• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAYA MELENGKAPI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN MADRASAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "UPAYA MELENGKAPI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN MADRASAH"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

UPAYA MELENGKAPI SARANA DAN PRASARANA

PENDIDIKAN MADRASAH

Agus Triyono

Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam IAIN Purwokerto

Abstract: One aspect that must get attention in managing education is about the infrastructure needed. Educational facilities are equipment that includes all facilities that are directly used and support the process of implementing education services. Whereas what is meant by facilities / infrastructure is that which indirectly supports the course of the education process. Educational services cannot be separated from the availability of facilities and infrastructure, because all service components definitely need it. Therefore the madrasa as much as possible to organize and prepare needs that are very influential on these education services. Schools with complete facilities and infrastructures will be able to do better services compared to madrassas with incomplete facilities.

Key Words: Facilities and infrastructure, madrasa education

Abstrak: Salah satu aspek yang harus mendapat perhatian dalam pengelolaan pendidikan adalah mengenai sarana prasarana yang dibutuhkan. Sarana pendidikan adalah perlengkapan yang mencakup semua fasilitas yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses dilak-sanakannya layanan pendidikan. Sedangkan yang dimaksud dengan fasilitas/prasarana adalah yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan. Layanan pendidikan tidak bisa lepas dari adanya sarana dan prasarana, karena seluruh komponen layanan pasti membutuh-kannya. Oleh karena itu madrasah sebisa mungkin untuk mengadakan dan menyiapkan kebutuhan yang sangat berpengaruh kepada layanan pendidikan tersebut. Sekolah yang lengkap sarana dan prasaranya akan dapat melakukan pelayanan dengan lebih baik dibandingkan dengan madrasah yang kurang lengkap sarananya.

Kata Kunci: Sarana dan prasarana, pendidikan madrasah

PENDAHULUAN

Salah satu komponen dalam penyeleng-garaan pendidikan adalah tersedianya sarana dan prasarana sebagai pendukung dalam pelak-sanaan layanan pendidikan untuk pencapaian tujuan yang telah dirumuskan pada sebuah institusi.

Berkembang atau tidaknya sebuah lembaga pendidikan juga sangat dipengaruhi oleh keleng-kapan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh lembaga tersebut. Ketika lembaga tersebut memiliki sarana dan prasarana yang mencukupi atau bahkan lengkap, maka lembaga tersebut akan sangat terbantu dan mudah dalam menja-lankan program-program atau rencana kegiatan-nya, baik kegiatan intrakurikuler maupun ekstra-kurikuler.

Salah satu komponen dalam layanan pendi-dikan adalah tersedianya sarana prasarana. Satu hal yang mustahil jika pelaksanaan pendidikan akan berjalan optimal tanpa tersedia sarana dan prasarana yang memadai. Oleh karena itu sudah seharusnya lembaga pendidikan Islam segera berbenah untuk menyelenggarakan layanan pendidikan yang berkualitas dengan didukung sarana yang mencukupi, sehingga akan mengha-silkan generasi berkualitas, yang dapat tampil memegang peranan dalam upaya menjalankan fungsi kholifatullah fi al ard.

Dalam hal ini lembaga pendidikan tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat luas dan terutama pemerintah. Pemerintah harus memberikan support nyata terhadap perkem-bangan lembaga pendidikan, dengan membuat regulasi yang memberikan peluang

(2)

berkembang-pemberian bantuan sarana dan prasarana. Tetapi ketika sebuah lembaga tidak memiliki sarana dan prasarana yang lengkap, maka akan menemui banyak kendala dalam menjalankan program-programnya.

Dalam kegiatan pembelajaran, guru dituntut untuk dapat menyelenggarakan proses pembe-lajaran yang menarik dan bermakna sehingga hasil yang dicapai dapat sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Untuk dapat melaksa-nakan kegiatan pembelajaran yang menarik, tidak cukup hanya dengan kegiatan yang bersifat verbal, tetapi perlu didukung dengan sarana pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan.

Semakin lengkap dan memadai sarana pembelajaran yang dimiliki sebuah sekolah akan memudahkan guru dalam melaksanakan tugas-nya sebagai tenaga pendidikan. Begitu pula dengan suasana selama kegiatan pembelajaran. Sarana pembelajaran harus dikembangkan agar dapat menunjang proses belajar mengajar.

