PERAN PERPUSTAKAAN DALAM DUNIA ILMU PENGETAHUAN
Makalah D
I S U S U N
Oleh : SWANDI, SE NIP: 196210271989021001
PERPUSTAKAAN DAN SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2018
ABSTRAK
Dalam dunia pendidikan (ilmu pengetahuan), buku terbukti berdaya guna dan bertepat guna sebagai salah satu sarana pendidikan dan sarana komunikasi. Dalam kaitan inilah perpustakaan dan pelayanan perpustakaan harus dikembangkan sebagai salah satu instalasi untuk mewujudkan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan merupakan bagian yang vital dan besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan. perpustakaan memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai media pendidikan, tempat belajar, penelitian sederhana, pemanfatan teknologi informasi, kelas alternatif, dan sumber informasi. Disinilah dibutuhkan peran pustakawan dalam dunia ilmu pengetahuan.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah saya panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga bisa berhasil menyelesaikan tulisan ini yang berjudul “Peran Perpustakaan Dalam Dunia Ilmu Pengetahuan”.
Makalah ini merupakan hasil karya tulis saya untuk melengkapi persyaratan mengajukan Jabatan Fungsional Pustakawan Universitas Sumatera Utara. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk perbaikan di masa yang akan datang. Akhir kata penulis berharap agar kiranya makalah ini dapat berguna bagi orang yang membacanya.
Wassalam,
Swandi, SE
NIP 196210271989021001
DAFTAR ISI
Halaman
Abstrak... i
Kata Pengantar... ii
Daftar Isi... iii
I. PENDAHULUAN... 1
II. PERAN PERPUSTAKAAN DALAM DUNIA ILMU PENGETAHUAN 2.1 Pengertian Perpustakaan…... 3
2.2 Jenis-Jenis Perpustakaan... 4
2.3 Fungsi Perpustakaan………... 6
2.4 Tujuan Perpustakaan………... 7
2.5. Peran Perpustakaan Dalam Dunia Ilmu Pengetahuan………… 8
III. PENUTUP... 3.1. Kesimpulan... 12
3.2. Saran... 12
DAFTAR PUSTAKA... 13
BAB I PENDAHULUAN
Pada zaman modern sekarang ini kemajuan teknologi berkembang pesat sehingga memaksa setiap komponen masyarakat untuk bersaing mengikuti perkembangan zaman yang begitu cepat.
Semakin banyak masyarakat yang belajar tentang iptek dan sains untuk kemajuan ilmu pengetahuan menyebabkan persaingan yang terjadi semakin ketat. Contohnya, untuk menjadi seorang teknisi di bidang peralatan yang menggunakan teknologi modern, diperlukan tenaga ahli yang memiliki skill dan ilmu dasar yang kuat serta mengerti tentang cara menerapkannya dalam kehidupan nyata. Banyak aksioma yang terpecahkan oleh para ilmuwan dengan mengembangkan ilmu pengetahuan. Aksioma- aksioma yang beredar di masyarakat dapat dibuktikan dengan percobaan yang menghasilkan penemuan, hingga menjadi teori yang dapat dijadikan sumber referensi untuk dipelajari dalam ilmu pengetahuan.
Untuk dapat memahami suatu kajian dalam bidang ilmu pengetahuan, kita dapat membaca terlebih dahulu mengenai suatu teori. Membaca merupakan keterampilan dasar yang diajarkan sejak SD atau bahkan TK. Dengan membaca, kita dapat mengetahui hal-hal yang up-to-date dari suatu berita atau perkembangan iptek di dunia. Banyak bacaan-bacaan yang dapat dipakai oleh masyarakat untuk proses belajar mereka. Mulai dari koran, majalah, buku, internet, dan masih banyak lagi.
Namun sumber referensi yang paling mudah diakses adalah melalui buku. Buku adalah jendela ilmu.
Buku adalah guru yang paling sabar. Buku sudah ada sejak zaman prasejarah dan masih digunakan hingga saat ini.
