TUGAS RESUME Keterpaduan Islam dan Sains
(Konstribusi Islam dalam Dunia Intelektual Barat) Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mandiri Mata Kuliah: Keterpaduan Islam dan Iptek
Dosen : Edy Candra, M.Si. M,Pd
Disusun oleh: Isnaniyah (59461241)
Biologi C / Semester VII
JURUSAN BIOLOGI - FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON
▸ Baca selengkapnya: kontribusi intelektual para walisanga sangat berfokus pada …
(2)BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Buku-buku yang menguraikan ihwal konstribusi islam atas pengetahuan barat, kiranya sudah banyak ditulis. Baik oleh para penulis islam sendiri maupun para sarjana barat. Akan tetapi hampir selalu saja terkesan adanya beberapa aspek yang terasa “kurang”. Bahkan tidak jarang dengan memuat daftar panjang istilah-istilah sains dan teknologi modern yang kiota m,enggarai sebagai berasal dari bahasa Arab. Dengan ulasan yang kurang memadai dan ini salah satu indikasi yang cukup sebagai bukti bahwa tidak sedikit sumbangan islam terhadap peradaban dan ilmu pengetahuan eropa atau barat.
Tidak banyak kita jumpai, buku buku terjemahan dalam bahasa Indonesia yang memaparkan secara konprehensif dengan kajian2 analisis, sehingga mampu menyajikan gambaran dengan cukup jelas peta peradaban islam di tengah konstelasi peradaban dunia. Seberapa besar peranandan pengaruh islam terhadap dunia ilmu pengetahuan terutama pada era abad pertengahan yang di sebut-sebut sebagai abad kegelapan bagi eropa dan abad keemasan islam? Sejauh mana adap tasi, penguranga dan penambahan serta modifikasi yang di lakukan secarakreatif oleh orang-orang muslim terhadap ilmu pengetahuan dan pearadaban(warisan) yunani-romawi-termasuk cina,jepang,india dan seterusnya serta dengan cara bagaimana pula mereka menyebarkannya hingga mampu mengantar eropa(barat) kepada abad renaisans. Di antara beberapa pertimbangan itulah, kami menganggap buku karya Mehdi Nakosteen ini, layak dan amat relevan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia serta dapat dibaca khususnya oleh para ulama, cendekiawan, peminat dan pemerhati ilmu pengetahuan pada umumnya.
1.2 Identitas Buku
Judul :Kostrisbusi Islam Atas Dunia Intelektual Barat:
Judul Asli : History Of Islamic Origins Of Western Education A.D. 800-1350 With An Introduction To Medieval Muslim Education (Colorado: University Of Colorado Press, Boulder,1964)
Sub Judul :Perpustakaan Sebagai Pendidikan Dalam Islam Pengarang : NAKOSTEEN,Mehdi
Penerjemah : Joko S.Kahhar,Supriyanto Abdullah Penyunting : Magnastria Adityawan
Hak Penerbitan : Pada Risalah Gusti Desain Sampul : Ed-Adesign
Termasuk Indeks : ISBN 979-556-094-8 Halaman : 525 Halaman
Tebal : 23 Cm
Cetakan :1995
Cetakan Kedua : ,Februari 2003 Penerbiit : Risalah Gusti Jl. Ikan Mungsing XIII/1
Telp. (031) 3539440;Fax. (031) 3529800 Surabaya- 60177.
e-mail : [email protected]
Dalam setiap penelitian sejarah pendidikan Barat kita sering mengabaikan peradaban Cina-Jepang dan hanya sesekali merujuk kepada kebudayaan Hindu. Yang sesungguhnya sangat penting bagi pengetahuan dan pemahaman kita, atas evolusi, teori dan praktik, pendidikan di Eropa dan Amerika Serikat.
Satu hal yang hendaknya benar-benar deicamkan oleh para pembaca sejak awal, adalah digunakan kata-kata Muslim, kata –kata ini tidaklah sinonim dengan kata Arab maupun Persia. Kata-kata tersebut juga tidaklah saling ditukar. Tidak semua orang Arab adalah Muslim. Ada orang-orang Arab Kristen, Arab Ibrani, Arab Syiria dan seterusnya. Sekali lagi, tidka semua yang berasal dari kebudayaan Persia adalah Muslim. Jelsnya, kebudayaan Persia mendahului Islam.
