KONSEP DAN STRATEGI PEMASARAN
BANK BUKOPIN SYARIAH
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Perbankan Syariah
Dosen Mata Kuliah : Deden Ibnu Suja, M.E.Sy
Disusun Oleh:
Pandu Riyanto 1138020190
Manajemen VII/E
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Shalawat serta Salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW. eserta keluarga dan sahabatnya. berkat kodrat dan iradat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah dengan judul “Konsep dan Strategi Pemasaran Bank Bukopin Syariah”.
Makalah ini merupakan salah satu tugas yang diajukan dosen pada mata kuliah Manajemen Perbankan Syari’ah , di program studi Manajemen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Selanjutnya penyusun mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada dosen mata kuliah Manajemen Perbankan Syari’ah Bapak Deden Ibnu Suja, ME. Sy. Dan kepada rekan yang telah membantu dan mendukung dalam menyelesaikan Makalah ini. Semoga Makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca.
Penyusun menyadari bahwa Makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu kepada dosen pembimbing penyusun meminta masukannya demi perbaikan pembuatan Makalah ini di masa yang akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.
Bandung, Desember 2016
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...i
DAFTAR ISI...ii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang...1
B. Rumusan Masalah...2
C. Tujuan...2
BAB II PEMBAHASAN A. Konsep Pemasaran...3
1. Konsep Pemasaran Secara Umum...3
2. Pengertian Pemasaran Syariah...5
3. Konsep Pemasaran Syariah...6
B. Strategi Pemasaran Bank Syariah...7
1. Strategi Pemasaran Bank Bukopin Syariah...7
C. Keinginan dan Pentingnya Bank Syariah...9
D. Evaluasi Pemasaran Bank Syariah...11
E. Potensi Preferensi dan Perilaku Masyarakat terhadap Bank Syariah...12
BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan...14
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia hingga saat ini menunjukkan semakin banyak industri perbankan yang ingin membuka bank yang sesuai dengan prinsip syariah. Ini dikarenakan perbankan syariah merupakan perbankan yang memiliki sistem yang berbeda dengan perbankan konvensional, dan memiliki potensi pasar yang cukup menjanjikan di masa yang akan datang.
Seiring dengan makin bertambahnya jumlah perbankan syariah yang beroperasi di Indonesia, jumlah dana yang berhasil dihimpun perbankan syariah juga terus bertambah. Pesatnya pertumbuhan dana masyarakat ini dipicu oleh beberapa faktor. Di samping karena kinerja bank syariah yang mengesankan, sistem bagi hasil yang ditawarkan perbankan syariah lebih stabil terhadap gejolak ekonomi makro. Di tengah terus menurunnya suku bunga perbankan konvensional, margin bagi hasil memberikan keuntungan yang relatif lebih tinggi dibandingkan bunga yang ditawarkan perbankan konvensional. Hal ini terjadi karena sistem bagi hasil diberikan berdasarkan nisbah (perbandingan bagi hasil) keuntungan yang disepakati saat nasabah membuka rekening. Tingginya tingkat bagi hasil yang ditawarkan perbankan syariah tidak terlepas dari besarnya tingkat pembiayaan syariah. Berbeda dengan perbankan konvensional yang fungsi intermediasinya dilakukan dengan mengucurkan kredit secara tunai, pada perbankan syariah konsep pembiayaan tidak dilakukan secara tunai tetapi dengan cara membiayai/mendanai langsung sejumlah kebutuhan yang diajukan debitur, baik pembelian barang maupun pendirian suatu usaha.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan konsep pemasaran?
2. Bagaimana strategi pemasaran Bank Bukopin Syariah? 3. Bagaimana target dan pentingnya Bank Syariah?
4. Bagaimana proses dari evaluasi pemasaran Bank Syariah?
5. Bagaimana potensi prefensi dan perilaku masyarakat terhadap Bank Syariah?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui tentang konsep pemasaran.
