• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGUKURAN PARAMETER AIR PERUNTUKAN Lapo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGUKURAN PARAMETER AIR PERUNTUKAN Lapo"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PENGUKURAN PARAMETER AIR PERUNTUKAN (Laporan Praktikum Kimia Lingkungan )

Oleh

Yulia Ningsih

1117011053

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMPUNG

(2)

Nama Percobaan : Pengukuran Parameter Air Peruntukan

Tanggal percobaan :

-Tempat Percobaan : Laboratorium kimia Instrumen

Nama :Yulia Ningsih

NPM :1117011053

Jurusan : Kimia

Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Kelompok :2 (dua)

Bandar Lampung, -Mengetahui

Asisten

(3)

I. PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Air merupakan komponen lingkungan yang penting bagi kehidupan. Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan di bumi, sehingga tidak ada kehidupan seandainya di bumi tidak ada air. Namun demikian, air dapat menjadi malapetaka bilamana tidak tersedia dalam kondisi yang benar, baik kualitas maupun kuantitasnya. Air yang relatif bersih sangat didambakan oleh manusia, baik untuk keperluan hidup sehari-hari, untuk keperluan industri, untuk

(4)

suatu sungai sangat dipengaruhi oleh karakteristik yang dimiliki oleh lingkungan di sekitarnya.

I.2 Tujuan Percobaan

(5)

II. TINJAUAN PUSTAKA

Air diperlukan bagi kehidupan organisme. Peranan air bagi kehidupan semakin meningkat dengan majunya kebudayaan manusia. Kalau air tersebut digunakan oleh organisme untuk keperluannya, misalnya ikan maka kualitas airnya harus sesuai dengan air yang dibutuhkan oleh ikan itu (Wardoyo 1981).Kualitas air dalam hal analisis kualitas air mencakup keadaan fisik, kimia, dan biologi yang dapat mempengaruhi ketersediaan air untuk kehidupan manusia, pertanian, industri, rekreasi, dan pemanfaatan air lainnya (Asdak 1995). Menurut Lagler (1997) didalam lingkungan perairan ada tiga unsur pokok yang mempengaruhi kehidupan biota perairan. Pertama adalah unsur fisik yang berupa sifat-sifat fisika air seperti suhu, kekeruhan, kekentalan, cahaya, suara, getaran serta berat jenis. Unsur kedua adalah sifat kimiawi air seperti pH, kadar oksigen terlarut,

karbondioksida terlarut, alkalinitas dan lain-lainnya. Unsur ketiga adalah yaitu sifat-sifat biologinya seperti keadaan organismenya, pemakai dan pengurai. Ketiga unsur pokok tersebut tergantung pada sumber alam pokok yaitu sinar matahari dan iklim.

Banyak jenis binatang dan tumbuhan yang sama, hidup baik di sungai maupun di danau, dan banyak dari adaptasi yang mereka perlukan ternyata sama. Disebabkan keadaan fisik sungai dan danau sangat berbeda satu sama lain

kebiasaan-kebiasaan jenis binatang dan tumbuhan yang sama ini perlu perhatian yang berbeda (Anwar 1984). Transparansi air berhubungan dengan kedalaman air, dimana hubungannya adalah pada daya tembus atau intensitas penetrasi cahaya matahari. Semakin dalam suatu perairan, maka akan semakin kecil daya tembus cahayanya. Penetrasi cahaya ini berhubungan juga dengan fotosintesis oleh fitoplankton dan tumbuhan air lainnya (Cholik 1991).

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya

berpotensi sebagai objek wisata.

(6)

sebagai pencemaran.Pencemaran air merupakan masalah global utama yang membutuhkan evaluasi dan revisi kebijakan sumber daya air pada semua tingkat (dari tingkat internasional hingga sumber air pribadi dan sumur). Telah dikatakan bahwa pousi air adalah penyebab terkemuka di dunia untuk kematian dan

penyakit, dan tercatat atas kematian lebih dari 14.000 orang setiap harinya. Diperkirakan 700 juta orang India tidak memiliki akses ke toilet, dan 1.000 anak-anak India meninggal karena penyakit diare setiap hari. Sekitar 90% dari kota-kota Cina menderita polusi air hingga tingkatan tertentu, dan hampir 500 juta orang tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman. Ditambah lagi selain polusi air merupakan masalah akut di negara berkembang, negara-negara

industri/maju masih berjuang dengan masalah polusi juga. Dalam laporan nasional yang paling baru pada kualitas air di Amerika Serikat, 45 persen dari mil sungai dinilai, 47 persen dari danau hektar dinilai, dan 32 persen dari teluk dinilai dan muara mil persegi diklasifikasikan sebagai tercemar.

(7)

III. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan

Adapun Alat yang digunakan dalam percobaan ini ialah: nerca analitik, gelas ukur, pH meter, termometer,dan konduktometri.