1.4 Tujuan Kajian Dalam Buku Ini
Secara khusus, tujua studi dalam buku ini adalah untuk menentukan ruang lingkup dan tingkat ilmu pengetahuan muslim antara tahun 750-1350 M, dan untuk menunjukan pengaruh serta dampak ilmu pengetahuan ini pada sekolah-sekolah Kristen latin di eropa barat. Studi ini di batasi dan diupayakan untuk memberikan jawaban terhada empat pertanyaan dasar.
1. Melalui saluran-saluara manakah dan seberpa luasilmu pengetahuan klasik Greco-Helenistik, Syria-Alexandrian,Zoroatrian dan india kepada orang-orang muslim?
2. Tabahan-tambahan, modifikasi, atau adaptasi kumulatif dan kreatif apakah yang telah dilakuakan terhadap pengetahuan klasik ini di tangan para cendekiawan muslim semenjak abad ke delapan sampai abad ke sebelas?
3. Melalui saluran-saluran apakah dan sampai sejauh manakah hasil-hasil dari ilmu klasik yang dipelihara, diperkaya, dan diperluas oleh cendekiawaan tersebut mencapai dunia barat, terutama selama abad ke duabelas dan abad ke tigabelas? 4. Akhirnya,kontribusi-kontribusiv dasar apakah dari penyebaran ilmu pengetahuan
ini terhadap ekpransi dan rekonsrtuksi kurikulum eropa barat, terutama di tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan professional?
BAB II
RINGKASAN BUKU
2.1 Pembahasan perpustakaan sebagai pusat pendidikan dalam Islam
Semua Muslim, baik kaya maupun miskin, penguasa atau rakyat biasa, Persia atau Arab dan tua atau muda, telah menunjukan penghormatan yang besar kepada cindekiawan. Namun tetap lebih besar penghprmatan mereska terhadap karya-karya ilmu pengetahuan atau masterpies yang berkenaan dengan kesustraan. Kepadanya sekaligus, ketika buku-buku disalin dengan tulisan tangan oleh para penyalin kuhusus, kesetiaan kepada buku-buku terkenal, nyaris sama dengan kesetiaaannya terhadap religiusitas, hal-hal yang bersifat mistik.
Cintanya Muhjyiddin ibnu Arabi menyatakan dalam Mahadurat al-Abrar, bahwa sebuah buku terkenal tentang sejarah atau bersifat ilmiah, mengungkapkan kebijakan pemikira yang sangat bagus, ditopang oleh tradisi maalalu dan menunjukkan hasil-hasil pikiran yang logis dari banyak negeri yang jauh, adalah sungguh sesuatu yang berharga, namun dengan mudah dan denga murah dapat di peroleh jika dibandingkan dengan barang-barang lainnya.
` Al-Arabi, dalam sumber yang di kutip tersebut di atas,membandingkan sebuah buku dengan sebuah kebun buah-buahandan kebun raya,sebuah(penymbung) lidah bagi orang yang mati,juru bicara bagi orang yang hidup-“Seorang tamu sore hari yangtidak pernah tidur hingga anda tidur dan tidak pernah mengucapkan kata-kata kecuali apa yang menyenangkan Anda, dan tidak pernah membuka rahasia. Ia adalah tetangga yang paling setia, teman yang pantas(adil), rekan yang patuh,guru yang rendah hati, teman yang ahli dan bermanfaat, tidak suka membantah atau menjenuhkan”
berkembang menjadi perguruan tinggi. Syalaby melaporkan, bahwa perpustakaan-perpustakaansemacam Khazanah al-hikmah (Gudang kebijaksanaan) al-munajjin (888;275H.) dan lain-lain di mosul dan basrah, telah didirikan oleh pelanggannya sebagai pusat atau digabung dengan ousat-pusat belajar, terbuka untuk masyarakat dari jauh dan dekat.