2. Untuk mengetahui strategi pemasaran Bank Bukopin Syariah. 3. Untuk mengetahui target dan keinginan Bank Syariah.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep Pemasaran
1. Konsep Pemasaran Secara Umum
Beberapa ahli memberikan beragam definisi tentang pemasaran (marketing) antara lain: 1) Nystrum dalam bukunya “Handbook of Marketing”, bahwa pemasaran meliputi segala
aktivitas dunia usaha dalam bidang benda-benda dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen.
2) Philip dan Duncan dalam buku mereka “Marketing Principles and Methods” bahwa pemasaran meliputi semua tindakan atau aktivitas-aktivitas yang diperlukan untuk menyampaikan benda-benda ketangan konsumen.
3) Converse, Huegy dan Matchell dalam buku mereka “Element of Marketing” berpendapat bahwa pemasaran meliputi tindakan-tindakan membeli dan menjual, yang mencakup kegiatan-kegiatan dunia usaha dalam hal menyalurkan benda-benda dan jasa-jasa antara para produsen dan konsumen.
4) Converse dan Jones dalam buku mereka “Introduction to Marketing” bahwa usaha (business) dibagi menjadi dua bagian yaitu produksi dan pemasaran. Produksi berhubungan dengan penciptaan benda-benda. Distribusi atau pemasaran berhubungan dengan usaha memindahkan benda-benda tersebut dari produsen ke tangan para konsumen.
5) Philip Kotler dan Kevin Lane Keller dalam buku mereka “Marketing Management” bahwa pemasaran berhubungan dengan Mengidentifikasikan dan memenuhi kebutuhan manusia dan masyarakat.
Diatas sudah dijelaskan pemasaran secara umum, dan sedangkan definisi pemasaran spesifik, pemasaran lembaga keuangan menurut para ahli adalah:
1) Menurut Muhammad, bahwa pemasaran bagi lembaga/jasa keuangan adalah mengidentifikasi pasar yang paling menguntungkan sekarang dan di masa yang akan dating, menilai kebutuhan/anggota saat ini dan masa yang akan dating, menciptakan sasaran pengembangan bisnis dan membuat rencana untuk mencapai sasaran tersebut, dan promosi untuk mencapai sasaran.
2) Menurut Solati Siregar, pemasaran lembaga keuangan/jasa keuangan adalah usaha untuk menciptakan dan melayani permintaan pasar/nasabah sehingga memperoleh keinganan bagi lembaga keuangan dan masyarakat.
Menurut Muhammad, bahwa untuk memahami konsep pemasaran, diperlukan mengetahui istilah-istilah yang mendasari pemasaran. yaitu antara lain, kebutuhan (needs), keinginan (wants), permintaan (demands), produk (product), nilai (value), biaya (cost), kepuasan (satisfaction), pertukaran (exchange), dan pasar (market).
Definisi tentang istilah-istilah yang mendasari pemasaran antara lain sebagai berikut:
1) Kebutuhan (needs), suatu keadaan dimana seseorang merasa kekurangan terhadap pemuas dasar tertentu/hakikat biologis.
2) Keinginan (wants), merupakan hastrat atau kehendak yang kuat akan pemuas kebutuhan spesifik.
3) Permintaan (demands), adalah jumlah barang ekonomi yang pembelinya bersedia membeli pada tingkat harga, waktu, dan pasar tertentu.
4) Produk (product), yaitu barang atau jasa yang dibuat dan ditambah gunanya atau nilainya dalam proses produksi dan menjadi hasil akhir dari proses itu.
5) Nilai (value), yaitu kekuatan tukar suatu narang atau jasa untuk mendapatkan barang atau jasa lain yang diukur secara kuantitatif dengan jumlah satuan barang atau uang. 6) Biaya (cost), yaitu semua pengeluaran uang yang digunakan untuk membayar suatu. 7) Kepuasan (satisfaction), yaitu perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari
perbandingan antara kesannya terhadap kinerja atau (atau hasil) suatu produk dan harapan-harapannya.
9) Pasar (market) ada beberapa definisi:
a. Pasar (market) adalah tempat umum untuk menjual dan membeli barang, bertemunya penjual dan pembeli barang atau jasa, tidak selalu ada tempat secara fisik.
b. Dalam ilmu ekonomi ala Marshall, bahwa pasar (market) adalah suatu daerah di mana secara ideal harga-harga pada waktu tertentu adalah sama untuk semua pembeli dan penjual.