Mulyasa (2002) menjelaskan sarana dan prasarana pendidikan adalah semua perangkat atau fasilitas atau perlengkapan dasar yang secara langsung dan tidak langsung dipergu-nakan untuk menunjang proses pendidikan dan demi tercapainya tujuan pendidikan.

Idealnya, lembaga pendidikan baik yang ada di desa dan maupun di kota memiliki sarana dan prasarana yang sama, sebagai salah satu usaha pemerataan hasil pendidikan dan tidak terjadi kesenjangan atas prestasi pendidikan

Namun kenyataannya masih sangat banyak sekolah yang dalam hal sarana dan prasarana masih belum memadai, baik dari sarana pokok maupun sarana penunjang, seperti peralatan praktek untuk membantu kelancaran belajar mengajar, belum tersedianya buku-buku yang memadai seperti yang ada di perpustakaan di kota-kota besar, kondisi sarana belajar seperti gedung sekolah yang tidak memadai sehingga membuat kegiatan belajar mengajar kurang nyaman.

H.A. Malik Fadjar, (1998:119) mengatakan bahwa Lembaga Pendidikan Islam seperti madra-sah dan pondok pesantren, 96% merupakan lembaga yang dikelola oleh swasta. Kondisi sarana dan prasarananya sangat tergantung pada kemampuan lembaga penyelenggara untuk memaksimalkan penyediaan sarana dan pra-sarana yang dibutuhkan dalam layanan pendi-dikan. Kreatifitas dan kecermatan dalam

penga-diperlukan agar madrasah mampu menyeleng-garakan proses pembelajaran dan layanan kepada pelanggan dengan maksimal

Rumusan Masalah

Makalah ini akan membahas beberapa hal yang berkaitan dengan sarana dan prasarana pendidikan, di antaranya adalah bagaimana manajemen sarana prasarana pendidikan?

Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang manajemen sarana prasarana pendidikan.

Manfaat Penulisan

Manfaat makalah ini adalah memberikan pemahaman tentang pengertian sarana dan prasarana dan memahami pentingnya sarana dan prasarana dalam layanan pendidikan.

LANDASAN TEORI Pengertian Manajemen

Istilah manajemen, seperti yang dijelaskan Manullang (2006: 33). berasal dari kata kerja “to manage” artinya mentutor, mengemukakan, me-ngendalikan, mengelolah, menjalankan, melaksa-nakan, memimpin. Manajemen adalah proses mencapai hasil melalui orang lain dan dengan memaksimumkan pendayagunaan yang tersedia.

Sedangkan Manajemen menurut Stoner (2009: 88) dalam Taupik bahwa manajemen merupakan proses perencanaan, pengorgani-sasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan pengguna sum-berdaya-sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetap-kan.

Manajemen adalah kegiatan seseorang da-lam mengatur organisasi, lembaga atau sekolah yang bersifat manusia maupun non manusia, sehingga tujuan organisasi, lembaga atau sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien.3 Istilah manajemen juga sering didefinisikan sebagai kegiatan mengelola berbagai sumber daya dengan cara bekerja sama dengan orang lain melalui proses tertentu untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien (Rosidah, 1997: 126.).

Perlu pula ditegaskan bahwa dalam konteks pendidikan Islam, M. Arifin menyebutkan alat-alat pendidikan harus mengandung nilai-nilai operasional yang mampu mengantarkan kepada

(3)

Jurnal El-Hamra (Kependidikan dan Kemasyarakatan)

Vol. 4. No. 1 Februari 2019 – ISSN 2528-3650

http://ejournal.el-hamra.id/index.php/jkk tujuan pendidikan Islam yang sarat dengan

nilainilai. Nilai-nilai tersebut tentunya berdasar-kan kepada dasar atau karakteristik pendidiberdasar-kan Islam itu sendiri. Pengembangan sarana dan prasaranan pendidikan semakin pesat seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan Islam juga tetap mela-kukan berbagai inovasi termasuk dalam pengem-bangan penggunaan alat pendidikan sehingga membantu kelancaran proses pendidikan ter-sebut. Namun penggunaan alat tersebut mesti tetap berlandaskan kepada dasar-dasar pendi-dikan Islam dan mengacu kepada tujuan yang telah direncanakan.