Perpustakaan Adud ad-Dawlah di shiraz, ‘tediri dari sebuah galeri yang panjang, dengan kamar-kamar penyimpanan(gudang) di sebelahnya. Sepanjang dinding galeri dan kamar-kamar penyimpanan, terletak lemari-lemari buku yang berisi banyak rak-rak buku. Buku-buku tersusun di rak-rak buku, dan untuk masing-masing cabang ilmu pengetahuan dikelompokan secara terpisah;
Tiga jenis pwerpstakaan pada abad permulaan islam, Umum,semi umum dan pribadi. Perpustakaan-perpustakaan umum biasanya berhubungan dengan sekolah-sekolah tinggi atau masjid, tetapi terbuka juka untuk umum, perpustakaan semi umum, di sisi lain terbuka untuk satu kelompok yang terpilih. Perpustakaan pribadi. Sebagaimana sebutannya, dimiliki oleh para cendekiwan untuk kebutuha pribadi. Tiga jenis perpustakaan tersebut banyak terdapat di seluruh penjuru dunia islam, Berapa banyak sebetulnya perpustakaan-perpustakaan pribadi yang ada dalam dunia islam dan nasib apa yang terbanyak menimpanya. Tidak diketahui.
Khalifah-khalifah dan perdana menteri (wasir) Muslim mendorong ilmu pengetahuan diseluruh kota-kota penting islam dan menyediakan perpustakaan-perpustakaan yang ada bagi siapa saja yang perduli untuk menggunakannya. Bahkan monarki-monarki tersebut membuka perpustakaan-perpustakaan pribadi mereka untuk umum, terutama Samaniyyah di Bukhara dan Hamdaniyyah di Syria dan Buyyiyyah (Buwaihiyyah) di Shiraz. Avicenna (980-1037).
Ahli geografi Yaqut al-Hamawai (1178-1229) menyatakan bahwa selama tiga tahun ia tinggal di Marv, bermaca-macam perpustakaan amat banyak meminjamkan buku-buku. Ia sendiri menyatakan bahwa “Rumahku tidak pernah kosong dari 200 volume buku-buku yang saya pinjam, atau lebih dan saya tidak perdnah member uang tanggungan walaupun buku-buku tersebut bernilai 200 dinar” lagi pula, “ sudah barang tentu saya tidak akan meninggalkan kota itu sampai mati karena banyak orang, kesbaikan hati, kederwanan dan kesetiaaan orang-orangnya serta banyak buku-buku penting disana. Karena apabila saya meninggalkannya, sama dengan saya meninggalkan sepuluh perpustakaan.
Khalifah al-Hikam II mendirikan sebuah perpustakaan besar di Cordova pada decade akhir abad kesepulug, diperkaya dengan buku-buku terbaik di mana Khalifah yang murah hati dan mewah ini dapat membelinya melalui agen-agen penyalur buku-buku di semua pasar-pasar buku dunia Muslim. Perpustakaan terbuka untuk semua orang suka menggunakannya.
b. Perpustakaan Baitul Hikmah dari al-ma’mun, didirikan kira-kira tahun 318 c. Perpustakaan Darul Ilmi (rumah pengetahuan) dari Ardhesir (perdana
d. Perpustakaan Sekolah Tinggi Nazamiyyah menggunakan nama pendirinya(1064)
e. Perpustakaan sekolah Mustasiriyyah (Madrasah), tahun 1233.
f. Perpustakaan Al-Baiqani berisi “ demikian banyak buku-buku hingga membutuhkan enampuluh tiga keranjang dan dua kopor untuk mengangkutnya.
g. Perpustakaan Muhammad Ibnu Husain dari Hadista berisi koleksi Manuskrip-Manuskrip langka disimpan ditempat terkunci.
h. Perpustakaan Ibnu Kamil dengan 10.000 buah buku.disamping itu lebih dari 100 penyalur buku di Baghdad.
2. Perpustakaan-perpustakaan di Persia.
a. Perpustakaan Ibnu Mansur dirinya sendiri bangga sesbagai seorang diantara pemilik perpustakaan terbaik. Meminta Ibnu Abbad untu menjadi penanggung jawabnya. Kemudian ia menolak pegawai kerajaan karesna harus membutuhkan 400 ekor unta untuk mengangkut buku-bukunya tersebut ke ibukota.
b. Perpustakaan Ibnu Hamid (wafat 971) di Rayy. Seperti digambarkan oleh ibnu Miskawaih, poengelola perpustakaannya, setelah rumah ibnu Hamid dijarah oleh beberapa orang jemaah yang menyimpang.