Adapun Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini ialah: sampel air limbah, air sumur, dan air sawah.

3.2 Diagram alir

3.2.1 pengukuran suhu

Sampel air limbah, sumur, dan sawah

3.2.2 pengukuran DHL

Sampel air limbah, sumur, dan sawah

3.2.3 Pengukuran Bau

-Di ukurdengan termometer

-Di cacat Hasil

Hasil

-Di ukur dengan konduktometri

-Di cacat Hasil

(8)

Sampel air limbah, sumur, dan sawah

3.2.4 pengukuran pH

Sampel air limbah, sumur, dan sawah

-Di cium aromanya

-Di cacat Hasil Hasil

-Di ukurdengan pH meter universal

(9)

IV DATA PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Tabel hasil Pengamatan

NO Sampel Hasil Pengukuran Parameter

Suhu DHL Bau pH

1 Air Sabun 280C 513mg/L Tidak Bau 9,98 2 Air Sumur 270C 18mg/L Tidak Bau 6,20 3 Air sawah 280C 98mg/L Bau 6,56

4.2 Pembahasan

Dalam percobaan kali ini diawali dengan pengukuran suhu dengan menggunakan termometer pada ketiga sampel air yaitu sampel air sabun, air sumur, dan air sawah, pertama-tama sampel di tempatkan dalam 3 wadah yang berbeda lalu masing-masing di ukur suhunya, dari pengukuran ini di dapati hasil berupa suhu air sabun memiliki suhu 28oC, air sawah dan air sumur memiliki suhu 27 oC.

Suhu sangat berpengaruh terhadap proses-proses yang terjadi dalam badan air. Suhu air buangan kebanyakan lebih tinggi daripada suhu badan air. Hal ini erat hubungannya dengan proses biodegradasi. Pengamatan suhu dimaksudkan untuk mengetahui kondisi perairan dan interaksi antara suhu dengan aspek kesehatan habitat dan biota air lainnya. Kenaikan suhu air akan menimbulkan beberapa akibat sebagai berikut : (1) jumlah oksigen terlarut di dalam air menurun. (2) kecepatan reaksi kimia meningkat. (3) kehidupan ikan dan hewan airlainnya terganggu.(4) jika batas suhu yang mematikan terlampaui, ikan dan hewanair lainnya akan mati

Lalu pada percobaan berikutnya di lakukan pengukuran Daya Hantar Listrik (HDL), percobaan di mulai dengan memasukkan masing-masing sampel kedalam batang katoda konduktometri, namun sebelumnya alat konduktometri sudah di set untuk membaca besar daya hantar listrik dari larutan sampel (DHL), percobaan di lanjudkan dengan pengukuran HDL dari masing-masing sampel Air sabun, Air sumur, Air sawah, di dapati hasil masing-masing berupa 513mg/L, 18mg/L, dan 98mg/L.

(10)

Percobaan selanjutnya ialah tes bau yaitu dengan langsung mencium bau dari masing-masing smpel, hasilnya berupa adanya bau pada sampel air sawah dan tidak adanya bau pada sampel air sabun dan air sumur.

Lalu percobaan terakhir ialah percobaan untuk mengetahui pH dari suatu larutan sampel dengan indikator pH meter didapati hasil berupa pH 9,98 (basa ) pada air sabun pH 6,56 pada air sawah, dan pH 6,20 pada air sumur.

Derajat keasaman merupakan gambaran jumlah atau aktivitas ion hydrogen dalam perairan. Secara umum nilai pH menggambarkan seberapa besar tingkat keasaman atau kebasaan suatu perairan. Perairan dengan nilai pH = 7 adalah netral, pH < 7 dikatakan kondisi perairan bersifatasam, sedangkan pH > 7 dikatakan kondisi perairan bersifat basa. Adanya karbonat, bikarbonat dan hidroksida akan menaikkan kebasaan air, sementara adanya asam-asam mineral bebas dan asam karbonat menaikkan keasaman suatu perairan. Sejalan dengan

pernyataan tersebut, limbah buangan industri dan rumah tangga dapat

mempengaruhi nilai pH perairan. Nilai pH dapat mempengaruhi spesiasi senyawa kimia dan toksisitas dari unsur-unsurrenik yang terdapat di perairan, sebagai contoh H2S yang bersifat toksik banyak ditemui di perairan tercemar dan perairan dengan nilai pH rendah.

Pada umumnya Air jernih yang kita lihat sehari-hari, yang biasa kita minum, apakah sudah bener-benar sehat dan juga layak untuk kita konsumsi? Dari mana kita tahu air tersebut memang bersih. Mengutip Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat pengertian

mengenai Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak.