Perpustakaan saat ini tidak hanya dijadikan sebagai sumber referensi ilmu pengetahuan semata, seiring dengan perkembangan zaman, perpustakaan juga dapat menjadi sumber informasi yang aktual. Banyak media informasi yang disediakan olehpustakawan sesuai dengan kapasitas perpustakaan itu sendiri. Perpustakaan juga dapat dijadikan sebagai tempat belajar yang nyaman dengan teman-teman. Nyatanya, banyak yang memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat belajar
favorit daripada belajar di kelas. Oleh karena itu, perpustakaan sangat berperan bagi kemajuan ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan global.
Seiring dengan perkembangan zaman, fungsi perpustakaan banyak digantikan oleh sarana- sarana lain yang lebih mudah dijangkau. Peran perpustakaan juga telah berganti dari tempat untuk membaca dan belajar menjadi tempat untuk berkumpul dan berkunjung yang hanya sebatas seremoni.
Dengan berbagai tantangan dan kenyataan yang ada, perpustakaan perlu merumuskan kembali jati dirinya sebagai perpustakaan yang baik. Sebagai perpustakaan yang baik, perpustakaan diharapkan dapat menyediakan segala sumber informasi terpilih yang sesuai dengan kebutuhan pemakainya/penggunanya. Konsep kepemilikan informasi, yang tadinya ditekankan pada penyediaan gedung serta koleksi selengkap mungkin, tidak lagi memadai. Padahal, informasi memang tersedia, terus berkembang, dan dibutuhkan bagi pembentukan masyarakat belajar. Di sinilah perpustakaan dituntut menjalankan peranannya sebagai mediator informasi dalam menunjang peningkatan ilmu pengetahuan bagi pengguna.
BAB II
PERAN PERPUSTAKAAN DALAM DUNIA ILMU PENGETAHUAN
2.1. Pengertian Perpustakaan
Perpustakaan adalah kumpulan atau bangunan fisik sebagai tempat buku dikumpulkan dan disusun menurut sistem tertentu atau keperluan pemakai (Lasa, 2007:12).
Perpustakaan adalah mencakup suatu ruangan, bagian dari gedung / bangunan atau gedung tersendiri yang berisi bukubuku koleksi, yang diatur dan disusun demikian rupa, sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pembaca (Sutarno NS, 2006:11).
Secara lebih konkrit perpustakaan dapat dirumuskan sebagai suatu unit kerja dari sebuah lembaga pendidikan yang berupa tempat penyimpanan koleksi buku-buku pustaka untuk menunjang proses pendidikan.
Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan adalah tempat untuk mengembangkan informasi dan pengetahuan yang dikelola oleh suatu lembaga pendidikan, sekaligus sebagai sarana edukatif untuk membantu memperlancar cakrawala pendidik dan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.
Sejalan dengan perkembangan zaman, pengertian perpustakaan barubah secara berangsur- angsur. Pada mulanya setiap ada kumpulan buku-buku koleksi yang dikelola secara rapi dan teratur disebut perpustakaan, tetapi karena adanya perkembangan teknologi modern dalam usaha pelestarian dan pengembangan informasi, maka koleksi perpustakaan tidak hanya terbatas buku-buku saja tetapi juga beraneka ragam jenisnya.
2.2. Jenis-jenis Perpustakaan
Menurut Sutarno NS (2006:37) jenis-jenis perpustakaan adalah sebagai berikut:
1. Perpustakaan Nasional RI
Merupakan Perpustakaan Nasioal yang berkedudukan di Ibu Kota Negara Indonesia yang mempunyai jangkauan dan ruang lingkup secara Nasional dan merupakan salah satu Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang bertanggung jawab kepada Presiden.
2. Badan Perpustakaan Daerah
Badan perpustakaan daerah atau lembaga lain yang sejenis adalah yang berkedudukan di tiap provinsi di Indonesia yang mengelola perpustakaan.
3. Perpustakaan Umum
Perpustakaan umum diibaratkan sebagai Universitas Rakyat atau Universitas Masyarakat, maksudnya adalah bahwa perpustakaan umum merupakan lembaga pendidikan bagi masyarakat umum.
4. Perpustakaan Perguruan Tinggi
Perpustakaan yang berada di Perguruan Tinggi, baik berbentuk Universitas, Akademi, Sekolah Tinggi, ataupun Institut. Keberadaan, tugas dan fungsi perpustakaan tersebut adalah dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian / riset dan pengabdian kepada masyarakat.
5. Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan sekolah berada di sekolah, dikelola sekolah, dan berfungsi untuk sarana kegiatan belajar mengajar, penelitian sederhana, menyediakan bahan bacaan, dan tempat rekreasi.
6. Perpustakaan Khusus
Perpustakaan khusus berada pada lembaga-lembaga pemerintahan dan swasta. Perpustakaan tersebut diadakan sebagai sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang berkaitan baik langsung maupun tidak langsung dengan instansi induknya.
7. Perpustakaan Lembaga Keagamaan
Merupakan perpustakaan yang dimiliki dan dikelola oleh lembaga-lembaga keagamaan, misalnya perpustakaan, masjid, gereja.
8. Perpustakaan Internasional
Perpustakaan Internasional merupakan perpustakaan internasional yang memiliki koleksi yang menyangkut negara-negara anggota atau negara-negara yang berafiliasi kepada lembaga dunia tersebut. Perpustakaan ini dikelola dan diselenggarakan lembaga internasional.
9. Perpustakaan Kantor Perwakilan Negara-negara Asing
Merupakan perpustakaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh lembaga / kantor perwakilan Negara masing-masing. Contohnya perpustakaan lembaga kebudayaan amerika dan pusat kebudayaan jepang
10. Perpustakaan Pribadi / Keluarga
Merupakan perpustakaan yang dimiliki dan dikelola oleh perorangan atau orang-orang tertentu bersama anggota keluarganya.
11. Perpustakaan Digital
Perpustakaan digital bukan merupakan salah satu jenis perpustakaan yang berdiri sendiri, tetapi merupakan pengembangan dalam system pengelolaan dan layanan perpustakaan.
2.3. Fungsi Perpustakaan
Menurut Lasa (2007:13) menjelaskan bahwa perpustakaan memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai media pendidikan, tempat belajar, penelitian sederhana, pemanfatan teknologi informasi, kelas alternatif, dan sumber informasi.
Beberapa fungsi diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Media pendidikan
Bahan informasi yang dikelola di perpustakaan dapat berupa buku teks, majalah, buku ajar, buku rujukan, kumpulan soal, CD, film, globe dan lain-lain. Bahan-bahan ini dimanfaatkan dalam aktivitas sekolah sebagai proses pendidikan secara mandiri.
Selanjutnya tugas-tugas sebuah perpustakaan dapat dijabarkan ke dalam fungsi-fungsi sesuai dengan ruang lingkup kegiatan organisasi yang bersangkutan. Satu hal yang paling substansial adalah dalam rangka melayani dan memenuhi kebutuhan informasi pemakai perpustakaan. Adapun volume, bobot, variasi, dan intensitas kegiatan perpustakaan tergantung kepada besar kecilnya struktur organisasi, jumlah koleksi, karyawan, dan masyarakat yang dilayani.
2. Tempat belajar
Di perpustakaan para pengguna dapat melakukan kegiatan belajar mandiri atau belajar kelompok. Untuk itu di perpustakaan disediakan ruang untuk diskusi kelompok.
3. Penelitian sederhana
Melalui perpustakaan para siswa/pengguna dan guru/dosen dapat menyiapkan dan melaksanakan penelitian sederhana. Siswa/pengguna diarahkan untuk mencari tema-tema penelitian melalui sumber informasi diperpustakaan.
4. Pemanfatan teknologi informasi
Dalam memperlancar proses belajar mengajar perlu memanfaatkan teknologi informasi. Akan lebih baik apabila perpustakaan dimanfaatkan sebagai media aplikasi teknologi informasi dalam alih dan pengembangan ilmu pengetahuan.
5. Kelas alternatif
Dalam penataan ruang perpustakaan perlu adanya ruangan yang difungsikan sebagai ruang kelas, ruangan ini dapat digunakan sebagai ruang baca.
6. Sumber infomasi
Melalui koleksi perpustakaan para pengguna dapat menemukan informasi tentang orang- orang penting di dunia, peristiwa, geografis, literature dan informasi lain.
2.4. Tujuan Perpustakaan
Menurur Sutarno (2006:35) perpustakaan memiliki beberapa tujuan adalah sebagai berikut:
1.Dapat mengikuti peristiwa dan perkembangan dunia terakhir melalui berbagai sumber bacaan mutakhir.