c. Perpustakaan penyair ibnu Hamdan (wafat 935) di Mosul, telah member kepada sekolah tinggi yang ia dirikan dikota itu, buku-buku dari semua cabang ilmu pengetahuan.
d. Perpustakaan Adud Ad-Dawlah (wafat 982) memiliki dua cabang, dasamping itu perpustakaan yang dimilikinya di Basrah, ia membangun sebuah perpustakaan yang luas di pekarangn istananya di Shiraz.
a. Perpustakaan Baitul Hikmah “Rumah pengetahuan” didirikan pada tahun 998, oleh khalifah Fatimiyyah, al-Aziz (975-996). Berisi tidak kurang dari 100.000 volume, boleh jadi sebanyaknya 600.000 jilid buku, termasuk 2.400 buah Al-Quran berhiaskan emasdan perak disimpan diruang terpisah. Menurut Cyrill Elgood.
b. Perpustakaan Al-Fadhil, telah dirampas oleh menteri Abul Faraj pada tahun 1068, buku berharga diangkut oleh 25 ekor unta beban, buku-buku tersebut semuanya telah dibakar oleh tentara Turki, beberapa bulan kemudian. Memerlukan waktu satu Abad lebih untuk merestorasi akibat dari kebakaran tersebut. Pada tahun 1171, ketika sultan saladin memasuki Kairo. “ia telah mendirikan sebuah perpustakaan dengan 120.000 volume didalam istana” dan menyerahkannya kepada “ seorang penanggungjawab terpelajar,al-Quran Fadhil”.
c. Perpustakaan Pangeran Ben Fatiq, seorang cendekiawan dan penulis terpelajar, didaftar oleh ibnu abi Usaibiyyah dalam buku sejarahnya. Ahli kedokteran Yunani dan Arab diantara perpustakaan-perpustakaan pribadi Yahudi dan Muslim di Kairo.
d. Perpustakaan Ma’arif berisi ribuan buku-buku dari setiap buku-buku ilmu pengetahuan dengan kalimat-kalimat indah tertulis disampul belakang tiap-tiap tentang keadaan isinya dan pada setiap volume buku-buku ilmu kedokteran serta pengetahuan ilmiah, ditulias “komentar yang bagus dan penjelasan myang bermanfaat “ oleh al-Ma’arif sendiri.
4. Perpustakaan-Perpustakaan di Spanyol dan Sisilia
Lebih dari tujuhpuluh perpustakaan Muslim Spanyol, dua diantara yang mungkin perlu diperhatikan disini yaitu:
b. Perpustakaan Abul Mu7fteif, seorang hakim Cordova kebanyakan berisi buku-buku langka. “meterpies-meterpies kaligrafi” perpustakaan ini terjual dengan lelang, sebesar 40.000 dinar setelah ia wafat tahun 1011.
5. Perpustakaan-perpustakaan Yahudi yang berhubungan dengan islam.
Diantaranya perpustakaan-perpustakaan yahudi, ada beberapa yang signifikan bagi kebudaan islam.
a. Yaqub Ben Yusuf ben killis atas jasa khalifah di Kairo tahun 979. Didorong oleh cendekiawan Muslim,ia memperkerdjakan banyak penyalin buku untuk membuat salinan buku-buku tentang undang-undang kedokteran dan pengetahuan ilmiah. Menghabiskan 1.000 dinar emas lebih setiap bulannya untuk dana bagi cendekiawan dan gaji para penyalin serta tukang jilid.
b. Ahli kedokteran abada kesebelas,Elpharim memiliki koleksi besar buku-buku ilmu kedokteran. Sepuluh volume dari koleksinya akhirnya diangkut ke perpustakaan Afdad. Putra Amir al-Juyusy tetapi sebanyak 20.000 volume masih tersisa dalam koleksi miliknya.
c. Ahli kedokteran Abraham ben Hillel (Abul izz) memiliki sebuah perpustakaan yang sangat luas, berisi karaya-karya Maimonides,galen,Hippocrates dan Averroes yang mana belakangan terjual dalam suatu lelang.
