• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Kegagalan Sinkron pada Paralel Dua Generator

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisa Kegagalan Sinkron pada Paralel Dua Generator"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Jurnal Kajian Teknik Elektro Vol.3 No.1 Hal.1-78 Maret - Agustus 2018 E-ISSN 2502-8464

PERANCANGAN ANTENA MIKROSTRIP ARRAY 2X2 FREKUENSI 2,4 GHZ UNTUK KOMUNIKASI IoT

(Syah Alam, Irtanto Wijaya)

ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMANSI JARINGAN 3G ANTARA 2 OPERATOR SELULER (STUDI KASUS: KECAMATAN CAKUNG, JAKARTA TIMUR)

(Kukuh Aris Santoso, David Sebastian)

RANCANG BANGUN SISTEM KEAMANAN RUMAH BERBASIS INTERNET OF THINGS DENGAN PLATFORM ANDROID

(Rajes Khana, Uus Usnul )

ANALISA KEGAGALAN SINKRON PADA PARALEL DUA GENERATOR (Setia Gunawan, Afrian Tri Hartanto )

ANALISA PENGGUNAAN KAPASITOR BANK DALAM UPAYA PERBAIKAN FAKTOR DAYA

(Ahmad Rofii, Rijon Ferdinand Simanjuntak )

RANCANG BANGUN SECURED DOOR AUTOMATIC SYSTEM UNTUK KEAMANAN RUMAH MENGGUNAKAN SMS BERBASIS ARDUINO

(Donny Widcaksono, Masyhadi )

MINIATUR ROPEBA (ROBOT PEMINDAH BARANG) FT – UHAMKA

(2)

JURNAL KAJIAN

TEKNIK ELEKTRO

Vol.3 No.1 E - ISSN 2502-6484

Susunan Team Redaksi Jurnal Kajian Teknik Elektro

Pemimpin redaksi Setia Gunawan Dewan Redaksi Syah Alam Ikhwanul Kholis Ahmad Rofii Rajesh Khana Redaksi Pelaksana Kukuh Aris Santoso

English Editor

English Center UTA`45 Jakarta

Staf Sekretariat Dani Suyatno

Alamat Redaksi

Program Studi Teknik Elektro Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Jl.Sunter Permai Raya, Jakarta Utara, 14350, Indonesia

(3)

JURNAL KAJIAN

TEKNIK ELEKTRO

Vol.3 No.1 E - ISSN 2502-6484

DAFTAR ISI

PERANCANGAN ANTENA MIKROSTRIP ARRAY 2X2 FREKUENSI 2,4 GHZ UNTUK KOMUNIKASI IoT

(Syah Alam, Irtanto Wijaya)

1

ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMANSI JARINGAN 3G ANTARA 2 OPERATOR SELULER (STUDI KASUS: KECAMATAN CAKUNG, JAKARTA TIMUR)

(Kukuh Aris Santoso, David Sebastian)

10

RANCANG BANGUN SISTEM KEAMANAN RUMAH BERBASIS INTERNET OF THINGS DENGAN PLATFORM ANDROID

(Rajes Khana, Uus Usnul )

18

ANALISA KEGAGALAN SINKRON PADA PARALEL DUA

GENERATOR

(Setia Gunawan, Afrian Tri Hartanto )

32

ANALISA PENGGUNAAN KAPASITOR BANK DALAM UPAYA PERBAIKAN FAKTOR DAYA

(Ahmad Rofii, Rijon Ferdinand Simanjuntak )

39

RANCANG BANGUN SECURED DOOR AUTOMATIC SYSTEM UNTUK KEAMANAN RUMAH MENGGUNAKAN SMS BERBASIS ARDUINO

(Donny Widcaksono, Masyhadi )

52

MINIATUR ROPEBA (ROBOT PEMINDAH BARANG) FT – UHAMKA

(Muhammad Ramdani, Sahrudin, Aziz Octavianto, Mujirudin, Harry Ramza)

(4)

