KALIMAT
MACAM – MACAM
VERBA
Verba atau kata kerja (bahasa Latin: verbum, "kata") adalah kelas kata yang menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya. Jenis kata ini umumnya menjadi predikat dalam suatu frasa atau kalimat. Berdasarkan objeknya, kata kerja dapat dibagi menjadi dua:
1. kata kerja transitif: kata kerja yang membutuhkan pelengkap atau objek, semisal memukul (bola)
2. kata kerja intransitif: kata kerja yang tidak membutuhkan pelengkap, semisal lari.
1)Verba Dasar
Verba dasar adalah verba yang berupa morfem dasar bebas.
Contohnya :
o Mereka sedang duduk. o Dia sedang mandi. o Dia baru saja tidur. 2)Verba Turunan
Verba turunan adalah verba yang telah mengalami proses morfologi ataupun gramatikalisasi, afiksasi, reduplikasi, dan komposisi.
Verba turunan terdiri dari verba berafiks, verba
bereduplikasi, verba berkonyugasi, verba berkomposisi. Contohnya :
a.Verba Berafiks
• Kematian ibunya membuat dia sangat terpukul. • Dia telah kehilangan kedua orang tuanya.
• Dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong adiknya.
b.Verba Berduplikasi
• Seharian ini hanya marah-marah saja kerjanya. • Dia tidak pulang-pulang dari kemarin sore. • Dia sedang membaca sebuah cerpen.
c.Verba Berkonyugasi
• Dia bernyanyi-nyanyi kecil dikamarnya.
• Dia hanya tersenyum-senyum mendapat pujian itu. • Dia bernyanyi sambil berteriak-teriak.
d.Verba Berkomposisi
• Dia berjalan kaki kekampus.
• Dia ketoko itu hanya untuk cuci mata saja.
• Para buruh bangunan sedang berunjuk rasa didepan kantor DPR.
3)Verba Intransitif
Verba Intransitif adalah verba yang tidak membutuhkan objek. Contohnya :
o Mereka tidak berbicara. o Mereka tidak pulang. o Mereka belum bangun. 4)Verba Transitif
Verba Transitif adalah verba yang membutuhkan objek. Verba transitif terdiri dari verba monotransitif, verba dwitransitif, dan verba ditransitif.
Contohnya :
a. Verba Monotransitif • Saya menulis surat. • Dia membaca puisi.
• Dia gemar bermain (play station). b. Verba Dwitransitif
• Ibu memberi adik kue.
• Dia mengirimi saya sepucuk surat.
• Dia menghadiahi baju untuk temannya. c. Verba Ditransitif
• Dia tidak tidur semalam suntuk. • Dia duduk didepan rumahnya. • Dia rajin membaca (buku). 5)Verba Aktif
Verba aktif adalah verba yang subjeknya berperan sebagai pelaku atau penanggap. Umumnya verba aktif berprefiks meN-, ber-, atau tanpa perefiks.
Contohnya :
o Ibu sedang menasehati kami. o Kakak membuatkan adik kue.
o Penyanyi itu menyanyikan sebuah lagu yang sangat bagus. 6) Verba Pasif
Verba pasif adalah verba yang subyeknya berperan sebagai penderita, sasaran, atau hasil. Verba pasif umumnya ditandai dengan prefiks -di atau .
Contohnya :
o Dia dipukul ayahnya karena nakal. o Kaki adik terinjak kakak.
o Kemarin dia kehujanan ketika pulang dari rumah pamannya 7)Verba Antiaktif
Verba antiaktif adalah verba pasif yang tidak dapat diubah menjadi verba aktif, dan subjeknya merupakan penanggap (yang merasakan, menderita, mengalami).
Contohnya :
o Amin kena pukul ibunya. o Saya kena marah tadi.
o Kakak kecopetan tadi di bis. 8)Verba Antipasif
Verba antipasif adalah verbayang tidak dapat diubah menjadi verba pasif.
Contohnya :
o Anak itu haus akan kasih sayang orang tuanya. o Dia benci terhadap ketidak adilan.
o Pak tani bertanam singkong. 9)Verba Resiprokal
Verba resiprokal adalah verba yang menyatakan perbuatan yang dilakukan oleh dua pihak, dan perbuatan tersebut dilakukan dengan saling berbalasan.