d. Ahli kedokeran Yahudi lainnya, Leo Mosconi dari Majorea (permulaan abad empatbelas) memiliki sebuah perpustakaan buku kedokteran dan buku-buku lainnya.juga terjual belakangan dalam suatu lelang yang mana termasuk buku-buku Avicenna dan Averreos demikian pula karya-karya penulis Yunani. e. Perpustakaan milik ahli kedokteran David d’Estella di Prancis (akhir abad
keempatbelas)berisi karya-karya Aristoteles. 2.3 Kehacuran Perpustakaan-Perpustakaan Muslim
Keadaan yang menyertai keruntuhan perpustakaan-perpustakaan Muslim bervriasi, sebagaimana kejadian-kejadian yang ditunjukan sebagai berikut: 1. Perpustakaan Muslim di Tropoli telah dihancurkan oleh tentara perang Salib, atas
komando seorang Rahib yang tak senang saat menemukan demikian banyak al-Aquran disana.
belakang menimbulkan tuduhan bahwa cendikiawan tersebut telah membakar perpustakaan ini setelah menguasai (memahami) banyak isinya dalam perpustakaan tersebut.terutama dalam ilmu pengobatan, biasanya mengklaim informasi bidang-bidang tersebut sebagai miliknya. Ketika sekelompok bangsa Mongol dan Tarta menjarah kota Baghdad, tahun 1258, mereka membakar semua perpustakaan. Menemui takdirnya yang serupa dengan itu, terjadi atas perpustakaan di Samarkand dan Bukhara samapi Baghdad.
3. Perdana menteri Abul Faraj membawa dari perpustakaan al-Hakim di Kairo tahun 1068 enamppuluh tahun setelah perpustakaan tersebut berdiri. Buku-buku sebanyak duapuluh lima ekor onta beban dan menjualnya 1.000.000 dinar untuk membayar tentaranya. Beberapa bulan kemudian, buku-buku tersebut jatuh ke tangan-tangan tentara Turki yang setelah menaklukkan Khalifah dan menjarah istananya. Merobek sampul buku-buku dari kulit yang indah itu dsan dibuat sepatu oleh tentara mereka.
4. Di Spanyol semua perpustakaan pribadi dan umum mengalami suatu akhir ketidakberuntungannya, ketika bangsa Moor diusir Oleh Pangeran Kristen tahun 1492 dan Ribuan buku-buuku berbahasa Arab dibakar.
Tingkat keruskan, permanen atau sebaliknya, terhadap ilmu pengetahuan dan pendidikan yang mungkin telah ditimbulkan oleh perusakan terhadap perpustakaan-perpustakaan utama islam di Mongol, tentara perang Salib, orang-orang Kristen Barat, Turki, Jemaah yang fanatic terhadap satu aliran tertentu itu karena kebakaran, boleh jadi karena dilebih-lebihkan oleh para ahli sejarah. Kita juga ingat bahwa banyak hal-hal yang bermanfaat dalam ilmu pengetahuan islam telah diterjemahkan kedalam bahasa Latin dan bahasa-bahasa Eropa lainnya menjelang pertengahan abad ketigabelas. Lagipula lama setelah keshancuran terhadap banyak perpustakaan-perpustakaan cendekiawan Muslim Barat menghabiskan bertahun-tahun didalam perpustakaan cendekiawan mesir. Hal mana menimbulkan teka-teki tentang telah dihancurkan perpustakaan-perpustakaan Timur.
banyak dari karya-karya filsafat dan ilmu pengetahuan terutama ilmu pengobatan tersebut telah diterjemahkan kedalam bahasa Hebrew dan terpelihara dalam perpustakaan-perpustakaan Yahudi abad pertengahan. Belakangan, ratusan yang terbaik darinya diterjemahkan kedalam bahasa Latin dan bahasa-bahasa lainnya serta tersimpan melalui cara itu.
Untungnya banyak karya-karya baku (asli) dari para cendekiawan Islam terbesar sepeprti Averroes, ibnu Khaldun,Rhazes, Hafiz, Sa’di,Firdausi, dan lain-lainnya. Telah selamat dari penghancuran perpustakaan-perpustakaan itu.
BAB III PENUTUP 3.1 Kelemahan
Banyak perpustakaan yang diperjual belikan, tingkat kerusakan permanen atau sebaliknya terhadap ilmu pengetahuan dan pendidikan yang mungkin telah ditimbulkan oleh perusakan terhadap perpustakaan-perpustakaan utama Islam. Dan bahasa yang digunakan dlam buku ini sulit dipahami.
3.2 Kelebihan