JKTE UTA’45 JAKARTA EISSN : 2502-8464

Ejournal Kajian Teknik Elektro Vol.3 No.1 (Maret – Agustus 2018)

Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 32

ANALISA KEGAGALAN SINKRON PADA PARALEL DUA

GENERATOR

Setia Gunawan 1) , Afrian Tri Hartanto 2)

1)

Program Studi Teknik Elektro, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

2)

Program Studi Teknik Elektro, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta email : [email protected], [email protected]

ABSTRAK

Genset adalah pembangkit listrik yang dibuat untuk membantu sebuah tempat atau gedung ketika PLN padam atau sedang ada gangguan dan tidak bisa mensuplai daya listrik untuk kebutuhan gedung. karena sangat pentingnya daya listrik yang di butuhkan bagi gedung maka gedung apartemen sudirman park memiliki tiga genset untuk suplai daya. Daya yang dibutuhkan untuk gedung hanya 3450 KVA sanggup di suplay dengan dua genset. tetapi disini permasalahannya gagalnya sinkron genset 1 dengan genset 2 secara paralel. Dan itu dapat mengganggu suplai daya listrik untuk gedung. Penyebab gagal sinkronnya genset 1 dengan genset 2 ialah dari terjadinya RPM dan Frequensi yang tidak stabil yang menyebabkan relay pada genset 1 dan auto charger baterai pada genset 1 rusak. Disini penulis ingin menjelaskan lebih detail cara penyelesaian masalah gagal sinkronnya genset 1 dengan genset 2. Kata Kunci : Syarat – Syarat Sinkron Genset, Sistem Proteksi Genset, bagian – bagian Genset..

ABSTRACT

Genset is a power plant that is made to assist a place or building when the PLN is off or there is a disruption and can not supply power to the building needs. Because of the importance of electric power in need for the building then the apartment building sudirman park has three generators for power supply. Power required for the building only 3450 KVA able to supply with two generators. But here the problem is the sync genset 1 with genset 2 in parallel. And it can disrupt the power supply for the building. The cause of synchronous failure of generator set 1 with generator 2 is from the occurrence of RPM and unstable Frequency which causes relay on generator 1 and auto charger of battery in genset 1 damaged. Here the author wants to explain in more detail how to solve the problem failed sync genset 1 with generator 2.

Keywords: Genset Sync Terms, Genset Protection System, Genset Sections.

Naskah Diterima :15 Maret 2018

Naskah Direvisi :18 Maret 2018

Naskah Diterbitkan :21 Maret 2018

1. PENDAHULUAN

Sudirman Park Apartemen ( SPA) merupakan salah satu rumah susun bertingkat atau yang biasa di sebut Apartemen, yang berada di bilangan Jakarta Pusat. Suplai daya listrik merupakan hal utama sebagai penunjang operasional gedung tersebut. Oleh karena itu, sebagai salah satu hunian atau tempat tinggal terkenal di kota Jakarta, Apartemen Sudirman Park memerlukan sistem kelistrikan yang handal dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.apartemen Sudirman Park juga mempunyai Generator-set ( Genset ) sebagai cadangan suplai daya listrik secara tiba-tiba. Apartemen Sudirman Park mempunyai tiga unit Generator-Set yang berkapasitas masing – masing 2000 KVA untuk mencadangkan daya listrik apabila suplai utama dari PLN mengalami gangguan atau pemutusan aliran listrik secara tiba – tiba. Daya yang di gunakan atau di pakai oleh apartemen sudirman park sebesar 3465kva. Untuk

(5)

JKTE UTA’45 JAKARTA EISSN : 2502-8464

Ejournal Kajian Teknik Elektro Vol.3 No.1 (Maret – Agustus 2018)

Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 33

mensuplai 1 gedung apartemen sudirman park cukup dengan 2 generator set. Namun kendala yang dihadapi, salah satu generator set selalu gagal kerja ketika dihubung paralel. Disini penulis ingin menganalisa masalah yang terjadi pada generator set

Apartemen Sudirman Park dengan judul “ Analisa Kegagalan Sinkron Pada Paralel Dua Generator ”.