Pengertian Sarana dan Prasarana Pendidikan

Menurut Agus S. Suryobroto (2004:4) , sarana atau alat adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, yang mudah dibawa, dan dapat dipindahkan oleh pelakunya atau siswa. Sedangkan prasarana atau fasilitas adalah sesuatu yang diperlukan dalam pem-belajaran pendidikan jasmani, fasilitas permanen atau tidak dapat dipindah-pindahkan.

Syahril (2005:2) berpendapat bahwa sarana prasarana merupakan unsur yang secara lang-sung menunjang atau digunakan dalam pelaksa-naan suatu kegiatan, dalam pelaksapelaksa-naan proses belajar mengajar. Unsur tersebut dapat berben-tuk meja, kursi, kapur, papan tulis, alat peraga, dan sebagainya.

Pendapat lain disebutkan oleh Yusak Burha-nuddin Yusak BurhaBurha-nuddin (2005:6), bahwa Secara etimologi sarana adalah alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan, misalnya ruang, buku, perpustakaan, laboratorium, dan sebaginya. Prasarana adalah alat tidak langsung untuk mencapai tujuan. Dalam pendidikan missal-nya lokasi/tempat bangunan sekolah, jalan, dan sebagainya.

Mudjahid AK dkk (2003:181) Sarana dan Prasarana pendidikan adalah semua benda yang diperlukan baik secara langsung maupun tidak langsung guna memperlancar penyelenggaraan proses belajar mengajar pada lembaga pendi-dikan.

Adapun Pendidikan Islam, menurut Prof. Dr. Omar Muhammad al-Thoumy al-Syaebani ialah usaha mengubah tingkah laku individu dalam kehidupan pribadinya atau kehidupan kemasya-rakatannya dan kehidupan alam sekitarnya melalui proses kependidikan.

Ahmad D Marimba (1986:23) menjelaskan pengertian pendidikan Islam sebagai bimbingan jasmani-rohani berdasarkan hukum-hukum aga-ma Islam menuju kepada terbentuknya kepri-badian utama menurut ukuran-ukuran Islam.

Dari uraian di atas, jelaslah bahwa pendi-dikan Islam merupakan rangkaian usaha mem-bimbing, mengarahkan potensi hidup manusia yang berupa kemampuan-kemampuan dasar dan kemampuan belajar, sehingga terjadilah peru-bahan secara jasmani dan ruhani di dalam kehidupan pribadinya sebagai makhluk individu dan social serta dalam hubungannya dengan alam sekitar. Di mana proses tersebut ada di dalam nilai-nilai Islami, yaitu nilai-nilai yang melahirkan norma-norma syari’ah dan akhlaq al -karimah.

Menurut Moh. Roqib (2009:122) Lembaga Pendidikan Islam secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu lembaga pendidikan formal dan lembaga pendidikan non formal. Lembaga pendidikan formal sering kali disebut sebagai sekolah, yang memiliki tujuan, sistem, kurikulum, gedung, jenjang, dan jangka waktu yang telah tersusun rapi dan lengkap.

Dengan demikian, sarana prasarana pendi-dikan dapat di artikan semua alat yang secara langsung maupun tidak langsung digunakan untuk memperlancar proses bimbingan, pem-belajaran, baik secara individu maupun kelompok, formal maupun non formal guna mengubah tingkah laku dan pengetahuan individu dalam menjalani kehidupannya di masyarakat.

Pentingnya Sarana dan Prasarana dalam Pendidikan

Dalam pelaksanaan pendidikan, sudah tentu membutuhkan adanya sarana dan prasarana meskipun dengan kondisi yang sangat sederhana. ketersediaan sarana dan prasarana dalam proses pendidikan akan sangat berpengaruh terhadap jalannya proses itu sendiri, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada hasil yang akan dicapai. Sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu unsur pendidikan yang memiliki peranan penting dalam proses belajar mengajar dan merupakan hal yang tidak boleh diabaikan. Sarana dan prasarana digunakan untuk mem-permudah pemahaman siswa tentang materi yang disampaikan serta belajarnya pun lebih menyenangkan.

(4)

membutuhkan ketersediaan sarana untuk menunjang dan menjalankan kinerja. Dari jajaran pimpinan atau kepala madrasah sebagai top manajemen sampai sampai guru dan karyawan sebagai front manajemen, membutuhkan adanya sarana dalam bekerja. Madrasah yang memiliki sarana yang relatif lengkap, akan lebih mudah dan lancar dalam memberikan layanan pendidikan, baik kepada peserta didik, orang tua atau wali peserta didik kepada masyarakat dan sebagainya. Sebaliknya madrasah yang sarana dan prasarananya terbatas, pasti akan mengalami kendala dalam memberikan layanan pendidikan.