Pengamatan secara fisik, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan tingkat kejernihan air (kekeruhan), perubahan suhu, warna dan adanya perubahan warna, bau dan rasa Pengamatan secara kimiawi, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan zat kimia yang terlarut dan perubahan pH. Pengamatan secara

biologis, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan mikroorganisme yang ada dalam air, terutama ada tidaknya bakteri patogen. Indikator yang umum digunakan pada pemeriksaan pencemaran air adalah pH atau konsentrasi ion hydrogen, oksigen terlarut (Dissolved Oxygen, DO), kebutuhan oksigen biokimia

(11)

V KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang dilakukan maka dapat ditarik kesimpuan sebagai berikut:

1. Suhu rata-rata dari ketiga sampel air sabun, air sawah, dan air sumur adalah 27,3oC.

2. Daya hantar listik dari masing-masing sampel Air sabun, Air sumur, Air sawah, di dapati hasil masing-masing berupa 513mg/L, 18mg/L, dan 98mg/L.

3. Air sabun bersifat basa (pH=9,98) air sawah dan air sumur bersifat asam (pH=6)

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, J, 1984. Ekologi Ekosistem Sumatra. Press. Yogyakarta.

Asdak, 1995. Hidrologi dan Pengelolaan DAS. Gadjah Mada University Press.Yogyakarta.

Cholik. dkk, 1991. Pengelolaan Air Kolam. Direktorat Jendral Perikanan Jakarta. Lagler, 1997. Ichtiologi. The Study Of Fishery. John and Sons. Ins. New York. Wardoyo, S. 1981. Pengelolaan Kualitas Air. Fakultas Perikanan IPB. Bogor Welch. P.S, 1984, Limnologi Methods. Mc. Grawhill Book Company Inc. New

York.

(13)

PERTANYAAN

1. Buatlah Blok kerja/ diagram kerja dari percobaan ini? 2. Apa yang di maksud dengan larutan standar?

3. Menagapa perlu di lakukan pengukuran suhu dalam setiap contoh air yang akan saudara analisa?

4. Bagaimanakah hubungan antar masing-masing parameter diatas satusama lain?

5. Apa yang di maksud dengan badan air?

Jawaban:

1. pengukuran suhu

Sampel air limbah, sumur, dan sawah

pengukuran DHL

Sampel air limbah, sumur, dan sawah

3 Pengukuran Bau

(14)

3.2.4 pengukuran pH

Sampel air limbah, sumur, dan sawah

2. Larutan standar atau larutan baku adalah larutan yang diketahui konsentrasinya secara pasti sehingga bisa dipakai untuk menetapkan konsentrasi larutan lainnya. Larutan ini bisa dibuat dengan menimbang secara teliti zat yang disebut standar primer. Zat ini harus mempunyai sifat stabil dan tidak higroskopis.

3. karna suhu merupakan salahsatu indikator pengukuran kualitas air secara fisik, sehingga perlu adanya pengukuran suhudari masing-masing sampel

4. suhu dan bau merupakan indikator pengukuran pencemaran pada air secara fisik, dan pengukuran pH dan DHL merupakan indikator tingkat pencemaran dari air secara kimia.

5. Badan air adalah : kumpulan air yang besarnya antara lain bergantung pada relief permukaan bumi, kesarangan batuan pembendungnya, curah hujan, suhu, dsb, misal sungai, rawa, danau, laut, dan samudra

Hasil

-Di ukurdengan pH meter universal

-Di cacat Hasil

Referensi

Dokumen terkait

Klaten terdiri dari satuan lahan untuk sawah, tegal dan permukiman. Dalam penelitian ini sampel air tanah bebas/air sumur dii tentukan berdasar satuan lahan”

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bakteri Escherichia coli , air murni (aquades steril) untuk percobaan larutan artifisial, sampel air sumur kawasan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (80%) sampel air sumur gali memenuhi syarat parameter fisik berdasarkan suhu, secara keseluruhan (100%) air sumur

Pengukuran suhu dilakukan pada air sumur bor di Pampang dan dicek suhunya dengan menggunakan Thermometer, hasil pengukuran suhu yang didapatkan ialah 31,2 o C

7 Jangka sorong Mitutoyo Mengukur panjang tubuh Stasiun percobaan Program lobster air tawar Studi D3 Biologi Unsoed. 8 Termometer Mengukur suhu air Stasiun percobaan Program Studi

Sampel air tanah dalam yang diambil sebagai penunjang data intrusi air laut menggunakan air sumur bor milik warga di wilayah penelitian HASIL PENELITIAN Hasil pengukuran lapangan

Prosedur penelitian dan pengumpulan data dilakukan dengan beberapa tahapan yang diawali dengan persiapan, pelaksanaan pengukuran parameter kualitas air yang meliputi pengukuran suhu,

Menggunakan botol sampel ± 350 ml di sumur gali / reservoar tandon air / sungai, pastikan botol sampel yang digunakan dalam keadaan baik dan bersih.. Turunkan perlahan botol sampel ke