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1Spesifikasi Generator Set

Generator yang digunakan bermerk caterpilar, kapasitas maksimal tegangan yang dihasilkan dari generator ini 2000kVa,berfrekuensi 50hz, dengan kecepatan 1500rpm. Generator caterpilar ini bertipe 3516a dengan bahan bakar yang digunakan yaitu solar, pemakaian solar permenit ± 4 liter.

2.2Bagian-bagian Pada Panel Sinkron Genset

2.2.1 Kabinet

Kabinet disesuaikan dengan tipe dalam ruangan atau luar ruangan sesuai

dengan kebutuhan. Kabinet terdiri diatas lantai “ freestanding metal enclosures”.

Kabinet terdiri dari beberapa seksi yang berisi bus dan pengawatan ( wiring ), circuit breaker, Rangkaian kendali dan lain –lain. Kabinet dilengkapi dengan pintu berengsel

dan kunci. Setiap kabinet dilengkapi dengan “ space heater ” untuk mencegah kondensasi air dalam kabinet tersebut. Kabinet didesain dengan memiliki persyaratan untuk jalan masuk kabel baik dari atas atau bawah. Kabinet harus didesain sehingga unit yang akan datang dapat ditambahkan pada kedua sisinya

2.2.2. Circuit Breaket Outgoing

Circuit Breaker harus tertutup secara sempurna dalam sebuah kotak ( case ). Penggunaan : Sebagai pemutus dan penghubung tenaga yang dilengkapi dengan proteksi terhadap gangguan arus lebih dan arus hubung singkat. Jumlah Fasa : 3, Tegangan system : 380 V, Frekuensi pengenal : 50 HZ, Arus normal pengenal : 3200 A, Arus hubung singkat : 50 KA, Pertanahan sistem : Solid, Tegangan kontrol : 220 VAC.

2.2.3. Circuit Breaket Incoming

Circuit Breaker harus tertutup secara sempurna dalam sebuah kotak ( case ). Penggunaan : Sebagai pemutus dan penghubung tenaga yang dilengkapi dengan proteksi terhadap gangguan arus lebih dan arus hubung singkat. Jumlah Fasa : 3, Tegangan system : 380 V, Frekuensi pengenal : 50 HZ, Arus normal pengenal : 3200 A, Arus hubung singkat : 50 KA, Pertanahan sistem : Solid, Tegangan kontrol : 220 VAC.

2.2.4. Sinkron Check ( Pararel )

Penggunaan : Merubah kondisi tingkat tegangan, sudut phasa dan frequensi untuk mencapai sinkronisasi. Merek : DEIF, Model : CSQ – 2, Tegangan nominal :

380 V. Tegangan toleransi : -25% s/d +30% dari tegangan nominal. Frequensi : 45

s/d 65 hz. Konsumsi daya : 2VA untuk bus dan 4VA untuk generator. Setpoint sinkronisasi : 10% s/d 30%. Kontak relai : 1 NO dan 1 NC.

(6)

JKTE UTA’45 JAKARTA EISSN : 2502-8464

Ejournal Kajian Teknik Elektro Vol.3 No.1 (Maret – Agustus 2018)

Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 34

2.2.5. Auto Synchronizer

Penggunaan : Menyediakan proses sinkronisasi secara otomatis dari sebuah generator yang akan masuk paralel dengan singkat dengan cara mengkontrol frequensi melalui servo motor elektrik pada speed governor atau motorized potentiometer. Merek : COMAP. Model : INTELIGEN. Tegangan : Maksimum 690 VAC. Frequensi : 30 s/d 70 hz. Konsumsi daya : 0.3 VA. Waktu Operasi : 70 – 100 msec. Perbedaan frekuensi : 0,1 – 1,0 Hz. Perbedaan tegangan : 10%.

2.2.6. LoadShare ( Pembagi Beban )

Penggunaan : Membagi beban dengan mengatur frekuensi sistem secara otomatis untuk paralel generator. Prinsip kerja : Beban pada setiap generator akan dibandingkan dengan beban dari generator lainnya dan akan dikoreksi sampai keseimbanagan tercapai. Pembagian beban diperlukan setelah proses sinkronisasi untuk mengembalikan keseimbangan beban dan mendapatkan stabilitas beban dan

frekuensi. Merek : COMAP. Model : INTELIGEN. Tegangan : Maksimum 690

VAC. Frequensi : 30 s/d 70 Hz. Konsumsi daya : 0,3 VA. Proportional band : +/-50 s/d 250% dari beban ± 5 – 25% dari Frekuensi. Dead zone : ± 2 s/d 10% dari beban ± 0,2 – 1,0 dari frequensi. Temperatur kerja : -20 ± 70 C.

2.2.7. Dual Current Relay ( Pembagi Arus)

Penggunaan: Sebagai perbandingan antara kedua arus rele dimana arus rele yang pertama berfungsi untuk menjalankan generator dengan arus yang dikehendaki. Sedangkan arus rele yang kedua berfungsi untuk menghentikan generator dengan arus minimum tertentu. Sebagai contoh : suatu generator mempunyai tegangan 380 VAC dan arus tertulis 795A. CT yang terpasang adalah 1000/5A. Arus yang dikehendaki pada waktu starting adalah 90% dan waktu stop 40%. Solusi : Penyetelan arus rele – 1 Starting ) = 90% x 795A = 715A = 715 / 1000 = 0.715. Penyetelan arus rele – 2 ( Stoping ) = 40% x 795A = 318A = 318 / 1000 = 0.318. Merek : COMAP. Model :

INTELIGEN. Tegangan kontak : 380VAC, 35VDC. Tegangan toleransi :10% s/d

40%. Frequensi : 30 s/d 70 Hz. Arus continue : 2 x In. Konsumsi daya : 0.3VA.

2.2.8. Busbar ( Penghantar )

Arus countinue : 4000 A. Bus Utama, bus pentanahan dan koneksi utama antar peralatan dalam satu panel harus terbuat dari tembaga berkonduktivitas tinggi sesuai dengan IEC 28. Kenaikan temperatur pada arus kontinyu diatas temperatur ambient

40˚C. Busbar dilapisi dengan cairan silver dan diatas temperatur 65 ˚C. Kenaikan temperatur antara koneksi busbar ke kabel berisolasi diatas temperatur 45 ˚C.Bus

pentahanan dari tembaga harus dipasang pada setiap struktur dan semua bagian dari struktur tersebut harus terhubung pada pentanahan. Bus Utama dan sambungan – sambungan harus diberikan tanda untuk mengindikasikan fasa – fasanya, dan harus tersusun dalam urutan R,S,T dari depan kebelakang, atas kebawah atau kiri kekanan,

jika dilihat dari sisi mekanisme operasi peralatan “switching”.

2.2.9. Pertanahan

Semua bagian yang terbuat dari metal, selain daripada yang membentuk

sirkit listrik, harus terhubung pada “copper Ground bars” dalam panel utama, panel kontrol dan sebaginya. “copper Ground bars” ini harus tidak lebih kecil dari 7 x 50

(7)

JKTE UTA’45 JAKARTA EISSN : 2502-8464

Ejournal Kajian Teknik Elektro Vol.3 No.1 (Maret – Agustus 2018)

Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 35

2.2.10.Proses pengecekan dan analisa

 Pencatatan di lembar logsheet genset...

 Catat KWH meter, baterai, frequensi, cos Q, RPM, dan Bahan bakar Solar.  Pengecekan air aki pada genset.

 Setelah oke.

 Hidup kan genset dengan menekan tombol running.  Genset 1 dan 2 hidup secara bersamaan.

 Dilakukan pencatatan kembali.

 Catat tegangan, Rpm, Frekuensi, dan Baterai.

 Setelah beberapa menit genset 1 mati dan genset 2 tetep hidup sampai batas waktu  pada pengaturan panel kendali genset.

 Genset 1 timbul alarm.

 Tekan tombol emergensi stop pada genset.  Dilakukan pengecekan pada modul governor.  Pengecekan pada sistem proteksi relay.  Pengecekan pada wiring genset.

 Pengecekan pada wiring panel kendali genset.  Terjadi kerusakan pada relay genset 1.  Proses penggantian relay..

 Proses pengencangan baut baut pada wiring genset dan pkg.  Dilakukan test pada genset 1

 Berjalan normal

 Dilakukan pengetesan secara paralel antara genset 1 dengan genset 2.  Berjalan normal.

 Dilakukan pengetesan secara paralel antara genset 1 dengan genset 2 untuk lebih memastikan.

 Genset 1 tidak menyala

 Display baterai pada genset 1 menunjukkan 23 volt  Dilakukan pengecekan pada aki genset 1.

 Aki full.

 Dilakukan pengecekan pada auto charger baterai pada genset 1.  Terjadi kerusakan pada bagian fuse genset 1.

 Dilakukan penggantian pada bagian fuse.  Dilakukan pengisian aki.

 Display baterai 26.

 Dilakukan uji coba genset 1 dengan manual  Berjalan lancar.

 Dilakukan uji coba genset 1 dan genset 2 secara paralel

 Berjalan lancar Dilakukan uji coba genset 1 dan genset 2 secara paralel untuk lebih menyakinkan agar tidak ada masalah lagi.

 Pencatatan pada baterai.tegangan.frekuensi.dan rpm.  Genset 1 dan 2 berjalan lancar tanpa kendala.

 Dilakukan kembali uji coba genset 1 dan 2 secara paralel dengan beban pemakaian daya gedung.

 Berjalan normal. Tegangan. Frequensi dan rpm stabil tidak ada perubahan.

 Clean. Selesai.

3. METODOLOGI PENELITIAN

(8)

JKTE UTA’45 JAKARTA EISSN : 2502-8464

Ejournal Kajian Teknik Elektro Vol.3 No.1 (Maret – Agustus 2018)

Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 36

Berbagai metode yang digunakan untuk menyusun skripsi ini adalah :

1) Metode Observasi

Yaitu meninjau informasi yang ada mengenai skripsi yang dibuat secara langsung, yang berhubungan dengan kegiatanyang dilaksanakan.

2) Metode Kepustakaan

Yaitu mengumpulkan data – data referensi yang berhubungan dengan

pembuatan skripsi ini.

3) Metode Konsultasi dan Diskusi

Yaitu mendiskusikan dan berkonsultasi langsung dengan dosen pembimbing dan juga pihak lainnya yang kompeten di bidangnya.

4) Metode Pengujian

Menguji sistem yang tersedia dengan melakukan percobaan tertentu sesuai dengan tujuannya dan mendapatkan data – data hasil percobaan untuk dianalisa.

B. Metode Analisa

Pada metode ini penulis menganalisa gagal singkron antara Genset 1 dan Genset 2 dimana pengujian dilakukan secara berurutan sampai dengan akar permasalahan yang menyebabkan gagal sinkron antar genset tersebut

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan dari hasil analisa penulis dapat menemukan beberapa permasalahan yang menyebabkan gagalnya proses sinkronisasi genset 1 dengan genset 2 secara pararel diantaranya :

4.1. Speed Governor

Pengecekan pada Speed Governor karena terjadinya RPM yang tidak stabil dan frekuensi yang rendah, dimana RPM yang stabil 1500 konstan tidak ada perubahan dan frekuensi 50 Hz. Penyebabnya membuat genset 1 tidak bisa sinkron dengan genset 2 Dan merusak relay pada genset 1. Setelah diketahui kerusakan pada Speed Governor, dilakukan proses penggantian pada speed governor genset 1. Dan setelah dilakukan penggantian masih terjadi gagal sinkron karena relay genset 1 masih terdapat masalah, namun RPM dan frekuensi sudah stabil.

Gambar 1. Speed Governor

4.2. Relay Genset 1

Setelah dilakukan pengetesan pada genset 1 dan genset 2 dengan dinyalakan secarabersamadengan hubung paralel terjadi reverse power proteksion dimodul

(9)

JKTE UTA’45 JAKARTA EISSN : 2502-8464

Ejournal Kajian Teknik Elektro Vol.3 No.1 (Maret – Agustus 2018)

Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 37

gense1, ketika sinkron dengan genset 2. Tetapi ketika sinkron tanpa genset 2 tidak terjadi reverse power proteksion. Reverse power relay merupakan proteksi sebuah generator yang terhubung dengan jaringan lain, atau terkonfigurasi secara paralel dengan generator lain. reverse power relay terjadi karena kehilangan torsi dari penggerak mula dan generator masih terhubung dengan paralel. Karena masih ada kecepatan sisa pada rotor generatornya, sedangkan disisi stator generator ada tegangan dari hubung paralel, sehingga tegangan di stator menginduksi ke lilitan rotor yang berputar. Penyebab terjadinya reverse power pada genset 1 ketika dihubung paralel ialah karena terjadi kerusakan pada relay genset 1 itu diketahui dari bekerja nya relay proteksi yang secara tiba – tiba memutus atau mematikan genset 1 ketika genset 1 sedang hidup dengan tegangan 400v dan tegangan turun menjadi 265 volt setelah itu genset mati. Kerusakan relay disebabkan karena adanya arus balik yang masuk kerelay yang menyebabkan kerusakan pada relay genset. Setelah diketahui penyebab kerusakan tidak sinkronnya genset 1 dan genset 2 ketika dihubung paralel segera dilakukan penggantian relay yang rusak pada genset 1. Setelah dilakukan penggantian relay pada genset 1, dilakukan juga pengecekan pada wiring kabel – kabel incoming genset 1dan juga pada busbar penghantar tegangan yang dihasilkan genset.

Dilakukan uji coba genset 1 tanpa beban dan tanpa dihubung paralel dengan genset 2.hasiltegangan yang di dapat ketika genset hidup normal 401 volt. dan mati pun sesuai dengan waktu yang telah di atur pada panel kendali genset. Selanjutnya genset 1 di uji coba kembali dengan di hubung paralel dengan genset 2.Genset di hidupkan secara bersamaan dengan kendali panel genset. Kedua genset hidup secara bersamaan dan reverse power tidak terjadi pada uji coba ini. Dan untuk memastikan kembali agar genset benar – benar normal dilakukan pengetesan sekali lagi atau uji coba 3. Disini genset 1 tidak bisa start atau hidup karena dispaly pada genset 1 menunjukkan tegangan pada baterai hanya 23 volt. di uji coba kedua baterai pada genset 1 menunjukkan 26 volt. Hasil pengetesan dan hasil logsheet harian genset sebelum dan sesudah perbaikan terlampir.

Gambar 2. Relay Proteksi

4.3.Auto Baterai Charger

Setelah diketahui tegangan pada baterai 23 volt dilakukan pengecekan pada air aki pada baterai.Tetapi air aki pada baterai genset 1 high atau penuh.Penyebabnya jelas bukan pada air aki baterai genset.dan dilakukan pengecekan kembali pada bagian auto baterai charger genset 1. Karena pada saat dilakukan pengetesan pada uji coba ke 2 tegangan awal 26 volt setelah genset hidup 23 volt.seharusnya ketika genset hidup

(10)

JKTE UTA’45 JAKARTA EISSN : 2502-8464

Ejournal Kajian Teknik Elektro Vol.3 No.1 (Maret – Agustus 2018)

Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Page 38

tegangan pada baterai genset bertambah karena sudah ada sistem auto charger baterai. Penyebab kerusakan pada auto charger baterai genset terjadi karena ada kerusakan pada bagian fuse atau sikring pada komponen auto charger baterai.

Gambar 4.3 Auto Baterai Charger

5. KESIMPULAN

Dari penelitian yang telah dilakukan penulis dapat menyimpulkan bahwa lepas sinkron ( Loss Of Synhcron ) pada genset 1 dapat terjadi karena ada nya beberapa permasalahan pada bagian – bagian generator . Di antaranya :

1. Speed Governor karena tidak stabilnya RPM dan Frequensi pada genset 1 ketika di sinkron dengan Genset 2. Dilakukan penggantian suku cadang untuk mendukung kerja genset.

2. Relay Genset 1 yang bermasalah karena tidak stabilnya RPM pada genset 1 yang menimbulkan kerusakan pada relay. Diketahui karena sistem proteksi relay yang bekerja yang menimbulkan Reveres power atau arus balik pada genset. ini yang menimbulkan genset 1 mati tiba – tiba. Solusinya di lakukan penggantian relay pada genset 1 setelah dilakukan proses penggantian pada governor.

3. Auto battery charger pada genset 1 yang sudah tidak bekerja secara maksimal dikarenakan sudah tidak bisa mensuplai daya untuk batterai. Penyebabnya adalah kerusakan pada fuse karena adanya arus balik yang masuk ke auto charger baterai.

4. Kesalahan pada satu bagian saja sudah dapat mengganggu sistem kerja genset

dan dapat menimbulkan masalah baru pada genset.

DAFTAR REFERENSI

[1.]PT. GUNA ERA MANUFAKTURA. 2006. SISTEM KERJA PANEL

SINKRONISASI G ENERATOR

[2.] http://dokumen.tips/engineering/makalah-sistem-proteksi-tenaga-listrik.html

[3.] http://blog.qualitypower.co.id/2015/06/nama-dan-bagian-bagian-pada-generator-set-genset.html

Gambar

Gambar 1. Speed Governor  4.2.   Relay Genset 1
Gambar 2. Relay Proteksi  4.3.Auto Baterai Charger
Gambar 4.3 Auto Baterai Charger

Referensi

Dokumen terkait

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

Dalam pelakasanaanya PT XYZ melibatkan banyak tenaga fisik dan juga alat berat. Hal ini membuat PT XYZ menjadi sebuah industri yang memiliki banyak sumber bahaya. Berdasarkan data historis tahun 2019-2021, telah terjadi sebanyak 15 kecelakaan kerja, yang terdiri dari 12 kasus di bagian produksi, 1 kasus di bagian office, 1 kasus di bagian finishing, dan 1 kasus di bagian konstruksi. Terlihat bahwa walaupun sudah diterapkannya K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) masih ada sumber bahaya yang bisa menyebebkan kecelekaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sumber bahaya yang ada dengan metode HAZOP (Hazard and Operability) agar risiko yang ada, dapat dikendalikan dengan usulan perbaikan yang diberikan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian kali ini adalah, ditemukannya 27 kemungkinan bahaya, yang dikelompokkan menjadi 14 sumber bahaya berdasarkan kegiatan kerja, alat dan mesin yang ada. 14 sumber bahaya yang ditemukan terdiri dari 7 sumber bahaya tingkat tinggi, 4 sumber bahaya tingkat sedang, dan 3 sumber bahaya tingkat rendah. Tingkat sumber bahaya tersebut di dapatkan dari level likelihood, dan level severity yang dikombinasikan menjadi risk score yang nantinya ditentukan tingkat risikonya pada risk matrix diagram. Setelah diketahui sumber bahaya dan tingkat risikonya, maka masing-masing sumber bahaya di analisis bagian, penyimpangan, penyebab, konsekuensi, dan tindakannya. Setelah dilakukan analisis maka didapatkan pengendalian risiko berupa usulan perbaikan dengan cara, penggantian lampu pada bagian pengelasan, penambahan tempat duduk pada mesin CNC Z3000, penempatan posisi fan yang strategis, memperbaharui working instruction yang sudah rusak, perapihan area kerja, edukasi terkait K3, dan melengkapi pekerja dengan Alat Pelindung