Guru membutuhkan sarana pembelajaran dalam menunjang kegiatan pembelajaran. Selain kemampuan guru dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran, dukungan dari sarana pembelajaran sangat penting dalam membantu guru. Semakin lengkap dan memadai sarana pembelajaran yang dimiliki sebuah sekolah akan memudahkan guru dalam melaksanakan tugas-nya sebagai tenaga pendidikan.

Yamin (2015) menyebutkan beberapa hal yang perlu dikembangkan dalam menunjang proses belajar mengajar:

a. perpustakaan,

b. sarana kegiatan kurikulum, dan c. prasarana dan sarana.

Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam proses pendidikan, bahwa kualitas pendidikan tersebut juga didukung dengan sarana dan prasarana yang menjadi standar sekolah. Sarana prasarana sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam belajar. Hal ini menunjukkan bahwa peranan sarana dan prasarana sangat penting dalam menunjang kualitas belajar siswa. Misalnya saja sekolah yang berada di kota yang sudah memiliki fasilitas laboratorium komputer, maka anak didiknya secara langsung dapat belajar komputer sedangkan sekolah di desa yang tidak memiliki fasilitas itu tidak tahu bagaimana menggunakan komputer, kecuali mereka mengambil kursus di luar sekolah.

Peningkatan kualitas pendidikan akan tercapai apabila proses belajar mengajar yang dilakukan di kelas benar-benar efektif dan menyenangkan, tidak menimbulkan kebosanan pada peserta didik serta mencapai kemampuan pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan. Proses belajar mengajar merupakan inti sebe-narnya dari pendidikan secara keseluruhan.

prasarana yang memadai, guru yang ber-kompeten, dan lingkungan yang mendukung agar tercapai tujuan pendidikan.

Dalam pelaksanaan pendidikan diperlukan keseimbangan antara komponen pendidikan yang satu dengan yang lain. Satu komponen dengan komponen yang lain harus saling mendukung, bersinergi dan saling melengkapi, agar tercipta keselarasan dalam pencapaian tujuan.

PEMBAHASAN

Pemenuhan sarana dan prasarana bagi madrasah

Pada era Orde baru, pemerintah berlomba-lomba membangun sarana pendidikan melalui program Inpres tanpa mempertimbangkan keperluan masyarakat setempat. Sedangkan sekolah swasta yang pada dasarnya telah berjalan dengan kepercayaan cukup tinggi dari masyarakat justru tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Posisi marginal ini terus bertahan hingga, paling tidak, sampai tahun 2003 ketika Pemerintah menetapkan posisi madrasah dalam satu kerangka sistem penyelenggaraan pendi-dikan yang sejajar dan sederajat dengan sekolah umum sebagaimana digariskan dalam Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Undang-undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 45 ayat 1 menyebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal harus menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pen-didikan sesuai dengan pertumbuhan dan per-kembangan potensi fisik, kecerdasan, sosial, emosional, dan kualitas peserta didik.

Seiring dengan itu terbit Peraturan Peme-rintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang mengatur kriteria minimum tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam Peraturan Pemerintah tersebut ter-muat standar minimal sarana prasarana sebagai-mana yang termuat dalam bab VII tentang Standar Sarana dan Prasarana. Termuat secara umum pada pasal 42 bahwa :

1)Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapanlain yang diperlukan untuk

(5)

Jurnal El-Hamra (Kependidikan dan Kemasyarakatan)

Vol. 4. No. 1 Februari 2019 – ISSN 2528-3650

http://ejournal.el-hamra.id/index.php/jkk menunjang proses pembelajaran yang teratur

dan berkelanjutan.

2)Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpus-takaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

Selanjutnya terbit Peraturan Menteri Pen-didikan Nasional No 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Dan Sekolah Menengah Atas/ Madra-sah Aliyah(SMA/MA), dan No 40 Tahun 2008 yang secara spesifik mengatur tentang Standar Sarana dan Prasarana Untuk Sekolah Menengah Kejuruan/Aliyah (SMK/MA).

Undang-undang dan Permendiknas tersebut mengatur sarana dan prasarana yang harus dipenuhi oleh penyelenggara pendidikan, baik pemerintah untuk sekolah negeri maupun masyarakat atau yayasan untuk sekolah swasta.

Berdasarkan Undang-undang dan Peraturan Menteri tersebut, maka semua institusi pendi-dikan wajib memenuhi sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan layanan pendidikan.

Ada beberapa masalah bagi lembaga pendidikan berkaitan dengan adanya undang-undang, Peraturan Pemerintah dan Permendik-nas tersebut di antaranya adalah :

1. Tidak semua lembaga pendidikan mampu memenuhi persyaratan tersebut.

Permasalahan yang muncul pada banyak lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta, yang berada di kota maupun yang ada di desa,yaitu tidak semua lembaga pendidikan mampu memenuhi persyaratan minimal terse-but. Tidak terkecuali madrasah sebagai pe-nyelenggara pendidikan yang konsen dengan pendidikan Islam. Menurut H.A. Malik Fadjar (1998:119) Di lembaga Pendidikan Islam seperti Madrasah dan Pesantren, 96% merupakan lembaga yang dikelola oleh swasta, pada awalnya kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah. Undang-Undang No 20 tahun 2003

tentang Sistem Pendidikan Nasional madrasah mendapat angin segar untuk disederajatkan dengan sekolah yang di kelola oleh pemerintah. Namun hal itu pun tidak serta merta membuka peluang madrasah menerima bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah.

2. Terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 60 Tahun 2011 Tentang Larangan Pungutan Biaya Pendidikan Pada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang berimbas pada semua lembaga pendidikan.

Madrasah sebagai penyelenggara pendidi-kan Islam mulai tahun 2008/2009 mendapat animo yang besar dari masyarakat, yang secara riil melihat prestasi Madrasah tidak kalah dengan prestasi sekolah baik dalam bidak akademik maupun non akademiknya.

Selain itu, kekhawatiran masyarakat akan fenomena pergaulan remaja dewasa ini mendo-rong minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah yang berbasis Islam termasuk Madrasah.

Kondisi ini sebenarnya menguntungkan bagi lembaga pendidikan Islam yang mayoritas swas-ta untuk mendapatkan masukan dana dari masyarakat yang bisa digunakan untuk pengem-bangan sarana dan prasarana madrasah. Tetapi dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 60 Tahun 2011 ini men-jadi kendala tersendiri bagi lembaga pendidikan Islam dalam hal pendanaan untuk pengadaan sarana dan prasarana, karena masyarakat sangat antusias dalam menanggapi Peraturan Menteri tersebut.

Meskipun pada akhirnya peraturan Menteri tersebut dicabut dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2012 tentang Pungutan Dan Sumbangan Biaya Pendidikan pada Satuan Pendidikan Dasar, namun masyarakat sudah terlanjur tertanam adanya larangan pungutan dari pihak sekolah.

3. Peraturan Pemerintah No 47 Tahun 2008 yang menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya program wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. Hal tersebut mengisyaratkan adanya pendidikan gratis untuk pendidikan dasar, karena biaya pendidikan sudah ditanggung pemerintah dengan adanya dana BOS.

(6)

BOS yang ditekankan untuk operasional sekolah sangat minim alokasi untuk pengadaan sarana dan prasarana, sehingga cukup sulit untuk pengembangan sarana madrasah.

Beberapa tahun terakhir ini, mulai muncul lembaga pendidikan Islam, baik yang berlabel madrasah maupun sekolah, yang berani melakukan pengembangan dengan menyediakan sarana prasarana yang berkualitas. Mereka beranggapan bahwa sekolah atau madrasah yang memiliki sarana yang baik akan dapat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan dapat mengembangkan program-programnya. Selain itu juga ada kecenderungan masyarakat untuk memilih sekolah yang menyediakan sarana dan prasarana yang bagus.

Madrasah atau sekolah ini memanfaatkan peluang diperbolehkannya menerima sum-bangan dari masyarakat, sesuai dengan Per-aturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2012 tentang Pungutan Dan Sumbangan Biaya Pendidikan pada Satuan Pendidikan Dasar, yang mana ini bisa dimanfaatkan sebagai upaya yang bisa ditempuh untuk memaksimalkan penyediaan sarana dan prasaraa pendidikan.

Manajemen Sarana dan Prasarana

a. Perencanaan Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Proses Pembelajaran Perencanaan sarana dan prasarana pendidi-kan pertama melalui analisis kebutuhan dilakukan dengan menganalisis dan mengeva-luasi sarana dan prasarana apa saja yang diperlukan untuk mendukung proses pembe-lajaran di dalam kelas maupun di luar kelas.

Hal tersebut secara garis besar selaras dengan teori yang dikemukakan oleh Kompri (2014) intinya menyatakan bahwa analisis kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dilakukan pada proses perencanaan dan analisis tersebut menyangkut pada kebutuhan pada sarana dan prasarana dalam pembelajaran. Kegiatana analisis sarana dan prasarana pendidikan melibatkan guru kelas maupun guru mata pelajaran, akan tetapi peranan guru kelas dalam menganalisis kebutuhan lebih besar tanggung jawabnya daripada guru mata pelajaran.

Dalam perencanaan sarana dan prasarana pendidikan juga ada analisis pembiayaan dila-kukan untuk memenuhi kebutuhan pembelian

penggunaan dana yang tidak tepat sasaran. Selanjutnya, perencanaan sarana dan prasarana pendidikan adalah analisis prioritas, merupakan pemilihan dari usulan-usalan guru dalam perencanaan sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan sekolah dan peserta didik dan mengacu pada dana pendidikan yang tersedia (Nasrudin dan Maryadi, 2018)

b. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Proses Pembelajaran Pengadaan sarana dan prasarana pendid-ikan yang pertama adalah penetapan, penetapan dilakukan bersama-sama dengan semua pihak sekolah mengacu pada kebutuhan yang sangat penting untuk mendukung proses pembelajaran. Hal tersebut didukung oleh Ihuoma (2008) intinya menyatakan bahwa dalam penetapan sarana dan prasarana mengacu pada suatu tujuan diadakannya sarana dan prasarana tersebut. Tujuan utama dalam penetapan untuk memenuhi kebutuhan proses pembelajaran di dalam kelas (Nasrudin dan Maryadi, 2018).

.

c. Penginventarisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Proses Pembelajaran Penginventarisasi sarana dan prasarana pendidikan yang pertama adalah untu pengen-dalian sarana dan prasarana melalui pemberian kode barang, nama barang, sumber barang/ penerbit (buku), volume/jumlah barang, tanggal perolehan/ pembelian barang, mutasi/ peru-bahan, sumber dana dan keterangan barang. Hal tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Kompri (2014) intinya menyatakan bahwa dalam kegiatan inventarisasi yang digunakan untuk mengendalikan sarana dan prasarana adalah dengan melakukan pencatatan sarana dan prasarana dan melakukan pembuatan kode.

Melalui pencatatan yang rincin terhadap sarana dan prasarana pendidikan akan mem-berikan kemudah bagi penanggung jawab sarana dan prasarana dalam mengendalikannya sesuai dengan penggunaan dan perawatan barang-barang tersebut.

Penginventarisasi sarana dan prasarana pendidikan yang kedua adalah untuk penga-wasan sarana dan prasarana, pengapenga-wasan dilakukan dengan mengecek buku inventarisasi sarana dan prasaran pendidikan yang didalam buku tersebut terdapat barang-barang yang telah diadakan (Nasrudin dan Maryadi, 2018)

(7)

Jurnal El-Hamra (Kependidikan dan Kemasyarakatan)

Vol. 4. No. 1 Februari 2019 – ISSN 2528-3650

http://ejournal.el-hamra.id/index.php/jkk d. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana

Pendidikan dalam Proses Pembelajaran Pemeliharaan sarana dan prasarana pen-didikan yang pertama adalah pada pemeliharaan sehari-hari dilakukan oleh setiap guru dan semua siswa, pemeliharaan yang dilakukan seperti membersihkan ruang kelas, menyimpan alat-alat pembelajaran setelah digunakan, dan perawatan buku-buku pelajaran.

Hal tersebut didukung oleh Gonzales (2011) intinya menyatakan bahwa dengan adanya perawatan yang dilakukan setiap hari sarana dan prasarana pendidikan dapat terpelihara dengan baik dan mampu mendukung proses pembela-jaran. Selanjutnya temuan di atas didukung teori Gunawan dan Benty (2017) yang pada intinya menyatakan bahwa pemeliharaan setiap hari untuk mengkondisikan sarana dan prasarana dalam keadaan siap pakai dan dapat mengurangi resiko kerusakan. (Nasrudin dan Maryadi, 2018). e. Penghapusan sarana dan prasarana

pendidikan

Dalam proses pembelajaran. Prosedur peng-hapusan, prosedur yang ada seperti pemberian blangko penghapusan kepada setiap sekolah, kemudian sekolah mencatat barang-barang apa saja yang akan dihapus, selanjutnya setelah pencatatan barang dilaporkan kepada dinas pendidikan maka peninjauan lapang dilakukan oleh BPK. Meringankan beban kerja dan pencegahan keborosan, dengan penghapusan sarana dan prasarana yang tidak digunakan secara efektif dapat mengurangi beban kerja. (Nasrudin dan Maryadi, 2018).