Contohnya :
o Mereka saling berpegangan tangan. o Meraka saling memukul.
o Kita harus saling tolong-menolong. 10)Verba Nonresiprokal
Verba nonresiprokal adalah verba yang tidak menyatakan
perbuatan yang dilakukan oleh dua pihak dan saling berbalasan. Contohnya :
o Ibu itu sedang mencari anaknya yang hilang. o Dia berlari kencang karena dikejar anjing. o Dia menangis karena kesakitan.
11) Verba Reflektif
Verba reflektif adalah verba yang kedua argumennya
mempunyai referen yang sama. Verba reflektif mempunyai dua bentuk, yaitu yang berprefiks ber-, dan yang nominanya berpadu dengan prefiks tersebut, dan yang berprefiks meN-, bersufiks – kan, -an, berobjek diri.
Contohnya :
a.yang berprefiks
ber-• Dia sedang berjemur di pantai. • Dia sedang berdandan.
• Dia sedang bercermin
b.Yang berprefiks meN-, bersufiks –kan, dan berobjek diri.
• Dia melarikan diri dari rumahnya.
• Dia membaringkan dirinya di tempat tidurnya. • Dia selalu merendahkan dirinya kalau berbicara. 12) Verba Nonreflektif
Verba nonreflektif adalah verba yang kedua argumennya mempunyai referen yang berlainan, verba nonreflektif dapat dibedakan atas verba kopulatif dan verba ekuatif.
13) Verba Kopulatif
Verba kopulatif adalah verba yang mempunyai potensi untuk ditinggalkan tanpa mengubah konstruksi predikatif yang bersangkutan.
Contohnya :
o Dia merupakan sosok pemimpin yang bertanggung jawab. o Dia adalah puteri ketiga pak Budi.
14)Verba Akuatif
Verba Akuatif adalah verba yang mengungkapkan ciri salah satu argumennya.
Contohnya :
o Anggota rapat tersebut berjumlahkan dua puluh orang. o Jumlah anggota kelompok tersebut bertambah satu orang. o Keluarga ideal terdiri dari seorang ibu, dua orang anak, dan
ayah.
15) Verba Telis dan Verba Atelis
Verba telis mgenyatakan bahwa perbuatan tuntas atau bersasaran, seadangkan verba atelis menyatakan bahwa perbuatan belum tuntas, atau brlum selesai.
Contohnya :
o Pak tani menanam padi. o Pak tani bertanam padi. o Ia menukar pakaian itu. 16) Verba Performatif
Verba performatif adalah verba dalam kalimat yang secara langsung mengungkapkan pertuturan yang dibuat pembicara pada waktu mengujarkan kalimat.
Contohnya :
o Dia telah berjanji akan datang kerumah pamannya. o Dia telah mengucapkan sumpah itu.
o Sejak kecil, kita harus menanamkan sikap rasa peduli terhadap sesama.
17) Verba Konstalatif
Verba konstalatif adalah verba dalam kalimat yang menyatakan atau mengandung gambaran tentang suatu peristiwa.
Contohnya :
o Dia menembaki rusa itu. o Dia menulis sepucuk surat. o Dia membaca sebuah majalah. 18) Verba Deverbal
Verba deverbal adalah verba turunan yang bentuk dasarnya berupa kata kerja.
Contohnya :
o Dia membaca komik itu sampai larut malam. o Danu mencubit Budi hingga terluka.
o Budi meminum minuman itu hingga ia tak sadarkan diri. 19) Verba Denominal
Verba denominal adalah verba turunan yang bentuk dasarnya berupa kata benda.
Contohnya :
o Kehadirannya sangat berguna bagi semua orang. o Dia berkata dengan jujur.
o Tutur bahasa menggambarkan kepribadian seseorang. 20) Verba Deadjektival
Verba deadjektival adalah verba turunan yang bentuk dasarnya berupa kata sifat.
Contohnya :
o Dia datang menepati janjinya. o Kata-kata selalu menghinaku.
21) Verba Deadverbial
Verba deadverbial adalah verba turunan yang bentuk dasarnya berupa kata keterangan.
Contohnya :
o Dia selalu bersungguh-sungguh dalam segala hal.
o Berdasarkan bukti-bukti yang diberikan dapat memungkinkan dia sebagai tersangka pembunuhan berantai itu.
o Dia dapat menyelesaikan tugas itu dengan baik. 22) Verba Denumeralial
Verba denumeralial adalah verba turunan yang bentuk dasarnya berupa kata bilangan.