2) Masing-masing pihak memiliki sesuatu yang mungkin bernilai bagi pihak lain. 3) Masing-masing pihak mampu berkomunikasi dan menyerahkan sesuatu.
4) Masing-masing pihak bebas untuk menerima atau menolak tawaran pertukaran. 5) Masing-masing yakin bahwa bertransaksi dengan pihak lain merupakan hal yang
tepat dan diinginkan.
2. Pengertian Pemasaran Syariah
Pemasaran syariah sendiri menurut definisi adalah penerapan suatu disiplin bisnis strategis yang sesuai dengan nilai dan prinsip syariah. Jadi Pemasaran syariah dijalankan berdasarkan konsep keislaman yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW. Menurut Hermawan Kartajaya, nilai inti dari Pemasaran syariah adalah Integritas dan transparansi, sehingga marketer tidak boleh bohong dan orang membeli karena butuh dan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, bukan karena diskonnya.
3. Konsep Pemasaran Syariah
Konsep pemasaran syariah sendiri sebenarnya tidak berbeda jauh dari konsep pemasaran yang kita kenal. Konsep pemasaran yang kita kenal sekarang, pemasaran adalah sebuah ilmu dan seni yang mengarah pada proses penciptaan, penyampaian, dan pengkomunikasian values kepada para konsumen serta menjaga hubungan dengan para stakeholdersnya. Namun pemasaran sekarang menurut Hermawan juga ada sebuah kelirumologi yang diartikan untuk membujuk orang belanja sebanyak-banyaknya atau pemasaran yang pada akhirnya membuat kemasan sebaik-baiknya padahal produknya tidak bagus atau membujuk dengan segala cara agar orang mau bergabung dan belanja. Berbedanya adalah marketing syariah mengajarkan pemasar untuk jujur pada konsumen atau orang lain. Nilai-nilai syariah mencegah pemasar terperosok pada kelirumologi itu tadi karena ada nilai-nilai yang harus dijunjung oleh seorang pemasar.
Pemasaran syariah bukan hanya sebuah pemasaran yang ditambahkan syariah karena ada nilai-nilai lebih pada pemasaran syariah saja, tetapi lebih jauhnya pemasaran berperan dalam syariah dan syariah berperan dalam pemasaran. Pemasaran berperan dalam syariah diartikan perusahaan yang berbasis syariah diharapkan dapat bekerja dan bersikap profesional dalam dunia bisnis, karena dengan profesionalitas dapat menumbuhkan kepercayaan kosumen. Syariah berperan dalam pemasaran bermakna suatu pemahaman akan pentingnya nilai-nilai etika dan moralitas pada pemasaran, sehingga diharapkan perusahaan tidak akan serta merta menjalankan bisnisnya demi keuntungan pribadi saja ia juga harus berusaha untuk menciptakan dan menawarkan bahkan dapat merubah suatu values kepada para stakeholders sehingga perusahaan tersebut dapat menjaga keseimbangan laju bisnisnya sehingga menjadi bisnis yang sustainable.
syariah. Beberapa perusahaan dan bank khususnya yang berbasis syariah telah menerapkan konsep ini dan telah mendapatkan hasil yang positif. Kedepannya diprediksikan marketing syariah ini akan terus berkembang dan dipercaya masyarakat karena nilai-nilainya yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat yaitu kejujuran.
B. Strategi Pemasaran Bank Syariah
1. Strategi Pemasaran Bank Bukopin Syariah
Strategi yang diterapkan pada PT. Bank Bukopin Syariah menggunakan beberapa pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan, segmentai pasar dan sasaran yang dituju. Hal tersebut dianalisa dan diimplelmentasikan dari empat hal, yang dikenal dengan empat (4) P yaitu, place (tempat), product (produk), price (harga) dan promotion (promosi), yang dijabarkan sebagai berikut:
a. Place (tempat)
Pemilihan lokasi yang tepat akan berdampak cukup signifikan terhadap penjualan terutama perusahaan yang bergerak dibidang jasa khususnya perbankan. Sehingga Bank Bukopin Syariah, tepatnya di Jl. RE Marthadinata No. 142 Bndung, Jawa Barat. Pemilihan lokasi ini disebabkan oleh beberapa hal:
Jl. Marthadinata merupakan jalan utama menuju pusat bisnis di Bandung.
