• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH KIMIA TENTANG PEMBUATAN KOLOID X

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH KIMIA TENTANG PEMBUATAN KOLOID X"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH KIMIA

TENTANG PEMBUATAN KOLOID

XI IPA 1

Nama Nama Kelompok 4 :

1)

Bulqis

2)

Dymas Try Wahyu Wijayanti

3)

Lisa Astridni Putri

4)

Muhammad Ihsan

5)

Syahrul Muhammad Ridho

6)

Sylvina Priska

Guru Pembimbing : Sri Mulyati S.Si

SMA NEGERI 1 ANJONGAN

TAHUN PEMBELAJARAN

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Swt. karena berkat rahmat dan hidayah-nya kami dapat menyelesaikan makalah kami tentang Pembuatan Koloid. Shalawat serta salam kami limpahkan kepada Nabi kita Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam terang benerang dan dari alam kebodohan menuju alam kepintaran.

Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada guru kami ibu Sri Mulyati S.Si, selaku guru Kimia yang telah membimbing kami dalam pembuatan Makalah ini dan memberikan kami kesempatan untuk menjelaskannya.

Kami berharap Makalah yang kami ambil dari beberapa sumber ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Kami mohon maaf atas ke tidak sempurnaan dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, kami harap kepada semua pihak pendengar dan pembaca dapat memberi kritik dan saran, karena kita tidak bisa belajar tanpa kesalahan.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Anjungan, 9 Mei 2017 Penulis

(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……… i Daftar Isi ……… ii BAB I PENDAHULUAN ……… 1 A. Latar Belakang ……… 1.1

B. Rumusan Masalah ……… 1.2

C. Tujuan ……… 1.3

D. Manfaat ……… 1.4

BAB II ISI ……… 2 BAB III PEMBAHASAN ……… 3 BAB IV PENUTUP ……… 4 A. Kesimpulan ……….... 4.1

B. Saran ……… 4.2

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada buku Kimia Kelas XI untuk SMA Semester Genap, istilah Koloid diusulkan oleh

Thomas Graham (1805-1869) dari Inggris pada tahun 1869. Yang berarti “seperti lem” (bahasa Yunani : Kolla = lem, oidos = seperti).1[1]

Pada buku Kimia untuk SMA Kelas XI Semester2, Koloid dapat didefenisikan sebagai system heterogen, dimana suatu zat “didispersikan” ke dalam suatu media yang homogen.2[2]

Pada buku Kimia 2, Koloid adalah bentuk materi yang memiliki sifat di antara larutan dan campuran atau suspensi.3[3]

Pada buku Kimia dan Kecakapan Hidup, Koloid adalah campuran di antara campuran homogen dan heterogen yang terdiri dari fasa terdispersi dan pendispersi.4[4]

Jadi, dari beberapa pengertian Koloid diatas kami menyimpulkan bahwa Koloid adalah campuran yang masih dapat dibedakan.

Ukuran partikel koloid terletak antara partikel larutan sejati dan partikel suspensi. Oleh karena itu, sistem koloid dapat dibuat dengan pengelompokan (agregasi) partikel larutan sejati atau menghaluskan bahan dalam bentuk kasar kemudian didispersikan ke dalam medium dispersi. Ada beberapa cara dalam Pembuatan Koloid yaitu cara kondensiasi dan cara dispersi.

Maka dari itu, Pembuatan Koloid sangat penting karena banyak manfaatnya dan erat dalam kehidupan kita sehari-hari.

B. Rumusan Masalah

 Bagaimana cara Pembuatan Koloid ? C. Tujuan Penulisan

Mengingat banyaknya manfaat dan erat dalam kehidupan kita sehari-hari, kami mencoba untuk menjelaskan cara Pembuatan Koloid.

(5)

BAB II

ISI

Sistem koloid terdiri atas fase terdispersi dengan ukuran tertentu dalam medium pendispersi. Zat yang didispersikan disebut fase terdispersi, sedangkan medium yang digunakan untuk mendispersikan disebut medium pendispersi. Sol adalah system koloid yang fase tedispersinya berupa zat padat dan medium pendispersinya berupa zat cair atau zat padat. Bila medium pendispersinya berupa zat padat disebut sol padat. Sedangkan emulsi adalah system koloid yang fase terdispersinya berupa zat cair dan medium pendispersinya berupa zat cair atau zat padat. Bila medium pendispersinya berupa zat padat dikenal dengan emulsi padat. Beberapa emulsi (fase terdispersi cair dan medium pendispersi cair) membentuk campuran yang kurang stabil. Misalnya minyak dengan air, setelah dikocok akan diperoleh campuran yang segera memisah jika didiamkan. Emulsi yang semacam itu memerlukan suatu zat pengemulsi (emulgator) untuk membentuk suatu campuran yang stabil. Contohnya : detergen yang digunakan sebagai emulgator bagi emulsi minyak didalam air. Dari pengertian di atas, tampak bahwa proses dialam ini banyak berhubungan dengan system koloid. Tidak terkecuali di lingkungan tempat tinggal kita.

(6)

BAB III

PEMBAHASAN

Pembuatan Koloid

1. Cara Kondensasi

Ion-ion atau molekul yang berukuran sangat kecil (Berukuran larutan sejati) di perbesar menjadi partikel-partikel berukuran koloid. Dengan kata lain, larutan sejati diubah menjadi dispersi koloid. Pembentukan kabut dan awan di udara merupakan contoh pembentukan aerosol cair melalui kondensasi molekul-molekul air membentuk kerumuan (cluster).

Cara kondensasi umumnya dilakukan melalui reaksi kimia. Tiga macam reaksi yang dapat menghasikan kondensasi adalah reaksi hidrolisis, reaksi redoks, dan reaksi metatesis.

Partikel berukuran koloid terbentuk akibat belerang beragregat sampat berukuran koloid membentuk sol belerang. Jika konsentrasi pereaksi dan suhu reaksi tidak dikendalikan, dispersikoloid tidak akan terbentuk. Sebab, partikel belerang akan tumbuh terus menjadi suspensi kasar dan mengendap.

(7)

 Sol belereng dapat dibuat dengan mereduksi SO2 yang terlarut dalam air dengan mengalirnya gas H2S :

2H2S(g) + SO2(aq) 3S(s) + 2H20(I)

c. Reaksi hidrolisis

Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air. Misalnya :

 Sol Fe(OH3) dapat dibuat dengan hidrolisis larutan FeCl3 dengan memanaskan larutan FeCl3 atau reaksi hidrolisis garam Fe dalam air mendidih :

FeCl3(aq) + 3H2O(I) Fe(OH)3 (koloid) + 3HCl(aq)

(Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+ )

 Sol Al(OH)3 dapat diperoleh dari reaksi hidrolisis garam Al dalam air mendidih :

AlCl3(aq) + 3H2O(I) Al(OH)3 (koloid) + 3HCl(aq)

d. Reaksi pergantian pelarut

Cara ini dilakukan dengan mengganti medium pendispersi sehingga fase terdispersi yang semula larut setelah diganti pelarutnya menjadi berukuran koloid.

Misalnya :

 Untuk membuat sol belerang yang sukar larut dalam air tetapi mudah larut dalam alkohol seperti etanol dengan medium pendispersi air, belerang harus terlebih dahulu dilarutkandalam etanol sampai jenuh. Baru kemudian larutan belerang dalam etanol tersebut ditambahkan sedikit ke dalam air sambil diaduk. Sehingga belerang akan menggumpal menjadi partikel koloid dikarenakan penurunan kelarutan belerang dalam air.

(8)

(9)

http://melidamaclaine.blogspot.co.id/2015/0

9/makalah-pembuatan-koloid.html

Referensi

Dokumen terkait

Pangkat ( indeks atau eksponen ) adalah salah satu bentuk notasi aljabar yang sangat praktis untuk perkalian berulang dengan basis

Penyusunan pola gerak hendaknya menggunakan konsep-konsep interaksi gerak (lihat Bab I halaman 50), kemudian disusun menjadi skematis pola-gerak (lihat Bab I halaman 51). 6)

1) Mual : terjadi pada sekitar 50% klien yang memakai pil kontrasepsi kombinasi, namun tidak akan berlangsung lebih dari 24 jam. Pada klien yang memakai pil hanya- progestin

Setelah kegiatan penyuluhan, ibu dapat memahami apa yang dimaksud Setelah kegiatan penyuluhan, ibu dapat memahami apa yang dimaksud dengan PMT, persyaratan jenis

Sedangkan penelitian lain yang dilakukan oleh Sari (2014) yang berjudul “Pengaruh Perputaran Persediaan, Perputaran Asset Tetap dan Perputaran Modal Kerja

Ujung tombak keberhasilan implementasi business intelligence pada perguruan tinggi salah satunya adalah pelayanan dari sistem yang terintegrasi dengan data pada

PENGARUH HEGEMONI BUDAYA KOREAN WAVE (HALLYU) TERHADAP RASA CINTA TANAH AIR REMAJA DI BANDUNG.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi, hambatan dan solusi yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam implementasi toleransi kebhinnekaan