• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pola Kuman dan Uji Sensitivitas Pasien Infeksi Luka Operasi Bedah Digestif RSUP H. Adam Malik Medan Periode Januari-Juni 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pola Kuman dan Uji Sensitivitas Pasien Infeksi Luka Operasi Bedah Digestif RSUP H. Adam Malik Medan Periode Januari-Juni 2015"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ii

ABSTRAK

Latar belakang: Infeksi luka operasi (ILO) adalah infeksi nosokomial yang muncul 48 jam hingga 30 hari pascaoperasi. Tinggi rendahnya angka kejadian ILO menandakan kualitas klinisi juga fasilitas kesehatan yang ada dalam persiapan operasi dan penanganan pascaoperasi. ILO yang paling banyak terjadi terdapat pada operasi abdomen yang termasuk bedah digestif seperti pada penelitian tahun 2013 di RSCM ditemukan 10 dari 13 pasien laparotomi terkena ILO. Negara berkembang dan negara maju memiliki perbedaan angka ILO yang signifikan dengan presentase ILO tertinggi adalah 23.6% pada negara berkembang dan 5.2% pada negara maju. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka pervalensi ILO juga pola kuman dan uji sensitivitasnya di bagian bedah digestif RSUP H. Adam Malik pada Januari-Juni 2015.

Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional yang menggunakan pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Populasi pada penelitian adalah pasien pascaoperasi digestif yang memiliki hasil kultur positf dengan dilakukannya kultur pada 48 jam hingga 30 hari pascaoperasi.

Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 436 prosedur operasi digestif didapati 5.96% diantaranya terjadi ILO. Frekuensi tertinggi ILO digestif terdapat pada laparotomi dengan Escherichia coli sebagai bakteri penyebab infeksi terbanyak. Antibiotik yang memiliki sensitivitas tertinggi terhadap bakteri penyebab ILO digestif adalah Amikacin.

Kesimpulan: Prevalensi ILO digestif RSUP H. Adam Malik Januari-Juni 2015 adalah 5.96%. Laparotomi dengan presentase 17.4% adalah tindakan operasi digestif terbanyak yang mengalami komplikasi ILO. 68.8% ILO digestif disebabkan oleh Escherichia coli dengan antibiotik yang masih sensitif adalah Amikacin, Polymyxin B, Chloramphenicole, Imipenem, Meropenem, dan Cefoperazone/Sulbactam.

Kata kunci: ILO, digestif, antibiotik, sensitif

(2)

iii

ABSTRACT

Background: Surgical Site Infection (SSI) is a nosocomial infection appearing 48 hours until 30 days after operation. The prevalence of SSI reflects the quality of clinicians and the providing medical facility in surgical preparation and post operation management. The highest incidences of SSI occurring mostly in abdominal surgeries or generally included as one of digestive surgeries. This

statement reflected in a research in RSCM that in 13 laparotomy surgeries, 10 of

them found infected as SSI in 2013. SSI prevalence in developing countries presents four times higher than the developed ones with 23.6% as the SSI highest percentage in developing countries and 5.2% in developed countries. The aim of this research is to discover SSI prevalence, its bacterial pattern and the antibiotics sensitivity in digestive division of RSUP H. Adam Malik Medan on January-June 2015.

Methods: This research presented as a descriptive research with cross sectional design and using total sampling as sample collecting method. The research populations collected as digestive post-operations patients with positive bacterial cultures which taken 48 hours until 30 days after surgeries.

Results: This research final result shows that in 436 digestive surgeries founded 5.96% surgeries are infected as SSI with most of them are laparotomy and the most bacteria in collected positive cultures are Escherichia coli. Antibiotic with the highest sensitivity of all bacteria causing ILO is Amikacin.

Conclusion: Digestive SSI prevalence in RSUP H. Adam Malik on January-June 2015 is 5.96%. In 17.4% of digestive SSI happened after laparotomy, which is rated as the most frequent procedure in digestive. The most appearing bacteria in digestive SSI bacterial culture is Escherichia coli with 68.8% percentage. Antibiotics that are still sensitive for digestive SSI bacteria are Amikacin,

Polymyxin B, Chloramphenicole, Imipenem, Meropenem, and

Cefoperazone/Sulbactam.

Key words: SSI, digestive, antibiotic, sensitive

Referensi

Dokumen terkait

Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka prevalensi infeksi nosokomial pada pasien luka operasi pasca bedah kelas bersih di bagian bedah di RSUP Haji Adam Malik,

Karakteristik pasien post operasi di Bangsal Bedah RSU PKU Muhammadiyah Bantl rata-rata rentang umur responden 36-45 tahun (dewasa akhir), pasien paling banyak

Merupakan infeksi yang terjadi dalam waktu 30 hari paska operasi jika tidak menggunakan implan atau dalam kurun waktu 1 tahun jika terdapat implan dan infeksi

Seftriakson merupakan antibiotik profilaksis yang paling sering digunakan pada kasus bedah digestif sebelum (13,13 DDD/100 pasien hari) dan setelah pembuatan PPAB (11,18

The aim of this research is to know the prevalance of surgical site infection at post-surgery patients in Surgery Departement of Haji Adam Malik General

(terkontaminasi) operasi dengan daerah kerusakan yang luas dengan teknik steril atau tumpahnya cairan yang terlihat jelas dari traktus gastrointestinalis dan insisional yang

Textbook of Surgery The Biological Basis of Modern Surgical Practice.. Philadelphia:

hasil analisis hubungan antara usia, jenis kelamin, lama operasi dan status ASA terhadap kejadian PONV pada pasien pasca operasi laparatomi bedah digestif dengan