Aksesnya yang mudah untuk ditempuh menggunakan berbagai sarana transportasi, baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi.
Tepat berada didekat kawasan pelajar dan mahasiswa, serta dekat dengan pertigaan
jalan lampu merah, sehingga secara langsung maupun tidak langsung setiap orang yang melintas di jalan tersebut akan melihat kantor Bank Bukopin Syariah
b. Product (produk)
Karena tujuan utama dari prinsip perbankan syariah adalah terhindar dari transaksi riba, maka produk yang ditawarkan tentu saja berbeda dengan produk bank umum atau konvensional. Perbedaan utama terletak pada prinsip syariahnya. Selain produk Bank Bukopin Syariah berbeda dengan bank konvensional. Perusahaan ini juga melakukan beberapa strategi guna bersaing dengan bank konvensional dan syariah lainnya. Beberapa strategi yang diterapkan guna bersaing dengan bank lain, baik konvensional maupun syariah, antara lain:
Diferensiasi atau perbedaan produk
Diferensiasi (perbedaan) produk yang dilakukan Bank Bukopin Syariah dengan bank konvensional adalah dengan prinsip syariahnya. Sedangkan yang diferensiasi atau perbedaan produk dengan bank syariah lain yaitu dari jenis produk yang ditawarkan. Salah satu produk diferensiasi tersebut adalah talangan haji, menurut manajer pemasaran perbedaan tersebut paling menonjol pada sisi akadnya. Bagi nasabah yang ingin menunaikan ibadah haji, namun kekurangan dana akan ditalangi terlebih dahulu oleh Bank Bukopin Syariah, sesuai dengan akad (perjanjian) yang telah disepakati.
Sistem Manajemen Produk
Guna menjaga kualitas produk dari segi pelayanan maupun kepuasan pelanggan Bank Bukopin Syariah juga menyiapkan sistem manajemen produk, dimana sistem manajemen ini adalah otoritas penuh dari Bank Bukopin Syariah, sehingga Bank Bukopin Syariah hanya menyesusaikan dengan kebijakan. Dimana manajemen produk ini disesuaikan dengan keinginan konsumen, tuntutan jaman serta persaingan yang ada sehingga mutu dan kualitas merk tetap terjaga.
Strategi berbagai produk
c. Price (harga)
Dalam menentukan harga jual baik yang berupa akad maupun saldo minimal setoran awal, Bank Bukopin Syariah menerapkan beberapa strategi, yaitu penerapan harga lebih murah daripada bank lain. Karena menurut Bank Bukopin Syariah melalui manajemen pusatnya bahwa persaingan dunia perbankan khususnya perbankan syariah cukup tinggi dan merupakan suatu kecenderungan maka Bank Bukopin Syariah menerapkan harga sama dengan para pesiang untuk produk-produk standar misalnya: Tabungan Simpatik Bank Bukopin Syariah dengan setoran minimal awal sebesar Rp 25.000, dan Tabungan Bank Bukopin Syariah dengan setoran minimal awal sebesar Rp 80.000.
d. Promotion (promosi)
Dalam memperkenalkan produknya kepada masyarakat pada umumnya dan masyarakat kota Salatiga khususnya, Bank Bukopin Syariah menggunakan bererapa saluran promosi baik yang secara langsung maupun tidak langsung. Saluran promosi langsung yang digunakan antara lain dengan personal selling (penjualan pribadi), sedangkan promosi yang secara tidak langsung dilakukan dengan beberapa cara seperti pemasangan spanduk, kerjasama dengan berbagai instansi, menjadi sponsor pada acara tertentu. Selain melakukan promosi secara skala wilayah kota, Bank Bukopin Syariah melalui kantor pusatnya juga berpromosi dengan beberapa hal seperti iklan melalui media elektronik ataupun cetak, serta adanya website Bank Bukopin Syariah yaitu www.syariah bukopin .co.id yang memuat tentang seluk beluk Bank Bukopin Syariah mulai dari produk, keunggulan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan Bank Bukopin Syariah.
C. Keinginan dan Pentingnya Bank Syariah
Dalam praktiknya kebutuhan konsumen atau nasabah adalah sebagai berikut: 1) Kebutuhan akan produk dan jasa
2) Kebutuhan rasa aman dalam mengguanakan produk atau jasa tersebut. 3) Kebutuhan kenyamanan menggunakan produk atau jasa.
4) Kebutuhan untuk dihormati dan dihargai 5) Kebutuhan untuk persahabatan
6) Kebutuhan untuk diberi perhatian.
7) Kebutuhan status (prestise) dan kebutuhan aktualisasi diri.
Keinginan konsumen atau nasabah adalah merupakan kebutuhan yang dibentuk oleh kultur dan kepribadian individu. Contoh keinginan konsumen adalah sebagai berikut:
1) Ingin memperoleh pelayanan yang cepat
2) Ingin agar bank bisa menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. 3) Ingin memperoleh komitmen bank.
4) Ingin memperoleh pelayanan yang bermutu (cepat dan memuaskan) dan lain-lain. 5) Ingin memperoleh keamanan dari setiap transaksi yang berhubungan dengan bank. 6) Ingin memperoleh perhatian oleh seluruh karyawan bank.
Dalam pengertian nasabah maka dapat disimpulkan bahwa nasabah adalah setiap orang yang datang bertransaksi ke bank, setiap orang yang menghubungi bank yang mendapatkan informasi. Pepatah pemasaran mengatakan bahwa nasabah adalah raja, maka ia wajib dilayani dengan tulus dan ikhlas.
Sebagai nasabah tentu memiliki keinginan-keinginan terhadap bank syariah, sehingga ia nantinya ia mnjadi pelanggan bank syariah, keinginan-keinginan yang harapannya dapat diperoleh dari bank syariah adalah:
Tersenyum dan disapa dengan ramah
Disebut namanya saat komunikasi
Didengar dengan dengan baik saat menyampaikan kebutuhan dan kesulitannya
Ingin benar-benar di pahami
Penjelasan/jalan keluar sesuai dengan keinginannya
Kejutan bila penjelasan atau jalan keluar bisa dilihat lebih dari yang diinginkan
Tidak membagi perhatiannya dengan yang lain
Cepat , tanggap dan akurat
Penjelasan pasti mengapa harus menunggu
Tidak disalahkan atau di debat
Penjelasan logis bila terjadi penolakan
Ucapan terima kasih dan ucapan akhir yang manis
Banking Hall yang bersih dan nyaman
Tempat parkir yang luas dan mudah
Adapun seberapa penting nasabah bagi bank syariah, maka pentingnya nasabah bagi bank syariah karena:
Bank ibarat ikan, nasabah ibarat air
Nasabah yang membayar gaji kita
Membuat kita kehilangan nasabah lain
Membantu kita mendapat nasabah lain
Menentukan citra bank
Aset perusahaan yang sebenarnya
Nasabah tidak tergantung pada kita namun kitalah yang tergantung pada nasabah
Nasabah bukan pengganggu, justru merekalah tujuan kita bekerja
Kita bukan menlong nasabah namun nasabahlah yang menoolong kita dengan memberi peluang melayani mereka
Kepuasan nasabah adalah kepuasan kita
D. Evaluasi Pemasaran Bank Syariah
Belum lama ini, Gubernur Bank Indonesia mengumumkan bahwa pertumbuhan perbankan syariah lebih tinggi dibandingkan dengan bank konvensional. Dengan adanya hal tersebut mengindikasikan bahwa kesadaran masyarakan akan bank syariah membaik. Dan kepercayaan tersebut harus terus dijaga dan ditingkatkan lagi.