Contohnya :
o Keluarganya telah menyatu kembali setelah lama berpisah. o Dia datang berdua dengan temannya.
o Dia duduk deretan kelima sebelah kanan. 23) Verba Depreposisional
Verba depreposisional adalah verba turunan yang bentuk dasarnya berupa kata depan.
Contohnya :
o Dia sedang mendalami ilmu mikrobiologi.
o Dia dapat mengatasi berbagai kendala dalam belajar. o Kita harus mengedepankan kepentingan umum daripada
kepentingan pribadi. 24) Verba Pronominal
Verba pronominal adalah verba turunan yang bentuk dasarnya berupa kata ganti.
Contohnya :
o Mengapa dia tidak mengaku saja atas perbuatannya itu ? 25) Verba Introgatival
Verba introgatival adalah verba turunan yang bentuk dasarnya berupa kata tanya.
Contohnya :
konjungsi adalah kata penghubung atau disebut juga kata
sambung. Kata penghubung merupakan kata tugas yang berfungsi untuk menghubungkan antar klausa, antar kalimat, dan antar paragraf.
A. Berdasarkan Fungsi
1)Konjungsi Aditif (gabungan)
Konjungsi aditif (gabungan) merupakan konjungsi
koordinatif yang fungsinya untuk menggabungkan dua kata, frasa, klausa, atau kalimat yang mempunyai kedudukan yang sederajat.
Contoh : dan, lagi pula, lagi, dan serta. 2)Konjungsi Pertentangan
Konjungsi pertentangan adalah bentuk konjungsi
koordinatif yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat, namun dengan mempertentangkan kedua
bagian tersebut. Umumnya, bagian yang kedua
menduduki posisi yang lebih penting daripada bagian pertama.
Contoh : tetapi, melainkan, sedangkan, akan tetapi, padahal, sebaliknya, dan namun.
3)Konjungsi Disjungtif (pilihan)
Konjungsi pilihan adalah bentuk konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua unsur yang sederajat yang berfungsi untuk memilih salah satu dari dua hal atau lebih.
Contoh : atau, atau....atau, maupun, baik...baik..., dan entah...entah...
4)Konjungsi waktu
Konjungsi waktu berfungsi untuk menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau peristiwa. Kata-kata konjungsi yang bersifat temporal ini dapat menjelaskan hubungan yang tidak sederajat atau pun sederajat.
a. Contoh konjungsi waktu yang menghubungkan kalimat tidak sederajat : apabila, bilamana, hingga, sejak,
selama, sementara, ketika, bila, sambil, sebelum,
sampai, demi, sedari, seraya, waktu, setelah, semenjak, sesudah, dan tatkala.
b. Contoh konjungsi waktu yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat : sebelumnya dan sesudahnya
5)Konjungsi Final (tujuan)
Konjungsi tujuan atau konjungsi final ini semacam
6)Konjungsi Sebab (kausal)
Konjungsi sebab atau kausal menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi karena suatu sebab tertentu. Bila anak
kalimat ditandai dengan konjungsi sebab, maka induk kalimat merupakan akibatnya.
Kata-kata yang digunakan untuk menyatakan hubungan sebab ini meliputi : sebab, karena, sebab itu, dan karena itu.
7)Konjungsi Akibat (konsekutif)
Konjungsi akibat menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi akibat suatu hal yang lain. Dalam hal ini anak kalimat ditandai konjungsi yang menyatakan akibat, sedangkan peristiwanya dinyatakan dalam induk kalimat.
Kata-kata yang dipakai untuk menandai konjungsi akibat : sehingga, sampai, dan akibatnya.
8)Konjungsi Syarat (kondisional)
Konjungsi syarat atau kondisional menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi ketika syarat -syarat yang disebutkan itu dipenuhi. Kata kata yang menyatakan hubungan ini adalah jika, jikalau, apabila, kalau, asalkan, dan bilamana.
9)Konjungsi Tak Bersyarat
Kata penghubung tak bersyarat ini menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi tanpa perlu ada syarat - syarat yang harus dipenuhi. Contoh kata - kata yang termasuk dalam konjungsi tak bersyarat meliputi : walaupun, meskipun, dan biarpun.
10) Konjungsi Perbandingan
Konjungsi perbandingan ini berfungsi untuk menghubungkan dua hal dengan cara membandingkan kedua hal tersebut. Kata kata yang sering digunakan sebagai konjungsi perbandingan meliputi : sebagai, seperti, bagaikan, sebagaimana, seakan-akan, bagai, ibarat, umpama, dan daripada.
11) Konjungsi Korelatif
12) Konjungsi Penegas (menguatkan atau intensifikasi)
Konjungsi penegas berfungsi untuk menegaskan atau
meringkas bagian kalimat yang telah disebutkan sebelumnya, termasuk hal-hal yang menyatakan rincian.
Contoh konjungsi penegas adalah : bahkan, apalagi, yaitu, yakni, misalnya, umpama, ringkasnya, dan akhirnya.
13) Konjungsi Penjelas (penetap)
Konjungsi penjelas atau penetap berfungsi untuk menghubungkan bagian kalimat terdahulu dengan perinciannya.
Contoh konjungsi penjelas : bahwa.
14) Konjungsi Pembenaran (konsesif)
Konjungsi pembenaran adalah konjungsi subordinatif yang menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan atau mengakui suatu hal, sekaligus dengan menolak hal yang lain yang ditandai oleh konjungsi tadi. Pembenaran ini dinyatakan dalam klausa utama (induk kalimat), sementara penolakannya dinyatakan dalam anak kalimat yang didahului oleh konjungsi seperti, walaupun, meskipun, biar, sungguhpun, biarpun, kendatipun, dan sekalipun.
15) Konjungsi Urutan
Konjungsi urutan menyatakan urutan akan sesuatu hal. Contoh konjungsi urutan : mula-mula, lalu, dan kemudian.
16) Konjungsi Pembatasan
Konjungsi pembatasan menyatakan pembatasan terhadap sesuatu hal atau dalam batas-batas mana perbuatan dapat dikerjakan.
Contoh konjungsi pembatasn , misalnya kecuali, selain, dan asal.
17) Konjungsi Penanda
Konjungsi penanda menyatakan penandaan terhadap sesuatu hal. Contoh konjungsi penanda : misalnya, umpama,
contohnya. Ada pula konjungsi penanda pengutamaan, contohnya seperti : pokok, paling utama, dan terutama.
18) Konjungsi Situasi
Konjungsi situasi ini menjelaskan suatu perbuatan yang terjadi atau berlangsung dalam keadaan tertentu.
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata/rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan
1) Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal disebut juga kalimat bersahaja, yaitu kalimat yang terdiri atas subyek dan predikat saja (satu pola kalimat).
Contoh :
o Baju (subyek) baru (predikat)
o - Kalimat ini predikatnya bukan kata kerja. o Ayah (subyek) kerja (predikat)
o - Kalimat ini predikatnya kata kerja. 2) Kalimat Berita
Kalimat berita adalah kalimatnya memberitakan/menceritakan sesuatu peristiwa.
Contoh :
o Ibu pergi belanja ke Pasar Kramat Jati.
o Para pahlawan dimakamkan di Kalibat, Jakarta. 3) Kalimat Sempurna
Kalimat sempurna ialah kalimat yang mempunyai subyek, predikat, dan obyek.
Contoh :
o Ayah membaca koran. o Ibu menjahit pakaian. o Kakak bermain bola. 4) Kalimat Tak Sempurna
Kalimat tak sempurna adalah kalimat yang tidak memiliki subyek dan atau tak berprediket.
Contoh :
o Enyahlah! = tak bersubjek o Pencopet = tak berpredikat
o Di toko buku = tak bersubjek dan tak berpredikat 5) Kalimat Tanya
Kalimat tanya adalah kalimat pertanyaan yang di kemuka-kan oleh orang yang menanyakan kepada orang yang di ajak bicara dan mengharapkan jawaban,. Dalam kalimat tanya, selalu
mempergunakan kata - kata antara lain : siap, mengapa, bagaimana, di mana. dan sebagainya. Selain itu juga menggunakan unsur kah dan tah.
Contoh :
o Siapakah nama adikmu?
o Di manakah tempat tinggalmu? o Berapa umurmu?
6)Kalimat Tanya Tak Bertanya
Kalimat tanya tak bertanya yaitu kalimat tanya tetapi tidak memerlukan jawaban karena jawabannya telah di ketahui dan merupakan kalimat lengkap.
Contoh :
o Siapa yang tidak jengkel melihat tingkahnya?
o Aku sendiri heran, kenapa dia masih tetap begitu? 7)Kalimat Larangan
Kalimat larangan adalah kalimat yang menyatakan suatu cegahan atau larangan dan harus dikerjakan oleh orang yang bersangkutan.
Contoh :
o Jangan parkir ditempat ini!
o Dilarang merokok di ruangan ini! 8)Kalimat Perintah
Kalimat perintah adalah kalimat yang menyatakan perintah atau suruhan yang harus di kenalkan oleh orang yang diajak bicara.
Contoh :
o Ambilkan buku itu di rak buku! o Tutuplah pintu itu!
o Bukalah jendela itu! 9)Kalimat Ajakan
Kalimat ajakan adalah kalimat yang manyata-kan ajakan seseorang kepada orang yang di ajak bicara bersama-sama melakukan sesuatu.
Contoh :
o Ayo kita berangkat, hari sudah siang. o Mari sama-sama minum kopi.
10) Kalimat Permintaan
kalimat permintaan adalah kalimat ajakan yang di perhalus. Kalimat ini juga disebut kalimat permohonan.
Contoh :
o Kami harap semua sabar.
o Jika tidak keberatan, sudilah kiranya Anda ikut kami. 11) Kalimat Pengharapan
Kalimat pengharapan adalah kalimat yang menyatakan
harapan dan berisi do'a-do'a yang diinginkan oleh penuturnya untuk orang yang diajak bicara.Beulekok Atas
Contoh :
o Mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi. o Semoga Allah senantiasa menyertaimu. 12)Kalimat Perjanjian
Kalimat perjanjian adalah kalimat yang menyatakan persyaratan dan harus dipenuhi kalimat perjanjian disebut juga kalimat
persyaratan.
Contoh :
o Kamu boleh tinggal di sini, asalkan mau membantu. o Bila kamu juara kelas, ayah akan belikan sepeda baru. 13)Kalimat Beralah
Kalimat beralah adalah kalimat yang berisi pernyataan yang bagiannya dipertentangkan dengan bagian lain. Oleh sebab itukalimat beralah disebut juga kalimat perlawanan atau pertenangan.
Contoh :
o Walaupun dia anak tunggal, tetapi dia tidak manja. o Meskipun dia cantik, tetapi dia tidak sombong. 14)Kalimat Pengandaian
Kalimat pengandaian adalah kalimat yang menyatakan angan-angan atau berandai-andai saja. Kalimat ini juga disebut kalimat khayalan.
Contoh :
o Andai aku dulu tidak malas, tentu sekarang aku jadi orang berhasil.
o Bila aku punya banyak uang, aku bisa membeli apa saja. o Seandainya cepat tertolong tentulah ia tidak meninggal. 15)Kalimat Nominal
Kalimat nominal adalah kalimat yang predikat-nya berupa keterangan, kata benda, atau kalimat sifat. Jelasnya,
predikatnya bukan kata kerja. Kalimat ini disebut juga kalimat isim.
Contoh :
o Ayah seorang tentara. o Kakakku seorang polisi. 16)Kalimat Verbal
Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja.
Contoh :
o Adik belajar membaca dan menulis. o Ayah membaca koran.
17)Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat yang bersubyek dikenai pekerjaan. Kalimat pasif disebut juga kalimat tanggap.
Contoh :
o Bola itu di tendang oleh Bagas. o Baju itu di jemur oleh ibu.
18)Kalimat Aktif
Kalimat aktif adalah kalimat yang subyeknya melakukan pekerjaan (berbuat sesuatu). Kalimat ini disebut juga kalimat tindak.
Contoh :
o Ibu memasak di dapur. o Amri menulis surat.
Ada dua macam kalimat aktif, yaitu :
a. Kalimat Aktif Transitif
Kalimat Aktif Transitif adalah kalimat aktif yang kata kerjanya berobyek langsung.
Contoh :
• - Astrid membeli buku tulis. • - Ilham menendang bola. • - Budi makan bubur ayam. • - Adik minum, susu.
• - Ibu membuat kue. b. Kalimat Aktif Intransitif
Kalimat Aktif Intransitif adalah kalimat aktif yang kata kerjanya tidak berobyek.
Contoh :
• - Hero makan. • - Risma belajar. • - Anggi tidur. 19)Kalimat Langsung
Kalimat langsung adalah kalimat yang langsung di ucapkan oleh pembicara. penulisan kalimat langsung dengan
menggunakan tanda petik (").
Contoh :
o Paman berkata, "Besok aku akan ke Ancol".
o "Jam berapa kamu datang besok?"tanya Regina. 20)Kalimat Tak Langsung
Kalimat tak langsung adalah kalimat yang ditirukan oleh orang lain dari ucapan seseorang. Penulisannya tidak menggunakan tanda petik.
Contoh :
o Ibuku berkata, bahwa aku harus rajin menabung.