2.Secara tidak langsung memberiakan pengajaran dan pendidikan. Cara beajar itu disebut belajar secara otodidak , belajar sendiri.
3.Memberiakan rujukan dalam menyelesaikan tugas, menulis, meneliti dan sebagainya bagi siswa dan para pengguna perpustakaan lainnya.
Tujuan perpustakaan diatas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan dapat memberikan pengajaran dan pendidikan bagi pengguna dan dapat membantu pengguna dalam menyelesaikan tugas dari guru/dosen, dalam melakukan penelitian atau riset serta dapat mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju.
2.5. Peran Perpustakaan Dalam Dunia Ilmu Pengetahuan
Dengan berkembangnya pesatnya ilmu pengetahuan sekarang ini yang sesuai dengan perkembangan jaman maka mau tidak mau perpustakaan harus mengikutinya. Perkembangan mutakhir yang terjadi dalam perpustakaan adalah perkembangan teknologi informasi yang memunculkan perpustakaan digital (digital library). Perpustakaan digital memiliki keunggulan dalam kecepatan pengaksesan karena berorientasi ke data digital dan media jaringan komputer (internet). Di sisi lain, dari segi manajemen (teknik pengelolaan), dengan semakin kompleksnya koleksi perpustakaan, saat ini muncul kebutuhan akan penggunaan teknologi informasi untuk otomatisasi business process di perpustakaan. Sistem yang dikembangkan kemudian terkenal dengan sebutan sistem otomasi perpustakaan (library automation system).
Secara garis besar, prospek perpustakaan dalam pengembangan teknologi informasi yaitu :
a. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah membawa perubahan besar dalam proses pengolahan, penyimpanan, serta distribusi data dan informasi. Perubahan tersebut akan berpengaruh langsung terhadap peningkatan komunikasi global kepada pemakai perpustakaan.
Pada hakikatnya, globalisasi komunikasi dan ledakan informasi (information explotion) merupakan tantangan sekaligus juga peluang bagi perpustakaan yang perlu diberi jawaban dalam bentuk karya nyata, yaitu peningkatan diri dan penambahan pengetahuan para pustakawan mengenai profesi yang digelutinya.
Pemanfaatan sarana komunikasi yang ada di perpustakaan, seperti sarana telekomunikasi, saluran lewat telepon, faximile, video-text, dengan dukungan teknologi informasi dapat dimanfaatkan sehingga memungkinkan bagi pemakai perpustakaan untuk memperoleh informasi cepat, akurat, serba seketika dan langsung dimanfaatkannya. Ketertarikan dalam perkembangan dan pemakaian perpustakaan digital yang menjadi faktor penunjuangnya adalah:
a. Telah tersedianya teknologi komputasi dan komunikasi yang memungkinkan dilakukannya penciptaan, pengumpulan dan manipulasi informasi.
b. Infrastruktur jaringan internasional untuk mendukung sambungan dan kemampuan pengopersian bagi pengguna.
c. Informasi online mulai berkembang.
Kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat didukung teknologi komunikasi membawa konsekuensi dilakukannya proses pengolahan data berbasis teknologi informasi sehingga secara efektif dan efiesien menghasilkan keluaran produk informasi yang beraneka ragam. Produk informasi itu dapat beraneka ragam, diantaranya e-library, e-book, current information service yang semuanya masuk dalam kategori perpustakaan digital ( digital library) di mana penyebaran informasi yang paling banyak dilakukan via internet serta kemudahan -kemudahan produk lainnya dalam bentuk digital yang bisa didapatkan.
Penerapan teknologi informasi di perpustakaan dapat difungsikan dalam berbagai bentuk, antara lain:
a. Penerapan teknologi informasi digunakan sebagai Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan.
Bidang pekerjaan yang dapat diintegrasikan dengan sistem informasi perpustakaan adalah pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistik dan lain sebagainya.
Fungsi ini sering diistilahkan sebagai bentuk Automasi Perpustakaan.
b. Penerapan teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. Bentuk penerapan TI dalam perpustakaan ini sering dikenal dengan Perpustakaan Digital.
Beberapa keunggulan perpustakaan digital diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Long distance service,
b. Akses yang mudah,
c. Murah (cost efective),
d. Pemeliharaan koleksi secara digital,
e. Jawaban yang tuntas,
f. Jaringan global.