E. Potensi Preverensi dan Perilaku Masyarakat terhadap Bank Syariah
Potensi dimaksud dapat dipandang dari sumber daya dan aktivitas perekonomian suatu wilayah serta dari pola sikap atau preferensi dari perilaku ekonomi terhadap produk dan jasa bank syariah. Oleh karena itu, seluruh kebijakan bank Indonesia yang berkaitan dengan bank syariah harus bersifat research-based policy. Sesuai dengan wilayah penelitian, maka resume hasil penelitian dapat digambarkan sebagai berikut:
1) Gambaran wilayah Jawa Barat
Secara umum performa bank syariah saat ini masih kalah jauh dibandingkan dengan bank konvensional. Hal ini ditandai dengan:
a. Orang memilih bank karena pertimbangan pelayanan, fasilitas, kredibilitas, dan status bank, cenderung tidak mau menggunakan bank syariah. Hal ini menunjukan bahwa fasilitas bank masih dianggap kurang dibandingkan dengan bank konvensional.
b. Orang-orang terbuka terhadap informasi dan memiliki akseptabilitas yang luas cenderung tidak meneruskan menjadi nasabah bank syariah (bagi yang sudah mengadopsi) atau tidak mau mengadopsi bank syariah (bagi yang belum menjadi nasabah). Hal ini juga menunjukan bahwa kinerja bank syariah dimata masyarakat masih dibawah bank-bank konvensional.
2) Gambaran wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta
Dari hasil penelitian potensi, preferensi dan perilaku Masyarakat Bank Syariah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, disimpulkan bahwa:
b. Preferensi terhadap keuntungan relatif yang mencerminkan pandangan responden tentang perbankan syariah mempunyai nilai lebih jika dibandingkan dengan bank konvensional.
c. Preferensi terhadap tingkat kompatibilitas yang menunjukan tingkat kecocokan terhadap system perbankan syariah maka terlihat sebagian besar masyarakat tidak setuju terhadap tingkat kompatibilitas dari perbankan syariah.
3) Gambaran Wilayah Jawa Timur
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Seiring dengan perkembangan perbankan syariah kedepan diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat menengah kebawah. Perbankan syariah sebagai sarana intermediasi dibidang investasi dan binis harus menciptakan pengaruh yang positif bagi pengembangan dunia usaha.
Strategi pemasaran merupakan salah satu instrumen paling penting dalam menjalankan bisnis perbankan syariah, karena disinilah perbankan syariah diuji eksistensinya ditengah persaingan global perbankan yang semakin sengit, sehingga diperlukan strategi yang paling efektif dalam pemasaran sehingga perlu dipilih strategi yang paling tepat dan efisien. Adapun hal pertama sebelum penentuan dalam pemilihan strategi pemasaran yang tepat maka bank harus menganalisis dengan metode SWOT sehingga dapat menganalisa strategi pemasaran mana yang paling aman dan paling prospek kedepannya. Ada beberapa strategi yang dapat dijalankan oleh perbankan syariah yaitu strategi pentrasi pasar, strategi pengembangan produk, strategi pengembangan pasar, strategi integrasi, strategi diversifikasi.
Dari keempat variabel: place (tempat), product (produk), price (harga) dan promotion (promosi), variabel promosi adalah variabel yang paling dominan terhadap keputusan pembelian pada Bank Bukopin Syariah. Aspek ini erat kaitannya dalam hal promosi yang bersifat edukatif dan persuasif seperti voucher pembelian, serta promo pada media luar ruang yang memuat promo atau event bulanan sangat efektif mempengaruhi keputusan pembelian produk pada pencapaian target Bank Bukopin Syariah.
Buku
Muhammad, Dr, M.Ag, 2011, Manajemen Bank Syariah, Yogyakarta, UPP STIM YKPN
Situs
https://nayaakyasazilvi.wordpress.com/2014/07/09/siklus-kehidupan-produk/
https://n
amakulialutfiah.blogspot.com/2010/03/analisis-swot-pada-bank-syariah-bukopin.htm l
http://makalah-makalah-makalah.blogspot.co.id/2014/03/manajemen-pemasaran-bank-syariah.html
http://strategipemasaranbanksyariahdwiutari.blogspot.co.id/2016/04/makalah-pemasaran-bank-syariah.html