PENUTUP

Seluruh komponen masyarakat pasti meng-inginkan adanya kemajuan dan perkembangan. Dan salah satu titik awal adanya kemajuan dan perkembangan tersebut ada pada lembaga pendidikan. Oleh karenanya harus terwujud lembaga pendidikan yang maju dan berkualitas dengan didukung sarana prasarana yang memadai.

Pemenuhan sarana dan prasarana pendi-dikan madrasah harus senantiasa diupayakan untuk menjadikan madrasah mampu memberi-kan layanan pendidimemberi-kan yang maksimal, dan mewujudkan slogan madrasah, yaitu: Madrasah Bisa, Madrasah Hebat, Madrasah Bermartabat.

Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan manajemen dalam mengelola sarana dan

pra-sarana pendidikan, yakni mulai dari Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan, Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan, Penginventa-risasi Sarana dan Prasarana Pendidikan, Pemeli-haraan Sarana dan Prasarana Pendidikan, dan Penghapusan sarana dan prasarana pendidikan

DAFTAR PUSTAKA

Marimba. Ahmad D 1986. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, PT. Al Ma’arif, Bandung.

Roqib, Mo., 2009. Ilmu Pendidikan Islam, LKIS Jogjakarta

Fadjar, H.A. Malik. 1998. Visi Pembaruan Pendidikan Islam (Jakarta: LP3NI.

Mudjahid AK, dkk, 2003. Manajemen Madrasah Mandiri, (Jakarta, Puslitbang PendidikanAgama dan Keagamaan.

Mulyasa, 2002. Manajemen Berbasis Sekolah, Remaja Rosdakarya. Bandung,

Permen No 24 Tahun 2007, Standar sarana dan prasarana, http://www.dostoc.com/ standar-sarana-dan-prasarana

Suryobroto, Agus S.2004.Sarana dan prasarana pendidikan jasmani, (Diktat).Yogyakarta FIK: UNY

Syahril. (2005), Manajemen Sarana dan Prasarana, Padang : UNP Pres

Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 02 tahun 1989

Yusak Burhanuddin, 2005. Administrasi Pendidikan, (Bandung:Pustaka Setia.

M. Manullang.2006. Dasar-dasar Manajemen. (Medan: Ghalia Indonesia.

Stoner dan taupik. 2009. Jenis-jenis Manajemen ( Bandung: Grafindo Persada.

Rosidah,1997. Manajemen Sumber Daya Manusia ( Bandung : Mandar Maju.

Referensi

Dokumen terkait

Kerja sama dengan MoU dilakukan dengan memperhatikan aspek harga dan kualitas; (2) Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di SMA Institut Indonesia Semarang

Penyediaan prasarana, fasilitas pendidikan didukung penuh oleh lembaga dengan pengembangkan fungsi perpustakaan. Sistem pengelolaan prasarana dan sarana sesuai

Pemenuhan standar sarana dan prasarana pendidikan yang telah diprogramkan dan menjadi tujuan MTs Negeri Kumai, Kepala MTs Negeri Kumai dalam pengembangan sarana

Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan adalah kegiatan untuk melaksanakan pengurusan dan pengaturan agar semua sarana dan prasarana selalu dalam keadaan baik dan siap untuk

Sarana dan prasarana pendidikan jasmani yang tidak lengkap atau tidak sesuai dengan kurikulum atau jumlah siswa, akan menghambat kegiatan belajar mengajar

Jadi dari beberapa manfaat pemeliharaan diatas dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana pendidikan disekolah merupakan kegiatan yang harus dijalankan untuk

Dokumen ini membahas tentang cara sekolah dapat meningkatkan kualitas lulusannya melalui peningkatan sarana dan prasarana pendidikan serta sumber daya

Dokumen ini membahas tentang pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan, meliputi pengertian, tujuan, fungsi, dan