Adapun peran perpustakaan dalam meningkatkan kwalitas dunia pendidikan atau ilmu pengetahuan adalah:
a. Budaya Baca
Budaya baca adalah suatu sikap dan tindakan/perbuatan untuk membaca yang dilakukan secara teratur dan berkelanjutan (Sutarno, 2006:27). Berkembangnya budaya baca adalah karena kebiasaan membaca, sedangakan kebiasaan membaca terpelihara karena tersedianya bahan bacaan yang baik, menarik, memadai, baik jenis, jumlah, mmaupun mutunya.
Pengembangan budaya baca sangat perlu untuk meningkatkan pendidikan anak bangsa, dan pengembangan budaya baca itu tidak hanya ditentukan oleh keinginan pengguna/masyarakat terhadap bahan-bahan bacaan tetapi ditentukan juga oleh ketersediaan dan kemudahan akses terhadap bahan- bahan bacaan.
b. Tersedianya informasi yang cepat, tepat dan akurat.
Di era globalisasi ini keunggulan suatu bangsa ditentukan oleh keunggulan dalam pengguasaan informasi. Kebutuhan akan informasi mendorong perpustakaan untuk mengambil peran sebagai gerbang informasi masyarakat. Untuk mendukung peran tersebut diperlukan prasarana teknologi dan sumber daya manusia perpustakaan yang handal dengan etos kerja yang tinggi.
Teknologi yang serba canggih menuntut pengguna perpustakaan untuk bisa mengikuti perkembangan yang ada.
c. Tenaga pustakawan yang profesional
Sumber daya manusia adalah potensi yang merupakan aset dan berfungsi sebagai modal (non material/non financial didalam organisasi bisnis yang dapat diwujudkan menjadi potensi nyata secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi (Nawawi, 1998:40). Maju mundurnya
sebuah perpustakaan itu ditentukan oleh sumber daya manusia itu sendiri. Perpustakaan yang dikelola dengan sumber daya manusia yang profesioanl mampu menghasilkan out put yang bagus dan perpustakaan akan maju serta berkembang sesuai yang diharapkan oleh banyak pihak.
Sumber daya manusia di perpustakaan adalah pustakawan dan tenaga staff di perpustakaan tersebut. Menurut UU no. 43 tahun 2007 disebutkan bahwa pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.
Peningkatan mutu pustakawan maupun staff yang bukan pustakawan di suatu perpustakaan harus berkembang kearah yang lebih maju. Profesionalisme pustakawan dapat menjadi tolak ukur bagi perkembangan perpustakaan dan dalam peranan pendidikan di Indonesia. Peranan pustakawan dalam meningkatkan pendidikan mempunyai 3 komponen yaitu keramahan pelayanan, kecepatan dan keprofesionalan.
BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan
Perpustakaan adalah suatu ruangan/sarana yang digunakan untuk menyimpan koleksi bahan- bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun non-buku yang disusun secara sistematis sebagai penunjang setiap program pendidikan, pengajaran dan penelitian pada setiap lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan dan sudah dilengkapi dengan fasilitas guna mempermudah pencapaian tujuan.
Kelengkapan dan kenyamanan fasilitas perpustakaan dapat mempengaruhi semangat belajar pengguna dalam mencapai tujuan pembelajaran. Fasilitas perpustakaan dapat membantu pengguna dalam proses belajarnya yaitu dapat memberikan proses pembelajaran, berbagai macam informasi, menambah wawasan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan berpengaruh dalam pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan.
3.2. Saran
Peranan perpustakaan sangat penting bagi dunia ilmu pengetahuan terutama untuk meningkatkan kwalitas pendidikan anak bangsa. Pendidikan yang berkwalitas harus didukung oleh segenap lapisan masyarakat sehingga semakin banyak sumberdaya manusia yang berkwalitas.
Pemerintah sebaiknya memberi dukungan penuh pada perpustakaan sebagai sarana belajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih berkembang kearah yang lebih baik dan maju.
DAFTAR PUSTAKA Lasa. 2007. Manajemen Perpustakaan Sekolah. Yogyakarta: Pinus
Nawawi Hadari. 1998. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis Kompetitif. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.
Sutarno NS. 2006. Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta: Sagung Seto