelajaran.

B. Pembahasan Hasil Pengamatan 1. Keaktifan Siswa

Meningkatnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran Ekonomi dengan menggunakan model pemberdayaan Tutor Sebaya, peningkatan hasilnya belajar siswa dapat dilihat dengan cara

(21)

22

membandingkan jumlah keaktifan siswa pada tindakan melalui penerapan model pemberdayaan Tutor Sebaya hasil belajar sebelumnya. Berikut dibawah ini merupakan tabel perbandingan keaktifan siswa pada penelitian:

Perbandingan Keaktifan Siswa Pada Hasil Pengamatan melalui penerapan model pemberdayaan Tutor Sebaya

No. Keaktifan Jumlah Siswa I II 1 Baik 7 19 2 Cukup 13 12 3 Kurang 11 0 Jumlah 31 31

Berdasarkan tabel tersebut di atas, peningkatan keaktifan siswa terlihat dari meningkatnya jumlah siswa yang aktif dan menurunnya jumlah siswa yang tidak aktif dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pemberdayaan Tutor Sebaya. Peningkatan pada penerapan model pemberdayaan Tutor Sebaya memperhatikan kekurangan-kekurangan pada hasil belajar sebelumnya.

2. Hasil Belajar Siswa

Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran Ekonomi dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan, dan peningkatan hasil belajar ini terlihat dari mulai dilaksankannya penelitian sampai berakhirnya penelitian. Berikut merupakan rekapitulasi perbandingan hasil

(22)

23

belajar siswa pada pelajaran Ekonomi melalui penerapan model pemberdayaan Tutor Sebaya yang dituangkan dalam tabel dibawah ini: Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa melalui penerapan model pemberdayaan

Tutor Sebaya

No. Nama Siswa Nilai

Pra Test TK Post Test

1 Acep Rifat Rahmatuloh 55 65 70

2 Arini Nopiana 53 60 75

3 Asep Hidayat 50 65 75

4 Elsa Syifa Fauziah 70 75 80

5 Fahmy Raihan Muzaky 55 60 75

6 Galih Wijaya Suparman 72 75 80

7 Gin gin Ginanjar 55 60 75

8 Hera Febriani 55 55 70

9 Laeli Pauziah Muchsin 80 85 90

10 Mesa Trimulya 72 80 100

11 Mia Nurul Silmi 50 55 60

12 Milda Musyafa 50 50 60

13 Mochamad Luthfi A 55 55 65

14 Neng Eva Siti Fatimah 70 75 85

15 Nina Inarotul Huda 50 55 85

16 Nuriatul Idharia 55 55 60 17 Oki Kurniawan 83 90 100 18 Renaldi Saputra 55 55 60 19 Resti Herdianti 50 55 60 20 Risma Nuraeni 50 60 65 21 Rizal Agustin 55 65 75

22 Salma Nabila Mawarni 50 55 60

23 Salman Alfarizi 55 65 75

24 Samrotul Fu”adah 73 80 90

25 Sangki Irmansyah 55 60 65

26 Siti Nurhafidiah 55 60 75

27 Siti Robiah Adawiyah 50 65 75

28 Syifa Nurafifah 75 85 90

29 Syahiidah Ees Saepudin 88 90 100

30 Tina Agustina 84 90 100

(23)

24

Jumlah 1905 2085 2395

Rata-rata 61,5 67,3 77,6

Terkecil 50 50 60

Terbesar 88 90 100

Dari tabel di atas dapat diketahui secara keseluruhan rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Pada melalui penerapan model pemberdayaan Tutor Sebaya rata-rata hasil belajar siswa hanya sebesar 61,5, meningkat menjadi 67,3, dan pada pembelajaran meningkat lagi menjadi 77,6.

(24)

26 BAB IV

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan analisis data dan hasil penelitan yang disajikan pada bagian sebelumnya, penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Penerapan model pembelajaran dengan pemberdayaan Tutor Sebaya telah terbukti efektif diterapkan dalam pembelajaran Ekonomi. Keefektifan tersebut terlihat dengan meningkatnya partisipasi siswa yang lebih aktif dalam proses pembelajaran

2. Besarnya peningkatan hasil belajar siswa melalui pemberdayaan Tutor Sebaya diketahui dari peningkatan nilai ketuntasan belajar siswa. Hasil belajar melalui penerapan model pemberdayaan Tutor Sebaya lebih baik atau ada peningkatan bila dibandingkan dengan hasil belajar sebelumnya. B. Saran

Saran-saran yang berkenaan dengan penelitian ini dapat penulis sampaikan sebagai berikut.

1. Bagi Siswa

Kesiapan siswa diperlukan pada saat akan melakukan penelitian. Kesiapan siswa dalam bentuk membaca materi terlebih dahulu, mengakaji materi sebelumnya, melengkapi dengan berbagai sumber, dan sebagainya. Siswa bisa melakukan kerja sama untuk memecahkan masalah pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran Ekonomi.

(25)

27 2. Bagi Guru

a. Guru harus bisa mengembangkan dan memakai berbagai macam model, yang sesuai dengan tingkat pengetahuan siswa sehingga siswa tidak bosan dan menerima pelajaran sebagai mestinya.

b. Dalam pemberian tugas guru haruslah pandai-pandai mencari variasi dalam memberikan tugas kepada siswa, sehingga diharapkan siswa dalam mengerjakan tugasnya bias bersemangat dan dapat memahami maksud dan tujuan dari tugas tersebut.

3. Bagi Sekolah

a. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman untuk melakukan penelitian dan penulisan laporan Penelitian Tindakan Kelas.

b. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan dan kekayaan intelektual sekolah.

c. Sekolah bisa membuat sebuah kebijakan dalam hal membina guru-guru mengenai model-model mengajar yang baik dan efisien

4. Bagi Peneliti Selanjutnya

Penelitian ini menyediakan data sekunder bagi penelitian berikutnya. Penelitian ini dapat diperluas dari segi populasi, jenis penelitian, dan ruang lingkup kajiannya.

(26)

28

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. (2009). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Arikunto, Suharsimi. (2011). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi). Jakarta: PT. Rineka Cipta

Djahiri. 1994. Strategi Pembelajaran Berorientasi Proses Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prima.

Djamarah, S.B. Zain, A. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta Herawan, Dedi. (2006). Strategi Belajar Mengajar Biologi. Tasikmalaya:

Universitas Siliwangi

Ibrahim, Muslimin dkk. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: UNESA-University Press.

Komalasari, Kokom. (2010). Pembelajaran Kontekstual. Bandung. : PT Reflika Aditama

Lie, Anita. (2008). Cooperative Learning. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia

Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta

Sudjana, Nana.(2009). Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensido.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Suprijono, Agus. (2011). Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Syah, Muhibbin. (2010). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :